Mukjizat Bodong Yesus Di Kolam Betesda


Kenapa hanya Yohanes yang mencatat kisah mukjizat orang lumpuh di kolam Betesda sementara ketiga injil lain tidak mencatatnya? Saya tidak tahu. Namun kita tahu sekarang bahwa kisah tersebut mustahil kisah nyata. Ujilah!

Saya percaya mukjizat. Saya yakin mukjizat sejati tahan uji. Mukjizat sejati tahan konfirmasi. Mukjizat sejati tahan verifikasi. Mukjizat yang takut dikonfirmasi dan diverifikasi pasti mukjizat bodong. Mukjizat yang tidak lulus ujian pasti mukjizat palsu alias mukjizat tepu-tepu.

Keempat Injil mencatat kisah Yesus melakukan mukjizat. Selama 3,5 tahun pelayanan-Nya Yesus hanya tercatat melakukan 37 mukjizat. Apakah mukjizat-mukjizat tersebut kisah nyata? Atau itu hanya mukjizat bodong karangan murid-murid Yesus belaka? Ujilah!

Karena para saksi mata sudah lama wafat itu sebabnya mustahil kita melakukan konfirmasi. Namun dengan membandingkan catatan Injil dengan ilmu pengetahuan yang sudah terbukti kebenarannya kita bisa melakukan verifikasi.

Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit (astheneo): orang-orang buta (tuphlos), orang-orang timpang (cholos) dan orang-orang lumpuh (xeros), yang menantikan goncangan air kolam itu. Yohanes 5:2-3

Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit (tuphlos). Yohanes 5:5

Ketika Yesus melihat orang itu berbaring (katakeimai) di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?” Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku. Yohanes 5:6-7

Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. Yohanes 5:8-9

Ada tiga jenis orang sakit di pinggir kolam Betesda yang tercatat dalam Yohanes 5:2-3 yaitu: Orang buta, orang timpang dan orang lumpuh. Yohanes 5:5 mencatat bahwa dia sudah sakit selama 38 tahun waktu bertemu Yesus. Menurut Yohanes 5:6-7, dia terbaring tanpa ada yang menurunkannya ke kolam Betesda waktu airnya digoncang oleh malaikat Tuhan, itu artinya dia lumpuh.

Yesus berkata kepadanya di Yohanes 5:8-9, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah,” maka sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.

Kerabatku sekalian, silahkan membaca kisahnya dengan teliti dan hati-hati. Kisahnya nampak logis dan ilmiah? Itu karena anda tidak mengerti kebenarannya. Karena menganggapnya kebenaran itu sebabnya tidak pernah mempertanyakannya dan mengujinya. Namun kita adalah orang Kristen bukan?

Sebagai orang Tionghoa, sejak kecil aku diajari untuk bersikap Tiong (zhōng 中) jangan menyebelah. Sejak kelas tiga SD saya diajari guru-guru sekolah mingguku untuk menyukai kebenaran. Itu sebabnya setelah menemukan fakta bahwa kisah Yusus menyembuhkan orang lumpuh di kolam Betesda mustahil kisah nyata, maka saya pun segera mengajarkannya dan mengajak siapa saja untuk menguji kebenarannya.

Ketika otot tidak DIGUNAKAN dalam kurun waktu lama, jaringan ototnya perlahan-lahan MELEMAH dan MASA ototnya pun MENYUSUT. Kondisi itu disebut atrofi otot. Penyusutan masa otot diperkirakan bisa mencapai 2% setiap harinya selama otot tidak digunakan.

Sangat sulit bagi seseorang untuk kembali berjalan setelah cedera dan tidak bisa jalan. Sama sulitnya bagi dia untuk kembali berjalan setelah lama hanya berbaring di ranjang. Untuk bisa berjalan ada dua hal yang harus lakukan yaitu MEMBESARKAN masa ototnya yang SUSUT dan MELATIH jaringan ototnya agar menjadi KUAT lagi.

Itu sebabnya, orang yang telah lumpuh selama 38 tahun, kedua kakinya pasti sudah MENYUSUT otot-ototnya dan HILANG kekuatannya. Agar bisa berjalan kembali, otot-otot kakinya yang sudah mengering harus TUMBUH kembali. Tumbuh saja tidak cukup namun harus DILATIH agar menjadi KUAT.

Makanya kisah Yesus melakukan mukjizat menyuruh orang lumpuh 38 tahun berjalan dan memikul tilamnya sendiri pasti hoax. Itu sebabnya klaim para pengkotbah alam roh melakukan mukjizat menyuruh orang lumpuh berjalan dan berlari pasti hoax. Kenapa demikian? Karena untuk bisa berjalan saja bayi perlu BERLATIH berdiri dan berjalan selama 9−12 bulan. Tanpa LATIHAN otot-otat kati mustahil MEMBESAR dan menjadi KUAT.

Apakah si lumpuh OTOT kakinya ujuk-ujuk MEMBESAR dan PENUH daging? Tidak. Dia melatih kedua tungkaiinya? Tidak. Ujuk-ujuk MENGANGKAT tilamnya dan BERJALAN pasti HOAX.

3 thoughts on “Mukjizat Bodong Yesus Di Kolam Betesda

  1. Kebayang 38 tahun makan & buang air nya kumaha. 😁
    Kalo beneran bisa bertahan 38 tahun pasti ada yang ngurus ato bantuin.
    Kalo ada yang bantuin ya pasti bisa nyemplung sewaktu2.
    Triple hoax kayanya… Hoax sakit, hoax kolam, hoax mujizat

  2. Saya pernah tinggal dengan paman saya sejak dia mengalami kecelakaan motor sampai dia wafat 8 tahun kemudian. Dia bisa duduk namun tidak bisa berdiri. Awalnya dia masih semangat untuk sembuh makanya setiap pagi masih melakukan terapi untuk kedua kakinya. Makin akhirnya dia menjadi malas makanya perlahan-lahan otot kakinya pun menyusut.

    Saya punya teman tiba-tiba koma karena obat. Karena tidak diteripi maka perlahan-lahan bukan hanya otot kedua kakinya bahkan otot kedua tangannya pun menyusut. Dia meninggal 15 tahun kemudian.

    Ayah teman saya stroke dan koma. Dua tahun dia koma. Setiap pagi dia diterapi tangan dan kaki seta tubuh lainnya. Saat dia bangun, dia tidak bukan hanya tidak bisa berjalan bahkan tidak bisa menggerakkan TANGAN-nya. Dia belajar pakai tangannya satu tahun lebih baru relatif normal. Dia melatih kakinya namun tidak pernah bisa berjalan apalagi pulih. dua tahun kemudian otot kakinya pun menyusut. Aku melihat otot-otot tangannya BERTUMBUH lalu menjadi makin kuat setiap harinya.

    Sahabat saya lumpuh pinggang ke bawah. Walaupun terapi namun perlahan-lahan kemi tahu bahwa ototnya mulai menyusut. ITu sebabnya ketika kami berusaha untuk mencari dokter saraf untuk mengoperasinya, setelah tahu dokter JAGOAN itu menatapku dengan haru. Dokter itu tahu bahwa harapan sembuhnya sahabatku itu 100%. Otot menyusut dan jaringan otot kehilangan kekuatannya adalah FAKTA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.