Perpuluhan Stephen Tong


Stephen Tong mengajarkan bahwa setiap anggota jemaat Gereja harus membayar perpuluhan dan memberi persembahan kepada Tuhan. Semua perpuluhan dan persembahan harus digunakan untuk kepentingan Tuhan.

Mengenai bani Lewi, sesungguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan di antara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka, pekerjaan pada Kemah Pertemuan. Bilangan 18:21

“Lagi haruslah engkau berbicara kepada orang Lewi dan berkata kepada mereka: Apabila kamu menerima dari pihak orang Israel persembahan persepuluhan yang Kuberikan kepadamu dari pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu mempersembahkan sebagian dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN, yakni persembahan persepuluhanmu dari persembahan persepuluhan itu, dan persembahan itu akan diperhitungkan sebagai persembahan khususmu, sama seperti gandum dari tempat pengirikan dan sama seperti hasil dari tempat pemerasan anggur. Bilangan 18:26 -27

Secara demikian kamupun harus mempersembahkan sebagai persembahan khusus kepada TUHAN sebagian dari segala persembahan persepuluhan yang kamu terima dari pihak orang Israel. Dan yang dipersembahkan dari padanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN haruslah kamu serahkan kepada imam Harun. Bilangan 18:28

Karena orang Kristen bukan Yahudi dan tidak menerima pelayanan dari bangsa Lewi dan para imam, itu sebabnya perpuhan yang menjadi milik Tuhan tidak perlu diberikan kepada bangsa Lewi dan orang Lewi pun tidak perlu memberi perpuluhan.

Bukankah Kitab Suci berkata: “Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik,” dan lagi “seorang pekerja patut mendapat upahnya.” 1 Timotius 5:18

Berdasarkan 1 Timotius 5:18 maka gereja Pentakosta dan Kharismatik mengklaim bahwa segala persembahan persepuluhan adalah milik pusaka pendeta alias gembala gereja untuk membalas pekerjaan yang telah mereka lakukan untuk menggembalakan anggota jemaat gerejanya.

Menurut Pdt Stephen Tong, tindakan pendeta-pendeta Pentakosta dan Kharismatik tersebut sama dengan MERAMPOK Tuhan alias gereja Kristen. Pendeta-pendeta demikian bukan pendeta namun PERAMPOK.

Kalau uang gereja (perpuluhan & persembahan) tidak digunakan dengan adil dan benar untuk pentingan Tuhan, itu adalah perampokan milik Tuhan.

Itu sebabnya suhu hai hai bengcu berkata, “Apa pun namanya, perpuluhan atau persembahan, adalah dana soal gereja yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab dan transparan. Tidak mau ikut ambil bagian dalam MENJAGA dana sosial gereja berarti MENDUKUNG pencurian dan korupsi serta perampokan dana Allah. Orang-orang Kristen yang merasa tugusnya sudah selesai karena sudah memberi persembahan dan menuntut agar Allah sendiri yang menjaga dana gereja adalah pencuri kebajikan.”

11 thoughts on “Perpuluhan Stephen Tong

  1. ambil intisarinya saja lah, maksudnya kalau jadi gembala jadilah gembala yg baik, urusan perbendaharaan harus akuntabel, ga boleh seenak jidat menggunakannya, aplagi mengambil keuntungan utk pribadi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.