Philip Mantofa Membongkar Tipuannya Sendiri?


Fesstival kuasa allah 21Hai hai sering berkata, “Biarkan Philip Mantofa menipu terus sampai membongkar tipuannya sendiri.” Itulah yang terjadi pada Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta. Philip Mantofa membongkar Tipuannya sendiri.  

Orang-orang rebah karena disesatkan? Benar! Mereka rebah karena diajari sehingga meyakini barang siapa yang dijamah Roh Kudus harus rebah karena tidak rebah berarti menentang kuasa Roh Kudus atau tidak peka jamahan Roh Kudus. Itu sebabnya mereka rebah begitu diberi tahu dengan seruan “Touch!” bahwa dirinya sedang dijamah oleh Roh Kudus.

Untuk apa Philip Mantofa mengayunkan tangan sambil berteriak “Touch!”? Untuk memberi tahu anggota jemaat bahwa mereka sedang dijamah Roh Kudus. Apa jadinya bila Philip Mantofa tidak mengayunkan tangan sambil berteriak “Touch!”, namun berbisik di dalam hatinya kepada Roh Kudus agar menjamah mereka? Mustahil ada yang rebah!

Philip Mantofa fasih bahasa Jawa dan Roh Kudus mustahil tidak bisa berbahasa Jawa. Bila Philip Mantofa berteriak, “Cekelono!”, bahasa Jawa, artinya “Touch!” sambil mengayunkan tangannya, apakah mereka akan rebah atau terbahak-bahak?

Diurapi atau urapan palsu? Christos atau antichristos? Kristus atau antikristus? Yang belum teruji tidak boleh dipuji.

Kalimat-kalimat di atas tertulis dalam buku Bengcu Menggugat Teologi Alam Roh Di Mata Seorang Tionghoa Kristen halaman 78. Apa yang ditulis oleh hai hai bengcu itulah yang terjadi pada hari kedua Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta.

Pada saat itu Philip Mantofa melancarkan pukulan roh kudus tanpa meneriakan  manteranya. Philip Mantofa juga mengganti mantranya dari “Touch!” menjadi “Received!” artinya “Terimalah!”

Yang terjadi adalah hal-hal berikut ini:

1.    Orang-orang rebah padahal belum diberi perintah.
2.    Tidak ada yang rebah karena Philip Mantofa tidak meneriakan mantera.
3.    Tidak ada yang rebah ketika Philip Mantofa mengucapkan mantera baru, “RECEIVED!”
4.    Philip Mantofa tidak mengucapkan mantera yang biasa dia ucapkan yaitu: “Touch!”
5.    Anak-anak tidak rebah oleh pukulan roh kudus maupun sentuhan roh kudus.
6.    Seorang anak lelaki membongkar penipuan rebah Philip Mantofa.

Kerabatku sekalian, silahkan nonton video yang merekam peristiwa Philip Mantofa membongkar tipuan pukulan roh kudus dan sentuhan roh kudusnya di atas. Setelah menontonnya, silahkan baca transkrip Video tersebut di bawah ini.

Menit ke 0:05: Philip Mantofa berkata, “Nyanyi sama saya. Jangan putus tangannya.” Maksud Philip Mantofa adalah semua yang hadir harus saling berpegangan tangan dan jangan ada yang melepaskannya.

Karena semua orang saling berpegangan tangan maka setiap orang yang rebah akan menyeret dua orang besertanya dan dua orang itu akan menarik dua orang lainnya untuk ikut rebah. Kenapa Philip Mantofa perlu memberi perintah demikian? Karena dalam acara kali ini tidak ada pasukan provokator rebah yang mendukungnya. Kalau anda nonton rekaman Myanmar for Jesus, di sana, banyak sekali anggota pasukan provokator rebah yang memakai kaos seragam aneka warna. Dalam acara kali ini pasukan demikian tidak ada.

Menit ke 0:20: Philip Mantofa kembali memberi perintah agar berpegangan  tangan jangan putus.

Menit ke 0:32: Philip Mantofa berkata, “Aku persembahkan orang-orang muda ini kepadamu. Bangkitkan jenderal baru.”

Kerabatku sekalian, ucapan Philip Mantofa di atas benar-benar kurang ajar. Memangnya siapa dia sehingga berkuasa untuk mempersembahkan orang-orang muda itu? Orang-orang muda itu bukan hambanya juga bukan domba persembahannya.

Menit ke 1:03: Philip Mantofa kembali memberi perintah, “Jangan putus tangannya. Ada yang rebah tetap jangan putus!”

Menit ke 1:24: Ada yang REBAH padahal Philip Mantofa tidak memberi perintah, “Touch!” bahkan dia menghadap ke tempat lain. terjadi REBAH yang cukup banyak jumlahnya karena mereka memang saling berpegangan TANGAN dan DIPERINTAHKAN untuk TETAP bergandengan tangan meskipun ada yang REBAH. Itu sebabnya yang REBAH pun MINIMAL menyeret dua orang di sampingnya ikut REBAH dan kedua orang yang diseretnya menarik dua orang lainnya lalu mereka menimpa orang di belakangnya.

Menit ke 1:38: Philip mantofa berdiri di tepi panggung di bagian tengah. Dia memberi perintah untuk mengangkat tangan tinggi-tinggi. EMPAT kali dia mengulangi  perintah agar mengangkat tangan TINGGI-TINGGI.

Untuk apa disuruh angkat tangan tinggi-tinggi? Agar mudah REBAH berjamaah. Orang-orang itu saling bergandengan tangan dan diperintah jangan dilepaskan meskipun ada yang REBAH. Dalam kondisi demikian bila ada yang REBAH maka dia akan MENYERET yang lainnya ke belakang. Orang yang sedang mengangkat tangannya tinggi-tingga PASTI rebah ketika ditarik ke belakang.

Menit ke 1:45: Philip Mantofa mengangkat tangannya yang memegang jas ke atas kemudian berteriak, “RECEIVED! namun TIDAK ada yang langsung REBAH seperti biasanya kalau dia berteriak ““Touch!” Setelah 3 detik berlalu sejak dia berteriam baru terjadi rebah di akhir menit ke 1:51. Hanya satu orang yang rebah lalu menyeret orang-orang lainnya

Kenapa TIDAK langsung REBAH? Karena Philip Mantofa menganti mantera “Touch!”  yang biasa dia ucapkan dengan mantera baru yaitu “RECEIVED.” Orang banyak itu TIDAK tahu bahwa mantera “Touch!”  sudah diganti dengan mantera baru, RECEIVED!”

Menit ke 1:59: Philip mantofa meninggalkan orang-orang yang tidak roboh itu. Dia bergeser ke bagian kiri panggung sambil memberi perintah agar semuanya angkat tangan. Dia mengulangi perintah “angkat tangan tinggi-tinggi!” sekali lagi lalu berjalan ke tepi panggung mendekati orang banyak.

Menit ke 2:09: Philip mengangkat tangan kanannya yang memegang jas dan berteriak, “RECEIVED!” Tidak ada yang REBAH. Dia lalu mengarahkan tangannya ke kumpulan orang di kanannya dan berteriak, “Roh!” Tidak ada yang rebah.

Menit ke 2:14: Seorang gundul berseragam kaos hitam tidak bergandengan tangan dengan anggota pasukan penyanggah rebah, adalah bukti bahwa pangkatnya adalah koordinator lapangan (korlap). Dia memandang Philip keheranan. Nampaknay dia heran, kenapa tidak ada yang rebah? Kenapa Philip Mantofa yang biasanya sakti mandraguna kehilangan kesaktiannya? Kenapa pukulan roh kudusnya tidak berkuasa? Kenapa tidak mujarab?

Menit ke 2:18:  Karena pukulan roh kudusnya gagal maka Philip Mantofa pun kembali bergerak ke kanan, ke bagian kiri panggung. Dia kembali memberi perintah agar semua orang MENGANGKAT tangannya tinggi-tinggi. Dia mengulangi perintahnya sekali lagi.

Menit ke 2:25: Philip Mantofa berteriak, “Dalam nama Yesus  Holy spirit kuberikan padamu. Apa yang aku punya kuberikan kepadamu,” sambil melancarkan pukulan roh kudus dengan jasnya. Sayang, tidak ada yang rebah.

Menit ke 2:31: Philip Mantofa berteriak, “Terimalah! Dalam Nama Yesus Kristus,” sambil mengayunkan jasnya. Namun tidak ada yang rebah.

Menit ke 2:37: Philip Mantofa kembali mengangkat tangan kanannya yang memegang Jas. Namun tetap tidak ada yang rebah.

Menit ke 2:41: Philip menurunkan tangannya lalu berbalik. Dia berlari ke bagian kanan panggung.

Menit ke 2:48: Philip memberi perintah, “Angkat tanganmu! Angkat! Angkat! Angkat tanganmu!”

Menit ke 2:54: Philip berkata, “Terimalah dalam nama Tuhan Yesus.” Pada saat ucapan, “TERIMA” belum selesai diucapkannya, beberapa orang langsung merebahkan diri menarik yang lainnya.

Menit ke 2:56: Philip Mantofa mengangkat tangan kanannya yang memegang jas lalu berteriak, “RECEIVED!” Namun tidak ada yang rebah. Sampai menit ke 3:03, tidak ada yang rebah. Seorang anggota pasukan penyanggah memandangnya heran. Philip Mantofa sendiri nampaknya bukan hanya heran namun PUTUS asa. Dia lalu bergerak meninggalkan tepi panggung ke tengah panggung.

Menit ke 3:09: Sambil mengangkat tangan kirinya menunjuk ke atas, Philip berkata, “Bawa anak kecil. Anak-anak SD. Elementary. Bawa ke atas panggung. Anak-anak kecil. Bawa ke atas panggung sekarang.” Philip lalu berjalan kembali ke pinggir panggung.

Menit ke 3:17: Philip melakukan pukulan roh kudus sekuat tenaga dengan mengayunkan tangan kanannya yang memegang jas, “Received!” teriaknya putus asa setelah melihat tidak ada yang rebah sama sekali. Dia lalu bergerak lagi ke bagian kiri panggung.

Menit ke 3:24: Philip Mantofa menggeser sesuatu nampaknya seperti kipas angin. Sementara itu anak-anak kecil pun mulai naik ke panggung.

Menit ke 4:27: Anak-anak sudah naik ke panggung dan berdiri berjajar. Philip Mantofa mendekati anak perempuan berbaju kuning yang sedang menangis tersedu-sedu. Dia memberi tanda kepada petugas penyanggah yang lalu menggiring anak itu maju ke depan mendekati Philip Mantofa.

Menit ke 4:32: Philip Mantofa mengangkat tangan kanannya siap untuk mengayunkannya melancarkan pukulan roh kudus. Namun dia ragu lalu mengurungkan niatnya itu. Dia lalu mendekati anak perempuan itu dan memegang dagunya dan mengerahkan kekuatan sentuhan roh kudus. Dia mengangkat dagu anak itu sambil mendorongnya ke kelakang. Itulah cara dia memberi  tahu anak itu agar rebah. Anak itu menurutinya dengan rebah.

Menit ke 4:48: Ketika Philip berjalan ke kanan meninggalkan anak rebah itu, seorang anak yang baru naik ke panggung masuk ke dalam barisan sementara seorang petugas perempuan mendorong anak perempuan berbaju hitam ke depan. Philip Mantofa langsung mengayunkan tangan kirinya melancarkan pukulan roh kudus. Anak itu bengong lalu melangkah mundur lalu merebahkan diri. Jelas sekali gerakan rebahnya telat. Kenapa dia telat rebah? Karena Philip Mantofa tidak meneriakan manteranya, “Touch!”

Menit ke 5:01: Philip Mantofa memberi tanda agar petugas membawa kepadanya seorang anak lelaki yang sedang menangis. Philip memegang kepala anak itu dengan tangan kiri lalu merangkul lehernya dengan tangan kiri.

Menit ke 5:10: Philip Mantofa memberi tanda kepada band untuk menghentikan musik dan lagunya.

Menit 5:14: Philip berkata, “Lihat anak ini bergetar dalam kuasa roh. Lihat anak ini bergetar dalam kuasa roh kudus.”

Menit ke 5:24: Philip berkata, “Anak kecil tidak pura-pura,” dia lalu meniup kepala anak itu dan mengangkat tangannya dari bahu anak itu. Anak itu pun merebahkan diri disambut petugas dibelakangnya.

Menit 5:33: Philip begerak mendekati anak perempuan berbaju coklat yang sedang menangis tersedu-sedu. Dia mendekatkan mic ke anak itu namun menoleh ke kanan. Nampak bahwa sesungguhnya philip ingin bertanya kepada anak itu. Namun ketika dia menatap anak itu untuk bertanya, anak itu langsung merebahkan diri. Rohh kudus kecepatan menjamah? Saya tidak tahu.

Menit ke 5:42: Philip mendekatkan mic ke gadis berbaju hijau tua di sebelah gadis kecil yang keburu rebah sebelum diperintah tadi. Gdis kecil itu sedang menangis tersedu-sedu. Philip langsung bertanya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu tersedu-sedu.

Menit ke 5:45: Philip mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu diam.

Menit ke 5:47:  Philip mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu tersedu dan menjawab, “Holly Spirit!” Philip mendorong kedua tangan anak itu yang terangkap di dadanya sambil berkata, “Holly spirit, that right!” anak itu pun rebah.

Menit 5:52: Philip berbalik lalu bergerak ke kiri panggung sambil berkata, “That right. that right.”  Dia mencari sasaran baru sambil memberi perintah, “Angkat tanganmu anak-anak.” Anak-anak di depannya tidak mematuhinya. Dia terus bergerak ke kanan dan melihat anak-anak yang mengangkat tangannya.

Menit ke 6:01: Philip mendorong satu anak yang lengah hingga rebah. Dia terus bergerak ke kiri sampai di ujung barisan namun tidak ada anak-anak yang siap direbahkan. Semuanya anak-anak itu menatapnya lugu. Dia lalu berbalik dan bergerak ke kanan barisan.

Menit ke 6:25: Philip memberi tanda kepada petugas lalu melancarkan pukulan roh kudus kepada anak perempuan yang berdiri tenang di belakang. Anak itu tidak rebah. Yang merebahkan diri justru anak di barisan depan, di sebelah kanan yang tidak dipukulnya.

Menit ke 6:29: Philip memberi tanda kepada petugas kemudian mengayunkan pukukan roh kudus dengan tangan kanan. Anak berbaju biru itu merebahkan diri disambut petugas di belakangnya.

Menit ke 6:36: Philip Mantofa melancarkan pukulan roh kudus kepada gadis kecil berbaju hijau. Petugas memegang gadis itu namun dia sama sekali tidak roboh. Dia berdiri tegak dan tenang-tenang saja.

Menit ke 6:46: Philip mendekati gadis kecil berbaju coklat. Dia menumpangkan tangan ke kepala gadis itu dan mendorongnya lembut. Gadis itu kehilangan keseimbangan lalu melangkah mundur dan berdiri tegak. Dia tidak rebah.  Philip meninggalkannya diikuti petugas penyanggah.

Menit ke 6:57: Philip memberi tanda agar petugas membawa seornag gadis kecil ke dapan. Philip memegang dagunya dengan sentuhan roh kudus namun dia tigak rebah. Philip mendorongnya hingga kehilangan keseimbangan namun dia mundur dan tidak rebah. Philip kembali mendorongnya. Dia kehilangan keseimbangan ketika mundur menabrak petugas yang jongkok di belakangnya. Petugas itu langsung menangkapnya dan merebahkannya.

Menit ke 7:17: Philip memberi tanda agar gadis berbaju merah maju ke depan. Gadis itu hanya tersenyum namun menolak maju. Philip lalu memberi tanda kepada gadis lainnya yang berbaju orange kecoklatan. Gadis kecil itu pun maju ke depan.

Menit ke 7:21: Philip menyuruh gadis itu mengulurkan tangannya. Gadis itu pun mengulurkan tangannya dengan lugu dan Philip menyambutnya dengan sentuhan roh kudus. Gadis itu tenang-tenang saja. Philip maju mendekat, mengangkat tangan gadis itu dan meniupnya dengan hembusan roh kudus. Namun gadis itu menatap philip tenang-tenang saja. Philip lalu melepaskan tangannya dan membelai pipi gadis itu kemudian meninggalkannya. Dia gagal makanya mencari sasaran lain.

Menit ke 7:47: Philip Mantofa mengayunkan tangan kanannya melancarkan pukulan roh kudus. Namun anak lelaki berbaju hijau itu tenang-tenang saja. Dia tidak rebah.

Menit ke 7:52: Sorang anak lelaki berkaca mata, berbaju putih garis garis hijau menunjukkan minat. Philip pun mendekatinya lalu memegang dagunya melancarkan sentuhan roh kudus. Tangan kanannya mendorong sehingga anak itu hilang keseimbangan. Philip mengambil botol air di tangan anak itu karena yakin anak itu pasti rebah. EIT ….! Anak itu tidak rebah. Philip memegang dagunya kembali dan mengangkatnya ke atas sambil mendorongnya ke belakang. Anak itu kehilangan kesimbangan dan hampir rebah namun secara reflek dia melangkah mundur sehingga mendapatkan kesimbanganya kembali. Anak itu ketawa demikian juga Philip Mantofa dan anak -anak di sekitarnya. Philip lalu menumpangkan tangan ke kepala anak itu dan mendorongnya. Anak itu kehilangan keseimbangan namun entah bagaimana dia mendapatkan keseimbangannya kembali. Philip Manofa pun meninggalkannya dan anak itu berdiri santai namun kokoh.

Menit ke 8:16: Philip Mantofa menumpangkan tangan ke atas kepala seorang anak kecil  yang digendong seorang perempuan. Anak itu menggeliat dan menggerakkan kepalanya mengelak dari tangan Philip. Philip pun menjauhinya. Mungkin dia takut anak itu nangis bila dia terus memegangi kepalanya.

Menit ke 8:22: Philip bergerak ke kiri. Para petugas mengikutinya. Philip berkata, “Nggak. Nggak. Doakan mereka sekarang. Every one pray. Doain mereka. Doakan mereka.” Ha ha ha ha … nampaknya Philip Mantofa KAPOK karena kebanyakan anak-anak itu masih lugu namun jujur. Mereka tidak akan pura-pura rebah dijamah roh kudus.

Menit ke 8:34: Philip Mantofa berjalan meninggalkan anak-anak itu sambil berkata, “Pray for them. Pray for them.” Dia bergerak mendekati pinggir panggung. Nampak sekali dia hendak melancarkan pukulan roh kudus lagi namun JERIH.

Menit ke 8:53: Tiba-tiba Philip menunjuk seseorang dan menyuruhnya naik ke panggung. Dia mengulangi menyuruh orang itu naik ke panggung.

Menit ke 9:06: seorang ABG perempuan berbaju hijau telur asin naik ke atas. Begitu dia mendekat Philip segera mengaayunkan pukulan roh kudusnya dengan tangan kanan yang memegang mic. Gadis itu tidak roboh namun menangis tersedu-sedu. Philip berjalan mendekatinya lalu meremas bahunya dengan tangan kanan dan menepuk-nepuknya berberapa kali namun gadis itu tidak terpengaruh sentuhan dan tepukan roh kudus. Dia tidak rebah.

Menit ke 9:24: Philip kembali menunjuk seseorang di bawah panggung dan menyuruhnya naik.

Menit ke 9:30: Seorang pemuda berkaus merah naik ke panggung disambut petugas dan dibawa ke sebelah kanan Philip. Dengan kesal Philip pun melancarkan pukulan dan dorongan roh kudus ke dada pemuda itu yang langsung melangkah mundur dan rebah. Philip mendekatinya namun pemuda itu telentdang diam. Philip pun meninggalkannya dan tidak melakukan apa-apa lagi sampai musik selesai dan video habis.

Kesimpulan:

Kerabatku sekalian, setelah membaca transkrip videonya, silahkan kembali menonton rekamannya untuk menguji apakah transkrip tersebut benar adanya? Philip Mantofa akhirnya membongkar TIPUANNYA sendiri. Ha ha ha ha ….

Kerabatku sekalian, izinkan saya menasehati anda. Jangan berlagak dijamah roh kudus lalu pura-pura rebah. Tindakan demikian memang menghindarkan anda dari TUDUHAN: “Ada dosa yang belum diakui makanya tidak dijamah roh kudus. Ada dosa yang belum diakui makanya mengeraskan hati.” Namun perbuatan demikian, bukan hanya MENIPU manusia namun juga MENIPU Roh Kudus bahkan Allah Bapa.”

Ingatlah kisah Ananias dan istrinya Safira yang REBAH lalu MATI karena Petrus MENDAKWA mereka telah MENDUSTAI Roh Kudus dan Allah Bapa. Anda tidak takut?

1,224 thoughts on “Philip Mantofa Membongkar Tipuannya Sendiri?

  1. @hai ada pertanyaan nih.knp roh kudus hanya mau menjamah dan berkata kata saat kebaktian saja? knp tidak ada orang yg mengaku kepenuhan roh kudus waktu saat teduh misalnya.klonjotan sendirian ha ha .rebah sendirian.knp roh kudus hanya hadir saat kkr yg besar saja dan bikin orang2 rebah lalu berbahasa roh saat itu aja.itu pun krn diundang dan dipanggil pendetanya kyk jalangkung aja.bukankah roh kudus itu Allah yg maha hadir.gmn coba seandainya kita sedang rapat lalu roh kudus hadir ingin memenuhi trus kita berbahasa roh lalu klonjotan ?pasti dibilang gila kita..apakah roh kudus hny mau hadir kl ada pendeta tertentu saja yg khotbah?selebihnya kl pendetanya biasa2 aja roh kudus jamahnya juga biasa2 aja..knp oh knp?
    apakah roh kudus akan hadir kl ada philip mantofa saja?
    apakah roh kudus hanya mau taat perintah philip mantofa saja?
    seandainya kita berbahasa roh pasti bahasa itu bisa digunakan kpn saja dan dimana saja bukan.knp hanya saat ibadah saja bisa dipakainya?
    knp oh knp

  2. Jawabannya simple? Coba anda baca lagi alkitab kejadian turunnya roh kudus atas para murid, apa bahasa roh bs kita mengerti? Apa kita bs pelajari? Klo bisa dipelajari namaya bkn bahas roh, tp bahasa manusia

    Sepertinya sy mulai tau nih siapa si hai2 dan pendukung2nya, anda semua berasa dr grj yg tdk mengakui bahasa roh & manifestasi roh kudus toh, kalo anda tdk sepaham tdk apa2, tp tdk usah sok menggurui, meng hina2, sampai menyumpahi segala, sesama pengikut Kristus koq gt sih?

  3. Sy ga butuh anda atau siapapun yg lain prcy, urusan anda sndr anda mau prcy manifestasi roh kudus atau ngga? Anda gak prcy pun sy gak rugi, yg sy tekankan disini adalah buat apa men cari2 kesalahan hamba Tuhan, meng hina2 org yg prcy manifestasi roh kudus, apa itu membawa berkat utk sesama? Sy tanya sm anda berkat apa yg anda peroleh dr tulisan diatas? Apa berkat itu berupa anda jd menghakimi pa Philip? Anda jd meng hina2 nya? Berkat ataukan malah membuat org berdosa jg tulisan yg spt itu?

  4. Kis 2:8
    Bagaimana mungkin kita masing2 mendengar mereka berkata-kata dlm bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yg kita pakai di negeri asal kita:

    Baca alkitab xander.. Baca alkitab.

  5. @KW, anda ini menjawab pd siapa sih? Itu jawaban klo ditujukan pd sy salah sasaran gan, mereka2 lah yg hrs dikasih jawaban itu, koq jd ky gak nyambung ya, yg mempertanyakan bhs roh org yg comment diatas sy, sy beri jawaban, lalu anda beri jawaban pd sy yg seharusnya jawaban utk org itu

  6. @xander km yg seharusnya baca
    1 Korintus 14:19-22 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.
    Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!
    Dalam hukum Taurat ada tertulis: “Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini, namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku, firman Tuhan.”
    Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.

    dasar ga Beriman..ga punya iman lu he he he.makanya minta tanda mulu ama roh kudus..

    1 Korintus 14:5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.

    1 Korintus 14:13 Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.

    xander mau nipu gw lu.kl bahasa roh tidak bs dimengerti..kata siapa tidak bisa?kata mbah putri panjenengan?he he
    saya ga melarang orang berbahasa roh.cuma saya mengingatkan jng keblinger.ntar dianggap gila.kl ga ada yg terjemahkan jng berbahasa roh .ayatnya jelas soal itu.soal manifestasi roh kudus mana ayatnya?rebah dan klonjotan di ayat mn ?

    bicara seolah olah lembut tp otaknya ga ada isinya.mencoba nipu lagi.makanya kl blm pernah bc alkitab soal bshasa roh jng asbun biar ga dihajar

    pengikut hai hai siapa ya? nuduh lg lu.mengaku pernah dijamah sampai rebah tp kelakuannya asal njeplak jng2 rebah dijamah iblis tuh ho ho ho

  7. “Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.” (1 Korintus 12:10)

    Baca alkitab gan…baca alkitab, bwt apa ada yg pny karunia menafsirkan klo bahasa roh bs dimengerti & dipelajari semua org, itu karunia roh kudus

  8. Shalom, Kisana HHB.
    Maaf kata, saya disini memberikan komentar saya secari pribadi.
    Saya disini tidak berpihak kepada Pendeta Philip tapi juga saya tidak berpihak kepada anda.
    Saya pernah membaca alkitab kejadian sampai daniel, dan seluruh perjanjian baru.. saya biasanya juga lebih ke arah mempelajari daripada hanya sekedar membaca untuk “kebaktian”.
    Semoga sharing dan komentar saya ini tidak dianggap salah paham oleh kisanah, anggap saja kita 1 sodara seiman sama-sama belajar.

    Bisa dibilang saya setuju dengan statement anda ttg tindakan pendeta Philip yg salah, saya juga tidak sreg alias kurang setuju tentang Kinerja Pak philip ttg “Memukul/melempar Roh Kudus”. Yang saya Tau Tuhan Memberikan manusia dengan Roh Kudus setelah ia percaya, lahir baru dan dibaptis air 1x seumur hidupnya.
    Maka dengan sendirinya Roh Kudus akan menuntun dia menjadi orang yang BENAR dimataNya. oleh sebab itu saya kurang setuju memang bahwa orang kristen yang sudah punya Roh Kudus, kenapa harus dilemparkan/diberikan lagi oleh Roh Kudus milik orang lain itu? saya justru lebih setuju Pak Philip bukan berkata “Touch! / Terimalah Roh Kudus / Receive!” tetapi berkata “Dalam Nama Yesus bangkitkan ya Tuhan, Roh Kudus yang ada didalam hatinya” atau “Api Roh Kudus yang ada didalam dirimu, dalam nama Tuhan Yesus bangkitlah! dan buatlah orang ini insaf dan bertobat! Apunilah dia”

    Nah, mengenai kisana, menurut pendapat saya setelah saya membaca blog kisana ttg philip dan komentar2 diatas saya ini.
    Saya hanya bisa berpendapat bahwa Kisana ini bisa dibilang sama seperti jemaat Efesus yang ditulis didalam kitab wahyu 2:1-7
    terlebih lagi didalam ayat 2 , 4, 5 dan 6:
    “(2) Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
    (4) Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
    (5) Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
    (6) Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.”

    kenapa saya bilang cocok/sama seperti jemaat Efesus:
    1. Kisana tekun membaca alkitab, bahkan sampai 100x berulang terus.
    2. Kisana juga tidak dapat sabar melihat ajaran-ajaran yang belum tentu benar jika di uji dengan alkitab. Kisana bisa dibilang mendapati orang yang menyebut dirinya rasul tetapi yang ada adalah pendusta.
    3. (untuk yang ini mohon maaf sebelumnya jika saya memberi kritikan pada anda, bukankah kita sesama orang kristen harus saling mengingatkan?)
    Tetapi setelah saya lihat bbrp komentar anda terhadap Sodara seiman yang lain, saya jadi merasa bahwa anda juga “orang efesus” yang juga kehilangan Kasih mula-mula.
    Kasih mula-mula yang saya maksud adalah, Kasih yang diajarkan Kristus seperti contoh “Kasihilah musuhmu dan berdoalah(mendoakan yang terbaik) untuk mereka”.

    Saya tahu anda mmg orangnya bertutur kata agak kasar dan keras, dan saya tahu memang seperti itulah anda.
    Tetapi alangkah baiknya jika “ke egoan diri” / (ya mmg beginilah saya) ini dikalahkan oleh Firman Tuhan/PerintahNya?

    Jika Kisana memang menganggap “musuh” orang yang tidak setuju dengan ajaran anda, alangkah indahnya jika anda justru mengampuni mereka dan mendoakan mereka? jadi bukan malah “Menyakiti” hati mereka dengan tutur kata yang tidak baik.
    Karena mreka juga punya perilaku dan hati yang berbeda dengan kisana, kisana merasa tidak menyakiti hati mreka dengan kata2 kisana.
    Tetapi scr sengaja/tidak disengaja yang ada merekalah yang tersakiti oleh kata-kata kisana.
    dan yang ada mereka malah mengalah lalu percaya dengan kisana, tetapi malah membenci bahkan mengutuk kisana, dan menganggap anda sesat.
    Jadi saran saya jika kisana, ingin semua orang kristen tidak terhanyut dengan tipu daya “hamba Tuhan” yang palsu. Alangkah benarnya jika kisana mulai mengingat “kasih mula-mula” itu.. yaitu kasih sayang dengan kelemah lembutan terhadap sesama manusia meski manusia itu kisana anggap “musuh” sekalipun.
    Toh kisana juga paham, bahwa saat kita memasuki pintu yang sempit itu(Surga) kita harus terlepas dari segala kepahitan/permusuhan terhadap manusia yang lain, karena orang-orang kristen disana semuanya saling mengasihi sama seperti Tuhan mengasihi umat-umatNya, sama seperti para malaikat mengasihi malaikat-malaikat yang lain dan mengasihi umat manusia.

    Sebab jika kisana melawan “musuh” dengan “Kasih”, maka Kasih mula-mula kisana itu akan terbit dimata Tuhan, karena mengasihi dan berusaha tidak menyakiti hari orang lain, berarti Kisana juga mengasihi Tuhan dan kisana tidak menyakiti HatiNya.

    Itu saja yang bisa saya bagikan untuk kisana, Mohon maaf sebesar-besarnya jika saya ada salah kata atau menyakiti hati kisana. supaya tidak terjadi kesalah pahaman. karena kita semua sama-sama belajar Firman Tuhan.
    Tuhan memberkati Kisana HHB, dan sodara yang lain nya. Amin.

  9. Alkitab mencatat ada dua macam pengucapan bahasa Roh, yaitu dalam bentuk bahasa Asing seperti yang terjadi pada di para murid ketika Pentakosta di Yerusalem, dan dalam bentuk ucapan-ucapan yang tidak bisa dipahami, seperti yang disebutkan di 1 Korintus 14.

    1. Bahasa Roh Berupa Bahasa Asing

    Untuk bahasa Roh yang berupa bahasa Asing adalah supaya orang yang mendengar bisa memahami kebenaran Firman Tuhan, bertobat dan diselamatkan, seperti pada peristiwa Pentakosta di Yerusalem dalam sehari tiga ribu orang bertobat.

    2. Bahasa Roh Yang Tidak Bisa Dipahami Ucapannya

    Bahasa Roh yang tidak bisa dipahami ucapannya ini masih dibagi lagi ke dalam dua kelompok, yang pertama bahasa Roh yang diucapkan dalam doa pribadi.

    a. Diucapkan Dalam Doa Pribadi

    Bahasa Roh yang muncul dalam doa pribadi tujuannya adalah untuk membangun dirinya sendiri. Bahasa Roh ini muncul tanpa dipikirkan oleh akal pikiran, yang menggerakkan lidah untuk mengucapkan kata-kata yang tidak dipahami. Pada saat itu, Roh Kudus dalam hati berkata-kata secara langsung kepada Allah Bapa di surga melalaui lidah anak Tuhan.

    “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri” (1 Korintus 14:4).

    b. Diucapkan Di Tengah Jemaat

    Jika bahasa Roh diucapkan di tengah jemaat, Firman Tuhan mengatur urutannya dengan jelas, yaitu dua orang atau sebanyak-banyaknya tiga orang, dan diucapkan bergantian seorang demi seorang. Setelah satu orang mengucapkan bahasa Roh maka harus ada orang yang menafsirkannya, sehingga semua jemaat mengetahui dengan jelas apa pesan Roh Kudus yang disampaikan untuk membangun jemaat.

    “Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.” (1 Korintus 14:27).

    Tetapi kalau tidak ada orang yang bisa menafsirkannya, Firman Tuhan berkata : “hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.” (1 Korintus 14:28)

    3. Kapan Bahasa Roh Diucapkan

    Bahasa Roh Kudus adalah bahasa yang diucapkan oleh Roh Kudus sendiri, yang waktu pengucapannya tidak bisa dipaksa atau ditentukan oleh akal pikiran manusia. Roh Kudus adalah Roh Allah yang sama sekali tidak tunduk kepada akal pikiran manusia yang berdosa. Roh Kudus hanya akan berkata-kata kapan saja Roh Allah menginginkannya, tidak ditentukan oleh waktu atau aturan manusia.

  10. “bicara seolah olah lembut tp otaknya ga ada isinya.mencoba nipu lagi.makanya kl blm pernah bc alkitab soal bshasa roh jng asbun biar ga dihajar”

    Oh jadi anda pengen hajar sy? Anda org kristen? Ragu saya, masa org kristen mau hajar org cm gara2 beda pendapat, memaksakan pendapat lagi, baru liat ane

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.