Kisah Penciptaan Sorga Dan Dunia


sorgaduniaKisah penciptaan sorga dan dunia dalam 6 hari bukan dongeng. Anda kekeh jumekeh menuduhnya dongeng padahal belum pernah membacanya dengan teliti dan hati-hati secara ilmiah hingga memahaminya dengan benar.

Apakah 1 hari (malam dan siang) dalam kisah penciptaan adalah satu hari dalam arti 1X24 jam? Benar! Kenapa demikian? Karena itulah yang tertulis di dalam kitab Kejadian. Apakah kisah tersebut masuk akal? Bukan hanya masuk akal namun ilmiah.

Kisah penciptaan diceritakan oleh YHWH kepada Musa. Musa lalu mencatatnya di dalam Kisah Kejadian. Menurut catatan Alkitab, saat itu bangsa Israel sudah mengenal KALENDER dan TULISAN.  Kalender adalah alat dan sistem pencatatan saat dan waktu.

Satuan waktu di Kalender Ibrani adalah: Malam, Siang, Hari, Minggu, Bulan, Tahun.  Siang terdiri dari Malam dan Siang. Minggu terdiri dari tujuh hari. Bulan terdiri dari 30 hari. Tahun terdiri dari 365 hari. Sistem Jam baru ditambahkan kemudian. Sistem Tanggal (perhatikan tanggal di bulan Februari) baru muncul ratusan tahun kemudian.

Satu Hari kalender Yahudi adalah malam dan siang. Kalau 1 hari yang dicaritakan oleh YHWH kepada Musa bukan malam dan siang pastilah Musa mempertanyakannya. Kalau Kalau 1 hari yang dicaritakan oleh Musa kepada bangsa Israel sudah pasti mereka akan mempertanyakannya. Itu sebabnya kita meyakini bahwa 1 hari yang tercatat di dalam kitab Kejadian adalah satu hari yang setara dengan 24 jam dalam sistem jam modern.

Saat ini sebagian sarjana teologi Kristen percaya bahwa kisah penciptaan di kitab Kejadian adalah kisah nyata namun sayangnya mereka nggak becus menjelaskannya secara logis dan ilmiah itu sebabnya menjadi olok-olok. Sebagian teolog yang lain mengagul-agulkan diri cerdas karena menurutnya itu hanya metafora alias dongeng belaka. Padahal keduanya bodoh karena alih-alih  mempelajari Alkitab dengan cara yang benar mereka justru menafsirkannya sembarangan sehingga nggak memahaminya dengan benar.

Pada mulanya Allah menciptakan sorga (shamayim) dan dunia (eret). Dunia belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
Kejadian 1:12 – terjemahan lebih baik

Demikianlah diselesaikan sorga dan dunia dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan  yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:1-2  – terjemahan lebih baik

Bagaimana cara James Watt menciptakan (bara) mesin uap? Dia menciptakannya dari nihil (Creatio ex nihilo) dengan daya ciptanya. Berapa lama waktu yang dihabiskan oleh James Watt untuk menciptakan mesin uap? Sekejap. Apakah ciptaan James Watt itu ujug-ujug jadi? Tidak! Mula-mula dia  membuat rancangannya selama bertahun-tahun kemudian membangunnya (yatsar) selama bertahun-tahun.

Demikianlah riwayat sorga dan dunia pada waktu diciptakan (bara). Ketika YHWH Elohim menjadikan dunia (eret) dan sorga (shamayim), — Kejadian 2:4 – terjemahan lebih baik

belum ada semak apapun di dunia, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab YHWH Elohim belum menurunkan hujan ke bumi (adamah), dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; Kejadian 2:5 – terjemahan lebih baik

tetapi ada kabut naik ke atas dari dunia (eret) dan membasahi seluruh permukaan bumi (adamah) itu— Kejadian 2:6 – terjemahan lebih baik

ketika itulah YHWH Elohim membentuk (yatsar) manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7 – terjemahan lebih baik

Itulah yang cercatat di dalam kitab Kejadian tentang penciptaan alam semesta. Walaupun diciptakan (bara)  dalam 6 hari namun Kejadian 2:4-17 mencatat bahwa alam semesta dan manusia tidak ujug-ujug jadi. Sorga dan dunia tidak ujug-ujug ada namun dibangun melalui proses memisahkan dan membatasi lalu menyatuhkan.

Alkitab ditulis dengan prinsip: Logis, gamblang, sistematis, akurat, tegas, dan konsisten. Logis artinya tidak bertentangan dengan akal sehat. Gamblang artinya jelas dan mudah dipahami. Sistematis artinya teratur dan berkesinambungan. Akurat artinya sangat teliti dan cermat. Tegas artinya jelas dan terang benar serta tidak ada yang samar-samar. Konsisten artinya tidak saling bertentangan satu dengan yang lainnya.

Apabila menemukan hal yang tidak logis di dalam Alkitab, itu berarti belum memahaminya dengan benar. Apabila tidak gamblang, itu berarti belum memahaminya dengan benar. Tidak sistematis itu berarti belum memahaminya dengan benar. Tidak akurat itu berarti belum memahaminya dengan benar. Tidak tegas alias masih samar-sama itu berarti belum memahaminya dengan benar. Tidak konsisten itu berarti belum memahaminya dengan benar. Kenapa demikian? Karena Alkitab ditulis dengan prinsip: Logis, gamblang, sistematis, akurat, tegas, dan konsisten.

Yang memegang prinsip kebenaran Alkitab demikian tidak akan menafsirkan meskipun tidak memahaminya apalagi menganggapnya salah. Tidak memahami yang dibaca? Masalahnya pada pembacanya bukan pada penulisnya apalagi yang tertulis. Masalahnya adalah kemampuan untuk memahami yang tertulis bukan ketidakmampuan penulis untuk menulis dengan benar.

Nah, kisanak, bacalah kembali kisah penciptaan sorga dan dunia dengan teliti dan hati-hati menurut kutat Kejadian. Itulah kisah nyata yang diajarkan oleh YHWH kepada Musa untuk diberitakan kepada bangsa Israel untuk teruskan ke seluruh bangsa.

75 thoughts on “Kisah Penciptaan Sorga Dan Dunia

  1. Selamat pagi..!!!

    Kalau boleh saya ingin memberikan tanggapan terhadap tulisan Mr. “Beng cu”, karena hal ini menarik sekali untuk dicermati.

    Dari contoh yang diberikan oleh “Beng cu” yakni : Bagaimana cara James Watt menciptakan (bara) mesin uap. Secara jelas maksud “Beng cu” adalah menunjukkan proses waktu penciptaan. Memang ketika menciptakan mesin uap hanya sekejab (relatif cepat) tapi proses penyelidikannya membutuhkan waktu yang lama. Sebaiknya..”Beng cu” menggunakan kata “membuat atau menjadikan” dari pada menggunakan kata “menciptakan” untuk menjelaskan contoh kasus James Watt.

    Mengapa???
    Karena pengertian “penciptaan” itu berbeda dengan “membuat atau menjadikan”, jadi jika “Beng cu” mengatakan bahwa : “Berapa lama waktu yang dihabiskan oleh James Watt untuk menciptakan mesin uap? Sekejap”, maka pernyataan “Beng cu” sangat salah..!!!

    Seharusnya, “Beng cu” menulis seperti ini : ” Berapa lama waktu yang dihabiskan oleh James Watt untuk MEMBUAT mesin uap? Sekejap”. ini baru benar pernyataannya.

    Dasar koreksi saya, adalah :

    1. “Penciptaan” merupakan suatu proses atau tahapan yang terpadu (integral), yaitu : ” Pertama : merumuskan suatu ide/gagasan dan menyusun rancangan/rencana ; Kedua : membuat/menjadikan sesuai rencana/rancangan dan Ketiga : mengevaluasi atau menilai hasil rancangan.”. Itulah proses manajemen dalam “Penciptaan”.

    Jadi Mr. “Beng cu”.., hanya melihat pada tahap kedua dari proses manajemen tersebut. Karena mungkin Mr. Bang cu masih terbawa konsep ilmu akuntansi yang dipelajari, walaupun ia juga sudah tahu konsep proses manajemen.

    James Watt mengawali tahapan merumuskan suatu ide/gagasan dan menyusun rancangan/rencana secara pasti butuh waktu bertahun-tahun, tapi setelah ia menemukan formula nya, barulah ia membuat/menjadikan mesin uap “secara sekejab” dan kemudian ia mengevaluasi mesin uap yang dibuatnya itu…namun belum-lah sempurna, namun dengan dukungan ahli-ahli lainnya, dengan menggunakan konsep dasar mesin uap yang dibuat oleh James Watt, kemudian dikembangkan Mesin Uap yang yang lebih baik.

    Dengan demikian pernyataan “Berapa lama waktu yang dihabiskan oleh James Watt untuk menciptakan mesin uap? Sekejap” adalah SALAH, karena proses perencanaan James Watt cukup lama dan pembuatan Mesin Uap relatif sebentar saja, tapi proses evaluasi-nya juga membutuhkan waktu untuk kesempurnaan Mesin uap itu..!!!

    Jadi : penciptaan adalah proses dan tahapan untuk menciptakan sesuatu..!!!

    2. Terkait dengan kisah penciptaan Langit dan Bumi seperti pada kitab Kejadian, butuh Hikmat yang berasal dari TUHAN ALLAH untuk menjelaskannya. Namun bukan berarti tidak bisa dipahami..!!! Setiap pengikut KRISTUS sangat mudah untuk memahami kisah dan proses penciptaan langit dan bumi tersebut, karena hanya dengan HIKMAT KRISTUS saja, barulah semua rahasia bisa terpahami.

    YESUS KRISTUS adalah TUHAN ALLAH Sang Pencipta dan Yang Maha Kuasa. “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia : Bagi Dia-lah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma 11:36).

    TUHAN ALLAH sangat menguasai konsep Manajemen dalam menciptakan Langit dan Bumi dan segala isinya, yang terdiri dari : (1) Merumuskan ide/gagasan dan merencanakan/merancang ;
    (2) Menjadikan/membuat dan ;
    (3) Menilai/mengevaluasi dan menguji hasil ciptaan-Nya.

    TUHAN ALLAH pun telah melakukan “Analisis Resiko” dengan sangat sempurna akibat 3 (tiga) tahapan proses penciptaan. Inilah konsep manajemen “penciptaan” yang baik dan benar yang telah diciptakan dan dilaksanakan oleh TUHAN ALLAH. TUHAN ALLAH menciptakan sesuatu dengan proses yang sangat sempurna, karena DIA menggunakan HIKMAT dan KEBIJAKSANAAN-NYA.

    Sehingga untuk memahami semua proses penciptaan, kita harus memiliki beberapa hal, yaitu :
    “Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu; kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau supaya engkau terlepas dari jalan yang jahat, dari orang yang mengucapkan tipu muslihat, dari mereka yang meninggalkan jalan yang lurus dan menempuh jalan yang gelap; (Amsal 2 : 10 -13).

    …………. Secara pribadi, saya mempunyai hak yang diberikan KRISTUS untuk memahami setiap kehendak-Nya.

    Mengenai waktu proses penciptaan Langit dan Bumi beserta isinya, tertuang secara hurufiah dalam kitab Kejadian 1 dan 2 :

    (1) TUHAN ALLAH merumuskan ide/gagasan dan merencanakan/merancang, waktu-nya tidak tercantum secara hurufiah dalam ALKITAB ;

    Lihat Pasal 1 kitab ini :

    “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

    Kita tidak bisa berspekulasi untuk men”justifikasi” waktu yang diperlukan oleh Roh Allah melayang-layang diatas permukaan air, dimana Bumi belum berbentuk dan kosong, gelap gulita menutupi samudera raya,

    Tetapi tentunya, kita bisa memahami mengapa Roh Allah harus melayang-layang diatas permukaan air tersebut…!!! Bukankah pada saat itu, TUHAN ALLAH sedang melakukan tahapan “merumuskan ide/gagasan dan merencanakan/merancang” apa yang akan diperbuat-Nya..???

    Mengapa TUHAN ALLAH harus turun dari tahta-Nya yang gilang-gemilang untuk melayang diatas permukaan air…???
    Bukankah TUHAN ALLAH sedang melakukan tahapan “merumuskan ide/gagasan dan merencanakan/merancang” apa yang akan diperbuat-Nya..??? itulah kehendak TUHAN ALLAH.

    “Sebab rancangan-Ku, bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” .” (Yesaya 55 : 8-9)

    “tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.” (Mazmur 3 : 11)

    “TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? Tangan-Nya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?” (Yesaya 14 : 27).

    “Ia menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya sendiri, sehingga rancangan orang yang belat-belit digagalkan.” (Ayub 5 : 13)

    Selanjutnya TUHAN ALLAH melaksanakan semua rancangan-Nya…!!!

    (2) TUHAN ALLAH menjadikan/membuat segala sesuatunya, baik langit dan bumi.

    Kita bisa baca dalam kitab Kejadian Pasal 1 ayat 3 sampai 31, dan rangkuman dan penjelasnya nya dapat dilihat pada kejadian 2 : 1-25. TUHAN ALLAH sendiri pada hari keenam menyatakan bahwa semuanya itu “SUNGGUH AMAT BAIK”.

    Lalu TUHAN ALLAH memberkati hari ketujuh dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. (Kejadian 2 : 3 – 4a).

    Lihatlah dan cermati…TUHAN ALLAH menyatakan bahwa semua ciptaan-Nya sampai hari keenam “SUNGGUH AMAT BAIK”.

    Namun apakah manusia (Adam dan Istrinya) yang diciptakan TUHAN ALLAH sudah sempurna sesuai rencana/rancangan-Nya pada saat hari keenam itu ..???. Jawabannya adalah manusia belum sempurna sesuai rencana/rancangan TUHAN ALLAH, tetapi masih dalam kondisi “Sungguh Amat Baik”..!!!

    Inilah kondisi “gambar ALLAH” = “Sungguh Amat Baik”, tetapi kesempurnaan itu wajib disertai dengan KEBENARAN yang disebut “rupa ALLAH”.

    Apakah manusia (Adam dan Istrinya) yang diciptakan TUHAN ALLAH sudah sesuai dengan “rupa ALLAH” saat di tempatkan pada taman di Eden..??? Jawabannya adalah belum sama sekali, mereka masih sesuai “gambar ALLAH” saja.

    Lalu kapan TUHAN ALLAH akan menyempurnakan manusia itu, sehingga manusia menjadi seperti “gambar-Nya” dan “rupa-Nya”..???

    Inilah yang perlu kita ketahui, bahwa rencana dan rancangan TUHAN ALLAH untuk menjadikan manusia menjadi se”rupa” dengan DIA adalah pada hari ketujuh, dimana TUHAN ALLAH harus menguduskan hari ketujuh itu untuk menciptakan dan menyempurnakan manusia, bukan saja menjadi se”gambar” tetapi juga se”rupa” dengan DIA.

    Namun, apa yang terjadi…???,

    Ketika TUHAN Allah, turun dari tahta-Nya, berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk (hari ketujuh itu), DIA mencari manusia itu…!!! TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya : “Di manakah engkau?,

    Tentu dan pasti…!!! TUHAN ALLAH ingin melaksanakan kehendak-Nya—untuk menyempurnakan manusia menurut “rupa”-Nya di hari yang DIA kuduskan itu, sehingga manusia menjadi sempurna menurut gambar-Nya dan rupa-Nya.

    Rencana TUHAN ALLAH kepada manusia bukan hanya se-gambar dengan DIA saja, tetapi juga harus se-rupa dengan DIA…!!!

    TUHAN ALLAH sangat ingin untuk Adam dan Hawa-istrinya itu menjadi sempurna seperti DIA, beranak cucu menurut gambar dan rupa DIA, menjadi kawan sekerja TUHAN ALLAH untuk mengelola semua ciptaan-Nya.

    Tetapi manusia telah membuat TUHAN ALLAH kecewa, sedih dan menyakiti hati-Nya. Adam dan Hawa telah melanggar perintah-Nya, tidak mematuhi perintah-Nya dan telah berdosa dengan melanggar kekudusan-Nya……manusia telah jatuh kedalam dosa …disaat TUHAN ALLAH menguduskan hari ketujuh itu.

    Itu sebabnya, dalam rangkuman penciptaan langit dan bumi, yang tertera dalam kitab Kejadian 2 : 1-3 :
    “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.

    Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

    Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”

    Penekanan sebanyak 2 kali, yakni : ” berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu ” dan “karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”

    Tentunya penekanan kalimat tersebut memberikan makna yang sangat dalam, yakni “ADA SESUATU YANG SANGAT PENTING TERJADI DI HARI KETUJUH ITU”,

    Bukankah di hari ketujuh itu, TUHAN ALLAH hendak mengakhiri penciptaan manusia menjadi se”gambar dan serupa” dengan DIA ???,
    Bukankah pada hari yang ketujuh itu manusia jatuh kedalam dosa dengan melanggar perintah TUHAN ALLAH untuk pertama kalinya semenjak manusia diciptakan, dan hal itu sangat menyakiti hati Sang Pencipta ketika hari sebelumnya (hari keenam), DIA menyatakan bahwa semuanya “SUNGGUH AMAT BAIK”..???

    Pada hari ketujuh itu, manusia diusir dari taman di Eden …!!!
    Pada hari ketujuh itu, taman di Eden disegel dan ditutup bagi manusia ..!!! Dijaga oleh Kerub dengan pedang menyala-nyala pada jalan menuju ke Pohon Kehidupan.

    Bagaimana kondisi manusia pada hari ketujuh itu…???
    – Manusia telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan ALLAH..!!!
    – Manusia tidaklah sempurna dan tidak bisa hidup selama-lamanya, karena manusia hanya se”gambar” dengan TUHAN ALLAH, tetapi tidak se”rupa” dengan TUHAN ALLAH-nya…!!!
    – Manusia telah merusak rencana dan rancangan TUHAN ALLAH untuk menjadi sempurna menurut “gambar” dan “rupa” TUHAN ALLAH..!!!
    – Manusia hanya memiliki Pengetahuan Baik dan Jahat saja ..!!! Tetapi tidak bisa memiliki Hidup Yang Kekal.
    – Manusia pasti akan mati kembali menjadi debu tanah dari mana ia berasal…!!!

    Inilah..tahapan ketiga, yaitu : evaluasi/penilaian pada tahapan manajemen Penciptaan Langit dan Bumi..!!!

    Sejak kejatuhan manusia pada taman di Eden, membuat TUHAN ALLAH kecewa dan sakit hati, tetapi karena DIA telah menguduskan hati ketujuh itu… DIA tidak pernah gagal dalam segala rencana dan rancangan-Nya sejak semula, maka proses penciptaan manusia yang sempurna, yakni se”gambar” dan se”rupa seperti DIA, akan tetap dilaksanakan-Nya, untuk menciptakan manusia yang baru, diri-Nya sendiri turun dari Sorga menjadi “manusia sempurna”, dan DIA menjadi contoh dan bukti nyata kepada umat manusia — keturunan Adam dan Hawa, bahwa tubuh daging bisa “tidak berdosa”, “tidak najis” dan “kudus” didalam “Anak Manusia yang disebut YESUS KRISTUS”, apabila manusia menuruti segala perintah dan kehendak-Nya.
    Apa buktinya : YESUS KRISTUS lahir memiliki darah dan daging, tetapi DIA tidak berdosa, DIA suci kudus dan DIA hidup selama-lamanya.

    Tidak ada satu oknum dimuka bumi ini yang bisa mewujudkan rencana/rancangan dan kehendak TUHAN ALLAH, selain DIA sendiri—itu sebabnya, hanya DIA yang sempurna, baik dan benar.

    Dan dengan contoh dan bukti fisik tersebut, maka TUHAN ALLAH mengampuni serta menyucikan dosa manusia, dan membuat suatu “Perjanjian Baru” untuk membentuk manusia baru yang sempurna menurut “gambar”-Nya dan “rupa”-Nya.
    YESUS KRISTUS adalah contoh pertama dan anak sulung dari rencana dan rancangan hasil evaluasi serta “Perjanjian Baru” itu ..!!!, dan kita yang menjadi pengikut KRISTUS adalah keturunan-keturunan baru — ciptaan baru ketika kita menerima, mengakui, mengasihi dan menyembah TUHAN ALLAH dengan segenap hati, tubuh, jiwa dan roh kita.

    TUHAN ALLAH sendiri telah turun kedalam dunia, lahir dan hidup sebagai “ANAK MANUSIA YANG SULUNG dan CONTOH MANUSIA PERTAMA YANG SEMPURNA” untuk menciptakan manusia yang se”gambar” dan se”rupa” dengan DIA.

    “Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu ; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu.”

    Itulah konsep penciptaan langit dan bumi yang sebenarnya. Kiranya TUHAN ALLAH YANG SEMPURNA akan menjelaskan kepada setiap orang yang dipilih-Nya.

    Terpujilah KRISTUS kekal untuk selama-lamanya…!!!

    Hormat Saya,

    CARTER MANGAR.
    Pengikut KRISTUS.
    Putra dari ufuk Timur.-

  2. Apa yg sudah dicatat Alkitab tentang penciptaan langit & bumi beserta isinya adalah BENAR.
    Bumi dan segala isinya diciptakan selama 6 hari dan Waktu dalam 1 hari adalah 24 jam adalah BENAR karena bangsa Israel sudah mengenal Kalender.
    Jarak waktu dari kisah Kejadian, yaitu penciptaan Bumi beserta isinya hingga sekarang adalah kurang lebih 6,000 tahun adalah BENAR.
    Penelitian ilmuwan menunjukkan bahwa umur Bumi sekarang ini adalah milyaran tahun adalah BENAR.!!!!

    Alkitab mencatat dengan jelas bahwa Bumi dan segala isinya diciptakan dalam kondisi sudah DEWASA.
    Meskipun Alkitab tidak mencatat berapa umur Bumi, tapi kondisi Bumi di hari pertama penciptaan sudah berumur Milyaran Tahun.!!

    Setelah itu Allah menciptakan pohon dan segala binatang, seperti ikan, burung dll.
    Alkitab tidak mencatat berapa umur ikan dan burung, namun di hari pertama penciptaan ikan-ikan sudah berkeriapan di air dan burung-burung sudah terbang di udara. Semua binatang yg diciptakan sudah dalam keadaan DEWASA.
    Setelah itu juga Allah menciptakan Adam dan kemudian Hawa menyusul dari tulang rusuk Adam. Alkitab tidak mencatat berapa umur Adam & Hawa di hari pertama penciptaan, namun Adam dan Hawa diciptakan dalam kondisi sudah DEWASA dan siap untuk melakukan hubungan sex.

    Jelas sekali waktu penciptaan yg ditulis dalam Alkitab adalah BENAR.!!!!

  3. Belajar tanpa berpikir, sia-sia. Berpikir tanpa belajar, berbahaya! Lun Yu II:15

    Kisanak, apa yang diucapkan oleh nabi Khonghucu tersebut di atas benar adanya. ha ha ha ha ha …Kepala anda KOSONG namum banyak MEMBUAL itu sebabnya anda benar-benar MENYEBALKAN sekali. Ha ha ha ha ha … Tentu saja anda sama sekali nggak MENYADARI hal demikian karena hidup anda sehari-hari cuman anda HABISLAN untuk MEMBUAL dan berlagak pandai. ha ha ha ha ha …

    Seumur hidup anda, anda pasti BELUM pernah membuka KAMUS Bahasa Indonesia untuk mengerti KATA-KATA yang ada di dalamnya. ha ha ha ha ha … Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa indonesia) inilah:

    cipta/cip·ta/ n kemampuan pikiran untuk mengadakan sesuatu yang baru; angan-angan yang kreatif;

    mencipta/men·cip·ta/ v memusatkan pikiran (angan-angan) untuk mengadakan sesuatu:

    menciptakan/men·cip·ta·kan/ v 1 menjadikan sesuatu yang baru tidak dengan bahan: Allah ~ bumi dan langit; 2 membuat atau mengadakan sesuatu dengan kekuatan batin: menurut cerita, yang ~ Candi Prambanan ialah Bandung Bondowoso; 3 membuat (mengadakan) sesuatu yang baru (belum pernah ada, luar biasa, lain dari yang lain): melalui perundingan kita dapat ~ suasana saling mengerti; 4 membuat suatu hasil kesenian (seperti mengarang lagu, memahat patung): yang ~ lagu Indonesia Raya adalah W.R. Supratman;

    tercipta/ter·cip·ta/ v (sudah) diciptakan; terjadi: hal itu merangsang ~ nya kerja sama yang baik;

    ciptaan/cip·ta·an/ n yang diciptakan; hasil mencipta: bumi ~ Allah disediakan untuk seluruh makhluk-Nya; sudah terbit kumpul-an sajak baru ~ Amir Hamzah;

    pencipta/pen·cip·ta/ n yang menciptakan (mengadakan, menjadikan, membuat, dan sebagainya): Tuhan ~ alam semesta; siapa ~ lagu ini?;

    penciptaan/pen·cip·ta·an/ n proses, cara, perbuatan menciptakan

  4. Kalau menurut koh bengcu sendiri bagaimana.?
    Saya hanya mencoba menggali kebenaran alkitab bersama.

  5. Iya begitu Koh Bengcu.. Tuhan, Allah, Jehovah atau siapapun namaNya menciptakan Langit dan Bumi beserta isinya semua dalam keadaan DEWASA. Alkitab mencatat itu semua dengan JELAS dan BENAR.
    Jadi umur Bumi hingga sekarang memang Milyaran Tahun dan jarak waktu antara Adam-hingga saat ini memang 6.000 tahun.

  6. Kalau anda baca alkitab maka tertulis bahwa manusia diciptakan dalam bentuk SATU SEL alias SATU butir DEBU.

  7. “Kalau anda baca alkitab maka tertulis bahwa manusia diciptakan dalam bentuk SATU SEL alias SATU butir DEBU.”…

    Pernyataan ini hanya tafsiran orang bodoh. Inilah bukti otak yang kosong, sehingga membuat akal budi menjadi kosong juga. Pernyataan Beng cu adalah bodoh sekali. Namun seolah-olah pintar dalam memahami Kamus Bahasa Indonesia, padahal salah..dalam menasirkan penggunaan kata itu…

    Saya jelaskan menciptakan adalah sama dengan “membuat”..lalu penciptaan adalah proses…nah apa bedanya penjelasan saya dengan isi Kamus Bahasa Indonesia…

    “Si Biksu–Beng cu” ini saja yang bodoh, karena ai sudah belajar yang benar, tetapi memutarbalikkannya menurut pemikirannya yang dangkal dan salah. “Beng cu” tidak sadar kalau dirinya seorang bodoh. Anda-lah keturunan cina..lebih pantas jika filsafat Lun Yu II:15 berlaku buat “Beng cu” : Belajar tanpa berpikir, sia-sia. Berpikir tanpa belajar, berbahaya! …mungkin Lun Yu lupa menambahkan bahwa belajar haruslah pada sesuatu yang benar, jika belajar sesuatu yang salah tanpa berpikir adalah sia-sia, demikian juga tanpa belajar untuk berpikir secara benar akan berbahaya..!!!

    Kebodohan “Beng cu” disebabkan ia belum melewati proses “belajar untuk berpikir”, dan Lun Yu II:15 belum lengkap. Lun Yu II:15 telah melompat dari dasar sebelumnya, yaitu : “BELAJAR UNTUK BERPIKIR”—karena dasar ini, membuat “Beng cu” yang mengaguminya memiliki otak yang kosong…

    Semua tulisan dalam Blog-nya, banyak salah dan konyol….hanya orang-orang bodoh yang susah menemukan kekonyolannya..tetapi saya melihatnya dengan jelas….jadi silahkan si “Beng cu” berkoar-koar kepada orang-orang bodoh sesuai strata “Beng cu”, tetapi semua kebodohan “Beng cu” itu akan di telanjangi, karena Beng cu tidak “Belajar Untuk Berpikir”…ia telah melompatinya seperti Lun Yu II:15.

    Lun Yu II:15 adalah suatu filsafat permukaan saja, bukan dasarnya filsafat.

    Bisa dipahami ‘kan Bapak Beng cu ..???
    Kalau belum paham..maka saya akan mengajari anda untuk “belajar untuk berpikir”…!!! Dan hal ini mungkin tidak terdapat dalam filsafat cina anda …!!!

    Filsafat bukanlah seperti ilmu akuntansi yang hanya menulis apa adanya dalam suatu pembukuan untuk dibaca…Ilmu akuntansi tidak mengajarkan apa dasar dan alasan tertulisnya suatu fakta. “Beng cu pasti paham, karena dia seorang yang pernah belajar ilmu Akuntansi–dan itulah kelasnya “Beng cu”…!!!

    Pembentukan pola berpikir sesuai latar belakang dan lingkungan-nya, ALKITAB berisi sesuatu yang sangat mendasar lebih dari segala filsafat manusia yang ada di dunia ini..!!!

    ALKITAB berisikan cara dan metode untuk “Belajar untuk Berpikir”, barulah muncul tambahan-tambahan yang lainnya seperti Lun Yu II:15 : “Belajar tanpa berpikir, sia-sia. Berpikir tanpa belajar, berbahaya!”

    Hanya sekelas itukah ffilsafat cina yang diagung-agungkan oleh “si Biksu Beng cu” ini..???

    Jangan – jangan pernyataan Beng cu bahwa manusia diciptakan dalam bentuk SATU SEL alias SATU butir DEBU. berasal dari filsafat cina lagi ???…ternyata filsaat tersebut SALAH SAMA SEKALI…..karena disusun tanpa “Belajar untuk Berpikir”.

  8. berarti yang disebut surga itu yang bagaimana? apakah tata surya? galaksi di luar kita? alam semesta di mana tempat galaksi itu berada ataukah langit- langit penuh awan di atmosfer bumi?

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.