Negara Ini Bukan Milikmu Seorang


Radikalisme agama bukan cara yang benar untuk masuk sorga karena radikalisme agama adalah jalan PINTAS untuk saling membunuh dan saling menghancurkan peradaban manusia Indonesia raya dan dunia.

Menyebarkan radikalisme adalah jalan pintas dan LICIK politikus busuk menghasut rakyat agar menghalalkan segala cara untuk MENANG dengan MEMBENCI orang lain.

Radikalisma agama MARAK di mana-mana karena orang-orang BIJAKSANA bikan hanya MALAS mengajar namun justru MENGHASUT masyarakat agar JANGAN ikut campur urusan politik Indonesia. Kalau saja orang-orang bijaksana kekeh jumekah mengajarkan bahwa “Negara ini bukan milikmu seorang, jangan bilang AGAMA loe yang paling garang. Suku dan budayanya beraneka ragam, tak terima, LOE silahkan pindah ke bulan. Negara ini bukan milikmu seorang, jangan jadi PROVOKATOR ciptakan perang. Susah payah kita capai kemerdekaan, tak terima loe silahkan pindah ke BULAN.”

Wu Wenxi 吴 文喜 adalah anak muda Medan yang sangat cerdas dan berbakat dalam musik. Walaupun pernah bertemu dengannya, namun menurutku, selain dikarunia wajah yang tampan dan perilaku yang cool, dia juga seorang yang sangat humoris. Itu nampak sekali dalam lagu-lagunya yang sering memadukan dialek Indonesia Medan dan Hokien medan. Diperlukan kegeniusan dan kerja keras yang luar biasa untuk mampu menghasilkan lagu-lagu sekaliber demikian.

Kecintaannya kepada NKRI dan kota Medan dituangkannya dalam berbagai lagu yang bukan hanya MENGGUGAT ketimpangan sosial di Medan dan Sumatera Utara bahkan MENGGEBRAK nasionalisme seluruh anak bangsa.

Kalau berjodoh, saya yakin, presiden Jokowi dan mas Kaesang pasti geleng-geleng kepala sambil tersenyum geli melihat kepiawaian Wenxi menyanyi dan menyuarakan kecintaannya kepada musik dan NKRI.

2 thoughts on “Negara Ini Bukan Milikmu Seorang

  1. Ini msuk lagu rap gitu ya, pak hai? Keren, kata2 dan nadanya keren, bikin manggut2 dan menohok bnget.

    Ijin share lg ya pak hai…
    Trmksh utk share2 Anda yg sllu punya daya dobrak..

    • Silahkan bang. Kita harus selalu ada di dalam masyarakat. Kita belajar dari segala hal dan segala orang. Peduli sepan apa warnanya, yang penting bisa menangkap tikus, kata Deng xiao ping, bapa bangsa China.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.