Terang Dan Gelap Dalam Kitab Kejadian


Allah tidak berfirman. Musalah yang membual menerima firman dan mengarang takhayul penciptaan langit dan bumi atas nama Allah. Makanya saat diuji dengan ilmu pengetahuan, bualan Musa pun ketahuan hoaxnya (informasi palsu).

Kalau memang kisah nyata, dan dengan cara demikianlah Allah menciptakan langit dan bumi, pastilah ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya dalam generasi ini mengkonfirmasinya.

Pada mulanya Allah (‘elohiym) menciptakan langit (shamayim) dan bumi (‘erets). Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita (choshek) menutupi samudera raya, dan Roh (ruwach) Allah (‘elohiym) melayang-layang di atas permukaan air (mayim). Kejadian 1:1-2

LAI Ngaco Belo

Kata BENDA harus diterjemahkan menjadi kata BENDA. Menerjemahkan kata BENDA menjadi kata SIFAT hanya dilakukan penerjemah sontoloyo.

Kata Ibrani, ‘OWR (kata BENDA) diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi LIGHT (kata BENDA). LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) menerjemahkan ‘OWR (kata BENDA) menjadi TERANG (kata SIFAT), itu namanya sontoloyo. Harusnya ‘OWR (kata BENDA) diterjemahkan jadi CAHAYA (kata BENDA).

Dalam bahasa Ibrani, CHOSHEK (kata BENDA) diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi DARKNESS kata BENDA). LAI menerjemahkan CHOSHEK (kata BENDA) menjadi GELAP (kata SIFAT), itu benar-benar dodolipet. Seharusnya CHOSHEK (kata BENDA) diterjemahkan menjadi KEGELAPAN (kata BENDA).

Jadilah Petang Dan Jadilah pagi

Nicolaus Copernicus (1473–1543) mengembangkan teori heliosentrisme, bumi mengelilingi matahari. Galileo Galilei (1564–1642) dia dihukum Gereja Katolik karena mendukung dan mempopulerkan teori heliosentrisme Copernicus. Jean Bernard Léon Foucault (1819-1868) menemukan fakta bahwa bumi berputar pada porosnya dan namakan itu rotasi bumi tahun 1851.

Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang (‘owr).” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu DARI gelap (choshek). Dan Allah menamai terang (‘owr) itu siang (yowm), dan gelap (choshek) itu malam (layil). Jadilah petang (`ereb ) dan jadilah pagi (boqer), itulah hari pertama. Kejadian 1:3-5

Sebelum Musa menulis kisah penciptaan, kata Ibrani `ereb (petang) dan boqer (pagi) sudah ada. Musa tidak mengarangnya, dia hanya menggunakannya. Kenapa petang? Kenapa pagi? Tidak ada yang bisa menjawabnya. Dari generasi ke generasi masyarakat hanya melihat gejalanya dan membedakannya. Disebut petang karena sebentar lagi malam. Disebut pagi karena sebentar lagi terang.

Kenapa tidak memberitahu bangsa Israel tentang petang dan pagi? Karena tidak punya pengetahuan untuk diajarkan tentangnya. Kalau benar, Allah (‘elohiym) yang menciptakan alam semesta, pastilah Dia tahu kebenarannya. Karena Allah tidak mengajarkannya maka petang dan pagi pun tetap misteri dari generasi ke generasi.

Tahun 1851 Jean Bernard Léon Foucault memberitahu dunia tentang rotasi bumi artinya bumi berputar pada porosnya. Sejak itulah misteri petang dan pagi pun terkuak. Itu sebabnya sekarang kita tahu apa itu petang? Dan apa itu pagi?

Petang dan pagi. Musa hanya menggunakan istilah. Dia tidak mengajarkan apa itu petang dan apa itu pagi apalagi mengajarkan kenapa petang dan kenapa pagi? Makanya, kita tidak menguji apakah ajarannya benar atau hoax?

Kedua Benda Penerang

Selain menulis kisahnya, Musa mengklaim, itulah cara Allah menciptakan kedua penerang. Benarkah demikian? Kalau benar, pastilah ilmu pengetahuan membuktikan kebenarannya. Karena ilmu pengetahuan yang telah teruji kebenarannya menentangnya, itulah bukti bahwa Musa menyebar hoax. Kisah Allah menciptakan matahari dan bulan adalah kabar bohong.

Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang (ma’owr) pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi (‘erets).” Dan jadilah demikian. Kejadian 1:14-15

Maka Allah menjadikan kedua benda penerang (ma’owr) yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. Kejadian 1:16-19

Ilmu pengetahuan (science) membuktikan bahwa bulan menerangi bumi pada malam hari, namun bulan tidak bersinar. Yang disebut sinar bulan adalah pantulan sinar matahari. Dan lagi, cahaya mataharilah yang paling berperan menerangi bumi pada malam hari bukan pantulan cahaya bulan, makanya ketika tidak nampak bulan di langit biru, bumi tidak gelap gulita.

Matahari menguasai siang dan memisahkan terang dari gelap? Mustahil. Kenapa demikian? Karena penguasa siang dan malam adalah bumi itu sendiri. Rotasi bumilah penguasa siang dan malam. Matahari selalu bersinar terus menerus dan tidak pernah memberi perintah, “ini siang,” dan “itu malam”.

Kenapa malam? Karena bagian bumi ada di balik bagian lainnya bukan karena matahari tidak bersinar apalagi matahari bersimbunyi. Jadi? Malam bukan karena bulan sedang berkuasa. Juga bukan karena matahari sedang cuti. Siang juga bukan karena matahari sedang berkuasa namun karena rotasi bumi yang berkuasa.

Kegelapan Dan Cahaya

Kenapa gelap? Menurut Musa, kegelapan (choshek) sudah ada sebelum Allah mencipta. Kenapa Terang? Karena Allah menciptakan cahaya (‘owr). Cahaya ciptaan Allah itu lalu ditaruh di matahari dan bulan. Selanjutnya, mataharilah dan bulan pun menerangi bumi. Benarkah demikian? Ujilah.

Luar angkasa penuh dengan sinar matahari namun kenapa gelap gulita? Kenapa bumi penuh dengan cahaya? Itulah bukti bahwa CAHAYA tidak disebabkan oleh sinar matahari buktinya di luar angkasa sinar matahari tidak mengeluarkan sinar. Debu-debu alias bumilah yang menyebabkan sinar matahari bersinar.

Jadi, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, ilmu pengetahuan membuktikan bahwa kisah penciptaan cahaya dan kedua penerang adalah hoax. Bukan kisah nyata. Allah tidak pernah menciptakan langit dan bumi dengan cara demikian.

7 thoughts on “Terang Dan Gelap Dalam Kitab Kejadian

  1. Sudah biasa ini Tukang Hoax dan memutar balik Fakta, begitu lah Islam telah menunjukan Kebodohan sendiri dengan bawa kitab agama lain selain Kitab Al-Quran, Kasihan Umat mu Islam Kepo sama Kristen, Ahahahaha, Ngotot Manusia ini

  2. siapa memperbanyak pengetahuan, memperbanyak kesedihan 😞😭😭

  3. Debu2 Bumi lah yang membuat sinar matahari terlihat.
    Debu2 memantulkan cahaya yang spectrum nya bisa dilihat mata

  4. Senter di luar angkasa juga tidak akan nampak cahayanya jika tidak dipantulkan oleh apapun.

    Benda penerang, akan nampak cahayanya bila ada benda lain yang memantulkan.

    Mata bisa melihat cahaya menjadi terang karena cahaya sudah menyentuh permukaan atau lensa mata terlebih dahulu, baru masuk retina, penangkap cahaya.

  5. HATI 2 KALAU BICARA FIRMAN TUHAN, JGN MUDAH BLG HOAX, JANGAN SUKA MENJELEKAN PENDETA, KAMU TAMPAK PINTAR, TETAPI TIDAK BIJAKSANA DLM MENULIS. JGN ANGGAP DIRI PINTAR, FIRMAN TUHAN SULIT DIMENGERTI DGN OTAK MANUSIA, MAKAPERLU IMAN.
    ILMU PENGETAHUAN TERBATAS!! PEMBUKTIAANNYA, KAMU PERCAYA PENUH. INI PENDAPAT SAYA TTG KAMU YG SUKA MENENTANG PDT DAN FIRMAN TUHAN. SIAPAKAH KAMU???

  6. Ha ha ha ….. Anda memang Kristen BEBAL. Lagaknya sok KUASA dan SOK PERINTAH kayak Tuhan Yesus namun isinya KOSONG. ha ha ha …. Gunakan huruf kecil nak. Itu cara menulis di Indonesia yang benar. ha ha ha …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.