Ir. Henrikus Yorath, mengaku telah bertahun-tahun menyembuhkan berbagai masalah mental, pikiran dan perilaku dengan mengombinasikan metode-metode terapi psikologi, terutama metode hypnosis dan psikoterapi. Selain sebagai terapis, dia juga aktif memberikan pelatihan penyembuhan mental dan psikosomatis, Reiki, Radiestesi. Saat ini menjadi Dosen psikologi untuk mata kuliah Psikoterapi, Patologi sosial, Psikologi Klinis, Interpersonal Skill, di Universitas Islam Negeri Makassar dan Perguruan Tinggi Swasta di Makasar. Dan buka praktek di sebuah rumah sakit dan di klinik pribadinya di Makassar. Kenapa dia disebut PENIPU? Karena dia memang MENIPU. Inilah buktinya.
Nontonlah video di atas. Melalui pertunjukkannya, Henrikus mengajarkan, “Apa yang anda pikirkan itu yang terjadi.” Karena pasiennya berpikir API itu DINGIN maka api pun TERASA dingin olehnya. Apa yang sesungguhnya terjadi?
Kerabatku sekalian, Henrikus telah menghapus VIDEO “Penipuan Hipnotis Api Dingin Henrikus Yorath” di Youtubenya untuk menghilangkan jejak penipuannya. Saya tidak akan menghapus jejaknya di atas namun menambahkan video penipuannya tersebut di atas pernah saya download dengan Youtube downloder.
Apakah api itu MENJADI dingin karena kekuatan pikiran menjadikannya DINGIN? Api yang dingin mustahil MEMBAKAR. Untuk membuktikan api menjadi DINGIN karena kekuatan pikiran, gunakan untuk membakar KERTAS. Api dingin mustahil membakar kertas. Di dalam video tersebut, Henrikus bicara tentang bulu tangan yang terbakar. Bulu tangan terbakar artinya API itu tidak menjadi DINGIN.
Karena berpikir api itu DINGIN maka tangan pun TIDAK merasa panas ketika dibakar oleh api yang PANAS? Benarkah pasien itu merasa DINGIN meskipun api yang MEMBAKARNYA panas, buktinya bisa membakar bulu?
Tidak perlu menjadi GENIUS untuk tahu bahwa API perlu WAKTU untuk membakar sesuatu. PANAS api dari korek api perlu waktu untuk merambat ke tangan dan memanaskan tangan. Kenapa pasien itu tidak merasa PANAS? Karena Henrikus menggerak-gerakkan korek apinya sehingga apinya tidak cukup panas untuk membakar tangannya.
FAKTANYA adalah pasien dalam video tersebut TIDAK merasa PANAS karena panas api tidak sempat merambat ke tangannya dengan sempurna, BUKAN karena pikirannya bahwa api itu dingin membuat tangannya tidak MERASA panas.
Kerabatku sekalian, nampak gamblang sekali bukan? Henrikus Yorath MENIPU masyarakat bahwa dia mampu menghipnotis pasiennya sehingga merasa api yang panas terasa dingin.
PENIPUAN; PASAL 378 KUHP
Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.
PENIPUAN adalah: Dengan TIPU muslihat atau pun dengan rangkaian KEBOHONGAN menggerakkan orang lain menyerahkan SESUATU BENDA
Henrikus Yorath menyatakan pasiennya TIDAK merasa PANAS karena PIKIRAN-nya bahwa API itu DINGIN.
FAKTANYA adalah pasiennya tidak merasa PANAS karena APINYA memang TIDAK terasa PANAS karena tidak CUKUP lama membakar tangan.
Apa yang dilakukan oleh Henrikus Yorath tersebut adalah TIPU muslihat atau rangkaian KEBOHONGAN!
Untuk apa Dia melakukan TIPU muslihat atau rangkaian KEBOHONGAN? Untuk MENGGERAKKAN orang lain MENYERAHKAN sesuatu yaitu UANG kepadanya baik untuk ikut TERAPI maupun ikut SEMINAR hipnoterapi.
Kerabatku sekalian, nampak gamblang sekali bukan? Henrikus Yorath MENIPU masyarakat bahwa hipnotis bisa membuat api yang panas terasa dingin dan dirinya mampu menghipnotis pasiennya sehingga merasa api yang panas terasa dingin.
Tanggapan Henrikus Yorath
Henrikus Yorath: Bengcu maksud dari semua ini apa ?, apa kamu perlu membuat semua ini untuk menguji kesabaranku, dan seperti orang parisi yang menhakimi orang lain mengatakan saya PENIPU ?, alangkah dangkalnya pikiranmu yang tidak tahu apa apa, dari dulu api tidak pernah dingin, tetapi dengan kemampuan pikiran bawah sadar, manusia bisa merubah persepsinya sehingga merasakan sesuatu yang berbeda dari rangsangan dunia luar, seperti saya membaca tulisanmu mengatakan saya PENIPU, terima kasih sudah membantu membuat saya lebih dikenal masyarakat bahwa saya bisa membantu orang banyak merubah persepsi mereka terhadap apa yang dianggap mustahil selama ini. Semoga kamu diberkati se sekeluarga selalu.
Kenapa pasien MERASAKAN Api itu DINGIN? Menurut Hendrikus karena dia menyuruh pikiran bawah sadar pasiennya MENGUBAH persepsi API itu PANAS menjadi API itu DINGIN. Dengan demikian maka dia mengajarkan bahwa RASA panas dan dingin terjadi karena PERSEPSI.
Apabila yang diajarkan oleh Henrikus itu benar. RASA panas dan dingin diatur oleh PERSEPSI alam bawah SADAR maka inilah yang TERJADI:
Ketika MELIHAT api membakar tangannya maka MATA pun meneruskan informasi tersebut ke ALAM bawah SADAR. Alam BAWAH SADAR lalu memberi PERINTAH ke bagian tangan yang TERBAKAR untuk MERASA dingin. Itu sebabnya pasien pun merasa DINGIN.
Apabila Henrikus Yorath tidak membual sehingga yang diajarkannya BENAR maka ketika MATA pasien ditutup atau dia TIDAK melihat API maka MAKA alam BAWAH sadarnya pun TIDAK mendapat suplai INFORMASI tentang API membakar LENGANNYA. Karena TIDAK ada INFORMASI maka Alam bawah SADAR pun TIDAK memberi PERINTAH kepada TANGAN untuk MERASA panas atau dingin.
Bila tidak terjadi hal demikian maka itulah BuKTI Henrikus Yorath MEMBUAL tentang alam bawah sadar mengatur RASA dingin atau panas.
Apa yang terjadi ketika tangan dibakar dan MERASA panas? PANAS atau KALOR dari API merambat ke TANGAN. SUHU tangan MENiNGKAT seiring dengan pertambahan jumlah KALOR di tangan. RASA panas TIMBUL karena suhu TANGAN memanas, bukan KARENA alam bawah SADAR menyuruh tangan MERASA panas.
Apa yang terjadi ketika tangannya kepanasan dibakar api, seseorang BERPIKIR tangannya DINGIN? RASA panasnya sama sekali TIDAK BERKURANG apalagi BERUBAH menjadi DINGIN.
Namun orang itu TIDAK menggerakkan tangannya menghindari api.
Tidak menggerakkan tangannya menghindari API sama sekali bukan BUKTI orang itu tidak merasa PANAS. Itu hanya BUKTI bahwa orang itu TAHAN sakit yang diakibatkan oleh PANAS.
Cobalah pencet alur bibir atas anda. Rasanya sakit. Ulangi memencetnya. Setelah beberapa kali mengulanginya maka rasa sakit pun berkurang. Kenapa demikian? Karena OTAK memproduksi adrenalin untuk menahan sakit. Adrenalin MENAIKKAN batas AMBANG SAKIT orang yang bersangkutan. Itu sebabnya dikatakan ADRENALIS adalah ANALGESIK (penahan sakit) paling hebat di dunia.
Hai hai
pernah baca buku the secret ga?
Tau ngga yang namanya The power of mind….. ?
Well, pasien diberikan suggesti agar tidak merasakan panas saat lengannya d bakar dengan api. jelas kalau pasien tidak akan merasakan apa2 toh sugestinya sudah d tanam ke dalam otak.,.,
jadi biar bagaimanapun dia tidak akan merasakan panasnya api walaupun memang ada rambut d lengannya terbakar.
Ga peduli apinya mo d gerak2kan atau diam d tempat ga bakal ngaruh selama pasien tersebut masih dalam keadaan terhipnotis (pasien tetap merasa api tersebut tidak panas)
cheers
Agar lebih jelasnya coba saja lakukan sendiri seperti yang divideo.
Kulit kita tidak akan luka/terbakar (karena apinya digerak-gerakkan).
Kita bisa merasakan : RASA api itu PANAS/HANGAT.
Jadi dalam video itu hanya untuk membuktikan : RASA api itu DINGIN,
seperti judulnya : Hypnosis to Fell Cool on Fire (Merasakan Api Dingin)
@Lizz, kita tidak bicara tentang DONGENG namun KISAH nyata. anda punya pengalaman tentang The Power of mind? Pasien disugesti tidak akan MERASA pasa meskipun TANGANNYA melepuh kena api adalah DONGENG. TIDAK pernah ada di dunia nyata. Anda bisa menCOBanYA sendiri.
Mich, anda DUKUN ya? itu sebabnya tahu yang terjadi dalam video tersebut? anda bikin saja REKAMAN diri anda dibakar api dingin.
Koh,
just sharing mengenai firewalk
Saya share disini dan bukan di komen2 fb antara Koh dengan Bpk Henrikus karena belum cukup ilmu untuk menghadapi macam macam teori hipnosis, jadi belum berani debat langsung disana.
Tahun 2010, saya pernah mengikuti kegiatan kantor di salah satu Mall di Surabaya, tepatnya seminar motivasi oleh salah satu motivator terkenal di Indonesia.
Salah satu kegiatan yang kami lakukan adalah fire walk session.
Saya tidak ingat persis kata – kata motivator tsbt sebelum sesi dimulai, yang masih jelas di ingatan saya adalah ybs TIDAK TERANG TERANGAN menyatakan Bara dan API itu PANAS, sebaliknya ybs justru menyuruh kami para peserta untuk mengalihkan fokus dengan cara :
1. Menyuruh kami berulang ulang mengatakan ke diri sendiri bahwa itu rumput dan bukan api (menipu ? hehe).
2. Meminta kami membayangkan bagaimana bila orang yang paling kami cintai terkurung dalam kebakaran rumah dan kami harus menerobos kebakaran itu untuk menyelamatkannya (Nekad).
Saat itu yang saya pahami adalah ybs secara tidak langsung mengajarkan bahwa api itu sebenarnya PANAS, hanya saja bila kita fokus ke hal yang lain akan membuat panasnya tidak terasa.
Awalnya dimulai dengan berjalan di atas bara api yang ditumpuk di atas rumput dan tanah kering sepanjang kira kira 3 meter sebagai pemanasan, kemudian bagi yang berani dilanjutkan dengan berjalan di atas bara api yang sama, namun kali ini salah satu asistennya menyemprotkan api dari suatu alat (sy gak tau apa namanya) ke atas bara api itu sampai apinya berkobar kobar setinggi kira2 lutut sampai pinggang, sambil para peserta berjalan melewatinya.
Nah, sebelum melewati baik bara maupun bara yang disemprot dengan api, seluruh peserta disemprot dulu kakinya dengan selang air dingin sambil menanti giliran “masuk” api dan setelah melewati kakinya langsung direndam sebentar di baskom gede berisi air dingin, sambil diperiksa oleh asistennya apakah ada pecahan bara yang nyelip di antara kaki atau tidak, dan juga saat melewati bara serta bara yang disemprot api kami diminta untuk tidak jalan lambat – lambat, musti sedikit cepat.
Setelah melewati sesi tersebut dan memperhatikan apa yang terjadi, barulah saya mendapat pemahaman yang lebih terang, yaitu :
1. Api itu memang panas, hanya kecerdikan manusia sanggup memanipulasi untuk sedikit mengurangi rasa panasnya, tentu saja untuk waktu yang tidak lama.
2. Nekad tidak cukup untuk menghadapi resiko (api panas), perlu ada persiapan dan strategi alias TRIK (siram air sebelum dan sesudah, serta jangan jalan lambat2) agar panas api dapat direduksi / tidak terlalu berasa.
3. Sefokus apapun ke hal lain, tetap panas api akan berasa, apalagi bila dilakukan berulang kali. Kalaupun nekad, senekad apapun pasti akan tetap terasa panas juga kalau sudah lebih dari 2x melewatinya. Buktinya beberapa teman yang melewati “jalur” api tersebut sampai 3 – 4 kali mengaku merasa panas, bahkan hampir melepuh kakinya, cuma karena mau gaya saja sampai lewat beberapa kali diatas api itu. Pertama dan kedua kali lewat masih santai jalannya, ketiga keempat setengah lari (meskipun sudah disemprot dan direndam air dingin), hehe…
* Foto – fotonya masih ada sampai sekarang, bahkan juga foto yang ada semprotan airnya sebelum berjalan melewati api
So ? jelaslah api itu panas.
Bagi saya motivator tsb sedikit lebik baik karena tidak terang terangan menyatakan api itu dingin, tapi tetap saja ada unsur menipu karena menyuruh menganggap api itu rumput hehe…
Bukan tanpa alasan juga petugas pemadam kebakaran dilengkapi baju dan helm tahan api, kalau tidak mereka akan ikut terpanggang.
@Yuda, terima kasih untuk sharingnya. sharing seperti yang anda ungkapkan sangat berguna.
Terima kasih kembali Koh,
senang apabila info yang kita punya bermanfaat bagi orang lain, terutama bagi mereka yang masih mau membuka diri terhadap fakta dan kebenaran.
Hai bos haihai bengcu….. tadi w iseng2 baca hipnotis di google pas ketemu link ini http://awiesuwandi.com/proses-apa-yang-terjadi-dalam-pain-management-dengan-hipnoanestesi/ …… menurut bos haihai bengcu apa benar org ini bisa dioperasi tanpa rasa sakit atau minimal rasa sakit yg sedikit. Asli atau palsu y….
Yuda, sebetulnya hipnotis hanya sulap tanpa trik yang dipertontonkan oleh Charles Lafontaine. Dia hanya perlu membayar seseorang untuk melakukan yang dia suruh lalu lalu menyuruh orang tersebut TIDUR. Orang tersebut pun mematuhinya dan berusaha tidur atau berlagak tidur.
James Braid memeriksa orang itu, terutama mata dan pupil matanya dan menemukan TANDA-TANDA pupil mata orang itu sama dengan pupil mata orang yang TIDUR. Karena orang tersebut tetap sadar itu sebabnya memberikan respon dengan akurat maka dia menyebut kondisi demikian the Nervous Sleep = tertidurnya sistem saraf.
James Braid lalu melakukan penelitian bagaimana cara membuat orang memasuki kondisi demikian. Dia lalu menemukan caranya yaitu menyuruh orang tersebut MELIHAT dan berkonsentrasi pada sebuah benda kecil mengkilat yang jaraknya sekitar 45 CM dari matanya.
Karena bualan bahwa orang dalam kondisi demikian MUDAH dipengaruhi alias disugesti alias disuruh melakukan sesuatu maka Sigmun Freud pun tertarik untuk mempelajari dan menggunakannya untuk mengobati pasiennya. Sayang sekali klaim-klaim HIPNOTIS hanya terjadi di atas panggung dan tidak terjadi di ruang pengobatannya itu sebabnya Sigmun freud pun meninggalkan hipnotis.
Apa yang terjadi sekarang? Klaim-klaim kehebatan hipnotis tidak lebih dari DONGENG belaka. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang kita miliki saat ini SUDAH cukup untuk MEMBuKTIKAN bahwa klaim-klaim kehebatan hipnotis tidak lebih dari PEPESAN kosong belaka. Mari kita membuktikan salah satunya.
Henrikus Yorath: alangkah dangkalnya pikiranmu yang tidak tahu apa apa, dari dulu api tidak pernah dingin, tetapi dengan kemampuan pikiran bawah sadar, manusia bisa merubah persepsinya sehingga merasakan sesuatu yang berbeda dari rangsangan dunia luar,
Kenapa pasien MERASAKAN Api itu DINGIN? Menurut Hendrikus karena dia menyuruh pikiran bawah sadar pasiennya MENGUBAH persepsi API itu PANAS menjadi API itu DINGIN. Dengan demikian maka dia mengajarkan bahwa RASA panas dan dingin terjadi karena PERSEPSI.
Apabila yang diajarkan oleh Henrikus itu benar. RASA panas dan dingin diatur oleh PERSEPSI alam bawah SADAR maka inilah yang TERJADI:
Ketika MELIHAT api membakar tangannya maka MATA pun meneruskan informasi tersebut ke ALAM bawah SADAR. Alam BAWAH SADAR lalu memberi PERINTAH ke bagian tangan yang TERBAKAR untuk MERASA dingin. Itu sebabnya pasien pun merasa DINGIN.
Apabila Henrikus Yorath tidak membual sehingga yang diajarkannya BENAR maka ketika MATA pasien ditutup atau dia TIDAK melihat API maka MAKA alam BAWAH sadarnya pun TIDAK mendapat suplai INFORMASI tentang API membakar LENGANNYA. Karena TIDAK ada INFORMASI maka Alam bawah SADAR pun TIDAK memberi PERINTAH kepada TANGAN untuk MERASA panas atau dingin.
Bila tidak terjadi hal demikian maka itulah BuKTI Henrikus Yorath MEMBUAL tentang alam bawah sadar mengatur RASA dingin atau panas.
Apa yang terjadi ketika tangan dibakar dan MERASA panas? PANAS atau KALOR dari API merambat ke TANGAN. SUHU tangan MENiNGKAT seiring dengan pertambahan jumlah KALOR di tangan. RASA panas TIMBUL karena suhu TANGAN memanas, bukan KARENA alam bawah SADAR menyuruh tangan MERASA panas.
Apa yang terjadi ketika tangannya kepanasan dibakar api, seseorang BERPIKIR tangannya DINGIN? RASA panasnya sama sekali TIDAK BERKURANG apalagi BERUBAH menjadi DINGIN.
Namun orang itu TIDAK menggerakkan tangannya menghindari api.
Tidak menggerakkan tangannya menghindari API sama sekali bukan BUKTI orang itu tidak merasa PANAS. Itu hanya BUKTI bahwa orang itu TAHAN sakit yang diakibatkan oleh PANAS.
Cobalah pencet alur bibir atas anda. Rasanya sakit. Ulangi memencetnya. Setelah beberapa kali mengulanginya maka rasa sakit pun berkurang. Kenapa demikian? Karena OTAK memproduksi adrenalin untuk menahan sakit. Adrenalin MENAIKKAN batas AMBANG SAKIT orang yang bersangkutan. Itu sebabnya dikatakan ADRENALIN adalah ANALGESIK (penahan sakit) paling hebat di dunia.
Wah, pengetahuan yang berharga…
Jadi tahu sejarahnya hipnotis/hipnosis, Terima kasih banyak koh…
Apakah para pengajar hipno2 (segala macam hipno) tsb tahu sejarah ini? kalau tahu dan masih menjadikannya sebagai lahan usaha, benar benar keterlaluan, karena sejak awal sejarahnya dimulai dari menipu dan masih terus menipu sampai sekarang…
Mungkinkah para pemuja hipno juga tidak tahu kebenaran ini, namun karena terbius dengan trik yang dilakukan, akhirnya jadi menutup mata dari kebenaran, sama seperti kebanyakan orang kristen yang suka dongeng pendeta ? kalau iya, sayang sekali, apalagi mereka yang mengaku orang Kristen…
Teruskan membongkar kedok mereka koh, biar makin melek masyarakat kita jadi tidak bisa ditipu lagi… !