Sahabat Down Syndrome


21 Maret adalah Hari Down Sindrome Internasional. Banyak yang merayakannya, terutama mereka yang anggota keluarganya menderita Down Sindrome. Sesungguhnya tidak ada yang membenci orang Down Sindrome.

Faktanya, kita tidak tahu cara berperilaku yang baik dan benar terhadap orang-orang yang anggota keluarganya menderita Down Sindrome. Kita juga tidak tahu cara yang benar dan baik untuk memperlakukan orang-orang Down sindrome. Harus bagaimana?

Giandra sahabatku, setiap kali aku bertemu dengan orang-orang sepertimu, langsung muncul perasaan belas kasihan di dalam hatiku terhadapnya namun aku tidakk tahu harus melakukan apa selanjutnya? Padahal jauh di dalam lubuk hatiku, ingin ku berkata, “It’s Ok my friend, Down Sindrome juga nggak papa.” Itu sebabnya, umumnya kami langsung pura-pura tidak melihatmu karena kuatir dibenci sebab perilaku kami dianggap salah bahkan menghina.

Aku punya banyak sahabat orang buta sejak kecil dan ketika bertemu, aku suka berlagak pilon dan diam seribu bahasa agar mereka tidak tahu aku di mana? Ketika akhirnya menemukanku, mereka paling mencubitku atau memukulku atau memakiku. Ha ha ha ….

Aku juga punya banyak sahabat orang puntung tangan maupun kaki. Aku sering berlagak mencari-cari kesana kemari sampai akhirnya mereka tanya, apa yang aku cari-cari? “Aku mencari-cari sepatu dan sendal teman-temanku kenapa cuman ada sebelah? Di mana yang lainnya?”

Aku juga punya sahabat-sahabat bisu yang walaupun nggak bisa ngomong namun cerewetnya justru lebih parah dariku namun kalau diteriaki diam aja.

Bahkan aku punya sahabat orang-orang yang didiagnosa gila oleh dokter jiwa. Bersahabat dengan orang-orang sakit jiwa itu bukan masalah bagiku. Namanya juga sahabat. Seru-seru aja kok?!

Namun aku belum pernah punya sahabat Down Sindrome sepertimu, Giandra sahabatku. Maukah engkau memberitahu ibumu dan ayahmu untuk mengajariku agar menjadi sahabatmu? Tolonglah memberitahu mereka agar bersabar bila tindakanku selama ini terhadapmu dan anggota keluargamu menyebalkan, maafkanlah kami karena kami tidak punya banyak sahabat sepertimu sehingga tidak tahu harus bagaimana bersahabat denganmu dan anggota keluargamu.

Giandra sahabatku, karena suka mengajar itu sebabnya banyak handai taulanku yang menggelariku “suhu” artinya guru. Namaku hai hai bengcu, panggil saja aku suhu hai hai bengcu. Selama ini aku dikenal sebagai orang yang berkebutuhan khusus. Kebutuhan utamaku adalah bersahabat dengan siapa saja. Banyak pula yang menganggapku kurang dua sendok. Kurang dua ons itu mudah ditakernya, namun kurang dua sendok? Aku nggak tahu, sendok yang mana? Ha ha ha …

#SahabatdownSindrom #SahabatGiandra

10 thoughts on “Sahabat Down Syndrome

  1. Allah tahu down syndrome. Entahlah dijaman musa mungkin ngak tercatat, dijaman Yesus juga mungkin belum ada atau sudah ada namun berlagak pilon. Malu ciptaannya ada yang gagal

    • Tahukah anda bahwa YHWH sangat MEMbENCI orang cacat? Anda pasti tidak tahu, kalau pun tahu kebanyakan orang Krisen berlagak pilon bahkan mendukungnya.

      • maaf om hai hai mohon petunjuk
        yang saya tahu org cacat dilarang masuk jemaat YHWH lalu artinya apa om ?
        saya masih blm bisa mengerti dan memahami YHWH dalam sudut pandang yang benar

          • knp yang dianggap ‘Maha Kuasa’ bersikap RASIAL ?
            ngeri kali om
            manusia aja diajarkan utk tdk membeda-bedakan

            • Itulah bukti bahwa YHWH bkan yang Mahakuaas. Dia hanya PENIPU yang berlagak Yang Maha Kuasa. Selanjutnya, kita bisa membaca yang tercatat di dalam keempat Kitab Musa dan lainnya, betapa JAHATNYA makluk bernama YHWH itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.