Philip Mantofa Membongkar Tipuannya Sendiri?


Fesstival kuasa allah 21Hai hai sering berkata, “Biarkan Philip Mantofa menipu terus sampai membongkar tipuannya sendiri.” Itulah yang terjadi pada Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta. Philip Mantofa membongkar Tipuannya sendiri.  

Orang-orang rebah karena disesatkan? Benar! Mereka rebah karena diajari sehingga meyakini barang siapa yang dijamah Roh Kudus harus rebah karena tidak rebah berarti menentang kuasa Roh Kudus atau tidak peka jamahan Roh Kudus. Itu sebabnya mereka rebah begitu diberi tahu dengan seruan “Touch!” bahwa dirinya sedang dijamah oleh Roh Kudus.

Untuk apa Philip Mantofa mengayunkan tangan sambil berteriak “Touch!”? Untuk memberi tahu anggota jemaat bahwa mereka sedang dijamah Roh Kudus. Apa jadinya bila Philip Mantofa tidak mengayunkan tangan sambil berteriak “Touch!”, namun berbisik di dalam hatinya kepada Roh Kudus agar menjamah mereka? Mustahil ada yang rebah!

Philip Mantofa fasih bahasa Jawa dan Roh Kudus mustahil tidak bisa berbahasa Jawa. Bila Philip Mantofa berteriak, “Cekelono!”, bahasa Jawa, artinya “Touch!” sambil mengayunkan tangannya, apakah mereka akan rebah atau terbahak-bahak?

Diurapi atau urapan palsu? Christos atau antichristos? Kristus atau antikristus? Yang belum teruji tidak boleh dipuji.

Kalimat-kalimat di atas tertulis dalam buku Bengcu Menggugat Teologi Alam Roh Di Mata Seorang Tionghoa Kristen halaman 78. Apa yang ditulis oleh hai hai bengcu itulah yang terjadi pada hari kedua Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta.

Pada saat itu Philip Mantofa melancarkan pukulan roh kudus tanpa meneriakan  manteranya. Philip Mantofa juga mengganti mantranya dari “Touch!” menjadi “Received!” artinya “Terimalah!”

Yang terjadi adalah hal-hal berikut ini:

1.    Orang-orang rebah padahal belum diberi perintah.
2.    Tidak ada yang rebah karena Philip Mantofa tidak meneriakan mantera.
3.    Tidak ada yang rebah ketika Philip Mantofa mengucapkan mantera baru, “RECEIVED!”
4.    Philip Mantofa tidak mengucapkan mantera yang biasa dia ucapkan yaitu: “Touch!”
5.    Anak-anak tidak rebah oleh pukulan roh kudus maupun sentuhan roh kudus.
6.    Seorang anak lelaki membongkar penipuan rebah Philip Mantofa.

Kerabatku sekalian, silahkan nonton video yang merekam peristiwa Philip Mantofa membongkar tipuan pukulan roh kudus dan sentuhan roh kudusnya di atas. Setelah menontonnya, silahkan baca transkrip Video tersebut di bawah ini.

Menit ke 0:05: Philip Mantofa berkata, “Nyanyi sama saya. Jangan putus tangannya.” Maksud Philip Mantofa adalah semua yang hadir harus saling berpegangan tangan dan jangan ada yang melepaskannya.

Karena semua orang saling berpegangan tangan maka setiap orang yang rebah akan menyeret dua orang besertanya dan dua orang itu akan menarik dua orang lainnya untuk ikut rebah. Kenapa Philip Mantofa perlu memberi perintah demikian? Karena dalam acara kali ini tidak ada pasukan provokator rebah yang mendukungnya. Kalau anda nonton rekaman Myanmar for Jesus, di sana, banyak sekali anggota pasukan provokator rebah yang memakai kaos seragam aneka warna. Dalam acara kali ini pasukan demikian tidak ada.

Menit ke 0:20: Philip Mantofa kembali memberi perintah agar berpegangan  tangan jangan putus.

Menit ke 0:32: Philip Mantofa berkata, “Aku persembahkan orang-orang muda ini kepadamu. Bangkitkan jenderal baru.”

Kerabatku sekalian, ucapan Philip Mantofa di atas benar-benar kurang ajar. Memangnya siapa dia sehingga berkuasa untuk mempersembahkan orang-orang muda itu? Orang-orang muda itu bukan hambanya juga bukan domba persembahannya.

Menit ke 1:03: Philip Mantofa kembali memberi perintah, “Jangan putus tangannya. Ada yang rebah tetap jangan putus!”

Menit ke 1:24: Ada yang REBAH padahal Philip Mantofa tidak memberi perintah, “Touch!” bahkan dia menghadap ke tempat lain. terjadi REBAH yang cukup banyak jumlahnya karena mereka memang saling berpegangan TANGAN dan DIPERINTAHKAN untuk TETAP bergandengan tangan meskipun ada yang REBAH. Itu sebabnya yang REBAH pun MINIMAL menyeret dua orang di sampingnya ikut REBAH dan kedua orang yang diseretnya menarik dua orang lainnya lalu mereka menimpa orang di belakangnya.

Menit ke 1:38: Philip mantofa berdiri di tepi panggung di bagian tengah. Dia memberi perintah untuk mengangkat tangan tinggi-tinggi. EMPAT kali dia mengulangi  perintah agar mengangkat tangan TINGGI-TINGGI.

Untuk apa disuruh angkat tangan tinggi-tinggi? Agar mudah REBAH berjamaah. Orang-orang itu saling bergandengan tangan dan diperintah jangan dilepaskan meskipun ada yang REBAH. Dalam kondisi demikian bila ada yang REBAH maka dia akan MENYERET yang lainnya ke belakang. Orang yang sedang mengangkat tangannya tinggi-tingga PASTI rebah ketika ditarik ke belakang.

Menit ke 1:45: Philip Mantofa mengangkat tangannya yang memegang jas ke atas kemudian berteriak, “RECEIVED! namun TIDAK ada yang langsung REBAH seperti biasanya kalau dia berteriak ““Touch!” Setelah 3 detik berlalu sejak dia berteriam baru terjadi rebah di akhir menit ke 1:51. Hanya satu orang yang rebah lalu menyeret orang-orang lainnya

Kenapa TIDAK langsung REBAH? Karena Philip Mantofa menganti mantera “Touch!”  yang biasa dia ucapkan dengan mantera baru yaitu “RECEIVED.” Orang banyak itu TIDAK tahu bahwa mantera “Touch!”  sudah diganti dengan mantera baru, RECEIVED!”

Menit ke 1:59: Philip mantofa meninggalkan orang-orang yang tidak roboh itu. Dia bergeser ke bagian kiri panggung sambil memberi perintah agar semuanya angkat tangan. Dia mengulangi perintah “angkat tangan tinggi-tinggi!” sekali lagi lalu berjalan ke tepi panggung mendekati orang banyak.

Menit ke 2:09: Philip mengangkat tangan kanannya yang memegang jas dan berteriak, “RECEIVED!” Tidak ada yang REBAH. Dia lalu mengarahkan tangannya ke kumpulan orang di kanannya dan berteriak, “Roh!” Tidak ada yang rebah.

Menit ke 2:14: Seorang gundul berseragam kaos hitam tidak bergandengan tangan dengan anggota pasukan penyanggah rebah, adalah bukti bahwa pangkatnya adalah koordinator lapangan (korlap). Dia memandang Philip keheranan. Nampaknay dia heran, kenapa tidak ada yang rebah? Kenapa Philip Mantofa yang biasanya sakti mandraguna kehilangan kesaktiannya? Kenapa pukulan roh kudusnya tidak berkuasa? Kenapa tidak mujarab?

Menit ke 2:18:  Karena pukulan roh kudusnya gagal maka Philip Mantofa pun kembali bergerak ke kanan, ke bagian kiri panggung. Dia kembali memberi perintah agar semua orang MENGANGKAT tangannya tinggi-tinggi. Dia mengulangi perintahnya sekali lagi.

Menit ke 2:25: Philip Mantofa berteriak, “Dalam nama Yesus  Holy spirit kuberikan padamu. Apa yang aku punya kuberikan kepadamu,” sambil melancarkan pukulan roh kudus dengan jasnya. Sayang, tidak ada yang rebah.

Menit ke 2:31: Philip Mantofa berteriak, “Terimalah! Dalam Nama Yesus Kristus,” sambil mengayunkan jasnya. Namun tidak ada yang rebah.

Menit ke 2:37: Philip Mantofa kembali mengangkat tangan kanannya yang memegang Jas. Namun tetap tidak ada yang rebah.

Menit ke 2:41: Philip menurunkan tangannya lalu berbalik. Dia berlari ke bagian kanan panggung.

Menit ke 2:48: Philip memberi perintah, “Angkat tanganmu! Angkat! Angkat! Angkat tanganmu!”

Menit ke 2:54: Philip berkata, “Terimalah dalam nama Tuhan Yesus.” Pada saat ucapan, “TERIMA” belum selesai diucapkannya, beberapa orang langsung merebahkan diri menarik yang lainnya.

Menit ke 2:56: Philip Mantofa mengangkat tangan kanannya yang memegang jas lalu berteriak, “RECEIVED!” Namun tidak ada yang rebah. Sampai menit ke 3:03, tidak ada yang rebah. Seorang anggota pasukan penyanggah memandangnya heran. Philip Mantofa sendiri nampaknya bukan hanya heran namun PUTUS asa. Dia lalu bergerak meninggalkan tepi panggung ke tengah panggung.

Menit ke 3:09: Sambil mengangkat tangan kirinya menunjuk ke atas, Philip berkata, “Bawa anak kecil. Anak-anak SD. Elementary. Bawa ke atas panggung. Anak-anak kecil. Bawa ke atas panggung sekarang.” Philip lalu berjalan kembali ke pinggir panggung.

Menit ke 3:17: Philip melakukan pukulan roh kudus sekuat tenaga dengan mengayunkan tangan kanannya yang memegang jas, “Received!” teriaknya putus asa setelah melihat tidak ada yang rebah sama sekali. Dia lalu bergerak lagi ke bagian kiri panggung.

Menit ke 3:24: Philip Mantofa menggeser sesuatu nampaknya seperti kipas angin. Sementara itu anak-anak kecil pun mulai naik ke panggung.

Menit ke 4:27: Anak-anak sudah naik ke panggung dan berdiri berjajar. Philip Mantofa mendekati anak perempuan berbaju kuning yang sedang menangis tersedu-sedu. Dia memberi tanda kepada petugas penyanggah yang lalu menggiring anak itu maju ke depan mendekati Philip Mantofa.

Menit ke 4:32: Philip Mantofa mengangkat tangan kanannya siap untuk mengayunkannya melancarkan pukulan roh kudus. Namun dia ragu lalu mengurungkan niatnya itu. Dia lalu mendekati anak perempuan itu dan memegang dagunya dan mengerahkan kekuatan sentuhan roh kudus. Dia mengangkat dagu anak itu sambil mendorongnya ke kelakang. Itulah cara dia memberi  tahu anak itu agar rebah. Anak itu menurutinya dengan rebah.

Menit ke 4:48: Ketika Philip berjalan ke kanan meninggalkan anak rebah itu, seorang anak yang baru naik ke panggung masuk ke dalam barisan sementara seorang petugas perempuan mendorong anak perempuan berbaju hitam ke depan. Philip Mantofa langsung mengayunkan tangan kirinya melancarkan pukulan roh kudus. Anak itu bengong lalu melangkah mundur lalu merebahkan diri. Jelas sekali gerakan rebahnya telat. Kenapa dia telat rebah? Karena Philip Mantofa tidak meneriakan manteranya, “Touch!”

Menit ke 5:01: Philip Mantofa memberi tanda agar petugas membawa kepadanya seorang anak lelaki yang sedang menangis. Philip memegang kepala anak itu dengan tangan kiri lalu merangkul lehernya dengan tangan kiri.

Menit ke 5:10: Philip Mantofa memberi tanda kepada band untuk menghentikan musik dan lagunya.

Menit 5:14: Philip berkata, “Lihat anak ini bergetar dalam kuasa roh. Lihat anak ini bergetar dalam kuasa roh kudus.”

Menit ke 5:24: Philip berkata, “Anak kecil tidak pura-pura,” dia lalu meniup kepala anak itu dan mengangkat tangannya dari bahu anak itu. Anak itu pun merebahkan diri disambut petugas dibelakangnya.

Menit 5:33: Philip begerak mendekati anak perempuan berbaju coklat yang sedang menangis tersedu-sedu. Dia mendekatkan mic ke anak itu namun menoleh ke kanan. Nampak bahwa sesungguhnya philip ingin bertanya kepada anak itu. Namun ketika dia menatap anak itu untuk bertanya, anak itu langsung merebahkan diri. Rohh kudus kecepatan menjamah? Saya tidak tahu.

Menit ke 5:42: Philip mendekatkan mic ke gadis berbaju hijau tua di sebelah gadis kecil yang keburu rebah sebelum diperintah tadi. Gdis kecil itu sedang menangis tersedu-sedu. Philip langsung bertanya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu tersedu-sedu.

Menit ke 5:45: Philip mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu diam.

Menit ke 5:47:  Philip mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu tersedu dan menjawab, “Holly Spirit!” Philip mendorong kedua tangan anak itu yang terangkap di dadanya sambil berkata, “Holly spirit, that right!” anak itu pun rebah.

Menit 5:52: Philip berbalik lalu bergerak ke kiri panggung sambil berkata, “That right. that right.”  Dia mencari sasaran baru sambil memberi perintah, “Angkat tanganmu anak-anak.” Anak-anak di depannya tidak mematuhinya. Dia terus bergerak ke kanan dan melihat anak-anak yang mengangkat tangannya.

Menit ke 6:01: Philip mendorong satu anak yang lengah hingga rebah. Dia terus bergerak ke kiri sampai di ujung barisan namun tidak ada anak-anak yang siap direbahkan. Semuanya anak-anak itu menatapnya lugu. Dia lalu berbalik dan bergerak ke kanan barisan.

Menit ke 6:25: Philip memberi tanda kepada petugas lalu melancarkan pukulan roh kudus kepada anak perempuan yang berdiri tenang di belakang. Anak itu tidak rebah. Yang merebahkan diri justru anak di barisan depan, di sebelah kanan yang tidak dipukulnya.

Menit ke 6:29: Philip memberi tanda kepada petugas kemudian mengayunkan pukukan roh kudus dengan tangan kanan. Anak berbaju biru itu merebahkan diri disambut petugas di belakangnya.

Menit ke 6:36: Philip Mantofa melancarkan pukulan roh kudus kepada gadis kecil berbaju hijau. Petugas memegang gadis itu namun dia sama sekali tidak roboh. Dia berdiri tegak dan tenang-tenang saja.

Menit ke 6:46: Philip mendekati gadis kecil berbaju coklat. Dia menumpangkan tangan ke kepala gadis itu dan mendorongnya lembut. Gadis itu kehilangan keseimbangan lalu melangkah mundur dan berdiri tegak. Dia tidak rebah.  Philip meninggalkannya diikuti petugas penyanggah.

Menit ke 6:57: Philip memberi tanda agar petugas membawa seornag gadis kecil ke dapan. Philip memegang dagunya dengan sentuhan roh kudus namun dia tigak rebah. Philip mendorongnya hingga kehilangan keseimbangan namun dia mundur dan tidak rebah. Philip kembali mendorongnya. Dia kehilangan keseimbangan ketika mundur menabrak petugas yang jongkok di belakangnya. Petugas itu langsung menangkapnya dan merebahkannya.

Menit ke 7:17: Philip memberi tanda agar gadis berbaju merah maju ke depan. Gadis itu hanya tersenyum namun menolak maju. Philip lalu memberi tanda kepada gadis lainnya yang berbaju orange kecoklatan. Gadis kecil itu pun maju ke depan.

Menit ke 7:21: Philip menyuruh gadis itu mengulurkan tangannya. Gadis itu pun mengulurkan tangannya dengan lugu dan Philip menyambutnya dengan sentuhan roh kudus. Gadis itu tenang-tenang saja. Philip maju mendekat, mengangkat tangan gadis itu dan meniupnya dengan hembusan roh kudus. Namun gadis itu menatap philip tenang-tenang saja. Philip lalu melepaskan tangannya dan membelai pipi gadis itu kemudian meninggalkannya. Dia gagal makanya mencari sasaran lain.

Menit ke 7:47: Philip Mantofa mengayunkan tangan kanannya melancarkan pukulan roh kudus. Namun anak lelaki berbaju hijau itu tenang-tenang saja. Dia tidak rebah.

Menit ke 7:52: Sorang anak lelaki berkaca mata, berbaju putih garis garis hijau menunjukkan minat. Philip pun mendekatinya lalu memegang dagunya melancarkan sentuhan roh kudus. Tangan kanannya mendorong sehingga anak itu hilang keseimbangan. Philip mengambil botol air di tangan anak itu karena yakin anak itu pasti rebah. EIT ….! Anak itu tidak rebah. Philip memegang dagunya kembali dan mengangkatnya ke atas sambil mendorongnya ke belakang. Anak itu kehilangan kesimbangan dan hampir rebah namun secara reflek dia melangkah mundur sehingga mendapatkan kesimbanganya kembali. Anak itu ketawa demikian juga Philip Mantofa dan anak -anak di sekitarnya. Philip lalu menumpangkan tangan ke kepala anak itu dan mendorongnya. Anak itu kehilangan keseimbangan namun entah bagaimana dia mendapatkan keseimbangannya kembali. Philip Manofa pun meninggalkannya dan anak itu berdiri santai namun kokoh.

Menit ke 8:16: Philip Mantofa menumpangkan tangan ke atas kepala seorang anak kecil  yang digendong seorang perempuan. Anak itu menggeliat dan menggerakkan kepalanya mengelak dari tangan Philip. Philip pun menjauhinya. Mungkin dia takut anak itu nangis bila dia terus memegangi kepalanya.

Menit ke 8:22: Philip bergerak ke kiri. Para petugas mengikutinya. Philip berkata, “Nggak. Nggak. Doakan mereka sekarang. Every one pray. Doain mereka. Doakan mereka.” Ha ha ha ha … nampaknya Philip Mantofa KAPOK karena kebanyakan anak-anak itu masih lugu namun jujur. Mereka tidak akan pura-pura rebah dijamah roh kudus.

Menit ke 8:34: Philip Mantofa berjalan meninggalkan anak-anak itu sambil berkata, “Pray for them. Pray for them.” Dia bergerak mendekati pinggir panggung. Nampak sekali dia hendak melancarkan pukulan roh kudus lagi namun JERIH.

Menit ke 8:53: Tiba-tiba Philip menunjuk seseorang dan menyuruhnya naik ke panggung. Dia mengulangi menyuruh orang itu naik ke panggung.

Menit ke 9:06: seorang ABG perempuan berbaju hijau telur asin naik ke atas. Begitu dia mendekat Philip segera mengaayunkan pukulan roh kudusnya dengan tangan kanan yang memegang mic. Gadis itu tidak roboh namun menangis tersedu-sedu. Philip berjalan mendekatinya lalu meremas bahunya dengan tangan kanan dan menepuk-nepuknya berberapa kali namun gadis itu tidak terpengaruh sentuhan dan tepukan roh kudus. Dia tidak rebah.

Menit ke 9:24: Philip kembali menunjuk seseorang di bawah panggung dan menyuruhnya naik.

Menit ke 9:30: Seorang pemuda berkaus merah naik ke panggung disambut petugas dan dibawa ke sebelah kanan Philip. Dengan kesal Philip pun melancarkan pukulan dan dorongan roh kudus ke dada pemuda itu yang langsung melangkah mundur dan rebah. Philip mendekatinya namun pemuda itu telentdang diam. Philip pun meninggalkannya dan tidak melakukan apa-apa lagi sampai musik selesai dan video habis.

Kesimpulan:

Kerabatku sekalian, setelah membaca transkrip videonya, silahkan kembali menonton rekamannya untuk menguji apakah transkrip tersebut benar adanya? Philip Mantofa akhirnya membongkar TIPUANNYA sendiri. Ha ha ha ha ….

Kerabatku sekalian, izinkan saya menasehati anda. Jangan berlagak dijamah roh kudus lalu pura-pura rebah. Tindakan demikian memang menghindarkan anda dari TUDUHAN: “Ada dosa yang belum diakui makanya tidak dijamah roh kudus. Ada dosa yang belum diakui makanya mengeraskan hati.” Namun perbuatan demikian, bukan hanya MENIPU manusia namun juga MENIPU Roh Kudus bahkan Allah Bapa.”

Ingatlah kisah Ananias dan istrinya Safira yang REBAH lalu MATI karena Petrus MENDAKWA mereka telah MENDUSTAI Roh Kudus dan Allah Bapa. Anda tidak takut?

1,224 thoughts on “Philip Mantofa Membongkar Tipuannya Sendiri?

  1. Tambahan, ya pasti kalau sakit ke dokter dong. Sudah tau mengapa bertanya?
    Seperti kata saya di atas, Ps. Philip itu gak sakti. Hanya Tuhan yang memiliki kuasa. Ps. Philip hanya diberi kepercayaan.

    Kalau masalahnya gitu, coba aja mikir. Yesus itu disalib, kenapa? Yesus kan Tuhan, bisa saja Dia tinggal berfirman, dan matilah semua tentara roma yang menyiksa Dia. Namun mengapa Ia tetap disiksa? Karena Bapa berkehendak, begitu sayang Tuhan sama kita semua sampai Yesus, anak-Nya yang tunggal itu dikorbankan (Yoh 3:16)

    Banyak rencana pada hidup manusia, namun kehendak-Nya lah yang jadi.

  2. Nope, kan saya sudah bilang tadi, saya gak memaksa anda untuk percaya sama Ps. Phillip.

    Masalah jatuh atau terpeleset, itu urusan mereka sendiri. Saya jujur nih ya, kalau saya jatuh karena terpeleset, maka saya akan bangkit berdiri lagi. Ngapain saya tidur di atas lantai gereja atau lantai tempat KKR? Lantai bukan tempat tidur, am I right?

    Saya juga ga mengatai yang ga percaya itu salah, jangan salah tanggap mas. Kalau saya begitu, artinya saya menjadikan Ps. Phillip jadi Tuhan, and itu pantang. Mas tahu hal itu.

    Anda benar masalah saya mengingatkan, namun bukanlah saya mengingatkan bahwa yg gak percaya sama Ps. Philip itu salah. Nope. I never said that. Mending mas bertanya sama saya daripada mas asumsi sendiri. Dengan begitu saya pasti lebih respect sama mas.

    Intinya, yang saya ingatkan bukanlah, “Yang non-jemaat GMS atau yang tidak mengikuti Ps. Phillip Mantofa adalah sesat.” Nope.
    Saya cuma mengingatkan, pantaskah mas haihai mengatai Ps. Philip itu sesat? Apakah mas haihai tau benar (100%) bahwa Ps. Philip itu sesat? Tuhan kah mas haihai, sampai ia bisa memvonis, Ps. Phillip itu sesat?
    Saya yakin mas adalah orang yang berintelektual – so pastinya mas bisa menjawab sendiri.
    Jawaban saya pribadi atas 3 pertanyaan saya diatas adalah: TIDAK, hanya TUHAN yang tahu.
    Saya cuma bantu mengingatkan saja agar mas haihai gak sok tahu.
    God Bless you mas. Tuhan mengasihi kita semua 🙂

    Saya meminta ada agar berdoa dan bertanya kepada Tuhan, agar minta petunjuk saja. Apakah mas haihai pantas dipercayai?
    Andaikan mas haihai l

  3. mohon maafbisa dijelaskan yang dimaksud mengalami Tuhan itu yang bagaimana?? mungkin ada perbedaan definisi dari pemahaman kita yang disebut mengalami Tuhan.. apakah rebah kelojotna itu yang disebut mengalami Tuhan?
    Ynag dimaksud otoritas Tuhan itu bagaimana? apa bukti ia menerima otoritas Tuhan? bukankah semua orang bisa mengaku memiliki otoritas dariNya? toh tidak ada buktinya kok? apakah ia memliki ” stempel langit?” hahahaha
    Menanggapi bahwa kalau sakit kedokter karena tidak sakti… kalau tidak sakti mengapa berlagak bisa menyembuhkan padahal penyakit di dalam diri sendiri saja masih membutuhkan dokter untuk menyembuhkannya? kenapa ga tempel tangan ke Jidat sendiri saja toh kan pasti sembuh? buktinya roh sakit penyakit ditengking yang tuli disembuhkan yang pincang berjalan?
    mohon konsistensi dari jawabannya apakah benar PM tidak skati? kalau tidak sakti berarti acara kkr tipuan dong?

  4. Saya kan sudah bilang, alkitab standar kebenaran saya dan Ps. Philip. Kalau kami hanya menjadikan pengalaman, sempit dan dangkal-lah pemikiran kami. Karena kami membatasi Tuhan dengan pengalaman kami.
    Kalau kami jadikan pengalaman kami standar kebenaran, semua jemaat GMS akan menulis buku dong, dan gak bakal membaca alkitab lagi. Did we do that? Nope. Buktinya kalo tiap kali Ps. Phillip khotbah baik di KKR maupun di gereja, yang kami buka hanyalah alkitab. Pengalaman kami hanyalah testimony bahwa Tuhan Yesus itu baik.

    Gak papa kalau mas malas, saya hormati. I respect you.
    Sekarang akan saya jawab tanggapan mas di paragraf terakhir ya?
    KW: PM berlagak seolah-olah dia sakti, punya pukulan roh kudus, yang ditandai drngan rebahnya orang2, padahal itu hanya aksi panggung saja.

    1. Sejak kapan Ps. Mantofa berlagak sakti? Kalau dia berlagak sakti karena dia bisa, saya juga udah keluar dari GMS, believe me.
    Dia gak sakti; namun otoritas Tuhan ada padanya.
    Mau percaya atau enggak, terserah. Again, saya gak maksa.
    2. Sejak kapan roh kudus itu bisa jadi ‘pukulan’? Yang saya tahu, sesuai alkitab, Roh Kudus itu turun; ditandai dengan berbahasa lidah.
    Mau jatuh apa engga, kedaulatan-Nya lah yang terjadi. Ps. Philip itu ga pernah maksa jemaatnya untuk rebah kok. Buat apa? Gak untung juga ke dia toh?

    3. Aksi panggung? Saya yakin Tuhan ga pernah menjadikan kuasa-Nya aksi panggung.

    Intinya saya gak mengatai non jemaat GMS itu salah apalagi sesat.
    Saya hanya menanyakan, pantaskah mas haihai mengatai Ps. Philip itu sesat cuman karena dia baca Kejadian sampe Wahyu 100x? Tahukah mas haihai bahwa Ps. Phillip itu 100% sesat?
    Artinya mas haihai cuma membatasi kedaulatan Tuhan sebatas alkitab.

    Respect saya gak hilang by the way. Tuhan mengasihi mas dan saya 🙂 Have a nice day and God Bless!

  5. justru karena supaya tidak terjadi kesalahpahaman dan berasumsi sendir maka penulis menanyakan bagian manakah dari pembuktian kkr yang salah? mana bagian dari video yang menunjukkan tidak ada indikasi penipuan.. jika hal itu dapat dijelaskan bukankah akan ketahuan mana pihak yang membual?

  6. Steve: Dia gak sakti; namun otoritas Tuhan ada padanya.

    Anda percaya Tuhan memberi otoritas kepada Philip Mantofa utk membagi-bagikan Roh Kudus kepada jemaat?
    Philip Mantofa berkata : Received! yang berarti terimalah Roh Kudus, lalu anda percaya itu bukanlah aksi panggung melainkan memang PM punya otoritas utk menyalurkan Roh Kudus dari Tuhan kepada jemaat. Begitukah keyakinan anda?

  7. Terima kasih telah menanggapi dengan sopan, I respect that. Really.
    Mengalami Tuhan? Definisi saya menurut pengalaman saya adalah, mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan. Cuman saya singkat aja kok mas 🙂
    Masalah benar apa engga, banyak tuh yang telah mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan, salah satunya adalah Paulus. Apapun tidak dapat membatasi kemungkinan anda bertemu dengan Tuhan. Mas juga bisa kok bertemu dengan Tuhan.
    Rebah terkelojot dan lain sebagainya itu adalah salah satu saja. Karunia tiap orang kan beda2.
    Otoritas Tuhan? Hamba Tuhan adalah orang yang sudah melewati berbagai macam proses. Dan Tuhan melihat, apabila orang tersebut sudah siap, maka Tuhan akan mempercayakan kuasa-Nya kepada orang tersebut.
    Contohnya nih. Mas seorang bos sebuah perusahaan. Suatu hari, mas buka cabang dimana di cabang tersebut dibutuhkan seseorang untuk memegang kekuasaan. Pastilah untuk memilih orang tersebut, mas memproses pegawai2 mas dulu kan, mana yang pantas dipercaya, mana yang tidak? Benar gak? Setelah itu baru mas memberi kepercayaan. Namun apakah dengan memberi kekuasaan di cabang tersebut, pegawai mas yang tadi telah memiliki kuasa atas seluruh kekuasaan mas? Enggak kan?
    Sama halnya dengan Ps. Phillip. Tuhan sudah memberi wewenang kepadanya. Kalau Ps. Philip tukang tipu, tiap kali KKR pasti semua kerasukan setan atau nggak KKRnya batal.
    But buktinya gak pernah gitu tuh. Malah banyak orang yang diberi dirinya untuk dibaptis, dan ada perubahan signifikan ke arah yg lebih baik di dalam kehidupan mereka.

    One statement untuk mas ya, dari saya: Ps. Philip Mantofa, BRE itu TIDAK SAKTI.
    Siapa bilang yang datang ke FKA atau KKR Philip Mantofa langsung sembuh? Enggak tuh. Tergantung 1 hal: Percaya gak bahwa Tuhan bisa dan sudah menyembuhkan, bukan Philip Mantofa.

    Masalah tepok jidat dan sembuh, bukan begitu caranya 🙂 Kita hanya berdoa memohon kepada-Nya. Lalu, apabila Ia berkehendak, Tuhan-lah yang menyembuhkan. Kita gak punya hak untuk mengganti kehendak Tuhan.
    Apakah Pastor Philip tidak sakti? Anda benar. Namun bukan berarti KKR nya tipuan dong?
    Mas, kalau KKR itu menjadikan seorang pendeta (ga hanya Ps. Philip, Ps. Gilbert L, Ps. Jeffrey Rachmat, dll) sebagai orientasi, maka berdosalah kami semua. Dalam KKR, hanya Tuhan lah orientasi kami. Oleh karena itu, semua kesembuhan, bukan dikerjakan oleh Ps. Philip. Ps. Philip HANYALAH perpanjangan tangan Tuhan, nothing more. Yang menyembuhkan ya Tuhan, pendeta itu cuma perpanjangan tangan Tuhan aja kok.

  8. Steve: Sejak kapan roh kudus itu bisa jadi ‘pukulan’?

    Apakah anda ndak tau atau pura2 ndak tau, dalam aksi panggungnya PM sering mendemontrasikan pukulan roh kudus?
    PM mengibaskan tangannya kepada jemaat di atas panggung, dan jemaatpun rebah. Jemaat yang tau, akan merebahkan diri berlagak seakan-akan mengalami urapan Roh Kudus. Bagi orang yang ndak tau, mereka akan bengong ndak rebah, karena ndak tau kalau PM mengibaskan tangannya mereka harus rebah.

  9. dan di dalam video diperlihatkan jika ada yang dihembus tidak jatuh mengapa didorong agar jatuh.. berkali kali seorang anak berkacamata yang tidak jatuh malah tertawa hendak didorong kepalanya agar rebah namun gagal.. inikah yang dimaksud rebah ga rebah ga ngurus? ataukah kerebahan seseorang sudah dijadikan branding atau trademark dari seorang pendeta tertentu? sudah dijadikan prosedur dan SOP di dalam acara kkrnya?

  10. Terima kasih atas tanggapannya.
    Mas, sebaiknya berpikir dahulu baik2. Roh Kudus itu bukan BLT yang bisa dibagi-bagi. Jadi jangan gunakan kata, “membagi-bagi.”
    Namun saya mengerti maksud mas. Yup, saya percaya Ps. Philip telah diberi otoritas. Kalau enggak percaya mah saya udah keluar dari GMS, benar?

    “Receive!” itu bukan berarti terima Roh Kudus di hati. Kuasa dari Tuhan-lah yang kita terima, salah satunya adalah kuasa kesembuhan.

    Kalau mau roh kudus bertahta di hati kita (menerima Roh Kudus di hati kita), ga susah kok. Tinggal minta ke Tuhan dengan penuh kerendahan hati. Namun jangan sembarangan menerima Roh Kudus, sebab Roh Kudus adalah Roh yang Suci.
    Persiapkan hati kita dulu.
    God Bless you mas.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.