Konspirasi Menyalibkan Yesus?


Image result for kebangkitan yesusKonspirator konspirasi menyalibkan Yesus adalah Yesus sendiri sedangkan Yudas hanya kaki tangan-Nya. Walaupun konspirasinya berjalan sukses namun sayangnya Yesus tidak pernah bangkit dari kematian. Mengenaskan.

Konspirasi menyalibkan Yesus lalu bangkit pada hari ketiga memang dasyat. Kitab Matius mencatatnya dengan gamblang. Namun sayang penyelesaian akhirnya benar-benar antiklimak dan mengenaskan. Selain Yesus tidak pernah bangkit, Yudas Iskariot pun mati gantung diri. Hikmat apa yang dapat kita ambil dari kisah tersebut?

Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.” Matius 16:27-28

Anak Manusia, siapakah dia? Walaupun dinubuatkan Yesus 2.000 tahun yang lalu namun sampai hari ini kita tidak melihat penggenapannya karena Anak Manusia tidak pernah datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya. Yesus memang mengakui diri-Nya anak manusia namun sayang dia tidak pernah bangkit dari kematian-Nya. Itulah bukti bahwa Yesus bukan Anak Manusia.

Lima Nubuatan Anak Manusia

Lima kali Yesus bernubuat alias meramalkan kematian Anak Manusa. Seiring berlalunya waktu nubuatannya semakin gamblang. Empat kali Yesus menubuatkan kematian Anak Manusa dan pada kali kelima dikatakan bahwa Anak Manusia yang dinubuatkan-Nya adalah diri-Nya sendiri.

Bukan hanya bernubuat namun Yesus juga memprovokasi murid-murid-Nya untuk menggenapi nubuatan-nya. Selain Maria mengurapi tubuh Yesus dengan minyak narwastu, Yudas Iskariotlah yang ditetapkan oleh Yesus untuk menjadi kaki tangan-Nya untuk memprovokasi imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat untuk menyalibkan Yesus.

Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: “Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorangpun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.” Lalu murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Kalau demikian mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?” Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka.” Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. Matius 17:9-13

Nubuatan pertama: Selain menderita Anak Manusia akan dibangkitkan dari antara orang mati namun belum dijelaskan kapan waktunya dan siapakah Anak Manusia itu?

Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali. Matius 17:22-23

Nubuatan kedua: Anak Manusia akan dibunuh lalu dibangkitkan pada hari ketiga namun belum menunjukkan siapa yang akan melakukan pembunuhan dan siapakah Anak Manusia itu?

Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan: “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Matius 20:17-19

Nubuatan ketiga: Tua-tua Israel menjatuhkan hukuman dan bangsa lain yang mengeksekusinya. Anak Manusia akan dibangkitkan pada hari ketiga namun Yesus belum menunjukkan siapakah Anak Manusia itu?

“Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.” Matius 26:2

Nubuatan keempat: Dua hari lagi Anak Manusia akan dihukum dengan cara disalib namun Yesus belum menunjukkan siakah Anak Manusia itu?

Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” Matius 26:10-13

Nubuatan kelima: Ketika mengurapi Yesus dengan minyak narwastu Maria hanya menangis tanpa menjelaskan apa tujuannya, Yesuslah yang menjelaskan bahwa itu adalah persiapan penguburan-Nya. Ternyata Anak Manusia yang dinubuatan Yesus adalah diri-Nya sendiri. Ternyata itu bagian dari konspirasi penyaliban Yesus.

Yudas Mengkhianati Yesus

Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Matius 26:14-16

Lalu aku berkata kepada mereka: “Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!” Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak. Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Serahkanlah itu kepada penuang logam!” –nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku. Lalu aku mengambil ketiga puluh uang perak itu dan menyerahkannya kepada penuang logam di rumah TUHAN. Zakaria 11:12-13

Walaupun dihujat sebagai pengkhianat namun nyatanya keempat Injil mencatatnya dengan gamblang bahwa Yudas bukan penjahat namun kaki tangan Yesus dalam konspirasi penyaliban Anak Manusia. Yudas bukan orang jahat karena dialah yang mengemban amanat Yesus agar berlagak khianat untuk memprovokasi imam-imam kepala untuk menangkap Yesus dengan upah tiga puluh uang perak untuk menggenapi nubuatan Zakaria 11:12-13.

Benarkah Zakaria 11:12-13 adalah nubuatan? Saya tidak tahu. Namun Yesus menganggapnya nubuatan itu sebabnya Dia berusaha agar digenapi. Kita bisa membaca bagaimana Yudas berusaha mewujudkan amanat Yesus tersebut. .

Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuhan?” Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.” Matius 26:20-25

Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Yohanes 13:26

Matius 26:20-25 mencatat dengan gamblang sedangkan Yohanes 13:26 mencatatnya dengan detail bagaimana Yesus menetapkan Yudas untuk menjadi kaki tangan-Nya untuk menangkap Yesus. Yesus bukan hanya korban konspirasi namun Dia justru konspirator-Nya. Lihat saja sendiri, Yesuslah yang menetapkan harinya dan jam berapa Yudas harus bertindak? Kenapa Yesus perlu kaki tangan? Tentu saja agar agar penyaliban Anak Manusia dilakukan sesuai dengan nubuatan.

Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Matius 27:3-5

Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.” Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.” Matius 27:6-10

Pengaturannya sangat akurat bukan? Yudas memprovokasi imam-imam kepala dan tua-tua agar menggenapi Zakaria 11:12-13. Apakah nubuatannya digenapi? Tidak! Alih-alih diberikan kepada penuang logam ke 30 keping uang perak itu justru dibuang ke dalam Bait Suci lalu dipakai untuk membeli tanah kuburan orang asing dari tukang periuk.

Karena nubuatannya tidak digenapikah maka Yesus tidak pernah bangkit dan Yudas bukan hanya putus asa namun bunuh diri dengan gantung diri. Kasihan Yudas.

#YesusTidakBangkit #KonspirasiMenyalibkanYesus #BuktiYesusTidakBangkit

24 thoughts on “Konspirasi Menyalibkan Yesus?

  1. Waduh…bahasan antimainstream lg..ini gara2 ap lg pak hai, ap gara2 ada yg nantangin lg?

    Ap arti semuanya ini? 😇🙈 Emang teolog samber gledek Anda ini, 😂

      • Tp maaf, sy lihat gak bakalan tuntas tu..

        Cb pak hai bikin sistematika gugatannya, biar kitapun lebih mudah mencernanya, mulainya dari mna..gitu..smcam dibukukan gitu..

        Utk smntra sy hanya menangkapnya bgtu pak hai…

        • Sistematika adalah cara belajar para sarjana teologi. Saya tidak pakai cara demikian karena bukan teolog. Saya hanya orang Kristen yang suka baca Alkitab. Itu sebabnya saya mengajarkan apa yang saya pahami. Semua tulisan itu otomatis menyusun sistematikanya sendiri.

          • Ya, sy pham jg itu, walaupun teologi sistematika itu bs sja kaku tdk sefleksibel teologi organis sprti yg didengungkan oleh pak Tong.

            Dan saya pikir, cara pikir ilmiah jg bersistematika pak hai….yg saya tahu pemikiran2 Anda itu sllu mendobrak dan antimainstream. Maksud sy spy kita tahu duduk perkaranya dan ujungnya mau kmna. Bgtu yg bs lihat skrg, tanpa bermaksud menyalahkan cara Anda.

            • Nyatanya, banyak ajaran Alkitab yang tidak dipahami dengan benar bahkan bertentangan dengan yang tercatat di dalam Alkitab. Terus terang sampai saat ini saya masih terus mencari dan menggali. Saya sendiri tidak tahu apa yang saya cari dan apa yang saya gali. Saya hanya mencari dan membaca, itulah yang saya sebut gali. Itu sebabnya saya tidak tahu sampai kapan penggalian itu akan berakhir?

  2. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Matius 26:14-16

    Lalu aku berkata kepada mereka: “Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!” Maka mereka membayar upahku dengan menimbang tiga puluh uang perak. Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Serahkanlah itu kepada penuang logam!” –nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku. Lalu aku mengambil ketiga puluh uang perak itu dan menyerahkannya kepada penuang logam di rumah TUHAN. Zakaria 11:12-13

    Walaupun dihujat sebagai pengkhianat namun nyatanya keempat Injil mencatatnya dengan gamblang bahwa Yudas bukan penjahat namun kaki tangan Yesus dalam konspirasi penyaliban Anak Manusia. Yudas bukan orang jahat karena dialah yang mengemban amanat Yesus agar berlagak khianat untuk memprovokasi imam-imam kepala untuk menangkap Yesus dengan upah tiga puluh uang perak untuk menggenapi nubuatan Zakaria 11:12-13.

    Benarkah Zakaria 11:12-13 adalah nubuatan? Saya tidak tahu. Namun Yesus menganggapnya nubuatan itu sebabnya Dia berusaha agar digenapi. Kita bisa membaca bagaimana Yudas berusaha mewujudkan amanat Yesus tersebut. .

    Apa Yesus juga sdh bisa menebak klo para imam pasti membayar Tugas 30 uang perak kepada Yudas sehingga sesuai dan Zakaria 11:12-13 pak?. Supaya upaya penyalibannya terpenuhi.

  3. Konspirasi melibatkan Yudas untuk menggenapi perjanjian lama tapi salah tafsir.
    kalau untuk penebus dosa seharusnya dibakar diatas mezbah. bukan mati disalib.
    Imamat 7:5 Haruslah imam membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai korban api-apian bagi TUHAN; itulah korban penebus salah.

  4. konspirasi saya akui benar.
    Yohanes 11:48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”

    Kematian Yesus, Tidak ada hubungannya dengan nubuat di PL maupun nubuat imam Kayafas. imam besar kayafas bernubuat palsu padahal karena takut tempat suci dirampas orang Roma.

    Yohanes 11:51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, (nubuat palsu)

  5. Saya sangat senang anda mempelajari tentang Yesus walaupun mungkin pengenalan anda tentang YESUS tidak benar karena anda mengambil ayat ayat dalam alkitab itu hanya sepotong sepotong atau satu ayat saja, saya hanya menyarankan pelajarilah Alkitab itu dengan menyeluruh saya berharap anda menemukan JALAN KEBENARAN yang anda idam idamkan itu.

    • Kisanak, jurus anda kebanyakan mecin. Akal budi anda omong kosong. ha ha ha …. Kenapa demikian? Karena anda tidak pernah membaca Alkitab dari KEjadian sampai Wahyu namun SOK JAGOAN mengerti ajaran Alkitab. Kisanak. baca Alkitab dulu, minimal belajarlah untuk baca dari Matius 1:1 sampai Matius 28:20 baru bicara. ha ha ha

      • Saudaraku, mungkin anda sedikit menghakimi, tapi tak mengapalah, saya mengerti keadaan saudara, saudaraku ketika kita berbicara tentang ALLAH, maka kita harus menyampaikannya dengan KASIH, karena ALLAH itu KASIH, ALLAH yang saya kenal adlah ALLAH yang berkorban, mengalah dan mau memberikan NYAWANYA untuk semua orang yang PERCAYA padaNYA, KEBENARAN hanya bisa ditunjukkan dengan KASIH, tanpa KASIH maka KEBENARAN itu akan menjadi PEMAKSAAN. Trima kasih saudaraku.

  6. Yudas sebenarnya menyerah kan Yesus bukan karena benci. Yudas memiliki motivasi politik. Sebagian besar masyarakat yahudi saat itu menunggu mesias yang akan memimpin mereka merdeka dari penjajahan romawi. Yudas termasuk orang yg terpengaruh golongan ini.
    Yudas berharap Yesus akan membuat mukjizat yang fenomenal, kalau terjepit. Mukjizat yg lebih besar dari meredakan badai dan yg lain(mukjizat yg akan di lihat umum, sebelumnya hanya terbatas di kalangan murid dan pengikutnya) . Dengan mukjizat ini Yudas berharap orang yahudi akan mengikuti Yesus dan akan melakukan gerakan kemerdekaan.
    Harapan Yudas tidak tercapai, justru ia melihat bagaimana Yesus tidak melakukan perlawanan sampai mati menggenaskan, ia yg tidak tahu bahwa itu memang rencana yg sudah di tetapkan, ia menyesal dan bunuh diri. Seharusnya ia mohon ampunan Tuhan tidak perlu bunuh diri.

  7. jika anda bosan hidup. anda jangan bunuh diri karena berdosa. tapi gunakan orang lain yang mau dibayar untuk membunuh anda

    dengan begitu anda tidak bunuh diri tapi dibunuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.