Mukjizat Perkawinan di Kana


Kenapa mukjizat Perkawinan di Kana hanya tercatat di dalam kitab Yohanes dan tidak tercatat di dalam ketiga Injil lainnya? Saya tidak tahu. Mungkin Yohanes mengarangnya setelah Injil Matius, Markus dan Lukas selesai dibukukan.

Tiga Injil (Matius, Markus, Lukas) mencatat, saat Yesus ditantang, “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti,” alih-alih menunjukkan kesaktiannya, Yesus malah bersilat lidah, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. Yohanes 2:11

Karena itukah Yohanes mengarang kisah Yesus mengubah air menjadi anggur untuk menunjukkan: kalau mau, Yesus bisa mengubah batu jadi roti, buktinya dia telah mengubah air menjari anggur? Makanya Yohanes bilang, itulah tanda pertama Yesus menyatakan kemuliaan-Nya.

Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” Yohanes 2:3-4

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” Yohanes 2:5

Yohanes sendiri menyatakan bahwa perkawinan di Kana adalah yang pertama, itu berarti sebelumnya Yesus tidak pernah membuat mukjizat. Karena Yesus tidak pernah membuat mukjizat makanya saat kekurangan anggur, tidak mungkin Maria minta Yesus membuat mukjizat. Mustahil pula Yesus bilang saat-Ku belum tiba.

Kerabat Kristenku sekalian, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, kisah Yesus mengubah air menjadi anggur adalah hoax alias berita bohong karangan Yohanes.

Bolah-boleh saja menyatakan Maria tidak pernah minta Yesus melakukan mukjizat. Dan siapa saja bebas beriman bahwa yang terjadi di Kana adalah Maria menegor Yesus dan murid-muridnya agar segera berhenti minum karena tuan rumah kehabisan anggur.

Itu sebabnya, karena kesal dan akibat pengaruh air kata-kata maka Yesus berperilaku kurang ajar dengan ketus dia menyebut ibunya, “HAI PEREMPUAN, mau apa engkau dari-Ku? Saat-Ku belum tiba,” Yesus kesal karena menurutnya waktunya berhenti minum belum tiba.

Namun Maria sangat menyayangi anak sulungnya, itu sebabnya dia menyuruh para pelayan untuk melakukan apa saja yang dingini Yesus.

Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Yohanes 2:1-2

Waktu SD, di sekolah minggu aku diajari bahwa pesta perkawinan orang Yahudi berlangsung selama tujuh hari. Itu sebabnya saya memahami kisah Yohanes 2:1-2 adalah hari ketiga dari tujuh hari pesta perkawinan di Kana.

Setelah sering membaca Alkitab akhirnya saya sadar bahwa pesta perkawinan Yahudi mustahil berlangsung tujuh hari tujuh malam karena pada hari ke tujuh orang Yahudi merayakan SABAT.

Kenapa dari generasi ke generasi, para sarjana teologi Kristen terus menyebar berita bohong pesta perkawinan orang Yahudi berlangsung selama tujuh hari? Saya tidak tahu. Mungkin karena hanya menghafal yang diajarkan oleh dosen-dosennya makanya para Master, Doktor dan Profesor itu terus membebek ajaran ngaco tersebut.

Di situ ada ENAM tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu merekapun membawanya. Yohanes 2:6-8

Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu–dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya–ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Yohanes 2:9-10

Yohanes licik sekali, dia memutar balik berita palsu agar nampak benar. Pernyataan “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik,” bukan tradisi Yahudi bahkan mustahil ada tradisi demikian di seluruh dunia. Kenapa demikian?

Karena orang mabok tidak pernah kehilangan indra pengecapnya. Itu sebabnya, mereka yang menyajikan anggur jelek karena menyangka tamunya sudah mabok sehingga menyangka anggur jelek sebagai anggur bagus pasti dihujat di seluruh dunia sebagai PENIPU dan PENGHUJAT.

Di samping itu, saat menyajikan anggur mustahil para pelayan bertanya kepada tamu-tamunya, “Apakah anda sudah PUAS minum? Kalau sudah puas, kami segera menyajikan anggur yang kurang baik sekarang.”

Sejak purbakala, sampai hari ini, di seluruh dunia, di dalam pesta pernikahan, tidak semua orang menyajikan anggur dan bila disajikan, hanya sedikit orang yang minum anggur. Kalau pelayan tidak menyajikan anggur, hanya menyajikan air putih dan kopi serta teh, mustahil ada tamu yang memaksa minta anggur. Itu sebabnya kekurangan anggur dalam pesta nikah bukan aib.

Sebelum pesta perkawinan, mempelai dan pemimpin pesta pasti menghitung siapa saja yang akan diundang ke pesta? Berdasarkan perhitungan jumlah undanganlah dihitung jumlah makanan dan minuman yang harus disediakan dan akan disajikan. Kalau dananya kurang, mempelai pasti membeli anggur dan kopi serta teh yang lebih murah harganya, bukan menipu dunia dengan menyajikan anggur dan kopi serta teh yang baik dahulu dan sesudah orang PUAS minum alias MABOK, barulah yang kurang baik disajikan.

Kerabat Kristenku sekalian, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya dia melompat lagi. Sepandai-pandainya Yohanes mengarang hoax, akhirnya ketahuan belangnya juga. Alkitab mustahil berdusta walaupun banyak dusta tercatat di dalamnya. Kisah Yesus mengubah air menjadi anggur alias Perkawinan di Kana bukan kisah nyata namun berita PALSU yang dihembuskan oleh Yohanes. Hati-hatilah agar tidak tertipu oleh Yohanes.

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. 1 Tesalonika 5:21.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Lukas 17:1

9 thoughts on “Mukjizat Perkawinan di Kana

  1. “Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti,” alih-alih menunjukkan kesaktiannya, Yesus malah bersilat lidah, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”

    cara jawabnya memang agak aneh ya.
    orang normal pasti jawabnya, kurang lebih,

    lu kira gw ga ada kerjaan?
    siapa yang mau makan rotinya ?
    Maaf gw ga mau pamer…

  2. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” Yohanes 2:3-4

    percakapan yang aneh, saya dulu juga sempat curiga.
    Sepertinya ibunya mau nyuruh Y beli anggur, atau bantu melayani tamu dengan menyajikan anggur, kok spt malah tersinggung gitu, malah jawabnya terlihat aneh. “mau apakah…?”

  3. Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Yohanes 2:1-2

    ini sebenarnya perkawinan siapa ? apakah Y itu sebagai panitia konsumsi, atau tamu undangan, kenapa harus bertanggung jawab kalau anggur kurang ?

  4. Pada saat Yesus lahir, selain ajaran Zoroaster, saat itu ajaran Logika Plato (428-348 SM) dan Aristoteles (384-322 SM) sangat digemari. Itu sebabnya Keempat Injil mencata bagaimana Yesus nggak pernah kalah OMONGAN saat berdebat dengan orang-orang Yahudi. Yesus selalu punya JAWABAN dan Yesus selalu bisa NGELES.

  5. Para sarjana teologi KRISTEN mengklaim bahwa jawaban Yesus itu adalah BUKTI bahwa Yesus adalah TUHAN, itu sebabnya dia memperlakukan Maria sebagai manusia dan dirinya TUHAN

  6. Kalau kerabat dekat MISKIN, pastilah Maria ikut bantu-bantu. Namun Yohanes sendiri yang bilang, keluarga itu MEMBAYAR pemimpin PESTANYA. Itu sebabnya, saya pernah mengarang TAFSIRAN bahwa setelah suaminya wafat, Maria kerja SERABUTAN termasuk di dalamnya menjadi PEMIMPIN PESTA makanya Yesus mengajark murid-muridnya untuk ikut membantu, minimal untuk parkir ontalah.

    Namun dengan Yohanes MENULIS, “Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu–dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya–ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Yohanes 2:9-10

    saya langsung sadar bahwa Maria tidak mungkin pemimpin pesta. Kalau Maria pemimpin pesta, dia tidak mungkin berlagak pilon ngomel ke mempelai. ha ha ha

  7. Yang menyimpan air anggur adalah Maria. Itulah sebabnya Maria tahu stok air anggur habis. Pemimpin pesta salah alamat. mempelai laki laki mustahil menyimpan anggur sebab bukan tugasnya. Urusan Makanan dan minuman yang tahu hanya bagian Dapur. Pemimpin pesta blo’on otaknya konslet, mabok anggur.

  8. bwakakakakakakakakakakakakaka
    suhu hai hai berhasil mengocok perut saya,.serius saya sangat terpingkal, membaca “Maria kerja SERABUTAN termasuk di dalamnya menjadi PEMIMPIN PESTA makanya Yesus mengajark murid-muridnya untuk ikut membantu, minimal untuk parkir ontalah” parkir onta astaga naga…wakakakakakakakakaka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.