Lindungi Diri Lindungi Sesama


Kasus Covid-19 Terus Bertambah: 893 Positif, 78 Meninggal - www ...Kita sudah tahu, puluhan tahun wajib HELM sudah berjalan di Indonesia, namun tetap saja ada yang bandel. Hanya ada satu cara yaitu: Penegakan HUKUM oleh POLISI. Musim Kampanye baru saja berlalu.

Kita lihat di kedua kubu, masing-masing kubu saling MENJAGA dan saling menyemangati dengan kompak. Kenapa kita tidak MENGAJAK Polisi untuk menggerakkan para KORLAP untuk menjaga KAMPUNG-nya asing-masing agar jangan bergerombol?

Nyatanya, yang dilakukan pemerintah hari-hari terakhir ini adalah politik ANTISIPASI kayak yang dingung-dengungkan jaman Orde dulu.

Dokter-dokter sudah banyak yang ALMARHUM baru RIBUT dan MULAI belanja ALAT? Masyarakat sudah terpapar bahkan TERKAPAR malah SALING menipu menghibur diri bahwa 8% itu terjadi karena yang TERPAPAR menyembunyikan diri bukan KARENA pasien #COVID19 tidak tertangani dengan BAIK karena MINIM-nya perlatan.

Kenapa mengagul-agulkan para dokter BERJUANG sampai MATI padahal nyatanya mereka GUGUR karena selain kurang perlatan juga KURANG pengetahuan sehingga menganggap enteng #COVID19 dan keselamatan diri sendiri.

Faktanya pemerintah, baik pusat maupun daerah sama-sama LALAI dan MENGANGGAP enteng #COVID19. Yang berlagak sudah SIAP sejak Januari malah terbukti yang paling GOBLOK dan paling menyebabkan masyarakat TERANCAM #COVID19

Pemerintah menganjurkan #JagaJarakSosialSesama tanpa LOCK DOWN – KARANTINA karena pertimbangan EKONOMI. “TETAP PRODUKTIF sementara JAGA diri,” bukankah itulah INTI anjuran Presiden Jokowi?

Namun kenapa PUSAT diam saja ketika melihat Gubernur DKI justru MEMPERSULIT jaringan transportasi Jakarta? Bahkan Gubernur yang dipoyoki banyak warga Jakarta sebagai “Gubernur Goblok,” itu melakukannya DUA kali dan PUSAT diam saja, kenapa? Saya tidak tahu! Mungkin karena walau pun goblok namun pusat lebih cerdas, itu sebabnya kalau ada orang goblok mau pasang badan, biarin aja dech? Saya tidak tahu.

#JagaJarakSosialSesama DAN tetap PRODUKTIF. Itulah harapan KITA semua. UNTUK mewujudkannya, SEHARUS-nya PEMERINTAH bekerja sama dengan PENGUSAHA. Segarusnya, selain RAPAT Kabinat, pak Presiden Jokowi juga mengundang para konglomerat papan atas untuk urun rembuk. Kenapa demikian?

Karena para PENGUSAHA-lah yang BERKUASA mengatur karyawan tetap kerja atau libur? Para PENGUSAHA-lah yang PANDAI #JagaJarakSosialSesama dan tetap PRODUKTIF.

Kita sudah melihatnya! Dua kali Anies BERLAGAK penguasa sarana transportasi Jakarta, bukan? Alih-alih DIPUJI dia justru dicaci-mati, “Anies BANGSAT!” Rendah HATI-lah dan bekerja samalah dengan para pengusaha dan para karyawannya.

Masyarakat tidak BODOH, walaupun banyak penguasa pusat maupun daerah yang mengganggap masyarakat bodoh sehingga bisa DIANGON seenak jidatnya. Yang banyak justru penguasa bodoh yang berlagak PINTER dan berkuasa.

MUDIK? Karena DILIBURKAN oleh PERUSAHAAN, maka banyak pekerja dan pedagang kecil yang mulai MUDIK? TERBANYAK dari jabodetabek? Kenapa MUDIK? “Mumpung masih punya ongkos,”?

Kenapa HARUS mudik lu? “Karena, kalau ada bagi-bagi duit (maksudnya pemerintah menggelontorkan jaring pengaman sosial), orang-orang TEGAL yang kerja di JAKARTA nggak bakal kebagian karena KTP-nya bukan Jakarta. MUDIK dulu agar KTP-nya diakui.”

Hari-hari ini banyak penguasa daerah yang menghimbau agar para PERANTAU tidak MUDIK. Banyak juga penguasa daerah yang mulai MENGANCAM akan MENOLAK warganya yang MUDIK. Kementerian Perhubungan dan kementerian/lembaga terkait masih mengkaji opsi pelarangan mudik bagi masyarakat.

Kerahkan POLISI dan TENTARA untuk STOP para pemudik. Bagaimana caranya? SIREM dengan air kayak di Malaysia? Gebukin pakai rotan seperti di India? Pasang kawat duri?

Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, HASILNYA tetap sama yaitu: KERUMUNAN di pintu-pintu tol dan jalan-jalan lintas. Tangkap dan penjarakan? Berapa daya tampung kantor polisi dan penjara serta tangsi-tangsi militer untuk para pemudik? KERUMUNAN.

Kerabatku sekalian, apa yang BISA kita lakukan hari-hari ini? Sejak awal kita sudah tahu caraya yaitu: #JagaJarakSosialSesama dan tetap PRODUKTIF alias DAPUR tetap ngebul. Pemerintah harus bekerja sama dengan para pengusaha karena merekalah yang empunya DATA BASE dan sistem penggajian yang paling up to date bila pemerintah hendak menggelontorkan jaring pengaman sosial. Para pengusaha pula yang saat ini MENJAGA perekonomian Indonesia tertap bejalan.

#LindungiDiriLindungiSesama lalu bagaimana caranya? Jaga diri sendiri agar bisa jaga keluarga. Setelah keluarga terjaga mari kita jaga orang-orang sekampung kita. Dengan gotong royong kita pasti selamat BERSAMA. #JagaJarakSosialSesama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.