Monumen Yap Thiam Hien GKI Yasmin


Image result for yap thiam hienBukan hanya GKI Yasmin saja namun Yap Thiam Hien juga pernah DIKALAHKAN dan dikrimilisasi oleh para pendeta dan penatua GKI, itu sebabnya kita tidak perlu merasa MALU karena dikalahkan juga, bukan? Ha ha ha …

Mari kita mengacungkan jempol atas yang dilakukan para pendeta dan penatua GKI atas Yap Thiam Hien. Benar-benar mengenaskan. Yap Thiam Hien, adalah orang GKI, dia anggota GKI Samanhudi. Demi perikemanusiaan, Yap berjuang melepaskan suku Tionghoa dari perlakuan diskriminasi dan kolonialisme pemerintah Indonesia.

Selain memberi konsultasi hukum, Yap adalah salah satu pendiri dan pengurus BAPERKI (Badan Permusjawaratan Kewarganegaraan Indonesia) dan anggota Konstituante (lembaga negara Indonesia yang ditugaskan untuk membentuk Undang-Undang Dasar atau konstitusi baru untuk menggantikan UUDS 1950, sesuai yang diamanatkan dalam Pasal 134 UUDS 1950).

Sejarah mencatat bahwa Yap Thiam Hien adalah satu-satunya anggota Konsituante yang menentang Presiden Soekarno untuk kembali ke UUD 45 yang menurutnya, penuh diskriminasi (Pasal 6 UUD 1945: Presiden ialah orang Indonesia asli) dan sangat minim mengatur masalah HAM. Syukurlah, 50 tahun kemudian perjuangan Yap menjadi kenyataan, ketika MPR mengamandemen pasal tersebut pada tahun 2001.

Tentu saja sepak terjang Yap yang tanpa tedeng aling-aling menjaga NKRI, tidak disukai para pendeta dan penatua GKI karena dianggap mendatangkan bahaya bagi GKI.

3.000 tahun sebelum masehi, para raja dan guru Tiongkok kuno mengajarkan bahwa, secara naluri, semua manusia penakut dan cari selamat sendiri. Bahkan diajarkan bahwa, secara naluri semua manusia mencintai keadilan dan merasa malu bila bertindak tidak adil.

“Siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Bila kamu diperkosa mintalah agar disodomi juga,” itukan ajaran para penatua dan pendeta GKI agar anggota jemaat GKI suka mengalah. Ajaran demikian indah bukan?

Bukan hanya membela suku Tionghoa, Yap Thiam Hien juga membela pedagang pasar Senen yang tempat usahanya digusur oleh pemilik gedung. Yap juga membela tahanan politik Orde Lama (Mohammad Natsir, Mohammad Roem, Mochtar Lubis, Subadio, Syahrir, dan Princen). Walaupun anti Komunis, dia justru membela para tersangka G30S (Abdul Latief, Asep Suryawan, Oei Tjoe Tat, dan Sudisman). Bahkan, bersama H.J.C Princen, Aisyah Aminy, Dr Halim, Wiratmo Sukito, dan Dr Tambunan, Yap mendirikan Lembaga Pembela Hak-hak Asasi Manusia (LPHAM) dan mewakili Amnesty International di Indonesia untuk meminta pemerintah Indonesia agar membebaskan para tapol PKI.

Karena takut kepada pemerintah dan cari selamat sendiri, itu sebabnya para pendeta dan penatua GKI pun menghasut para anggota GKI untuk mengkriminalisasi Yap. Mereka bilang, tindakan Yap membela orang-orang yang dihukum oleh pemerintah itu melanggar ajaran GKI Jabar dan kelakuannya mengingkari iman Kristen serta telah menjadi sandungan bagi jemaat dan jemaat. Tentu saja mereka mengutip ayat-ayat Alkitab:

Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Roma 13:1-2

Akhirnya Yap dipenjara karena membela para aktivis mahasiswa dalam peristiwa Malari (Malapetaka Lima Belas Januari) 1974. Di penjara itulah istri Yap diberitahu bahwa suaminya menerima “Penggembalaan Khusus” dan dikucilkan sebagai “anak yang terhilang” karena dia melanggar ajaran GKI Jabar dan kelakuannya mengingkari iman Kristen serta telah menjadi sandungan bagi jemaat dan jemaat.

Hukumannya adalah: Yap tidak boleh ikut sakramen perjamuan kudus, dan anak-anaknya tidak boleh dibaptis. Namanya diumumkan dalam warta gereja sejak tiga minggu sebelum hari perjamuan kudus. Dosa-dosanya diberitakan dan didoakan oleh seluruh anggota jemaat dalam setiap kebaktian umum, agar bertobat.

Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. Roma 13:4

Tindakan para pendeta dan penatua GKI yang didukung oleh anggota-anggota GKI Samanhudi itu benar-benar “berperikemausiaan,” sehingga istri Yap sangat terluka hatinya. Sudah jatuh malah digebuk pake tangga lalu diinjek-injek pula. Istri Yap pun berniat untuk keluar dari GKI saja.

Namun, walaupun tubuhnya kecil namun jiwa Yap sangat agung. Orang bodoh saja tahu bahwa yang dilakukan oleh Yap itu tidak melanggar ajaran GKI Jabar dan kelakuannya pun tidak mengingkari iman Kristen serta dirinya mustahil telah menjadi sandungan bagi jemaat dan jemaat. Karena tidak bersalah, mustahil Yap Thiam Hien bertobat bukan?

Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Yesaya 53:7

Karena tidak bertobat bagaimana Yap bisa beribadah di GKI lagi? Itu sebabnya sejak hari itu, Yap dan istrinya tidak pernah ikut kebaktian lagi. Ia menjalani pengucilannya sebagai “anak yang terhilang” dari GKI sampai mati.

Semoga suatu hari nanti lahir generasi GKI Samanhudi yang berani meluruskan sejarah GKI dan mengakui bahwa Yap Thiam Hien bukan anak yang terhilang namun korban penindasan dan kriminalisasi yang dilakukan oleh para penatua dan pendeta GKI karena mereka takut kepada penguasa dan mau selamat sendiri.

One thought on “Monumen Yap Thiam Hien GKI Yasmin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.