Kenapa Bukan Cina?


Mereka tidak tahu, kenapa dirinya disebut Cina! Yang baru datang dari Tiongkok tidak tahu, yang sudah bergenerasi-generasi tinggal di Hindia Belanda juga tidak tahu. Tumbuh subur namun tidak berakar namanya benalu.   

Dinasti Qing (1636-1912) adalah dinasti terakhir Tiongkok. Qing menyebut negaranya Dinasti Qing (qīngcháo 清朝) dan menyebut warga negaranya orang Qing (qīngrén 清人) alias penduduk dinasti Qing (qīngcháo zǐmín 清朝 子民). Tiongkok (zhōngguó 中國) adalah wilayah yang dikuasai dinasti Qing. Orang Tiongkok – Tiongkok Lang (zhōngguó rén 中國 人) artinya orang yang tinggal di wilayah yang disebut Tiongkok.

Dengan apa orang-orang yang disebut Cina di Hindia Beland itu harus menyebut atau menamai dirinya? Mustahil menyebut dirinya Tiongkok Lang (zhōngguó rén 中國 人) karena mereka tidak tinggal di Tiongkok.

Tidak mungkin menyebut dirinya orang Qing (qīngrén 清人) alias penduduk dinasti Qing (qīngcháo zǐmín 清朝 子民) karena Dinasti Qing punya aturan, semua orang Qing (qīngrén 清人) yang merantau adalah pengkianat yang harus dimusnahkan.

Bagaimana dengan anak cucu perantau Qing dan dinasti-dinasti sebelumnya yang ada di Hindia Belanda? Mereka adalah orang asing di mata dinasti Qing.

Kerabatku sekalian, itulah kondisi yang dialami oleh orang-orang Cina di Hindia Belanda. Itulah perjuangan Gerakan Kaum Muda Cina (Jong Chineesche Beweging) di Hindia Belanda di penghujung abad 18 yang memuncak dengan mendirikan Tionghoa hweekoan – Rumah Perkumpulan Tionghoa. (zhōnghuá huìguǎn 中華 會館) tahun 1900.

Pada hakekatnya, yang mereka lakukan saat mendirikan Tionghoa hweekoan – Rumah Perkumpulan Tionghoa. (zhōnghuá huìguǎn 中華 會館) adalah proklamasi: Aku adalah Tionghoa – bunga yang tidak menyebelah (zhōnghuá 中華). Aku bukan orang Qing (qīngrén 清人). Aku bukan Cina, bahkan apa itu Cina, aku tidak tahu.

KENAPA BUKAN CINA?

Karena aku adalah Tionghoa.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.