Misteri Kematian Ananias dan Safira


Image result for ananiasPada mulanya orang Kristen hidup dalam eforia cinta kasih. Banyak orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa kepada para rasul lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. Suami istri Ananias dan Safira menjual sebidang tanah. Setelah menahan sebagian dari hasil penjualan Ananias lalu membawa sisanya untuk diberikan kepada para rasul. Karena tindakan demikian, keduanya mati dalam selang waktu 3 jam. Dalam generasi ini, umat Kristen meyakini bahwa Ananias ketika menyerahkan sebagian uang penjualan tanahnya, mengakui bahwa itulah semua uang hasil penjualan tanahnya. Walaupun demikian, mereka menganggap apa yang dilakukan oleh Ananias itu adalah kesalahan kecil karena dari generasi ke generasi banyak orang Kristen yang jauh lebih jahat dari kedua suami istri itu. Itu sebabnya mereka bertanya-tanya, kenapa Ananias dan Safira mati karena kesalahan sepele demikian?

Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Kisah Para Rasul 4:32

Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan  Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. Kisah Para Rasul 4:33

Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa Kisah Para Rasul 4:34

dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. Kisah Para Rasul 4:35

Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. Kisah Para Rasul 4:36

Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Kisah Para Rasul 4:37

Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. Kisah Para Rasul 5:1

Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Kisah Para Rasul 5:2

Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Kisah Para Rasul 5:3

Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” Kisah Para Rasul 5:4

Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. Kisah Para Rasul 5:5

Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya. Kisah Para Rasul 5:6

Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. Kisah Para Rasul 5:7

Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.” Kisah Para Rasul 5:8

Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.” Kisah Para Rasul 5:9

Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya. Kisah Para Rasul 5:10

Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu. Kisah Para Rasul 5:11

Setiap orang yang telah membunuh seseorang haruslah dibunuh sebagai pembunuh menurut keterangan saksi-saksi, tetapi kalau hanya satu orang saksi saja tidak cukup untuk memberi keterangan terhadap seseorang dalam perkara hukuman mati. Bilangan 35:30

Pengadilan Yang Tidak Adil

Handaiku sekalian, apakah penghakiman yang dilakukan oleh rasul Petrus terhadap Ananias dan Safira telah dilakukan dengan adil? Dengan adil artinya sesuai dengan ketetapan YHWH (TUHAN) di Perjanjian Lama dan ketetapan Yesus di Perjanjian Baru? Tentang pengadilan dengan ancaman hukuman mati, inilah yang tercatat di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru:

Atas keterangan dua atau tiga orang saksi haruslah mati dibunuh orang yang dihukum mati; atas keterangan satu orang saksi saja janganlah ia dihukum mati. ulangan 17:6

Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan. Ulangan 19:15

Maka hakim-hakim itu harus memeriksanya  baik-baik, dan apabila ternyata, bahwa saksi itu seorang saksi  dusta dan bahwa ia telah memberi tuduhan dusta terhadap saudaranya, maka kamu harus memperlakukannya sebagaimana ia bermaksud memperlakukan saudaranya. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu. Ulangan 19:18-19

Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Matius 18:16

Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. 18:17

Di Perjanjian Lama, YHWH (TUHAN) menetapkan bahwa pengadilan atas kesalahan harus mengajukan DUA atau TIGA orang saksi. Atas keterangan SATU saksi saja tidak dapat menggugat perkara kesalahan apapun atau dosa apapun atas seseorang. Di Perjanjian Baru, Yesus mengajarkan hal yang sama. Bahkan lebih lanjut Yesus mengajarkan bahwa orang yang dihakimi harus dihadapkan kepada jemaat apabila tidak mengakui kesalahannya atas kesaksian DUA atau TIGA orang dan bila dia tetap kekeh jumekeh menyangkal maka dia DIKUCILKAN dari jemaat. Sama sekali tidak ada hukuman lainnya apalagi hukuman mati. HUKUMAN paling berat dalam jemaat Perjanjian Baru adalah PENGUCILAN.

Ketika petrus menghakimi Ananias, siapa yang tampil menjadi saksi? TIDAK ada! Setelah Ananias mati, Safira bersaksi bahwa Ananias sama sekali tidak bersalah. Kenapa Petrus tidak menuduh Safira bersaksi dusta namun menuduhnya bersama suaminya mencobai Tuhan? Kita tidak tahu karena Alkitab tidak mencatatnya. Ketika Petrus menuduh Ananias dan Safira mencobai Tuhan, siapakah yang tampil bersaksi? TIDAK ada! Tidak ada saksi artinya pengadilan atas Ananias dan istrinya Safira tidak berjalan dengan adil.

Dari mana Petrus tahu bahwa Ananias mendustai Roh Kudus? Dari mana Petrus tahu bahwa Safira bersaksi dusta? Dari mana Petrus tahu bahwa Ananias dan istrinya Safira mencobai Tuhan? Anda pasti menjawab, dari Roh Kudus atau dari Roh Allah atau dari Allah. Namun Alkitab sama sekali tidak mencatat dari mana Petrus mengetahui hal demikian bukan? Mungkin saja Petrus tahu dari Iblis yang menyamar sebagai malaikat terang bukan? Apakah Petrus tahu dari Roh Kudus atau dari iblis yang menyamar sebagai malaikat terang, tetap saja pengadilan itu tidak adil. Kenapa demikian? Karena DUA atau TIGA saksi yang dituntut oleh HUKUM adalah manusia, bukan makluk lain.

Dari mana Petrus tahu bukan masalah utamanya. Masalah utamanya adalah TIDAK ada saksi sama sekali. Masalah utamanya adalah baik Ananias maupun istrinya Safira sama sekali tidak mendapat kesempatan untuk membela diri. Masalah utamanya adalah Alkitab sama sekali tidak mencatat ucapan Ananias ketika dia meletakkan uang di depan kaki rasul-rasul. Masalah utamanya adalah penghakiman atas Ananias dan Safira melanggar ketetapan YHWH dan Yesus tentang DUA atau TIGA saksi. Masalah utamanya adalah siapakah para rasul itu sehingga uang-uang itu harus diletakkan di depan kaki mereka? Kenapa tidak diletakkan di depan mereka?

Pengadilan Yang Adil Dan Kuasa Menghakimi

Engkau harus mengatakan kepada orang Israel, begini: Setiap orang yang mengutuki Allah harus menanggung kesalahannya sendiri. Imamat 24:15

Siapa yang menghujat  nama TUHAN, pastilah ia dihukum mati dan dilontari dengan batu oleh seluruh jemaah itu. Baik orang asing maupun orang Israel asli, bila ia menghujat nama TUHAN, haruslah dihukum mati. Imamat 24:16

Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Bilangan 21:7

Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular. 1 korintus 10:9

Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni. Lukas 12:10

Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah  Roh Kudus. Yohanes 20:22

Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Yohanes 20:23

YHWH adalah ADONAI (TUHAN – PENGUASA) sementara ELOHIM adalah QANAH (Allah – PENCIPTA). YHWH lalu MENJELMA menjadi Yesus. Itu sebabnya dikatakan bahwa Yesus adalah KURIOS (Tuhan) sementara Elohim mendapat nama baru dalam bahasa Yunani yaitu THEOS (Allah).

Di dalam Perjanjian Lama, TUHAN (YHWH) MENETAPKAN hukum bahwa yang MENGUTUK Allah akan menanggung KESALAHANNYA sendiri. Artinya Allah yang akan MENGHAKIMI dan menjatuhkan VONIS.

YHWH (TUHAN) juga menetapkan hukum bahwa yang MENGHUJAT nama YHWH harus dihukum MATI. KUASA untuk melakukan HUKUMAN diberikan kepada TIGA gembala (Raja, Imam yang sedang melayani Mesbah, Hakim-hakim). Namun, pengadilan harus dilakukan dengan ADIL. Dengan adil artinya ada DUA atau TIGA saksi. SATU saksi tidak bisa berperkara.

Di Perjanjian Baru Yesus alias KURIOS (TUHAN – PENGUASA) menetapkan HUKUM bahwa yang MENGHUJAT anak manusia (diri-Nya) akan DIAMPUNI. Namun, yang MENGHUJAT Roh Kudus TIDAK akan DIAMPUNI alias Harus MATI. Namun, penghakiman harus dilakukan dengan ADIL. Dengan adil artinya DUA atau TIGA saksi dan bila si tertuduh menyangkal maka hal itu harus disampaikan kepada jemaat dan bila orang itu tetap menyangkal maka dia akan dikucilkan. SATU saksi tidak bisa berperkara.

KUASA PENGHAKIMAN diberikan kepada SEBELAS RASUL. Petrus adalah RASUL yang MEMILIKI kuasa PENGHAKIMAN. KUASA itu HANYA diberikan SECARA langsung oleh Yesus. Itu sebabnya di luar KESEBELAS Rasul TIDAK ada MANUSIA yang memiliki KUASA demikian lagi.

Itu sebabnya dikatakan KARUNIA RASUL Yesus sudah TIDAK ada lagi sebab selain KESEBELAS Rasul, TIDAK ada manusia yang DIBERI kuasa demikian oleh Yesus. Roh Kudus yang turun pada hari Pentakosta adalah ROH kebenaran yang akan memimpin manusia ke dalam SELURUH kebenaran namun bukan Roh Yesus yang memiliki KUASA menghakimi manusia.

petrus dengan KUASA demikian MENGHAKIMI Ananias dan MEMVONIS Ananias menghujat Roh Kudus. Itu sebabnya Ananias mati. Petrus memang tidak MENJATUHKAN hukuman mati namun dia menjatuhkan VONIS, itu sebabnya Ananias mati. Siapa yang menjadi algojo? Roh Kudus, sebab Roh Kudus adalah malaikat alias UTUSAN Allah untuk melayani manusia pilihan TUHAN.

Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.” Kisah Para Rasul 5:9

Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Yohanes 20:23

Bagaimana dengan Safira? Petrus MEMVONIS Safira mencobai Roh Tuhan. Di Perjanjian Lama, mencobai TUHAN (YHWH) tidak dihukum oleh manusia namun dihukum sendiri oleh TUHAN. Contohnya adalah ketika bangsa Israel mencobai TUHAN lalu Tuhan menghukum mereka dengan mengirimkan ular serafim (Nachas Saraph). Bila demikian, kenapa Safira mati? Safira mati sebab Petrus menjatuhkan VONIS mati baginya.

Apabila Petrus main hakim sendiri dengan sewenang-wenang, kenapa Ananias dan Safira mati? Kenapa Allah membiarkan hal itu terjadi? Kenapa Yesus membiarkan hal itu terjadi? Kenapa Roh Kudus membiarkan hal itu terjadi? Kenapa Bapa membiarkan hal itu terjadi? Karena KUASA untuk menghakimi sudah diberikan kepada Petrus.

Yang dilakukan Petrus itu baik atau jahat? Menurut Petrus, yang dia lakukan itu baik, itu sebabnya dia melakukannya. Menurut YHWH dan Yesus yang dilakukan Petrus itu baik atau jahat? Menurut HUKUM YHWH dan Yesus yang tercatat di dalam Alkitab, yang dilakukan oleh Petrus itu jahat. Dia main hakim sendiri dengan sewenang-wenang dan melanggar ketetapan YHWH dan Yesus tentang DUA atau TIGA orang saksi.

Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah  oleh manusia , sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri. Kejadian 9:6

Menurut Allah (Theos) yang dilakukan oleh Petrus itu baik atau jahat? Menurut HUKUM Allah yang tertulis di dalam Alkitab, yang dilakukan oleh Petrus itu jahat. Dia akan menerima hukuman yaitu mati di tangan manusia.

Menurut Yesus kristus alias Tuhan Allah alias Kristus Yesus, apakah yang dilakukan oleh Petrus itu jahat? TIDAK! Kenapa demikian? Karena Petrus tidak tahu yang dilakukannya. Dari mana kita tahu bahwa Petrus tidak tahu yang dilakukannya? Karena dia melakukannya bukan untuk kepentingan pribadi namun membela Roh Kudus dan Roh Tuhan.

Rasul Paulus Dan Kuasa Penghakiman

Mereka mengelilingi seluruh pulau itu sampai ke Pafos. Di situ mereka bertemu dengan seorang Yahudi bernama Baryesus. Ia seorang tukang sihir dan nabi palsu. Kisah Para Rasul 13:6

Ia adalah kawan gubernur pulau itu, Sergius Paulus, yang adalah orang cerdas. Gubernur itu memanggil Barnabas dan Saulus, karena ia ingin mendengar firman Allah. Kisah Para Rasul 13:7

Tetapi Elimas–demikianlah namanya dalam bahasa Yunani–, tukang sihir itu, menghalang-halangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya. Kisah Para Rasul 13:8

Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, Kisah Para Rasul 13:9

dan berkata: “Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu? Kisah Para Rasul 13:10

Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari.” Dan seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan gelap, dan sambil meraba-raba ia harus mencari orang untuk menuntun dia. Kisah Para Rasul 13:11

Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub oleh ajaran Tuhan. Kisah Para Rasul 13:12

Paulus adalah Rasul Yesus Kristus, namun dia juga adalah Rasul Kristus Yesus. Sama seperti Petrus, dia juga dipilih secara pribadi oleh Yesus. Perbedaan-Nya adalah dia dipilih setelah Yesus naik Ke sorga. Dan ketika dia dipilih, Yesus tidak nampak sebagai manusia. Namun Paulus juga memiliki kuasai menghakimi. Ayat-ayat tersebut di atas mencatat kisahnya.

Paulus sama sekali tidak menghukum mati Elimas, namun menghukumnya buta beberapa hari. Penghukuman Paulus membuat gubernur itu TAKJUB oleh ajaran Tuhan. Hal itu berbeda dengan akibat penghukuman Petrus yang membuat jemaat KETAKUTAN.

NB.
Ini adalah BAGIAN IX dari Blog: Bengcu Mengungkap Rahasia Kristus Yang Tidak Dipahami Generasi Terdahulu. untuk membaca bagian lainnya, silahkan klik di bawah ini:

1. Bengcu Mengugat – Tritunggalisme Calvinis Di Mata Seorang Tionghoa Kristen
2. Bengcu Mengungkap Rahasia YHWH kan•na she•mov, el kan•na
3. Bengcu Menggugat – Tritunggalisme Calvinis Di Atas PASIR
4. Bengcu Menggugat Karena YHWH Adalah Sahabat Para PERAMPOK
5. Bengcu Menggugat Karena YHWH Adalah Sahabat Para Pembunuh
6. Bengcu Menggugat Karena YHWH Adalah Pahlawan Kesiangan
7. Bengcu Menggugat Karena YHWH Tidak Mahatahu
8. Bengcu Mengungkap Rahasia Allah Yang Tidak Dikenal Umat Kristen
9. Bengcu Mengungkap Rahasia Kematian Ananias dan Safira
10. Bengcu Mengungkap Rahasia Iblis Yang Selalu Jadi Kambing Hitam

62 thoughts on “Misteri Kematian Ananias dan Safira

  1. @TJin Kwang:
    ” tidakkah melihat PEMBIDATAN dan PENYESATAN terhadap pengajaran Alkitabiah Alkitab ”
    Patar B Hutabarat:
    Yg mana bos tulisan Pak Bengcu yg mengarah PEMBIDATAN dan PENYESATAN terhadap pengajaran Alkitabiah Alkitab?? Tunjukkanlah… bos….

  2. Lae kristen bukan? kalok bukan….. owe tak perlu lanjutkan….. soal-e Halak Batak gak semua Kristen (Tapsel mayoritas Islam)………..

    L.A.njooootkan…. Lae……….

  3. PENUTUP

    *Inilah peristiwa yang sesungguhnya Kisah Ananias dan Safira sesuai ALKITABIAH ALKITAB….. BUKAN seperti PEMBIDATAN Ang Ci Yang alias Haihai Bencong……*

    Kisah Ananias dan Safira, sebenarnya sangat TRAGIS. Saya dahulu sering bertanya-tanya, Mengapa Allah yang sering digambarkan dalam Alkitab adalah Maha Mengampuni sampai turun dalam Jesus Kristus untuk MENEBUS DOSA; tiba-tiba begitu kejam, tanpa memberi kesempatan kepada suami-istri Ananias dan Safira SEBUAH PERTOBATAN?

    Sampai-sampai, saya meragukan tentang PENGAMPUNAN dan PENEBUSAN DOSA dalam Kristus Jesus.

    Kisah Ananias dan Safira “seolah-olah” membuka mata saya atas Firman-firman Alkitab, yang selama ini menggembar-gemborkan PENGAMPUNAN, PERTOBATAN dan PENEBUSAN DOSA; ternyata ada DOSA TAK TERAMPUNI dalam kasus ini………????? Jika ada DOSA TAK TERAMPUNI; berarti Darah Jesus tidak dapat menghapus dan menebus dosa tersebut….????? Nah….. loooohhhh…..?!?!?!?!? Yaaa….. “seolah-olah”……

    Saat iman mengalami STAGNASI, segala sesuatu dalam Alkitab kelihatan MERAGUKAN. Namun jikalau iman BERTUMBUH, maka segala sesuatu dalam Alkitab adalah PASTI.

    TIDAK ADA DOSA TAK TERAMPUNI DALAM PENEBUSAN DARAH KRISTUS, yang ada hanya : TIDAK MENGIMANI karya Penebusan Dosa oleh Darah Kristus. Jika saya dan anda tidak menerima Karya Penebusan Dosa dalam Darah Kristus, bagaimana saya dan anda bisa diampuni dosanya…..????

    Lalu bagaima dengan Injil Matius 12:31-32….?

    12:31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi HUJAT terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.
    12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia MENENTANG Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.

    Yang tidak terampuni adalah MENGHUJAT dan MENENTANG Roh Kudus.

    Kita dapat bertobat kepada-Nya, diampuni, dan mulai lagi secara baru. Tidak demikian dengan menghujat Roh Kudus. Dosa ini diperbuat oleh orang-orang yang tidak percaya juga orang-orang percaya dan sering disebut “dosa yang tidak dapat diampuni”.

    Dosa ini dilakukan oleh musuh Yesus ketika mereka menuduh Dia membuang setan dengan kuasa setan setelah dengan jelas Ia menjelaskan bahwa Ia mengusir setan dengan kuasa dari Roh Allah.

    Selama Roh masih bergumul dengan seseorang ia belum melakukan dosa yang tak dapat diampuni ini. Tetapi bila seseorang itu telah melawan Roh Kudus sehingga Ia tidak lagi bergumul dengannya, maka orang itu berada dalam bahaya kekal. Dengan kata lain, dosa yang tak dapat diampuni juga menyangkut penolakan kepada Yesus Kristus yang tak dapat ditarik kembali.

    Saya percaya bahwa inilah yang dibicarakan Stephanus dalam khotbahnya tak lama sebelum ia mati bagi Kristus. Dalam khotbahnya ia berkata, “Hai orang-orang yang keras kepala ¦kamu selalu menentang Roh Kudus” (Kis. 7:51). Menurut konteksnya jelas bahwa Stephanus mengatakan, pertama-tama, seperti nenek moyang mereka, mereka telah menolak pemberitaan nabi-nabi dan utusan Allah dan tidak mempercayai mereka. Maka pendengarnya bersalah dalam dosa yang sama.

    Dosa yang tak dapat diampuni adalah penolakan kebenaran tentang Kristus. Yaitu menolak sama sekali kesaksian Roh Kudus yang menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan hanya Dia dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.

    Penjelasan Alkitab berkenaan dengan adanya suatu dosa yang tidak dapat diampuni telah menimbulkan keresahan di dalam hati orang-orang yang berpikir mereka mungkin telah melakukan dosa itu. Meskipun injil menawarkan pengampunan yang berdasarkan kasih karunia bagi mereka yang bertobat dari dosa-dosanya, tetapi rupanya ada batasan untuk kejahatan yang satu ini.

    Dosa yang tidak dapat diampuni, yang diperingatkan oleh Tuhan Yesus berkenaan dengan penghujatan terhadap Roh Kudus. Yesus menyatakan bahwa dosa semacam ini tidak dapat diampuni baik pada masa ini, maupun pada masa yang akan datang

    Meskipun segala bentuk penghujatan merupakan serangan yang serius terhadap karakter Allah, tetapi biasanya dapat diampuni.
    Pada waktu Yesus memperingatakan tentang dosa yang tidak dapat diampuni, konteksnya adalah orang yang menuduh Dia bekerjasama dengan Setan.

    Peringatan-Nya merupakan peringatan yang serius den sangat menakutkan. Tetapi pada kenyataanya Yesus diatas kayu salib berdoa mohon pengampunan untuk orang-orang yang telah menghujat-Nya atas dasar ketidaktuhuan mereka:”Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)

    Pada saat seseorang telah diterangi oleh Roh Kudus sampai tahap dia dapat mengetahui Yesus sebagai benar-benar Kristus, dan kemudian orang itu dengan sengaja melakukan pengingkaran atau hujat, maka orang itu telah melakukan dosa yang tidak dapat diampuni. Atau ia telah tahu akan perihal dosa ini dan mencobai-Nya, maka jangan harap ia diampuni, dan ini hanya dapat dilakukan oleh seorang Kristen . Hal ini dilakukan oleh suami-istri Ananias dan Safira.

    Orang Kristen yang tulus dan merasa takut telah melakukan dosa yang semacam itu, menunjukkan bahwa dia sebenarnya tidak melakukan dosa itu.

    Orang yang telah melakukan dosa yang semacam itu adalah orang yang hatinya sangat keras dan tetap tinggal dalam dosa mereka dan tidak merasa bersalah pada waktu melakukannya. Inilah yang dilakukan oleh Safira ketika mempertahankan kesesatannya.

    Naaaahhh…… yang mulai paham, bersama saya ucapkan Amien……. Soli Deo Gloria.

    Kembali kepada Pokok Permasalahan Kisah Ananias dan Safira…..

    Mengenai dosa yang dilakukan Ananias dan Safira, saya melihatnya sebagai suatu kasus tersendiri. Tidak bisa disamakan/ diterapkan bagi semua orang, karena dalam kasus ini Allah-lah yang berotoritas mencabut nyawa mereka setelah mereka melakukan dosa terhadap Roh Kudus yang ‘disengaja’. Hukuman ilahi yang dialami Ananias dan Safira, belum tentu sama dengan yang dialami orang lain.

    Allah telah memberikan Ananias istri yang cantik, memberkatinya dengan harta, mengampuni dosanya, dan membawa dia ke dalam persekutuan dengan orang yang benar-benar peduli padanya. Ananias tidak bisa minta lebih dari itu. Tapi Ananias ingin lebih, demikian juga Safira.

    Mereka ingin lebih dari penerimaan; mereka ingin pengakuan. Mereka ingin lebih dari sekedar anggota Tubuh; mereka ingin menjadi anggota Tubuh yang penting. Mereka ingin dipuji manusia.

    Jika mereka orang yang benar-benar rohani, tidak akan termotivasi oleh keinginan dipuji manusia, namun mungkin mereka tetap mendapatkannya dalam kesungguhan kerendahan hati mereka.

    Barnabas merupakan salah satu yang menyumbangkan semuanya (Kis 4:36, 37). Itu pasti disambut sangat baik. Tidak ada petunjuk kesombongan didadalamnya. Pikirannya hanyalah kebutuhan orang Kristen yang lain dan kemuliaan Tuhan. Tetapi ada pengakuan atas kemurahan hati Barnabas oleh jemaat mula-mula tersebut.

    Ananias dan Safira melihat hal itu dan menginginkannya. MENGINGINKAN PENGAKUAN DARI JEMAAT, dan disitulah masalah mereka berawal.

    Menginginkan pujian manusia sudah merupakan bukti yang cukup kalau motivasi mereka dari kedagingan bukan dari Roh.
    Dan itu menjadi lebih jelas bagi kita saat kita belajar bahwa kepastian masa depan mereka ada pada jumlah uang di tabungan daripada dalam Tuhan.

    Mereka tidak bisa melakukan seperti apa yang dilakukan orang lain (Barnabas)—memberikan seluruh uang hasil penjualan tanahnya pada Tuhan dan sepenuhnya percaya pada kesetiaanNya memenuhi kebutuhan mereka.

    Mereka harus memiliki uang itu dan pernyataan kedagingan, yaitu : keinginan dipuji, dan keterikatan mereka pada harta, meletakan mereka dalam DILEMA.

    Bagaimana mereka bisa dipuji atas apa yang mereka beri pada jemaat, tanpa meletakan semua uangnya di altar korban? Mereka akhirnya mendapat solusi. MENIPU…..!!!!!

    * Kisah 5:1-2
    5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
    5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

    Mereka suami-istri, Ananias dan Safira, bekerjasama merencanakan untuk menyimpan sebagian uang dari penjualan milik mereka dalam kotak deposit dan sisanya diberikan pada para rasul.

    Mereka tidak akan mengatakan kalau mereka memberikan semua uang dari penjualan; mereka membiarkan orang mengira seperti itu. Dan, mereka pasti langsung dikenal sebagai orang percaya yang rohani, mengorbankan diri yang sudah menyerahkan semuanya pada Yesus Kristus.

    Apa yang salah dengan rencana mereka? Mereka tidak benar-benar berbohong kan? Mereka hanya memberikan uang dan tidak berkata apa-apa tentang persentase yang diberikan.

    Petrus, melalui pengertian dari Tuhan, membuka rencana mereka sebagai rencana dari Setan dan menyebutnya MENDUSTAI Roh Kudus. .

    *Kisah 5:3
    5:3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?

    Petrus menjelaskan bahwa mereka tidak diharuskan menjual seluruh milik mereka. Dan bahkan setelah mereka menjualnyapun, mereka tidak diharuskan memberikan seluruhnya ke gereja. Mereka hanya diminta JUJUR……..

    *Kisah 5:4
    5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu?………

    Dosa dan Pokok Permasalahan dari Ananias dan Safira adalah ketidak jujuran, penipuan, berpura-pura, memberikan kesan yang salah tentang diri mereka, menunjukan kerohanian yang lebih besar dari sebenarnya, membiarkan orang lain berpikir lebih dari yang sebenarnya. Mereka lebih tertarik dalam apa yang kelihatan dari pada yang sebenarnya.

    Petrus berkata kepada Ananias,

    *Kisah 5:4
    …………..Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”

    Petrus tidak meminta penghukuman dari surge atas Ananias, juga tidak melakukan penghakiman dan penghukuman apapun kepada Ananias.

    Melalui pengertian dari Tuhan, Petrus hanya membuka kebohongan Ananias.

    Ananias putus nyawanya tanpa sempat berkata sepatah katapun, setelah mendengar pemaparan Petrus.

    *Kisah 5:5-6
    5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu.
    5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.

    Tiga jam kemudian Safira datang mencari suaminya, ia tidak sadar apa yang terjadi. Petrus memberikannya kesempatan untuk jujur…..

    *Kisah 5:7-8
    5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.
    5:8 Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.”

    Ternyata Safira tetap mempertahankan kebohongan dan kelicikan mereka. Dan Petrus menyatakan bahwa dia akan mengalami hal yang sama seperti Ananias.

    *Kisah 5:9-10
    5:9 Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.”
    5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.

    Kita ciut melihat gambaran pendisiplinan ilahi ini. Kita mungkin merasa Tuhan berlebihan terhadap hal ini. Kenapa Dia melakukannya?

    Kembali kepada pemaparan saya di atas…..

    Pada saat seseorang telah diterangi oleh Roh Kudus sampai tahap dia dapat mengetahui Yesus sebagai benar-benar Kristus, dan kemudian orang itu dengan sengaja melakukan pengingkaran atau hujat, maka orang itu telah melakukan dosa yang tidak dapat diampuni. Atau ia telah tahu akan perihal dosa ini dan mencobai-Nya, maka jangan harap ia diampuni, dan ini hanya dapat dilakukan oleh seorang Kristen . Hal ini dilakukan oleh suami-istri Ananias dan Safira.

    Dia Tuhan, kelihatan tidak berlaku seperti itu sekarang. Dan kita bisa bersyukur untuk itu! Tapi masa itu berbeda. Itu adalah masa pembentukan gereja. Sampai masa itu tidak ada hal yang berlebihan, dan Tuhan melakukan itu agar dilihat gereja. Dari kejadian itu, Tuhan ingin semua mengetahui betapa Dia membenci kebohongan, dan Dia ingin semua mengetahuinya sepanjang masa. Itulah alasan Dia meletakan kisah ini dalam FirmanNya.

  4. satu kata untuk tulisan Ang Ci Yang alias Hai Hai Bengcu di atas…………… BIDAT………..

  5. TJin Kwang: Dosa ini dilakukan oleh musuh Yesus ketika mereka menuduh Dia membuang setan dengan kuasa setan setelah dengan jelas Ia menjelaskan bahwa Ia mengusir setan dengan kuasa dari Roh Allah.

    TJin Kwang:Selama Roh masih bergumul dengan seseorang ia belum melakukan dosa yang tak dapat diampuni ini. Tetapi bila seseorang itu telah melawan Roh Kudus sehingga Ia tidak lagi bergumul dengannya, maka orang itu berada dalam bahaya kekal. Dengan kata lain, dosa yang tak dapat diampuni juga menyangkut penolakan kepada Yesus Kristus yang tak dapat ditarik kembali.

    TJin Kwang:Dosa yang tak dapat diampuni adalah penolakan kebenaran tentang Kristus. Yaitu menolak sama sekali kesaksian Roh Kudus yang menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan hanya Dia dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.

    ha ha ha ha ha …., kisanak, KAPAN Roh Kudus MENYATAKAN bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan hanya Dia dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita? Kapan-kapan ya? ha ha ha ha ha ….. MENGAJARKAn yang tidak diajarkan Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya MEMBUAL. mengajarkan yagn bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajarna Alkitab namanya MENYESATAN. ha ha ha ha ha ….. anda mau MENIPU orang Kristen dengan ajarna PALSU? ha ha ha ha ha …

    TJin Kwang:Allah telah memberikan Ananias istri yang cantik, memberkatinya dengan harta, mengampuni dosanya, dan membawa dia ke dalam persekutuan dengan orang yang benar-benar peduli padanya. Ananias tidak bisa minta lebih dari itu. Tapi Ananias ingin lebih, demikian juga Safira.

    ha ha ha ha ha … kisanak, dapat wahyu baru ya? Itu sebabnya tahu Allah memebrikan ananias istri yang cantik? ha ha ha ha … Halusinanasi ya? ha ha ha

    kisanak, apakah Ananias memberitahu Petrus bahwa uang yang diberikannya adalah semua penjualan? siapa yang bersaksi bahwa Ananias membohongi Petrus? Dari mana Petrus tahu Ananias membual? Dari Roh Kudus ya? Ha ha ha ha … Dari Roh Wedus kali? ha ha ha …

  6. [quote dari Ang Ci Yang alias Hai Hai Bengcu]
    ha ha ha ha ha …., kisanak, KAPAN Roh Kudus MENYATAKAN bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan hanya Dia dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita? Kapan-kapan ya? ha ha ha ha ha ….. MENGAJARKAn yang tidak diajarkan Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya MEMBUAL. mengajarkan yagn bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajarna Alkitab namanya MENYESATAN. ha ha ha ha ha ….. anda mau MENIPU orang Kristen dengan ajarna PALSU? ha ha ha ha ha …

    *TJin Kwang mematahkan Ang Ci Yang alias Hai Hai Bengcu*

    aaaaaahhhhhh…….. LEMAH KALI PENGENALAN AYAT-AYAT ALKITAB KAW CUUUUYYYYYY…….

    Matius 3:13-17
    (13) Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
    (14) Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”
    (15) Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.
    (16) Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
    (17) lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

    geeeehhhh…… belajar lageeeee noooohhhhh………… kikikikikikik…………kakakakakakak…………..

  7. [quote dari Ang Ci Yang alias Hai Hai Bengcu]
    kisanak, apakah Ananias memberitahu Petrus bahwa uang yang diberikannya adalah semua penjualan? siapa yang bersaksi bahwa Ananias membohongi Petrus? Dari mana Petrus tahu Ananias membual? Dari Roh Kudus ya? Ha ha ha ha … Dari Roh Wedus kali? ha ha ha …

    *TJin Kwang mematahkan Ang Ci Yang alias Hai Hai Bengcu*

    [QUOTE post sebelumnya]
    Matius 12:31-32
    (31) Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi HUJAT terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.
    (32) Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia MENENTANG Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.

  8. @TJin Kwang:
    ” KAPAN Roh Kudus MENYATAKAN bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah .. ”
    @TJin Kwang:
    ” aaaaaahhhhhh…….. LEMAH KALI PENGENALAN AYAT-AYAT ALKITAB KAW CUUUUYYYYYY…….

    Matius 3:13-17
    Patar B Hutabarat:
    Gak salah tuh bos? Di Matius 3:13-17, yg menyatakan itu Roh Allah atau Roh Kudus?
    Atau bos menyamakan Roh Allah=Roh Kudus? Gimana tuh.. kasi penjelasan dikit ya bos…

  9. Hai Hai Bencong :
    ha ha ha ha ha …., kisanak, KAPAN Roh Kudus MENYATAKAN bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan hanya Dia dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita? Kapan-kapan ya? ha ha ha ha ha ….. MENGAJARKAn yang tidak diajarkan Alkitab sebagai ajaran Alkitab namanya MEMBUAL. mengajarkan yagn bertentangan dengan ajaran Alkitab sebagai ajarna Alkitab namanya MENYESATAN. ha ha ha ha ha ….. anda mau MENIPU orang Kristen dengan ajarna PALSU? ha ha ha ha ha …

    *TJin Kwang mematahkan Ang Ci Yang alias Hai Hai Bengcu*

    neeeeehhhhh loe udah jawab sendiri……..

    owe temukan lagi satu pernyataan loe sendiri Hai Hai Bencong *hai hai bengcu
    on September 26, 2011 at 1:23 pm said: (di blog loe sendiri https://bengcumenggugat.wordpress.com/2011/02/05/bila-yudas-masuk-neraka-maka-yesus-kristus-adalah-pembual/#more-779 )…… yang menjawab sendiri pertanyaan loe di atas…… kikikikikikikikik………. kakakakakakak……..

    [quote dari Ang Ci Yang alias Hai Hai Bencong]

    di dalam sejarah Kekristen belum pernah ada orang Kristen yang LEBIH sombong dari hai hai dalam hal BERAPOLOGETIKA. Namun yang dikatakan oleh hai hai BUKAN omong kosong karena itulah yang TERBKTI sampai hari ini.

    Setelah dibaptis oleh yohanes Pembaptis, Roh Kuduss yang rupanya seperti burung Merpati turun kepada Yesus. Pada saat itu Yohanes Pembaptis dan Yesus mendengar Suara dari Langit yang berkta, “Inilah Anak-Ku yang kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Markus mencatat, “”Inilah Anak-Ku yang kukasihi, DENGARKANLAH Dia.”

    Orang banyak dan murid-murid sama sekali TIDAK MELIHAT dan MENDENGAR. Itu berarti UCAPAN tersebut sama sekali TIDAK ditujukan kepada MEREKA. Hanya Yesus dan Yohanes yang MELIHT dan MENDENGAR, Itu berarti UNTUK MEREKALAH ucapan tersebut di tujukan.Yohanes 17 adalah LAPORAN alias PERTANGGuNGAN JAWAB kepada Allah. Walaupun Yesus yng MENGUCAPKAN namun itu adalah KATA-KATA Roh Kudus yang rupanya seperti burung MERPATI.

  10. neeeeehhhhh Lae Patar B Hutabarat……… udah jawab sendiri oleh Hai Hai Bencong……..

    owe temukan lagi satu pernyataan Hai Hai Bencong
    *hai hai bengcu on September 26, 2011 at 1:23 pm said: (di blog Hai Hai Bencong https://bengcumenggugat.wordpress.com/2011/02/05/bila-yudas-masuk-neraka-maka-yesus-kristus-adalah-pembual/#more-779 )…… kikikikikikikikik………. kakakakakakak……..

    [quote dari Ang Ci Yang alias Hai Hai Bencong]

    di dalam sejarah Kekristen belum pernah ada orang Kristen yang LEBIH sombong dari hai hai dalam hal BERAPOLOGETIKA. Namun yang dikatakan oleh hai hai BUKAN omong kosong karena itulah yang TERBKTI sampai hari ini.

    Setelah dibaptis oleh yohanes Pembaptis, Roh Kuduss yang rupanya seperti burung Merpati turun kepada Yesus. Pada saat itu Yohanes Pembaptis dan Yesus mendengar Suara dari Langit yang berkta, “Inilah Anak-Ku yang kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Markus mencatat, “”Inilah Anak-Ku yang kukasihi, DENGARKANLAH Dia.”

    Orang banyak dan murid-murid sama sekali TIDAK MELIHAT dan MENDENGAR. Itu berarti UCAPAN tersebut sama sekali TIDAK ditujukan kepada MEREKA. Hanya Yesus dan Yohanes yang MELIHT dan MENDENGAR, Itu berarti UNTUK MEREKALAH ucapan tersebut di tujukan.Yohanes 17 adalah LAPORAN alias PERTANGGuNGAN JAWAB kepada Allah. Walaupun Yesus yng MENGUCAPKAN namun itu adalah KATA-KATA Roh Kudus yang rupanya seperti burung MERPATI.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.