Hai hai sering berkata, “Biarkan Philip Mantofa menipu terus sampai membongkar tipuannya sendiri.” Itulah yang terjadi pada Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta. Philip Mantofa membongkar Tipuannya sendiri.
Orang-orang rebah karena disesatkan? Benar! Mereka rebah karena diajari sehingga meyakini barang siapa yang dijamah Roh Kudus harus rebah karena tidak rebah berarti menentang kuasa Roh Kudus atau tidak peka jamahan Roh Kudus. Itu sebabnya mereka rebah begitu diberi tahu dengan seruan “Touch!” bahwa dirinya sedang dijamah oleh Roh Kudus.
Untuk apa Philip Mantofa mengayunkan tangan sambil berteriak “Touch!”? Untuk memberi tahu anggota jemaat bahwa mereka sedang dijamah Roh Kudus. Apa jadinya bila Philip Mantofa tidak mengayunkan tangan sambil berteriak “Touch!”, namun berbisik di dalam hatinya kepada Roh Kudus agar menjamah mereka? Mustahil ada yang rebah!
Philip Mantofa fasih bahasa Jawa dan Roh Kudus mustahil tidak bisa berbahasa Jawa. Bila Philip Mantofa berteriak, “Cekelono!”, bahasa Jawa, artinya “Touch!” sambil mengayunkan tangannya, apakah mereka akan rebah atau terbahak-bahak?
Diurapi atau urapan palsu? Christos atau antichristos? Kristus atau antikristus? Yang belum teruji tidak boleh dipuji.
Kalimat-kalimat di atas tertulis dalam buku Bengcu Menggugat Teologi Alam Roh Di Mata Seorang Tionghoa Kristen halaman 78. Apa yang ditulis oleh hai hai bengcu itulah yang terjadi pada hari kedua Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta.
Pada saat itu Philip Mantofa melancarkan pukulan roh kudus tanpa meneriakan manteranya. Philip Mantofa juga mengganti mantranya dari “Touch!” menjadi “Received!” artinya “Terimalah!”
Yang terjadi adalah hal-hal berikut ini:
1. Orang-orang rebah padahal belum diberi perintah.
2. Tidak ada yang rebah karena Philip Mantofa tidak meneriakan mantera.
3. Tidak ada yang rebah ketika Philip Mantofa mengucapkan mantera baru, “RECEIVED!”
4. Philip Mantofa tidak mengucapkan mantera yang biasa dia ucapkan yaitu: “Touch!”
5. Anak-anak tidak rebah oleh pukulan roh kudus maupun sentuhan roh kudus.
6. Seorang anak lelaki membongkar penipuan rebah Philip Mantofa.
Kerabatku sekalian, silahkan nonton video yang merekam peristiwa Philip Mantofa membongkar tipuan pukulan roh kudus dan sentuhan roh kudusnya di atas. Setelah menontonnya, silahkan baca transkrip Video tersebut di bawah ini.
Menit ke 0:05: Philip Mantofa berkata, “Nyanyi sama saya. Jangan putus tangannya.” Maksud Philip Mantofa adalah semua yang hadir harus saling berpegangan tangan dan jangan ada yang melepaskannya.
Karena semua orang saling berpegangan tangan maka setiap orang yang rebah akan menyeret dua orang besertanya dan dua orang itu akan menarik dua orang lainnya untuk ikut rebah. Kenapa Philip Mantofa perlu memberi perintah demikian? Karena dalam acara kali ini tidak ada pasukan provokator rebah yang mendukungnya. Kalau anda nonton rekaman Myanmar for Jesus, di sana, banyak sekali anggota pasukan provokator rebah yang memakai kaos seragam aneka warna. Dalam acara kali ini pasukan demikian tidak ada.
Menit ke 0:20: Philip Mantofa kembali memberi perintah agar berpegangan tangan jangan putus.
Menit ke 0:32: Philip Mantofa berkata, “Aku persembahkan orang-orang muda ini kepadamu. Bangkitkan jenderal baru.”
Kerabatku sekalian, ucapan Philip Mantofa di atas benar-benar kurang ajar. Memangnya siapa dia sehingga berkuasa untuk mempersembahkan orang-orang muda itu? Orang-orang muda itu bukan hambanya juga bukan domba persembahannya.
Menit ke 1:03: Philip Mantofa kembali memberi perintah, “Jangan putus tangannya. Ada yang rebah tetap jangan putus!”
Menit ke 1:24: Ada yang REBAH padahal Philip Mantofa tidak memberi perintah, “Touch!” bahkan dia menghadap ke tempat lain. terjadi REBAH yang cukup banyak jumlahnya karena mereka memang saling berpegangan TANGAN dan DIPERINTAHKAN untuk TETAP bergandengan tangan meskipun ada yang REBAH. Itu sebabnya yang REBAH pun MINIMAL menyeret dua orang di sampingnya ikut REBAH dan kedua orang yang diseretnya menarik dua orang lainnya lalu mereka menimpa orang di belakangnya.
Menit ke 1:38: Philip mantofa berdiri di tepi panggung di bagian tengah. Dia memberi perintah untuk mengangkat tangan tinggi-tinggi. EMPAT kali dia mengulangi perintah agar mengangkat tangan TINGGI-TINGGI.
Untuk apa disuruh angkat tangan tinggi-tinggi? Agar mudah REBAH berjamaah. Orang-orang itu saling bergandengan tangan dan diperintah jangan dilepaskan meskipun ada yang REBAH. Dalam kondisi demikian bila ada yang REBAH maka dia akan MENYERET yang lainnya ke belakang. Orang yang sedang mengangkat tangannya tinggi-tingga PASTI rebah ketika ditarik ke belakang.
Menit ke 1:45: Philip Mantofa mengangkat tangannya yang memegang jas ke atas kemudian berteriak, “RECEIVED! namun TIDAK ada yang langsung REBAH seperti biasanya kalau dia berteriak ““Touch!” Setelah 3 detik berlalu sejak dia berteriam baru terjadi rebah di akhir menit ke 1:51. Hanya satu orang yang rebah lalu menyeret orang-orang lainnya
Kenapa TIDAK langsung REBAH? Karena Philip Mantofa menganti mantera “Touch!” yang biasa dia ucapkan dengan mantera baru yaitu “RECEIVED.” Orang banyak itu TIDAK tahu bahwa mantera “Touch!” sudah diganti dengan mantera baru, RECEIVED!”
Menit ke 1:59: Philip mantofa meninggalkan orang-orang yang tidak roboh itu. Dia bergeser ke bagian kiri panggung sambil memberi perintah agar semuanya angkat tangan. Dia mengulangi perintah “angkat tangan tinggi-tinggi!” sekali lagi lalu berjalan ke tepi panggung mendekati orang banyak.
Menit ke 2:09: Philip mengangkat tangan kanannya yang memegang jas dan berteriak, “RECEIVED!” Tidak ada yang REBAH. Dia lalu mengarahkan tangannya ke kumpulan orang di kanannya dan berteriak, “Roh!” Tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:14: Seorang gundul berseragam kaos hitam tidak bergandengan tangan dengan anggota pasukan penyanggah rebah, adalah bukti bahwa pangkatnya adalah koordinator lapangan (korlap). Dia memandang Philip keheranan. Nampaknay dia heran, kenapa tidak ada yang rebah? Kenapa Philip Mantofa yang biasanya sakti mandraguna kehilangan kesaktiannya? Kenapa pukulan roh kudusnya tidak berkuasa? Kenapa tidak mujarab?
Menit ke 2:18: Karena pukulan roh kudusnya gagal maka Philip Mantofa pun kembali bergerak ke kanan, ke bagian kiri panggung. Dia kembali memberi perintah agar semua orang MENGANGKAT tangannya tinggi-tinggi. Dia mengulangi perintahnya sekali lagi.
Menit ke 2:25: Philip Mantofa berteriak, “Dalam nama Yesus Holy spirit kuberikan padamu. Apa yang aku punya kuberikan kepadamu,” sambil melancarkan pukulan roh kudus dengan jasnya. Sayang, tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:31: Philip Mantofa berteriak, “Terimalah! Dalam Nama Yesus Kristus,” sambil mengayunkan jasnya. Namun tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:37: Philip Mantofa kembali mengangkat tangan kanannya yang memegang Jas. Namun tetap tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:41: Philip menurunkan tangannya lalu berbalik. Dia berlari ke bagian kanan panggung.
Menit ke 2:48: Philip memberi perintah, “Angkat tanganmu! Angkat! Angkat! Angkat tanganmu!”
Menit ke 2:54: Philip berkata, “Terimalah dalam nama Tuhan Yesus.” Pada saat ucapan, “TERIMA” belum selesai diucapkannya, beberapa orang langsung merebahkan diri menarik yang lainnya.
Menit ke 2:56: Philip Mantofa mengangkat tangan kanannya yang memegang jas lalu berteriak, “RECEIVED!” Namun tidak ada yang rebah. Sampai menit ke 3:03, tidak ada yang rebah. Seorang anggota pasukan penyanggah memandangnya heran. Philip Mantofa sendiri nampaknya bukan hanya heran namun PUTUS asa. Dia lalu bergerak meninggalkan tepi panggung ke tengah panggung.
Menit ke 3:09: Sambil mengangkat tangan kirinya menunjuk ke atas, Philip berkata, “Bawa anak kecil. Anak-anak SD. Elementary. Bawa ke atas panggung. Anak-anak kecil. Bawa ke atas panggung sekarang.” Philip lalu berjalan kembali ke pinggir panggung.
Menit ke 3:17: Philip melakukan pukulan roh kudus sekuat tenaga dengan mengayunkan tangan kanannya yang memegang jas, “Received!” teriaknya putus asa setelah melihat tidak ada yang rebah sama sekali. Dia lalu bergerak lagi ke bagian kiri panggung.
Menit ke 3:24: Philip Mantofa menggeser sesuatu nampaknya seperti kipas angin. Sementara itu anak-anak kecil pun mulai naik ke panggung.
Menit ke 4:27: Anak-anak sudah naik ke panggung dan berdiri berjajar. Philip Mantofa mendekati anak perempuan berbaju kuning yang sedang menangis tersedu-sedu. Dia memberi tanda kepada petugas penyanggah yang lalu menggiring anak itu maju ke depan mendekati Philip Mantofa.
Menit ke 4:32: Philip Mantofa mengangkat tangan kanannya siap untuk mengayunkannya melancarkan pukulan roh kudus. Namun dia ragu lalu mengurungkan niatnya itu. Dia lalu mendekati anak perempuan itu dan memegang dagunya dan mengerahkan kekuatan sentuhan roh kudus. Dia mengangkat dagu anak itu sambil mendorongnya ke kelakang. Itulah cara dia memberi tahu anak itu agar rebah. Anak itu menurutinya dengan rebah.
Menit ke 4:48: Ketika Philip berjalan ke kanan meninggalkan anak rebah itu, seorang anak yang baru naik ke panggung masuk ke dalam barisan sementara seorang petugas perempuan mendorong anak perempuan berbaju hitam ke depan. Philip Mantofa langsung mengayunkan tangan kirinya melancarkan pukulan roh kudus. Anak itu bengong lalu melangkah mundur lalu merebahkan diri. Jelas sekali gerakan rebahnya telat. Kenapa dia telat rebah? Karena Philip Mantofa tidak meneriakan manteranya, “Touch!”
Menit ke 5:01: Philip Mantofa memberi tanda agar petugas membawa kepadanya seorang anak lelaki yang sedang menangis. Philip memegang kepala anak itu dengan tangan kiri lalu merangkul lehernya dengan tangan kiri.
Menit ke 5:10: Philip Mantofa memberi tanda kepada band untuk menghentikan musik dan lagunya.
Menit 5:14: Philip berkata, “Lihat anak ini bergetar dalam kuasa roh. Lihat anak ini bergetar dalam kuasa roh kudus.”
Menit ke 5:24: Philip berkata, “Anak kecil tidak pura-pura,” dia lalu meniup kepala anak itu dan mengangkat tangannya dari bahu anak itu. Anak itu pun merebahkan diri disambut petugas dibelakangnya.
Menit 5:33: Philip begerak mendekati anak perempuan berbaju coklat yang sedang menangis tersedu-sedu. Dia mendekatkan mic ke anak itu namun menoleh ke kanan. Nampak bahwa sesungguhnya philip ingin bertanya kepada anak itu. Namun ketika dia menatap anak itu untuk bertanya, anak itu langsung merebahkan diri. Rohh kudus kecepatan menjamah? Saya tidak tahu.
Menit ke 5:42: Philip mendekatkan mic ke gadis berbaju hijau tua di sebelah gadis kecil yang keburu rebah sebelum diperintah tadi. Gdis kecil itu sedang menangis tersedu-sedu. Philip langsung bertanya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu tersedu-sedu.
Menit ke 5:45: Philip mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu diam.
Menit ke 5:47: Philip mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu tersedu dan menjawab, “Holly Spirit!” Philip mendorong kedua tangan anak itu yang terangkap di dadanya sambil berkata, “Holly spirit, that right!” anak itu pun rebah.
Menit 5:52: Philip berbalik lalu bergerak ke kiri panggung sambil berkata, “That right. that right.” Dia mencari sasaran baru sambil memberi perintah, “Angkat tanganmu anak-anak.” Anak-anak di depannya tidak mematuhinya. Dia terus bergerak ke kanan dan melihat anak-anak yang mengangkat tangannya.
Menit ke 6:01: Philip mendorong satu anak yang lengah hingga rebah. Dia terus bergerak ke kiri sampai di ujung barisan namun tidak ada anak-anak yang siap direbahkan. Semuanya anak-anak itu menatapnya lugu. Dia lalu berbalik dan bergerak ke kanan barisan.
Menit ke 6:25: Philip memberi tanda kepada petugas lalu melancarkan pukulan roh kudus kepada anak perempuan yang berdiri tenang di belakang. Anak itu tidak rebah. Yang merebahkan diri justru anak di barisan depan, di sebelah kanan yang tidak dipukulnya.
Menit ke 6:29: Philip memberi tanda kepada petugas kemudian mengayunkan pukukan roh kudus dengan tangan kanan. Anak berbaju biru itu merebahkan diri disambut petugas di belakangnya.
Menit ke 6:36: Philip Mantofa melancarkan pukulan roh kudus kepada gadis kecil berbaju hijau. Petugas memegang gadis itu namun dia sama sekali tidak roboh. Dia berdiri tegak dan tenang-tenang saja.
Menit ke 6:46: Philip mendekati gadis kecil berbaju coklat. Dia menumpangkan tangan ke kepala gadis itu dan mendorongnya lembut. Gadis itu kehilangan keseimbangan lalu melangkah mundur dan berdiri tegak. Dia tidak rebah. Philip meninggalkannya diikuti petugas penyanggah.
Menit ke 6:57: Philip memberi tanda agar petugas membawa seornag gadis kecil ke dapan. Philip memegang dagunya dengan sentuhan roh kudus namun dia tigak rebah. Philip mendorongnya hingga kehilangan keseimbangan namun dia mundur dan tidak rebah. Philip kembali mendorongnya. Dia kehilangan keseimbangan ketika mundur menabrak petugas yang jongkok di belakangnya. Petugas itu langsung menangkapnya dan merebahkannya.
Menit ke 7:17: Philip memberi tanda agar gadis berbaju merah maju ke depan. Gadis itu hanya tersenyum namun menolak maju. Philip lalu memberi tanda kepada gadis lainnya yang berbaju orange kecoklatan. Gadis kecil itu pun maju ke depan.
Menit ke 7:21: Philip menyuruh gadis itu mengulurkan tangannya. Gadis itu pun mengulurkan tangannya dengan lugu dan Philip menyambutnya dengan sentuhan roh kudus. Gadis itu tenang-tenang saja. Philip maju mendekat, mengangkat tangan gadis itu dan meniupnya dengan hembusan roh kudus. Namun gadis itu menatap philip tenang-tenang saja. Philip lalu melepaskan tangannya dan membelai pipi gadis itu kemudian meninggalkannya. Dia gagal makanya mencari sasaran lain.
Menit ke 7:47: Philip Mantofa mengayunkan tangan kanannya melancarkan pukulan roh kudus. Namun anak lelaki berbaju hijau itu tenang-tenang saja. Dia tidak rebah.
Menit ke 7:52: Sorang anak lelaki berkaca mata, berbaju putih garis garis hijau menunjukkan minat. Philip pun mendekatinya lalu memegang dagunya melancarkan sentuhan roh kudus. Tangan kanannya mendorong sehingga anak itu hilang keseimbangan. Philip mengambil botol air di tangan anak itu karena yakin anak itu pasti rebah. EIT ….! Anak itu tidak rebah. Philip memegang dagunya kembali dan mengangkatnya ke atas sambil mendorongnya ke belakang. Anak itu kehilangan kesimbangan dan hampir rebah namun secara reflek dia melangkah mundur sehingga mendapatkan kesimbanganya kembali. Anak itu ketawa demikian juga Philip Mantofa dan anak -anak di sekitarnya. Philip lalu menumpangkan tangan ke kepala anak itu dan mendorongnya. Anak itu kehilangan keseimbangan namun entah bagaimana dia mendapatkan keseimbangannya kembali. Philip Manofa pun meninggalkannya dan anak itu berdiri santai namun kokoh.
Menit ke 8:16: Philip Mantofa menumpangkan tangan ke atas kepala seorang anak kecil yang digendong seorang perempuan. Anak itu menggeliat dan menggerakkan kepalanya mengelak dari tangan Philip. Philip pun menjauhinya. Mungkin dia takut anak itu nangis bila dia terus memegangi kepalanya.
Menit ke 8:22: Philip bergerak ke kiri. Para petugas mengikutinya. Philip berkata, “Nggak. Nggak. Doakan mereka sekarang. Every one pray. Doain mereka. Doakan mereka.” Ha ha ha ha … nampaknya Philip Mantofa KAPOK karena kebanyakan anak-anak itu masih lugu namun jujur. Mereka tidak akan pura-pura rebah dijamah roh kudus.
Menit ke 8:34: Philip Mantofa berjalan meninggalkan anak-anak itu sambil berkata, “Pray for them. Pray for them.” Dia bergerak mendekati pinggir panggung. Nampak sekali dia hendak melancarkan pukulan roh kudus lagi namun JERIH.
Menit ke 8:53: Tiba-tiba Philip menunjuk seseorang dan menyuruhnya naik ke panggung. Dia mengulangi menyuruh orang itu naik ke panggung.
Menit ke 9:06: seorang ABG perempuan berbaju hijau telur asin naik ke atas. Begitu dia mendekat Philip segera mengaayunkan pukulan roh kudusnya dengan tangan kanan yang memegang mic. Gadis itu tidak roboh namun menangis tersedu-sedu. Philip berjalan mendekatinya lalu meremas bahunya dengan tangan kanan dan menepuk-nepuknya berberapa kali namun gadis itu tidak terpengaruh sentuhan dan tepukan roh kudus. Dia tidak rebah.
Menit ke 9:24: Philip kembali menunjuk seseorang di bawah panggung dan menyuruhnya naik.
Menit ke 9:30: Seorang pemuda berkaus merah naik ke panggung disambut petugas dan dibawa ke sebelah kanan Philip. Dengan kesal Philip pun melancarkan pukulan dan dorongan roh kudus ke dada pemuda itu yang langsung melangkah mundur dan rebah. Philip mendekatinya namun pemuda itu telentdang diam. Philip pun meninggalkannya dan tidak melakukan apa-apa lagi sampai musik selesai dan video habis.
Kesimpulan:
Kerabatku sekalian, setelah membaca transkrip videonya, silahkan kembali menonton rekamannya untuk menguji apakah transkrip tersebut benar adanya? Philip Mantofa akhirnya membongkar TIPUANNYA sendiri. Ha ha ha ha ….
Kerabatku sekalian, izinkan saya menasehati anda. Jangan berlagak dijamah roh kudus lalu pura-pura rebah. Tindakan demikian memang menghindarkan anda dari TUDUHAN: “Ada dosa yang belum diakui makanya tidak dijamah roh kudus. Ada dosa yang belum diakui makanya mengeraskan hati.” Namun perbuatan demikian, bukan hanya MENIPU manusia namun juga MENIPU Roh Kudus bahkan Allah Bapa.”
Ingatlah kisah Ananias dan istrinya Safira yang REBAH lalu MATI karena Petrus MENDAKWA mereka telah MENDUSTAI Roh Kudus dan Allah Bapa. Anda tidak takut?
berarti dengan begitu jika ada HT yang berbuat kriminal misalnya apakah tidak perlu dilaporkan ke pihak berwajib atau pihak-pihak lain karena bukan urusan kita? bagaimana jika itu bukan HT tapi umat biasa apakah perlu kita melaporkannya ke pihak berwajib atau pihak berwenang? kita hidup di negara hukum mas bro tidak boleh tebang plilih entah itu HT atau orang biasa… Tuhan pun juga bertindak maha adil, Ia tidak memandang HT lebih istimewa dari umat biasa, semua manusia adalah anakNya…. Pandangan bahwa HT adalah orang yang kebal hukum dan mendapat privilige istimewa adalah pandangan konyol!! jika anda tebang pilih untuk melaporkan penipuan-penipuan ( karena ia hamba Tuhan maka jangan laporkan, biarkan saja ia berurusan sendiri dengan Tuhan, jgn-jgn kalau kita laporkan atau ingatkan nanti dosa!)… sedang kan pada kasus lain ketika tetangga berbuat salah dengan kekeh jumekeh melaporkan pada RT atau bahkan mengingatkan dengan kasar! pada 2 contoh itu anda telah bertindak pilih kasih bahkan munafik… anda menggunakan standar ganda yang terus menerus dilakukan… jika HT berbohong maka jawabannya tidak mungkin ia berbohong pasti yang dengerin salah… jika orang lain yang berbohong maka sudah pasti orang itu yang bohong…
masih banyak contoh-contoh standar ganda yang dilakukan untuk pembenaran diri sendiri, namun sayang bukannya menambah wawasan dan mengembangkan diri… orang-orang yang terlalu sering menggunakan standar ganda untuk pembenaran diri sendiri akan terus terjebak dalam kepicikan dan tidak berkembang.
Pak Bencu pernah ikutin semua KKR Philip Mantofa y
hebat banget
Setau saya malah urapan itu kuasanya memang berasal dari roh kudus namun semua itu tergantung respon qta tidak semua org yg dijamah bersedia dijamah dengan mengeraskan hatinya dan tidak semua org yg diurapi harus rebah
bagaimana anda tahu kalo urapan pasti roh kudus.. apakah ada sinar memancar dari pengurap layaknya laser? dan bagaimana cara kita mengetahui bahwa dari yang rebah atau tidak rebah salah seorang dari mereka adalah orang yang mengeraskan hati? apakah ada tanda tanda fisik yang terlihat kalau orang tersebut mengeraskan hati?
kalau anda merenungkan semua jawaban di atas sebenarnyalah banyak orang telah menjawab dengan asas dugaan, asas kira-kira dan bahkan menghakimi tanpa tedeng aling aling….
banyak dari kita menghakimi bahwa yang ga jatuh atau tidak sembuh pasti mengeraskan hati ( tahu darimana bung?)
ketika HT mengibaskan jas pasti yang keluar roh kudus ( kan hamba Tuhan pasti berkuasa dong!) lagi lagi menduga dan menghakimi berdasarkan opini pribadi namun tanpa fakta…
sayang sekali banyak orang gemar sekali menilai dan menghakimi berdasar pendapatnya sendiri…. namun bukannya sadar bahwa dirinya telah menghakimi dalam kehidupan sehari hari malah kekeh jumekeh berlagak bersih mengingatkan jgn menghakimi hamba Tuhan dll… lucu sekali bukan?
Saya sangat setuju denga nya buatan Allah, temasuk sain, tapi ingat, dengan itupun anda tidak akan semerta bisa mengukur keilahianNya, kita ini adalah CIPTAAN, untuk itu perlu ada TEOFANI atau ALLAH yang sengaja membahasakan diriNya dalam bahasa manusia, sejak zaman dahulu di kitab pentateukh sampai para nabi pendekatan kpd manusia Allah sangat unik sukar dipahami logika (tiang awan, tiang api, semak yang bernyala bahkan mengambil rupa Malaikat) sekali lagi ingat ini pendekatan Tuhan, masuk masa Rasul2 kita melihat bagaimana para rasul yang adalah notabene MANUSIA di pakai TUHAN lebih heran lagi, bayangan Petrus bisa menyembuhkan orang, sapu tangan paulus bisa menyembuhkan orang,dll, aneh bukan ? But that GOD, sebelum Yesus naik kesurga Dia memberikan kuasa kepada para Rasul untuk menyebarkan injil keseluruh DUNIA, apakah pemahaman anda mau berkata bahwa kuasa itu sudah berhenti cuma pada zaman -Alkitab saja? saya mau bertanya, Apakah anda tidak percaya bahwa KUASA itu masih terjadi di dunia modern ini? Anda orang Percaya? Jangan2 anda mulai meragukannya… Ingat kuasa Nya bekerja di atas LOGIKA manusia sejak dahulu kala, dan kuasa Tuhan melalui penumpangan tangan dari seorang yang di pakaiNya adalah hal tidak perlu di perdebatkan lagi di kalangan Kristen, bayangkan saputangan Paulus (benda mati) saja bisa dipakai Tuhan untuk melakukan Mujizat apalagi melalui penumpangan tangan dari seseorang yg dipakaiNya. Anda tidak perlu memperdebatkan denominasi, protensta, pentacostal karismatik, kalau saya bahas sejarah maka akan panjang ketikan saya, yang jelas karismatik adalah istilah dari manusia, tapi bagaimana mengembalikan kekristenan pada panggilanNya,intinya bagaimana kita bisa menjadi SAKSI NYA di dunia ini jika kita hnya bermodalkan pengetahuan dunia tanpa di barengi Kuasa tanda penyertaan, saya yakin kuasaNya masih bekerja hari ini, lihat bro !!!! kegerakan TUHAN sudah terjadi dimana2, bahkan di negara2 yang tidak mengenal Kristus sama sekali, bukan cuma di Indo, jangan mau tertinggal dan men judge kebenaran, krn sekali lagi ” KEBENARAN tetap KEBENARAN” Meski anda tidak mempercayainya, jangan jadi anak ayam yang menghakimi burung rajawali yang terbang tinggi dari kandangnya, Gbu
Kalau mau tahu silahkan DATANGLAH ke kkr nya dan cari sendiri tahu bro, masa nama2nya mau di tulis disini, asal kalo sudah tahu ceritakn kebenarannya jangan kemudian cari bahan baru lagi trus biar banyak yang baca trus naik ratingnya,ng ada kerjaan lain apa wkwk
Kalo begitu injil asli itu apa menurut anda??
Yang anda dan saya harus lakukan adalah tutup mata kunci tangan atau angkat tangan dan BERDOALAH, supaya Tuhan mengampuni dosa2 mereka, biar TUHAN yang mengubahkan.
Anda mau bilang seperti apa yang jelas di dalam video anak tidak roboh namun kepala didorong tujuan agar roboh… ingat sekali lagi HT adalah manusia bukan Tuhan… HT yang ngaku punya kuasa Tuhan namun tidak dapat menunjukkan itu secara gamblang adalah pembual.. jika mengikuti logika anda jangan-jangan setiap manusia akan sekolah teologi, mentahbiskan diri sendiri dan kemudian seolah-olah mengaku perpanjangan tangan Tuhan… silakan cari saja di internet dengan kata kunci scam charismatic, hoax charismatic, revealed charismatic scam dsb… dengan logika anda yang membawa-bawa nama Tuhan maka semua pembual pasti tidak akan terkuak…semua akan nyantai-nyantai saja dan dengan enaknya mengaku-ngaku punya kuasa Ilahi..
coba klarifikasi kebenarannya pakai standar apa??? kalau mau pakai alkitab sebagai standar ya silahkan didukung dengan apa yang ada di alkitab… Jangan pakai opini anda anggap benar lantas semua yang tidak sesuai dengan jalan pikir anda jadi salah semua…
silahkan list saja pakai standar alkitab poin-poin di bawah ini:
1. tunjukkan dari alkitab bahwa roh kudus dapat ditransfer melalui media pukulan atau kibasan jas..
2. Tunjukkan dari alkitab bahwa orang yang terima roh kudus akan rebah
3. Tunjukkan faktanya bahwa yang telah terima roh kudus telah sembuh
4. Tunjukkan bahwa yang menjadi dokter di acara FKA adalah dokter yang Kredibel dan dapat dipertanggung jawabkan statemennya…
5. Tunjukkan dari alkitab bahwa cara Karismatik memang cara yang sesuai dari ajaran alkitab
Mohon maaf sebelumnya… saya PERCAYA kalau PAULUS bisa menyembuhkan, Saya PERCAYA kalau PETRUS bisa menyembuhkan karena semua itu ditulis di ALKITAB… ALKITAB memang jadi standar kebenarannya…
6. Coba tunjukkan bahwa HT atau PENDETA memang diberi kuasa oleh ALLAH sendiri untuk menghembuskan roh kudus!!!!
Justru karena Nggak ada maka hal itu perlu dipertanyakan dan dibuktikan… jika kita semua percaya mentah-mentah begitu saja maka akan menjadi sasaran empuk nabi-nabi palsu yang demi uang lantas mengatasnamakan TUHAN untuk menipu.. sekali lagi saya tegaskan, tidak percaya HT bukan berarti tidak percaya TUHAN…. justru kalau tidak menggunakan ALKITAB sebagai standar maka anda telah menyimpang dari TUHAN dan percaya berhala..
NB: Jika apa yang dianggap benar hanya berdasarkan apa yang ada di OTAK anda… Opini anda, Keyakinan anda, pendapat anda… namun tidak didukung dengan fakta-fakta atau argumen yang memperkuat atau membuktikan semua sanggahan… maka itulah yang disebut KARDI alias KAREPE DEWE… alias SEENAKNYA SENDIRI… silakan berikan sanggahan yang disertai bukti dan standar kebenaran apa yang anda pakai… jika alkitab standarnya ya gunakan itu… jika otak anda yang dijadikan standar mohon maaf ga bisa.. karena pendapat tiap orang bisa berbeda beda bro..