Stephen Tong Sang Hamba Allah


Pdt. DR. Stephen Tong adalah pengkotbah yang paling saya hormati di kolong langit ini. Kecerdasannya sangat mengagumkan begitu juga bakat-bakatnya, baik di bidang Theologia, Filsafat, Sejarah, Bahasa, Seni Lukis, seni Musik, arsitektur dan saya yakin dia masih memiliki banyak bakat lainnya. Kecerdasan dan bakat-bakatnya membuat saya kagum, namun bukan kedua hal itu yang membuat saya menghormatinya. Saya menghormatinya karena prilakunya yang rendah hati, konsisten, pantang menyerah dan MENGABDI kepada Allah tanpa KOMPROMI. RELA adalah prinsip hidupnya, rela memaksa diri untuk rela memaksa diri untuk rela mengabdi kepada Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budinya.

Saya mendengar kotbahnya pertama kali tahun 1982, beberapa saat setelah saya terpanggil menjadi orang Kristen sesudah itu saya sering mendengar kotbahnya. Saya pernah merasa sangat kecewa ketika dia memutuskan untuk mendirikan Gereja Reformed Injili Indonesia. Pada saat itu saya menyangka dia telah menyalahi visinya untuk memperbarui gereja sebab dengan mendirikan gereja bukankah dia hanya akan memikirkan perkembangan gerejanya sendiri dan semua murid-murid terbaiknya akan berkumpul di dalam satu wadah dan menjadi eksklusif? Saya pun lalu menarik diri darinya dan berhenti mendengarkan kotbah-kotbahnya.

Walaupun tidak mengenalnya secara pribadi namun saya selalu menganggapnya adalah guru saya. Walaupun mulai jarang mendengarkan kotbah-kotbahnya namun apa yang telah diajarkannya kepada saya tidak pernah hilang bahkan terus berkembang.

Hal pertama yang diajarkannya adalah Allah Tidak ada di mana-mana dan tidak ada di kapan-kapan. Oleh karena Allah yang menciptakan ruang dan waktu, maka mustahil Allah ada di dalam ruang dan waktu ciptaanNya.

Hal kedua yang diajarkannya adalah kita harus rela memaksa diri untuk rela memikul salib dan mengikut Yesus serta rela memaksa diri untuk rela menyangkal diri demi menaati Allah tanpa krompromi.

Hal ketiga yang diajarkannya adalah Allah tidak memerlukan manusia, sebab biarpun semua malaikat dan manusia mengkhianatiNya, namun Keagungan dan KemulianNya tidak akan berkurang satu iotapun.

Hal keempat yang diajarkannya adalah KESELAMATAN itu 100% anugerah Allah dan 0% usaha manusia, IMAN adalah anugerah.

Hal kelima yang diajarkannya adalah Allah selain menuntut manusia untuk menyembahNya sebagai satu-satunya Allah juga menuntut manusia menyembahNya dengan cara yang ditetapkanNya dan mengenalNya sesuai dengan penyataanNya (FirmanNya) kepada manusia.

Hal keenam yang diajarkannya adalah Alkitab itu 100% firman Allah dan mustahil salah, apabila terbukti bahwa para penyalin dan penerjemah Alkitab melakukan kesalahan, maka setelah kesalahan itu dikoreksi justru akan membuat kita lebih mudah untuk memahami ajaran sejati Alkitab.

Hal ketujuh yang diajarkannya adalah tentang memahami ajaran sejati Alkitab, menurutnya ada ajaran Alkitab yang mudah untuk dipahami namun banyak yang sulit untuk dipahami bahkan ada beberapa yang mustahil dipahami pada generasi ini, namun tidak ada ajaran Alkitab yang mustahil dipahami manusia, sebab tujuan Allah menulis Alkitab adalah agar manusia memahaminya.

Hal kedelapan yang diajarkannya adalah untuk memahami ajaran sejati Alkitab, kita harus menaklukkan hati, jiwa dan akal budi kita kepada pimpinan Roh Kudus dan mempelajari Alkitab dengan cara yang benar dan bersungguh-sungguh.

Hal kesembilan yang diajarkannya adalah banyak orang yang mau belajar, namun hanya sedikit yang cukup rendah hati untuk mau diajar (orang lain), itu sebabnya banyak orang Kristen yang bertobat hari ini lalu nekad mengajar keesokannya.

Hal kesepuluh yang diajarkannya adalah Semua orang Kristen mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus untuk memberitakan injil, namun Tuhan Yesus menuntut agar Injil diberitakan dengan cara yang benar dan hanya Injil yang benar yang diberitakan.

Hal kesebelas yang diajarkannya adalah semua yang kita pahami tentang firman Allah harus nampak dalam seluruh aspek hidup kita di manapun kita berada dan dengan siapapun kita berada serta apapun yang kita lakukan.

Hal keduabelas yang diajarkannya adalah kita harus mengasihi Allah dengan segenap hati, dengan segenap jiwa raga dan dengan segenal akal budi kita. Tidak boleh menjadi rasionalisme namun kita harus selalu rasional. Apabila kita senantiasa belajar dan mengembangkan akal budi maka ketika tua kita akan terhindar dari penyakit pikun.

Hal ketigabelas tidak diajarkannya dengan kata-kata namun saya memahaminya karena sering mendengar kotbahnya dan membaca bukunya serta mengamati dirinya dan keluarganya yaitu rendah hati, konsisten, pantang menyerah, kerja keras dan 100% bergantung kepada Allah. Tahun 2008 adalah tahun ke 51 dia menjadi hamba Allah.

Pdt. DR. Stephen Tong bukan orang hebat, dia hanya seorang ADIDAS, Anak Desa Ingin Dasyat. Dilahirkan pada tahun 1940, di Fujien, Tiongkok. Setelah ayahnya meninggal, Ibunya membawanya pulang ke Indonesia bersama dengan keenam saudara lelakinya, saat itu dia berumur 3 tahun. Ibunya membesarkan 7 orang anak lelaki dengan usaha menjahit dan mendidik anak-anaknya dengan Alkitab sebagai standard kebenaran sejati. Dalam sebuah kotbahnya Pdt. Stephen Tong pernah mengungkapkan kerinduannya kepada saudara perempuannya yang entah di mana rimbanya. Namun dia menjadi hebat karena selalu konsisten mengasihi Allah dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan segenap akal budinya.

Pdt. DR. Stephen Tong bukan orang tanpa cacat. Salah satu kelemahannya yang paling sering nampak adalah dia selalu menuntut orang Kristen lain untuk memberikan yang terbaik kepada Allah seperti dirinya. Dia sering menegur jemaat yang datang terlambat ke gereja atau yang meninggalkan ruang kebaktian sebelum waktunya juga mereka yang ngobrol selama kebaktian dengan kalimat-kalimat ketus yang menyakitkan. Dia juga sering lepas kendali ketika melihat anak-anak yang tak terkendali sehingga berprilaku mengganggu kebaktian, bahkan tidak jarang dia marah karena ada bayi yang menangis selama kebaktian.

Menurutku seharusnya dia belajar memahami bahwa ada jemaat yang tidak punya pilihan selain terlambat datang ke kebaktian juga tidak punya pilihan selain meninggalkan kebaktian lebih awal, juga mereka yang tidak mampu mengendalikan anak-anaknya namun tidak punya pilihan selain membawa anak-anaknya ikut kebaktian.
Di dalam kotbahnya pada tahun 80 an dia pernah mengajarkan bahwa model yang digunakan oleh Davinci untuk Yesus dan Yudas dalam lukisan The Last Supper adalah orang yang sama. Namun beberapa situs Internet menyatakan bahwa pendapat itu salah sama sekali. Di dalam kotbahnya dia juga pernah mengajarkan adanya Bible Code (kode tersembunyi) di dalam Alkitab. Sekarang kita tahu bahwa ajaran Bible code sudah melenceng nggak karu-karuan. Saya juga pernah mendengar di dalam kotbahnya dia menyinggung tentang misteri kitab kejadian yang tersembunyi di dalam tulisan Tionghoa. Anda dapat membaca mengenai hal itu dalam tulisan Firman Allah Dalam Huruf mandarain, untuk membacanya silahkan klik di sini. Bila saja ada murid-muridnya yang dapat memberi informasi tentang apa pandangan dia tentang hal-hal yang pernah disinggungnya itu?

Pada tahun 80 an beberapa pendeta GKI menyatakan bahwa Pendeta Stephen Tong adalah pendeta Khrismatik yang mata duitan, salah satu buktinya adalah dia naik mobil Mercy. Nah, adakah muridnya yang dapat memberikan konfirmasi tentang apa yang terjadi sebenarnya? Saat ini saya masih sering mendengar beberapa pendeta GKI menyatakan bahwa Stephen Tong adalah pencuri jemaat GKI. Untuk hal kedua ini, sebagai jemaat GKI saya berani menjamin bahwa hal itu tidak benar. Apabila banyak jemaat GKI pergi mendengarkan kotbah Stephen Tong, itu karena mereka haus mendengarkan kotbah-kotbahnya yang bermutu tinggi. Apabila banyak jemaat GKI yang lalu pindah menjadi anggota jemaat GRII itu karena kemauan mereka sendiri, mereka melakukannya dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

Saat ini Pdt. Dr Stephen Tong adalah pendeta Indonesia yang paling banyak dibicarakan di situs-situs Internet, namun informasi mengenai dirinya sangat sedikit begitu juga dengan informasi mengenai anggota keluarganya dan jumlah orang yang pernah dilayaninya. Menurut informasi yang saya lupa diperoleh dari mana, dikatakan bahwa hingga tahun pelayanannya yang ke 50 tahun 2007 yang lalu, dia baru berkotbah dan mengajar sekitar 20 jutaan orang.

Saya selalu menghormati murid-muridnya namun hingga saat ini masih belum memahami kenapa mereka selalu mengajarkan kebenaran Alkitab dengan merek dagang “Reformed Injili,” bukankah cukup bila mereka menyatakan bahwa yang diajarkannya adalah ajaran sejati Alkitab? Walaupun banyak murid-muridnya yang memahami teknologi multimedia dengan baik, kenapa mereka masih merekam kotbahnya dalam kaset? Kenapa seminar-seminar Iman Kristennya tidak disiarkan lewat televisi? Kenapa mereka tidak menggunakan teknologi internet secara maksimal untuk mendukung pelayanannya?

Beberapa hari yang lalu saya melewati gedung gereja Reformed Injili yang sedang dibangun, Graha Reformed Millenium yang diubah namanya menjadi Reformed Millenium Cathedral. Itu adalah gereja saya juga sebab ketika Pdt. Stephen Tong membuka kesempatan bagi orang-orang Kristen untuk ikut ambil bagian dalam usaha pembangunannya, belasan tahun yang lalu, saya mengambil kesempatan itu. Sebuah gedung yang sudah ditetapkan dalam anggaran dasarnya, mustahil untuk dijual siapa saja.

Saya ingat, pada saat itu saya terheran-heran dengan apa yang dilakukannya. Pada saat itu dia menegur beberapa keluarga kaya yang memberi uang dalam jumlah banyak lalu membatasi jumlah uang yang boleh mereka berikan dengan alasan orang-orang yang memiliki uang sedikit juga berhak untuk memberikan uangnya bagi pembangunan rumah Tuhan. Coba anda bayangkan, dana yang sudah terkumpul lalu dikembalikan lagi kepada pemberinya. Setelah berjam-jam memikirkannya di tempat kostku saat itu, saya baru memahami tindakannya itu. Saat itu saya memujinya, “Oncom!”

Saya menghentikan mobil dipinggir jalan dan memandang gedung itu dengan penuh perhatian. Bentuk gedung itu sudah jadi, tinggal penyelesaian akhir saja, dalam beberapa bulan ke depan gedung itu sudah dapat digunakan sepenuhnya. Mungkin saya tidak akan diundang ketika gedung itu diresmikan, namun percayalah, saya pasti akan datang dan bila panitia melarang saya masuk, saya akan berkata, “Ketika Allah melalui sang hambanya memberi kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan gedung ini, saat itu saya ikut ambil bagian. Walaupun jumlah uang yang saya berikan relatif sedikit, namun kerelaan hati saya ketika memberikannya tidak kalah dengan siapapun. Bukankah sang hamba Allah saat itu berkata, sikap hatilah yang menetukan, bukan jumlah uang yang diberikan? Atas nama siapa kalian melarang saya memasuki rumah Allahku?”

Pdt. Dr Stephen Tong, di mataku dia adalah HAMBA Allah sejati, dia bukan manusia sempurna, namun 24 jam dalam sehari, dilakukannya sejak dia terpanggil menjadi pengikut Yesus Kristus hingga hari ini, dia senantiasa memaksa dirinya untuk RELA memaksa diri untuk rela memikul salibnya dan mengikut Yesus serta memaksa dirinya untuk RELA memaksa diri untuk rela menyangkal dirinya sendiri. Saya tidak mengenalnya secara pribadi, namun dia adalah guru saya. Saya tidak memujanya, namun dialah Hamba Allah yang paling saya hormati dalam generasi ini. Dia menjadi HEBAT karena dia adalah seorang ADIDAS, anak desa ingin dasyat, He is just an ordinary man who commited to do extra ordinary job in Christ!

Berikut ini adalah apa yang dikatakan oleh orang-orang lain tentang Pdt. Dr Stephen Tong sang hamba Allah.

Keluarga Tong

  1. I. RAKHMAT – Misi Stephen Tong: Ke Cina Daratan?
  2. Ada yang tahu Pdt.Stephen Thong ???
  3. REFORMED CALVINISME MATIKAN MISI PENGINJILAN, STEPHEN TONG ANTI CHARISMATA, REFORMED TONG CURI DOMBA GKI DLL, STEPHEN TONG & TULIP HERESY, REFORMED VS CHARISMATICS, KARUNIA ROH.
  4. STEPHEN TONG MINISTRIES BERSIH
  5. Kebebasan Beragama
  6. REFORMED INJILI STEPHEN TONG PERKOSA FIRMAN UTK SETUJUI CALVINNB.
    Untuk membaca blog-blog lain yang berhubungan dengan GRII, silahkan klik di SINI

56 thoughts on “Stephen Tong Sang Hamba Allah

  1. Saya juga pengagum Stephen tong karena suka kotbah2nya hehe sudah 2 kali ikut KKR-nya.

  2. Riani, stephen Tong, walau pun tidak pernah kuliah padanya dan bukan anggota jemaatnya namun sejak tahun 1982, pertama kali bertemu dan mendengar kotbahnya, saya sudah menganggapnya sebagai GURU saya. Walaupun jarang bertemu dan berinteraksi dengannya namun saya MERASA sangat akrab dengannya. Saya tahu banyak hal yang bahkan orang orang dekatnya tidak tahu. Hal itu terjadi karena walaupun tidak hadir dalam kebaktiannya namun saya suka mendengar rekaman kotbanya. Karena menyayanginya maka banyak kata katanya yang bagi orang lain hanya hal biasa saja namun menjadi sekeping PUZLE bagi hai hai. Lambat laun semuanya pun menjadi sebuah gambar yang indah.

  3. Pdt Stephen Tong adalah pendeta yang saya tahu sejak SMP dan beberapa kali mengikuti retreat remaja di Malang SAAT dan di Lawang Alithea, dan saya mengingat tentang lagu kesukaannya pada waktu itu “SalibNya”

  4. Bagaimana kalo mr hai2 buat satu blog utk bahas tuntas & debat serius ttg situasi teologi di indo skrg ini -dg fokus khusus tradisi reformed dr S Tong & B Asali- ?
    Sebab di eropa & amerika teologi reformed itu adalah yg paling sering diskusi & debat, baik secara internal antar mereka sendiri maupun melawan posisi2 yg melawannya, tapi sangat di sayangkan di indo sini cuma B Asali yg secara aktif melayani di bidang polemik & apologetik ini, sangat IRONIS & aneh sekali di dlm reformed S Tong TIDAK ADA SATUPUN dari org2 reformed yg “hebat2” itu yg mau/berani debat langsung/terbuka ttg topik2 penting/kontroversial dr doktrin calvinism, terutama ketika mereka di tantang Suhento Liauw utk debat ttg FREEWILL vs SOVEREIGNTY OF GOD, mrk sama sekali tidak ada waktu utk menanggapinya, jadi terkesan mrk itu semua menghindar [tdk berani ?] ..

  5. adam, Budi Asali adalah PECUNDANG, sama sekali nggak hebat bahkan TOLOL sekali. Anda tahu kenapa? Silahkan BACA blog-blog DEBAT dia. Adakah hal BARU? Tidak ada! Dia hanya MENGULANG apa yang sudah pernah dilakukan oleh para Teolog sebelumnya. Dia hanya mengutip apa yang diajarkan oleh PARA teolog generasi sebelumnya. Dia hanya menyalin alias COPY PASTE perdebatan alias karya para Teolog sebelumnya. Coba anda perhatikan SERANGANNYA terhadap ajaran Katolik. Ketika UMAT Katolik menunjukkan KEKONYOLANNYA, apa yang dia lakukan? Apakah dia mengakui KETOLOLANNYA bahkan KEKONYOLANNYA karena mengutip SUMBER pustaka yang SALAH? TIDAK! Dia bukan hanya BELAGA pilon namun TETAP mengagul-agulkan diri TELAH mengalahkan umat Katolik.

    Anda tahu apa yang dia lekukan ketika hai hai menguliti tulisannya helai demi helai dengan Alkitab sebagai standard kebenaran di depan orang banyak? Dia menyebut hai hai TOLOL, bangsat bahkan BAJINGAN. Dia nggak BECUS karena berapologetika melawan tulisan tulisan hai hai karena nggak ada SUMBER pustaka alias para Teolog sebelumnya belum pernah menulis tentang yang ditulis hai hai. Bila anda berminat untuk membaca blog-blog hai hai menguliti ajaran Budi Asali, silahkan klik di bawah ini:

    http://en.wordpress.com/tag/budi-asali/

    Suhento Liauw, dia tidak lebih dari Budi Asali. Silahkan anda baca tulisan-tulisan REKAM perdebatannya. Sama sekali tidak ada AJARAN baru. Dia hanya MENGUTIP ajaran generasi sebelumnya. Kenapa para Teolog GRII nggak mau menerima tantangan debatnya? Karena mereka SUDAH apa yang akan dikatakannya. Karena mereka sudah tahu apa HASIL perdebatan demikian ketika dilakukan oleh generasi sebelumnya.

    Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, dengan berbekal AJARAN Calvinisme saya bisa mengalahkan Stephen Liauw dengan MUDAH apa lagi dengan pengetahuan saya saat ini. Berdebat dengan Suhento Liauw nggak ada gunanya. Mereka akan kekeh jumekeh MENGKLAIM sudah menang debat dan nggak akan BERTOBAT. Bila anda mempelajari Teologi Calvinis dan Armenian, maka tidak SULIT untuk meramal apa yang terjadi bila mereka BERDEBAT. Untuk apa debat bila SUDAH tahu hasilnya?

    hai hai tidak MAU berdebat tatap muka bukan karena takut namun karena TAHU itu SIA-SIA. hai hai MENGAJARI jemaat bukan membunuh pengkotbah. Oleh karena itu, biarlah para pengkotbah itu, bila mau debat akan KALAH KONYOL oleh murid mereka sendiri yang memahami ajaran Alkitab dengan BENAR.

    Debat dengan Pdt. Dr Stephen Tong? Ho ho ho ho … PR yang dia berikan kepada saya tahun 1982 belum selesai saya kerjakan sampai hari ini. BELAJAR Alkitab baik-baik! bila selesai PASTI saya kumpulkan da minta PONEN darinya.

  6. Kalo begitu memang sia2 debat spt itu utk klas elite spt yg mr hai2 katakan di atas, tapi bgmn dg mayoritas awam yg mungkin sangat di bingungkan dg doktrin2 yg sangat berlawanan spt itu -mis. arminians freewill vs predestination calvinism- ?
    Jika awam itu punya pertanyaan2 esensial & eksistensial yg sangat urgent, darimana mrk bisa dpt jawaban alkitabiah yg pasti benar, sedangkan di zaman postmodern sekarang ini bahkan/terutama hamba2tuhan gereja2 besar/mapan semuanya sibuk dgn ambisi2 mrk masing2, jadi sama sekali IMPOTENT utk bisa jawab pertanyaan2 doktrinal spt di atas itu ..
    Apa ada harapan utk AWAM mengerti doktrin2 penting kristen ?

  7. adam, saya sama sekali tidak MERENDAHKAN sekolah Teologi namun menurut saya, sistem pendidikan Teologi Kristen yang ada saat ini benar-benar MENGENASKAN. Mereka belajar BUKU TEOLOGIA dengan giat sehingga tidak punya WAKTU untuk belajar Alkitab. Saya sering sekali debat dengan para Teolog yang GELARNYA lebih panjang dari namanya. Aneh Bin AJAIB, setelah nggak mampu mempertahankan ajaran yang mereka ajarkan, mereka bilang dirinya BUKAN sarjana BIBLIKA (Alkitab) namun (misalnya) MISI. Mau di bawa ke MANA jemaat bila seorang Sarjana Teologi yang sangat dihormati ketika menghadapi tantangan Ioanes Rakhmat menyapa Jemaat dengan berkata kira-kira, “JANGAN kuatir, kita masih punya BANYAK DOKTRIN SOTERIOLOGI, IR hanya nyerang paling banyak TIGA.”

    Alkitab Perjanjian Lama ditulis untuk BUDAK bangsa Mesir sementara Alkitab Perjanjian Baru diajarkan oleh NELAYAN. Alkitab TIDAK pernah ditulis UNTUK para sarjana apalagi yang gelarnya lebih panjang dari namanya. hai hai bukan SARJANA TEOLOGI. Ketika SMA dia penah sekolah Teologi untuk kaum AWAM 1 tahun. Ketika kuliah dia kembali kuliah Teologi untuk kaum AWAM, 1 tahun. Bila anda mampir ke SABDA Space, komunitas blogger Kristen, maka anda akan melihat bahwa DEBAT di sana dilakukan oleh KAUM AWAM, bahkan kebanyakan bukan aktivis gereja. Namun bila anda perrhatikan dengan seksama maka FAKTANYA adalah yang dieprdebatkan adalah doktrin-doktrin yang bahkan tidak dipahami banyak sarjana teologi. Benar benar BERKUALITAS dan TAJAM serta tanpa kenal AMPUN. Banyak sarjana Teologi yang ke sana lalu NGACIR karena nggak SANGGUP bertarung dan TAKUT dipermalukan.

    Saya sering berkata kepada orang orang yagn ebrtanya gimana caranya untuk jadi JAGOAN Teologi? Beli dan baca saja buku-buku Pdt. Dr. Stephen Tong bila memahaminya dengna benar, itu berarti anda akan mampu DEBAT dengan siapa saja tentang ajaran Teologi Reformed Injili.

    Alkitab harus dipahami bukan ditafsirkan sebab Alkitab ditulis untuk dipahami, bukan ditafsirkan.

    Itulah yang selalu kami agul-agulkan. Bacalah Alkitab seolah MEMBACA Novel. Itulah caranya orang Awam memahami ajaran Alkitab.

  8. Kalo boleh tau kenapa mr hai2 nggak pakai nama asli ? Ke gereja mana sekarang dan apa pekerjaan tetap nya ? Dan kalo boleh cerita darimana mr hai2 dapat ide2 seperti yg di tulis di forum ini, sebab menurut saya cukup banyak isi nya yg aneh [sesat ?] .. he .. he .. he .. : )

  9. adam, kalau boleh tahu kenapa anda anggap nama saya palsu? Kenapa saya harus beritahu anda gereja saya dan pekerjaan saya? bukankah saya menunjukkan dengan gamblang SUMBER pustaka dan STANDARD kebenarannya?

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.