Menghasut Orang Kristen Membenci Agama Lain?


hanya es krim

hanya es krim

Handai taulanku sekalian, ternyata yang dilakukan Paulus dan murid-muridnya ketika memberitakan Injil kepada orang-orang Romawi adalah menghasut orang Kristen untuk membenci agama lain. Tidak ada martir.

Agama Yahudi

Agama Yahudi bukan hanya mengajarkan untuk membenci dan memerangi agama lain namun membenci dan memusnahkan bangsa lain. Itu sumbangsih agama Yahudi pada peradapan manusia.

Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling MENUDUH atau saling MEMBELA. Roma 2:15

sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah MEMBATALKAN hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, Efesus 2:15

Agama Yahudi (Hukum Taurat) hanya membuat manusia saling MENUDUH dan MEMBELA. Tanpa belajar pun, secara naluri semua manusia mengerti agama Yahudi. Itu sebabnya lewat kematian-Nya Yesus MEMBATALKAN agama Yahudi alias Hukum Taurat.

Kenapa harus menjaga dan belajar Alkitab Yahudi? Untuk mengingatkan betapa berbahayanya ajaran agama itu bagi umat manusia.

Penyesatan Agama Kristen

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Matius 28:19

Amanat Yesus di atas sangat tegas dan gamblang. Sayangnya para alim ulama Kristen justru menyangkal ajaran Yesus dengan mendirikan doktrin menjadi Kristen harus: Dibaptis dengan air dan bersahadat mengakui Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat.

Perlukah anda mengakui Ahok sebagai Cina kafir dan Gubernur DKI agar menikmati hasil pembangunan DKI? Tak u u ya!

Yesus Menista Agama Yahudi

Kenapa Yesus disalib? Karena Dia menentang agama Yahudi alias menghujat ajaran agama Yahudi. Sesuai hukum Taurat, penentang agama Yahudi harus dihukum mati.

Kenapa Stefanus dirajam? Awalnya dia berdebat dengan orang Yahudi Kirene dan Aleksandria lalu diadili mahkamah agama Yahudi. Tuduhan atas Stefanus tercatat di Kisah Para Rasul 6:13 dan pembelaannya dalam Kisah Para Rasul 7:1-60. Faktanya dia memang menista agama Yahudi!

Ajaran Yesus bertentangan dengan Hukum Taurat. Itu sebabnya Yesus disalib karena menghujat agama Yahudi.

Ajaran agama Kristen bertentangan dengan ajaran agama Yahudi. Makanya, memberitakan Injil di rumah ibadah Yahudi selain tidak elok juga melanggar HAM. Membela agama dan rumah ibadah Yahudi dengan kekerasan sekali pun adalah penegakkan hukum agama Yahudi bukan penganiayaan orang Kristen.

Kisah Para Rasul 17:16-34 mencatat betapa terpujinya perilaku toleransi beragama pemuka agama kota Atena. Ketika Paulus menyebarkan agamanya, alih-alih menganiaya mereka justru menyediakan mimbar Areopagus baginya untuk mengajar. Ketika tidak sepaham lagi, dengan sopan mereka minta izin meninggalkannya dan mempersilahkannya untuk mengajar lain kali saja.

Cara Paulus mengajar dan berapologetika bahwa Allah yang disembahnya adalah Allah yang tidak dikenal yang disembah umat Yunani, juga sangat santun dan cerdas serta penuh toleransi.

Kisah Para Rasul mencatatnya panjang lebar: Awalnya Paulus menyebarkan Injil dengan melanggar Hak Asasi umat agama Yahudi namun akhirnya Kisah Para Rasul 28:31 mencatat, “Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa Paulus memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.”

Penganiayaan Kristen

Karena diajarkan secara sistematis dan masif sejak purbakala maka menganggapnya kebenaran. Benarkah sejak abad pertama (Yesus disalib) sampai kaisar Konstantinus Agung mengeluarkan “Edik Milano” keputusan kaisar tentang kebebasan beragama (tahun 313) umat Kristen mengalami penganiayaan?

Tacitus pernah menjadi Senator Romawi, Konsul Romawi, Gubernur Romawi dan akhirnya penulis sejarah. Dalam bukunya, Annals and Histories, dia menulis sejarah pemerintahan Romawi sejak matinya kaisar Augustus tahun 14 sampai kematian kaisar Domitian tahun 96.

Terbukti bahwa selama 82 tahun tersebut, penganiayaan Kristen hanya terjadi satu kali yaitu pada tahun 64. Saat itu Kaisar Nero (54-68) membakar kota Roma lalu memfitnah orang Kristen pelakunya. Banyak yang ditangkap lalu di dakwa membakar kota dan menyebarkan kebencian. Sebagian dihukum mati bahkan disiksa dengan jubah kulit (yang dibasahi lalu dijemur sampai mengering dan mengerut), dicabik-cabik anjing, disiram aspal lalu dibakar bahkan disalib.

Setelah Nero sampai Konstantinus ada 12 kaisar yaitu: Vespasianus (69-96), Titus (79-81), Domitian (81-96), Trajanus (98-117 M), Hadrianus (117-138), Antonius Pius (138-161), Marcus Aurellius (161-180), Septimius Severus (193-211), Maximinus (233-238), Decius (249-251), Valerian (253-260), Dioklesian (284-305).

Sejarah gereja mengajarkan bahwa di antara 12 kaisar tersebut hanya Vespasianus dan Titus yang tidak menganiaya orang Kristen. 10 kaisar lainnya menganiaya umat Kristen secara sistematis dan masif sehingga banyak Kristen yang martir artinya bersaksi sampai mati.

Benarkah demikian? Itu HOAX. Buktinya, selain yang dilakukan Nero, sama sekali tidak ada catatan sejarah bahwa ke 10 kaisar tersebut menganiaya umat Kristen. Bacalah kisah para martir dengan teliti dan hati-hati lalu ujilah dengan akal sehat maka anda tidak akan mengalami kesulitan untuk membuktikan penipuan dan pembohongan publik dalam kisah-kisah tersebut.

Agama Romawi

Selain menyembah dewa-dewi, agama Romawi juga menyembah Kaisar sebagai dewa. Walaupun banyak dewa-dewi namun tidak ada kewajiban bagi rakyat untuk menyembah apalagi menyembah semuanya.

Tidak harus menyembah satu dewa-dewi saja. Juga tidak ada keharusan bahwa penyembah dewa-dewi tertentu tidak boleh menyembah yang lainnya lagi. Politeis artinya bebas menyembah siapa saja dan berapa saja.

Orang Roma tidak menyembah dewa-dewinya langsung. Penyembahan dewa-dewi termasuk dewa Kaisar dipimpin atau dilakukan oleh pendeta di kuil dewa-dewi yang bersangkutan.

Orang-orang Romawi sangat terbuka atas berita Injil karena bagi mereka, menambah satu dewa lagi yaitu dewa yang dikenalkan Paulus bukan masalah besar. Tidak mau menyembah dewa-dewi lain lagi karena sudah asyik menyembah dewanya Paulus juga bukan masalah karena tidak ada keharusan bagi orang-orang Romawi untuk menyembah dewa-dewi yang tidak mau disembahnya lagi.

Handai taulanku sekalian, ternyata yang dilakukan Paulus dan murid-muridnya ketika memberitakan Injil kepada orang-orang Romawi adalah menghasut orang Kristen untuk membenci agama lain yaitu agama Romawi. Itu sebabnya tidak ada martir dalam hal demikian.

6 thoughts on “Menghasut Orang Kristen Membenci Agama Lain?

  1. Tulisan sampah….GOBLOK LU HAI !!!!!
    Pemahaman menurut otak goblok lu …wakakkakkkkkkakakakakaka….

  2. Bombastis, jarang2 ide yg beginian dipublish. Mantap pak hai hai…. sering yg anda tulis di luar atau bahkan di atas nalar mainstream. Saya curiga antara cerdas dan gila itu kata orang beda tipis 1 kertas ja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.