Pukulan yang tidak mematikan membuat yang dipukul semakin kuat. Itulah alasan kenapa buku ini tidak jadi terbit tahun 2006 yang lalu. Diperlukan waktu tujuh tahun untuk menggali Alkitab lebih dalam lagi dan menguji lebih banyak kesaksian lagi serta diuji lebih banyak orang lagi. Itu sebabnya yang tertulis di dalam buku ini benar-benar tidak takut diuji bahkan dipuji karena sudah berkali-kali diuji ratusan orang.
Alkitab harus dipahami dan tidak boleh ditafsirkan karena Alkitab ditulis untuk dipahami bukan untuk ditafsirkan. Memahami artinya mengerti betul. Menafsirkan adalah menangkap maksud perkataan dan kalimat tidak apa adanya saja, namun mengutarakan pendapat sendiri atas suatu perkataan atau kalimat. Anda menafsirkan karena tidak memahami atau menganggap yang tertulis salah. Menafsirkan berarti membuang kesempatan untuk memahami karena tafsiran adalah pendapat sendiri, bukan yang tertulis.
Alkitab mengajarkan: Iblis sudah dimusnahkan dan setan-setan tidak diutus lagi untuk bersaksi kepada Yesus bahwa Dia Anak Allah Yang Mahatinggi, sementara itu dewa-dewi adalah berhala tidak bernyawa yang tidak ada rohnya sehingga tidak berkuasa berbuat baik apalagi berbuat jahat kepada manusia. Bila demikian, dengan kuasa siapakah dukun-dukun melakukan hal gaib dan siapa yang ditengking umat Kristen dalam nama Yesus?
Sulap adalah ilmu dan seni melakukan hal gaib yang tidak ajaib. Pesulap melakukannya untuk menghibur penonton, dukun menggunakannya untuk menipu pelanggan dan pengkhotbah menuduhnya okultisme untuk mencari pujian.
Buku ini menyajikan cara ilmiah menguji apakah tenaga dalam, kebal, santet, pelet, susuk, operasi gaib, bambu gila, berjalan di atas api, berjalan di atas beling, hongshui, hipnotis, ilmu ramal, jailangkung, dirasuki dewa-dewi, telepati, pesugihan, pelesir ke sorga, piknik ke neraka, pukulan Roh Kudus, melihat dengan mata tertutup (blindfold reading), pendulum, mandi minyak panas, nini thowong memang ajaib atau sulap belaka?
Tujuan menguji kesaksian bukan untuk membuktikan apakah Allah mahakuasa atau tidak namun membuktikan apakah itu kisah nyata atau pepesan kosong belaka.
Di dalam buku ini anda dipandu untuk menguji apakah kesaksian Pdt. Dr. Eku Hidayat dari Gereja Bethany Muara Karang, Ev. Harun Jusuf, Ev. Daud Tony dari Dunia Roh Ministry, Pdt. Gilbert Lumoindong dari GBI Glow Fellowship Centre, Ev. Andereas Samudera dari Revival Total Ministry, Pdt. Budi Asali MDiv dari Gereja Kristus Rahmani Indonesia Golgota Surabaya, Pdt. Philip Mantofa dari Gereja Mawar Sharon dan Pdt. Yesaya Pariadji dari Gereja Tiberias Indonesia adalah kisah nyata dan ajaran mereka adalah ajaran Alkitab?
NB.
Tersebut di atas adalah KATA PENGANTAR buku Bengcu Menggugat Teologi Alam Roh Di Mata Seorang Tionghoa Kristen, yang belum dijual di toko buku. itu sbabnya anda hanya bisa membelinya lewat Internet. Harga buku Rp. 79.000,- Ongkos kirim ditanggung pembeli. Cara membeli? PM ke Face Book hai hai atau kirim email ke bengcumenggugat@gmail.com atau SMS ke 0852 8455 6636. Beritahu nama dan alamat juga No. HP anda serta jumlah buku yang dipesan. Selanjutnya anda akan diberitahu jumlah ongkos kirim yang harus ditanggung, juga nomor REKENING Bank yang harus anda transfer. Pengiriman akan segera dilakukan setelah pembayaran dikonfirmasi oleh Bank.
Untuk membaca blog-blog hai hai tentang Philip Mantofa, silahkan Klik di SINI.
Untuk membca blog-blog hai hai tentang Daud Tony, silahkan klik di SINI.
Untuk membca blog-blog hai hai tentang Eku Hidayat, silahkan klik di SINI.
Untuk membca blog-blog hai hai tentang Harun Jusuf, silahkan klik di SINI.
Untuk membca blog-blog hai hai tentang Budi Asali, silahkan klik di SINI.
Untuk membca blog-blog hai hai tentang Pariadji, silahkan klik di SINI.
Untuk membca blog-blog hai hai tentang Gilbert Lumoindong, silahkan klik di SINI.
@ Ko Hai…sip…mantap dah after servisnya Ko Hai memuaskan….abis baca bukunya simak seminarnya…two thumbs up…^_^..
@Budi Sundjaja, thanks pujiannya. yup, ikutlah seminar dan bedah buku di Medan bulan Agustus.
Tahun yang lalu saya pernah berjanji kepada haihai untuk membeli bukunya bila sudah terbit.
Tetapi tak lama setelah itu secara tak sengaja saya juga pernah membaca di status fb haihai kalimat yang seperti ini:
“karena sibuk membaca/belajar buku theologia orang kristen tak sempat belajar Al kitab.
Lebih baik “hanya belajar dari Al kitab yang one only.
Nah….,
sejak saat itu juga saya berhenti membeli buku buku yang berbau theologia gituh…..,
eh……,sekarang bukunya haihai sudah terbit.(congrat haihai…!)
Dan aku sudah tak berminat lagi…..,
(apa ini yang disebut ingkar janji yah…?)
@avi asmara, membeli buku atau tidak itu terserah pada kita. Saya juga menggunakan prinsip belajar dari Alkitab, bukan dari buku-buku kristen. Tapi saya tetap memiliki buku-buku kristen. Kita perlu buku-buku lainnya karena ada pengetahuan yang bisa kita dapat, bukan untuk mengikuti dan mempercayai 100% buku-buku tersebut.
Silakan beli bermacam buku, tapi untuk mengetahui kebenaran, gunakan Alkitab sebagai standar, bukan buku-buku teologi. Saya sudah selesai membaca buku hai hai, isinya mantap, bisa mengajarkan saya menjadi seorang yang sakti mandraguna dan tak terkalahkan hahahaha… just kidding, tapi teknik membongkar alam roh-nya cukup menarik dan sederhana, juga penjelasan mengenai hal-hal supranatural juga memudahkan kita untuk melakukan pengujian. Ada beberapa yang menurut saya penjelasannya masih kurang, itu karena saya memang sudah tahu lebih dalam. Tapi banyak pengetahuan baru yang sebenarnya sederhana tapi tidak terpikir oleh saya dalam melakukan pengujian sesuatu yang tampak supranatural.
Ga rugi saya beli bukunya hehehe… coba saja anda beli dan baca sendiri, untuk menambah pengetahuan. Kalau mau tahu kebenaran isi bukunya, uji saja dengan Alkitab.
Saya juga sudah berjanji sejak tahun lalu untuk membeli bukunya. Dasar pemikiran saya cuma karena saya juga mengamati dan menguji kebenaran hal-hal yang tampak supranatural sudah cukup lama. Cara hai hai menguji di blog ini cukup membantu saya, itu sebabnya bukunya pasti menarik, dan ternyata ga rugi beli bukunya. hehehe….
@avi asmara, nggak jadi beli buku hai hai? Bukan masalah.
Pingback: Logika Penting: Belajar dari Kebodohan Hai Hai 1 | Futility over Futility
Pingback: Logical Ad Hominem: Apakah itu dan Apakah itu Barang Terlarang Untuk Orang Kristen? | Futility over Futility
Sudah dibaca habis ko, ada lagi ga jilid 2 nya?
@soltyrei, 7 tahun kerja KERAS dan anda melalapnya dalam SATU malam lalu bertanya ada lagi? ha ha ha ha …… Gimana? Anda menyukainya? anda mendapat pengetahuan dari buku tersebut? Moga-moga bisa sanggup menulis satu buku lagi untuk hadiah natal.
Buku yg sangat bagus ko, 7 tahun kerja keras yang tidak sia-sia, banyak pengetahuan baru tapi disaat yang sama timbul pertanyaan baru, mungkin ko hai hai bisa membuka satu topik disini, khusus tempat untuk bertanya tentang buku tersebut apabila ada pembaca yg kurang paham maksudnya jd semakin tercerahkan
Seingat saya ko hai hai pernah menulis tentang Daud Tony, dlm tulisan Daud Tony, dengan memutar lagu rohani terjadi peperangan di atas antara malaikat dan iblis, sehingga kata ko hai hai kalo gitu kita cukup mutar lagu aja, dijamin dunia aman krn iblis lagi sibuk berperang hehe lupa dimasukinya dlm buku ya ko?