Baptis Pentakosta


Disebut “Yohanes Pembaptis” karena dialah yang menegakkan sakramen baptis untuk pengampunan dosa. Walaupun murid-muridnya membaptis namun Yesus tidak apalagi mengajarkan baptis. Itulah bukti bahwa membaptis atau dibaptis dengan air untuk pengampunan dosa bukan ajaran Yesus.

Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Kisah Para Rasul 2:38

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Kisah Para Rasul 2:41

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Kisah Para Rasul 2:42

Menurut ketiga ayat di atas, Petruslah pengkotbah dan pembaptis Kristen pertama di dunia. Pertanyaannya adalah, “Apakah kisah tersebut adalah kisah nyata atau dongeng belaka?” Kenapa pula Paulus menentang baptis dengan menyatakan dirinya tidak dipanggil untuk membaptis?

Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia. 1 Korintus 1:17

Memang tidak ada yang mustahil bagi Allah, namun Petrus mustahil membaptis 3.000 orang di Yerusalem pada hari Pentakosta. Kenapa demikian? Karena membaptis 3.000 orang dengan cara percik maupun celup sama-sama memerlukan banyak air dan tempat yang luas. Yohanes membaptis di Betania, di seberang sungai Yordan yang airnya mengalir deras. Lalu di mana Petrus membaptis 3.000 orang Kristen baru tersebut?

Pada jaman Yesus, di Yerusalam hanya ada satu sumber air yaitu mata air Gihon yang mengalir ke kolam siloam. Mata air Gihon hanya mengalir tiga sampai lima kali sehari di musim dingin, dan mengalir dua kali sehari di musim panas, serta hanya mengalir satu kali sehari di musim gugur.

Karena sangat penting itu sebabnya mata air Gihon dan kolam siloam pasti dijaga ketat. Orang kafir dilarang masuk dan orang Yahudi yang masuk pasti diawasi dengan ketat.

Karena mustahil Petrus membaptis 3.000 orang di Yerusalem pada hari pentakosta, itu sebabnya gereja Ortodok dan Katolik serta protestan menyelenggarakan baptis percik yang didukung oleh para sarjana teologi. Sayangnya, para pendeta Pentakosta dan Kharismatik memang kebanyakan makan MECIN, itu sebabnya mereka justru menyangkal doktrin baptis percik. ha ha ha ….

Berapa banyak air yang dibutuhkan oleh Petrus untuk membaptis celup 3.000 orang di Yerusalem? Satu kolam Siloam. Namun sayangnya, bila melakukannya kepala Petrus pasti menggelinding ditebang para penjaga Bait Allah. Di samping itu, orang-orang non Yahudi pasti langsung dibunuh bila mencoba masuk ke Kolam Siloam apalagi ke mata air Gihon. Itu sebabnya mustahil Petrus melakukan baptis celup di Yerusalem, di mata air Gihon atau di kolam Siloam atau si rumah tempat dia menumpang.

Mungkinkah Petrus membaptis percik dengan air 300 ml (ukuran gelas air mineral) per orang? 3.000 X 300 = 900 liter. Kalau pakai botol ukuran 1.500 ml maka Petrus perlu 600 botol. Kalau pakai botol ukuran 19 galon, perlu 47 botol. Lalu, dari mana Petrus mendapatkan air sebanyak itu?

Jangan-jangan Petrus membaptis dengan ludahnya saja? Dia menotol lidahnya dengan jari KANAN-nya lalu menoel ubun-ubun setiap orang? Ha ha ha ….

Tidak ada yang mustahil bagi Yesus dan Allah kalau mustahil kedua-Nya pasti Made In China. Karena Perjanjian Baru tidak mencatatnya, itu berarti tidak terjadi mukjizat air menjadi banyak saat Petrus membaptis 3.000 orang pada hari Pentakosta.

Handai taulanku sekalian, sekarang kita tahu rahasianya bahwa kisah Petrus membaptis 3.000 orang pada hari pentaskosta adalah HOAX. Dan jangan lupa, kisah, “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa,” juga HOAX. Coba anda pikirkan, di mana hoaxnya? Ha ha ha ha ….

#PenipuanPentakosta #PentakostaHoax #BaptisHoax #BaptisPentakostaHoax

One thought on “Baptis Pentakosta

  1. di gereja banyak air kenapa pelit. Seharusnya diberi pilihan celup atau percik jangan sampai setelah dipercik oleh pdt lalu jemaat yang nggak puas beramai ramai masuk ke bak mandi yang ada di gereja alias membaptis diri sendiri. masa membaptis diri sendiri aja nggak becus. Dasar Tolol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.