Kasta Sembahyang Agama Khonghucu


Sembahyang ada kastanya? Melanggar kasta sembahyang menyebabkan hukuman mati sebab melanggar kasta sembahyang berarti melakukan kudeta kepada penguasa. Mustahil umat Khonghucu Indonesia sembahyang langit dan bumi.

Pada tahun 1940-an, hanya Kristen dan Islam yang diakui bangsa kulit putih sebagai agama (religion). Yang lainnya hanya dianggap isme (ism) alias aliran kepercayaan. Konfusianisme (Confucianism), Buddhisme (Buddhism), Hinduisme (Hinduism). Juga dikatakan bahwa agama harus ada Tuhan penciptanya dan nabinya, serta kitab sucinya juga lembaga agamanya.

Sementara itu, Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang merdeka tahun 1945. Ketuhanan yang maha esa, adalah sila pertama dari Pancasila. Makanya, para pemuka aliran kepercayaan (isme) di Indonesia pun berlomba-lomba menyusun doktrin untuk membuktikan bahwa isme mereka adalah agama, buktinya ada Tuhan pencipta yang maha esa-nya dan nabinya serta kitab sucinya juga lembaga agamanya.

Itu sebabnya, agama yang awalnya disebut “Agama Bali”, ujug-ujug bersalin nama menjadi Agama Hindu. Padahal, mustahil bagi siapa saja di dunia ini untuk menemukan ajaran tentang Hari Raya Nyepi dalam Hinduisme yang lahir di India. Kenapa demikian? Karena Hari Raya Nyepi adalah hari raya agama Tiongkok kuno.   

Sementara itu, oleh para pemuka Agama Tionghoa yang semula bila Tionghoa ditanya, “Apa agamamu?” selalu menjawab, “Pai sin, artinya sembahyang roh,” pun dipastikan menjadi Agama Khonghucu.

Siapa pula yang mengarang doktrin ngaco belo bahwa agama Khonghucu awalnya hanya dianut oleh para bangsawan yang menyembah Tian (tiān 天) yang maha esa dan karena jasa NABI Khonghucu menyebarkannya ke berbagai negeri Tiongkok dalam pengembaraannya selama 13 tahun, lalu dipelajari dan dianut oleh rakyat jelata Tiongkok? Saya tidak tahu.

Namun kitab suci agama Khonghucu sendiri mencatat bahwa Langit (tiān 天) tidak mungkin disembah sebagai Yang Maha Esa karena Langit (tiān 天) pasti berpasangan dengan bumi (dì 地). Makanya disebut Langit dan bumi (tiāndì 天地).  

Di samping itu, umat Khonghucu Indonesia juga tidak mungkin menyembah Langit (tiān 天) karena hanya Putra langit (tiānzǐ 天子) alias kaisar yang boleh menyembah Langit dan bumi (tiāndì 天地). Bahkan para raja muda Tiongkok tidak boleh menyembah Langit dan bumi (tiāndì 天地), sebab mereka hanya diizinkan untuk menyembah pertiwi dan palawija (shèjì 社稷).

Sembahyang Tiongkok kuno, ada kastanya bro. Mereka yang sok jagoan menyembah Langit dan bumi (tiāndì 天地) pasti dipenggal karena itu sama dengan melakukan kudeta, mengangkat diri sendiri menjadi kaisar.

Putra langit (tiānzǐ 天子) sembahyang (jì 祭) langit dan bumi (tiāndì 天地). Raja muda (zhūhóu 諸侯) sembahyang (jì 祭) pertiwi dan palawija (shèjì 社稷). Pembesar (dàfú 大夫) sembahyang (jì 祭) lima sesajen (wǔshì 五祀). Putra langit (tiānzǐ 天子) sembahyang (jì 祭) di kolong langit (tiānxià 天下), gunung-gunung masyhur (míngshān 名山) dan sungai-sungai besar (dàchuān大川). Lima gunung (wǔyuè 五嶽 – tàishān 泰山, huàshān 華山, héngshān 衡山, héngshān 恆山, sōngshān 嵩山) dimuliakan ibarat (shì 視) tiga adipati (sāngōng 三公). Empat sungai (sìtú 四瀆 – chángjiāng 長江, huánghé 黃河, huáihé 淮河, jǐshuǐ 濟水) dimuliakan ibarat (shì 視) raja muda (zhūhóu 諸侯). Raja muda sembahyang (jì 祭) di gunung masyhur (míngshān 名山) dan di sungai besar (dàchuān 大川) dan di bumi (dì地). Liji III:III:6 – Wangzhi

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.