Hai hai sering berkata, “Biarkan Philip Mantofa menipu terus sampai membongkar tipuannya sendiri.” Itulah yang terjadi pada Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta. Philip Mantofa membongkar Tipuannya sendiri.
Orang-orang rebah karena disesatkan? Benar! Mereka rebah karena diajari sehingga meyakini barang siapa yang dijamah Roh Kudus harus rebah karena tidak rebah berarti menentang kuasa Roh Kudus atau tidak peka jamahan Roh Kudus. Itu sebabnya mereka rebah begitu diberi tahu dengan seruan “Touch!” bahwa dirinya sedang dijamah oleh Roh Kudus.
Untuk apa Philip Mantofa mengayunkan tangan sambil berteriak “Touch!”? Untuk memberi tahu anggota jemaat bahwa mereka sedang dijamah Roh Kudus. Apa jadinya bila Philip Mantofa tidak mengayunkan tangan sambil berteriak “Touch!”, namun berbisik di dalam hatinya kepada Roh Kudus agar menjamah mereka? Mustahil ada yang rebah!
Philip Mantofa fasih bahasa Jawa dan Roh Kudus mustahil tidak bisa berbahasa Jawa. Bila Philip Mantofa berteriak, “Cekelono!”, bahasa Jawa, artinya “Touch!” sambil mengayunkan tangannya, apakah mereka akan rebah atau terbahak-bahak?
Diurapi atau urapan palsu? Christos atau antichristos? Kristus atau antikristus? Yang belum teruji tidak boleh dipuji.
Kalimat-kalimat di atas tertulis dalam buku Bengcu Menggugat Teologi Alam Roh Di Mata Seorang Tionghoa Kristen halaman 78. Apa yang ditulis oleh hai hai bengcu itulah yang terjadi pada hari kedua Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta.
Pada saat itu Philip Mantofa melancarkan pukulan roh kudus tanpa meneriakan manteranya. Philip Mantofa juga mengganti mantranya dari “Touch!” menjadi “Received!” artinya “Terimalah!”
Yang terjadi adalah hal-hal berikut ini:
1. Orang-orang rebah padahal belum diberi perintah.
2. Tidak ada yang rebah karena Philip Mantofa tidak meneriakan mantera.
3. Tidak ada yang rebah ketika Philip Mantofa mengucapkan mantera baru, “RECEIVED!”
4. Philip Mantofa tidak mengucapkan mantera yang biasa dia ucapkan yaitu: “Touch!”
5. Anak-anak tidak rebah oleh pukulan roh kudus maupun sentuhan roh kudus.
6. Seorang anak lelaki membongkar penipuan rebah Philip Mantofa.
https://www.youtube.com/watch?v=mTOe88KKB1c
Kerabatku sekalian, silahkan nonton video yang merekam peristiwa Philip Mantofa membongkar tipuan pukulan roh kudus dan sentuhan roh kudusnya di atas. Setelah menontonnya, silahkan baca transkrip Video tersebut di bawah ini.
Menit ke 0:05: Philip Mantofa berkata, “Nyanyi sama saya. Jangan putus tangannya.” Maksud Philip Mantofa adalah semua yang hadir harus saling berpegangan tangan dan jangan ada yang melepaskannya.
Karena semua orang saling berpegangan tangan maka setiap orang yang rebah akan menyeret dua orang besertanya dan dua orang itu akan menarik dua orang lainnya untuk ikut rebah. Kenapa Philip Mantofa perlu memberi perintah demikian? Karena dalam acara kali ini tidak ada pasukan provokator rebah yang mendukungnya. Kalau anda nonton rekaman Myanmar for Jesus, di sana, banyak sekali anggota pasukan provokator rebah yang memakai kaos seragam aneka warna. Dalam acara kali ini pasukan demikian tidak ada.
Menit ke 0:20: Philip Mantofa kembali memberi perintah agar berpegangan tangan jangan putus.
Menit ke 0:32: Philip Mantofa berkata, “Aku persembahkan orang-orang muda ini kepadamu. Bangkitkan jenderal baru.”
Kerabatku sekalian, ucapan Philip Mantofa di atas benar-benar kurang ajar. Memangnya siapa dia sehingga berkuasa untuk mempersembahkan orang-orang muda itu? Orang-orang muda itu bukan hambanya juga bukan domba persembahannya.
Menit ke 1:03: Philip Mantofa kembali memberi perintah, “Jangan putus tangannya. Ada yang rebah tetap jangan putus!”
Menit ke 1:24: Ada yang REBAH padahal Philip Mantofa tidak memberi perintah, “Touch!” bahkan dia menghadap ke tempat lain. terjadi REBAH yang cukup banyak jumlahnya karena mereka memang saling berpegangan TANGAN dan DIPERINTAHKAN untuk TETAP bergandengan tangan meskipun ada yang REBAH. Itu sebabnya yang REBAH pun MINIMAL menyeret dua orang di sampingnya ikut REBAH dan kedua orang yang diseretnya menarik dua orang lainnya lalu mereka menimpa orang di belakangnya.
Menit ke 1:38: Philip mantofa berdiri di tepi panggung di bagian tengah. Dia memberi perintah untuk mengangkat tangan tinggi-tinggi. EMPAT kali dia mengulangi perintah agar mengangkat tangan TINGGI-TINGGI.
Untuk apa disuruh angkat tangan tinggi-tinggi? Agar mudah REBAH berjamaah. Orang-orang itu saling bergandengan tangan dan diperintah jangan dilepaskan meskipun ada yang REBAH. Dalam kondisi demikian bila ada yang REBAH maka dia akan MENYERET yang lainnya ke belakang. Orang yang sedang mengangkat tangannya tinggi-tingga PASTI rebah ketika ditarik ke belakang.
Menit ke 1:45: Philip Mantofa mengangkat tangannya yang memegang jas ke atas kemudian berteriak, “RECEIVED! namun TIDAK ada yang langsung REBAH seperti biasanya kalau dia berteriak ““Touch!” Setelah 3 detik berlalu sejak dia berteriam baru terjadi rebah di akhir menit ke 1:51. Hanya satu orang yang rebah lalu menyeret orang-orang lainnya
Kenapa TIDAK langsung REBAH? Karena Philip Mantofa menganti mantera “Touch!” yang biasa dia ucapkan dengan mantera baru yaitu “RECEIVED.” Orang banyak itu TIDAK tahu bahwa mantera “Touch!” sudah diganti dengan mantera baru, RECEIVED!”
Menit ke 1:59: Philip mantofa meninggalkan orang-orang yang tidak roboh itu. Dia bergeser ke bagian kiri panggung sambil memberi perintah agar semuanya angkat tangan. Dia mengulangi perintah “angkat tangan tinggi-tinggi!” sekali lagi lalu berjalan ke tepi panggung mendekati orang banyak.
Menit ke 2:09: Philip mengangkat tangan kanannya yang memegang jas dan berteriak, “RECEIVED!” Tidak ada yang REBAH. Dia lalu mengarahkan tangannya ke kumpulan orang di kanannya dan berteriak, “Roh!” Tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:14: Seorang gundul berseragam kaos hitam tidak bergandengan tangan dengan anggota pasukan penyanggah rebah, adalah bukti bahwa pangkatnya adalah koordinator lapangan (korlap). Dia memandang Philip keheranan. Nampaknay dia heran, kenapa tidak ada yang rebah? Kenapa Philip Mantofa yang biasanya sakti mandraguna kehilangan kesaktiannya? Kenapa pukulan roh kudusnya tidak berkuasa? Kenapa tidak mujarab?
Menit ke 2:18: Karena pukulan roh kudusnya gagal maka Philip Mantofa pun kembali bergerak ke kanan, ke bagian kiri panggung. Dia kembali memberi perintah agar semua orang MENGANGKAT tangannya tinggi-tinggi. Dia mengulangi perintahnya sekali lagi.
Menit ke 2:25: Philip Mantofa berteriak, “Dalam nama Yesus Holy spirit kuberikan padamu. Apa yang aku punya kuberikan kepadamu,” sambil melancarkan pukulan roh kudus dengan jasnya. Sayang, tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:31: Philip Mantofa berteriak, “Terimalah! Dalam Nama Yesus Kristus,” sambil mengayunkan jasnya. Namun tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:37: Philip Mantofa kembali mengangkat tangan kanannya yang memegang Jas. Namun tetap tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:41: Philip menurunkan tangannya lalu berbalik. Dia berlari ke bagian kanan panggung.
Menit ke 2:48: Philip memberi perintah, “Angkat tanganmu! Angkat! Angkat! Angkat tanganmu!”
Menit ke 2:54: Philip berkata, “Terimalah dalam nama Tuhan Yesus.” Pada saat ucapan, “TERIMA” belum selesai diucapkannya, beberapa orang langsung merebahkan diri menarik yang lainnya.
Menit ke 2:56: Philip Mantofa mengangkat tangan kanannya yang memegang jas lalu berteriak, “RECEIVED!” Namun tidak ada yang rebah. Sampai menit ke 3:03, tidak ada yang rebah. Seorang anggota pasukan penyanggah memandangnya heran. Philip Mantofa sendiri nampaknya bukan hanya heran namun PUTUS asa. Dia lalu bergerak meninggalkan tepi panggung ke tengah panggung.
Menit ke 3:09: Sambil mengangkat tangan kirinya menunjuk ke atas, Philip berkata, “Bawa anak kecil. Anak-anak SD. Elementary. Bawa ke atas panggung. Anak-anak kecil. Bawa ke atas panggung sekarang.” Philip lalu berjalan kembali ke pinggir panggung.
Menit ke 3:17: Philip melakukan pukulan roh kudus sekuat tenaga dengan mengayunkan tangan kanannya yang memegang jas, “Received!” teriaknya putus asa setelah melihat tidak ada yang rebah sama sekali. Dia lalu bergerak lagi ke bagian kiri panggung.
Menit ke 3:24: Philip Mantofa menggeser sesuatu nampaknya seperti kipas angin. Sementara itu anak-anak kecil pun mulai naik ke panggung.
Menit ke 4:27: Anak-anak sudah naik ke panggung dan berdiri berjajar. Philip Mantofa mendekati anak perempuan berbaju kuning yang sedang menangis tersedu-sedu. Dia memberi tanda kepada petugas penyanggah yang lalu menggiring anak itu maju ke depan mendekati Philip Mantofa.
Menit ke 4:32: Philip Mantofa mengangkat tangan kanannya siap untuk mengayunkannya melancarkan pukulan roh kudus. Namun dia ragu lalu mengurungkan niatnya itu. Dia lalu mendekati anak perempuan itu dan memegang dagunya dan mengerahkan kekuatan sentuhan roh kudus. Dia mengangkat dagu anak itu sambil mendorongnya ke kelakang. Itulah cara dia memberi tahu anak itu agar rebah. Anak itu menurutinya dengan rebah.
Menit ke 4:48: Ketika Philip berjalan ke kanan meninggalkan anak rebah itu, seorang anak yang baru naik ke panggung masuk ke dalam barisan sementara seorang petugas perempuan mendorong anak perempuan berbaju hitam ke depan. Philip Mantofa langsung mengayunkan tangan kirinya melancarkan pukulan roh kudus. Anak itu bengong lalu melangkah mundur lalu merebahkan diri. Jelas sekali gerakan rebahnya telat. Kenapa dia telat rebah? Karena Philip Mantofa tidak meneriakan manteranya, “Touch!”
Menit ke 5:01: Philip Mantofa memberi tanda agar petugas membawa kepadanya seorang anak lelaki yang sedang menangis. Philip memegang kepala anak itu dengan tangan kiri lalu merangkul lehernya dengan tangan kiri.
Menit ke 5:10: Philip Mantofa memberi tanda kepada band untuk menghentikan musik dan lagunya.
Menit 5:14: Philip berkata, “Lihat anak ini bergetar dalam kuasa roh. Lihat anak ini bergetar dalam kuasa roh kudus.”
Menit ke 5:24: Philip berkata, “Anak kecil tidak pura-pura,” dia lalu meniup kepala anak itu dan mengangkat tangannya dari bahu anak itu. Anak itu pun merebahkan diri disambut petugas dibelakangnya.
Menit 5:33: Philip begerak mendekati anak perempuan berbaju coklat yang sedang menangis tersedu-sedu. Dia mendekatkan mic ke anak itu namun menoleh ke kanan. Nampak bahwa sesungguhnya philip ingin bertanya kepada anak itu. Namun ketika dia menatap anak itu untuk bertanya, anak itu langsung merebahkan diri. Rohh kudus kecepatan menjamah? Saya tidak tahu.
Menit ke 5:42: Philip mendekatkan mic ke gadis berbaju hijau tua di sebelah gadis kecil yang keburu rebah sebelum diperintah tadi. Gdis kecil itu sedang menangis tersedu-sedu. Philip langsung bertanya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu tersedu-sedu.
Menit ke 5:45: Philip mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu diam.
Menit ke 5:47: Philip mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu tersedu dan menjawab, “Holly Spirit!” Philip mendorong kedua tangan anak itu yang terangkap di dadanya sambil berkata, “Holly spirit, that right!” anak itu pun rebah.
Menit 5:52: Philip berbalik lalu bergerak ke kiri panggung sambil berkata, “That right. that right.” Dia mencari sasaran baru sambil memberi perintah, “Angkat tanganmu anak-anak.” Anak-anak di depannya tidak mematuhinya. Dia terus bergerak ke kanan dan melihat anak-anak yang mengangkat tangannya.
Menit ke 6:01: Philip mendorong satu anak yang lengah hingga rebah. Dia terus bergerak ke kiri sampai di ujung barisan namun tidak ada anak-anak yang siap direbahkan. Semuanya anak-anak itu menatapnya lugu. Dia lalu berbalik dan bergerak ke kanan barisan.
Menit ke 6:25: Philip memberi tanda kepada petugas lalu melancarkan pukulan roh kudus kepada anak perempuan yang berdiri tenang di belakang. Anak itu tidak rebah. Yang merebahkan diri justru anak di barisan depan, di sebelah kanan yang tidak dipukulnya.
Menit ke 6:29: Philip memberi tanda kepada petugas kemudian mengayunkan pukukan roh kudus dengan tangan kanan. Anak berbaju biru itu merebahkan diri disambut petugas di belakangnya.
Menit ke 6:36: Philip Mantofa melancarkan pukulan roh kudus kepada gadis kecil berbaju hijau. Petugas memegang gadis itu namun dia sama sekali tidak roboh. Dia berdiri tegak dan tenang-tenang saja.
Menit ke 6:46: Philip mendekati gadis kecil berbaju coklat. Dia menumpangkan tangan ke kepala gadis itu dan mendorongnya lembut. Gadis itu kehilangan keseimbangan lalu melangkah mundur dan berdiri tegak. Dia tidak rebah. Philip meninggalkannya diikuti petugas penyanggah.
Menit ke 6:57: Philip memberi tanda agar petugas membawa seornag gadis kecil ke dapan. Philip memegang dagunya dengan sentuhan roh kudus namun dia tigak rebah. Philip mendorongnya hingga kehilangan keseimbangan namun dia mundur dan tidak rebah. Philip kembali mendorongnya. Dia kehilangan keseimbangan ketika mundur menabrak petugas yang jongkok di belakangnya. Petugas itu langsung menangkapnya dan merebahkannya.
Menit ke 7:17: Philip memberi tanda agar gadis berbaju merah maju ke depan. Gadis itu hanya tersenyum namun menolak maju. Philip lalu memberi tanda kepada gadis lainnya yang berbaju orange kecoklatan. Gadis kecil itu pun maju ke depan.
Menit ke 7:21: Philip menyuruh gadis itu mengulurkan tangannya. Gadis itu pun mengulurkan tangannya dengan lugu dan Philip menyambutnya dengan sentuhan roh kudus. Gadis itu tenang-tenang saja. Philip maju mendekat, mengangkat tangan gadis itu dan meniupnya dengan hembusan roh kudus. Namun gadis itu menatap philip tenang-tenang saja. Philip lalu melepaskan tangannya dan membelai pipi gadis itu kemudian meninggalkannya. Dia gagal makanya mencari sasaran lain.
Menit ke 7:47: Philip Mantofa mengayunkan tangan kanannya melancarkan pukulan roh kudus. Namun anak lelaki berbaju hijau itu tenang-tenang saja. Dia tidak rebah.
Menit ke 7:52: Sorang anak lelaki berkaca mata, berbaju putih garis garis hijau menunjukkan minat. Philip pun mendekatinya lalu memegang dagunya melancarkan sentuhan roh kudus. Tangan kanannya mendorong sehingga anak itu hilang keseimbangan. Philip mengambil botol air di tangan anak itu karena yakin anak itu pasti rebah. EIT ….! Anak itu tidak rebah. Philip memegang dagunya kembali dan mengangkatnya ke atas sambil mendorongnya ke belakang. Anak itu kehilangan kesimbangan dan hampir rebah namun secara reflek dia melangkah mundur sehingga mendapatkan kesimbanganya kembali. Anak itu ketawa demikian juga Philip Mantofa dan anak -anak di sekitarnya. Philip lalu menumpangkan tangan ke kepala anak itu dan mendorongnya. Anak itu kehilangan keseimbangan namun entah bagaimana dia mendapatkan keseimbangannya kembali. Philip Manofa pun meninggalkannya dan anak itu berdiri santai namun kokoh.
Menit ke 8:16: Philip Mantofa menumpangkan tangan ke atas kepala seorang anak kecil yang digendong seorang perempuan. Anak itu menggeliat dan menggerakkan kepalanya mengelak dari tangan Philip. Philip pun menjauhinya. Mungkin dia takut anak itu nangis bila dia terus memegangi kepalanya.
Menit ke 8:22: Philip bergerak ke kiri. Para petugas mengikutinya. Philip berkata, “Nggak. Nggak. Doakan mereka sekarang. Every one pray. Doain mereka. Doakan mereka.” Ha ha ha ha … nampaknya Philip Mantofa KAPOK karena kebanyakan anak-anak itu masih lugu namun jujur. Mereka tidak akan pura-pura rebah dijamah roh kudus.
Menit ke 8:34: Philip Mantofa berjalan meninggalkan anak-anak itu sambil berkata, “Pray for them. Pray for them.” Dia bergerak mendekati pinggir panggung. Nampak sekali dia hendak melancarkan pukulan roh kudus lagi namun JERIH.
Menit ke 8:53: Tiba-tiba Philip menunjuk seseorang dan menyuruhnya naik ke panggung. Dia mengulangi menyuruh orang itu naik ke panggung.
Menit ke 9:06: seorang ABG perempuan berbaju hijau telur asin naik ke atas. Begitu dia mendekat Philip segera mengaayunkan pukulan roh kudusnya dengan tangan kanan yang memegang mic. Gadis itu tidak roboh namun menangis tersedu-sedu. Philip berjalan mendekatinya lalu meremas bahunya dengan tangan kanan dan menepuk-nepuknya berberapa kali namun gadis itu tidak terpengaruh sentuhan dan tepukan roh kudus. Dia tidak rebah.
Menit ke 9:24: Philip kembali menunjuk seseorang di bawah panggung dan menyuruhnya naik.
Menit ke 9:30: Seorang pemuda berkaus merah naik ke panggung disambut petugas dan dibawa ke sebelah kanan Philip. Dengan kesal Philip pun melancarkan pukulan dan dorongan roh kudus ke dada pemuda itu yang langsung melangkah mundur dan rebah. Philip mendekatinya namun pemuda itu telentdang diam. Philip pun meninggalkannya dan tidak melakukan apa-apa lagi sampai musik selesai dan video habis.
Kesimpulan:
Kerabatku sekalian, setelah membaca transkrip videonya, silahkan kembali menonton rekamannya untuk menguji apakah transkrip tersebut benar adanya? Philip Mantofa akhirnya membongkar TIPUANNYA sendiri. Ha ha ha ha ….
Kerabatku sekalian, izinkan saya menasehati anda. Jangan berlagak dijamah roh kudus lalu pura-pura rebah. Tindakan demikian memang menghindarkan anda dari TUDUHAN: “Ada dosa yang belum diakui makanya tidak dijamah roh kudus. Ada dosa yang belum diakui makanya mengeraskan hati.” Namun perbuatan demikian, bukan hanya MENIPU manusia namun juga MENIPU Roh Kudus bahkan Allah Bapa.”
Ingatlah kisah Ananias dan istrinya Safira yang REBAH lalu MATI karena Petrus MENDAKWA mereka telah MENDUSTAI Roh Kudus dan Allah Bapa. Anda tidak takut?
Jadi gimana caranya untuk ke BAPA lewat Yesus? Emangnya Bapaknya Yesus itu siapa ya? Yusuf kan? ha ha ha …
Ok pak , sampai disini dulu ya diskusi nya …terima kasih atas artikel yang anda berikan . Lepas dari artikel ini memberkati atau tidak memberkati semua berpulang kepada sejauh mana anda bergaul , kenal dan berhubungan dengan Tuhan secara pribadi . Sbab Tuhan itu juga seorang pribadi sebenarnya gak susah susah amat mengenal Dia asalkan kita mau membuka hati , membaca dan menerima kebenaran Firman Tuhan melalui alkitab dan tentunya minta pimpinan Roh Kudus dengan rendah hati supaya dapat dibukakan pemahaman pemahaman yang baru yang berguna buat kita juga secara pribadi . Saya adalah orang yang percaya alkitab bilamana makin dibuka , makin digali maka akan ada sesuatu yang mungkin belum pernah kita ketahui selama ini . Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati Ko Hai Hai . Terima kasih
Jangan hanya memuji-muji alkitab namun BACALAH. Saya sudah baca alkitab lebih dari 100 kali. Anda juga bisa melakukannya kalau mau. Memuji muji alkitab tanpa MEMBACANYA? Itu namanya MuNAFIK. kembali kasih.
Anda memiliki sikap hati yang benar kawan. jangan mau terprovokasi orang ini apalagi mendengarkan dia.
Mesias namanya Imanuel??. Bikin ajaran baru gan?.
Di suatu kelas sekolah minggu…
Mesias dalam bahasa lain apa anak anak. KRISTOS bu, CHRIST bu, HA MASCHIAH bu. Artiinya apa anak anak? Juru Selamat bu. Knapa disebut Mesias anak anak? Karena dia menyelamatkan bu guru. Dengan apa anak anak? ,dengan salib Bu?. Siapa yang disalib? Yesus dong bu. Jadi yang dapat gelar Mesias siapa anak anak? Yesus yang di surga Bu. Yesus di bumi (sebelum penyaliban) mesias apa tidak? tidak bu. Bayi Yesus disalib ga? Tidak.
Bayi Yesus Mesias? Ya tidak dong bu. Gmana seh ibu ini.
Imanuel artinya apa anak anak? Tuhan beserta kita. Bayi Yesus itu siapa? Tuhan mengambil rupa manusia. Bayi Yesus Imanuel?. Jelas dong karena Tuhan yang di atas turun ke bumi, dekat dengan manusia.
Yesus sekarang di mana anak anak?. Di surga bu. Bu, saya mau tanya kalau gitu siapa yang dapat gelar Imanuel bu?. Mari buka alkitab anak anak ya.
Yohanes 14:15-18
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”
Sudah anak anak? sudah bu. Garis bawahi kata menyertai tadi ya anak anak. Tadi Imanuel artinya apa anak anak?. Tuhan beserta kita bu. Roh kudus tugasnya apa anak anak?menyertai kita Bu. Roh Kudus itu siapa anak anak? Roh Tuhan Bu. Bisa disimpulkan Roh Kudus itu Roh Tuhan, tugasnya menyertai, berarti ROH KUDUS itu?.. (serempak) IMANUEL Bu….
Kalau ada yang bilang Mesias sama dengan Imanuel gmana anak2?. Diajakin ke sekolah minggu saja Bu, biar paham..
Pinter anak anak Bu guru ini.
Pada nonton film the sacrament deh pada, cerita tentang rev. jim jones yang berhasil membawa jemaatnya terpengaruh untuk masuk surga dengan meminum racun dan menewaskan 900 jiwa lebih pengikutnya termasuk anak-anak/bayi. cerita bagus sebagai wake up call untuk bisa menerima fakta mengenai betapa mudah ajaran2 alkitab di putar balikkan untuk kejahatan. atau cerita david koresh yang mengganggap dirinya sebagai nabi terakhir yang berakhir tragis juga, dan akan ada filmnya juga. Kita harus mulai sadar dari sekarang.
Sobat yg dikasihi Yesus Kristus, ijinkan saya memberi pendapat ttg topik diatas. Saya ambil saja dasar Firman Tuhan Matius 7:1-29. Saya sepakat bahwa segala sesuatu harus diuji terlebih dahulu.
Ada bbrpa hal dlm Mat 7 ini,
1.Hal menghakimi,ukuran yg dipakai akan diukurkan juga kepda kit.
2. Hal yg kudus dan berharga, kita harus bijaksana dlm mengambil keputusan spy Tuhan dimuliakan terus dlm hidup kita.
3. Hal pengabulan doa dmana Tuhan akan memberi apa yg kita minta sesuai dgn kehendak dan rencanaNya.
4. Jalan yg benar tdklah mudah dilalui karen harus melewati proses kehidupan yg tdk mudah. Tapi janjiNya, Dia akan tetap menuntun langkah kita.
5. Pengajaran yg sesat, dmana Tuhan mencari orang yg sungguh2 rindu mengenal Tuhan dan bergaul dgn Tuhan. Karena tdk semua orang yg melakukan pekerjaan Tuhan atau melakukan mujizat demi nama Tuhan tetap setia bergaul karib dan mengiringi Tuhan sampai akhir.
Dari perenungan saya diatas bahwa yg terjadi diakhir zaman ini kuasa Tuhan semakin bergerak dgn cara yg tidak pernah kita pikirkan. Tapi inti dari semuanya Nama Yesus Kristus yg ditinggikan. Nah, utk membedakan mana yg dari Tuhan dan mana yg tdk adalah apakah segala yg kita lakukan memuliakan Tuhan Yesus atau tidak. Saya juga tdk sependapat jika orang melihat segala sesuatu dgn kacamata pribadi, perlu sekali setiap pengajaran itu diteguhkan oleh bbrpa anak2 Tuhan. Tapi yg harus kita jaga juga yaitu jangan sampai kita salah menilai apa yg org lakukan bagi Tuhan. Sejujur manusia tdk ada yg sempurna, namun ajaran ttg kasih Kristus dmana kita hidup saling mengasihi, saling menegur dlm kasih, dan saling mendoakan. Semuanya dgn tujuan utk menuntun gerejaNya menjadi sempurna. Masing2 Tuhan sdh memberi karunia yg berbeda bukan utk saling menjatuhkan melainkan saling membangun supaya seluruh kepenuhan Kristus nyata dlm gerejaNya. Dan kebenaran sejati adalah dari buah2 kebenaran yg dihasilkan.
Akan lebih baik kalau ada sesuatu yg Tuhan nyatakan kepada kita ttg seseorang kita sampaikan langsung kepada org tsb. Apalagi sesama anak2 Tuhan. Kalau kita sdh lakukan tp ybs tdk dengar. Ya kita berdoa buat dia. Yang penting kita sdh lakukan yg menjadi bagian kita dan Tuhan melakukan yg selanjutNya.
Soal “rebah dlm roh” saya setuju kalau itu tdk perlu dipaksakan. Dari pengalaman hidup saya Tuhan pernah membuat saya jatuh tanpa seorangpun didekat saya. Saat itu kemuliaan Tuhan membuat saya tdk kuat berdiri. Memang terjadi saat saya berdoa sendiri. Tapi pernah juga ketika saya masuk ruangan dimana ada bbrapa teman berdoa dan menyembah Tuhan, saya juga mengalami kasih yg luar biasa sampai saya jatuh dan dipenuhi dgn sukacita yg luar biasa, tanpa ada orang yg menyentuh dan meletakkan tangan. Satu hal yg sangat penting juga, kita tidak tau apa yg terjadi dgn orang yg lagi mengalami kuasa Tuhan, hanya dia dan Tuhan yg tau. Tapi sikap kita tidak boleh begitu mudah mengatakan sesat kpd apa yg menjadi pengalaman orang lain. Dari buahnya kita bisa lihat apakah nama Tuhan dimuliakan atau tidak. Amin
Kisanak, bertindaklah. Anda sudah tahu tulisan saya ini kan? Tolong print dan sampaikan secara PRIBADI ke Philip Mantofa dong. Kalau anda mau HEPPY nggak ketulungan, coba pakai narkoba.
Pak, saya bole bertanya? Apa bpk sdh pernah bertemu tatap muka dengan pak Philip? N berkata bahwa dia melakukan penipuan? Klo memang dia melakukan penipuan hendaknya langkah awal adalah menegurnya secara langsung, agar dia bertobat. Kalau lewat blog seperti ini 1:100000000000 dia mungkin baca tapi penipuannya akan berjalan terus, kalau dia tetap menyatakan dirinya benar anda boleh menantang dia… Apakah bapak tidak rindu untuk mencari domba yang hilang? Thx Gbu
Saya percaya setiap orang yang menerima Yesus Kristus dan melakukan kebenaran, Roh Kudus tinggal di dlm dia. Semua kita punya tugas untuk melakukan pekerjaan Tuhan utk membritakan injil spy nama Yesus dimuliakan. Kalau Roh Kudus menyatakan sesuatu di dlm hati kita ttg suatu kebenaran, kewajiban kita menyampaikannya. Nah, jika Firman itu utk hamba Tuhan, kita bisa menyampaikan langsung krn kita sama2 anggota keluarga kerajaan Tuhan. Kita bukanlah “pengamat” dlm pekerjaan Tuhan, tetapi kita mrpkn bagian dari pekerjaan Tuhan. Pengamat hanya berkomentar dari yg dia lihat tapi tidak terlibat didlmnya. Kalau Roh Kudus selalu berkarya dgn cara2 yg tdk kita pikirkan sebelumnya, tetapi selalu diteguhkan oleh bbpa anak Tuhaan.