Ketika belum lahir, kedua orang tuanya berpikir anaknya akan membuat mereka bahagia, namun ketika lahir mereka menemukan kenyataan sebaliknya, sang anak justru amat sangat merepotkan.
Ketika sang anak tumbuh, kerepotan semakin menjadi-jadi, bahkan ada kalanya membuat orang tuanya hilang kendali. Ketika hilang kendali orang tua menghajar anaknya walaupun menyesalinya kemudian. Walaupun menyesalinya, mereka tidak mengubah kebiasaan itu, bahkan mencari alasan untuk mengeraskan hati, karena sekali menghajar anaknya, kedua orang tua mendapati bahwa menghajar anak adalah cara TERCEPAT untuk mengendalikan sang anak. Setelah berlangsung berkali-kali, keduanyapun merasa nyaman, bahkan meyakini, bahwa menghajar anak adalah cara TERBAIK untuk mendidik anak. Continue reading