Festival Penipuan Philip Mantofa di Medan


Para front pembela Kristen dan front pembela Philip Manfota pasti akan berlagak pilon dan menyatakan bahwa video tersebut hanya menunjukkan makrifat dan nubuatan Philip Mantofa namun tidak membuktikan penipuannya.

Kisanak, ada 6 video yang menunjukkan bagaimana Philip Manfota merekayasa mujizat palsu di Festival Kuasa Allah Medan. Lewat video-video tersebut anda akan melihat bukti-bukti bahwa selain makrifat dan nubuatan palsu, Philip Mantofa juga membuat mujizat palsu.

Memberitakan Injil itu baik. Bagaimana bila yang diinjili menolaknya? Aku ra popo! Mendoakan orang sakit itu mulia. Apa jadinya bila yang didoakan tidak sembuh? Mari kita menghadapinya dengan jiwa besar.

Walaupun sama-sama meramalkan masa kejadiaan depan namun bernubuat dan Bermakrifat adalah dua hal yang berbeda. Apa perbedaannya? Bermakrifat adalah melihat suatu peristiwa sebelum kejadian tersebut berlangsung. Bernubuat artinya meramalkan bahwa suatu kejadian akan terjadi di masa depan namun yang bersangkutan tidak melihat detail peristiwanya.

Contoh: Philip Mantofa bernubuat bahwa kesebalasan Brazil pasti menang namun dia tidak melihat peristiwanya, itu namanya bernubuat. Dia bermakrifat bahwa kesebalasan Brazil pasti kalah karena dia sudah melihat kejadiannya bahwa Cristiano Ronaldo dua kali menggetarkan gawang Brazil lewat tendangan penalti.

Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. Ulangan 18:20

Apa yang terjadi bila Philip Mantofa bernubuat dan bermakrifat namun ramalannya tidak ditepati? Kalau dia adalah nabi yang diangkat oleh YHWH (TUHAN) maka dia pasti mati. Kalau tidak mati itu berarti dia adalah nabi palsu alias PENIPU yang berlagak nabi.

Video di atas merekam nubuat palsu dan makrifat lancung Philip Mantofa. Kenapa dia melakukan penipuan publik? Tentu saja demi uang. Masak untuk ngelucu? Kenapa para pendeta Kristen membiarkannya? Saya tidak tahu. Tanya saja kepada mereka.

Kenapa orang-orang Kristen membiarkannya demikian? Karena mereka tertipu bahkan banyak yang merasa diberkati karenanya. Apa yang harus kita lakukan? Menyembunyikan fakta penipuannya agar kekristenan tidak dipermalukan? Tentu saja membongkar penipuannya agar orang-orang Kristen tidak tertipu lagi.

Marifat Philip Mantofa

1. Hai setan tinggalkan tubuh orang itu dalam nama Yesus. Hai roh sakit penyakit aku kutuki engkau dalam nama Yesus. Yesus masuk iblis keluar. Aku patahkan roh penyembahan berhala di tempat ini. Kutuk penyembahan berhala turun temurun.

2. Dalam nama Yesus. Roh Idiot pergi! Terimalah anakmu kembali, ibu. Terimalah anakmu kembali sehat. Sehat jiwanya. Tuhan membentuk jiwa yang baru ketika Tuhan mengampuni. Pergilah. Anakmu sudah sehat. Tuhan sudah mengampuni dosamu, “Aku sudah mengampuni dosamu,” kata Yesus.

3. Mujizat penciptaan terjadi saat ini. Tuhan tunjukkan kepada saya kaki yang panjang sebelah. Yang lebih pendek, sekarang, tiba-tiba terulur maju sendiri, “Shut …,” maju ke depan menjadi rata. Terimalah hai kaki yang pincang sebelah. Panjang sebelah ukuran tak sama. Sekarang juga Tuhan menciptakan ukuran yang baru dalam nama Yesus.

4. Saya melihat tangan seseorang jarinya tumbuh. Tangan seseorang jarinya tumbuh. Received that?

5. In the name of Jesus. Dalam nama Yesus. Lidah yang lebih pendek. Anda kalau bicara sering ditertawakan orang, anda nggak bisa bilang, “Rrrrr”. Anda selalu pelat atau pelo. Tapi Tuhan, anda selalu punya kerinduan untuk menyanyi, tapi anda nggak bisa. Sekarang Tuhan, anda punya suara merdu, tapi kata-kata anda tidak bisa dengan tepat diucapkan. Sekarang lidah anda maju. Terju …, menjulur maju. Tuhan menciptakan bagian lidah yang baru. Terima di dalam nama Yesus.

6. Mata yang buta dan buram terima kornea yang baru. Received? Received? Terima kornea yang baru.

7. Pub! Pub! Pub! Pub! Ada 6 kali saya dengar suara, “pub,” telinga terbuka. 6 orang tuli baru disembuhkan di dalam nama Yesus.

8. O, Received. Hai roh yang bisu tuli, aku tengking kamu. Yesus menghardikmu. Pergi! Jangan tinggal. Jangan tinggal di sana. Tinggalkan tubuh itu. Jangan pernah kembali. Dalam nama Yesus.

Penipuan Mujizat Palsu

Kerabatku sekalian, nontonlah video di atas dengan teliti dan hati-hati. Dengarkan ucapan Perwarta dan keluhan pasien.

Setelah menonton video tersebut anda berani mengklaim bahwa ketiganya mengalami mujizat kesembuhan? Anda berani memviralkan video tersebut untuk mempermalukan iblis dan mengagul-agulkannya sebagai mujizat kesembuhan atas nama Yesus demi kemuliaan Allah? Atau anda merasa jijik melihat penipuan Philip Mantofa mantofa yang memalukan itu? Mempempermuliakan Yesus dan Allah?

Mujizat Jongkok Berdiri Bebas

Pewarta: 10 tahun yang lalu ibu itu mengalami kecelakaan dan mencederakan lutut sebelah kiri dan dia jatuh dari tangga. Dia tidak bisa jongkok dan berdiri dengan bebas. Tapi sebelum acara dimulai, didoakan dua kali dan merasa ada sesuatu yang memeras kakinya dan dia aminkan. Dan setelah itu dia merasakan kelegaan dan dia bisa jongkok dan berdiri dengan bebas.”

Keluhan: Tidak bisa jongkok dan berdiri dengan bebas.

Philip Mantofa: Tangan yang memeras lututmu itu sekarang memegang saya.

Hai hai: Pasien mengeluh tidak bisa jongkok dan berdiri dengan bebas. Dia tidak mengeluh merasa sakit waktu jongkok dan berdiri. Itu sebabnya waktu disuruh jongkok dan berdiri oleh Philip Mantofa dia tidak merasa sakit sama sekali.

Bandingkan 8 nubuatan dan makrifat Philip Mantofa di Festival Kuasa Allah 20 Medan. Tidak ada makrifat “Tangan memeras lutut,” Juga tidak ada nubuatan bisa jongkok dan berdiri dengan bebas. Philip Mantofa tukang tipu!

Mujizat Saraf Kecetit

Pewarta: Pak Philip, tujuh tahun yang lalu ibu ini mengalami saraf kecetit sehingga menyebabkan ibu ini tidak bisa jongkok. Tetapi malam hari ini, sebelum acara dimulai ibu ini didoakan dan mengalami kesembuhan yang dari Tuhan. Ibu ini bisa jongkok dan yang luar biasa adalah matanya yang biasanya pusing kalau melihat sesuatu, malam hari ini juga disembuhkan oleh Tuhan, Beri kemuliaan buat Allah kita. Halleluya!”

Keluhan: Tidak bisa jongkok. Mata yamg biasanya pusing kalau melihat sesuatu disembuhkan.

Philip Mantofa: Jongkok! Berdiri! Ada sakitnya tidak? Tidak ada rasa sakit sama sekali!

Hai hai: Tulang muda yang menghubungkan tulang dengan tulang namanya sendi. Daging yang menghubungkan tulang dengan tulang namanya urat (ligamen). Daging yang menghubungkan daging dengan tulang namanya otot (tendon). Kecetit artinya terkilir alias keseleo. Ada luka pada tendon dan atau ligamen.

Hai hai: Orang yang tidak bisa jongkok mustahil bisa duduk di bangku. Dari gerakannya yang lamban waktu berdiri kelihatan bahwa dia bukan tidak bisa jongkok namun susah jongkok lalu berdiri. Karena tidak mengeluh sakit kalau jongkok, itu sebabnya dia tidak merasa kesakitan waktu disuruh jongkok lalu berdiri.

Dengan licik Philip Mantofa memanipulasi penonton agar menyangka terjadi mujizat kesembuhan sehingga ibu itu tidak merasa sakit waktu disuruh duduk dan berdiri. Itulah Penipuan mujizat palsu Philip Mantofa.

Ketika Philip Mantofa berkata, “Riceive,” tujuannya adalah mencurahkan Roh Kudus ke ibu itu. Alih-alih roboh, dia justru meraih tangannya. Tidak ada Roh Kudus dalam Philip Mantofa sehingga ucapannya tidak dipahaminya. Ha ha ha ha …..

Philip Mantofa berkata, “Jangan pegang tangan saya!” Prilaku sok sucinya yang tidak boleh dijamah orang lain benar-benar memuakan. “Huak ….. phui!” Aku meludahinya.

Mujizat Susah Jalan

Pewarta: Puji Tuhan pastor Philip, sudah sekitar 6 tahun ini, ibu ini mengalami susah berjalan karena kakinya itu susah digerakkan. Dan ibu ini berusia 60 tahun. Datang ketempat ini jauh-jauh dari Binjie Km 13 bersama dengan salah satu anaknya. Sebelumnya ibu ini harus berjalan dengan dibantu dengan tongkat ini kurang lebih 4 tahun.

Pewarta: Dan ketika datang di tempat ini. Ibu ini sedang merasakan merinding sekujur tubuhnya. Bahkan ketika turun aja dari tempat ini, dari kendaraan, harus dipapah dengan sekitar 4 orang. Dan ketika sebelum acara ini dimulai ibu ini didoakan, tiba-tiba kakinya sudah merasa kuat dan bisa merasa lebih ringan dan bisa berjalan. Seperti tadi ditunjukkan ibu ini, ketika berjalan ke sini sudah tidak dituntun lagi dan tidak menggunakan tongkat ini lagi. Dan bahkan Ibu ini berkata, “Saya sudah tidak perlu tongkat ini lagi. Bahkan karena itu saya buang saja deh tongkatnya.”

Keluhan: Susah berjalan karena kakinya itu susah digerakkan.

Hai hai: Perhatikan Video yang menunjukkan foto ibu itu duduk di atas kursi roda. Kenapa foto itu diunggah? Untuk membohongi publik bahwa ibu itu tadinya lumpuh di atas kursi roda namun sekarang sudah sembuh. Ha ha ha … ketahuan nih ye? Tanda pengenal yang dikenakannya dan bajunya juga baju pengantarnya menunjukkan bahwa itu foto baru.

Saat ke panggung, ibu itu berjalan terseok-seok. Kaki kirinya pincang. Ketika mengambil tongkatnya dari Philip Mantofa dia juga terpincang-pincang. Tidak ada mujizat kesembuhan sama sekali.

Mujizat Angkat Tangan

Pewarta: Pak Philip, ibu ini enam bulan yang lalu terpeleset, mengakibatkan pinggangnya sakit juga pundak sebelah kiri ini juga sakit, sehingga ketika untuk mengangkat barang sesuatu sedikit saja, kecil begitu, membuat sakit. Tetapi malam hari ini mengalami kesembuhan dari Tuhan sehingga tangannya diangkat begini juga tidak merasakan sakit. Luar biasa dan yang lebih luar biasa lagi, ibu ini baru pertama kali menerima Yesus sebagai Tuhan juru selamat.

Pewarta: Dan yang luar biasa juga satu ketika bergandeng tangan ada Roh Kudus hadir. Eh anak asuhnya mengalami lawatan Tuhan demikian rupa sehingga nangis terus. Dan kalau ditanya mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat.

Ketika berdoa, Philip Mantofa bernubuat dengan gagah perkasa, “Dalam Nama Yesus roh idiot pergi. Terimalah anakmu kembali, ibu. Terimalah anakmu sehat. Sehat jiwanya. Tuhan membentuk jiwa yang baru ketika Tuhan mengampuni. Pergilah. Anakmu sudah sehat. Tuhan sudah mengampuni dosamu. Aku sudah mengampuni dosamu, kata Yesus.”

Hai  hai: Ibu itu pertama kali menerima Yesus dan anak asuhnya menderita down sindrom alias idiot. Gamblang sekali. Ibu anak itulah yang dinubuatkan Philip Mantofa dan ditengking roh idiotnya. Mana kesembuhannya? Allah berubah pikiran ya? Roh Kudus salah nubuatan? Philip Mantofa salah paham bisikan panitia? Ha ha ha ha …

Mujizat Diabetes

Pewarta: Ibu ini menderita diabetes. Dan apa yang terjadi? Seringkali pundaknya kalau pagi nyeri sekali dan susah diangkat. Tapi hari ini setelah didoakan pundaknya bisa diangkat. Lalu kakinya sering merasa kebas tapi hari ini dia bisa merasakan sesuatu. Dan yang lebih luar biasa. Matanya, kalau dia melihat sering kali di tengah-tengahnya itu bisa ada gelap tapi hari ini dia mengaku matanya terang kembali. Puji Nama Tuhan.

Hai hai: Ibu itu mengeluh pundaknya SERING nyeri kalau pagi. Waktu datang ke Festival Kuasa Allah dia tidak mengeluh sedang nyeri. Waktu datang dia juga tidak mengeluh kakinya kebas (kaku & kesemutan). Dia juga tidak mengeluh waktu datang matanya sedang gelap. Karena tidak sedang sakit itu sebabnya tidak ada mujizat.

Mujizat Sakit Rahang

Pewarta: Gadis ini berusia 19 tahun dan sudah datang dari kemarin di acara Kuasa salibnya. Dan ketika beberapa, dua setengah tahun yang lalu, gadis ini merasa ada yang, saraf yang bermasalah di bagian rahangnya.  Kemarin ketika Pastor Moro menyampaikan Firman Tuhan dan setelah itu mendoakan Pastor moro menyatakan bahwa ada bagian rahang yang dijamah oleh Tuhan dan detik itu juga gadis itu mengalami ada sesuatu yang menjamah dia dan mulai merasa lebih baik. Dan tadi ketika datang di hari kedua Festival Kuasa Alah ini, ketika kita bersama-sama bergandengan tangan tiba-tiba sudah merasa lebih ringan dan tidak merasakan sakit lagi. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.”

Philip Mantofa: Haleluya. Apa yang dahulu tidak bisa anda lakukan yang sekarang bisa anda lakukan?

Gadis bersaksi: Sebenarnya waktu sakit sama sekali nggak bisa ngomong, nggak bisa minum, nggak bisa makan.

Philip Mantofa: nggak bisa ngomong, nggak bisa minum, nggak bisa makan, tapi sekarang?

Gadis bersaksi: Sudah.

Philip Mantofa: Anda sudah bisa ngomong dengan jelas tidak seperti orang yang pernah sakit karena Tuhan menyembunyikan sempurna. Beri tepuk tangan bagi Tuhan Yesus. Ada mamanya? Angkat tangan anda berdua. Terimalah Roh Kudus dalam nama Yesus atasmu.

Hai hai: Gadis itu hanya bersaksi tentang pengalamannya waktu sakit. Kemarin dia datang dan beraksi namun tidak sakit. Saat itu dia bersaksi lagi. Tidak ada mujizat kesembuhan hari ini sama sekali.

Mujizat Sakit Ginjal

Pewarta: Pastor Philip, ibu ini sakit ginjal di sebelah kiri. Kemarin sebetulnya dia berencana datang di  tempat ini tapi beliau ini tidak bisa hadir karena harus rebah, harus terkapar di dalam rumahnya karena ginjalnya sakit. Dia mengaku kalau duduk lima sampai sepuluh menit dia harus rebah cari  tempat untuk tidur. Tapi sesuatu yang mengherankan terjadi setelah datang di tempat ini dan didoakan, sesuatu yang nyaman terjadi di sebelah kiri ginjalnya. Lalu dia awalnya tidak yakin. Lalu apa yang terjadi? Selama empat jam dia bisa duduk bahkan menari-nari melompat-lompat bagi Tuhan memuji Tuhan. Dan apa yang terjadi? Yang luar biasa, setelah dicek diputar-putar disuruh lari-lari tiga kali putaran, dia bisa lalu ketika ditekan-tekan oleh dokter dia sama sekali tidak merasa sakit dan saya percaya ini kesembuhan dari Tuhan Yesus.

Hai hai: Kenapa ibu tidak datang kemarin? Karena ginjalnya sakit alias kesakitan. Hari ini tidak kesakitan makanya datang.  Ada kalanya kesakitan, adakalanya tidak sakit. Itu sebabnya ketika tidak kesakitan, dia tidak boleh mengklaim ginjalnya sudah sembuh.

Salah satu gejala sakit ginjal adalah sakit pinggang. Namun hilangnya rasa sakit bukan bukti ginjalnya telah sembuh. Melompat-lompat, berlari tiga putaran serta bisa ikut kebaktian selama 4 jam bukan bukti ginjalnya telah sembuh. Hanya ada satu cara untuk memastikan seseorang sakit ginjal atau sembuh yaitu pemeriksaan air kencing, darah, X-ray dan USG.

Mujizat Berdiri Normal

Pewarta: Pastor Philip, bapak ini sudah 10 tahun tidak bisa berdiri dengan normal. Jika berjalan selalu bungkuk. Tapi tadi sewaktu dia mengangkat tangan menerima, pengen berdoa menerima bahasa roh tapi dia menerima kesembuhan. Kemudian bisa berdiri dengan tegak dan berjalan dengan normal. Haleluya Tuhan kita luar biasa.

Hai hai: Gerakannya lamban dan lemah. Itu menunjukkan dia tidak sehat. Tanpa tongkat dan kursi roda membuktikan dia berjalan tanpa masalah. Dia sakit apa? Parkinson? Pikun alias alzheimer? Stroke? Dari gerakannya nampak bahwa dia tidak mengalami mujizat kesembuhan.

Mujizat Klep Jantung

Pewarta: Nama Tuhan kita Yesus Kristus yang luar biasa. Pastor Philip ibu ini datang membawa anaknya yang masih kecil berusia tujuh tahun. Sebelumnya adik ini mengalami, anak ini sudah mengalami kebocoran pada klep jantung yang bagian kiri sehingga mengakibatkan anak ini detak jantungnya tidak normal lalu juga tidak bisa mengikuti pelajaran olahraga. Berlari juga tidak bisa, bahkan untuk menaiki tangga itu saja tadi seharusnya tidak bisa. Tetapi waktu naik untuk kesaksian, bisa naik tangga dan sudah diperiksa juga oleh dokter tim medis kita, detak jantungnya sudah mulai normal.

Philip Mantofa: Tadi di cek sama dokter dan detak jantungnya SUDAH normal?

Pewarta: Sudah normal kembali.

Philip Mantofa: Tepuk tangan untuk Tuhan. Kemuliaan hanya bagi Yesus.

Philip Mantofa: Dulu nggak bisa lari katanya?

Ibu pasien: Dulu nggak bisa lari sekarang bisa.

Hai hai: Pewarta bernama Robert itu sangat licik dan jahat sekali. Semoga Allah mengampuninya. Ibu pasien menyatakan, “Dulu nggak bisa lari sekarang bisa,” artinya ketika datang anak itu bukan hanya bisa naik tangga namun bisa lari. Anak itu juga tidak datang dengan detak jantung nggak karu-karuan.

Robert menipu publik bahwa kondisi anak itu parah karena denyut janjungnya tidak normal dan tubuhnya sangat lemah sehingga untuk jalan ke panggung saja tidak kuat, “Berlari juga tidak bisa, bahkan untuk menaiki tangga itu saja tadi seharusnya tidak bisa. Tetapi waktu naik untuk kesaksian, bisa naik tangga dan sudah diperiksa juga oleh dokter tim medis kita, detak jantungnya sudah mulai normal.”

Tujuan Philip Mantofa mengajak lomba lari adalah menipu penonton agar menyangka bahwa awalnya kondisi anak hampir mati, bahkan naik tangga ke panggung saja dia gak sanggup, namun terjadilah mujizat sehingga anak itu bukan hanya tidak jadi mati bahkan menang balapan lari.

Philip Mantofa: Bay the way, di kanan kiri itu, di belakang layar sini, ada dokter-dokter yang khusus juga datang bahkan dari Surabaya, dari kota-kota lain, bahkan … tentunya dari Medan juga. Dan mereka menyelidiki semua, ceck dengan cara, dengan semua ilmu yang mereka pelajari agar bukan orang-orang yang naik ke atas sini, agar kesaksian mereka diuji terlebih dahulu. Dan anda yang sudah disembuhkan Tuhan, saya tetap dorong anda kembali ke rumah sakit, kembali ke dokter, bukan untuk kembali berbaring di sana atau duduk lagi di kursi roda atau pakai tongkat ini berjalan lagi. Tapi beritahu, jadi kesaksian di sana, sebab saya yakin setiap mujizat yang Yesus lakukan pasti lulus ujian medis apa pun di rumah sakit mana pun. Amin, bapak ibu saudara?”

Hai hai: Pemerintah mewajibkan panitia untuk menyiapkan pengamanan polisi dan tim kesehatan (dokter & ambulan) untuk setiap keramaian. Tugas team kesehatan panitia Festival Kuasa Allah adalah memberi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) kepada para hadirin.

Karena hanya untuk P3K maka posko kesehatan panitia Festival Kuasa Allah, bukan poliklinik bagi masyarakat untuk berobat. Bukan tempat bagi masyarakat untuk menguji kesehatanannya. Bukan rumah sakit untuk memeriksa kesehatannya apalagi menguji mujizat kesembuhan orang yang bersaksi.

Pernyataan Philip Mantofa, “Mereka menyelidiki semua, ceck dengan cara, dengan semua ilmu yang mereka pelajari agar kesaksian mereka diuji terlebih dahulu,” adalah penipuan publik karena tidak ada yang bisa diuji oleh dokter di sana sama sekali.

Tim kesehatan Festival Kuasa Allah hanya punya stetoskop dan tensi meter. Dengan keduanya hanya bisa mendengar suara denyut jantung guna menghitung detaknya dan tekanannya. Mustahil dipakai mendeteksi kebocoran klep jantung.

Mujizat kesembuhan yang dilakukan oleh Yesus memang teruji namun mujizat palsu Philip Mantofa selain tidak teruji juga mengenaskan sekali teknik penipuannya. Setelah mengerti teknik penipuannya dengan gamblang, anda masih memuliakannya? Ha ha ha …

Mujizat Mata dan Telinga

Pewarta: Pastor Philip, ibu ini mengalami dua mujizat yang luar biasa malam ini. Yang pertama adalah dua tahun yang lalu mata sebelah kirinya mengalami katarak sehingga tidak bisa melihat dengan jelas sekalipun dalam jarak dekat. Dan mujizat kedua malam ini disembuhkan Tuhan bisa melihat dengan jelas.  Dan yang kedua adalah karena kebanyakan obat maka telinganya tidak bisa mendengar dua-duanya. Tapi malam hari ini mengalami mujizat dari Tuhan”

Hai hai: Tidak ada mujizat. Philip Mantofa mengacungkan 3 jari: Telunjuk, tengah & manis. Kelingkingnya tertekuk ditahan jari jempol. Ibu itu menjawab, “Empat”. Tidak ada mujizat kesembuhan sama sekali. Itu sebabnya Philip Mantofa harus mendekat barulah ibu itu bisa melihat dengan jelas.

Maaf, tidak ada mujizat kesembuhan. Kondisi telinga kiri ibu itu berat sekali. Dua kali dia gagal mendengar tepukan Philip Mantofa. Telinga kanannya lebih sehat. Suara tepukan Philip Mantofa terdengar dalam rekaman video. Artinya terekam dan dipancarkan oleh sound sistem yang ribuan wat kekuatannya. Itu sebabnya ibu itu bisa mendengarnya dengan baik.

 Mujizat Lidah Pendek

Pewarta: Pastor Philip, ingat tadi pastor Philip tadi berdoa ada seseorang yang lidahnya pendek lalu berbicara sepertinya cadel dan ditertawakan orang? Ternyata ini adalah ibu ini. Ibu ini 6 November yang lalu tahun 2013 dioperasi lidahnya karena ada kanker sehingga harus panjang sebelah. Dan hari ini setelah pastor Philip menyampaikan marifat, apa yang terjadi? Lidahnya seperti ditarik oleh seseorang dan merasa dipasangi lidah yang baru.

Philip Mantofa: Tangan sang pencipta. Apa yang dulu Ibu tidak bisa lakukan yang sekarang bisa lakukan?

Ibu: Saya kalau berbicara, setelah dibedah bulan November tanggal 6 itu orang susah mengerti apa yang saya katakan. Hanya anak dan suami dan keluarga saja yang mengerti. Jadi sering ditertawakan.

Philip Mantofa: OK. Dan sekarang? Mama bicaranya jelas setelah datang di Festival Kuasa Allah ini malam hari ini? Segala puji hormat bagi Dia yang mencipta lidah, oh Haleluya.”

Philip Mantofa: Lidah dipakai untuk apa? Untuk memuji Tuhan. Untuk bersaksi bagi Tuhan.”

Philip Mantofa: Tadi, yang waktu saya marifat saya masih ingat karena itu yang unik. Belum pernah sepanjang Festival Kuasa Allah saya marifat atau bicara sebuah pengetahuan dari sorga tentang seseorang di kerumunan. Orang yang tidak saya, gakkan kenal, yang gakkan tahu, yang wajah saja remang-remang, karena gelap di sana. Tapi Tuhan bicara kepada saya, lidah. Tapi tidak hanya itu. Ingat, tadi saya bilang apa? Lidahnya akan dipakai untuk memuji Tuhan. Saya yakin anda punya suara merdu juga. Tuhan tak hanya sembuhkan. Tuhan urapi anda untuk pelayanan juga. Amin?!”

Kisanak, inilah ucapan Philip Mantofa ketika dia mengaku marifat, “Lidah yang lebih pendek. Anda kalau bicara sering ditertawakan orang. Anda nggak bisa bilang, “Rrrr.” Anda selalu pelat atau pelo. Tapi Tuhan, anda selalu punya kerinduan untuk menyanyi, tapi anda nggak bisa. Sekarang Tuhan, anda punya suara merdu tapi kata-kata anda tidak bisa dengan tepat diucapkan. Sekarang lidah anda maju. Terju, menjulur maju. Tuhan menciptakan bagian lidah yang baru. Terima di dalam nama Yesus.”

Hai hai: Ibu itu hanya mengeluh, setelah operasi, orang lain sulit mengerti ucapannya. Dia sama sekali tidak bilang lidahnya pendek sebelah sehingga sulit bicara. Dia juga tidak bilang, di acara inilah dia ujug-ujug lancar bisa bicara bahkan mengucapkan, “Rrrr.”

Semua orang sakit yang datang ke Festival Kuasa Allah pasti diarahkan ke area khusus lalu dicatat nama dan riwayat penyakitnya dalam kartu doa yang lalu dikalungkan pada pasien atau pendampungnya. Pasien lalu didoakan sebelum acara dimulai.

Ibu itu dan pendampingnya tidak memakai Kartu Doa. Itulah bukti bahwa dia tidak datang dalam kondisi sakit dan minta didoakan. Nampaknya dia tidak datang untuk mencari kesembuhan namun untuk bersaksi atas kesembuhan yang telah dialaminya.

Berdasarkan fakta di atas maka pernyataan, “Ibu itu merasa lidahnya ditarik dan dipasangi lidah baru,” adalah penipuan publik. Pernyataan Philip Mantofa, “Mama bicara jelas setelah datang di Festival Kuasa Allah ini malam hari ini,” juga pembohongan publik.

Cadel karena lidah pendek adalah hoax. Tidak bisa bilang “R” bukan penyebab lidahnya pendek. Itu sebabnya pernyataan Philip mantofa, “Sekarang lidah anda maju. Menjulur maju. Tuhan menciptakan bagian lidah yang baru. Terima di dalam nama Yesus,” adalah hoax alias penipuan publik.

Muliakan Allah

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. 1 Yohanes 4:1

Kerabatku sekalian, jangan kecewa! Apa yang diajarkan oleh Yohanes di atas 100% benar adanya. Teknik penipuan Philip Mantofa dan gerombolannya benar-benar canggih. Kita hanya orang-orang jujur dan lugu, itu sebabnya mudah sekali dibutakan oleh trik-trik penipuan demikian.

Marilah kita sebarkan trik-trik kejahatan Philip Mantofa dan gerombolannya agar tidak ada lago orang Kristen yang tertipu olehnya.

NB.
Semua video di atas dipotong oleh seorang Samaria yang lewat dari Video Festival Kuasa Allah 20 Medan tanpa perubahan apa pun. “”https://www.youtube.com/watch?v=tjnigbwg5zc

72 thoughts on “Festival Penipuan Philip Mantofa di Medan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.