
Pernah mendengar umat agama Tionghoa berdoa? Sebelum diajari orang Kristen, saya tidak pernah berdoa. Pertama kali melihat orang Kristen berdoa saat kelas 2 SD, risih sekali, menurutku orang Kristen tidak hormat dan celamitan sekali.
Sampai hari ini, penilaianku belum berubah, orang Kristen adalah umat paling celamitan di dunia. Segala diminta, siang malam hanya minta-minta melulu. Namun sayangnya, umat Kristen tidak bisa disalahkan karena demikian. Kenapa begitu?
Karena Tuhan Yesus sendiri yang mengajarkan bahwa kamu akan menerima NIHIL, bila tidak meminta apa pun. Mintalah maka kamu akan menerima karena Tuhan Yesus berjanji, apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.
Handai taulanku sekalian, Tuhan orang Kristen itu ibarat penguasa Indonesia saat ini yang kebanggaannya bukan membangun ekonomi masyarakat namun bagi-bagi bansos (bantuan sosial).
Paradigma (kerangka berpikir) Kristen Indonesia sudah dirusak oleh para pengkotbahnya sehingga, alih-alih rajin bekerja dan meng-upgrade keahliannya, siang malam Kristen hanya minta Tuhan Yesus melakukan mukjizat agar dirinya kaya raya. Bagaimana bisa kaya-raya tanpa bekerja? Itulah hebatnya kekristenan, itulah janji-janji Tuhan Yesus.
Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu! Luk 12:24
Dulu, katanya itu hanya untuk kalangan sendiri, padahal, faktanya itu penipuan. Kalau benar untuk kalangan sendiri, kenapa halo-halonya ke seluruh dunia lewat spanduk, baliho, selebaran, iklan koran dan iklan radio? Kenapa harus mendengar kotbah dulu baru bansos dibagikan? Kalau benar untuk kalangan sendiri, kenapa non Kristen yang diberi?
Cerdik seperti merpati dan tulus seperti ular. Katanya, menyelenggarakan kebaktian kebangunan rohani dan kesembuhan ilahi untuk melebarkan kerajaan Allah dan membantu orang sakit, padahal itu cuma kebaktian tepu-tepu untuk mengumpulkan kolekte dan uang iklan. Mengklaim banyak kesembuhan padahal tidak ada yang sembuh sama sekali.
Orang-orang Kristen itu berlagak baik padalah mereka mencari uang dengan menawarkan harapan kosong kepada masyarakat miskin yang nggak mampu berobat. Benar-benar tidak berperikemanusiaan. Semoga penipu-penipu demikian panjang umur namun sakit-sakitan dan menderita.
Kenapa sejak ada BPJS, kebaktian kebangunan rohani dan kesembuhan ilahi Kristen jadi sepi sehingga tidak diadakan lagi? Karena panitianya tekor melulu, bro dan sis.
Kenapa orang-orang Kristen yang mengalami sakit penyakit, sekarang, lebih suka berobat ke rumah sakit lewat BPJS daripada menunggu mukjizat kesembuhan dari Tuhan Yesus lewat para pendoa apalagi pendeta? Karena oleh-oleh untuk Tuhan Yesus (menabur kolekte dulu baru akan disembuhkan Tuhan Yesus) lebih mahal dibandingkan iuran BPJS. Sementara itu, pengobatan dokter terbukti manjur sedangkan, mukjizat Tuhan Yesus lewat para pendoa apalagi pendeta hanya bisa DIIMANI doang ngak bisa DINIMATI kesembuhannya. Ha ha ha …
Tahun baru Imlek menjadi hari libur nasional bukan hasil perjuangan Tionghoa Indonesia namun hadiah dari Gusdur. Dan, sejak itulah, apa pun agamanya, orang Tionghoa Indonesia mulai merayakan tahun baru Imlek.
Karena semakin hari semakin banyak orang Tionghoa Kristen merayakan Imlek, meskipun dilarang dengan doktrin berjinah, menyembah Allah lain, menyembah berhala, menyembah iblis, Tuhan akan menghukum dengan mendatangkan sakit penyakit dan malapetaka serta kemiskinan, namun faktanya, dalam 5 tahun terakhir ini semakin banyak gereja, apa pun denominasinya, menyelenggarakan kebaktian atau misa tahun baru Imlek.
Shen Ti Jian Kang (Semoga Selalu Sehat), Da Ji Da Li (Semoga Mendapat Berkah dan Keberuntungan Besar), Bu Bu Gao Sheng (Semoga Maju Terus dalam Promosi Pekerjaan), Sheng Yi Xing Rong (Semoga Usaha Bertambah Jaya), Wan Shi Ru Yi (Semoga Semua Keinginan Terpenuhi), Nian Nia You Yu (Semoga Tiap tahun Selalu Makmur), dll, dll, dll, semua ucapan tersebut di atas adalah ucapan orang-orang Tionghoa yang sudah melupakan ajaran nenek moyangnya, itu sebabnya alih-alih BERSYUKUR mereka malah CELAMITAN, minta BANSOS kepada Tuhan Yesus. Ha ha ha …..
Sejak 3000 tahun sebelum masehi alias 5000 tahun yang lalu, pada hari tahun baru, tanggal 1 bulan satu kalender Imlek, orang Tionghoa saling menjurah sambil mengucapkan, “Kionghi huatcai – gōngxǐ fācái 恭喜 發財,” yang artinya “Selamat dan berbahagia, bertunas serta berlimpah.” Itu bukan MINTA bansos untuk tahun depan namun BERSYUKUR atas tahun lalu setelah kita bekerja keras sepanjang tahun.
Itu sebabnya, pada hari tahun baru imlek, orang Tionghoa seluruh dunia saling BERBAGI sukacita dengan angpau – hóngbāo 紅包 (ikatan merah – souvenir merah), bukan CELAMITAN minta-minta. Makanya, sebelum tahun baru imlek tiba, para pimpinan dan orang-orang kaya membagi-bagikan hua ang – huāhóng 花紅 (bunga merah) kepada anak buahnya dan handai tulannya serta orang-orang miskin agar mereka bisa berbagi sukacita pada hari tahun baru imlek.
YESUS SATU SATUNYA JALAN KESELAMATAN DARI AWAL SAMPAI AKHIR ZAMAN, TIDAK MERUBAH FAKTA
gereja merayakan tahun baru Imlek karena biar kolekte dan perpuluhannya gede..semua agama juga pengurus nya butuh duit..dimana ada bau bagi bagi duit pasti dirayakan…
hobi kok sebarin hoax
pelayanan tanpa pandang kolekte,
Kisanak coba anda lihat bagaimana pelayanan di daerah terpencil. Apakah ada kolektenya? Apakah jumlahnya besar?
jangan sebar hoax kisanak. Anda pendusta pendosa
Saudara anda fitnah
banyak loh pastor2 yang melayani dengan hati
Jika anda pernah tahu atau memdengar nama pastor Philip, dia merupakan contoh pastor rendah hati dan tidak membeda beda kan umat
Teganya menuduh berjinah tanpa dalil yg jelas. Sy penganut yg merayakan imlek tau berjinah itu perbuatan keji.