demi kontol lelaki
yang menghunjam memekku
dalam gelinjang nikmat
yang batal orgasme
aku mendaraskan doa
allah-ku , allah-ku
izinkan aku nikmat
jangan beri aku anak
demi muncrat mani lelaki
dalam nikmat ku bersyafaat
hikmat, o hikmat
memekku hanya ngemil
jangan rahimku hamil
memek suci dekap
kontol kudus hunjam
rahim berdoa
turunanku, datanglah
sperma menjadi nama
begitulah seharusnya
o pencipta
cinta o pencipta
bila murka
timpa ku dengan laknat
asal jangan ku beranak
janinku
o janinku
darah dagingku
kehendak allah
bukan mauku
membunuhmu
manjakanmu
bukan tidak mau
ku tak mampu
demi allah,
ku tak minta
berhutang padamu
aku tidak
bukan benci
tidak siksa
hanya
NB
Hari ibu. Aku punya mama yang luar biasa. Penuh cinta dan bijaksana. Tak habis-habis menulis tentangnya. Setiap kali, setelah menulis tentang mama, aku merasa berhutang kepada handai taulanku yang mamanya brengsek. Sama sepertiku mereka pun tidak memilih, namun kenapa mamanya tidak seperti mamaku? Setelah lama melihat mama mama brengsek di sekitarku dan memikirkannya matang-matang. Aku menulis puisi ini untuk membuatku merasa sedikit nyaman, bukan membayar hutang.