Kenapa Gilbert Lumoindong dan Panitia Paskah GBI Glow memprovokasi orang-orang Kristen untuk memviralkan acara Paskah Monas 2018 di sosmed? Karena gelimang rupiah yang ditawarkannya sangat menggiurkan?
ACARA INI GRATIS. Gratis nenek lu? Dalam acara keagamaan Kristen tidak ada yang gratis. Anda memang tidak diharuskan untuk membayar namun mereka memprovokasi anda untuk memberi sebanyak mungkin lewat kantong kolekte yang diedarkan. Kalau yang hadir 10.000 orang dan setiap orang rata-rata memberi Rp. 20.000,- maka 10.000 orang X Rp. 20.000,- = Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) saja.
Selain uang kolekte panitia juga menghasut orang-orang kaya untuk menyumbang. Berapa hasilnya? Apakah petinggi partai bla bla bla juga menyumbang? Saya tidak tahu. Tanyakan saja kepada panitia dan Gilbert Lumoindong sang gembala alias penguasa GBI Glow.
IKLAN dalam acara keagamaan Kristen sudah lumrah di kalangan gereja Kharismatik seperti GBI Glow. Konon, menyelenggarakan ibadah keagamaan (KKR – Kebaktian Kebangunan Rohani) tanpa iklan adalah kebodohan. KKR sambil cari duit lewat iklan namannya tulus seperti ULAR dan cerdik serperti Gilbert Lumoindong? Saya tidak tahu. Philip Mantofa dari gereja Mawar Sharon juga melakukan hal yang sama? Selain di dalam buku acara, umbul-umbul, spanduk, baliho dan tenda-tenda penuh dengan iklan.
Di Jakarta banyak Venue (Hall) Management & Organizer yang menyediakan lapangan-lapangan terbuka maupun tertutup untuk menyelenggarakan kegiatan akbar, misalnya Jakarta International Expo di PRJ. Kenapa alih-alih menyelenggarakannya di Pekan Raya Jakarta, Gilbert Lumoindong justru menyelenggarakan Paskah di Monas?
Mustahil GBI Glow menyelenggarakan Paskah di Monas dalam nama Yesus demi kemuliaan Allah untuk mengagungkan MONAS sebagai Monumen Nasional lambang perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan, mempertahankan, dan mengisi Kemerdekaan Indonesia, bukan? Hanya ada satu alasan yaitu: DUIT.
Menjadikan Monas sebagai tempat kegiatan AKBAR ibadah keagamaan adalah strategi Anies Baswedan untuk menyerang kebijakan Gubernur Ahok. Itu sebabnya menyelenggarakan Paskah di Monas adalah cara jemaat GBI Glow dan Gilbert Lumoindong menentang Ahok sambil mencari duit.
Untuk menyelenggarakan Paskah di PRJ anda harus membayar uang sewa. Agar diizinkan memasang umbul-umbul, spanduk, baliho dan tenda-tenda anda harus membayar sewanya. Berapa biayanya? Mahal sekali!
Pemda DKI bukan perusahaan Venue (Hall) Management & Organizer, itu sebabnya untuk acara Paskah di Monas Gilbert tidak perlu membayar. Untuk memasang umbul-umbul, spanduk, baliho dan tenda-tenda juga tidak perlu bayar. Tidak perlu mengeluarkan biaya namun bisa minta bayaran lebih mahal karena Monas lebih strategis untuk kegiatan akbar dan promosi? Hau cuan a! Artinya untung besar.
Itu sebabnya agar diizinkan untuk melakukan kegiatan akbar di Monas, siapa saja berani bayar apalagi kalau lebih murah dari pada Jakarta Fair. Makanya Ahok melarang kegiatan akbar ibadah keagamaan di Monas. Karena kegiatan itu bergelimang rupiah dan rawan korupsi. Siapa saja akan berlomba-lomba untuk memberi uang kopi agar diizinkan untuk menyelenggarakan kegiatan keagamaan akbar di Monas.
Kenapa ketiga gubernur DKI yaitu Jokowi, Ahok dan Djarot melarang Monas digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan akbar keagamaan Kristen? Buktinya kegiatan keagamaan Kristen yang disebut KKR sudah selewengkan menjadi PASAR Pedagang Kaki Lima.
Itu sebabnya kenapa suhu hai hai bengcu curiga kenapa Gilbert yang tulus seperti ular dan cerdik seperti merpati itu ngotot menyelenggarakan Paskah di Monas? Karena keuntungannya sangat menggiurkan. Buktikan kalau kecurigaan saya itu ngaco-belo dengan memberi kesempatan untuk melakukan audit.
Kerabatku sekalian, sekarang kita tahu kenapa sebagai warga DKI kita menentang keputusan Anies Baswedan menjadikan Monas sebagai tempat kegiatan akbar keagamaan? Karena mudah diselewengkan menjadi tempat Pedagang Kaki Lima. Monumen Nasional adalah lambang perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan, mempertahankan, dan mengisi Kemerdekaan Indonesia, itu sebabnya tidak boleh menjadi tempat pedangan kaki lima.
Handai taulanku sekalian, anggota Jemaat GBI Glow Fellowship yang mulia, sebagai orang Kristen kita tidak boleh KEMARUK dan menghalalkan segala cara untuk mengeruk keuntungan. Anda harus memboikotnya kalau benar Gilbert Lumoindong mengubah Monas menjadi tempat pedagang kaki lima berkedok Paskah Bersama 2018.
dari pemilihan kata2 anda tidak terlihat seperti orang kristen yg baik2, kata2 kasar dan pikiran negatif padahal Alkitab mengajarkan memikirkan hal yg baik dan positif, Apakah Anda Tuhan sehingga tahu pasti motif dari Pak Gilbert? Apakah Anda nabi yg dapat suara Tuhan bahwa Pak Gilber sedang mencari uang lbh ibadah paskah? Anda tidak tahu pasti motivasi sebenarnya dari Pak Gilber tp Anda begitu yakin motif nya uang, hmmm SIAPA anda bung Hai? Nabikah,atau Hamba Tuhan diurapi atau hanya orang biasa seperti kita semua? Fitnah adalah dosa. Jika Anda mencurigai motifnya uang masih wajar. Tapi anda begitu yakin sampai minta kita pembaca memboikot acara tsb.
Kisanak, kalau saja anda mau mengurangi makan MECIN, saya yakin anda akan berani menerima FAKTA bahwa Gilbert Lumoindong memang gila duit.
PGI tdk rekomen kok si pndeta ini mlah gak gubris ya…
Saya juga gila duit, kalo sama gila duit gak apa -apa sering -seringlah bikin acara di monas. Gilbert lumoindong pdt hebat membawa banyak jiwa.
Lihat gaya hidupnya, cek apakah orang itu kaya karena usahanya ??? Ada berapa hamba Tuhan yang kaya raya, punya rumah di luar negeri, menyekolahkan anaknya di sekolah elit karena usahanya diberkati Tuhan?? Anda hamba Tuhan yang kaya?? Buktikan asal kekayaan anda!!
Mudah bukan…???
Nanti saya akan menulis blog lagi untuk membongkar penipuan Gilbert Lumoindong. Tiga hari kita tenang dulu. setelah hari minggu baru kita bekerja lagi.
Gilbert membawa banyak Jiwa? Di gerejanya pasti ada DATA anggotanya. Mintalah DATA: berapa jumlah anggotanya? Berapa yang pindah dari gereja lain? Berapa yang pindahan dari agama lain? Faktanya, orang dari agama lain, bisa dihitung dari setengah TANGAN. Ha ha ha ha …. Yang lainnya adalah orang Kristen juga. Kebanyakan, dari anggotanya sudah MALAS bergereja di sana namun TAKUT untuk pindah karena mereka sudah diracuni bahwa jadi orang Kristen harus SETIA walaupun pendetanya makin JAHAT. ha ha ha
Semua pendeta Kharismatik yang KAYA itu mendapatkan KEKAYAANNYA dari PERPULUHAN. Itu adalah uang TUHAN yang MEREKA RAMPOK.
Bener banget, om… Jemaat kayak kebo yg dicocok cingurnya… Budhe saya jadi korbannya…
Udah diracuni doktrin semelekete aka seenake gembalanya, ditambah diperas tenaga dan uang untuk acara2 gereja kayak paskahan ini.
Gembalanya mah kagak mau rugi / korban duit buat acara2 nya sendiri.
Jemaat udah kayak domba kurus tak terurus yg digunduli terus bulunya…
Omongan saya ga ngefek terhadap budhe saya karena udah dicuci otaknya… X(
Bengcu pernah belajar agama Kristen dari mana? Anda pasti kalah kalau berdebat dengan Gereja Kristus Di Indonesia (GKDI), Gereja Berea Sungrak (GBSI), dan Gereja Sidang Jemaat Kristus (GSJK). Argumen Anda dapat dengan mudah dipatahkan!