
i.dailymail.co.uk
Tujuan menguji kesaksian MUJIZAT bukan untuk membuktikan apakah kesaksian tersebut masuk akal atau tidak. Menguji kesaksian mujizat juga tidak untuk membuktikan apakah Allah berkuasa untuk melakukan mujizat atau tidak.
Tujuan MENGUJI kesaksian mujizat adalah untuk membuktikan apakah kesaksian tersebut adalah kisah nyata atau pepesan kosong belaka. Kesaksian MUJIZAT masa lalu hanya bisa diuji berdasarkan kesaksian tersebut yang diwariskan pada generasi ini. Ada banyak kesaksian mujizat masa lalu yang mustahil diuji karena informasi yang tersedia tidak cukup, namun ada banyak yang bisa diuji secara ilmiah karena informasi yang kita miliki cukup untuk melakukannya. Bagaimana dengan kesaksian Yesus berjalan di atas Air? Kisah nyata atau pepesan kosong belaka?
Memberanikan diri bertanya, Tentang Yesus berjalan di atas air, kitab Matius mencatat:
Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Matius 14:19
Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Matius 14:20
Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. matius 14:21
Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Matius 14:22
Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Matius 14:23
Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Matius 14:24
Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Matius 14:25
Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut. Matius 14:26
Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Matius 14:27
Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Matius 14:28
Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Matius 14:29
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” Matius 14:30
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Matius 14:31
Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Matius 14:32
Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.” Matius 14:33
Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Matius 14:34
Memberanikan diri bertanya, Tentang Yesus berjalan di atas air, kitab Markus mencatat:
Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Markus 6:45
Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa. Markus 6:46
Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat. Markus 6:47
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka. Markus 6:48
Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, Markus 6:49
sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Markus 6:50
Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung, Markus 6:51
sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil Markus 6:52
Memberanikan diri bertanya, Tentang Yesus berjalan di atas air, kitab Yohanes mencatat:
Dan ketika hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus pergi ke danau, lalu naik ke perahu Yohanes 6:16
dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, Yohanes 6:17
sedang laut bergelora karena angin kencang. Yohanes 6:18
Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Yohanes 6:19
Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Aku ini, jangan takut!” Yohanes 6:20
Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui. Yohanes 6:21
Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Yohanes 6:22
Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudPage 3 of 5
ah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. Yohanes 6:23
Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Yohanes 6:24
Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Yohanes 6:25
Bengcu Menjawab:
Sehubungan dengan mukjizat, Buddha menguraikan tiga macam mukjizat kepada brahmana Sangarava (Anguttara Nikaya III:60).
Ada tiga macam mukjizat, brahmana. Apakah yang tiga itu? Mukjizat kekuatan supranormal, mukjizat membaca pikiran, dan mukjizat pengajaran. Apa yang merupakan mukjizat kekuatan supranormal itu? Ada orang yang menikmati berbagai macam kekuatan supranormal: setelah menjadi satu, dia berubah menjadi banyak; sesudah menjadi banyak, dia berubah menjadi satu; dia muncul dan lenyap; dia pergi tak terhalang menembus benteng; menembus gunung seolah-olah melewati ruang kosong; dia menyelam masuk dan keluar dari bumi seolah-olah itu adalah air; dia berjalan di atas air tanpa tenggelam seolah-olah itu adalah tanah; dalam keadaan duduk bersila ia terbang ke udara seperti seekor burung; dengan tangannya ia menyentuh dan “mengusap” matahari dan bulan, begitu kuat dan perkasa; ia melakukan penguasaan dengan tubuhnya bahkan sejauh dunia-Brahma. Ini, Brahmana, disebut mukjizat kekuatan batin.
… Tetapi apakah ada biku lain, selain Guru Gotama, yang memiliki tiga mukjizat ini? / Ya, brahmana. Para biku yang memiliki ketiga mukjizat ini tidak hanya berjumlah seratus, atau dua ratus, tiga ratus, empat ratus, atau lima ratus, tetapi bahkan lebih banyak dari jumlah itu. / Dan di manakah sekarang berdiamnya biku-biku ini, Guru Gotama? / Di dalam Sanggha biku ini juga, brahmana.
Buddhis artinya penganut agama Buddha. Beberapa Buddhis menyatakan: “Karena hai hai menganggap kesaksian Buddha dan lima ratus lebih murid-muridnya berjalan di atas air adalah dongeng itu berarti kesaksian Yesus berjalan di atas air juga dongeng.” Hai hai tidak pernah menyatakan kesaksian Buddha dan lima ratus lebih murid-muridnya berjalan di atas air adalah dongeng. Yang selalu dikatakannya adalah, “Saya tidak bisa menguji kesaksian Buddha berjalan di atas air karena informasi yang tersedia tidak cukup untuk melakukan pengujian.”
Beberapa Buddhis yang lain menuduh hai hai tidak adil. TIDAK ADIL sebab menguji kesaksian mujizat Buddha namun meyakini kesaksian Yesus berjalan di atas air dengan IMAN, maksudnya mempercayainya membabibuta. Jangankan mengujinya, memikirkannya dengan logis pun tidak pernah. Atas tuduhan demikian, hai hai sama sekali tidak merasa perlu untuk membela diri.
Beberapa Buddhis yang lain menyatakan bahwa kesaksian Yesus berjalan di atas air bukan kisah nyata namun pepesan kosong belaka. Mereka lalu menantang hai hai untuk BERAPOLOGETIKA guna membuktikan bahwa tuduhan mereka salah. Tentu saja hai hai menolak tantangan demikian. Untuk apa membuang waktu melayani tuduhan-tuduhan asal bunyi tanpa bukti? Untuk menggerakkan hai hai BERAPOLOGETIKA mereka harus menyediakan bukti-bukti atas tuduhannya.
Beberapa orang teman minta tolong hai hai menguji kesaksian Yesus berjalan di atas air. maka hai hai pun melakukannya dengan senang hati.
Kita tidak akan menguji apakah Allah mahakuasa atau tidak. Kita juga tidak akan menguji apakah berjalan di atas air itu mustahil dilakukan atau bisa dilakukan oleh manusia. Kita HANYA akan menguji berdasarkan catatan kitab Matius, Markus dan Yohanes, apakah kesaksian Yesus berjalan di atas Air adalah kisah nyata atau pepesan kosong belaka.
Di Betsaida, Yesus mengajak murid-murid-Nya menyingkir dari orang banyak dengan perahu ke Tiberias. Namun orang banyak mengetahui tujuan mereka lalu mendahului ke Tiberias lewat jalan darat. Ketika perahu yang ditumpangi Yesus mendarat orang banyak pun menyambutnya. Ketika hari hampir gelap, murid-murid mengusulkan agar Yesus menyuruh orang banyak itu pulang karena tidak ada makanan untuk mereka. Yesus menolak usul murid-murid-Nya dan memberi makan orang banyak yang jumlah lelaki dewasanya saja sekitar 5.000 orang dengan memecah-mecah 5 roti dan 2 ikan. Aneh bin ajaib. Ke 5 roti dan 2 ikan itu bukan saja berlipat ganda sehingga cukup untuk makan semua orang, bahkan sisa 12 keranjang. Setelah semua orang selesai makan maka Yesus menyuruh murid-murid-Nya pulang naik perahu sementara Dia membubarkan orang banyak. Setelah orang banyak bubar, Yesus naik ke bukit untuk berdoa. Sekitar jam 3 pagi, Dia berjalan di atas air mengejar perahu murid-murid-Nya yang berjalan lambat karena angin sakal. Saat itu mereka sudah berdayung sekitar dua hingga 3 mil jauhnya dari pantai. Angin sakal adalah angin yang menerpa haluan perahu sehingga berjalan lambat.
Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Matius 14:13
Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Markus 6:32
Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Markus 6:33
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Markus 6:34
Mungkinkah kecepatan Yesus jalan kaki mengalahkan kecepatan perahu yang didayung oleh murid-murid-Nya? Pasti demikian! Markus mencatat bahwa setelah mengetahui tujuan perahu yang ditumpangi oleh Yesus dan murid-murid-Nya maka orang banyak pun mendahului mereka dengan berjalan kaki, itu sebabnya ketika mendarat, Yesus dan murid-murid-Nya pun disambut orang banyak. Pada zaman itu, jalan kaki lebih cepat dari naik perahu.
Akan tetapi mungkinkah Yesus menyusul murid-murid-Nya sedangkan mereka sudah berlayar duluan berjam-jam sebelum Yesus menyusul mereka? Pasti! Kenapa demikian? Karena Markus dan Matius mencatat bahwa murid-murid menghadapi angin sakal. Angin sakal adalah angin yang menerpa haluan perahu sehingga sulit melaju. Yohanes mencatat bahwa laut bergelora karena angin kencang. Menurut Yohanes ketika tersusul oleh Yesus, saat itu mereka baru melaju dua atau tiga mil jauhnya, sementara Matius mencatat bahwa mereka sudah beberapa mil jauhnya dari pantai.
Murid-murid Yesus bisa saja sepakat lalu KOMPAK untuk membual tentang Yesus berjalan di atas air. Namun bukan hal demikian yang terjadi sebab kesaksian Yesus berjalan di atas air juga dikuatkan oleh orang banyak. Orang banyak memang TIDAK melihat Yesus berjalan di atas air namun mereka MELIHAT bahwa Yesus tidak ikut perahu yang ditumpangi oleh murid-murid-Nya dan selain perahu itu, tidak ada perahu lainnya di situ. Ketika Yesus menyuruh orang banyak pulang, tidak semuanya pulang. Orang banyak yang tidak pulang itu menjadi saksi bahwa perahu murid-murid Yesus tidak kembali lagi untuk menjemput Yesus dan tidak ada perahu lain yang ditumpangi Yesus malam itu. Namun, ketika hari siang, beberapa perahu mendatangi, orang banyak itu pun menumpanginya untuk mencari Yesus ke seberang danau, ke Kapernaum. Mereka menemukan Yesus di sana. Terheran-heran Mereka pun bertanya KAPAN Yesus tiba di sana?
Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Markus 6:53
Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Markus 6:54
Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Markus 6:55
Mungkinkah Yesus tidak berjalan di atas air namun menyusul murid-murid-Nya yang naik perahu dengan jalan kaki lewat darat? Mustahil! Kenapa demikan? Karena Markus mencatat: “Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.” Ketika Yesus mendarat dengan murid-murid-Nya, mereka MENGENALI Yesus yang baru mendarat bersama-sama muridnya. Itu berarti Yesus ada bersama-sama dengan murid-murid-Nya ketika PERAHU mendarat.
Kisanak, berdasarkan catatan Matius, Markus dan Yohanes kita menyimpulkan bahwa Yesus berjalan di atas air memang kisah nyata.
Kl ke Bndung kpn lagi pak? Pgn minta ditraktir nih smbil diskusi mslh cinta.. hehe, kidding pak..
kayaknya bulan depan saya mendapat undangan kopdar di Bandung. Hanya saja blom pasti jadi. kalau ke Jakarta mampir aja mas.
Amsal 8:7 Karena lidahku mengatakan kebenaran, dan kefasikan adalah kekejian bagi bibirku.
demikianlah owe mengatakan tulisan Ang Ci Yang alias Hai Hai Bengcu yg ini BENAR dan didukung ayat-ayat yg benar juga berurut kronologi yg benar…..
[Kalau sesat…. owe katakan BIDAT……]
@TJin Kwang, kisanak, jangan MENJILAT. percuma anda MENJILAT hai hai. Nggak akan dialem lagi. ha ha ha ha …
Firman Khusus untuk Ang Ci Yang alias Hai Hai Bengcu…..
Wahyu 13:5
(5)Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
(7) Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa.
(9) Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
Siplah, sederhana, lugas dan bisa dimengerti dan logis
Bertobatlah kalian semua,pemahaman anda semua tentang yesus itu salah,anda semua belum pernah bertemu dengan yesus dan belum pernah diajak yesus kesurga dan neraka,jadi wajar kalo kalian berkata demikian,kalian itu ibarat melihat buah sudah sok tau langsung menebak buah itu rasanya asam atau manis padahal anda semua belum mencoba rasa dari buah tersebut
kisanak, kumat ya? makan obat dulu ya. besok baru ke dokter untuk berobat ya.
bung hai..hai..dunia ini tak selebar daun kelor, walaupun anggapan anda buddha tidak memiliki mujizat saya yakin buddha memiliki mujizat hanya saja dia tak mau pamer. dalam mistik timur sana yang banyak dikuasai oleh para siddha, yogi, lama tibet, kekuatan bhatin (mujizat) hanya sebagai hasil sampingan latihan meditasi yang tak usah dipamer-pamerkan karena akan menghambat pencerahan. dalam mistik timur yoga mengajarkan ilmu chakra, kundalini,kemudian dalam mistik tao, mistik tibet diajarkan tentang kekuatan chi. mau bukti, ini ada buktinya :John Chang Si Manusia Api From Java
ada lagi biksu bisa melayang:
ada lagi bikku tailan tidur di atas air, ini videonya:
jadi kalau para biksu banyak bisa melayang maka sudah tentu shidarta gautama memiliki mujizat karena rajin meditasi, masih banyak lama tibet yang menguasai beragam mujizat!
“Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya” (Yoh 4:46-54)
dari beberapa video sebelumnya tentang biksu juga banyak yang punya mujizat dan mungkin masih lebih banyak lagi yang tidak disorot media.mereka tersebar mulai dari tibet, china, thailand, jepang, dll.jadi kemungkinan besar buddha gautama sendiri punya mujizat, kalau tidak bagaimana mungkin biksu bisa sakti?? pasti mereka meneruskan ilmu sebelumnya, yaitu meditasi. bodhidharma yang mendirikan biara shaolin juga berjalan di atas air, buktinya banyak murin shaolin hingga kini sering ke jakarta menunjukkan ilmunya. ilmu bodhidharma dari buddha gautama juga kan??
kita percaya yesus punya banyak mujizat seperti berjalan di atas air, memperbanyak makanan, menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang sakit. tapi yang memubuat saya sangsi bukankah mujizat kristus banyak kemiripan dengan mujizat krishna, 2500 tahun sebelum masehi? bukankah dari dulu hingga kini banyak orang suci india/yogi menguasai aneka mujizat, apa hubungannya?? sedangkan di timur tengah/eropa sana mujizat sangat langka kisahnya?? ini bukunya:
Autobiography of a Yogi
dianggap sebagai salah satu buku spiritual yang paling menghibur dan mencerahkan yang pernah ditulis. Buku ini memiliki gaya bahasa kuno khas Inggris India, dan gambarannya yang mengagumkan memberikan kehangatan yang jarang ditemukan dalam tulisan spiritual. Gambaran yang mengagumkan tentang India juga diungkapkan, yang meski tergolong sedikit selama dua abad terakhir, tulis Yogananda, telah menghasilkan “jiwa pencakar langit” dalam rupa para swami dan yogi.
Sewaktu muda Yogananda adalah murid dari Lahiri Mahayasa di benares India, kemudian ia belajar pada Sri Yusketwar, dari kelompok swami. Sri Yusketwar adalah swami yang sangat disegani, ia mempunyai kemampuan khusus yaitu mampu menyelaraskan dirinya dengan pikiran siapa saja yang ia mau, bukan hanya membaca pikiran mereka melainkan juga memasukkan pikiran ke dalam benak mereka. Yogananda mendeskripsikan Yusketwar dengan definisi yang ditemukan dalam kitab Weda tentang manusia Tuhan: “Lebih lembut daripada bunga, di mana kebaikan diperhatikan; lebih kuat daripada guntur, dimana prinsip berada dalam keadaan bahaya”. Dibawah bimbingan Yusketwar takdirnya mulai terbentuk.
Membawa timur ke barat
Kata kata seperti “guru” dan “yoga” sekarang sudah menjadi istilah umum dalam bahasa inggris, tetapi ketika Yogananda pergi ke Amerika tahun 1930-an, dunia spiritualitas dan filsafat timur masih sangat eksotis. Ia pergi kebarat karena mendapatkan visiun tentang orang orang Amerika, dan menganggapnya pertanda untuk pergi ke Amerika.
Di Amerika ia berbicara di kongres religius internasional di Boston. Inilah ceramah pertama dari ratusan ceramah yang pelan pelan meningkatkan kesadaran akan Hinduisme dan memperkenalkan yoga pada banyak orang. Bahkan ia pernah dipanggil untuk menemui Presiden Calvin Coolidge.
Bertemu sesama yogi
Buku ini memasukkan kisah pertemuan Yogananda dengan berbagai tokoh suci India dan luar negeri, seringkali di tempat yang terpencil. Tokoh bijaksana yang ditemuinya antara lain Perfume Saint, yang bisa mewujudkan bau sesuai keinginan, Tiger Swami, yang telah bertarung dan mengalahkan harimau, dan Levitating Saint, Bhaduri Mahayasa, yang meninggalkan kekayaan keluarga untuk menjadi yogi. Levitating Saint berkata bahwa yang sebenarnya menjadi sannyasi adalah orang duniawi itu, karena mereka meninggalkan persatuan dengan Tuhan demi hal hal ilusif.
Ia pergi ke jantung Bengal utnuk bertemu Giri Baba, tokoh suci yang tidak makan; ia menggunakan suatu teknik yoga tertentu yang memungkinkan dirinya hidup tanpa makanan selama beberapa dekade, tanpa menimbulkan efek sakit dan dibuktikan dengan pengamatan yang seksama. Anehnya dia gemar memasak untuk orang lain. Tetapi ketika ditanya apa tujuan tidak makannya, Giri Baba menjawab bahwa hal itu menunjukkan kepada kita bahwa manusia pada dasarnya adalah roh dan secara bertahap akan belajar bagaimana cara hidup dari energi cahaya astral, seperti yang ia lakukan. Yogananda juga mendedikasikan satu bab untuk pertemuannya dengan mistikus Jerman, Therese Neumann, yang selama bertahun tahun hidup hanya dari sepotong hosti(roti suci) satu kali sehari, dan setiap minggu darah keluar dari tangan dan pinggangnya(stigmata), suatu empati terhadap penderitaan penyaliban Yesus.
Banyak juga dituliskan pertemuannya dengan banyak tokoh dan ilmuwan pada saat itu seperti Rabindranath Tagore, penyair besar India, Luther Burbank, seorang hortikulturis; Mahatma Gandhi dan Sri Ramana Maharshi, tokoh bijaksana dari Arunchala.
Kekuatan yogi dan hukum keajaiban
Buku ini penuh dengan kisah penyembuhan ajaib, orang yang dibangkitkan dari kematian, dan perantaraan aneh. Walau demikian, deskripsi peristiwa ini kedengarannya benar. Yogananda banyak mendiskusikan bagaimana sesuatu yang nampak mustahil adalah sesuatu yang wajar bagi para yogi. Ia menulis bahwa teori relativitas Einstein telah menuntun pada pandangan bahwa jagad raya adalah energi murni, atau cahaya. Materi adalah energi yang terkonsentrasi, dan soliditas benda sampai batas tertentu bersifat ilusif. Einstein menunjukkan bahwa materi tidak pernah bisa menyamai kecepatan cahaya, dan itulah mengapa kita menggolongkan materi sebagai sesuatu yang solid dan cahaya sebagai sesuatu yang tidak bertahan lama.
Yogananda menjelaskan bahwa para yogi mampu menempatkan diri mereka ke dalam suatu keadaan dimana mereka tidak lagi diidentifikasikan dengan tubuh mereka, atau bahkan dengan materi. Dari kesadaran mereka bahwa dunia materi ini pada dasarnya adalah maya, atau ilusi, mereka bisa mentransformasikan struktur molekular mereka dari materi menjadi energi cahaya, membuat mereka bisa, misalnya, berada di dua tempat dalam waktu yang bersamaan. Seorang yogi melihat dirinya sebagai omnipresent(ada di mana mana), menjadi “satu dengan alam semesta”, dan hasilnya mereka bisa membentuk(materialize) atau menguraikan(dematerialize) objek tanpa dipengaruhi hukum gravitasi.
Kemampuan seorang yogi “menjadi cahaya” –menghimpun energi cahaya–menjelaskan mengapa manifestasi Tuhan dalam setiap agama seringkali dideskripsikan sebagai cahaya yang menyilaukan. Ahli spiritual melihat alam semesta seperti yang Tuhan lihat ketika Ia menciptakannya : sekumpulan besar cahaya. Menjadi satu dengan cahaya membuat manusia terbebas dari kekangan materi, dan memungkinkan terjadinya keajaiban. Sebenarnya, peristiwa ajaib seperti itu sama sekali sesuai dengan hukum alam, hanya saja sebagian besar manusia tidak bisa bekerja dengan hukum alam tersebut. Therese Neuman berkata kepada Yogananda bahwa ia mendapat energi hanya dari cahaya dan udara. Seperti yang ditulisnya, membuat keajaiban memang mungkin bagi setiap orang “yang menyadari bahwa esensi penciptaan adalah cahaya”
Meski seorang yogi memiliki kemampuan yang tidak biasa, kemampuan itu tidak digunakan untuk menghibur orang lain. Yogananda merasa pepatah “Hanya orang bodoh yang tidak bisa menyembunyikan pengetahuannya” amat sesuai dengan gurunya Sri Yusketwar. Ia memang banyak dibicarakan, tetapi hanya menggunakan hukum alam di seputar dirinya, dengan demikian tidak menarik perhatian orang.
kita bertanya apakah tidak menutup kemungkinan yesus punya mujizat karena belajar di india dan tibet pada tahun-tahun yang tak diketahui/tercatat dalam alkitab? kita tahu para pembuat mujizat di india: rama, krishna, para yogi lainnya kemudian ada milarepa, padmasambava di tibet dan masih banyak lagi………….