
Dia menghardikku, “Dalam nama Yesus, bertobatlah, kerajaan Allah sudah dekat!” Aku memberitahu dia bahwa, “Yohanes Pembaptis berseru, bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat,” maka Yesus pun BERTOBAT dan minta dibaptis.
Bukan saya namun Injil Markus, Matius dan Lukas mencatatnya dan membuktikannya. Aku hanya membabarkan yang tercatat itu agar dipahami apa adanya saja.
“Ngehe lu!” Sahabatku itu memakiku. Aku ngakak “Ha ha ha …..,” karena aku tahu bahwa dia tidak tahu apa arti kata ngehe? Sementara aku bukan hanya mengerti namun tahu kapan dan kenapa kata itu tercipta pada zamanku? Ha ha ha …..
Sahabatku itu baru pindah agama. Dia memeluk agama barunya, Kristen Kharismatik alias Kristen Alam Roh alias agama Tuhan Yesus. Sebelumnya dia memeluk agama Kristen Protestan. Kusebut dia pindah agama karena dia dibaptis dengan baptisan yang katanya alkitabiah. Dia bilang, “Karena mengasihimulah aku kuatir kau masuk neraka meskipun kau Kristen dan GKI. Makanya, bertobatah!”
Tentu saja aku tidak mau bertobat karena selama ini aku paling takut berbuat jahat dan percaya bahwa lebih mudah hidup benar dari pada berbuat jahat. Lebih mudah menjadi orang baik dari pada penjahat. Lebih mudah bekerja keras secara jujur dari pada mencopet. Lebih mudah merendahkan diri minta dibina bekerja dari pada jadi pengangguran. Aku bukan penjahat, makanya menolak disuruh bertobat.
Kerabatku sekalian, kenapa Yohanes Pembaptis membaptis? Karena dia diutus Allah untuk MEMBAPTIS dengan air. Makanya dia digelari Yohanes Pembaptis. Baptisan Yahanes adalah TANDA PERTOBATAN.
Untuk apa Tuhan Yesus minta dibaptis oleh Yohanes Pembaptis? Tentu saja untuk MENYATAKAN PERTOBATAN dan MENERIMA TANDA bahwa PERTOBATAN-Nya sudah diterima alias SAH.
Itu sebabnya, DOKTRIN Tuhan Yesus tidak berdosa adalah HOAX (berita palsu) karena Injil mencatat, dengan sukarela BELIAU menyatakan PERTOBATAN-nya lalu menerima TANDA bertobatan-Nya dengan BAPTIS. Yohanes Pembaptis adalah saksinya.
Bukankah saat Yesus minta dibaptis, Yohanes Pembaptis MENCEGAH-nya? Bukankah Tuhan Yesus bilang, Dia dibaptis untuk menggenapi seluruh kehendak Allah?
Kerabatku sekalian, Yohanes Pembaptis DIUTUS untuk MEMPERTOBATKAN lalu membuat TANDA PERTOBATAN dengan BAPTIS. Kalau ada orang TIDAK BERDOSA dibaptis oleh Yohanes, bukankah itu namanya MENIPU dunia dan kerajaan sorga?
Kehendak Allah sangat tegas dan gamblang yaitu: Yohanes Pembaptis MEMPERTOBATKAN orang lalu membuat TANDA PERTOBATAN. Kalau Tuhan Yesus PURA-PURA bertobat padahal dia TIDAK berdosa lalu DIBAPTIS bukankah itu berarti PEMBAPTISAN Yesus adalah KONSPIRASI untuk MENIPU DUNIA dan MENIPU SORGA? Ha ha ha …..
Itulah bukti bahwa kisah Yohanes Pembaptis MENCEGAH waktu Yesus berusaha MENGGENAPI seluruh kehendak Allah adalah HOAX yang DIKARANG oleh Matius.
demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.” Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan. Markus 1:4-5
Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan. Markus 1:9-11
Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Matius 3:1-2
Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. Lalu sambil MENGAKU DOSA-nya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. Matius 3:5-6
Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes UNTUK DIBAPTIS olehnya. Matius 3:13
Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Lukas 3:21-22
Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya. Matius 3:14-15
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Matius 3:16-17
Mohon maaf kisanak, manusia yg 40 hari tidak makan dan minum itu sungguh ada. Tubuh manusia ada yg bisa beradaptasi tanpa makan dan minum.
Bang hai hai, anda menulis bahwa ‘tulisan saya tentang alkitab sbg standard kebenaran dan pustaka”. Dan seingat saya anda pernah mengatakan “tidak menguasai alquran sehingga tdk bisa berbicara ttg itu” Apakah berarti ada standard kebenaran type org lain yg dipertahankan oleh ahli2nya, yg belum anda ketahui? Jika hanya ada satu STANDARD kebenaran:
1. Standard itu dijelaskan dgn cara berbeda2 di setiap buku, tetapi produk akhirnya sama (dan perlu saya jelaskan: “cara” yg disebut berbeda itu benar2 berbeda sampai “standard” yg sama itu benar2 tersamarkan); atau:
2. Hanya ada satu STANDARD yaitu alkitab, sedang yg lainnya non standard (alias salah); atau:
3. Standard itu benar2 Satu saja, apa yg disampaikan oleh kitab suci dan alam semesta (ilmu pengetahuan secara universal) hanyalah cara menjelaskan standard yg satu, tinggal kita pilih yg mana yg kita anggap paling gampang kita pelajari, dan atheism adalah salah satu jalan putar untuk menemukan standard itu, atau:
4. Saking tingginya STANDARD itu, semua yg kita anggap Standard sebenarnya hanya partial standard (sebagian), atau bahkan ILUSI (at worst) !!
Dan apakah masuk dalam parameter anda bahwa kita mungkin saja tidak memiliki kemampuan untuk menembus/mencapai “STANDARD” yg sesungguhnya, dan kita hanya mengejar ekor kita sendiri?
Trimkasih
Nb: no 1 dan 3 mirip, tapi no 1 menekankan soal “kitab2 suci”, sehingga kalo hai2 pilih no 1, dia harus belajar kitab2 lain dulu sebelum mengetahui “keseluruhan” standard..
Sedang no 3 berarti hai2 harus mengetahui seluruh prinsip2 fisika modern (quantum mekanik, superstring dll) dan minimal mengerti konsep agnostik sebelum mengklaim “Standard” !!
Krn setahu saya: istilah “Standard” adalah untuk mengetahui yg “Tidak Standard” alias salah !!
Bang hai2, bukankah kalo sebuah kitab itu memiliki tradisi lestari (tidak berubah sejak awal) dan anda secara akurat mengartikan setiap kalimatnya, belum tentu kitab itu benar?
Bisa saja anda sedang mengartikan suatu kesalahan yg lestari?
Bukankah anda pernah bilang seorang guitarist bodoh bisa menjadi ahli kalo dia belajar (melestarikan) kesalahannya terus menerus? Maaf
bahasa saya
Bagaimana cara anda menguji keabsahan kebenaran yg mula2 (pertama) sedang anda tdk hadir di sana?
Bukankah yg sulit menguji keabsahan mula2 data2 itu, bukan menguji keakuratan pengartian data2 itu (yg mungkin salah) kelak?
Trimkasih
Kalau buat komen di susun sesingkat dan sejelas mungkin, gak usah muter2 gak karuan, bro.
Gunakan bahasa yang rapi dan jelas maksudnya.
Manusia 40 hari tidak makan masih bisa, tetapi 40 hari tidak minum tidak ada. Karena 60persen lebih tubuh manusia itu adalah cairan, yang sebagian akan menguap atau dibuang.
Pada saat minum ada mineral dan zat yang dibutuhkan.
He anonymous, ini bahasa bener2 sederhana dan tersusun, sama sekali gak abstrak atau random..kalo anda gak ngerti ya sudah.
Beng, kamu yg musti jawab bkn anonymous…masak kamu juga bilang bahasa gini gak jelas…wkwkwk
Saya juga baru comment di “Mengapa Maria Bolak2 5x di kuburan Yesus” pake bahasa kasual, saya tulis mengenai mayat2 bosok yg gak bangkit. Cuma saya pake tag ‘anonymous’ soalnya lupa nulis nama..
Moga2 bahasanya lbh dimengerti di sana…wkwkwk
Sungguh mengherankan cuma anda yang bingung dengan istilah standar kebenaran yg dimaksud bengcu.
Yang dimaksud STANDAR KEBENARAN bahwa apa yang di tulis di blog ini dapat dipertanggungjawabkan, ada ayat-ayatnya
di alkitab.
Tetapi Anda sengaja membawa pengalihan isu ke agama lain dan atheis segala, padahal sudah jelas yg dibahas di sini agama kristen.
Masing2 agama punya standar kebenaran sendiri, silakan uji sendiri, tarik kesimpulan sendiri.
Setelah banyak dibahas hoax dan mitos PL, misalkan, musa yg ternyata cuma karakter mitos, cari saja sendiri agama apa saja yang menggunakan karakter tersebut.
Dan apakah masuk dalam parameter anda bahwa kita mungkin saja tidak memiliki kemampuan untuk menembus/mencapai “STANDARD” yg sesungguhnya, dan kita hanya mengejar ekor kita sendiri?
Trimkasih
—
setau gw, bengcu gak punya ekor. Kalau ente punya ekor bukan berarti semua orang punya ekor, jangan menyamaratakan dengan kata ‘kita’ 😂