Bukan Testimoni Petrus Agung Namun Penipuan JKI


Petrus Agung meninggal 23.00 WIB 13 Maret 2016. Selain Nani Susanti terbukti membual Petrus Agung belum mati, Lucius de messenger pun berbohong bahwa mamanya dapat uang Rp. 300.000,-  pada tahun 2000.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1111616305545371&id=206095329430811

Lucius de messenger: Walaupun semua orang berkata bahwa pak Agung penipu, gereja sesat, pembual.., Saya tetap berkata beliau adalah hamba Tuhan yang besar!! Karna hal yang dilakukan beliaulah, setiap saya lemah, setiap iman saya goyang, kesaksian ini yang membuat saya tetap kuat & berharap kepada Tuhan!!

Kejadian ini sudah lama. Saat itu Holy Stadium belum ada. Masih di Gereja JKI Injil Kerajaan. Dan saya bersyukur. Lewat kejadian yang diperintahkan Tuhan untuk pak Agung  betul-betul merubah kehidupan saya secara signifikan baik secara materi/rohani.

Suatu waktu uang mama saya hanya tersisa 20rb & itu terjadi ketika pada akhir bulan & hari minggu. Pas saat persembahan, saya liat dari atas (lantai2) mama saya dengan menangis memberi masuk uang ke dalam kantung persembahan tersebut.

Pertama saya tidak tahu kalau uang mama saya hanya tersisa 20rb, sampai di rumah baru dia cerita tentang semuanya. Mama saya bilang, waktu persembahan ada suara (Roh Kudus) yang berkata “kasih masuk semua uang mu 20rb itu”

Mama saya sempat berargumen, “lha kalo dikasi semua, kita mau makan bagaimana TUHAN” Tapi tidak ada balasan dari jawaban itu. Tapi mama saya taat, walau sakit tetapi beliau tetap taat.

Saudara tau apa yang terjadi? Di akhir kotbah, setelah doa penutupan, tiba-tiba pendeta saya (pak Agung) berbicara di depan mimbar:

“TUHAN barusan memberitahu saya, tadi waktu persembahan, ada seorang ibu seperti yang diceritakan di dalam Alkitab. Seorang janda yang rela memberikan seluruh nafkahnya untuk TUHAN & sekarang dia tidak punya uang sama sekali. Saya mau bilang ibu, TUHAN tidak pernah tutup mata!! Saya salut dengan keberanian ibu, dan TUHAN berkata kepada saya agar ibu mau maju ke depan agar didoakan, dan juga ada pesan TUHAN untuk ibu. Saya tahu ini bukan perkara mudah, perlu keberanian sekali lagi untuk melawan rasa malu untuk maju ke depan mimbar ini..”

Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya. Lukas 21:4

Saya melihat dari atas, mama saya hanya menangis dan menangis. Pendeta berkata sekali lagi agar ibu yang dimaksud kiranya mau maju ke depan. Akhirnya di depan mata beratus-ratus jemaat, mama saya berdiri dan maju di depan mimbar.  Setelah di doakan, mama saya dipanggil ke belakang mimbar dan diberi sebuah amplop oleh pendeta itu, “Ini pesan dari TUHAN ibu, TUHAN tidak pernah tutup mata.

Sampai di rumah, kami membuka amplop itu dan puji TUHAN ada berkat 300rb untuk kami bertahan hidup 3 hari ke depan, 3 hari lagi baru gajian.

Saudara, TUHAN yang kita sembah adalah TUHAN yang hidup!! The Living GOD!! Setiap saya mengingat peristiwa ini, saudara, saya selalu menangis. Bahkan setelah bertahun-tahun terlewati, tapi saat menulis ini pun saya masih menangis. Saya tidak bisa membayangkan, betapa besar kasih TUHAN kepada kita semua.

Dari situlah saya belajar. Sesulit apapun ekonomi yang saya hadapi saya harus tetap setia pada Tuhan. Mau cukup gak cukup sebulan, pokoknya potong dulu 10%. Dan puji Tuhan, sekarang saya memang sudah gak di Semarang, tapi hidup saya sudah berubah drastis secara signifikan baik secara materi/rohani.

Jika yang menghina beliau adalah pendeta sesat, bertobatlah saudara. Beliau adalah benar seorang hamba Tuhan yang besar! Terima kasih untuk pelayanan Bapak Petrus Agung Purnomo. Selamat jalan pak. Sampai jumpa di sana. Biar seluruh bumi tahu bahwa Jesus Christ – The Living GOD! (Kesaksian Jemaat).
+++++++++

March 16 at 9:35pm
LuCius De Messenger: Kata2 bapak Arief Chrisdiyantof terlalu kasar. Saya tidak melihat Yesus dalam diri bapak. Semoga bapak bukan seorang fulltimer dalam gereja, minta maaf pak sebelumnya. Saya tidak ada maksud, hanya sesama Kristen saya hanya ingin mengingatkan, bukan menggurui.. Hukum terutama Kasihi Tuhan & sesama.

Saya sakit hati..? Tidak juga, orang pak Agung juga bukan kerabat saya. Tapi ketika bapak bilang tadi ibu saya mati, jujur saya langsung tinggi, tapi saya tau saya gak boleh nyikapi hal ini dengan panas hati. Mungkin bapak beruntung, lahir dari keluarga Kristen dll. Maaf pak, sekalian saya bersaksi. Jujur pak, saya sekeluarga bukan Kristen, kami dari penyembah berhala, buddha & katholik. Tapi sungguh puji syukur, suatu hari ada teman saya yang mengajak saya untuk pergi ke Gereja kristiani (Alpha Omega – Semarang Tanah Mas)

Berkali-kali saya selalu menolak.. tapi puji TUHAN dia tidak pernah menyerah untuk mengajak saya ke Gereja tersebut. Singkat cerita suatu waktu saya bilang, “okay coba besok sabtu, kamu jemput saya..” Pertama kali saya masuk Gereja itu, saya terkejut.. saya tidak pernah merasakan hadirat yang seperti itu..

Ada sesuatu yang seperti menjamah hati saya, dari awal saya duduk sampai saya pulang saya terus menangis. Saya juga tidak tahu menangis karena apa, tapi ada seperti perasaan sedih (perasaan berdosa), perasaan senang (seperti perasaan rindu sekali dengan seseorang & terlampiaskan).. sebuah ciptaan yang berjumpa dengan Pencipta-nya.. saya tidak bisa menggambarkan perasaan saya saat itu.
Singkat cerita, saya bertobat & terima TUHAN YESUS sebagai Tuhan & Juruslamat.

Dan dari pertobatan saya, puji TUHAN semua keluarga saya terima TUHAN YESUS sebagai TUHAN & Juruslamat. Seperti ada yang tertulis, satu orang bertobat, seluruh keluarga diselamatkan! Bahkan ayah saya sebelum meninggal, dia sempat menerima TUHAN YESUS sebagai Tuhan & Juruslamat dalam hidupnya. Mama saya sekarang juga telah meninggal, tapi saya sungguh sangat berterima-kasih atas semua hal yang dia ajarkan.

Kenapa saya pindah ke JKI? Gak usah ditanya pak, tahun 2000an bapak pasti tahu JKI lagi on fire.

Berita mencuat di mana2, banyak jemaat tersedot ke gereja itu dan memang saya menemukan “ada yang beda” di sana. Di sana lebih gila lagi, biar Tanah Mas banjir sampe paha, saya genjot sepeda buat ke Gereja, motor gak bisa jalan karna terlalu tinggi banjir.
++++++++

LuCius De Messenger: Tahun 2000 pak.. Yah lumayan, belum lama2 amat jadi Kristen.

LuCius De Messenger: Sudah pak Arief Chrisdiyanto, sama dengan Nicole, coba mikir mana saya mau ingat. Mana saya mau tahu kapan persisnya itu terjadi, yang saya tau pasti akhir bulan & hari Minggu karna ada kebaktian.

Bengcu Menggugat:

Kerabatku sekalian, sudah sejak lama saya mengamati dan menemukan fakta bahwa ke 6 hamba Tuhan JKI adalah para penipu yang  gemar bersaksi palsu. Mereka adalah Yusak Tjipto Purnomo, Nany Susanti, Petrus Hadi Santoso, Petrus Agung Purnomo, Iin Tjipto Wenas dan Daniel Krestianto Tjipto. LuCius De Messenger juga penipu yang bersaksi palsu.

Ada tiga hal yang saya tanyakan kepada LuCius De Messenger untuk membongkar penipuannya yaitu:

1.    Tahun berapakah peristiwa tersebut terjadi?
2.    Apakah ayah anda sudah meninggal ketika peristiwa tersebut terjadi?
3.    Kira-kira bulan berapakah peristiwa terjadi?

Gara-gara belum pulih dari stroke yang saya alami 9 Januari 2016 yang lalu maka ketika hendak menulis kata, “ayah” yang saya tulis adalah “ibu.”  Kenapa LuCius De Messenger ngamuk ketika membaca pertanyaan saya, “Apakah ibu anda sudah meninggal ketika peristiwa tersebut terjadi?” Tidak ada alasan baginya untuk ngamuk, bukan? Dia berlagak ngamuk untuk pencitraan?

Kerabatku sekalian, biarkan pembual terus membual sampai menyangkal bualatan sendiri. Itulah cara kita membongkor penipuan sambil mengajari orang-orang Kristen untuk berpikir cerdas:

# Suatu waktu uang mama saya hanya tersisa 20rb & itu terjadi ketika pada akhir bulan & hari minggu. Pas saat persembahan, saya liat dari atas (lantai2) mama saya dengan menangis memberi masuk uang ke dalam kantung persembahan tersebut.

Janda miskin itu tidak menangis ketika memberi persembahan. Kalau benar mama si kutu kupret itu memberikan semua uangnya, dia pasti tidak akan menangis. Dia pasti memberi dengan rela dan tersenyum.

# Setelah membual, Petrus Agung bersaksi, “TUHAN barusan memberitahu saya, tadi waktu persembahan, ada seorang ibu seperti yang diceritakan di dalam Alkitab. Seorang janda yang rela memberikan seluruh nafkahnya untuk TUHAN & sekarang dia tidak punya uang sama sekali.” LuCius De Messenger bersaksi, “Bahkan ayah saya sebelum meninggal, dia sempat menerima TUHAN YESUS sebagai Tuhan & Juruslamat dalam hidupnya.”

Hai hai: Karena ayahnya masih hidup, itu berarti ibunya mustahil JANDA miskin. Kesaksiannya adalah penipuan.

# Tahun 2000 pak. Sampai di rumah, kami membuka amplop itu dan puji TUHAN ada berkat 300rb untuk kami bertahan hidup 3 hari ke depan, 3 hari lagi baru gajian.

Kisanak, pada tahun 2000, di Jakarta, gaji pertama seorang sarjana adalah Rp. 300 ribu. Bahkan Petrus Agung juga bersaksi biaya resepsi pernikahannya tahun 1987 adalah Rp. 300 ribu. Itu beraksian bertahan hidup 3 hari dengan Rp. 300 ribu adalah penipuan.

Di sana lebih gila lagi, biar Tanah Mas banjir sampe paha, saya genjot sepeda buat ke Gereja, motor gak bisa jalan karna terlalu tinggi banjir.

Handai taulanku sekalian, genjot sepeda dalam banjir sepaha adalah penipuan publik. Genjot sepeda di banjir sepaha terlalu berat.

# Setiap saya mengingat peristiwa ini, saudara, saya selalu menangis. Bahkan setelah bertahun-tahun terlewati, tapi saat menulis ini pun saya masih menangis. Saya tidak bisa membayangkan, betapa besar kasih TUHAN kepada kita semua.

# setiap iman saya goyang, kesaksian ini yang membuat saya tetap kuat & berharap kepada Tuhan!!

# Mana saya mau tahu kapan persisnya itu terjadi, yang saya tau pasti akhir bulan & hari Minggu karna ada kebaktian.

Saudara-saudara sekalian, si kutu kupret bersaksi selama bertahun-tahun dia menangis mengingat peristiwa itu namun kenapa dia kemudian menyangkalnya, “Mana saya mau tahu kapan persisnya itu terjadi?” Tentu saja karena kejadian tersebut bukan kisah nyata dan kesaksian bohong.

Pada tahun 2000 ada dua hari Minggu yang jatuh pada akhir  bulan yaitu: Hari Minggu 30 April 2000 dan Hari Minggu 31 Desember 2000. Kalau kejadian  tersebut adalah kisah nyata, dia pasti mengingat tanggal yang mudah tersebut.

Catatan:

“Apabila dalam tahun yang ketiga, tahun persembahan persepuluhan, engkau sudah selesai mengambil segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu, maka haruslah engkau memberikannya kepada orang Lewi, orang asing, anak yatim dan kepada janda, supaya mereka dapat makan di dalam tempatmu dan menjadi kenyang.  Ulangan 26:12

Untuk apa semua uang persembahan dan perpuluhan JKI? Untuk biaya operasional gereja dan kekayaan Petrus Agung serta amal. Ulangan 26:12, alih-alih memberi perpuluhan dan persembahan, orang miskin, orang asing, anak yaktim dan janda-janda justru harus menerima santunan.

Kenapa para pendeta dan penginjil giat sekali MEMAKSA orang orang miskin, orang asing, anak yaktim dan janda-janda untuk memberi persembahan dan perpuluhan? Karena mereka loba alias serahkah.

47 thoughts on “Bukan Testimoni Petrus Agung Namun Penipuan JKI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.