Ilmu Dan Seni Menggosok Jamban


Image result for jambanKaryawan hanya MAU mengerjakan yang DISUKAINYA saja namun MAJIKAN harus MENGERJAKAN semua yang HARUS di PEKERJAAN. Itu sebabnya banyak jiwa karyawan yang BANGKRUT waktu berlagak MAJIKAN.

Banyak orang yang menyatakan, “Saya suka memasak namun tidak suka mencuci piring.” Itu sebabnya dia terpaksa harus MENGGAJI orang lain untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak disukainya.

Semua orang suka makanan enak namun tidak ada yang suka TAHI bahkan tahinya sendiri. Itu karena mulut dianggap MULIA sedangkan lobang pantat dianggap NISTA walaupun faktanya dokter sendiri mengklaim bahwa lobang pantat PASTI lebih bersih dibandingkan MULUT.

Semua orang suka BERAK namun tidak suka membersihkan JAMBAN. Itu sebabnya bahkan di rumah sendiri pun jamban relatif jorok dibandingkan tempat cuci piring. Kenapa demikian? Karena jamban hanya dibersikan karena kepepet sehingga dibersihkan alakadarnya saja. Ha ha ha ha …

Ketika Yesus berkunjung, Maria langsung asyik ngerumpi dengan-Nya. Nampak kemudian bahwa Marta bukannya TIDAK suka ngerumpi namun dia terpaksa sibuk memasak di dapur karena mustahil ngerumpi terus tanpa makanan.

Yesus anak tukang kayu memang tercatat namun “Yesus Tukang Kayu,” adalah HOAX karena Alkitab Perjanjian Baru tidak mencatatnya, bahkan dari keempat Injil kita bisa menarik kesimpulan bahwa Yesus dan murid-murid-Nya adalah pengangguran. Setelah jaman berlalu barulah kita tahu bahwa pekerjaan Yesus dan murid-murid-Nya itu disebut MOTIVATOR di mana hidup tidak seindah COCOT-Nya bukan? Ha ha ha …

Si Inem mengajak Si Ayu membuka warung bakso dengan alasan dirinya tidak SUKA memasak dan BERHARAP warung bakso mereka AKAN laris manis karena MENYANGKA si Ayu pandai memasak karena sering membual masakannya enak.

“Ujilah secara ilmiah dengan akal budi?!” Bukankah suhu hai hai sudah mengajarkan hal demikian selama bertahun-tahun di depan banyak saksi? Bukan karena IMAN – perasaan nyaman meyakini sesuatu sebagai kebenaran, namun karena BERIMAN – memaksa diri untuk meyakini sesuatu sebagai kebenaran. Si Inem pun berimpi bahwa melalui warung bakso inilah akhirnya dia akan menjadi pengusaha kuliner papan atas. Ha ha ha …

Apa yang terjadi kemudian? Si Inem merasa tugasnya sudah selesai karena dia sudah KELUAR duit. Si Inem merasa tugasnya pun sudah selesai karena dia SUDAH masak BAKSO yang dinilai ENAK oleh si Inem. Memangnya sudah pernah makan bakso di mana saja sehingga memvonis bakso ini memang enak dan pantas dijual serta pasti digemari seluruh dunia?

Setelah mencobanya ke mana-mana sejak tahun 1972 barulah suhu hai hai mengklaim bahwa Kue Kapit (digigit pecah) alias kue semprong buatan mamaku adalah Kue Kapit paling enak di dunia. ha ha ha …

Si Inem dan si Ayu, keduanya tidak suka mencuci piring. Keduanya juga tidak suka membersihkan JAMBAN. Kedianya pun tidak suka membersihkan meja dan lantai. Itu sebabnya dalam TIGA hari warung bakso mereka pun BANGKRUT. Kenapa demikian? Kerena MASING-MASING, keduanya HANYA suka melakukan yang DISUKAINYA saja.

Di dalam hal inilah suhu hai hai beketa, “Semua orang hanya suka MELAKUKAN pekerjaan yang disukainya dan MALAS melakukan pekerjaan yang SEHARUSNYA dilakukann dengan hati gembira.”

Kita harus melakukan pekerjaan yang SEHARUSNYA dilakukan dengan hati gembira, bukannya MELATIH diri kita untuk MEMBENCI suatu pekerjaan dengan alasan TIDAK SUKA. Kalau ada pekerjaan yang tidak kau sukai, mulailah membina dirimu untuk menyukainya. Jangan MEMAKSA dirimu namun LATIH-lah dirimu untuk melakukan PEKERJAAN tersebut berulang.

Demi membantu mamaku, sejak kecil aku membina diriku untuk menggosok JAMBAN. Waktu SMP dan SMA, di tempat kost aku menggosok jamban. Ketika kuliah aku menumpang di gudang orang lain lalu menumpang di rumah orang lain. Saat itu aku menggosok jamban. Setelah bekerja aku tinggal di kost dengan kamar mandi di dalam, saat itu aku menggosok jamban. Karena tidak menggaji pembantu itu sebabnya sampai hari ini aku tidak pantang menggosok jamban.

Kalau semua orang cuman mau BERAK dan TIDAK mau membersihkan JAMBAN, apakah anda masih bisa BERAK dengan nyaman? Ha ha ha ….

Jadi, Mey muridku sayang, selama bertahun-tahun kita sudah DIRACUNI untuk MEMBENCI berbagai pekerjaan yang seharusnya kita KERJAKAN dengan gembira dengan alasan, “Aku tidak suka,” atau karena, “Ini pekerjaan hina,” itu sebabnya sudah saatnya bagi kita untuk MEMBINA diri guna MULAI menyukai SEMUA pekerjaan yang seharusnya kita lakukan dengan gembira.

Itu sebabnya, kalau ingin punya “Warung Bakmi”, kita harus mulai membina diri agar MAMPU dan MENYUKAI semua pekerjaannya tanpa kecuali. Setelah mampu dan menyukai semua pekerjaanya barulah kita bisa MELATIH orang lain untuk MELAKUKAN-nya dengan cara yang benar dan asyik.

Menggosok jamban ada ILMU dan SENI-nya. Karena menguasai ilmunya dan seninya maka menggosok jamban tidak pernah menjadi beban apalagi menjadi pekerjaan yang hina. Awalnya saya diajari mamaku untuk membersihkan JAMBAN dengan CARA yang benar. Itu namanya ILMU menggosok jamban. Setelah menguasai tekniknya kemudian saya mulai MENGEMBANGKAN seninya. Dengan demikian maka saya tetap MENGERJAKAN semua yang HARUS di PEKERJAAN dengan gembira.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.