
FOTO: bayuwinata
Orang Tionghoa Kristen harus menghancurkan meja sembahyang leluhurnya karena itu adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis? Mungkinkah menjadi Kristen yang saleh namun mempertahankan meja sembahyangnya? Meja sembahyang orang Tionghoa yang juga disebut meja sembahyang leluhur adalah altar untuk sembahyang Tian Di (Tuhan Allah) dan menyembahyangi almarmum ayah ibu dan kakek neneknya.
hai hai: Kenapa Altar sembahyangmu menjadi MASALAH?
OKB: Pendeta bilang itu penyembahan berhala dan penyembahan Iblis. Tindakan demikain membuka CELAH bagi Iblis untuk menyerang.
Hai hai: Apa yang terjadi bila Iblis menyerang? Bagaimana cara Iblis menyerang?
OKB: Iblis menyerang dengan mendatangkan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit. Contohnya Ayub.
hai hai: Untuk apa kamu membangun meja sembahyang di rumahmu? Untuk apa engkau sembahyang?
OKB: Untuk sembahyang Tuhan Allah dan menyembahyangi orang tua.
hai hai: Yang kamu lakukan itu baik sekali. Kenapa setelah menjadi Kristen, kamu pakai meja sembahyangmu yang tadinya untuk menyembah Tuhan Allah dan orang tua untuk menyembah BERHALA dan memuja IBLIS?
OKB: Bukan begitu. Saya baru tahu setelah diberitahu pendeta bahwa SEMBAHYANG Tuhan Allah dan orang tua yang saya lakukan selama ini adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis.
hai hai: Oooo, jadi selama ini kamu SALAH sembahyang? Maunya sembahyang Tuhan Allah dan orang tua namun jadinya sembahyang berhala dan pemujaan Iblis? Bila demikian, berhentilah sembahyang berhala dan memuja Iblis. Selanjutnya, hanya gunakan meja sembahyangmu untuk menyembahTuhan Allah dan Orang tua.
OKB: Jaka sembung makan combro. Nggak nyambung, bro. Begini. Orang mati tidak bisa berinteraksi dengan orang hidup. Makanya, menyembah orang mati sama dengan menyembah berhala.
Hai hai: Kenapa kamu sembahyang orang tua?
OKB: Karena takut dibilang anak tidak berbakti.
Hai hai: Memangnya kenapa dengan anak tidak berbakti?
OKB: Anak tidak berbakti akan dihukum Tuhan Allah dengan kemiskinan, malapeta dan sakit penyakit.
Hai hai: Kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi karena takut Iblis menyerangmu dengan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit, bukan?
OKB: Benar!
Hai hai: Alasannya SAMA, bukan? Sebelum menjadi Kristen, kamu sembahyang orang tua karena takut NAAS. Setelah menjadi Kristen, kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi juga karena takut NAAS. Apakah KETAKUTAN-mu akan NAAS benar?
OKB: Kamu orang Kristen. Masak tidak tahu bahwa Tuhan akan membalaskan dosa orang tua kepada anak cucu bahkan sampai generasi keempat?
Hai hai: Izinkan saya bertanya. Apakah sembahyang orang tua yang kamu lakukan sebelum menjadi Kristen menyebabkan Tuhan Allah menghukummu?
OKB: tidak!
Hai hai: Itu berarti semua kekayaanmu, kesehatanmu dan keselamamtanmu sebelum jadi Kristen adalah hasil kamu sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, bukan?
OKB: Bukan! Bukan begitu! Semua kekayaannku, kesehatanku dan keselamatanku, adalah anugerah Allah bukan HASIL dari sembahyang Tuhan Allah dan orang tua.
Hai hai: Itu berarti sembahyang Tuhan Allah dan orang tua sebelum kamu menjadi Kristen tidak membuat kamu dihukum. Makanya melakukan hal yang sama setelah kamu menjadi kristen pun tidak akan membuat kamu dihukum.
OKB: Tapi pendeta saya bilang, “@#$^%*&^?”
Hai hai: Sebelum menjadi Kristen, apa yang kamu rasakan karena sudah melakukan sembahyang orang tua?
OKB: Merasa telah berbakti kepada orang tua.
Hai hai: Nampak gamblang sekali bukan? Sebelum menjadi Kristen, sembahyang orang tua tidak mendatangkan BERKAT apalagi mengundang KUTUK. Sebelum menjadi Kristen, Allah tidak mengutuk bahkan memberkati meskipun kamu sembahyang orang tua. Benarkah demikian?
OKB: Benar.
Hai hai: Sembahyang orang tua hanya membuat hatimu SENANG karena merasa TELAH berbakti kepada orang tua dan TENANG karena tidak takut dikutuk Tuhan Allah. Benarkah demikian?
OKB: Benar.
Hai hai: Coba pikir baik-baik. Kalau kamu jadi penjahat, apakah sembahyang orang dan Tuhan Allah akan membuat kamu merasa SENANG karena merasa TELAH berbakti kepada orang tua dan TENANG karena tidak takut dikutuk Tuhan Allah.?
OKB: Tidak mungkin begitu.
Hai hai: kalau begitu maka yang membuat kamu merasa SENANG dan tidak TAKUT bukan sembahyangnya namun hidupmu yang saleh. Bila demikian maka SEMBAHYANG tidak lebih dari CARA kamu MELAPOR ke pada almarhum orang Tua dan Tuhan Allah bahwa kamu sudah hidup SALEH, bukan?
OKB:Hmmmmm ….. Benar juga ya?!
Hai hai: Kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi karena takut diserang Iblis dengan kemiskinan dan malapetaka serta sakit penyakit.
OKB: Benar.
Hai hai: Sebelum menjadi Kristen, apakah Iblis menyerangmu dengan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit karena kamu sembahyang orang tua?
OKB: Tidak.
Hai hai: Bila demikian, kenapa setelah menjadi Kristen Iblis menyerangmu?
OKB: Karena saya sudah menjadi milik Kristus.
Hai hai: Anggaplah anda benar. Sembahyang orang tua adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis. Itu berarti setelah menjadi Kristen, melanjutkan sembahyang orang tua sama dengan TERUS menyembah berhala dan memuja Iblis dan BERHENTI sembahyang orang tua sama dengan berhenti menyembah berhala dan memuja Iblis, bukan? Apabila Iblis memang berkuasa menyerang, siapa yang HARUS dia serang? Orang Kristen yang terus menyembahnya atau yang tidak mau menyembahnya lagi?
OKB: ?#@>/$%&?<?!?
Hai hai: Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
OKB: Orang mati tidak bisa berhubungan dengan orang hidup itu sebabnya sembahyang arwah adalah penyembahan berhala.
Hai hai: Sembahyang orang tua bukan untuk berhubungan dengan arwah. Memang banyak dukun yang berlagak berinteraksi dengan arwah orang mati, namun itu penipuan belaka. Bila menghadapi dukun demikian, suruh dia bertanya kepada almarhum tentang merek sepatu dan pakaian yang dikenakan almarhum guna membuktikan dia memang berinteraksi dengan arwah orang tuamu.
OKB: Bila bukan untuk berhubungan dengan arwah lalu untuk apa?
Hai hai: Raja Tiongkok kuno menegakkan kesusilaan sembahyang orang tua karena tiga alasan utama yaitu: Pertama, untuk menyatakan hormat dan sayang kepada almarhum. Perasaan sayang dan hormat kepada orang tua tidak hilang ketika dia meninggal. Keinginan untuk mengungkapkan rasa sayang dan hormat serta melampiaskan rindu kepada almarhum tidak sirna. Kedua, untuk mendidik masyarakat agar tidak takut mati. Apa jadinya bila masyarakat membuang mayat ke sungai atau membiarkannya membusuk dan atau dimakan binatang? Apa jadinya bila orang-orang mati dilupakan begitu saja? Masyarakat akan takut mati karena melihat perlakuan orang hidup kepada orang mati. Kesusilaan sembahyang orang tua mendidik masyarakat agar tidak takut mati, sebab meskipun dirinya mati, namun kedudukannya dalam keluarganya sama sekali tidak berubah. Rasa hormat dan sayang dari anak cucunya tidak sirna. Ketiga, untuk mengajarkan kesusilaan (Li 禮).
OKB: Saya tidak pernah mendapat pengajaran demikian.
Hai hai: Kamu tidak pernah mendapatkan ajaran demikian karena kesusilaan tidak diajarkan lagi dengan lengkap dan benar dan karena orang Tionghoa menutup telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng-dongeng.
OKB: Sebagai orang Kristen kita harus menaati firman Tuhan.
Hai hai: Apa yang terjadi kepadamu setelah memeluk agama Kristen?
OKB: Saya punya jaminan keselamatan karena sudah ditebus oleh Yesus dan keberanian menjalani hidup sebab Dia memimpin setiap langkahku, juga mengerti kebenaran Alkitab.
Hai hai: Sebelum menjadi Kristen kamu tidak PAHAM makna sembahyang Tuhan Allah dan orang tua. Setelah menjadi Kristen kamu tetap tidak TAHU makna sembahyang Tuhan Allah dan orang tua. LAGU lama judul BARU. Sebelumnya kamu sembahyang Tuhan Allah dengan kiblat meja sembahyang dan liturgi orang Tionghoa, setelah menjadi Kristen kamu menyembah dengan kiblat mimbar gereja dan liturgi Kristen. Lagu LAMA kaset BARU.
OKB: Bagaimana dengan sesajen?
Hai hai: Sesajen? Orang Kristen dan Tionghoa sama-sama mengunjungi kuburan. Orang Kristen menaburkan bunga dan memercikkan minyak wangi ke atas pusara. Orang Tionghoa membakar Mingqi (barang sembahyang) dan menyajikan makanan. Orang Kristen makan bekal yang dibawanya sedangkan orang Tionghoa makan makanan yang disajikannya. Siapa yang sembahyang orang mati dan memberi sesajen? Keduanya.
OKB: Bagaimana dengan sembahyang Tuhan Allah?
Hai hai: Orang Tionghoa mempersembahkan mingqi (barang sembahyang) kepada Tuhan Allah. Meskipun bagi Tuhan Allah namun API yang melahapnya. Orang Kristen mempersembahkan pujian dan uang kepada Tuhan Allah. Meskipun untuk Tuhan Allah namun manusialah yang menerimanya. Jadi, siapa yang memberi sesajen?
OKB: Sembahyang orang tua sia-sia karena orang hidup tidak bisa berhubungan dengan arwah orang mati.
Mereka yang percaya tidak ada arwah (gui 鬼) bertanya, “Kenapa yang tidak mendatangkan kebaikan maupun kemalangan disebut perilaku berbakti?” Guru Mozi menjawab, “Sejak purbakala sampai hari ini, arwah tidak hanya satu. Ada Tian gui 天鬼 (arwah Tian), ada Shanshui guishen 山水鬼神 (arwah roh gunung dan sungai), ada arwah orang mati (gui 鬼). Saat ini ada anak yang meninggal mendahului ayahnya, adik meninggal mendahului kakaknya. Hal demikian memang terjadi. Ada pepatah yang mengatakan, ’di kolong langit ini, yang lahir duluan akan mati duluan,’ hal demikian juga benar. Bisa jadi, yang meninggal duluan bukan ayah namun ibu, bukan kakak namun ipar. Menurut tradisi, anggur dan kue manis disajikan untuk orang mati. Apabila guishen鬼神 (arwah roh) memang ada, itu berarti mengajak ayah, ibu, kakak dan ipar makan minum bersama. Hal demikian, bagaimana mungkin tidak membawa keuntungan? Apabila guishen musnah, meskipun mengeluarkan biaya untuk membeli anggur dan kue manis, namun keduanya berguna. Yang dibeli tidak tercemar, tidak dibuang dan tidak ditolak. Para kerabat dan teman-teman sekampung makan dan minum semuanya. Jadi, meskipun guishen musnah, bisa berkumpul, bersenang-senang dengan kerabat dan mempererat hubungan dengan teman sekampung.” Hari ini, mereka yang percaya tidak ada arwah berkata, “Guishen sudah pasti tidak ada. Itu bukan berkumpul dan beramah-tamah. Semua anggur dan kue manis untuk sembahyang harus dibeli dengan uang. Aku tidak menyayangkan uang untuk membeli anggur dan kue manis persembahan, namun apa keuntungan melakukan tradisi ini? Ke atas, bertentangan dengan kitab raja suci (shengwang聖聖), ke dalam bertentangan dengan tradisi anak berbakti di masyarakat yang diajarkan para sarjana (shangshi 上士) di kolong langit sebagai jalan suci (dao 道)?” Inilah yang Guru Mozi katakan, “hari ini, menurutku, sajian sembahyang (jishi 祭祀) tidak tercemar, tidak dibuang juga tidak ditolak. Ke atas mendoakan kebaikan arwah. Di bawah berkumpul, bersenang-senang dengan para kerabat dan mempererat hubungan dengan teman-teman sekampung. Apabila roh (shen 神) memang ada, berarti aku melayani ayah, ibu, adik dan kakak dengan makanan. Melakukan hal demikian, bagaimana mungkin tidak membawa kebaikan di kolong langit ini?” Mozi Ming gui xia 19
Hai hai: Mozi lahir tahun 470 SM, sembilan tahun sebelum Kongzi meninggal. Mozi meninggal tahun 391 SM, sembilan belas tahun sebelum Mengzi lahir. Tentang Laozi, Kongzi, Mozi dan Mengzi, hai hai berkata, “Laozi mencatat intisarinya, Kongzi mengumpulkan ajarannya, Mozi mengujinya dan Mengzi menyebarkannya namun keempatnya sama-sama mengajarkan jalan (dao 道) dan kebajikan (de德).” Ayat di atas adalah salah satu ayat yang mencatat kisah Mozi menguji tradisi sembahyang orang mati.
OKB: Allah sejati menuntut penyembahan yang benar.
Hai hai: Kenapa bangsa Israel menyembah YHWH (TUHAN)? Karena YHWH senang disembah. Kenapa orang Yahudi memberi sesajen kepada YHWH? Karena YHWH suka sesajen. Untuk apa bangsa Israel melakukan sembahyang? Untuk menyenangkan YHWH. Kenapa bangsa Israel sembahyang? Karena takut hukuman dari YHWH. Benarkah?
OKB: Benar.
Para raja yang telah mendahului kuatir li 禮 (kesusilaan) tidak dipahami sampai ke bawah. Makanya melakukan sembahyang korban (ji 祭) kepada Di 帝 di altar jiao 郊 sehingga kedudukan Tian 天 ditetapkan. Melakukan sembahyang (shi 祀) di altar she 社 di seluruh negeri untuk menerima berkat dari Di 地. Kuil leluhur (zu miao 祖廟) sehingga didapat akar peri kemanusiaan (ren 仁). Di shan chuan 山 川 (altar gunung dan sungai) untuk menyambut guishen 鬼神 (arwah roh). Di wu shi 五祀 (lima pengabdian) untuk menetapkan akar pelayanan (shi 事) manusia. Ada zong zhu 宗祝 (pendoa) di kuil leluhur, ada san gong 三公 (tiga menteri agung) di istana, ada san lao 三老 (tiga tetua) di sekolah. Di hadapan raja ada wu 巫 (shaman), di belakangnya ada pencatat sejarah (shi 史). Bu wu 卜巫 (peramal batok kura-kura dan rumput shi), gu 瞽 (pemusik buta) dan you 侑 (pencicip makanan) ada di sebelah kiri dan kanannya. Raja ada di tengah-tengah sebagai hati (xin 心) yang tidak melakukan apa pun (wu wei 無為) untuk mengawal semuanya agar berjalan dengan benar. Liji VII:IV:2 – Liyun
Hai hai: Tujuan sembahyang Tiongkok kuno bukan menyenangkan yang disembah. Tujuan sesajen Tiongkok kuno bukan untuk menyukakan yang diberi. Tujuan sembahyang dan sesajen Tiongkok kuno bukan untuk mengelak hukuman sambil mengharapkan berkat namun mengajarkan KESUSILAAN (Li 禮) kepada umat manusia.
OKB: Aneh bin ajaib.
Hai hai: Wushi 五祀 terdiri dari huruf wu 五 yang artinya lima dan shi 祀 yang artinya pengabdian alias pemujaan alias sembahyang. Penerjemah MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) menerjemahkan wushi menjadi “altar dalam keluarga” atau altar keluarga. Maksudnya, wushi adalah lima altar untuk menyembah lima generasi leluhur. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, MATAKIN salah kaprah karena para leluhur disembah di kuil leluhur bukan di wushi. Apa itu wushi? Wushi adalah lima departemen pemerintahan Tiongkok kuno. Melayani masyarakat adalah mengabdi kepada masyarakat. Mengabdi (shi 祀) masyarakat di wushi sama dengan sembahyang (shi 祀) di altar she 社 di seluruh negeri.
OKB: Wow … Aku benar-benar berkata, “wow!”
Hai hai: Ketika orang tua meninggal, perasaan sayang dan hormat kepadanya tidak musnah. Kedua orang tua saya masih sehat walafiat, namun dua adik perempuan saya telah meninggal. Perasaaan sayang dan hormat saya kepada keduanya tidak hilang meskipun tahun-tahun telah berlalu. Sering sekali, perasan kangen kepada keduanya tak tertahankan. Saya pun keluar rumah dan menatap langit biru untuk melampiaskan rindu dengan menyapa keduanya. Perasaan rindu berkurang karena saya MENYAPA keduanya, bukan karena keduanya MEMBALAS sapaan saya. Itulah MAKNA sembahyang orang tua. Kamu merasa TELAH berbakti karena TELAH melakukan sembahyang bukan karena orang tua MENANGGAPI sembahyang anda.
OKB: Bila orang tuamu meninggal, apakah kamu akan menyembahyanginya?
Hai hai: Di rumah mamaku, kami menggantung foto almarhum kedua adikku juga foto almarhum ayah dan ibu papaku di ruang keluarga. Saya tidak kenal kakekku. Dia meninggal saat Papaku berumur 2 tahun. Karena tidak mengenalnya maka tidak merindukanya. Nenekku dikubur 17 November 1991, hari itu aku wisuda S1. Akulah cucu kesayangan nenek yang tidur seranjang dengannya waktu kecil. Meskipun tahun-tahun telah berlalu namun saya selalu merindukannya. Cilin adikku meninggal sekitar 10 tahun yang lalu dan Merry adikku meninggal sekitar 3 tahun yang lalu (Lupa tahun kematian keduanya dan tak pernah ingin mengingatnya). Setiap kali berkumpul di ruang keluarga, saya mendongak menatap foto-foto di dinding. Setiap kali melakukan hal demikian, hati ini berdesir, merasakan sedih yang haru. Itulah cara saya menyembahyangi kakek, nenek dan kedua adikku.
OKB: Sinkretisme
Hai hai: Meskipun orang Kristen percaya orang mati tidak berinteraksi dengan orang hidup, namun mereka mendandani orang mati sebelum menguburkannya dan membangun kuburan yang indah serta menulisi nisannya dengan kata-kata bermakna. Waktu-waktu tertentu, mereka mengunjungi kuburan untuk menebarkan bunga serta memercikan minyak wangi. Banyak pula yang mengadakan kebaktian. Perasaan NYAMAN muncul karena TELAH melakukan sesuatu, bukan karena mendapat TANGGAPAN dari almarhum yang pusaranya dikunjungi.
OKB: Beda. Beda sekali.
Hai hai: Yang penting maknanya, bukan caranya. Di Tibet, jenazah orang mati dipotong-potong untuk diumpankan ke burung bangkai. Mereka melakukannya bukan karena kejam namun demi cinta kasih. Bertahun-tahun melakukan sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, meskipun tidak tahu maknanya namun paham perasaan ketika melakukannya.
NB
Silahkan klik di SINI untuk membaca tulisan hai hai yang lain tentang Agama Tionghoa.
Hari ini kamu pun tahu makna sembahyang orang Tionghoa. MUSTAHIL kamu tidak tahu sembahyang Tuhan Allah dan orang Tionghoa bukan penyembahan berhala dan pemujaan Iblis. Bila kamu merasa tidak nyaman lagi melakukan sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, silahkan berhenti melakukannya. Namun, tolong jangan membenarkan diri dengan menyebar FITNAH: sembahyang Tuhan Allah dan orang tua adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis.
pelayanan pelepasan? bucel budiman? buka celana buka baju bulu di mana-mana? ha ha ha ha …
tq bro, otw TKP dulu
haha, kok kamu tau klo bulu saya dimana mana? tapi maaf bung hai hai, yang saya tanya itu saudara david, jadi comment saudara saya terima dulu, dan akan saya pertimbangkan kemudian. sekian dan terima kasih. ^^
Apapun agama yang dianut, apapun kepercayaan yang dipegang dengan erat, apaun budaya dan adat yang dijalankan, apapun kitab yang menjadi pedoman kita semua, pertanyaan yang cukup sederhana apakah kita bisa bisa berfikir dengan logis atas segala kejadian yang menimpa kita dan orang lain ? Mampukah kita berbuat baik demi diri kita dan ornag lain? Masih banyak orang yang ngakunya punya agama tapi banyak juga yang munafik dan egois. Jangan jadikan perbedaan dan agama menjadi benteng dan beranggapan bahwa agama dan kepercayaan yang kita yakinilah yang terbaik. Tapi bercerminlah pada diri kita apakah kita sudah menjadi orang yang baik, bijaksana dan logis ? Memiliki agama tidak akan menjamin seseorang itu baik tapi pribadi dia sendiri lah baik hati dan pikiran individual yang bisa menentukan seseorang baik atau tidak. Memiliki pikiran yang sehat, hati yang baik dan jernih dan bijaksana itu jauh lebih berarti dibanding punya agama tapi munafik. Hidup saling menghormati, menghargai dan toleransi itu jauh lebih indah. Anggaplah semua manusia yang hidup di dunia ini adalah saudara kita, maka hidup ini akan jauh lebih indah meskipun ada perbedaan kepercayaan,agama, budaya, adat dan lain sebagainya. Semoga semua makhluk hidup dalam keharmonisan dan damai.
Komentar saya ini saya tujukan ke Bp. David Immanuel Simamora.
HAHAHAHAHA MUNAFIK SAJA…..
SESAMA CINA GAK USAH MENYERANG. UNTUK APA MENJELEK2KAN AGAMA ORANG LAIN???? APA YANG YESUS LAKUKAN WAKTU BERTEMU DENGAN WANITA YANG MAU DI RAJAM??? IKUT MERAJAMNYA??? JANGAN SOK PALING BENAR DENGAN LOGIKA!!! MELAKUKAN KEBENARAN SESUAI DENGAN FT. JD TDK USAH BANYAK NGOCEH LEWAT TEORI2. JESUS BLESS YOU.
Ikut baca-baca ya Pak.
Thanks sudah sharing. 🙂
silahkan membaca. Terima kasih kembali.
Saya mau jelaskan tentang artikel yang menyudutkan agama Kristen di atas : Agama Kristen dengan Alkitabnya tidak pernah melarang anak mendoakan Bapak/Ibunya atau keluarganya yang telah meninggal, dalam hukum taurat ke 5 jelas ditulis hormatilah Bapak dan Ibumu supaya lanjut umurmu. Agama Kristen juga tidak pernah melarang menggunakan dupa sebagai alat menunjukkan bakti kepada orangtuanya, karena Agama Kristen menghargai adat istiadat yang berada di dunia ini, dupa hanya alat, sama seperti kemenyan dan atau minyak narwastu ketika Tuhan Yesus diminyaki dengan minyak Narwastu bukankah minyak Naswastu hanya sebuah alat untuk untuk menunjukkan bakti kepada orangtua atau orang yang kita yakini seperti yang tertulis dalam Yohanes 12
12:5 “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”
12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
12:7 Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
disitu jelas ditulis, kita sebagai anak harus memberikan yang terbaik kepada orang yang kita sayangi termasuk orangtua yang sudah meninggal, menurut saya tidak masalah mendoakan orangtua yang sudah meninggal, tidak masalah juga menggunakan dupa sebagai alat untuk berdoa, itulah yang saya katakan manusia itu dibentuk dari Iman kepada Tuhan, tidak peduli bagaimana caranya anda berdoa mau pakai dupa mau bersujud tapi intinya berdoa kepada Tuhan Yesus,
jadi tunjukkan kepada saya Pendeta mana yang melarang berdoa kepada orangtua yang sudah meninggal, berdoa kepada orangtua menunjukkan bakti kita sebagai anak,
kenapa saya tertawa membaca komentar-komentar diatas lihat saja bagaimana pendeta-pendeta memaksa agama Kristen dalam tubuh keturunan tionghoa, gara-gara sekolah, semua menyatakan gara-gara sekolah, bukankah etnis tionghoa kaya-kaya, itu bukan alasan yang menyudutkan agama Kristen, bukankah di Indonesia ada namanya sekolah Negeri dari SD sampai SMA juga Perguruan Tinggi, ingat Indonesia ada 5 agama yang diakui, kenapa menyalahkan agama Kristen, hidup ini pilihan. cobalah belajar menyalahkan diri sendiri, kenapa mau sekolah di sekolah Kristen.
Masalah imlek, orang Kristen boleh tidak merayakannya, biar saya jelaskan, Imlek itu kalender lunar atau Bulan, itulah yang saya katakan tolong bedakan Agama & Tradisi, Imlek adalah tradisi yang dari nenek moyang katakan kita tahun baru di bulan februari tahun masehi,
apakah bertentangan dengan Agama Kristen, jawaban saya tidak, silahkan merayakan itulah tradisi, ingat jika Anda mau jadi Pengikut Kristen tidak perlu jadi orang Israel, Jika anda mau jadi Pengikut Islam tidak perlu jadi orang Arab.
Kristen adalah kepercayaan kepada Tuhan Yesus, sedangkan Imlek adalah kebiasaan mengawali tahun yang baru dalam kalender cina.
jika ada pendeta yang melarang mendoakan orangtua yang sudah meninggal & merayakan imlek silahkan temui saya biar saya ajari agama Kristen itu apa.
Karena setelah saya perhatikan etnis tionghoa ini ibarat pupuk buat gereja-gereja baru, membuat peraturan baru & doktrin-doktrin baru, padahal Tuhan Yesus datang ke dunia ini tanpa uang, kenapa gereja meminta uang. Tentang roh-roh kudus yang ada di gereja Pentakosta, itu buat mata saya risih, ini jadi penghinaan ketika baca komentar tentang agama, makanya saya katakan datang dan buktikan kepada saya yang mengaku pendeta apakah benar anda mendatangkan roh kudus, saya tunggu. begitu gampangnya mendatangkan roh kudus, berteriak-teriak, menangis, lalu pingsan. Dalam agama Kristen menghargai adat istiadat etnis tionghoa bukankah Alkitab sudah diterjemahkan dalam bahasa Tionghoa, intinya Agama Kristen tidak bermusuhan dengan kebiasaan nenek moyang, inti dari ajaran Kristen itu hatimu untuk Tuhanmu, jika ada kebiasaan tata cara silahkan mengikuti. Ingat juga Tuhanmu bukan patung, kalau Tuhanmu patung maka Tuhanmu itu manusia yang bisa kawin & mati, contohnya pemahat patung, tapi Tuhanmu itu hidup, dialah yang menciptakan langit dan bumi. juga saya mau jelaskan agama Kristen Tuhan Yesus hanya untuk orang Israel, biar saya jelaskan Israel memang bangsa pilihan Tuhan, tapi dalam perjalanannya ternyata bangsa pilihan Tuhan itu bangsa yang bebal penyembah berhala, lihat saja sekarang berapa persen bangsa israel yang beragama Kristen, sumber dari wikipedia hanya 5 %. dalam Alkitab ditulis manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Tuhan, menurut anda jika Tuhan juga punya sifat lebih sayang kepada anak sulungnya daripada anak-anak bungsunya, manusiawi sekali bukan. itulah yang terjadi Tuhan begitu sayang kepada Israel, sehingga melupakan ada bangsa-bangsa yang juga anak-anaknya yang butuh diselamatkan, diberikan perhatian dan kasih sayang. Akhirnya ke-12 murid-murid Tuhan Yesus diperintahkan untuk memberitakan Kerajaan Allah, agar semua orang dari segala bangsa,suku,etnis termasuk Tionghoa di Indonesia mengenal Tuhannya & menyembah Tuhannya. Saya lupa madrasah juga sekolah yang diakui di Indonesia, bukankah madrasah tergolong sekolah swasta yang dikelola orang-orang muslim. jangan menyalahkan sekolah, belajar jangan menghakim, karena sekolah Tujuannya baik untuk membuat yang tidak mengetahui jadi pintar. Saya menjelaskan semua dengan sejelas-jelasnya, saya hanya menangkap point-point dari artikel diatas, jika ada yang kurang paham tentang Agama Kristen bisa jumpai saya, biar saya jelaskan inti dari ajaran Kristen, jika saya diberkati Tuhan Yesus mudah-mudahan saya bisa bangun Gereja yang benar-benar menjalankan Agama Kristen dengan benar bukan seperti sekarang ini kalau kata orang mau kaya ? buat gereja saja, kenapa ? lihat pendetanya terbang keluar negeri lalu buat video di timur tengah Israel khotbah, sedangkan jemaatnya tidak mengerti kristen itu apa. tarik uang persepuluhan dari penghasilan, uangnya buat apa. lalu ada yang punya air suci, oleskan bisa sembuh, ntah dari mana didapatnya. lalu ada juga yang sembah patung, mau patung mirip apa juga kalau patung ya patung. beda dengan dupa, kalau dupa itu alat, sama seperti sendok, kalau patung yang menyerupai, kan namanya patung, sembahlah pembuat patung itu, orang dia mbahnya patung itu. mulai dari cara ibadah yang seperti konser musik, benar-benar darimana ditiru siapa yang ditiru pendeta-pendeta ini, perasaan Tuhan Yesus ibadah di bait Suci Allah gak ada pakai gitar & drum. Itu yang saya katakan agama Kristen sekarang sudah cemar, lebih duniawi, pemikiran manusia dimasukkan dalam kepercayaan ya rusak. saya pernah baca dalam Alkitab, tidak boleh mendirikan tempat ibadah diatas tanah darah, jadi saya putuskan bangun gereja baru dengan aturan yang jelas. termasuk dana & sumber pendanaan tidak dikutip sepeserpun dari jemaat, jadi jemaat itu datang beribadah kepada Tuhan Yesus, itulah tubuhnya & rohnya itu yang jadi persembahannya, jadi ketika orang itu datang dengan hati yang haus dengan firman Tuhan lalu pulang hatinya sudah penuh dengan firman Tuhan. lalu saya berpikir jika menerima uang persembahan dari orang, bisa jamin uang itu berasal dari hasil yang halal. kalau uang haram masuk ke gereja, iman pun rusak, lebih baik bangun perusahaan yang diatur cara mendapatkan laba keuntungannya, harus benar-benar halal & tidak merugikan orang lain, lalu perusahaan inilah yang jadi sumber dana baik gereja-gereja ini, jadi apa ? kita beriman Kepada Tuhan pun sepenuh hati tidak mikirkan uang, pendetanya pun senang melayani bukan mikirkan jemaat harus bayar uang persepuluhan atau uang sumbangan. inilah yang saya sebut iman kristen. dari sinilah iman Kristen terbentuk, kalau sekarang kan pendeta hanya tau melarang pakai dupa, melarang doakan orang meninggal, lalu melarang adat istiadat, kita saudara satu Iman Kristen, walaupun anda-anda bersuku apapun itu, beretnis apapun itu termasuk tionghoa, kita bersaudara dalam Iman kepada Tuhan Yesus. makanya kalau ada pendeta anda yang berkata aneh-aneh silahkan jumpai saya, biar saya jelaskan iman Kristen yang sebenarnya. buat Stevany saya minta maaf jika orang-orang kristen memaksa anda masuk kristen gara-gara sekolah swasta, tapi sejak jaman kemerdekaan Indonesia, sudah ada madrasah yang diakui negara sebagai sekolah formal swasta, juga ada sekolah negeri yang punya pilihan agama islam,kristen,dibeberapa sekolah ada agama Buddha, hindu. jadi jangan menyalahkan sekolah tentang keimanan saudara. sungguh tidak bijak. dalam agama Kristen dikatakan banyak yang dipanggil tapi sedikit yang terpilih, kalau anda beragama Kristen Tionghoa artinya anda yang terpilih, maka bersyukurlah. Agama Kristen adalah agama damai, agama kasih, tidak ada pertentangan dalam agama Kristen, apalagi pedang. jadi penyebarannya dengan Iman, Alkitab, Kasih. Ingat Belanda bukan penyebar agama Kristen di Indonesia, Belanda hanya mau berdagang & menguasai. tapi misionaris dari Jerman, Belanda, Portugis. dulu banyak misionaris diusir dari Indonesia karena menghalangi kekerasan & penindasan yang dilakukan Belanda. Agama Kristen disebarkan dengan damai, tidak ada pemaksaan itulah Ajaran Kasih. Semoga Tuhan Memberkati Kita. Syalom. Selamat Tahun Baru Imlek 2566