Mujizat Palsu Yesus Di Siloam


Image result for pengemis buta di kolam siloam

Yesus melakukan mujizat palsu pada hari Pondok Daun? Benar. Yohanes 9:1-41 mencatatnya dengan gamblang sehingga mustahil bagi kita untuk menyangkal kebenarannya. Kenapa para sarjana teologi bungkam?

Kerabatku sekalian, cobalah anda membaca Yohanes 8:59 dan Yohanes 9:1-41 dengan teliti dan hati-hati. Anda pasti merasa jenuh bahkan merasa tidak perlu membacanya lagi karena sudah sudah tahu isinya sebab sudah berkali-kali mendengar ceritanya dari guru-guru sekolah minggu dan pernah mendengar kotbahnya berulang-ulang dari berbagai pendeta.

Sebenarnya, baik orang awam maupun sarjana teologi sama-sama tidak pernah membaca Alkitab dengan teliti dan hati-hati apalagi menyelidikinya dengan seksama. walaupun para sarjana teologi ditugaskan dosennya untuk membaca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu, namun mereka tidak pernah membacanya dengan teliti dan hati-hati apalagi menyelidikinya dengan seksama. Mereka hanya membacanya sepintas lalu alias membacanya dengan cepat.

Mujizat Palsu Yesus

Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah. Yohanes 8:59

Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Yohanes 9:1-2

Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.” Yohanes 9:3-5

Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya: “Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.” Siloam artinya: “Yang diutus.” Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek. Yohanes 9:6-7

Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: “Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?” Ada yang berkata: “Benar, dialah ini.” Ada pula yang berkata: “Bukan, tetapi ia serupa dengan dia.” Orang itu sendiri berkata: “Benar, akulah itu.” Yohanes 9:8-9

Kata mereka kepadanya: “Bagaimana matamu menjadi melek?” Jawabnya: “Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.” Lalu mereka berkata kepadanya: “Di manakah Dia?” Jawabnya: “Aku tidak tahu.” Yohanes 9:11-12

Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi. Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat. Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: “Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat.” Yohanes 9:13-15

Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: “Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat.” Sebagian pula berkata: “Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?” Maka timbullah pertentangan di antara mereka. Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: “Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?” Jawabnya: “Ia adalah seorang nabi.” Yohanes 9:16-17

Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya dan bertanya kepada mereka: “Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?” Yohanes 9:18-19

Jawab orang tua itu: “Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta, tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri.” Yohanes 9:20-21

Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan. Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: “Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri.” Yohanes 9:22-23

Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: “Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa.” Jawabnya: “Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.” Yohanes 9:24-25

Kata mereka kepadanya: “Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?” Jawabnya: “Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?” Yohanes 9:26-27

Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: “Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa. Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang.” Yohanes 9:28-29

Jawab orang itu kepada mereka: “Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku. Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya. Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa.” Yohanes 9:30-33

Jawab mereka: “Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?” Lalu mereka mengusir dia ke luar. Yohanes 9:34

Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?” Jawabnya: “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya.” Kata Yesus kepadanya: “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!” Katanya: “Aku percaya, Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah-Nya. Yohanes 9:35-38

Kata Yesus: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.” Yohanes 9:39

Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: “Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?” Jawab Yesus kepada mereka: “Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.” Yohanes 9:40-41

Orang Cacat Dan Siloam

YHWH (TUHAN) yang disembah oleh bangsa Israel sama jahatnya dan rasialnya dengan Front Pembela Kristen. YHWH membenci orang-orang cacat dan menganggapnya najis, itu sebabnya tidak boleh masuk jemaah TUHAN alias tidak boleh menyembah YHWH. Front Pembela Kristen juga menganggap najis mereka yang memberitakan kebenaran. .

YHWH menuntut agar semua air yang digunakan untuk menyembah YHWH harus air yang mengalir. Itu sebabnya kolam Siloam yang airnya berasal dari mata air Gihon digunakan untuk berbagai upacara. Kolam itu dijaga dengan ketat.

Pintu gerbang Mata Air diperbaiki oleh Salum bin Kolhoze, penguasa wilayah Mizpa. Pintu gerbang itu dibangunnya kembali, diberinya atap dan dipasangnya pintu-pintunya dengan pengancing-pengancing dan palang-palangnya. Juga diperbaikinya tembok kolam penampung air saluran, dekat taman raja sampai pada tangga-tangga yang menurun dari kota Daud. Nehemia 3:15

Karena pentingnya bagi Yerusalem itu sebabnya kolam Siloam di dijaga dengan ketat. Pengemis dan orang-orang cacat tidak boleh gentayangan di Bait Allah dan lingkungannya, temasuk di dalamnya kolam Siloam. Orang buta yang sembambarangan gentangan pasti dihukum rajam sampai mati.

Itu sebabnya, ketika tetangga-tetangganya memergoki wajahnya mirip pengemis buta, di kolam Siloam mereka langsung menggelandangnya kepada orang-orang Farisi. Orang-orang Farisi lalu mewawancarainya sehingga terjadilah perdebatan di antara mereka sendiri. Orang-orang buta tidak boleh gantayangan di Bait Allah dan sekitarnya kecuali di kolam Bethesda.

Kerabatku sekalian, kenapa kita menuduh Yesus melakukan mujizat palsu? Karena Yohanes 9:1-41 menunjukkan dengan gamblang bahwa mujizat tersebut palsu. Pengemis tersebut tidak buta. Dia hanya berlagak buta. Yesus tidak melakukan mujizat.

Dari mana kita tahu dia berlagak buta? Karena orang buta mustahil berjalan sendirian ke kolam Siloam. Dia bisa dirajam sampai mati. Orang buta juga mustahil bersaksi, “Yesus mengaduk tanah lalu mengoleskannya pada mataku.” Hanya orang yang berlagak buta yang tahu persis apa yang dilakukan Yesus saat itu.

Orang buta yang tiba-tiba celik pasti girang setengah mati. Orang tua yang anaknya buta sejak lahir mustahil tenang-tenang saja ketika menghadapi kenyataan bahwa anaknya tiba-tiba celik. Namun aneh bin ajaib. Dia tenang-tenang saja dan orang tuanya langsung cuci tangan tidak mau terlibat.

Kenapa ketika bertemu lagi, baik Yesus maupun pengemis itu sama-sama tidak menyinggung masalah tersebut? Karena keduanya sama-sama tahu tidak ada mujizat sama sekali. Kenapa ketika Yesus mengaku diri-Nya Anak Manusia dan bertanya, “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?” dia langsung bertekuk lutut dan menyembah-Nya? Karena kalau rahasia terbongkar, dia dan orang tuanya pasti mati dirajam oleh orang Yahudi. Ha ha ha …

Faktanya, kepada orang buta tersebut Yesus sama sekali tidak menyatakan akan melakukan mujizat kesembuhan. Dia hanya meludah lalu mengaduk ludahnya dengan tanah kemudian mengoleskannya pada mata orang buta tadi sambil memberi perintah, “Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.”

Yesus menyuruhnya untuk membasuh dirinya ke kolam Siloam, sama sekali tidak memberi perintah untuk membasuh mukanya saja apalagi hanya membasuh matanya saja. Sayangnya, anda sama seperti para sarjana teologi Kristen, apa pun gelarnya, sudah dibutakan akal budinya oleh para guru sekolah minggu sehingga beriman bahwa yang terjadi adalah, orang buta itu hanya mencuci matanya di kolam Siloam.

Kata Yesus: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.” Yohanes 9:39

Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: “Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?” Yohanes 9:40

Jawab Yesus kepada mereka: “Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.” Yohanes 9:41

Hai front pembela Kristen yang mulia, kalian sudah dibutakan dan berdosa itu sebabnya menghalalkan segala cara untuk menyakiti hati suhu hai hai alias bengcu. Namun karena kalian mengaku, “Kami melihat,” itu sebabnya tetaplah dosamu.

Ha ha ha ha ….. Sebenarnya Yesus tidak membuat mujizat palsu akan tetapi membongkar kedok pengemis yang berlagak buta

29 thoughts on “Mujizat Palsu Yesus Di Siloam

  1. Inilah tulisan Pak Hai yg paling konyol yg pernah saya baca, maksa banget.Baca baik2 Pak perkataan Yesus, terlalu jelas tertulis bahwa Yesus mengetahui pria tsb buta dari lahir. Penjelasan Anda sangat2 asumsi semua. saya kasih32 contoh, pertama: bagaimana dia bisa berjalan ke siloam. sangat mungkin pak, dia kemungkinan besar minta tolong orang lain menuntunnya dan orang tsb bisa saja menuntunnya dgn hati2 agar tdk ketahuan org lain.
    Kedua: dia tahu Yesus mengaduk tanah karna bisa saja kedengaran suara Yesus meludah dan tanahnya terasa basah. makanya dia berkesimpulan Yesus mengaduk tanah.
    Ketiga; orangtua sebenar awalnya bahagia anaknya tdk buta ketika dipanggil tapi karna yg panggil ahli agama mereka sudah was2 dulu ini ada apa? sehingga kegembiran tadi hilang sejenak karna pertanyaan ahli2 agama tsb….
    Ada apa dgnmu Pak hai2,,,,kok analisanya tumpul dalam tulisan ini?

  2. mmm, bener juga tulisan si hai hai ini, sudah dari kecil di doktrin perbuatan Yesus pasti mujizat jadi kalau baca alkitab nggk hati-hati. Padahal spesialnya alkitab ini: ditulis apa adanya… tidak diotak-atik supaya dipaksa sinkron….

    • Orang pintar akan belajar kepada orang yang terpelajar seperti Yesus yang penuh hikmat dan tidak pernah berbuat dosa, tetapi orang bodoh akan mengikuti orang yang buta huruf dan suka berkhayal, namun dalam kebutahurufannya ia pandai menipu.. banyak orang yang bodoh telah tertipu olehnya, namun dengan penuh percaya diri mengata-ngatai orang pinter. Yesus berkata : “seorang murid tidak akan pernah lebih dari gurunya”… Perkataan inipun berlaku bagi pengikut guru yang buta huruf..mana bisa pengikutnya lebih pinter dari gurunya…sedangkan gurunya adalah orang bodoh..? Ini jaman milenium…belajarlah kepada Guru Yang Terpelajar dan Cerdas…, lupakan konsep lama yang penuh kebutahurufan–

      • Ha ha ha ha ,,,, Front Pembela Kristen memang tidak cerdas. Mau membela Kristen namun otaknya gak cerdas. kasihan dech lu. h aha ha ha

      • Setuju! Dulu waktu saya kecil saya baca alkitab apa adanya, memahami apa ada nya, tapi jadinya bertentangan dengan doktrin gereja… jadi saya bingung. Seiring waktu saya dipaksa untuk tunduk pada doktrin gereja dan para “pakar” dan melupakan ajaran asli alkitab. Sudah hampir 10 tahun belajar bersama hai-hai, lumayan lah.. buat nebus 15 tahun tersesat ajaran para “pakar”

  3. meleknya bukan krn kolam siloam keleues…
    tapi krn ludah plus tanah yg yesus bikin.

    ke kolam siloam adalah untuk membasuh diri, lihat kalimat : “pergilah basuhlah dirimu di kolam siloam”.

    kalau menurut para ahli, kolam siloam yg dibangun oleh raja Hizkia fungsinya adl untuk penampungan air kota yerusalem. bukan tempat suci untuk ritual2 agama yahudi.

  4. Bukannya semakin cerdas, malah semakin tumpul…memangnya orang buta itu yg menulis kitab yohanes..?? Hai hai tdk paham ya yg namanya penulis yg mnceritakan kejadian itu. Jadi jika saya menulis “orang buta itu berjalan pulang ke rumahnya” , apakah perlu di pertanyakan mustahil orang buta itu berjalan ke rumahnya..

  5. Masih sulit sy memahaminya klau si pengemis itu berlagak buta, pak hai. Anda trllu cerdas memahaminya, pusing otak sy memahaminya meskipun sudah lulus S1, 😂😂

    Masalahnya, Yesus tahu klau ybs buta sprti dikatakanNya bahwa pekerjaan Allah harus dinyatakan mllui org ini, dan Iapun menyuruh ybs pergi ke kolam Siloam utk membasuh diri. Kita juga tahu ybs buta krn ortunya bilang klau mreka tahunya anaknya buta sejak lahir, dan perkara celiknya kemudian mreka mmng tdk tahu. Artinya, sebelumnya ya buta. Itu yg mereka tahu.

    Nah, terkait ybs pergi ke kolam Siloam, lalu celik stlh membasuh diri itu, asumsi sy ya jlas ada org lain yg menuntunnya dong (atau stdaknya dia brtnya pd org lain ttg lokasi kolam itu), dan gak mesti diceritakan siapa orgnya dlm satu teks yg terbatas (tdk semua detil hrus diceritakan pd sumber trtulis, krn peristiwa nyatanya tak mungkin bs tergambar semua dg sempurna dlm teks).

    Dan, utk hal kolam tsb dijaga dg ketat, atau org buta tdk diijinkan msuk, justru tdk ada info gamblang dlm ayat2 tsb (kecuali dlm sumber atau ayat lain). Begitupun hal tahunya si buta itu bahwa Yesus mengaduk tanah, sy berpendapat krn dia merasakan bhwa dia mmang diolesi dg tnah di matanya, ybs pun sy kira menduga klau sblumnya itu tanah yg diaduk dulu, atau bs jg krn ybs dapat crta dari org di sekitarnya (atau org yg membawanya ke Siloam itu).

    Lalu, klau si pengemis itu bohong alias brlagak buta (sprti bbrp pngemis di jman skrg), itu artinya Yohanes yg berdusta saat menulisnya. Itu kesimpulan logisnya. Klau Yohanes berdusta saat menulisnya, fokus kita berarti bkn pada si buta itu lg, tp pada si Yohanes yg nulis, dan ekses lanjutannya kitapun jd akan meragukan semua tulisan2nya yg lain dan penulis2 kitab lainnya di Alkitab. Konsekuensinya lg, siapa dan apa yg benar? Ap standarnya?
    Pemahamannya atau tafsirnya bs mkin bias dan skeptis.

    Maaf pak hai, mhon klarifikasi lg, mungkin saja tanggapan sy pun keliru. Trmksh.

    • Yohanes mencatat kisah tersebut apa adanya saja, itu sebabnya mustahil menyalahkannya.

      Pengemis yang berlagak buta itu berkomplot dengan orang tuanya. Itu sebabnya ketika penipuannya terbongkar, dia langsung cuci tangan bahwa dia tahu anaknya buta sejak kecil. sekarang tidak tanggung jawab lagi kalau anaknya tidak buta lagi.

      Pengemis dan orang cacat tidak boleh gentayangan di bait Allah dan sekitarnya. Itu sebabnya mustahil dia gentayangan ke kolam Siloam yang dijaga.

      Anda mempertanyakan, adakah penjaga Bait Allah dan penjaga mata air Gihon dan kolam siloam? Kalau anda baca kitab Injil maka anda akan tahu bahwa Bait Allah dan Yerusalem dijaga dengan ketat baik oleh Tentara maupun para penjaga Bait Allah.

      Anda harus belajar dari Pejanjian Lama agar mengerti bahwa orang cacat NAJIS gentayangan di Bait Allah dan sekitarnya kecuali di kolam Betesda yang dipenuhi orang sakit.

      • Benar bung hai-hai.. kalau kita baca perjanjian lama apa adanya, kita akan menemukan bahwa YHVH ini nampaknya “jijik” sama “orang cacat”… Makanya saya dulu heran kenapa umat masa kini begitu mengagul-agulkan YHVH….

        • YHWH memang jahat. HUKUM yang dia susun memang lumayan namun penegakkan hukumnya benar-benar mengenaskan. Para sarjana Teologi Kristen menghapus semua kejahatan YHWH dengan 2 cara yaitu:

          1. hanya bicara tentang aturan-aturannya namun melupakan penegakkan hukumnya.
          2. Menipu umat Kristen bahwa YHWH tidak jahat namun BERDAULAT secara mutlak, itu sebabnya kejahatannya menjadi tidak jahat karena dia memiliki kedaulatan mutlak.

          Sudah waktunya bagi kita untuk membongkar penipuan YHWH dan para sarjana teologi Kristen.

  6. Karena pentingnya bagi Yerusalem itu sebabnya kolam Siloam di dijaga dengan ketat. Pengemis dan orang-orang cacat tidak boleh gentayangan di Bait Allah dan lingkungannya, temasuk di dalamnya kolam Siloam. Orang buta yang sembambarangan gentangan pasti dihukum rajam sampai mati.

    Kata mereka kepadanya: “Bagaimana matamu menjadi melek?” Jawabnya: “Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.” Lalu mereka berkata kepadanya: “Di manakah Dia?” Jawabnya: “Aku tidak tahu.” Yohanes 9:11-12

    Dari mana kita tahu dia berlagak buta? Karena orang buta mustahil berjalan sendirian ke kolam Siloam. Dia bisa dirajam sampai mati. Orang buta juga mustahil bersaksi, “Yesus mengaduk tanah lalu mengoleskannya pada mataku.” Hanya orang yang berlagak buta yang tahu persis apa yang dilakukan Yesus saat itu.

    Ko, orang buta yg sembarangan gentayangan apalagi membasuh diri di kolam Siloam, pasti akan dihukum rajam sampai mati. Mengapa kesaksian org buta itu sendiri bhw ‘dia pergi membasuh diri’ itu tidak dipermasalahkan oleh org2 Farisi? Bukankah seharusnya dia dihukum rajam sampai mati berdasarkan kesaksiannya sendiri? Bila dia takut dirajam sampai mati shg tidak berani membasuh diri ke kolam Siloam, kenapa justru dia berani bersaksi sebaliknya ya Ko?

    • “Satu orang saksi saja tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apapun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya; baru atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan. Ulangan 19:15

      Pengemis itu bebas dari hukuman karena tidak ada SAKSI lebih dari DUA orang.

      • Imamat 21:16-21 (TB) TUHAN berfirman kepada Musa:
        “Katakanlah kepada Harun, begini: Setiap orang dari antara keturunanmu turun-temurun yang bercacat badannya, janganlah datang mendekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya,
        karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat: orang buta, orang timpang, orang yang bercacat mukanya, orang yang terlalu panjang anggotanya,
        orang yang patah kakinya atau tangannya,
        orang yang berbongkol atau yang kerdil badannya atau yang bular matanya, orang yang berkedal atau berkurap atau yang rusak buah pelirnya.
        Setiap orang dari keturunan imam Harun, yang bercacat badannya, janganlah datang untuk mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN; karena badannya bercacat janganlah ia datang dekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya.

        Matius 21:14 (TB) Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.

        Ko, bukankah peraturan ttg orang cacat agar janganlah mendekat utk mempersembahkan korban di Bait Allah hanya berlaku bagi keturunan Imam Harun dan bukan berlaku utk semua org Israel? Itukah sebabnya orang buta dan orang timpang berani masuk ke dlm Bait Allah utk disembuhkan Yesus ya Ko?

        • Nah, skak mat deh.
          Hai hai dan ak47 tidak teliti membaca Imamat 21:16-21 sehingga melahirkan pemahaman yg salah.

        • Orang Cacat dan orang asing tidak boleh masuk dalam anggota Jemaah Allah. Bukankah Matius 21:14 mencatat keberadaan mereka di dalam Bait Allah = Hieron? Benar.

          Apa yang disebut Hieron = Bait Allah pada jaman Yesus sudah berkembang luas sekali dibandingkan Bait Allah pada jaman Salomo. Pasar hewan ditambahkan. Pasar Hewan itu dikelola orang orang-orang Kafir dan di sana gentayangan pengemis dan orang-orang cacat. Namun pasar hewan itu ada DI LUAR Bait Allah Salomo. Di Bait Allah Salomo, orang asing dan orang cacat tidak boleh masuk.

          Imamat 21:16-21 mencatat orang-orang cacat TIDAK boleh “mempersembahkan santapan Allahnya.” Anda pasti menduga bahwa yang TidAK boleh hanya para IMAM saja. Padahal yang tidak boleh adalah SEMUA orang Yahudi, baik IMAM maupun orang Lewi juga orang Israel suku yang lainnya.

          Kalau mempelajari tata ibadah bangsa Yahudi maka anda akan menemukan bahwa ada dua Jenis persembahan untuk YHWH yaitu:

          1. Persembahkan untuk bangsa Israel.
          2. Persembahan para Imam
          3. Persembahan orang Lewi
          4. Persembahan orang-orang Israel berbagai suku

          Semua pesembahkan itu dilayani oleh para imam. Apa jadinya kalau orang cacat minta tolong kepada para imam untuk memberi persembahan kepada YHWH? Para imam tidak akan melayaninya karena BERDEKATAN dengan orang-orang CACAT menjadikan ara IMAM NAJIS.

          • Tidak boleh ada kecacatan fisik adalah untuk para imam krn imam merepresentasikan kesempurnaan.Perwakilan YHWH. (Ingat ritual/syariat di Bait Allah)

            Nah keadaan fisikal (tdk cacat) digunakan YHWH untuk mengajarkan pada umatnya perihal kesempurnaan tsb sehingga para imam tidak boleh cacat fisik.

            • Kalau seseorang berjahat lalu menerima HUKUMAN, itu namanya KEADILAN. Kalau melarang orang CACAT ikut menyembah itu namanya DISKRIMINASI tanpa perikemanusiaan. menyambah makluk tidak berperikemanusiaan demikian benar-benar kebodohan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.