Hai hai sering berkata, “Biarkan Philip Mantofa menipu terus sampai membongkar tipuannya sendiri.” Itulah yang terjadi pada Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta. Philip Mantofa membongkar Tipuannya sendiri.
Orang-orang rebah karena disesatkan? Benar! Mereka rebah karena diajari sehingga meyakini barang siapa yang dijamah Roh Kudus harus rebah karena tidak rebah berarti menentang kuasa Roh Kudus atau tidak peka jamahan Roh Kudus. Itu sebabnya mereka rebah begitu diberi tahu dengan seruan “Touch!” bahwa dirinya sedang dijamah oleh Roh Kudus.
Untuk apa Philip Mantofa mengayunkan tangan sambil berteriak “Touch!”? Untuk memberi tahu anggota jemaat bahwa mereka sedang dijamah Roh Kudus. Apa jadinya bila Philip Mantofa tidak mengayunkan tangan sambil berteriak “Touch!”, namun berbisik di dalam hatinya kepada Roh Kudus agar menjamah mereka? Mustahil ada yang rebah!
Philip Mantofa fasih bahasa Jawa dan Roh Kudus mustahil tidak bisa berbahasa Jawa. Bila Philip Mantofa berteriak, “Cekelono!”, bahasa Jawa, artinya “Touch!” sambil mengayunkan tangannya, apakah mereka akan rebah atau terbahak-bahak?
Diurapi atau urapan palsu? Christos atau antichristos? Kristus atau antikristus? Yang belum teruji tidak boleh dipuji.
Kalimat-kalimat di atas tertulis dalam buku Bengcu Menggugat Teologi Alam Roh Di Mata Seorang Tionghoa Kristen halaman 78. Apa yang ditulis oleh hai hai bengcu itulah yang terjadi pada hari kedua Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta.
Pada saat itu Philip Mantofa melancarkan pukulan roh kudus tanpa meneriakan manteranya. Philip Mantofa juga mengganti mantranya dari “Touch!” menjadi “Received!” artinya “Terimalah!”
Yang terjadi adalah hal-hal berikut ini:
1. Orang-orang rebah padahal belum diberi perintah.
2. Tidak ada yang rebah karena Philip Mantofa tidak meneriakan mantera.
3. Tidak ada yang rebah ketika Philip Mantofa mengucapkan mantera baru, “RECEIVED!”
4. Philip Mantofa tidak mengucapkan mantera yang biasa dia ucapkan yaitu: “Touch!”
5. Anak-anak tidak rebah oleh pukulan roh kudus maupun sentuhan roh kudus.
6. Seorang anak lelaki membongkar penipuan rebah Philip Mantofa.
Kerabatku sekalian, silahkan nonton video yang merekam peristiwa Philip Mantofa membongkar tipuan pukulan roh kudus dan sentuhan roh kudusnya di atas. Setelah menontonnya, silahkan baca transkrip Video tersebut di bawah ini.
Menit ke 0:05: Philip Mantofa berkata, “Nyanyi sama saya. Jangan putus tangannya.” Maksud Philip Mantofa adalah semua yang hadir harus saling berpegangan tangan dan jangan ada yang melepaskannya.
Karena semua orang saling berpegangan tangan maka setiap orang yang rebah akan menyeret dua orang besertanya dan dua orang itu akan menarik dua orang lainnya untuk ikut rebah. Kenapa Philip Mantofa perlu memberi perintah demikian? Karena dalam acara kali ini tidak ada pasukan provokator rebah yang mendukungnya. Kalau anda nonton rekaman Myanmar for Jesus, di sana, banyak sekali anggota pasukan provokator rebah yang memakai kaos seragam aneka warna. Dalam acara kali ini pasukan demikian tidak ada.
Menit ke 0:20: Philip Mantofa kembali memberi perintah agar berpegangan tangan jangan putus.
Menit ke 0:32: Philip Mantofa berkata, “Aku persembahkan orang-orang muda ini kepadamu. Bangkitkan jenderal baru.”
Kerabatku sekalian, ucapan Philip Mantofa di atas benar-benar kurang ajar. Memangnya siapa dia sehingga berkuasa untuk mempersembahkan orang-orang muda itu? Orang-orang muda itu bukan hambanya juga bukan domba persembahannya.
Menit ke 1:03: Philip Mantofa kembali memberi perintah, “Jangan putus tangannya. Ada yang rebah tetap jangan putus!”
Menit ke 1:24: Ada yang REBAH padahal Philip Mantofa tidak memberi perintah, “Touch!” bahkan dia menghadap ke tempat lain. terjadi REBAH yang cukup banyak jumlahnya karena mereka memang saling berpegangan TANGAN dan DIPERINTAHKAN untuk TETAP bergandengan tangan meskipun ada yang REBAH. Itu sebabnya yang REBAH pun MINIMAL menyeret dua orang di sampingnya ikut REBAH dan kedua orang yang diseretnya menarik dua orang lainnya lalu mereka menimpa orang di belakangnya.
Menit ke 1:38: Philip mantofa berdiri di tepi panggung di bagian tengah. Dia memberi perintah untuk mengangkat tangan tinggi-tinggi. EMPAT kali dia mengulangi perintah agar mengangkat tangan TINGGI-TINGGI.
Untuk apa disuruh angkat tangan tinggi-tinggi? Agar mudah REBAH berjamaah. Orang-orang itu saling bergandengan tangan dan diperintah jangan dilepaskan meskipun ada yang REBAH. Dalam kondisi demikian bila ada yang REBAH maka dia akan MENYERET yang lainnya ke belakang. Orang yang sedang mengangkat tangannya tinggi-tingga PASTI rebah ketika ditarik ke belakang.
Menit ke 1:45: Philip Mantofa mengangkat tangannya yang memegang jas ke atas kemudian berteriak, “RECEIVED! namun TIDAK ada yang langsung REBAH seperti biasanya kalau dia berteriak ““Touch!” Setelah 3 detik berlalu sejak dia berteriam baru terjadi rebah di akhir menit ke 1:51. Hanya satu orang yang rebah lalu menyeret orang-orang lainnya
Kenapa TIDAK langsung REBAH? Karena Philip Mantofa menganti mantera “Touch!” yang biasa dia ucapkan dengan mantera baru yaitu “RECEIVED.” Orang banyak itu TIDAK tahu bahwa mantera “Touch!” sudah diganti dengan mantera baru, RECEIVED!”
Menit ke 1:59: Philip mantofa meninggalkan orang-orang yang tidak roboh itu. Dia bergeser ke bagian kiri panggung sambil memberi perintah agar semuanya angkat tangan. Dia mengulangi perintah “angkat tangan tinggi-tinggi!” sekali lagi lalu berjalan ke tepi panggung mendekati orang banyak.
Menit ke 2:09: Philip mengangkat tangan kanannya yang memegang jas dan berteriak, “RECEIVED!” Tidak ada yang REBAH. Dia lalu mengarahkan tangannya ke kumpulan orang di kanannya dan berteriak, “Roh!” Tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:14: Seorang gundul berseragam kaos hitam tidak bergandengan tangan dengan anggota pasukan penyanggah rebah, adalah bukti bahwa pangkatnya adalah koordinator lapangan (korlap). Dia memandang Philip keheranan. Nampaknay dia heran, kenapa tidak ada yang rebah? Kenapa Philip Mantofa yang biasanya sakti mandraguna kehilangan kesaktiannya? Kenapa pukulan roh kudusnya tidak berkuasa? Kenapa tidak mujarab?
Menit ke 2:18: Karena pukulan roh kudusnya gagal maka Philip Mantofa pun kembali bergerak ke kanan, ke bagian kiri panggung. Dia kembali memberi perintah agar semua orang MENGANGKAT tangannya tinggi-tinggi. Dia mengulangi perintahnya sekali lagi.
Menit ke 2:25: Philip Mantofa berteriak, “Dalam nama Yesus Holy spirit kuberikan padamu. Apa yang aku punya kuberikan kepadamu,” sambil melancarkan pukulan roh kudus dengan jasnya. Sayang, tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:31: Philip Mantofa berteriak, “Terimalah! Dalam Nama Yesus Kristus,” sambil mengayunkan jasnya. Namun tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:37: Philip Mantofa kembali mengangkat tangan kanannya yang memegang Jas. Namun tetap tidak ada yang rebah.
Menit ke 2:41: Philip menurunkan tangannya lalu berbalik. Dia berlari ke bagian kanan panggung.
Menit ke 2:48: Philip memberi perintah, “Angkat tanganmu! Angkat! Angkat! Angkat tanganmu!”
Menit ke 2:54: Philip berkata, “Terimalah dalam nama Tuhan Yesus.” Pada saat ucapan, “TERIMA” belum selesai diucapkannya, beberapa orang langsung merebahkan diri menarik yang lainnya.
Menit ke 2:56: Philip Mantofa mengangkat tangan kanannya yang memegang jas lalu berteriak, “RECEIVED!” Namun tidak ada yang rebah. Sampai menit ke 3:03, tidak ada yang rebah. Seorang anggota pasukan penyanggah memandangnya heran. Philip Mantofa sendiri nampaknya bukan hanya heran namun PUTUS asa. Dia lalu bergerak meninggalkan tepi panggung ke tengah panggung.
Menit ke 3:09: Sambil mengangkat tangan kirinya menunjuk ke atas, Philip berkata, “Bawa anak kecil. Anak-anak SD. Elementary. Bawa ke atas panggung. Anak-anak kecil. Bawa ke atas panggung sekarang.” Philip lalu berjalan kembali ke pinggir panggung.
Menit ke 3:17: Philip melakukan pukulan roh kudus sekuat tenaga dengan mengayunkan tangan kanannya yang memegang jas, “Received!” teriaknya putus asa setelah melihat tidak ada yang rebah sama sekali. Dia lalu bergerak lagi ke bagian kiri panggung.
Menit ke 3:24: Philip Mantofa menggeser sesuatu nampaknya seperti kipas angin. Sementara itu anak-anak kecil pun mulai naik ke panggung.
Menit ke 4:27: Anak-anak sudah naik ke panggung dan berdiri berjajar. Philip Mantofa mendekati anak perempuan berbaju kuning yang sedang menangis tersedu-sedu. Dia memberi tanda kepada petugas penyanggah yang lalu menggiring anak itu maju ke depan mendekati Philip Mantofa.
Menit ke 4:32: Philip Mantofa mengangkat tangan kanannya siap untuk mengayunkannya melancarkan pukulan roh kudus. Namun dia ragu lalu mengurungkan niatnya itu. Dia lalu mendekati anak perempuan itu dan memegang dagunya dan mengerahkan kekuatan sentuhan roh kudus. Dia mengangkat dagu anak itu sambil mendorongnya ke kelakang. Itulah cara dia memberi tahu anak itu agar rebah. Anak itu menurutinya dengan rebah.
Menit ke 4:48: Ketika Philip berjalan ke kanan meninggalkan anak rebah itu, seorang anak yang baru naik ke panggung masuk ke dalam barisan sementara seorang petugas perempuan mendorong anak perempuan berbaju hitam ke depan. Philip Mantofa langsung mengayunkan tangan kirinya melancarkan pukulan roh kudus. Anak itu bengong lalu melangkah mundur lalu merebahkan diri. Jelas sekali gerakan rebahnya telat. Kenapa dia telat rebah? Karena Philip Mantofa tidak meneriakan manteranya, “Touch!”
Menit ke 5:01: Philip Mantofa memberi tanda agar petugas membawa kepadanya seorang anak lelaki yang sedang menangis. Philip memegang kepala anak itu dengan tangan kiri lalu merangkul lehernya dengan tangan kiri.
Menit ke 5:10: Philip Mantofa memberi tanda kepada band untuk menghentikan musik dan lagunya.
Menit 5:14: Philip berkata, “Lihat anak ini bergetar dalam kuasa roh. Lihat anak ini bergetar dalam kuasa roh kudus.”
Menit ke 5:24: Philip berkata, “Anak kecil tidak pura-pura,” dia lalu meniup kepala anak itu dan mengangkat tangannya dari bahu anak itu. Anak itu pun merebahkan diri disambut petugas dibelakangnya.
Menit 5:33: Philip begerak mendekati anak perempuan berbaju coklat yang sedang menangis tersedu-sedu. Dia mendekatkan mic ke anak itu namun menoleh ke kanan. Nampak bahwa sesungguhnya philip ingin bertanya kepada anak itu. Namun ketika dia menatap anak itu untuk bertanya, anak itu langsung merebahkan diri. Rohh kudus kecepatan menjamah? Saya tidak tahu.
Menit ke 5:42: Philip mendekatkan mic ke gadis berbaju hijau tua di sebelah gadis kecil yang keburu rebah sebelum diperintah tadi. Gdis kecil itu sedang menangis tersedu-sedu. Philip langsung bertanya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu tersedu-sedu.
Menit ke 5:45: Philip mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu diam.
Menit ke 5:47: Philip mengulangi pertanyaannya, “Apa yang kamu rasakan?” Anak itu tersedu dan menjawab, “Holly Spirit!” Philip mendorong kedua tangan anak itu yang terangkap di dadanya sambil berkata, “Holly spirit, that right!” anak itu pun rebah.
Menit 5:52: Philip berbalik lalu bergerak ke kiri panggung sambil berkata, “That right. that right.” Dia mencari sasaran baru sambil memberi perintah, “Angkat tanganmu anak-anak.” Anak-anak di depannya tidak mematuhinya. Dia terus bergerak ke kanan dan melihat anak-anak yang mengangkat tangannya.
Menit ke 6:01: Philip mendorong satu anak yang lengah hingga rebah. Dia terus bergerak ke kiri sampai di ujung barisan namun tidak ada anak-anak yang siap direbahkan. Semuanya anak-anak itu menatapnya lugu. Dia lalu berbalik dan bergerak ke kanan barisan.
Menit ke 6:25: Philip memberi tanda kepada petugas lalu melancarkan pukulan roh kudus kepada anak perempuan yang berdiri tenang di belakang. Anak itu tidak rebah. Yang merebahkan diri justru anak di barisan depan, di sebelah kanan yang tidak dipukulnya.
Menit ke 6:29: Philip memberi tanda kepada petugas kemudian mengayunkan pukukan roh kudus dengan tangan kanan. Anak berbaju biru itu merebahkan diri disambut petugas di belakangnya.
Menit ke 6:36: Philip Mantofa melancarkan pukulan roh kudus kepada gadis kecil berbaju hijau. Petugas memegang gadis itu namun dia sama sekali tidak roboh. Dia berdiri tegak dan tenang-tenang saja.
Menit ke 6:46: Philip mendekati gadis kecil berbaju coklat. Dia menumpangkan tangan ke kepala gadis itu dan mendorongnya lembut. Gadis itu kehilangan keseimbangan lalu melangkah mundur dan berdiri tegak. Dia tidak rebah. Philip meninggalkannya diikuti petugas penyanggah.
Menit ke 6:57: Philip memberi tanda agar petugas membawa seornag gadis kecil ke dapan. Philip memegang dagunya dengan sentuhan roh kudus namun dia tigak rebah. Philip mendorongnya hingga kehilangan keseimbangan namun dia mundur dan tidak rebah. Philip kembali mendorongnya. Dia kehilangan keseimbangan ketika mundur menabrak petugas yang jongkok di belakangnya. Petugas itu langsung menangkapnya dan merebahkannya.
Menit ke 7:17: Philip memberi tanda agar gadis berbaju merah maju ke depan. Gadis itu hanya tersenyum namun menolak maju. Philip lalu memberi tanda kepada gadis lainnya yang berbaju orange kecoklatan. Gadis kecil itu pun maju ke depan.
Menit ke 7:21: Philip menyuruh gadis itu mengulurkan tangannya. Gadis itu pun mengulurkan tangannya dengan lugu dan Philip menyambutnya dengan sentuhan roh kudus. Gadis itu tenang-tenang saja. Philip maju mendekat, mengangkat tangan gadis itu dan meniupnya dengan hembusan roh kudus. Namun gadis itu menatap philip tenang-tenang saja. Philip lalu melepaskan tangannya dan membelai pipi gadis itu kemudian meninggalkannya. Dia gagal makanya mencari sasaran lain.
Menit ke 7:47: Philip Mantofa mengayunkan tangan kanannya melancarkan pukulan roh kudus. Namun anak lelaki berbaju hijau itu tenang-tenang saja. Dia tidak rebah.
Menit ke 7:52: Sorang anak lelaki berkaca mata, berbaju putih garis garis hijau menunjukkan minat. Philip pun mendekatinya lalu memegang dagunya melancarkan sentuhan roh kudus. Tangan kanannya mendorong sehingga anak itu hilang keseimbangan. Philip mengambil botol air di tangan anak itu karena yakin anak itu pasti rebah. EIT ….! Anak itu tidak rebah. Philip memegang dagunya kembali dan mengangkatnya ke atas sambil mendorongnya ke belakang. Anak itu kehilangan kesimbangan dan hampir rebah namun secara reflek dia melangkah mundur sehingga mendapatkan kesimbanganya kembali. Anak itu ketawa demikian juga Philip Mantofa dan anak -anak di sekitarnya. Philip lalu menumpangkan tangan ke kepala anak itu dan mendorongnya. Anak itu kehilangan keseimbangan namun entah bagaimana dia mendapatkan keseimbangannya kembali. Philip Manofa pun meninggalkannya dan anak itu berdiri santai namun kokoh.
Menit ke 8:16: Philip Mantofa menumpangkan tangan ke atas kepala seorang anak kecil yang digendong seorang perempuan. Anak itu menggeliat dan menggerakkan kepalanya mengelak dari tangan Philip. Philip pun menjauhinya. Mungkin dia takut anak itu nangis bila dia terus memegangi kepalanya.
Menit ke 8:22: Philip bergerak ke kiri. Para petugas mengikutinya. Philip berkata, “Nggak. Nggak. Doakan mereka sekarang. Every one pray. Doain mereka. Doakan mereka.” Ha ha ha ha … nampaknya Philip Mantofa KAPOK karena kebanyakan anak-anak itu masih lugu namun jujur. Mereka tidak akan pura-pura rebah dijamah roh kudus.
Menit ke 8:34: Philip Mantofa berjalan meninggalkan anak-anak itu sambil berkata, “Pray for them. Pray for them.” Dia bergerak mendekati pinggir panggung. Nampak sekali dia hendak melancarkan pukulan roh kudus lagi namun JERIH.
Menit ke 8:53: Tiba-tiba Philip menunjuk seseorang dan menyuruhnya naik ke panggung. Dia mengulangi menyuruh orang itu naik ke panggung.
Menit ke 9:06: seorang ABG perempuan berbaju hijau telur asin naik ke atas. Begitu dia mendekat Philip segera mengaayunkan pukulan roh kudusnya dengan tangan kanan yang memegang mic. Gadis itu tidak roboh namun menangis tersedu-sedu. Philip berjalan mendekatinya lalu meremas bahunya dengan tangan kanan dan menepuk-nepuknya berberapa kali namun gadis itu tidak terpengaruh sentuhan dan tepukan roh kudus. Dia tidak rebah.
Menit ke 9:24: Philip kembali menunjuk seseorang di bawah panggung dan menyuruhnya naik.
Menit ke 9:30: Seorang pemuda berkaus merah naik ke panggung disambut petugas dan dibawa ke sebelah kanan Philip. Dengan kesal Philip pun melancarkan pukulan dan dorongan roh kudus ke dada pemuda itu yang langsung melangkah mundur dan rebah. Philip mendekatinya namun pemuda itu telentdang diam. Philip pun meninggalkannya dan tidak melakukan apa-apa lagi sampai musik selesai dan video habis.
Kesimpulan:
Kerabatku sekalian, setelah membaca transkrip videonya, silahkan kembali menonton rekamannya untuk menguji apakah transkrip tersebut benar adanya? Philip Mantofa akhirnya membongkar TIPUANNYA sendiri. Ha ha ha ha ….
Kerabatku sekalian, izinkan saya menasehati anda. Jangan berlagak dijamah roh kudus lalu pura-pura rebah. Tindakan demikian memang menghindarkan anda dari TUDUHAN: “Ada dosa yang belum diakui makanya tidak dijamah roh kudus. Ada dosa yang belum diakui makanya mengeraskan hati.” Namun perbuatan demikian, bukan hanya MENIPU manusia namun juga MENIPU Roh Kudus bahkan Allah Bapa.”
Ingatlah kisah Ananias dan istrinya Safira yang REBAH lalu MATI karena Petrus MENDAKWA mereka telah MENDUSTAI Roh Kudus dan Allah Bapa. Anda tidak takut?
Well saya sebernnya males berdebat.
Saya cuma mau share cerita kehidupan saya.. dlu saya di doktrin kalau Gereja berbahasa roh itu gereja Sesat.
Hingga akhirnya membuat saya selama sma hingga kuliah tidak ke gereja sama sekali.. karena di kota tpt saya studi isinya kebanyaka gereja bethel.
Hidup saya kacau berantakan, nilai jeblok terus, pergaulan bebas, dugem, maen dota sampai pagi tiap hari, dst.. hidup rasanya serba penuh masalah.
Hingga akhirnya saya diajak teman saya ke gereja, namun lagi2 gereja bethel. Tapi yo wes lah anggap aja cuma ikut2an.. di gereja itu lagu2nya true worshiper dimana sy beberapa ada yg suka dan kadang di kost saya putar mp3nya.. minggu demi minggu saya selalu ikut ke gereja krn lagu2 true worshiper tersebut, tapi tetap saja saat penyembahan ada bahasa roh terasa gimana gitu rasanya..
Lalu di minggu ke-4 saya ibadah saat pujian sedang seru2nya.. tiba2 ada suara berbisik dikepala saya seperti ini “lihat sekelilingmu, kalau gereja seperti ini sesat, mana ada orang dengan semangat memuji Tuhan seperti itu, mana ada org butuh pertolongan di tolong tuhan, orang sakit disembuhkan, orang terlilit hutang hingga mau bunuh diri Tuhan kembalikan total perekonomiannya. Kalau Tuhan tidak berkenan terhadap sebuah gereja, pasti sudab Tuhan hancurkan” kebetulan di gereja itu tiap minggu ada wartanya dan selalu ada halaman kesaksian jemaat.
Setelah ada kata2 tersebut di kepala mulai lah saya membuka hati, bahwa di gereja ini pun Tuhan berkenan.
Sejak itu saya mulai membuka diri dan rajin mengikuti kegiatan dan event2 di gereja itu. Hingga suatu ketika ada Retreat pemulihan dimana saat itu saya disuruh ikut oleh teman satu komsel saya. Di retreat itulah saya dijamah total dan baru sekali dalam seumur hidup itu saya alami perasaan seperti itu. Saat saya mulai ampuni satu persatu org yg menyakiti saya, entah kenapa air mata mulai menetes dan hati ini rasanya ingin menangis dan meluapkan segala luka dihati saya. Disitu saya benar2 merasakan kasih yang hangat di dada saya. Di retreat itupun ada baptisan Roh Kudus saya pun mengalami hal yg belum pernah saya alami seumur hidup saya. Di situ pun saya juga tahu bahwa ada perbedaan dengan Karunia Bahasa Roh(karunia utk penginjilan) dengan Bahasa Roh yg dalam bahasa aslinya ditulia Bahasa Lidah(sebagai penyembahan/utk menyampaikan isi hati kita kepada Tuhan). Karena keterbatasan terjemahan versi bahasa indonesia maka ditulislah semua bahasa Roh.
Sebagai referensi baca2lah versi terjemaahan lainnnya yaitu versi KJV English atau bahawa Ibrani aslinya. Maka akan tertulis dan terlihat kalau itu dua kata yg berbeda.
Kalau evangelis di luar negri biasa menyebut hal semacam itu “They speak in tongue” kalau di Indonesia lagi2 disebut berbahasa Roh Kudus.
Intinya saya cuma mau sharing saja. Dlu saya begitu membatasi hal2 semacam Roh seperti itu. Tapi akhirnya saya mengalaminya sendiri.
Di injil matius tertulis bahwa Penghinaan terhadap Allag dimaafkan tapi terhadap, Roh Kudus tidak dapat dimaafkan. Ini sungguh mengerikan. Apalagi dengan gaya bahasa TS yg kesannya begitu mengolok perbuatan PM.
Di matius pula ada tertulis dari buahnya kamu mengetahui sebuah ajaran. Tidak mungkin semak belukar menghasilkan buah anggur begitu pula sebaliknya.
Saya pun merasakan disaat kkr kadang ada org yg berpura2 bermanifestasi. Tapi jgnlah dihina, justru kasihilah mereka, mungkin gambar diri mereka rusak, rasa tertolak mereka tinggi. Org2 seperti ini harus dipulihkan hatinya.
Yg saat pak PM KKR pun saya yakin ada diantara ribuan org yg datang, ada yg datang dgn letih lesu, sakit, punya banyak beban, ibu2 single parent yg gak tau harus gimana lagi menghidupi anak2nya, org yg putus harapan, dsb2.. dan jikalau krn ada KKR lalu mereka dijamah Tuhan dan mendapat kelegaan. Bukankah hal itu sungguh indah? Apakah hal ini sesat? Well salah atau benar yg dilakukan PM biar Tuhan yg menjadi Hakimnya. Kita sebagai manusia penuh keterbatasan. Salah2 jika kita dikategorikan Tuhan menghujat Roh Kudus itu sangat berbahaya..
Demikian share saya..
Terima Kasih & GBU
Sebagai tambahan. Saya bukan jemaat pak PM. Datang ke KKRnya pun juga belum pernah. Cuma pernah dengar namanya saja. Untuk hal ini biar Tuhan yg menjadi saksinya.
Saya bukan ingin membela pak PM.
Hanya saja berdasar pengalaman saya. berpikirlah 2 kali sebelum kita menjelekkan atu menyesatkan sesama org kristen. Masih banyak yg diluaran kristen yg bisa di Branding Nabi palsu contoh : itu org2 yg jenggotan baju putih, trua Mormon, Saksi yehova, penyembah patung maria, dsb2..
Ingat “dari buahnyalah kamu bisa membedakan ajaran itu.”
Kalau dilihat hidup saya sekarang dengan yg dulu jauh berubah Total. Saya sudah menikah, punya 2 anak yg lucu, usaha saya pun diberkati Tuhan.
Kalau saat kuliah dlu saya tidak pernah alami itu. Tentu hidup saya jauh berbeda dengan sekarang, karena dlu apa2 serba madesu, nilai nasakom, masalah ga habis2..
Kira2 kalau ada anak muda dengan kondisi madesu seperti saya dlu, apakah bisa kembali ke jalan yg benar dengan membaca blog sacam ini? Atau justru semakin tersesat? Silahkan jawab sendiri dalam hati.
Untuk memahami tentang roh kudus harus paham dulu kisah penciptaan.
Nona, orang-orang Kharismatik ke gereja itu ibarat mereka ke dukun. Cari JALAN pintas tuk kaya raya. ha ha ha …
Kisanak, jdilah orang sejati. Jangan jadi orang Kristen KW3 alias orang Kristen abal-abal. Orang Kristen SEJATI rajin baca alkitab. Orang Kristen KW3 membiarkan dirinya DIMANIPULASI dengan LIGHTING, MUSIK dan KOTBAH. Orang Kristen sejati menjadikan alkitab sebaggai standar kebenaran dan sumber pustaka orang Kristen KW3 menjadikan PERASAAAN dan HIKMAT kosongnya sebagai SUMBER pustaka dan standar kebenaran.
Anda tahu DiSKOTIK yang menjadi tempat orang-orang MABOK obat bius? Berkunjunglah karena di sana banyak yang BERMANIFESTASI. Kalau Allah tidak berkenan dengan diskotik dan para penjual narkoba, pasti Allah sendiri yang menghancurkan bukan? Berapa banyak orang yang datang ke diskotik dengan STRES lalau mendapat KELEGAAN di sana ya? ha ha ha ha …. banyak lho?!
Ini saya cuman sharing doang. Demikian share saya. ha ha ha … Datanglah ke diskotik dan cobalah narkoba. Anda pasti akan PERCAYA kalau sudah mengalaminya sendiri. ha ha ha ….
Baca alkitab nak. Kristen sejati BACA alkitab dan menjadikan alkitab standar kebenaran dan sumber pustaka untuk MENGUJI segala ROH dan ajaran. Anda Kristen KW3 makanya gunakan PERASAAN dan OTAK UDANG anda sebagai STANDAR kebenaran dan sumber pustaka. Setelah ke gereja dan dijamah roh kudus, gimana kuliah anda? SUKSES? Jadi juara? Ha ha ha ha … PASTI jadi juara dong ya? Kan Yesus adalah JAWABAN? ha ha ha ha …
Dek BengChu waktu Anda habis utk meributkan yg bukan terutama/Amanat Agung… Pertanyaannya berapa jiwa yg Anda bawa bulan ini, menurun atau malah tidak sama sekali? Orang yang merasa paling benar biasanya merasa terbenar sehingga waktunya dihabiskan utk berdebat, menunjukan paling benar ttp buahnya / jiwa yg dibawa, tdk nampak, hrsnya Anda punya kemampuan buat komunitas menjangkau jiwa baru, bukan dr aquarium orang, dan ini jumlah realnya, tahun dpn naik… Shg kita tdk beretorika, pintar ngomong tp hasil nggak ada….
Sebenarnya mudah saja untuk mengalahkan si bengcu yakni dengan menunjukkan salahnya dan membenarkan di di umum… menyalahkan dengan jawaban2 retorik seperti mana buahmu yang lebat, kata kata kasar tidak berkenaan di hadapan allah dll.. tidak akan membenarkan jawaban anda bukan?
Bagi pengamat silakan berbagi database dari orang orang yang disembuhkan pm… jika mereka memang benar sembuh hal ini dapat memberikan gambaran baru bagi kuasa penyembuhan…
Hanya sekadar bertanya bagi kisanak sekalian apakah tahu kerabat, sanak saudara, ataupun orang dekat pak pendeta yang meninggal karena sakiy tertentu itu karena belum diberkati ataukah memang kuasa penyembuhan nggak ada??
Yaitu tanda-tanda akhir jaman..dimana akan hadir dan datangnya nabi2 palsu yang mengaku dia pengikut Yesus sang Juruselamat kita