Ajaran Tiongkok Kuno Lestari Di Bali


Gambar mungkin berisi: api dan makananAjaran Tiongkok kuno lestari di Bali? Benar. Itu sebabnya banyak ajaran Hindu Bali yang berbeda bahkan bertentangan dengan Hindu India. Tidak ada kain kotak-kotak hitam putih dalam tradisi Hindu India, juga tak ada payung di sana.

Kerabatku sekalian, dari mana orang Nusantara berasal? Tidak mungkin mereka turun dari sorga dan mustahil manusia pertama Nusantara lalu menyebar ke seluruh dunia. Kenapa demikian? Karena ada 13.000 pulau lebih di Nusantara sehingga mustahil mereka menyebar ke seluruh dunia jalan kaki.

Dengan mempertimbangkan musim dan angin yang mempengaruhi arus laut dan teknologi kapal dan perbintangan, tidak sulit untuk menarik kesimpulan bahwa orang Nusantara adalah orang Hokkien, Tiongkok yang ke berlayar secara sengaja atau terdampar karena dihantam gelombang LAUT.

Catatan sejarah tertulis Tiongkok kuno yang lestari sampai hari memungkinkan kita untuk membandingkan catatan-catatan Tiongkok kuno dengan tradisi-tradisi seantero Nusantara yang lestari sampai hari ini. Berdasarkan perbandingan demikianlah kita bisa menarik kesimpulan dan membuktikan bahwa orang Bali adalah keturunan Tiongkok kuno.

Marga Xià (Xià hòushì 夏 後氏) memuliakan warna hitam. Perayaan agungnya dilakukan pada waktu malam. Bala tentaranya menunggang kuda hitam. Hewan korban mereka berwarna hitam. Orang Yīn 殷 (Yīnrén 殷人 – Shāng 商) memuliakan warna putih. Perayaan agung mereka dilakukan pada tengah hari. Bala tentaranya menunggang kuda putih. Hewan korban mereka berwarna putih. Orang Zhōu 周 (Zhōurén 周人) memuliakan warna merah. Perayaan agungnya dilakukan pada waktu fajar. Bala tentara mereka menunggang kuda merah. Hewan korbannya juga berwarna merah. Liji IIA:I:13 – Tangong Shang

Yang dimaksud dengan marga Xia 夏 adalah dinasti Xià 夏 (2070 BC–1600 BC). Orang Yīn 殷 adalah dinasti Yīn 殷 – shang 商 (1600 BC – 1046 BC). Orang Zhōu 周 adalah dinasti Zhōu (1046-256 BC).

Berdasarkan catatan Tingkok kuno di atas dan tradisi kain kotak-kotak hitam putih di Bali, kita langsung bisa menarik kesimpulan, kenapa orang Bali memuliakan warna putih saat beribadah dan kuning adalah warna prerogatif raja. Karena dilindungi kain kuninglah maka rakyat jelata Bali tidak berani bertindak sembarangan. Makanya kita menyimpulkan bahwa orang Bali adalah keturunan Tiongkok dari jaman dinasti Yīn 殷 (1600 BC – 1046 BC).

Siapakah keturunan Tiongkok jaman dinasti Zhōu 周 (1046-256 BC) yang memuliakan warna merah? Selain memakai warna hitam dan putih, orang Baduy di Banten memuliakan warna MERAH saat melakukan ibadah. Itulah bukti bahwa mereka adalah keturunan dinasti Zhōu 周. Tidak sulit bagi kita untuk menemukan bukti-bukti lainnya di Baduy dalam.

Ngaben di Bali adalah tradisi pembakaran mayat Hindu India? Mustahil! Ritual pembakaran mayat Hindu India sangat berbeda dengan Ngaben Bali. Di India tidak ada pembakaran ogoh-ogoh. Kenapa demikian? Karena pembakaran ogoh-ogoh adalah tradisi pembakaran mingqi 明器 barang rohani Tiongkok kuno dalam sembahyang arwah. Yang dibakar Tionghoa Indonesia sangat sederhana karena mereka hanya rakyat jelata, coba pikirkan ketika raja muda bahkan raja Tiongkok kuno membakar mingqi 明器,pasti semeriah Bali.

Apakah orang Hindu India menyelenggarakan hari raya Nyepi? Mustahil. Bila demikian, dari mana tradisi hari raya Nyepi berasal? Tentu saja dari Tiongkok kuno. Itu sebabnya di dunia ini hari raya Nyepi hanya ada di Bali dan Tiongkok kuno. Karena Tiongkok tidak merayakannya lagi itu sebabnya saat ini hanya orang Bali keturunan Tiongkok kuno yang merayakannya.

Pada bulan ini (bulan lima), hari titik balik matahari musim panas (rì zhǎngzhì 日 長至) hari terpanjang dalam setahun tiba. Negatif (Yin 陰) dan positif (yang 陽) saling menyerang. Mati dan lahir (sǐshēng 死生) dipisahkan. Para susilawan (Junzi 君子) bersama-sama berjaga-jaga supaya di semua tempat orang-orang tidak melakukan angkara murka (wùzǎo 毋躁). Jangan bicara dan jangan bekerja bahkan ngelamun. Jangan membuat wangi-wangian apalagi menyebarkannya agar dihirup bersama-sama. Pada hari raya nafsu keinginan (jié shìyù 節 嗜欲), beratus kantor tutup tanpa kegiatan bahkan tidak ada pengadilan karena semuanya nyepi (yànyīn 晏陰 – diam tidak bergerak) sepenuhnya. Liji IVB: II:15 – Yueling

Pecalang adalah para penjaga adat Bali yang tidak digaji namun bekerja sepenuh hati. Di Tiongkok kuno orang-orang demikian disebut Junzi 君子. Jun 君 artinya pejabat. Zi 子 artinya anak kecil. Junzi 君子 artinya pejabat yang anak kecil ini. Mereka adalah para penjaga kesusilaan Tiongkok yang tidak digaji namun bekerja dengan sepenuh hati.

Adakah tradisi Tiongkok kuno yang sudah tidak dijalankan Tiongkok namun masih dilestarikan oleh orang Bali sampai hari ini? Ada. Ini dia! Tradisi nama Wayan Made Nyoman Ketut. Mari kita mempelajarinya.

1. WAYAN adalah nama anak sulung. Wayahan artinya lebih tua.

2. MADE adalah nama anak tengah. Made berasal dari kata madya alias tengah.

3. NYOMAN adalah nama anak bungsu. Nyoman berasal dari kata Anom artinya lebih muda.

4. KETUT adalah nama anak ketuwut, artinya membuntuti.

Kerabatku sekalian, kenapa orang Bali tidak memakai urutan satu, dua, tiga, empat saja? Kenapa anak kedua disebut MADE artinya TENGAH? Padahal, anak kedua dari empat anak mustahil tengah, bukan? Apa arti kata I dalam nama I Made? Apa arti kata Ni dalam nama Ni Made? Aneh bukan?

Di hadapan orang tua menggunakan nama kecil (zǐmíng 子名). Di hadapan penguasa seseorang menggunakan nama resmi (chénmíng 臣名). Liji IA:III:9:45 Quli shang

Menurut tradisi Tiongkok kuno yang tercatat dalam kitab Liji, semua orang Tiongkok punya marga dan silsilah generasi. Oleh orang tuanya, anak-anak diberi nama kecil (zǐmíng 子名) dan nama resmi (chénmíng 臣名).

Contoh: Marganya Kǒng 孔 dan silsilah generasinya Zǐ子 (anak kecil). Nama kecilnya Qiū 丘 (bukit) sementara nama resminya Zhòng 仲 (made).

Selain nama pemberian orang tuanya, di Tiongkok kuno juga ada gelar (zì 字) alias nama poyokan. Nama poyokan bisa dibuat oleh siapa saja dan karena kadung populer di antara masyarakat maka nama tersebut diakui oleh siapa saja.

Zǐ 子 artinya anak kecil. Menurut tradisi Tiongkok kuno, menyebut diri sendiri zǐ 子 artinya “anak kecil ini” adalah cara untuk merendahkan diri dalam bersikap renda hati. Fū 夫 artinya guru. Khonghucu (Kǒng Fūzǐ 孔 夫子) adalah gelar alias nama poyokan dari masyarakat kepadanya mengingat profesinya sebagai guru dan rasa hormat masyarakat kepadanya.

Nama resminya Zhòng 仲 (tengah). Nama resmi lengkap Khonghucu adalah Zhòngní 仲尼. Apa arti kata Ní 尼 dalam nama tersebut? Di dalam kamus mandarin maka Ní 尼 artinya Buddhist nun alias biarawati buddha. Khonghucu mustahil biarawati buddha. Lalu kenapa dikatakan bahwa Ní 尼 artinya biarawati buddha? Karena istilah itu masih dipakai sampai hari ini untuk menyebut biarawati Buddha. Sesungguhnya aksara 尼 untuk perempuan lafalnya Ní namun untuk lelaki lafalnya í.

Di Tiongkok kuno juga ada tradisi EMPAT ANAK seperti di Bali. Kalau kita membandingkan keduanya teliti dan hati-hati maka ajarannya benar-benar serupa.

1. Anak pertama namanya Bó 伯 artinya lebih tua.
2. Anak kedua namanya Zhòng 仲 artinya tengah.
3. Anak ketiga namanya Shū 叔 artinya lebih muda.
4. Anak keempat namanya Jì 季 artinya membuntuti.

Kenapa anak kedua dinamakan Zhòng 仲 artinya tengah di antara empat anak? Anak kedua dari empat anak mustahil tengah, bukan? Kisanak, bukankah di Bali anak kedua juga dinamakan MADE artinya tengah? Karena tradisi EMPAT ANAK di Bali (Wayan Made Nyoman Ketut) dan Tiongkok kuno (Bó zhòng shū jì 伯 仲 叔 季) sama, bukankah itulah yang kumaksudkan dengan ajaran Tiongkok kuno lestari di Bali?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.