Herd Immunity #COVID19


Herd Immunity and community disease spread or immunized population ...Apa itu HERD IMMUNITY alias KEKEBALAN KAWANAN? Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.

1. Ada orang yang kena #COVID19 namun tidak sakit, namanya PEMBAWA alias Carrier.

2. Ada orang yang kena #COVID19 namun nggak mati, namanya SEMBUH.

3. Ada orang yang kena #COVID19 lalu mati karena dibiarkan mati sebab tidak ditangani oleh dokter atau ditangani oleh dokter namun tanpa peralatan yang memadai, namanya mati NAAS.

4. Ada orang yang kena #COVID19 namun mati walaupun telah mendapat penanganan dokter yang baik dengan peralatan yang baik, namanya NISCAYA mati.

5. Karena tidak ada statistik yang mencatat berapa jumlah mereka yang mati NAAS, itu sebabnya kita tidak tahu berapa persentasenya. Makanya kita anggap sudah dimasukan dalam statistik NISCAYA mati. Menurut data statistik dunia, jumlah NISCAYA mati awalnya 3% lalu meningkat menjadi 5% lalu 7% sekarang telah meningkat jadi 9%.

6. Walaupun belum ada Vaksin dan Serumnya namun #COVID19 bisa disembuhkan bila SIMTOM alias gejalanya DIOBATI. Mengobati simtom alias gejalanya, misalnya, kalau batuk kasih obat batuk. Kalau sakit kepala kasih obat sakit kepala. Kalau panas, kasih obat turun panas. Kalau sesak nafas, kasih obat sesak bahkan pakai ventilator (alat pacu nafas).

7. Biarkan SEMUA orang kena #COVID19. NISCAYA 9% PASTI mati. Itulah PRINSIP utama KEKEBALAN KAWANAN alias Herd Immunity #COVID19.

8. Negara mustahil MEMAKSA semua masyarakatnya untuk menjalankan program KEKEBALAN KAWANAN karena pasti ditentang oleh banyak orang. Itu sebabnya yang terjadi adalah: Sebagian orang KARANTINA diri di rumahnya. Sebagian orang tidak karantina alias bebas berkeliaran. Yang TIDAK karantina namanya KAWANAN. Yang karantina AMAN di rumah saja kita sebut mereka yang #JagaJarakSesama alias JJS.

9. Yang tidak karantina alias KAWANAN akan kena #COVID19. Yang kena #COVID19 akan sakit maksimal 14 hari.

10. Dengan berlalunya WAKTU maka semua KAWANAN PASTI kebal #COVID19 setelah SEMBUH dari sakit sementara yang lainnya adalah para PEMBAWA yang KEBAL sejak semula.

11. Setelah semua KAWANAN kebal maka #COVID19 pun MATI dan MUSNAH dengan sendirinya. Karena sudah AMAN maka mereka yang JJS, yang selama ini KARANTINA diri pun BEBAS bebas beraktifitas lagi karena #COVID19 sudah musnah.

12. Pertanyaannya adalah: Kenapa Inggris dan Israel tidak melanjutkan untuk menjalankan jurus KEKEBALAN KAWANAN? Anda bisa mencari jawabannya sendiri di Internet.

13. Kenapa suhu hai hai bengcu menolak jurus KEKEBALAN KAWANAN?

14. Karena jurus KEKEBALAN KAWANAN mustahil dijalankan di Indonesia sebab hanya BISA dijalankan dengan syarat:

a. Jumlah dokter dan paramedis TIDAK terbatas alias cukup untuk semua penderita #COVID19 dalam waktu bersamaan.

b. Jumlah peralatan medis tidak terbatas alias cukup untuk semua penderita #COVID19 dalam waktu bersamaan.

c. Jumlah obat-obatan tidak terbatas alias cukup untuk semua penderita #COVID19 dalam waktu bersamaan.

d. Kalau jumlah dokter dan paramedis serta peralatan medis juga obat-obatan tidak cukup pasti akibatnya banyak pasien yang seharusnya bisa SEMBUH malah mati.

e. Simtom alias gejala penderita #COVID19 tidak mengalami PERUBAHAN, alias tidak MUNCUL simtom baru. Kalau muncul gejala baru bisa jadi jumlah dokter dan paramedis serta peralatan medis juga obat-obatan yang dibutuhkan juga berubah.

15. Menurut statistik, jumlah orang Indonesia yang POTENSI kena #COVID19 ada 600-700 ribu orang. Kalikan jumlahnya dengan statistik NISCAYA mati yang 9% maka diperkirakan jumlahnya antara 54 RIBU sampai 63 RIBU orang. Mengerikan!

16. Kalau jurus KEKEBALAN KAWANAN dilaksanakan di Indonesia maka angkanya adalah 9% statistik NISCAYA mati dikalikan jumlah penduduk Indonesia. Benar-benar mengerikan. Syukurlah kita dijauhkan dari hari-hari demikian. Amin.

Kerabatku sekalian, itu sebabnya bukan hanya saya namun semua WNI menolak jurus KEKEBALAN KAWANAN diterapkan. Kita patut bersyukur KARENA jurus tersebut tidak dipakai di Indonesia. Karena, walaupun statistik NISCAYA mati persentasenya KECIL, hanya 9% namun jumlahnya BANYAK sekali.

#JagaJarakSosialSesama
#Jaga DiriJagaSesama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.