Hai hai sering berkata, “Biarkan Philip Mantofa menipu terus sampai membongkar tipuannya sendiri.” Itulah yang terjadi pada Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta. Philip Mantofa membongkar Tipuannya sendiri.
Orang-orang rebah karena disesatkan? Benar! Mereka rebah karena diajari sehingga meyakini barang siapa yang dijamah Roh Kudus harus rebah karena tidak rebah berarti menentang kuasa Roh Kudus atau tidak peka jamahan Roh Kudus. Itu sebabnya mereka rebah begitu diberi tahu dengan seruan “Touch!” bahwa dirinya sedang dijamah oleh Roh Kudus.
Untuk apa Philip Mantofa mengayunkan tangan sambil berteriak “Touch!”? Untuk memberi tahu anggota jemaat bahwa mereka sedang dijamah Roh Kudus. Apa jadinya bila Philip Mantofa tidak mengayunkan tangan sambil berteriak “Touch!”, namun berbisik di dalam hatinya kepada Roh Kudus agar menjamah mereka? Mustahil ada yang rebah!
Philip Mantofa fasih bahasa Jawa dan Roh Kudus mustahil tidak bisa berbahasa Jawa. Bila Philip Mantofa berteriak, “Cekelono!”, bahasa Jawa, artinya “Touch!” sambil mengayunkan tangannya, apakah mereka akan rebah atau terbahak-bahak?
Diurapi atau urapan palsu? Christos atau antichristos? Kristus atau antikristus? Yang belum teruji tidak boleh dipuji.
Kalimat-kalimat di atas tertulis dalam buku Bengcu Menggugat Teologi Alam Roh Di Mata Seorang Tionghoa Kristen halaman 78. Apa yang ditulis oleh hai hai bengcu itulah yang terjadi pada hari kedua Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta.
Pada saat itu Philip Mantofa melancarkan pukulan roh kudus tanpa meneriakan manteranya. Philip Mantofa juga mengganti mantranya dari “Touch!” menjadi “Received!” artinya “Terimalah!”
Yang terjadi adalah hal-hal berikut ini:
1. Orang-orang rebah padahal belum diberi perintah.
2. Tidak ada yang rebah karena Philip Mantofa tidak meneriakan mantera.
3. Tidak ada yang rebah ketika Philip Mantofa mengucapkan mantera baru, “RECEIVED!”
4. Philip Mantofa tidak mengucapkan mantera yang biasa dia ucapkan yaitu: “Touch!”
5. Anak-anak tidak rebah oleh pukulan roh kudus maupun sentuhan roh kudus.
6. Seorang anak lelaki membongkar penipuan rebah Philip Mantofa.
https://www.youtube.com/watch?v=mTOe88KKB1c
Kerabatku sekalian, silahkan nonton video yang merekam peristiwa Philip Mantofa membongkar tipuan pukulan roh kudus dan sentuhan roh kudusnya di atas. Setelah menontonnya, silahkan baca transkrip Video tersebut di bawah ini.
Menit ke 0:05: Philip Mantofa berkata, “Nyanyi sama saya. Jangan putus tangannya.” Maksud Philip Mantofa adalah semua yang hadir harus saling berpegangan tangan dan jangan ada yang melepaskannya.
Karena semua orang saling berpegangan tangan maka setiap orang yang rebah akan menyeret dua orang besertanya dan dua orang itu akan menarik dua orang lainnya untuk ikut rebah. Kenapa Philip Mantofa perlu memberi perintah demikian? Karena dalam acara kali ini tidak ada pasukan provokator rebah yang mendukungnya. Kalau anda nonton rekaman Myanmar for Jesus, di sana, banyak sekali anggota pasukan provokator rebah yang memakai kaos seragam aneka warna. Dalam acara kali ini pasukan demikian tidak ada.
Menit ke 0:20: Philip Mantofa kembali memberi perintah agar berpegangan tangan jangan putus.
Menit ke 0:32: Philip Mantofa berkata, “Aku persembahkan orang-orang muda ini kepadamu. Bangkitkan jenderal baru.”
Kerabatku sekalian, ucapan Philip Mantofa di atas benar-benar kurang ajar. Memangnya siapa dia sehingga berkuasa untuk mempersembahkan orang-orang muda itu? Orang-orang muda itu bukan hambanya juga bukan domba persembahannya.
Menit ke 1:03: Philip Mantofa kembali memberi perintah, “Jangan putus tangannya. Ada yang rebah tetap jangan putus!”
Menit ke 1:24: Ada yang REBAH padahal Philip Mantofa tidak memberi perintah, “Touch!” bahkan dia menghadap ke tempat lain. terjadi REBAH yang cukup banyak jumlahnya karena mereka memang saling berpegangan TANGAN dan DIPERINTAHKAN untuk TETAP bergandengan tangan meskipun ada yang REBAH. Itu sebabnya yang REBAH pun MINIMAL menyeret dua orang di sampingnya ikut REBAH dan kedua orang yang diseretnya menarik dua orang lainnya lalu mereka menimpa orang di belakangnya.
Menit ke 1:38: Philip mantofa berdiri di tepi panggung di bagian tengah. Dia memberi perintah untuk mengangkat tangan tinggi-tinggi. EMPAT kali dia mengulangi perintah agar mengangkat tangan TINGGI-TINGGI.
Untuk apa disuruh angkat tangan tinggi-tinggi? Agar mudah REBAH berjamaah. Orang-orang itu saling bergandengan tangan dan diperintah jangan dilepaskan meskipun ada yang REBAH. Dalam kondisi demikian bila ada yang REBAH maka dia akan MENYERET yang lainnya ke belakang. Orang yang sedang mengangkat tangannya tinggi-tingga PASTI rebah ketika ditarik ke belakang.
Menit ke 1:45: Philip Mantofa mengangkat tangannya yang memegang jas ke atas kemudian berteriak, “RECEIVED! namun TIDAK ada yang langsung REBAH seperti biasanya kalau dia berteriak ““Touch!” Setelah 3 detik berlalu sejak dia berteriam baru terjadi rebah di akhir menit ke 1:51. Hanya satu orang yang rebah lalu menyeret orang-orang lainnya
Kenapa TIDAK langsung REBAH? Karena Philip Mantofa menganti mantera “Touch!” yang biasa dia ucapkan dengan mantera baru yaitu “RECEIVED.” Orang banyak itu TIDAK tahu bahwa mantera “Touch!” sudah diganti dengan mantera baru, RECEIVED!”
Menit ke 1:59: Philip mantofa meninggalkan orang-orang yang tidak roboh itu. Dia bergeser ke bagian kiri panggung sambil memberi perintah agar semuanya angkat tangan. Dia mengulangi perintah “angkat tangan tinggi-tinggi!” sekali lagi lalu berjalan ke tepi panggung mendekati orang banyak.
Menit ke 2:09: Philip mengangkat tangan kanannya yang memegang jas dan berteriak, “RECEIVED!” Tidak ada yang REBAH. Dia lalu mengarahkan tangannya ke kumpulan orang di kanannya dan berteriak, “Roh!” Tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:14: Seorang gundul berseragam kaos hitam tidak bergandengan tangan dengan anggota pasukan penyanggah rebah, adalah bukti bahwa pangkatnya adalah koordinator lapangan (korlap). Dia memandang Philip keheranan. Nampaknay dia heran, kenapa tidak ada yang rebah? Kenapa Philip Mantofa yang biasanya sakti mandraguna kehilangan kesaktiannya? Kenapa pukulan roh kudusnya tidak berkuasa? Kenapa tidak mujarab?
Menit ke 2:18: Karena pukulan roh kudusnya gagal maka Philip Mantofa pun kembali bergerak ke kanan, ke bagian kiri panggung. Dia kembali memberi perintah agar semua orang MENGANGKAT tangannya tinggi-tinggi. Dia mengulangi perintahnya sekali lagi.
Menit ke 2:25: Philip Mantofa berteriak, “Dalam nama Yesus Holy spirit kuberikan padamu. Apa yang aku punya kuberikan kepadamu,” sambil melancarkan pukulan roh kudus dengan jasnya. Sayang, tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:31: Philip Mantofa berteriak, “Terimalah! Dalam Nama Yesus Kristus,” sambil mengayunkan jasnya. Namun tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:37: Philip Mantofa kembali mengangkat tangan kanannya yang memegang Jas. Namun tetap tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:41: Philip menurunkan tangannya lalu berbalik. Dia berlari ke bagian kanan panggung.
Menit ke 2:48: Philip memberi perintah, “Angkat tanganmu! Angkat! Angkat! Angkat tanganmu!”
Menit ke 2:54: Philip berkata, “Terimalah dalam nama Tuhan Yesus.” Pada saat ucapan, “TERIMA” belum selesai diucapkannya, beberapa orang langsung merebahkan diri menarik yang lainnya.
Menit ke 2:56: Philip Mantofa mengangkat tangan kanannya yang memegang jas lalu berteriak, “RECEIVED!” Namun tidak ada yang rebah. Sampai menit ke 3:03, tidak ada yang rebah. Seorang anggota pasukan penyanggah memandangnya heran. Philip Mantofa sendiri nampaknya bukan hanya heran namun PUTUS asa. Dia lalu bergerak meninggalkan tepi panggung ke tengah panggung.
Menit ke 3:09: Sambil mengangkat tangan kirinya menunjuk ke atas, Philip berkata, “Bawa anak kecil. Anak-anak SD. Elementary. Bawa ke atas panggung. Anak-anak kecil. Bawa ke atas panggung sekarang.” Philip lalu berjalan kembali ke pinggir panggung.
Menit ke 3:17: Philip melakukan pukulan roh kudus sekuat tenaga dengan mengayunkan tangan kanannya yang memegang jas, “Received!” teriaknya putus asa setelah melihat tidak ada yang rebah sama sekali. Dia lalu bergerak lagi ke bagian kiri panggung.
Menit ke 3:24: Philip Mantofa menggeser sesuatu nampaknya seperti kipas angin. Sementara itu anak-anak kecil pun mulai naik ke panggung.
Menit ke 4:27: Anak-anak sudah naik ke panggung dan berdiri berjajar. Philip Mantofa mendekati anak perempuan berbaju kuning yang sedang menangis tersedu-sedu. Dia memberi tanda kepada petugas penyanggah yang lalu menggiring anak itu maju ke depan mendekati Philip Mantofa.
Menit ke 4:32: Philip Mantofa mengangkat tangan kanannya siap untuk mengayunkannya melancarkan pukulan roh kudus. Namun dia ragu lalu mengurungkan niatnya itu. Dia lalu mendekati anak perempuan itu dan memegang dagunya dan mengerahkan kekuatan sentuhan roh kudus. Dia mengangkat dagu anak itu sambil mendorongnya ke kelakang. Itulah cara dia memberi tahu anak itu agar rebah. Anak itu menurutinya dengan rebah.
Menit ke 4:48: Ketika Philip berjalan ke kanan meninggalkan anak rebah itu, seorang anak yang baru naik ke panggung masuk ke dalam barisan sementara seorang petugas perempuan mendorong anak perempuan berbaju hitam ke depan. Philip Mantofa langsung mengayunkan tangan kirinya melancarkan pukulan roh kudus. Anak itu bengong lalu melangkah mundur lalu merebahkan diri. Jelas sekali gerakan rebahnya telat. Kenapa dia telat rebah? Karena Philip Mantofa tidak meneriakan manteranya, “Touch!”
Menit ke 5:01: Philip Mantofa memberi tanda agar petugas membawa kepadanya seorang anak lelaki yang sedang menangis. Philip memegang kepala anak itu dengan tangan kiri lalu merangkul lehernya dengan tangan kiri.
Menit ke 5:10: Philip Mantofa memberi tanda kepada band untuk menghentikan musik dan lagunya.
Menit 5:14: Philip berkata, “Lihat anak ini bergetar dalam kuasa roh. Lihat anak ini bergetar dalam kuasa roh kudus.”
Menit ke 5:24: Philip berkata, “Anak kecil tidak pura-pura,” dia lalu meniup kepala anak itu dan mengangkat tangannya dari bahu anak itu. Anak itu pun merebahkan diri disambut petugas dibelakangnya.
Menit 5:33: Philip begerak mendekati anak perempuan berbaju coklat yang sedang menangis tersedu-sedu. Dia mendekatkan mic ke anak itu namun menoleh ke kanan. Nampak bahwa sesungguhnya philip ingin bertanya kepada anak itu. Namun ketika dia menatap anak itu untuk bertanya, anak itu langsung merebahkan diri. Rohh kudus kecepatan menjamah? Saya tidak tahu.
Menit ke 5:42: Philip mendekatkan mic ke gadis berbaju hijau tua di sebelah gadis kecil yang keburu rebah sebelum diperintah tadi. Gdis kecil itu sedang menangis tersedu-sedu. Philip langsung bertanya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu tersedu-sedu.
Menit ke 5:45: Philip mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu diam.
Menit ke 5:47: Philip mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu tersedu dan menjawab, “Holly Spirit!” Philip mendorong kedua tangan anak itu yang terangkap di dadanya sambil berkata, “Holly spirit, that right!” anak itu pun rebah.
Menit 5:52: Philip berbalik lalu bergerak ke kiri panggung sambil berkata, “That right. that right.” Dia mencari sasaran baru sambil memberi perintah, “Angkat tanganmu anak-anak.” Anak-anak di depannya tidak mematuhinya. Dia terus bergerak ke kanan dan melihat anak-anak yang mengangkat tangannya.
Menit ke 6:01: Philip mendorong satu anak yang lengah hingga rebah. Dia terus bergerak ke kiri sampai di ujung barisan namun tidak ada anak-anak yang siap direbahkan. Semuanya anak-anak itu menatapnya lugu. Dia lalu berbalik dan bergerak ke kanan barisan.
Menit ke 6:25: Philip memberi tanda kepada petugas lalu melancarkan pukulan roh kudus kepada anak perempuan yang berdiri tenang di belakang. Anak itu tidak rebah. Yang merebahkan diri justru anak di barisan depan, di sebelah kanan yang tidak dipukulnya.
Menit ke 6:29: Philip memberi tanda kepada petugas kemudian mengayunkan pukukan roh kudus dengan tangan kanan. Anak berbaju biru itu merebahkan diri disambut petugas di belakangnya.
Menit ke 6:36: Philip Mantofa melancarkan pukulan roh kudus kepada gadis kecil berbaju hijau. Petugas memegang gadis itu namun dia sama sekali tidak roboh. Dia berdiri tegak dan tenang-tenang saja.
Menit ke 6:46: Philip mendekati gadis kecil berbaju coklat. Dia menumpangkan tangan ke kepala gadis itu dan mendorongnya lembut. Gadis itu kehilangan keseimbangan lalu melangkah mundur dan berdiri tegak. Dia tidak rebah. Philip meninggalkannya diikuti petugas penyanggah.
Menit ke 6:57: Philip memberi tanda agar petugas membawa seornag gadis kecil ke dapan. Philip memegang dagunya dengan sentuhan roh kudus namun dia tigak rebah. Philip mendorongnya hingga kehilangan keseimbangan namun dia mundur dan tidak rebah. Philip kembali mendorongnya. Dia kehilangan keseimbangan ketika mundur menabrak petugas yang jongkok di belakangnya. Petugas itu langsung menangkapnya dan merebahkannya.
Menit ke 7:17: Philip memberi tanda agar gadis berbaju merah maju ke depan. Gadis itu hanya tersenyum namun menolak maju. Philip lalu memberi tanda kepada gadis lainnya yang berbaju orange kecoklatan. Gadis kecil itu pun maju ke depan.
Menit ke 7:21: Philip menyuruh gadis itu mengulurkan tangannya. Gadis itu pun mengulurkan tangannya dengan lugu dan Philip menyambutnya dengan sentuhan roh kudus. Gadis itu tenang-tenang saja. Philip maju mendekat, mengangkat tangan gadis itu dan meniupnya dengan hembusan roh kudus. Namun gadis itu menatap philip tenang-tenang saja. Philip lalu melepaskan tangannya dan membelai pipi gadis itu kemudian meninggalkannya. Dia gagal makanya mencari sasaran lain.
Menit ke 7:47: Philip Mantofa mengayunkan tangan kanannya melancarkan pukulan roh kudus. Namun anak lelaki berbaju hijau itu tenang-tenang saja. Dia tidak rebah.
Menit ke 7:52: Sorang anak lelaki berkaca mata, berbaju putih garis garis hijau menunjukkan minat. Philip pun mendekatinya lalu memegang dagunya melancarkan sentuhan roh kudus. Tangan kanannya mendorong sehingga anak itu hilang keseimbangan. Philip mengambil botol air di tangan anak itu karena yakin anak itu pasti rebah. EIT ….! Anak itu tidak rebah. Philip memegang dagunya kembali dan mengangkatnya ke atas sambil mendorongnya ke belakang. Anak itu kehilangan kesimbangan dan hampir rebah namun secara reflek dia melangkah mundur sehingga mendapatkan kesimbanganya kembali. Anak itu ketawa demikian juga Philip Mantofa dan anak -anak di sekitarnya. Philip lalu menumpangkan tangan ke kepala anak itu dan mendorongnya. Anak itu kehilangan keseimbangan namun entah bagaimana dia mendapatkan keseimbangannya kembali. Philip Manofa pun meninggalkannya dan anak itu berdiri santai namun kokoh.
Menit ke 8:16: Philip Mantofa menumpangkan tangan ke atas kepala seorang anak kecil yang digendong seorang perempuan. Anak itu menggeliat dan menggerakkan kepalanya mengelak dari tangan Philip. Philip pun menjauhinya. Mungkin dia takut anak itu nangis bila dia terus memegangi kepalanya.
Menit ke 8:22: Philip bergerak ke kiri. Para petugas mengikutinya. Philip berkata, “Nggak. Nggak. Doakan mereka sekarang. Every one pray. Doain mereka. Doakan mereka.” Ha ha ha ha … nampaknya Philip Mantofa KAPOK karena kebanyakan anak-anak itu masih lugu namun jujur. Mereka tidak akan pura-pura rebah dijamah roh kudus.
Menit ke 8:34: Philip Mantofa berjalan meninggalkan anak-anak itu sambil berkata, “Pray for them. Pray for them.” Dia bergerak mendekati pinggir panggung. Nampak sekali dia hendak melancarkan pukulan roh kudus lagi namun JERIH.
Menit ke 8:53: Tiba-tiba Philip menunjuk seseorang dan menyuruhnya naik ke panggung. Dia mengulangi menyuruh orang itu naik ke panggung.
Menit ke 9:06: seorang ABG perempuan berbaju hijau telur asin naik ke atas. Begitu dia mendekat Philip segera mengaayunkan pukulan roh kudusnya dengan tangan kanan yang memegang mic. Gadis itu tidak roboh namun menangis tersedu-sedu. Philip berjalan mendekatinya lalu meremas bahunya dengan tangan kanan dan menepuk-nepuknya berberapa kali namun gadis itu tidak terpengaruh sentuhan dan tepukan roh kudus. Dia tidak rebah.
Menit ke 9:24: Philip kembali menunjuk seseorang di bawah panggung dan menyuruhnya naik.
Menit ke 9:30: Seorang pemuda berkaus merah naik ke panggung disambut petugas dan dibawa ke sebelah kanan Philip. Dengan kesal Philip pun melancarkan pukulan dan dorongan roh kudus ke dada pemuda itu yang langsung melangkah mundur dan rebah. Philip mendekatinya namun pemuda itu telentdang diam. Philip pun meninggalkannya dan tidak melakukan apa-apa lagi sampai musik selesai dan video habis.
Kesimpulan:
Kerabatku sekalian, setelah membaca transkrip videonya, silahkan kembali menonton rekamannya untuk menguji apakah transkrip tersebut benar adanya? Philip Mantofa akhirnya membongkar TIPUANNYA sendiri. Ha ha ha ha ….
Kerabatku sekalian, izinkan saya menasehati anda. Jangan berlagak dijamah roh kudus lalu pura-pura rebah. Tindakan demikian memang menghindarkan anda dari TUDUHAN: “Ada dosa yang belum diakui makanya tidak dijamah roh kudus. Ada dosa yang belum diakui makanya mengeraskan hati.” Namun perbuatan demikian, bukan hanya MENIPU manusia namun juga MENIPU Roh Kudus bahkan Allah Bapa.”
Ingatlah kisah Ananias dan istrinya Safira yang REBAH lalu MATI karena Petrus MENDAKWA mereka telah MENDUSTAI Roh Kudus dan Allah Bapa. Anda tidak takut?
Salam, saya ga biasanya suka komen, tapi baru baca beberapa baris tulisan ini saya merasa sepertinya penulis sangat kenal dengan acara2 ini dan pernah mengalaminya sendiri. Beberapa hal yg saya tidak setuju dengan tulisan ini karena saya rasa itu bukan kebenarannya tapi hanya Opini penulis:
1. Bahasa jawa nya “touch” mgkn kurang tepat kalau cekelono, tapi lebih cocok “demoken”. Tapi ini kembali lagi ke orang yg biasa berhubungan dgn Tuhan, klo dia biasa berdoa pakai bahasa Indonesia atau Inggris, lha mosok tiba2 pakai bahasa jawa. Seperti anak yg suka panggil “daddy” terus manggil “abah”.
2. Masalah rebah2an, seolah penulis tahu setahu2nya bahwa semua yang resah atau ikut acara itu adalah orang2nya pak Philip. Padahal tidak selalu demikian. Saya sendiri pernah terlibat di GMS, dan pernah terlibat acara kkr bersama pak Philip, tapi saya belum pernah didoakan terus “rebah”. Dan, saya tidak pernah dengar ada briefing yang mengimbau kalau ada aba2 mari kita rebah sama2.
Sekian komen saya, karena saya tidak baca semua. Btw, saya jg bukan orang yg suka langsung percaya pendeta atau seseorang yg mempunyai karunia roh, semuanya perlu pengujian, tapi bukan berarti disalah2kan dan dicari2 kesalahan bahkan klo ada sesuatu yang belum bisa kita terima lalu berarti itu salah. Mari kita merenung, klo yg diajarkan baik, memberitakan bahwa Yesus itu Tuhan, apakah ini antichrist atau dari Kristus. Daripada saling serang, kan lebih baik kalau kita mengumpulkan bersama2. Semua untuk kemuliaan Tuhan Yesus.
kok bawa2 kedar? apa urusannya sama kedar? apa yang kamu tuduhkan justru itulah yang sedang kamu lakukan…berhentilah jadi provokator dan mengadu domba dgn membawa2 kedar yang gak ada urusannya disini.
Anda gak rebah itu bukti kalau ga disuruh atau ga diaba aba pasti ga rebah
TUHAN ngga mau kasi kamu pulsa… katanya mubazir… hahahahahaha.. bengcu sonto… kalo kamu ngga mati masi mau tuh TUHAN kalo kamu tobat wkwkwkwkwkwk…
Yg ga pernah tau kehidupan pelayanan spti ini cuma bs menganalisa yg isinya menghakimi. . Setiaap pekerjaan Roh dpt dilihat dr buahnya. Biarkan nnti wkt hr penghakiman dtg, perbuatan masing2 org akan terlihat dg jelas. Jgn sok comment benar dan paling benar dulu.. apa yg ada takar akan ditawarkan pd hari penghakiman nnti.
Bengcu… penasaran saya… TUHAN kamu siapa sih??
Percayalah mereka tidak akan menyentuh substansi isi blognya, hanya nasehat2 sok bijak dan sok suci yg merupakan hasil dari pengajaran pendeta pembual yg mereka dengar selama ini. Istilahnya HHB – pepesan kosong. Mereka hanya mau berdebat kusir, bukan mau menyanggah isi blog dgn menyajikan suatu argumentasi atas ketidaksetujuanya. Mereka terjebak dlm sikap kultus individu; fokusnya kepada sosok pendeta, bukan pada kebenaran ajaran Alkitab.
Saya bisa memahami kenapa jawaban HHB selalu hanya melulu menyuruh mereka baca Alkitab dulu sblm komentar, disamping utk menguji isi blog ini bila tdk setuju, juga berguna utk menguji kebenaran nasehat2 sok suci alias pepesan kosong mereka sebelum berkomentar.
Terima Yesus dan percaya Kristen ibarat menandatangani kontrak, sedangkan alkitab merupakan dasar kontrak atau perjanjian kontraknya… percaya saja tapi tidak pernah baca alkitab seperti tandatangan kontrak tapi gak tau isi dan klausul di dalamnya…
Ketika digugat karena salah malah membela mati matian… pertanyaannya sudah baca isi dan klausulnya belum??? kalau belum jangan sok naik banding… hahahaha
Apa tujuan MENGHUKUM? Umumnya orang Kristen percaya bahwa HUKUMAN adalah pembalasan DENDAM Allah. Orang-orang Kristen demikian sudah pasti menyembah Allah yang MAHA DENDAM. Itu sebabnya ajarannya adalah: TAKUTLAH akan Allah. Jangan bikin Dia KESAL nanti Dia balas DENDAM dengan MENYIKSAMU selama-lamanya di NEraka. aneh bin ajaib. Orang Kristen demikian justru MENGAKU menyembah Allah yang MAHA KASIH.
Orang Kristen demikian juga mengagul-agulkan dirinya PENUH KASIH padahal sIANG dan MALAM dia MENDAKWA sesama manusia di hadapan Allah agar MENERIMA hukuman dari Allah. Apa yang dilakukan kebanyakan orang Kristen yang membaca blog ini? MENDAKWA hai hai bla bla bla sehingga LAYAK dihukum Allah. Tindakan demikian bukan KASIH namun BALAS DENDAM penuh KEBENCIAN.
Kenapa NEGARA menghukum? Untuk membuat JERAH yang bersangkutan dan Membuat yang lain TAKUT juga MENCEGAH orang JAHAT berbuat JAHAT kepada sesama manusia. Itu sebabnya yang dilakukan oleh negara adalah SEMAKSIMAL mungkin MENCEGAH kejahatan, bukannya MENGHUKUM. Kenapa demikian? Karena SEKALI kejahatan sudah dilakukan, meskipun penjahatnya DIHUKUM namun kejaHATANNYA tidak bisa DIHAPUSKAN lagi. Misalnya, yang DIBUNUH sudah MATI. yang DIBAKAR sudah hangus.
Banyak pengikut bukan berarti BENAR namun menunjukkan BANYAK yang MENYUKAINYA. Berapa jumlah aggota Jemaat gereja Mawar Sharon tempat Philip Mantofa jadi pendetanya? Berapa jumlah anggota FPI di Indonesia? Mana yang lebih BANYAK? Tentu saja jumlah anggota FPI lebih banyak. bukankah itu berarti Habib Rizieg lebih LEBAT buahnya dibandingkan Philip Mantofa? Jadi? Yang DIYAKINI BENAR oleh banyak orang juga HARUS DIUJI.
Entah saya yang kurang membaca alkitab atau bagaimana, baru kali ini saya melihat kalau roh kudus bisa berwujud dalam bentuk jaket dan bukan seperti biasa yang saya dengar kalau Roh Kudus berwujud dalam bentuk burung merpati.
hmm okelah, mungkin kalau dalam rupa burung melati itu sudah kuno, itu kejadian 2 ribuan tahun lebih yang lampau. kalau dulu bisa dalam rupa burung merpati, “why not” kalau sekarang dalam rupa jaket ?
Demikianlah seorang philip dimasa sekarang ini, sebagai pemilik roh kudus dalam bentuk jaket yang sah, beliau bisa dengan sesuka hati mengacungkan jaketnya eh maaf maksud saya roh kudusnya dari atas panggung kearah keramaian orang. Dan bummm !, seketika itu pula banyak orang yang rebah menerima roh kudusnya.
Entah saya yang kurang membaca alkitab atau bagaimana, baru kali ini pula saya melihat kalau roh kudus juga bisa berwujud seperti ilmu tenaga dalam yang sering saya tonton di televisi.Demikianlah philip sang pemilik roh kudus, kali ini memperlihatkan hantaman jarak jauhnya laksana melepaskan ilmu tenaga dalam, beliau menghentakan tangannya kepada beberapa anak kecil yang berada diatas panggung, dan bumm! anak kecil yang berhati jujur itu kemudian pun rebah. Sungguh luar biasa seorang bapak philip ini, dengan nyanyian memuji Yesus, beliau sebagai pemilik roh kudus, bisa dengan sesuka hati memberikan roh kudusnya kepada siapapun yang dipilihnya.
dan hanya orang yang hatinya suci dan jujur sajalah yang bisa menerima roh kudusnya. mereka yang rebahlah yang hatinya suci dan jujur yang terpilih oleh roh kudus milik bapak philip. Bagi mereka yang tidak rebah, mohon maaf, hati kalian keras bagai batu, hitam dan mohon maaf sekali lagi, ternyata kalian orang yang tidak jujur.
maafkan saya wahai bapak philip yg penuh hikmat sang pemilik roh kudus yang sah, kalau ternyata hati saya masih sangat keras, hitam, dan tak jujur, tidak murni bagai anak kecil. Bagi saya Roh Kudus bukanlah seorang atau sesuatu yang bisa diperintah-perintah oleh siapapun. Dia adalah datang dari Allah dan memiliki sifat-sifat seperti Allah. Bahkah para rasulpun tidak memiliki kuasa seperti bapak philip ini yang dapat mengendalikan roh kudus. Apakah posisi bapak philip lebih dari para rasul ? hanya Tuhan dan bapak philip yang mengetahuinya. Barangkali roh kudus milik sah bapak philip juga mengetahuinya. ya barangkali.
Entah roh dari kudus manakah yang bapak philip suruh-suruh itu yang begitu penurut kepadanya. yang dengan sekali hentakan tangannya, seketika itu pula roh kudus bapak philip dengan tergopoh-gopoh secepat kilat menuruti perintah bapak philip dan seketika itu pula, manusia yang terpilih akan rebah. Bagi manusia yang tidak rebah setelah dihentak oleh bapak philip, tentulah dia manusia yang berhati kotor dan tidak layak.
Bagi saya, Roh Kudus akan datang ke tiap-tiap hati manusia bukan karena diperintah, dihentak, atau diselimuti laksana jaket, oleh seseorang atau siapapun, namun Dia akan datang menuruti kemauanNya sendiri dan apabila kita mau membuka hati dan memohon kepadaNya dengan sungguh-sungguh, tak perduli walau hatimu keras dan hitam, Dia tetap akan datang.