Kau sebut dirimu SAKSI namun menuduhku SESAT bahkan penista agama? Padahal yang kita lakukan sama, menceritakan kisah Yesus menyembuhkan orang kusta. Apa jawabmu saat ditanya, “Apakah itu kisah nyata atau HOAX?”
Dengan jiwa besar, anda memberi pertanggungan jawab kepadanya dengan lemah lembut dan hormat? Atau anda menghalalkan segala cara, melccehkan dan menghinanya untuk memuaskan kemarahan dan dendammu? Bahkan menuduhnya menghina Alkitab dan menista agama Kristen? Ha ha ha ….
Melalui tulisan ini, suhu hai hai bengcu yang arief chrisdiyanto itu hanya MEMBABARKAN kisah Yesus menyembuhkan orang kusta yang tercatat di dalam Markus 1:40-45. Membabarkan artinya memaparkan alias menguraikan. Tujuannya untuk memberi pertanggungan jawab atasnya dengan lemah lembut dan hormat.
Yesus Menyembuhkan Orang Kusta Di Kitab Markus
Seorang yang sakit kusta DATANG kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Markus 1:40
Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Markus 1:41
Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Markus 1:42
Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: Markus 1:43
“Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Markus 1:44
Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. Markus 1:45
PEMBABARAN
Pada jaman Yesus, KUSTA bukan hal baru di Israel karena sekitar 1700 tahun sebelumnya, dalam Imamat 13:1-59 Musa sudah mencatat hukum tentang KUSTA dan di Imamat 14:1-57 tentang PENTAHIRAN kusta.
Kisah Yesus Menyembuhkan Orang Kusta itu dimulai dengan pernyataan, “Seorang yang sakit kusta DATANG kepada Yesus.” Pernyataan tersebut adalah BUKTI bahwa kisah tersebut adalah HOAX alias mustahil kisah nyata. Kenapa demikian?
Karena tercatat dalam Bilangan 5:1-4, TUHAN (YHWH) berfirman kepada Musa, supaya semua yang sakit KUSTA meninggalkan tempat perkemahan; baik laki-laki maupun perempuan haruslah pergi; keluar dari perkemahan supaya mereka jangan menajiskan perkemahan di mana Aku diam di tengah-tengah mereka. Seperti yang difirmankan TUHAN kepada Musa, demikianlah diperbuat orang Israel.
Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis! Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal TERASING, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya. Imamat 13:45-46
Orang Kusta harus KELUAR dari PERKEMAHAN alias keluar dari PERKAMPUNGAN alias DIASINGKAN dari masyarakat. Kalau ada masyarakat MENDEKATINYA maka orang KUSTA harus berteriak, “Najis! Najis!”
Makanya, orang KUSTA mustahil ptantang-ptenteng MENCARI lalu MENCEGAT Yesus mohon disembuhkan. Makanya, kisah “Seorang yang sakit kusta DATANG kepada Yesus,” sudah pasti HOAX.
Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. Markus 1:45
Kisah Yesus Menyembuhkan Orang Kusta itu diakhiri dengan pernyataan, “Tetapi orang itu pergi MEMBERITAKAN peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota.”
Kenapa Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota? Karena terlalu banyak yang minta disembuhkan? Keempat Injil tidak pernah mencatat kisah Yesus dipaksa untuk menyembuhkan. Lalu kenapa Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota? Saya tidak tahu.
Pernyataan, “Tetapi orang itu pergi MEMBERITAKAN peristiwa itu dan menyebarkannya ke mana-mana,” pasti HOAX. Kenapa demikian? Karena hanya IMAM yang berkuasa untuk MENYATAKAN apakah orang KUSTA sudah TAHIR atau masih NAJIS? Untuk dinyatakan TAHIR, maka IMAM harus mengujinya. Sebelum dinyatakan TAHIR, orang tersebut tidak boleh gentayangan di antara masyarakat.Dia harus dikarantina selama Imam menguji kesembuhannya.
TUHAN berfirman kepada Musa: “Inilah yang harus menjadi HUKUM tentang orang yang sakit kusta pada hari PENTAHIRANNYA: ia harus dibawa kepada imam, dan imam harus PERGI ke luar perkemahan; kalau menurut pemeriksaan imam penyakit kusta itu telah SEMBUH dari padanya, maka imam harus memerintahkan, supaya bagi orang yang akan ditahirkan itu diambil dua ekor burung yang hidup dan yang tidak haram, juga kayu aras, kain kirmizi dan hisop. Imamat 14:1-4
Tidak mungkin menyangkal kisah Yesus Menyembuhkan Orang Kusta dalam Markus 1:40-45 dan mustahil menyangkal HUKUM Kusta dalam Imamat 13:1-59 dan Imamat 14:1-57. Itu sebabnya siapa pun yang membaca ayat-ayat Alkitab tersebut hanya bisa memahaminya lalu mengakuinya apa adanya saja.
Alkitab adalah KEBENARAN yang diwahyukan Roh Kudus sehingga TIDAK MUNGKIN salah (inerrancy) dan MUSTAHIL keliru (infallibility)? Lalu bagaimana dengan kisah Yesus Menyembuhkan Orang Kusta?
Kita harus mengakui apa adanya saja bahwa mukjizat Yesus Menyembuhkan Orang Kusta dalam kitab Markus adalah mukjizat bodong. Bagaimana kalau kita membandingkan kisah yang sama di kitab Matius dan Lukas?
komen mu terlihat kejang-kejang, pantesan Jawaban Saya adalah Benar, JBU?, kamu sok kristen, dan Mata mu gak akurat baca komen saya, dan dari tadi saya mengatakan, untuk apa aku kasih ayat ke kamu, karena kamu Orang yang Sombong, ternyata. itu suka-suka aku, karena bahasa mu terlihat jelas menghujat, kamu menyebut saya menyerang personal mu?, terbalik… , Justru sikap dan sifat mu yang kurang baik di hadapan ku, jawaban saya nyambung semua, karena kamu kejang-kejang, saya profokatif?, itu sifat mu, ha ha ha ha …
Ya sudahlah sama saja dengan sang kakek 11 12
Asal coment tidak ada dasar yang kuat
Jelas jelas kata kotor keluar dari mulut anda berulang kali memaki saya
Tidak tahu malu
Saya tau memalukan kok, cuma Kamu Salah ke 3x nya, Justru Saya komen kamu secara privasi, dan Saya gak sama pada Kakek Tua Peot itu karena saya pake argumen dan akal, kata yang kotor dari mulut saya?, di mana Kata kotor dan Kasar itu sama saja, kalo kamu tuduh aku seperti itu, hasilan mu itu Asumsi semua komen mu, Tuduhan mu terhadap saya, gak Efek, karena kamu Pembela Kebenaran Bengcut si kakek tua peot itu, Jelas kamu hanya menyerang aku dengan komen mu, Gak Efek……. gih…
Silahkan di baca kutipan coment anda
1. komen mu terlihat kejang-kejang,
2. pengecut kayak Bocah Tengik,
Dan masih banyak lagi Kata kata cacian
Seerti tidak berpendidikan
Sangat lucu sekali anda
sebagai bukti ku, Kamu akan aku perlihat kan Bukti pada Komen ku
1. komen mu terlihat kejang-kejang, Sebab Komen mu punya sifat stress dan pusing,makanya kamu, punya sifat bocah dan gak jelas.
2.pengecut kayak Bocah Tengik ini sebagai Bahan Debat, karena kamu hanya menghindari dari Jawaban mu, memang itu sifat mu
3. Dan masih banyak lagi Kata kata cacian Seperti tidak berpendidikan, komen ini yang kamu balas, hey bocah, ini Debat bukan bicara biasa saja, gak sadar kamu telah menyudut pandang terhadap Saya…. ,Bocah Tengik cocok buat kamu
Makanya, Baca komen ya baik-baik, jangan berasumsi diri sendir, Kamu kejang-kejang ya, saat kamu baca komen ku, yang Waras, Bocah…
Kelemahan Komentar mu yang Menyudut pandang terhadap saya, Adalah..
1. Kamu menganggapi aku tidak punya bukti, padahal saya merahasiakan Argumen ku
2. Kamu menganggap aku tidak punya pendidikan, padahal saya punya pendidikan sendiri
3. kamu menganggap aku tidak punya pikiran, padahal saya punya pikiran dalam sendiri
4. Kamu Pembela Kakek Tua Peot dan Lemah, Saya sudut pandang pada Kakek peot sang penistaan agama kristen
Komen-komen dalam isi hati mu hanyalah Hujatan buat saya, tapi gak efek sama sekali, Lucu sekali nih kamu bocah, paling bahasa mu juga kejang-kejang tuh… saat lihat komen ku, lucu sekali nih bocah
Membela kakek tua? Luci sekali anda
Baca lagi yang betul
Atau belajar membaca lagi deh.
Heh Bocah tengik, Kamu memang Pembela Kakek Tua Peot tuh, Kata Baca yang kamu gunakan lebih dari 2, Ada yang ga beres komen mu, Dasar bocah tengik….
Sangat kelihatan tingkat pendidikan anda
Seerti orang yang tidak terpelajar
Sudah ah saya malas meladeni orang yang tidak berpendidikan
kamu Salah lagi 4x, ini Debat Bukan Belajar, hey bocah tengik, Gak Logis macam kamu
dan Sangat Jelas Tingkat jawaban mu yang menghasil kan “Fitnah”, ini hasil Jahat
kamu pintar memfitnah saya, Gak logis jawaban mu ke Saya, karena Fitnah mu itu
kamu kurang pintar sopan santun dan sulit mencari logis, dan cuma tanggapi saya
gih… bocah tengik belajar dulu di sekolah, jangan cuma tanggapi aku, dasar bodoh…