Hai hai sering berkata, “Biarkan Philip Mantofa menipu terus sampai membongkar tipuannya sendiri.” Itulah yang terjadi pada Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta. Philip Mantofa membongkar Tipuannya sendiri.
Orang-orang rebah karena disesatkan? Benar! Mereka rebah karena diajari sehingga meyakini barang siapa yang dijamah Roh Kudus harus rebah karena tidak rebah berarti menentang kuasa Roh Kudus atau tidak peka jamahan Roh Kudus. Itu sebabnya mereka rebah begitu diberi tahu dengan seruan “Touch!” bahwa dirinya sedang dijamah oleh Roh Kudus.
Untuk apa Philip Mantofa mengayunkan tangan sambil berteriak “Touch!”? Untuk memberi tahu anggota jemaat bahwa mereka sedang dijamah Roh Kudus. Apa jadinya bila Philip Mantofa tidak mengayunkan tangan sambil berteriak “Touch!”, namun berbisik di dalam hatinya kepada Roh Kudus agar menjamah mereka? Mustahil ada yang rebah!
Philip Mantofa fasih bahasa Jawa dan Roh Kudus mustahil tidak bisa berbahasa Jawa. Bila Philip Mantofa berteriak, “Cekelono!”, bahasa Jawa, artinya “Touch!” sambil mengayunkan tangannya, apakah mereka akan rebah atau terbahak-bahak?
Diurapi atau urapan palsu? Christos atau antichristos? Kristus atau antikristus? Yang belum teruji tidak boleh dipuji.
Kalimat-kalimat di atas tertulis dalam buku Bengcu Menggugat Teologi Alam Roh Di Mata Seorang Tionghoa Kristen halaman 78. Apa yang ditulis oleh hai hai bengcu itulah yang terjadi pada hari kedua Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta.
Pada saat itu Philip Mantofa melancarkan pukulan roh kudus tanpa meneriakan manteranya. Philip Mantofa juga mengganti mantranya dari “Touch!” menjadi “Received!” artinya “Terimalah!”
Yang terjadi adalah hal-hal berikut ini:
1. Orang-orang rebah padahal belum diberi perintah.
2. Tidak ada yang rebah karena Philip Mantofa tidak meneriakan mantera.
3. Tidak ada yang rebah ketika Philip Mantofa mengucapkan mantera baru, “RECEIVED!”
4. Philip Mantofa tidak mengucapkan mantera yang biasa dia ucapkan yaitu: “Touch!”
5. Anak-anak tidak rebah oleh pukulan roh kudus maupun sentuhan roh kudus.
6. Seorang anak lelaki membongkar penipuan rebah Philip Mantofa.
Kerabatku sekalian, silahkan nonton video yang merekam peristiwa Philip Mantofa membongkar tipuan pukulan roh kudus dan sentuhan roh kudusnya di atas. Setelah menontonnya, silahkan baca transkrip Video tersebut di bawah ini.
Menit ke 0:05: Philip Mantofa berkata, “Nyanyi sama saya. Jangan putus tangannya.” Maksud Philip Mantofa adalah semua yang hadir harus saling berpegangan tangan dan jangan ada yang melepaskannya.
Karena semua orang saling berpegangan tangan maka setiap orang yang rebah akan menyeret dua orang besertanya dan dua orang itu akan menarik dua orang lainnya untuk ikut rebah. Kenapa Philip Mantofa perlu memberi perintah demikian? Karena dalam acara kali ini tidak ada pasukan provokator rebah yang mendukungnya. Kalau anda nonton rekaman Myanmar for Jesus, di sana, banyak sekali anggota pasukan provokator rebah yang memakai kaos seragam aneka warna. Dalam acara kali ini pasukan demikian tidak ada.
Menit ke 0:20: Philip Mantofa kembali memberi perintah agar berpegangan tangan jangan putus.
Menit ke 0:32: Philip Mantofa berkata, “Aku persembahkan orang-orang muda ini kepadamu. Bangkitkan jenderal baru.”
Kerabatku sekalian, ucapan Philip Mantofa di atas benar-benar kurang ajar. Memangnya siapa dia sehingga berkuasa untuk mempersembahkan orang-orang muda itu? Orang-orang muda itu bukan hambanya juga bukan domba persembahannya.
Menit ke 1:03: Philip Mantofa kembali memberi perintah, “Jangan putus tangannya. Ada yang rebah tetap jangan putus!”
Menit ke 1:24: Ada yang REBAH padahal Philip Mantofa tidak memberi perintah, “Touch!” bahkan dia menghadap ke tempat lain. terjadi REBAH yang cukup banyak jumlahnya karena mereka memang saling berpegangan TANGAN dan DIPERINTAHKAN untuk TETAP bergandengan tangan meskipun ada yang REBAH. Itu sebabnya yang REBAH pun MINIMAL menyeret dua orang di sampingnya ikut REBAH dan kedua orang yang diseretnya menarik dua orang lainnya lalu mereka menimpa orang di belakangnya.
Menit ke 1:38: Philip mantofa berdiri di tepi panggung di bagian tengah. Dia memberi perintah untuk mengangkat tangan tinggi-tinggi. EMPAT kali dia mengulangi perintah agar mengangkat tangan TINGGI-TINGGI.
Untuk apa disuruh angkat tangan tinggi-tinggi? Agar mudah REBAH berjamaah. Orang-orang itu saling bergandengan tangan dan diperintah jangan dilepaskan meskipun ada yang REBAH. Dalam kondisi demikian bila ada yang REBAH maka dia akan MENYERET yang lainnya ke belakang. Orang yang sedang mengangkat tangannya tinggi-tingga PASTI rebah ketika ditarik ke belakang.
Menit ke 1:45: Philip Mantofa mengangkat tangannya yang memegang jas ke atas kemudian berteriak, “RECEIVED! namun TIDAK ada yang langsung REBAH seperti biasanya kalau dia berteriak ““Touch!” Setelah 3 detik berlalu sejak dia berteriam baru terjadi rebah di akhir menit ke 1:51. Hanya satu orang yang rebah lalu menyeret orang-orang lainnya
Kenapa TIDAK langsung REBAH? Karena Philip Mantofa menganti mantera “Touch!” yang biasa dia ucapkan dengan mantera baru yaitu “RECEIVED.” Orang banyak itu TIDAK tahu bahwa mantera “Touch!” sudah diganti dengan mantera baru, RECEIVED!”
Menit ke 1:59: Philip mantofa meninggalkan orang-orang yang tidak roboh itu. Dia bergeser ke bagian kiri panggung sambil memberi perintah agar semuanya angkat tangan. Dia mengulangi perintah “angkat tangan tinggi-tinggi!” sekali lagi lalu berjalan ke tepi panggung mendekati orang banyak.
Menit ke 2:09: Philip mengangkat tangan kanannya yang memegang jas dan berteriak, “RECEIVED!” Tidak ada yang REBAH. Dia lalu mengarahkan tangannya ke kumpulan orang di kanannya dan berteriak, “Roh!” Tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:14: Seorang gundul berseragam kaos hitam tidak bergandengan tangan dengan anggota pasukan penyanggah rebah, adalah bukti bahwa pangkatnya adalah koordinator lapangan (korlap). Dia memandang Philip keheranan. Nampaknay dia heran, kenapa tidak ada yang rebah? Kenapa Philip Mantofa yang biasanya sakti mandraguna kehilangan kesaktiannya? Kenapa pukulan roh kudusnya tidak berkuasa? Kenapa tidak mujarab?
Menit ke 2:18: Karena pukulan roh kudusnya gagal maka Philip Mantofa pun kembali bergerak ke kanan, ke bagian kiri panggung. Dia kembali memberi perintah agar semua orang MENGANGKAT tangannya tinggi-tinggi. Dia mengulangi perintahnya sekali lagi.
Menit ke 2:25: Philip Mantofa berteriak, “Dalam nama Yesus Holy spirit kuberikan padamu. Apa yang aku punya kuberikan kepadamu,” sambil melancarkan pukulan roh kudus dengan jasnya. Sayang, tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:31: Philip Mantofa berteriak, “Terimalah! Dalam Nama Yesus Kristus,” sambil mengayunkan jasnya. Namun tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:37: Philip Mantofa kembali mengangkat tangan kanannya yang memegang Jas. Namun tetap tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:41: Philip menurunkan tangannya lalu berbalik. Dia berlari ke bagian kanan panggung.
Menit ke 2:48: Philip memberi perintah, “Angkat tanganmu! Angkat! Angkat! Angkat tanganmu!”
Menit ke 2:54: Philip berkata, “Terimalah dalam nama Tuhan Yesus.” Pada saat ucapan, “TERIMA” belum selesai diucapkannya, beberapa orang langsung merebahkan diri menarik yang lainnya.
Menit ke 2:56: Philip Mantofa mengangkat tangan kanannya yang memegang jas lalu berteriak, “RECEIVED!” Namun tidak ada yang rebah. Sampai menit ke 3:03, tidak ada yang rebah. Seorang anggota pasukan penyanggah memandangnya heran. Philip Mantofa sendiri nampaknya bukan hanya heran namun PUTUS asa. Dia lalu bergerak meninggalkan tepi panggung ke tengah panggung.
Menit ke 3:09: Sambil mengangkat tangan kirinya menunjuk ke atas, Philip berkata, “Bawa anak kecil. Anak-anak SD. Elementary. Bawa ke atas panggung. Anak-anak kecil. Bawa ke atas panggung sekarang.” Philip lalu berjalan kembali ke pinggir panggung.
Menit ke 3:17: Philip melakukan pukulan roh kudus sekuat tenaga dengan mengayunkan tangan kanannya yang memegang jas, “Received!” teriaknya putus asa setelah melihat tidak ada yang rebah sama sekali. Dia lalu bergerak lagi ke bagian kiri panggung.
Menit ke 3:24: Philip Mantofa menggeser sesuatu nampaknya seperti kipas angin. Sementara itu anak-anak kecil pun mulai naik ke panggung.
Menit ke 4:27: Anak-anak sudah naik ke panggung dan berdiri berjajar. Philip Mantofa mendekati anak perempuan berbaju kuning yang sedang menangis tersedu-sedu. Dia memberi tanda kepada petugas penyanggah yang lalu menggiring anak itu maju ke depan mendekati Philip Mantofa.
Menit ke 4:32: Philip Mantofa mengangkat tangan kanannya siap untuk mengayunkannya melancarkan pukulan roh kudus. Namun dia ragu lalu mengurungkan niatnya itu. Dia lalu mendekati anak perempuan itu dan memegang dagunya dan mengerahkan kekuatan sentuhan roh kudus. Dia mengangkat dagu anak itu sambil mendorongnya ke kelakang. Itulah cara dia memberi tahu anak itu agar rebah. Anak itu menurutinya dengan rebah.
Menit ke 4:48: Ketika Philip berjalan ke kanan meninggalkan anak rebah itu, seorang anak yang baru naik ke panggung masuk ke dalam barisan sementara seorang petugas perempuan mendorong anak perempuan berbaju hitam ke depan. Philip Mantofa langsung mengayunkan tangan kirinya melancarkan pukulan roh kudus. Anak itu bengong lalu melangkah mundur lalu merebahkan diri. Jelas sekali gerakan rebahnya telat. Kenapa dia telat rebah? Karena Philip Mantofa tidak meneriakan manteranya, “Touch!”
Menit ke 5:01: Philip Mantofa memberi tanda agar petugas membawa kepadanya seorang anak lelaki yang sedang menangis. Philip memegang kepala anak itu dengan tangan kiri lalu merangkul lehernya dengan tangan kiri.
Menit ke 5:10: Philip Mantofa memberi tanda kepada band untuk menghentikan musik dan lagunya.
Menit 5:14: Philip berkata, “Lihat anak ini bergetar dalam kuasa roh. Lihat anak ini bergetar dalam kuasa roh kudus.”
Menit ke 5:24: Philip berkata, “Anak kecil tidak pura-pura,” dia lalu meniup kepala anak itu dan mengangkat tangannya dari bahu anak itu. Anak itu pun merebahkan diri disambut petugas dibelakangnya.
Menit 5:33: Philip begerak mendekati anak perempuan berbaju coklat yang sedang menangis tersedu-sedu. Dia mendekatkan mic ke anak itu namun menoleh ke kanan. Nampak bahwa sesungguhnya philip ingin bertanya kepada anak itu. Namun ketika dia menatap anak itu untuk bertanya, anak itu langsung merebahkan diri. Rohh kudus kecepatan menjamah? Saya tidak tahu.
Menit ke 5:42: Philip mendekatkan mic ke gadis berbaju hijau tua di sebelah gadis kecil yang keburu rebah sebelum diperintah tadi. Gdis kecil itu sedang menangis tersedu-sedu. Philip langsung bertanya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu tersedu-sedu.
Menit ke 5:45: Philip mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu diam.
Menit ke 5:47: Philip mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu tersedu dan menjawab, “Holly Spirit!” Philip mendorong kedua tangan anak itu yang terangkap di dadanya sambil berkata, “Holly spirit, that right!” anak itu pun rebah.
Menit 5:52: Philip berbalik lalu bergerak ke kiri panggung sambil berkata, “That right. that right.” Dia mencari sasaran baru sambil memberi perintah, “Angkat tanganmu anak-anak.” Anak-anak di depannya tidak mematuhinya. Dia terus bergerak ke kanan dan melihat anak-anak yang mengangkat tangannya.
Menit ke 6:01: Philip mendorong satu anak yang lengah hingga rebah. Dia terus bergerak ke kiri sampai di ujung barisan namun tidak ada anak-anak yang siap direbahkan. Semuanya anak-anak itu menatapnya lugu. Dia lalu berbalik dan bergerak ke kanan barisan.
Menit ke 6:25: Philip memberi tanda kepada petugas lalu melancarkan pukulan roh kudus kepada anak perempuan yang berdiri tenang di belakang. Anak itu tidak rebah. Yang merebahkan diri justru anak di barisan depan, di sebelah kanan yang tidak dipukulnya.
Menit ke 6:29: Philip memberi tanda kepada petugas kemudian mengayunkan pukukan roh kudus dengan tangan kanan. Anak berbaju biru itu merebahkan diri disambut petugas di belakangnya.
Menit ke 6:36: Philip Mantofa melancarkan pukulan roh kudus kepada gadis kecil berbaju hijau. Petugas memegang gadis itu namun dia sama sekali tidak roboh. Dia berdiri tegak dan tenang-tenang saja.
Menit ke 6:46: Philip mendekati gadis kecil berbaju coklat. Dia menumpangkan tangan ke kepala gadis itu dan mendorongnya lembut. Gadis itu kehilangan keseimbangan lalu melangkah mundur dan berdiri tegak. Dia tidak rebah. Philip meninggalkannya diikuti petugas penyanggah.
Menit ke 6:57: Philip memberi tanda agar petugas membawa seornag gadis kecil ke dapan. Philip memegang dagunya dengan sentuhan roh kudus namun dia tigak rebah. Philip mendorongnya hingga kehilangan keseimbangan namun dia mundur dan tidak rebah. Philip kembali mendorongnya. Dia kehilangan keseimbangan ketika mundur menabrak petugas yang jongkok di belakangnya. Petugas itu langsung menangkapnya dan merebahkannya.
Menit ke 7:17: Philip memberi tanda agar gadis berbaju merah maju ke depan. Gadis itu hanya tersenyum namun menolak maju. Philip lalu memberi tanda kepada gadis lainnya yang berbaju orange kecoklatan. Gadis kecil itu pun maju ke depan.
Menit ke 7:21: Philip menyuruh gadis itu mengulurkan tangannya. Gadis itu pun mengulurkan tangannya dengan lugu dan Philip menyambutnya dengan sentuhan roh kudus. Gadis itu tenang-tenang saja. Philip maju mendekat, mengangkat tangan gadis itu dan meniupnya dengan hembusan roh kudus. Namun gadis itu menatap philip tenang-tenang saja. Philip lalu melepaskan tangannya dan membelai pipi gadis itu kemudian meninggalkannya. Dia gagal makanya mencari sasaran lain.
Menit ke 7:47: Philip Mantofa mengayunkan tangan kanannya melancarkan pukulan roh kudus. Namun anak lelaki berbaju hijau itu tenang-tenang saja. Dia tidak rebah.
Menit ke 7:52: Sorang anak lelaki berkaca mata, berbaju putih garis garis hijau menunjukkan minat. Philip pun mendekatinya lalu memegang dagunya melancarkan sentuhan roh kudus. Tangan kanannya mendorong sehingga anak itu hilang keseimbangan. Philip mengambil botol air di tangan anak itu karena yakin anak itu pasti rebah. EIT ….! Anak itu tidak rebah. Philip memegang dagunya kembali dan mengangkatnya ke atas sambil mendorongnya ke belakang. Anak itu kehilangan kesimbangan dan hampir rebah namun secara reflek dia melangkah mundur sehingga mendapatkan kesimbanganya kembali. Anak itu ketawa demikian juga Philip Mantofa dan anak -anak di sekitarnya. Philip lalu menumpangkan tangan ke kepala anak itu dan mendorongnya. Anak itu kehilangan keseimbangan namun entah bagaimana dia mendapatkan keseimbangannya kembali. Philip Manofa pun meninggalkannya dan anak itu berdiri santai namun kokoh.
Menit ke 8:16: Philip Mantofa menumpangkan tangan ke atas kepala seorang anak kecil yang digendong seorang perempuan. Anak itu menggeliat dan menggerakkan kepalanya mengelak dari tangan Philip. Philip pun menjauhinya. Mungkin dia takut anak itu nangis bila dia terus memegangi kepalanya.
Menit ke 8:22: Philip bergerak ke kiri. Para petugas mengikutinya. Philip berkata, “Nggak. Nggak. Doakan mereka sekarang. Every one pray. Doain mereka. Doakan mereka.” Ha ha ha ha … nampaknya Philip Mantofa KAPOK karena kebanyakan anak-anak itu masih lugu namun jujur. Mereka tidak akan pura-pura rebah dijamah roh kudus.
Menit ke 8:34: Philip Mantofa berjalan meninggalkan anak-anak itu sambil berkata, “Pray for them. Pray for them.” Dia bergerak mendekati pinggir panggung. Nampak sekali dia hendak melancarkan pukulan roh kudus lagi namun JERIH.
Menit ke 8:53: Tiba-tiba Philip menunjuk seseorang dan menyuruhnya naik ke panggung. Dia mengulangi menyuruh orang itu naik ke panggung.
Menit ke 9:06: seorang ABG perempuan berbaju hijau telur asin naik ke atas. Begitu dia mendekat Philip segera mengaayunkan pukulan roh kudusnya dengan tangan kanan yang memegang mic. Gadis itu tidak roboh namun menangis tersedu-sedu. Philip berjalan mendekatinya lalu meremas bahunya dengan tangan kanan dan menepuk-nepuknya berberapa kali namun gadis itu tidak terpengaruh sentuhan dan tepukan roh kudus. Dia tidak rebah.
Menit ke 9:24: Philip kembali menunjuk seseorang di bawah panggung dan menyuruhnya naik.
Menit ke 9:30: Seorang pemuda berkaus merah naik ke panggung disambut petugas dan dibawa ke sebelah kanan Philip. Dengan kesal Philip pun melancarkan pukulan dan dorongan roh kudus ke dada pemuda itu yang langsung melangkah mundur dan rebah. Philip mendekatinya namun pemuda itu telentdang diam. Philip pun meninggalkannya dan tidak melakukan apa-apa lagi sampai musik selesai dan video habis.
Kesimpulan:
Kerabatku sekalian, setelah membaca transkrip videonya, silahkan kembali menonton rekamannya untuk menguji apakah transkrip tersebut benar adanya? Philip Mantofa akhirnya membongkar TIPUANNYA sendiri. Ha ha ha ha ….
Kerabatku sekalian, izinkan saya menasehati anda. Jangan berlagak dijamah roh kudus lalu pura-pura rebah. Tindakan demikian memang menghindarkan anda dari TUDUHAN: “Ada dosa yang belum diakui makanya tidak dijamah roh kudus. Ada dosa yang belum diakui makanya mengeraskan hati.” Namun perbuatan demikian, bukan hanya MENIPU manusia namun juga MENIPU Roh Kudus bahkan Allah Bapa.”
Ingatlah kisah Ananias dan istrinya Safira yang REBAH lalu MATI karena Petrus MENDAKWA mereka telah MENDUSTAI Roh Kudus dan Allah Bapa. Anda tidak takut?
untuk benar salahnya seseorang itu adalah urusannya sama Tuhan. kita doakan saja yang telah menimpang ke kiri dan ke kanan agar kembali ke jalanNya Tuhan ..
xander: koq anda kaya gak suka klo bnyk jiwa diselamatkan oleh hamba Tuhan spt pak Philip?
Kisanak, Sudahlah. Jaadi ornag kristen yang rendah hati saja dech. JANGAN PENTANG bacot karena anda BELUM pernah baca alkitab dari Kejadian sampai Wahyu. Jangan BERLAGAK pakar ajaran alkitab karena anda BELUM pernah baca alkitab. BACA alkitab dulu baru kembali lagi untuk komentar.
Kalau punya HIKMAT anda tidak akan PENTANG BACOT karena belum pernah baca alkitab dari Kejadian sampai Wahyu. Belum pernah baca alkitab SATU kali pun namun SOK bicara tentang baca alkitab 1 juta kali? ha ha ha …. DASAR manusia tidak punya KEMALUAN. bacot lu gede. baca alkitab aja gak pernah.
Kalau anda nggak SOK JAGOAN pasti nggak pentang BACOT tentang ajaran alkitab karena anda belum pernah BACA alkitab. Baca Matius 1:1 sampai Matius 28:20 saja anda nggak pernah KOK sok PAHAM ajaran Kristen dan mau jadi GARAM dan TERANG? ha ha ha ha …. JADI orang Kristen yang jujur saja dulu nak. BACA alkitab dulu baru pentang bacot.
Kisanak selain TOLOL anda juga BEBAL. gimana anda TAHU orang Kristen HARUS berperilaku gimana kalau BACA Matius 1:1 sampai Matius 28:20 saja anda TIDAK pernah? ha ha ha ha …
wkwkwkw..si PM lagi gatot alias gagal total di acara ini. Ko Hai, keliatannya si pilip lagi mulai mao ikut gaya2nya si benny hinn..tapi lepel tipu2nya dia masi kategori anak SD, gak kaya benny hinn yang dah sangat mumpuni. Gaya buka jaket, tebas2 ala pemain kungfu sangat mirip stylenya benny hinn.
Paling lucu waktu PM mao bikin rebah anak chubby pake baju garis2 ijo..toyor sekali,..eitss,,gak mempan…toyor yg kedua,,,eitsss,,coba lagii master pilip, masih kokoh berdiri…PM mulai frustasi,,,dijorokin lah tuh anak dengan ditoyor keras,,,eitsss,,,die bangun lagi,,hahahahaha,,,asli ane ngakak guling2 liatnya…gagalll nihhh yeeee,,,kecian deh luu,,,
Para fanboy pilip,,coba tolong dijawab,,tumben si PM gak bisa bikin rebah 1 stadion,,kenapa tuh,,jgn2 Roh Kudus dah meninggalkan dia,,,eahahahahaha,,,,
Anda benar. SAya memang punya masalah personal dengan Philip Mantofa. PENJAHAT itu sudah menipu RIBUAN orang Kristen yang adalah saudara-saudari saya. Dia sudah MENGERUK uang RATUSAN juta bahkan MILYAR dari orang-rang Kristen mawar Sharon namun TEGA sekali menipu mereka dengan ajaran SESAT dan kesaksian PALSU dan mujizat palsu. Tentu saja saya MUAK dengan orang demikian. Anda mengasihi orang demikian? ha ha ha ha … BERTOBATLAH nak. Kalau orang JEHAT an da kasihi lalau orang BAIK anda apakan? ha ha ha …
lady, karena berpikir dengan oTAK maka orang-orang Kristen itu MUDAH sekali ditipu, itu sebabnya saya berharap mereka mulai berpikir pakai anggota tubuh yang lainnya, misalnya dengkul, agar sedikit lebih cerdas gitu lho. Orang orang TOLOL itu datang ke kebaktian lau DIJAMAH oleh roh kudus dan REBAH klojotan kemudian pulang. Minggu depan ke gereja lagi dan dijamah roh kudus lagi dan rebah lagi serta klojotan lagi. Jadi selama Senin ssampai SABTU roh kudusnya ke hongkong? itu sebabnya tidak MENJAMAH mereka hingga rebah dan klojotan? ha ha ha ha …..
Bahasa adalah alat komunikasi. Bahasa yang TIDAK dimengerti oleh yang mengucapkannya MUSTAHIL bahasa.
xander, GOBLOK lu ya! elu nggak pernah baca Matius 1:1 sampai MAtius 28:20 kenapa SOK suruh orang baca alkitab, TOLOL? ha ha ha … Dasar uLAR BELUDAK. Anak iiblis kau!
Yuke: anggap saja kita 1 sodara seiman
Kisanak, “SAUDARA seiman” bukan ajaran alkitab. Saya bukan saudara SEIMAN anda. Saya tidak mau jadi saudara seiman anda. Orang yagn HANYA beriman itu PICIK dan BUTA, kata Petrus. Anda tahu di kitab dan pasal serta ayat berapa ucapan petrus demikian tercatat? ha ha ha ha …
Yuke: Yang saya Tau Tuhan Memberikan manusia dengan Roh Kudus setelah ia percaya, lahir baru dan dibaptis air 1x seumur hidupnya.
Anda TIDAK tahu kisanak. Jangan ngaku-aku anda TAHU ya. Pencurahan Roh Allah (nafa Hidup) kepada manusi HANYA terjadi satu KALI yaitu kepada Adam. Setelah itu IDAK ada lagi pencurahan Nafas Hidup kepada manusia meskipun SETIAP manusia keturunan Adam memiliki Nafas hidup. Kenapa demikian? Karena Adam adalah DIKOTOMI sebab terdiri dari DEBU TANAH + NAfas Hidup. Manusia DIKOTOMI melahirkan manusia DIKOTOMI.
Pencurahan Roh Kudus kepada Yesus Hanya terjadi SATU kali yaitu setelah dia dibaptis oleh Yohanes pembaptis.
Yesus menyangka diri-NYA adalah yang DINUBUATKAN oleh Yohanes pembaptis akan MEMBAPTIS dengan Roh Kudus namun ternyata bukan. Itu sebabnya ketika dia MENGEMBUSI murid-murid-Nya sambil berkata, TERIMALAH Roh Kudus, tidak terjadi apa pun. Yesus KECELE.
PEncurahan Roh Kudus atas manusia terjadi pada hari PEntakosta. Roh Kudus turun dalam bentuk lidah-lidah api lalau hinggap pada masing-masing manusia SEHINGGA manusia DIKOTOMI pun menjadi manusia TRIKOTOMI yaitu: Debu tanah + Nafas Hidup – Roh Kedus.
Manusi TRIKOTOMI tidak mendapat CURAHAN roh kudus lagi. ITu sebabnya siapa pun yang MENGAKU mendapat CURAHAN Roh Kudus adalah PENIPU. Demikian juga yang mengaku berkuasa untuk mencurahkan roh kudus. Manusia Trikotomi MEMPERANAKAN manusia Trikotomi.
Roh Kudus diberikan kepada manusia BUKAN sebagai ANUGERAH namun untuk MENYEMPURNAKAN penciptaan di Taman Eden yang belum selesai.
Kisanak, orang-orang Kristen memang SIALAN. Baru baca Perjanjian Lama dari Kejadian sampai Daniel dan satu kali baca Perjanjian Baru dari Matius sampai Wahyu, SUDAH SOK JAGOAN mengajar. Ha ha ha ha ….. Kisanak, hai hai sudah baca alkitab 100 kali lebih baru MENGAJAR. Itu berarti anda MINIMAL harus baca alkitab 100 kali BARU boleh MENGHAKIMI hai hai. Namun seperti saya bilang, anda orang Kristen SIALAN dan orang Kristen SONTOLOYO. Anda adalah IBLIS yang MENDAKWA orang lain SIANG dan MALAM.
Kisanak, baca alkitab dulu baik-baik bangsa sepuluh kali, lalu jawablah pertanyaan saya, “Bagaimana dengan KATA-KATA Paulus dan Yesus sera Yohanes?” ha ha ha ha …. Kenapa anda TIDAK mengajari mereka? ha ha ha ha …
Kisanak, saya ingatkan anda ya? JANGAN MUNAFIK! Jangan SOK SUCI! Jangan SOK SALEH! Anda MUSTAHIL mengasihi apalagi MEMBENCI orang yang ANda tidak KENAL. anda MUSTAHIL bersedih membaca tentang PENDERITAAN orang yang TIDAK anda KENAL. Anda mustahil BERSEDIH kematian orang yang TIDAK anda kenal. Jadi, kisanak, JANGAN SOK MENGASIHI dech. perilaku demikian MEMUAKAN tahu? ha ha ha ha …
Dari pada MENGAJARI hai hai cara berkata-kata lebih baik anda AJARI diri anda untuk BACA alkitab, nak.
Anda pikir anda HEBAT karena mengutip ayat alkitab? Anda pikir anda HEBAT karena berhasil MENGUTIP ayat yang TEPAT untuk MENEGOR hai hai? ha ha ha ha ,,,, anda SALAH. Saya memarahi anda namun TIDAK MARAH. CEMBURU tanda tak MAMPU. MARAH tanda tak berdaya. Itu sebabnya hai hai TIDAK mengejar ketika dia MARAH alias TIDAK BERDAYA.
Kisanak, kalau anda BACA alkitab lebih dari 100 kali seperti hai hai maka anda PASTI RENDAH HATI seperti hai hai. Kalau anda RENDAH hati seperti hai hai maka anda AKAN mengerti alkitab apa adanya SAJA, BUKANNYA mengutip ayat-ayat alkitab untuk membenarkan KEYAKINAN TOLOL anda. Kalau anda membiarkan alkitab menjelaskan dirinya apa adanya saja, maka anda PASTI akan tahu seperti hai hai bahwa Wahyu 2:1-7 DITULIS untuk MALAIKAT Jemaat Efesus, bukan untuk JEMAAT Efesus.
Anda TOLOL. Anda tahu arti kata TOLOL? TOLOL artinya melakukan TINDAKAN BODOH secara SENGAJA. Anda TOLOL itu sebabnya mengutip ayat alkitab untuk MENDUKUNG KETOLOLAN anda. Kisanak, saya menyebut anda TOLOL bukan untuk melampiaskan KEMARAHAN saya namun MEMBERIAHU anda KONDISI diri anda yang sebabarnya. Itu sebabnya yang HARUS anda lakukan adalah MEMERIKSA diri anda untuk menemukan FAKTA benarkah anda TOLOL seperti yang dikasih tahu hai hai bengcu? Anda BEBAL itu sebabnya alih-alih MEMERIKSA diri adna JUSTRU menyalahkan hai hai dengan MENUDUHNYA tidak punya KASIH.
kisanak, kalau TIDAK TOLOL mustahil anda MEYAKINI ajaran TOLOL bahwa “JEMAAT Efesus telah KEHILANGAN kasih mula-mulanya itu SEBABNYA membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus yang juga dibenci oleh Allah.” Anda TOLO karena meyakini ajaran TOLOL bahwa “JEMAAT Efesus telah KEHILANGAN kasih mula-mulanya itu SEBABNYA tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat”
Jadi kisanak, kembalilah untuk BELAJAR alkitab lagi baik-baik. Baca sampai 100 kali lebih kalau belum mengerti. Teladanilah hai hai. Sudah baca alkitab 100 lebih LEBIH namun TERUS membaca dan TIDAK putus asa meskipun masih banyak yang belum dia pahami. Anda SAKIT hati dengan kata-kata hai hai? Ha ha ha ha … BERLAKULAH CERDAS kisanak, JANGAN DUNGU. Kalau anda SAKIT hati oleh kata-kata hai hai maka MEMBINA dirilah agar lain KALI tidak dikata-katai lagi.
Anda GOBLOK sekali. menyuruh hai hai tidak menggunakan KATa-KATA yang anda ANGGAP KASAR itu ibarat SI JELEK RUPA memecahkan CERMIN sambil ngomel, “CERMIN SIALAN, seharusnya dia tidak MEMANCARAKAN WAJAH jelek.”
Nah, kisanak, yang harus anda lakukan adalah BERDANDAN bukannya MEMAKSA cermin untuk MEMANCARKAN wajah CANTIK padahal anda JELEK sekali. ha ha ha … berdandanlah jangan salahkan cermin.