Biarkan Allah Sendiri Yang Membenci LGBT


lgbt-taiwanAku membenci LGBT karena Allah membenci mereka? Bila benar demikian, karena Allah yang membenci LGBT dan bukan diriku yang membenci mereka maka biarlah Allah sendiri yang membenci dan menghukum mereka.

Merry Carolina: Done!!! Taipei goverment dah resmi ambil sikap mendukung LGBT ;). Mudah-mudahan rakyat & pemerintah NKRI tercintah enggak pernah ikutin jejaknya. Amin.

hai hai: ha ha ha ha ha …..

Merry Carolina: bukan soal Alkitabiah atw enggaknya… ntar klu cibai ketemu cibai kawin.. lanciau ketemu lanciau kawin kan enggak bisa produksi anak… trus mereka menunutut legalitas adopsi anak… lah lak mesakke anake…. endi sing jadi bapake endi sing jadi emboke kok podo kabeh bentuke… hahahha….

hai hai: DOSA artinya TIDAK sempurna. LGBT adalah BUKTI bahwa manusia TIDAK sempurna. Apa yang harus aku lakukan kepada orang-orang tidak sempurna demikian karena aku juga tidak sempurna? Aku harus membenci mereka dan menghalalkan segala cara untuk membuat mereka MENDERITA?

Atau haruskah aku mulai melatih diriku sendiri agar tidak membenci orang-orang LGBT itu lalu pelan-pelan melatih diriku untuk tidak TIDAK suka kepada mereka? Aku memilih untuk membina diriku sendiri agar tidak membenci mereka lalu TIDAK tidak suka kepada mereka.

Tentang hendak membina orang LGBT. Kapan aku akan melakukannya? Kalau aku memang telah membencinya karena dia LGBT, bukankah aku bodoh sekali kalau bersusah payah menyangkal kebencianku kepadanya guna membina mereka? Itu sebabnya, kalau anda memang membenci orang-orang LGBT sebaiknya jangan pura-pura mencintai mereka dan berlagak membina mereka.

Aku tidak punya dendam kepada orang-orang LGBT. Apa alasanku membenci mereka? Karena dia menyakitiku? Tidak! Belum pernah ada orang LGBT yang menyakitiku karena dia LGBT. Itu sebabnya aku pun tidak membenci mereka. Kalau pun seorang LGBT menyakitiku, biarlah aku hanya membalas dendam kepada orang tersebut saja. Aku tidak akan mendendam kepada orang-orang LGBT yang lainnya itu karena aku tidak membenci mereka.

Aku membenci LGBT karena SEJAK kecil sudah diajari untuk membenci mereka? Biarkan saja orang-orang yang mengajariku membenci LGBT itu membencinya sendiri. Aku tidak akan ikut-ikutan mereka untuk membenci orang-orang LGBT karena aku tidak punya dendam kepada mereka dan tidak membenci mereka.

Aku membenci LGBT karena Allah membenci mereka? Bila benar demikian, karena Allah yang membenci LGBT dan bukan diriku yang membenci mereka maka biarlah Allah sendiri yang membenci dan menghukum mereka. Tolonglah aku ya Allah. Tolong jangan paksa aku ikut-ikutan membenci dan menghukum orang-orang LGBT itu karena aku TIDAK membenci mereka dan tidak menyimpan dendam kepada mereka.

Merry Carolina: Ayo dibikin blog baru lagi…. biar tambah rame makian lagi dari para fans berat KITA….. ha ha ha ha a

hai hai: Bikin blog itu gampang. Namun yang penting adalah kita guru dan murid saling belajar dan mengajar agar kita dari hari ke hari belajar menjalani hidup yang lebih mudah dan lebih asyik di bandingkan hari-hari kemarin.

Membenci orang lain itu menyakitkan. Itu sebabnya kita belajar untuk tidak sembarangan membenci orang lain apalagi membenci sesama manusia tanpa alasan atau membenci orang lain demi orang lain apalagi membenci sesama manusia demi Allah.

Karena aku membenci seseorang dan itu menyakitkan maka itu sebabnya aku pun lalu belajar dan mencari cara baru untuk menjalani hidup tanpa membenci.

Setelah aku belajar dan hidup tanpa membenci orang-orang yang tidak kusukai maka akupun tahu bahwa tindakanku membenci orang lain demi orang lain apalagi membenci orang lain demi Allah adalah perbuatan bodoh.

Itu sebabnya biarkan saja orang-orang yang membenci orang lain itu membenci orang lain itu sendiri dan biarkan Allah yang membenci orang lain itu membenci orang lain itu sendiri. Aku tidak mau terlibat apalagi ikut-ikutan membenci orang lain itu karena aku tidak punya dendam kepada mereka.

105 thoughts on “Biarkan Allah Sendiri Yang Membenci LGBT

  1. Putra Dari Ufuk Timur, orang seperti Anda sudah sering saya temui di forum-forum diskusi. Saya tidak kaget. Baiklah, anggap saja yang Anda bilang itu benar, saya memang ‘bodoh’, dan Andalah yang pinter serta berhikmat.

    Namun sayangnya, belum apa-apa Anda sudah merasa di atas angin, bisa mengajari dan mengkhotbahi, haha …

    Mohon maaf, tanpa mengurasi rasa gormat, Anda terlalu jumawa. Anda kira dengan anda berkoar-koar begitu bisa mengajari orang-orang disini, dan menganggap diri sudah mengenal TUHAN dan mengenal Alkitab, apalagi mau menilai hai hai, si pendekar jalanan itu? Coba saja.

    Kisanak, saya tidak mengatakan bahwa kaum LGBT adalah orang Kristen. Saya juga tidak mengatakan bahwa kaum yang tidak LGBT adalah Kristen.

    Yang saya maksudkan adalah bahwa ada orang yang mengaku diri kristen yang notabene pelaku LGBT yang masih ke gereja, bahkan ada hamba Tuhan yang preferensi seksnya ke sesama jenis. Bahkan ada persekutuan tertentu dari mereka yang LGBT. Saya tidak mengatakan bahwa mereka sudah mengenal TUHAN, tapi poin saya disini adalah bahwa ada orang LGBT menuntut haknya demikian.

    Mengatakan mereka adalah penipu adalah sangat tidak adil, dan kelewat pinter dalam berlogika, tapi kalau dikatakan sebagian mereka tidak sadar akan kebenaran mungkin masih bisa diterima.

    Saya berusaha tidak memutarbalikan Firtu, kisanak. Saya tidak bilang bahwa orang mantan LGBT berarti bukan LGBT lagi.

    Menilai saya tidak memiliki hikmat Kristus, hanya memiliki hikmat duniawi yang penuh kelicikan, adalah hak anda, tapi menurut saya tindakan demikian adalah penghakiman yang tendensius dan terlalu berani.

    Saya mengerti maksud baik Anda untuk menyatakan kebenaran Alkitab. Saya juga setuju bahwa kaum LBGT perlu diberi pencerahan dan bimbingan. Tapi itu tidak segampang mengatakannya.

    Kita memang perlu mengasihi mereka seperti yang saya sampaikan sebelumnya, namun sebaiknya kita berkampanye dengan fair, bukan hanya dengan dasar agama atau ayat-ayat Alkitab, tapi harus melihat kasusnya secara utuh: menurut ajaran sejati/kebenaran yang benar-benar BENAR, sehingga semua pihak tidak dirugikan.

    Karena kalau masalahnya dipandang dari sudut yang salah, bukan mengatasi masalah namanya, tapi menambah masalah. Kalau dipandang dari sudut yang salah biasanya orang cenderung menghalalkan segala cara untuk menentang mereka.

  2. Tanggapan Beng Cu :
    ” jika anda baca penyebab LGBT di atas… maka anda akan tahu LGBT nukan penyakit jiwa maka karena itu terapi ga mempan…. LGBT bukan pilihan orang.. karena kalau pilihan maka dengan mudah dia bisa bergonta ganti preferensi seksual nyatanya tidak seperti itu…. LGBT menurut ilmu terbaru adalah adanya kesalahan genetika di kromosom x dan Y… itu sama seperti jika terkena down syndrom atau autis… tidak bisa sembuh namun hanya bisa diayomi…..
    bagaiamana setelah melihat ini berdasarkan kasih KRISTUS yang anda anut lantas LGBT anda apakan?”

    Jawaban Saya :

    Saya seorang yang awam dalam hal ilmu sosiologi, tetapi saya bisa memperhatikan model dan perilaku kehidupan LGBT.
    Secara umum, menurut saya ada 3 (tiga) faktor yang menyebabkan munculnya perilaku LGBT, dan tentunya memiliki tingkat resiko dan pola penanganan yang berbeda-beda, antara lain :

    1. Perilaku LGBT terjadi akibat pengaruh lingkungan (termasuk jika sebagai korban perilaku LGBT) ;
    2. Perilaku LGBT terjadi akibat dorongan dari dalam diri sendiri akibat putus asa dan kecewa terhadap lawan jenis ataupun melihat kehidupan heterosex yang tidak berhasil termasuk keinginan sendiri untuk ingin mencoba ;
    3. Perilaku LGBT terjadi akibat pembawaan sejak lahir yang anda sebut dengan kesalahan genetika di kromosom X dan Y ;

    Dengan 3 (tiga) faktor yang menyebabkan munculnya perilaku LGBT tersebut, maka tentu pola penanganannya pun berbeda.

    Untuk tipikal no. 1, yaitu perilaku LGBT terjadi akibat pengaruh lingkungan akan lebih mudah ketika yang bersangkutan dibentuk oleh lingkungan yang sehat. Tentunya diawali dengan pertobatan, pembinaan/dididik secara rohani dan iman kepada KRISTUS, bersedia memikul salib dan memiliki hidup baru. Dimana perilaku sex tersebut wajib dan harus ditinggalkan sebagai bukti pertobatan dan hidup baru, dengan menyadari kelemahan diri yang perlu dihindari. Tipikal ini, secara subyektif, saya memberikan penilaian kualitatif sebagai kategori “Mudah”.

    Untuk tipikal no. 2, yaitu perilaku LGBT terjadi akibat dorongan dari dalam diri sendiri akibat putus asa dan kecewa terhadap lawan jenis ataupun melihat kehidupan heterosex yang tidak berhasil, termasuk keinginan sendiri untuk ingin mencoba. Inipun bisa dengan mudah ketika yang bersangkutan dibentuk oleh pemahaman dan didikan yang benar bahwa didalam Kristus, kita akan memiliki hidup yang berarti bagi orang lain baik sejenis atau berbeda kelamin. Perbuatan LGBT justru membuat seseorang terlibat dalam upaya untuk menjerumuskan orang lain juga ikut terpuruk dalam Dosa LGBT. Seseorang mantan LGBT akibat putus asa, kecewa ataupun ingin mencoba, akan menyusahkan dirinya sendiri dan mencelakai orang lain juga sehingga dibenci oleh TUHAN ALLAH. Melalui komitmen dan pengharapan yang sempurna kepada TUHAN ALLAH, maka ROH KUDUS akan menolong orang tersebut untuk tidak putus asa, tidak kecewa dan tidak ingin mencoba untuk melakukan penyelewengan seksual (LGBT). Tipikal ini, secara subyektif, saya memberikan penilaian kualitatif sebagai kategori “Mudah”.

    Nah bagaimana dengan tipikal no. 3, yaitu perilaku LGBT terjadi akibat pembawaan sejak lahir yang anda sebut dengan kesalahan genetika di kromosom X dan Y. Kondisi ini dikategorikan sebagai Cacat Tubuh atau Abnormal (tidak normal). Secara sederhana, Tipikal ini terlihat dari pandangan kita secara visual, yaitu yang bersangkutan secara kejiwaan menyukai pasangan yang sejenis seperti contohnya berperangai “Lembut” seperti banci yang berkelamin “laki-laki”, dengan demikian maka yang bersangkutan harus dididik untuk menerima keberadaan dirinya sebagai seorang laki-laki yang memiliki “sperma”, alaupun perangainya seperti “perempuan”…dia harus tetap meyakini bahwa dirinya adalah seorang laki-laki sejati yang diciptakan dengan memiliki “sperma”. …” dia adalah seorang laki-laki sejati “. Sehingga dia harus hidup sebagai laki-laki walaupun sikap pembawaannya secara visual seperti wanita.

    Bagaimana dengan orang yang dilahirkan memiliki alat kelamin laki-laki tapi tidak menghasilkan sperma..???, maka secara pasti dia tetap seorang laki-laki dalam kategori “cacat tubuh”…sehingga dalam pembinaannya perlu diyakinkan bahwa ia harus menerima kondisi tubuh demikian tanpa harus melakukan penyelewengan LGBT untuk memenuhi hasrat seksualnya….nafsu sex itu bisa dikendalikan jika seseorang telah mengikuti ajaran KRISTUS, secara pasti TUHAN ALLAH Sang Pencipta akan memberikan karunia dan kelebihan dibalik kelemahan atau caat tubuhnya…dan itu pasti…!!! Demikian juga sebaliknya bagi wanita yang memiliki alat kelamin “perempuan” namun tidak merasakan adanya minat kepada lawan jenisnya, itupun sama pola penanganannya, bahwa ia dilahirkan dengan kondisi demikian alaupun tidak menghasilkan anak atau tidak memiliki rahim (cacat tubuh)..inipun bisa dilewati melalui pengenalannya kepada KRISTUS.

    Bagaimana jika ada seseorang yang dilahirkan memiliki 2 (dua) alat kelamin yang berbeda memiliki “penis” dan “vagina” secara bersamaan. Ini termasuk kategori “Cacat Tubuh”…secara pasti dalam jiwa orang tersebut ada sifat yang lebih antara sifat “laki-laki ” dan sifat “perempuan”. Hidup adalah suatu pilihan…maka lewat konsultasi medis dan teknologi kedokteran dapat dilakukan operasi untuk penentuan jenis kelamin secara pasti sesuai sifat prioritas dan keinginan dari “pasien” tersebut.

    Dan didalam iman kepada KRISTUS, pasti ada solusi atas seluruh persoalan..!!!, Apa yang tidak mungkin bagi manusia, sangat mungkin bagi TUHAN ALLAH. Karena Dia-lah Sang Pencipta, Maha Bijaksana dan Maha Kuasa.

    Dari penjelasan tersebut, secara manusia akan terlihat tingkat kesulitan, resiko dan penanganan yang relatif berbeda-beda, Namun dengan kuasa TUHAN ALLAH yang dikenal dengan nama YESUS KRISTUS, maka saya secara subyektif dan obyektif mengatakan bahwa persoalan LGBT adalah sangat mudah untuk ditangani, jika kita menempatkan TUHAN ALLAH sebagai Penolong dan Pengharapan Kita.

    Tentunya dalam penanganan para mantan LGBT, maka Jemaat TUHAN wajib hidup seperti KRISTUS telah hidup, mengasihi mereka dengan mendidik, membina, memberikan motivasi untuk hidup suci dan kudus dihadapan ALLAH, dan tidak melakukan kompromi dan mentolelir dengan alasan “mengasihi tetapi membiarkan perilaku LGBT terjadi dalam Jemaat”…ini pandangan yang keliru tentang “mengasihi” yang diajarkan oleh YESUS KRISTUS. Konsep mengasihi sesama yang benar adalah memberitahukan dan mendidik dalam kebenaran KRISTUS, menolong sesama jemaat untuk tidak jatuh dalam kelemahannya.

    Semuanya, baik yang normal maupun mantan LGBT yang telah menjadi pengikut KRISTUS juga sedang dalam suatu pertandingan iman dengan segala kelemahan yang dimilikinya masing-masing hingga akhir. Tetapi ROH YESUS akan selalu menolong para pengikut-Nya untuk melawan setiap kelemahan dalam diri sebab manusia masih berada dalam dunia.

    Terima kasih.

  3. Mungkin anda perlu membaca jawaban saya terhadap tanggapan Beng cu dalam sesi lainnya, sebagai berikut :

    Saya seorang yang awam dalam hal ilmu sosiologi, tetapi saya bisa memperhatikan model dan perilaku kehidupan LGBT.
    Secara umum, menurut saya ada 3 (tiga) faktor yang menyebabkan munculnya perilaku LGBT, dan tentunya memiliki tingkat resiko dan pola penanganan yang berbeda-beda, antara lain :

    1. Perilaku LGBT terjadi akibat pengaruh lingkungan (termasuk jika sebagai korban perilaku LGBT) ;
    2. Perilaku LGBT terjadi akibat dorongan dari dalam diri sendiri akibat putus asa dan kecewa terhadap lawan jenis ataupun melihat kehidupan heterosex yang tidak berhasil termasuk keinginan sendiri untuk ingin mencoba ;
    3. Perilaku LGBT terjadi akibat pembawaan sejak lahir yang anda sebut dengan kesalahan genetika di kromosom X dan Y ;

    Dengan 3 (tiga) faktor yang menyebabkan munculnya perilaku LGBT tersebut, maka tentu pola penanganannya pun berbeda.

    Untuk tipikal no. 1, yaitu perilaku LGBT terjadi akibat pengaruh lingkungan akan lebih mudah ketika yang bersangkutan dibentuk oleh lingkungan yang sehat. Tentunya diawali dengan pertobatan, pembinaan/dididik secara rohani dan iman kepada KRISTUS, bersedia memikul salib dan memiliki hidup baru. Dimana perilaku sex tersebut wajib dan harus ditinggalkan sebagai bukti pertobatan dan hidup baru, dengan menyadari kelemahan diri yang perlu dihindari. Tipikal ini, secara subyektif, saya memberikan penilaian kualitatif sebagai kategori “Mudah”.

    Untuk tipikal no. 2, yaitu perilaku LGBT terjadi akibat dorongan dari dalam diri sendiri akibat putus asa dan kecewa terhadap lawan jenis ataupun melihat kehidupan heterosex yang tidak berhasil, termasuk keinginan sendiri untuk ingin mencoba. Inipun bisa dengan mudah ketika yang bersangkutan dibentuk oleh pemahaman dan didikan yang benar bahwa didalam Kristus, kita akan memiliki hidup yang berarti bagi orang lain baik sejenis atau berbeda kelamin. Perbuatan LGBT justru membuat seseorang terlibat dalam upaya untuk menjerumuskan orang lain juga ikut terpuruk dalam Dosa LGBT. Seseorang mantan LGBT akibat putus asa, kecewa ataupun ingin mencoba, akan menyusahkan dirinya sendiri dan mencelakai orang lain juga sehingga dibenci oleh TUHAN ALLAH. Melalui komitmen dan pengharapan yang sempurna kepada TUHAN ALLAH, maka ROH KUDUS akan menolong orang tersebut untuk tidak putus asa, tidak kecewa dan tidak ingin mencoba untuk melakukan penyelewengan seksual (LGBT). Tipikal ini, secara subyektif, saya memberikan penilaian kualitatif sebagai kategori “Mudah”.

    Nah bagaimana dengan tipikal no. 3, yaitu perilaku LGBT terjadi akibat pembawaan sejak lahir yang anda sebut dengan kesalahan genetika di kromosom X dan Y. Kondisi ini dikategorikan sebagai Cacat Tubuh atau Abnormal (tidak normal). Secara sederhana, Tipikal ini terlihat dari pandangan kita secara visual, yaitu yang bersangkutan secara kejiwaan menyukai pasangan yang sejenis seperti contohnya berperangai “Lembut” seperti banci yang berkelamin “laki-laki”, dengan demikian maka yang bersangkutan harus dididik untuk menerima keberadaan dirinya sebagai seorang laki-laki yang memiliki “sperma”, alaupun perangainya seperti “perempuan”…dia harus tetap meyakini bahwa dirinya adalah seorang laki-laki sejati yang diciptakan dengan memiliki “sperma”. …” dia adalah seorang laki-laki sejati “. Sehingga dia harus hidup sebagai laki-laki walaupun sikap pembawaannya secara visual seperti wanita.

    Bagaimana dengan orang yang dilahirkan memiliki alat kelamin laki-laki tapi tidak menghasilkan sperma..???, maka secara pasti dia tetap seorang laki-laki dalam kategori “cacat tubuh”…sehingga dalam pembinaannya perlu diyakinkan bahwa ia harus menerima kondisi tubuh demikian tanpa harus melakukan penyelewengan LGBT untuk memenuhi hasrat seksualnya….nafsu sex itu bisa dikendalikan jika seseorang telah mengikuti ajaran KRISTUS, secara pasti TUHAN ALLAH Sang Pencipta akan memberikan karunia dan kelebihan dibalik kelemahan atau caat tubuhnya…dan itu pasti…!!! Demikian juga sebaliknya bagi wanita yang memiliki alat kelamin “perempuan” namun tidak merasakan adanya minat kepada lawan jenisnya, itupun sama pola penanganannya, bahwa ia dilahirkan dengan kondisi demikian alaupun tidak menghasilkan anak atau tidak memiliki rahim (cacat tubuh)..inipun bisa dilewati melalui pengenalannya kepada KRISTUS.

    Bagaimana jika ada seseorang yang dilahirkan memiliki 2 (dua) alat kelamin yang berbeda memiliki “penis” dan “vagina” secara bersamaan. Ini termasuk kategori “Cacat Tubuh”…secara pasti dalam jiwa orang tersebut ada sifat yang lebih antara sifat “laki-laki ” dan sifat “perempuan”. Hidup adalah suatu pilihan…maka lewat konsultasi medis dan teknologi kedokteran dapat dilakukan operasi untuk penentuan jenis kelamin secara pasti sesuai sifat prioritas dan keinginan dari “pasien” tersebut.

    Dan didalam iman kepada KRISTUS, pasti ada solusi atas seluruh persoalan..!!!, Apa yang tidak mungkin bagi manusia, sangat mungkin bagi TUHAN ALLAH. Karena Dia-lah Sang Pencipta, Maha Bijaksana dan Maha Kuasa.

    Dari penjelasan tersebut, secara manusia akan terlihat tingkat kesulitan, resiko dan penanganan yang relatif berbeda-beda, Namun dengan kuasa TUHAN ALLAH yang dikenal dengan nama YESUS KRISTUS, maka saya secara subyektif dan obyektif mengatakan bahwa persoalan LGBT adalah sangat mudah untuk ditangani, jika kita menempatkan TUHAN ALLAH sebagai Penolong dan Pengharapan Kita.

    Tentunya dalam penanganan para mantan LGBT, maka Jemaat TUHAN wajib hidup seperti KRISTUS telah hidup, mengasihi mereka dengan mendidik, membina, memberikan motivasi untuk hidup suci dan kudus dihadapan ALLAH, dan tidak melakukan kompromi dan mentolelir dengan alasan “mengasihi tetapi membiarkan perilaku LGBT terjadi dalam Jemaat”…ini pandangan yang keliru tentang “mengasihi” yang diajarkan oleh YESUS KRISTUS. Konsep mengasihi sesama yang benar adalah memberitahukan dan mendidik dalam kebenaran KRISTUS, menolong sesama jemaat untuk tidak jatuh dalam kelemahannya.

    Semuanya, baik yang normal maupun mantan LGBT yang telah menjadi pengikut KRISTUS juga sedang dalam suatu pertandingan iman dengan segala kelemahan yang dimilikinya masing-masing hingga akhir. Tetapi ROH YESUS akan selalu menolong para pengikut-Nya untuk melawan setiap kelemahan dalam diri sebab manusia masih berada dalam dunia.

    Terima kasih.

  4. Menegur dan mendidik orang dalam kebenaran KRISTUS, bukan suatu penghakiman yang anda bayangkan. memang didalam dunia kita bisa membedakan mana Kambing dan mana Domba, karena itu kita dipilih TUHAN ALLAH untuk terpisah dari dunia ini.

    Jika anda seorang pengikut KRISTUS, anda wajib memiliki standar hidup yang baik dan benar….sesuatu yang baik belum tentu benar..tetapi sesuatu yang benar sudah pasti baik.

    TUHAN ALLAH yang saya kenal dan saya sembah dalam nama YESUS KRISTUS telah melakukan pemisahan yang sangat mencolok ketika Dia disalibkan bersama 2 (dua) orang penjahat baik disebelah kiri dan sebelah kanan. Ini menunjukkan adanya suatu pemisahan yang berarti penting. Dan hidup adalah pilihan baik atau buruk, dan jangan mentolelir buruk menjadi baik menurut pandangan manusia. Terlalu banyak orang berkoar-koar dalam konsep “Mengasihi Sesama” menurut pandangannya sendiri tetapi menolak perintah dan kehendak TUHAN ALLAH.
    Konsep “kasih” harus sempurna sebagai hukum yang paling utama, yaitu pertama “Mengasihi TUHAN ALLAH dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan tubuh kita” , dan tidak bisa terpisahkan dari “Mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri”. Hukum ini adalah satu kesatuan dan tidak bisa terpisahkan dan kesimpulan dari seluruh isi Alkitab.
    Justru itu, kita wajib menilai dan menguji roh kita apakah kita sedang mengasihi TUHAN ALLAH melalui tindakan kita yang mengasihi sesama manusia ataukah kita sedang mempertentangkannya menurut pemikiran dan kepentingan kita sendiri..???

    Mungkin anda perlu membaca beberapa hal terkait LGBT, berikut ini :

    Mungkin anda perlu membaca jawaban saya terhadap tanggapan Beng cu dalam sesi lainnya, sebagai berikut :

    Saya seorang yang awam dalam hal ilmu sosiologi, tetapi saya bisa memperhatikan model dan perilaku kehidupan LGBT.
    Secara umum, menurut saya ada 3 (tiga) faktor yang menyebabkan munculnya perilaku LGBT, dan tentunya memiliki tingkat resiko dan pola penanganan yang berbeda-beda, antara lain :

    1. Perilaku LGBT terjadi akibat pengaruh lingkungan (termasuk jika sebagai korban perilaku LGBT) ;
    2. Perilaku LGBT terjadi akibat dorongan dari dalam diri sendiri akibat putus asa dan kecewa terhadap lawan jenis ataupun melihat kehidupan heterosex yang tidak berhasil termasuk keinginan sendiri untuk ingin mencoba ;
    3. Perilaku LGBT terjadi akibat pembawaan sejak lahir yang anda sebut dengan kesalahan genetika di kromosom X dan Y ;

    Dengan 3 (tiga) faktor yang menyebabkan munculnya perilaku LGBT tersebut, maka tentu pola penanganannya pun berbeda.

    Untuk tipikal no. 1, yaitu perilaku LGBT terjadi akibat pengaruh lingkungan akan lebih mudah ketika yang bersangkutan dibentuk oleh lingkungan yang sehat. Tentunya diawali dengan pertobatan, pembinaan/dididik secara rohani dan iman kepada KRISTUS, bersedia memikul salib dan memiliki hidup baru. Dimana perilaku sex tersebut wajib dan harus ditinggalkan sebagai bukti pertobatan dan hidup baru, dengan menyadari kelemahan diri yang perlu dihindari. Tipikal ini, secara subyektif, saya memberikan penilaian kualitatif sebagai kategori “Mudah”.

    Untuk tipikal no. 2, yaitu perilaku LGBT terjadi akibat dorongan dari dalam diri sendiri akibat putus asa dan kecewa terhadap lawan jenis ataupun melihat kehidupan heterosex yang tidak berhasil, termasuk keinginan sendiri untuk ingin mencoba. Inipun bisa dengan mudah ketika yang bersangkutan dibentuk oleh pemahaman dan didikan yang benar bahwa didalam Kristus, kita akan memiliki hidup yang berarti bagi orang lain baik sejenis atau berbeda kelamin. Perbuatan LGBT justru membuat seseorang terlibat dalam upaya untuk menjerumuskan orang lain juga ikut terpuruk dalam Dosa LGBT. Seseorang mantan LGBT akibat putus asa, kecewa ataupun ingin mencoba, akan menyusahkan dirinya sendiri dan mencelakai orang lain juga sehingga dibenci oleh TUHAN ALLAH. Melalui komitmen dan pengharapan yang sempurna kepada TUHAN ALLAH, maka ROH KUDUS akan menolong orang tersebut untuk tidak putus asa, tidak kecewa dan tidak ingin mencoba untuk melakukan penyelewengan seksual (LGBT). Tipikal ini, secara subyektif, saya memberikan penilaian kualitatif sebagai kategori “Mudah”.

    Nah bagaimana dengan tipikal no. 3, yaitu perilaku LGBT terjadi akibat pembawaan sejak lahir yang anda sebut dengan kesalahan genetika di kromosom X dan Y. Kondisi ini dikategorikan sebagai Cacat Tubuh atau Abnormal (tidak normal). Secara sederhana, Tipikal ini terlihat dari pandangan kita secara visual, yaitu yang bersangkutan secara kejiwaan menyukai pasangan yang sejenis seperti contohnya berperangai “Lembut” seperti banci yang berkelamin “laki-laki”, dengan demikian maka yang bersangkutan harus dididik untuk menerima keberadaan dirinya sebagai seorang laki-laki yang memiliki “sperma”, alaupun perangainya seperti “perempuan”…dia harus tetap meyakini bahwa dirinya adalah seorang laki-laki sejati yang diciptakan dengan memiliki “sperma”. …” dia adalah seorang laki-laki sejati “. Sehingga dia harus hidup sebagai laki-laki walaupun sikap pembawaannya secara visual seperti wanita.

    Bagaimana dengan orang yang dilahirkan memiliki alat kelamin laki-laki tapi tidak menghasilkan sperma..???, maka secara pasti dia tetap seorang laki-laki dalam kategori “cacat tubuh”…sehingga dalam pembinaannya perlu diyakinkan bahwa ia harus menerima kondisi tubuh demikian tanpa harus melakukan penyelewengan LGBT untuk memenuhi hasrat seksualnya….nafsu sex itu bisa dikendalikan jika seseorang telah mengikuti ajaran KRISTUS, secara pasti TUHAN ALLAH Sang Pencipta akan memberikan karunia dan kelebihan dibalik kelemahan atau caat tubuhnya…dan itu pasti…!!! Demikian juga sebaliknya bagi wanita yang memiliki alat kelamin “perempuan” namun tidak merasakan adanya minat kepada lawan jenisnya, itupun sama pola penanganannya, bahwa ia dilahirkan dengan kondisi demikian alaupun tidak menghasilkan anak atau tidak memiliki rahim (cacat tubuh)..inipun bisa dilewati melalui pengenalannya kepada KRISTUS.

    Bagaimana jika ada seseorang yang dilahirkan memiliki 2 (dua) alat kelamin yang berbeda memiliki “penis” dan “vagina” secara bersamaan. Ini termasuk kategori “Cacat Tubuh”…secara pasti dalam jiwa orang tersebut ada sifat yang lebih antara sifat “laki-laki ” dan sifat “perempuan”. Hidup adalah suatu pilihan…maka lewat konsultasi medis dan teknologi kedokteran dapat dilakukan operasi untuk penentuan jenis kelamin secara pasti sesuai sifat prioritas dan keinginan dari “pasien” tersebut.

    Dan didalam iman kepada KRISTUS, pasti ada solusi atas seluruh persoalan..!!!, Apa yang tidak mungkin bagi manusia, sangat mungkin bagi TUHAN ALLAH. Karena Dia-lah Sang Pencipta, Maha Bijaksana dan Maha Kuasa.

    Dari penjelasan tersebut, secara manusia akan terlihat tingkat kesulitan, resiko dan penanganan yang relatif berbeda-beda, Namun dengan kuasa TUHAN ALLAH yang dikenal dengan nama YESUS KRISTUS, maka saya secara subyektif dan obyektif mengatakan bahwa persoalan LGBT adalah sangat mudah untuk ditangani, jika kita menempatkan TUHAN ALLAH sebagai Penolong dan Pengharapan Kita.

    Tentunya dalam penanganan para mantan LGBT, maka Jemaat TUHAN wajib hidup seperti KRISTUS telah hidup, mengasihi mereka dengan mendidik, membina, memberikan motivasi untuk hidup suci dan kudus dihadapan ALLAH, dan tidak melakukan kompromi dan mentolelir dengan alasan “mengasihi tetapi membiarkan perilaku LGBT terjadi dalam Jemaat”…ini pandangan yang keliru tentang “mengasihi” yang diajarkan oleh YESUS KRISTUS. Konsep mengasihi sesama yang benar adalah memberitahukan dan mendidik dalam kebenaran KRISTUS, menolong sesama jemaat untuk tidak jatuh dalam kelemahannya.

    Semuanya, baik yang normal maupun mantan LGBT yang telah menjadi pengikut KRISTUS juga sedang dalam suatu pertandingan iman dengan segala kelemahan yang dimilikinya masing-masing hingga akhir. Tetapi ROH YESUS akan selalu menolong para pengikut-Nya untuk melawan setiap kelemahan dalam diri sebab manusia masih berada dalam dunia.

    Terima kasih.

  5. Saya mengatakan : “Jika anda mencari kata Homosex atau Homo dalam Alkitab, pasti tidak anda temukan……istilah “Homo” itu sejak kapan anda mulai tahu..???”

    Secara hurufiah : kata “Homo” berbeda dengan “Kemesuman antara laki-laki dengan laki-laki”…anda mengerti tata bahasa atau tidak mas..???

    Secara makna, frase kata “Homosex” memiliki makna sama dengan susunan kata-kata “Kemesuman antara laki-laki dengan laki-laki”. Saya pun tahu itu…!!!

    Ada istilah : “Pelacuran Bakti” apakah hanya dapat diartikan heterosex saja…??? lalu bagaiman dengan kejahatan dan kenajisan yang dibuat oleh bangsa Amori seperti yang tertulis dalam Alkitab…???

    Anda sangat subyektif namun arogansi..tanpa memahami secara baik dan benar…!!!

  6. Berarti anda tidak memahami kehendak TUHAN ALLAH. Jika anda membaca dan memahami isi Alkitab dengan baik dan benar, maka anda akan mengetahui secara pasti bahwa hanya 2 (dua) malaikat yang diutus untuk menunggangbalikkan Sodom dan Gomora. Tidak perlu 3 atau lebih. Tentunya harus pasti hanya 2 (dua) malaikat, karena ada dasarnya…dan itu isi firman TUHAN ALLAH saya yang sangat konsisten dengan perkataan-Nya sejak dahulu kala dan selama-lamanya akan tetap.

    Saya tidak butuh tafsiran-tafsiran manusia seperti banyak orang yang tidak mengenal TUHAN. Segala sesuatu telah tertulis secara jelas dalam Alkitab…Alkitab-lah sumber informasi utama yang sangat tepat dan valid, tanpa perlu tasiran manusia yang bodoh…!!!

  7. Silahkan saja saya tetap menunggu anda…dan saya siap menunjukan setiap kebodohan anda…!!! Tolong dikabari jika sudah ada blog barunya yah, bisa diemail kok spy lebih cepat saya ketahui yah : cartermangar@gmail.com untuk pemberitahuan blog baru anda.

    Terima kasih..!!!

  8. Ok Beng Cu, Saya menunggu Blog baru anda. Saran saya : mungkin anda bisa hubungi saja si iblis dan bekerjasama-lah anda dengan dia, mungkin kalian bisa cepat menyelesaikan blog anda yang baru. Saya telah siap untuk menelanjangi kebodohan kalian…!!!

    Terima kasih.

  9. @baikbaiksaja

    Tentang entot mengentot, saya mau kutip bagian dari anda yang ini :

    #baikbaiksaja:
    [SEKARANG yang saya ingin katakan
    dalam ayat yang anda tulis dalam
    contoh2 diatas… anda menolak arti
    kata “knew : karena tidak masuk di
    logika seperti contoh di atas.. mengapa
    ADAM mengetahui istri padahal lebih tepat kalau artinya NGENTOT….
    begitupula dengan contoh kain… tidak
    cocok dikatakan kalau kain
    mengetahui istri namun lebih tepat
    kalau NGENTOT dari konteks yang
    anda paparkan….]

    Itu anda sudah mampu menyadari sendiri : KONTEKS. Lha kok tadi masih bingung?

    Jadi berdasarkan konteks itu, apakah mungkin para lelaki yang cuma mau ‘mengenal’ (know) tamunya Lot itu ditentang habis-habisan sama Lot. Bukankah dengan coba ‘mengenal’ maka penduduk Sodom itu hendak memperlihatkan keramahtamahannya kepada tamu asing? Lalu ada apa dengan Lot yg menganggap niat baik berkenalan itu sebagai ‘perbuatan jahat’ (ayat 7)?

    Kalau cuma begitu, kenapa Lot terkesan takut dan malah menyodorkan anak gadisnya? Apa relevansinya? Tak masuk akal. Apa pula sebab TUHAN langsung menunggangbalikkan Sodom padahal para lelakinya lagi ingin ‘berbuat baik’ dengan beramah tamah kenalan dengan tamu asing? Katanya TUHAN tak akan menunggangbalikkan Sodom kalau ada 10 saja ‘orang baik’ di kota itu. Itu semua karena lelaki2 (anshei) itu mau nge-‘yada’ alias ‘ngentotin’ 2 tamu lelaki tersebut. Apa namanya kalau bukan ngentot sesama laki-laki.

    Baikbaiksaja, kata ‘yada’ memang memiliki arti pemahaman akan sesuatu (mengenal, mengenalkan, mengetahui, memahami, tahu, mengakui, menyadari, menyingkap, membedakan, memaklumi, dsb), tapi faktanya terdapat arti lain yang posisinya eufemis untuk ‘bersetubuh’. Kalau anda coba membandingkan terjemahan KJV dengan NAS atau NIV demi menunjukkan sesuatu (khususnya menyangkut kata ‘pakai’ yang menurut anda artinya bukan ngesex), maka upaya anda sia-sia belaka. Itu karena terjemahan KJV adalah terjemahan statis. Para penerjemah Alkitab King James selalu menerjemahkan kata per kata apa adanya menurut kata aslinya dengan mengabaikan konteks tertentu. Karena itulah kata ‘yada’ yang penggunaannya secara umum bisa diartikan sebagai ‘know’ (berikut sinonimnya), walaupun secara kontekstual tak harus berarti harfiah ‘know’ tapi pada KJV akan selalu tertulis seakan-akan terjemahan ‘know’. Kalau ga percaya anda bisa cek ‘yada-nya’ Adam-Hawa atau Elkana-Hana dll yang selalu diterjemahkan sbg ‘know/knew’. Jadi akan selalu menghasilkan kata yg sama dengan ‘yada’ yang memang lebih pantas diterjemahkan ‘know’. Inilah yg dimaksud Hai Hai supaya lebih baik mempelajari bahasa asli drpd mempelajari dari teks lain yg sifatnya sama2 terjemahan.

    Contoh, NIV adalah sajian terjemahan secara kontekstual. Kita lihat bedanya dengan KJV :

    1 Sam. 25:22 KJV
    If I leave of all that pertain to him by the morning light any that pisseth against the wall

    1 Sam. 25:22 NIV
    If by morning I leave alive alive one male of all who belong to him.

    Frase teks bahasa asli (Ibrani) dari bagian yg tebal pada ayat di atas tertulis ‘mashtin bekir’ yang secara literal diterjemahkan ‘pisseth against the wall’ alias pipis di depan tembok, pada KJV. Maksudnya tuh ‘laki-laki’ karena kalau cewek pipisnya jongkok. Terjemahan KJV tepat, hanya saja apa adanya. Terjemahan NIV juga tepat tapi sudah disesuaikan menurut konteks. Kebingungan anda yg mencari-cari mana keterangan kalau 2 malaikat mau dihombreng lelaki Sodom disebabkan kenekadan membandingkan ‘know’ pada terjemahan2 static (khususnya KJV) dengan ‘have sex’ atau lainnya pada terjemahan2 kontekstual lain. Jadi, istilah hantam kromo hanya berlaku pada pembaca kesulitan yang memahami konteks.

    Lalu anda membahas ‘anshei’ pada Genesis 46:32, Joshua 8:21, 1 Samuel 5:7, 1 Kings 9:27. Jadi 4 ‘anshei’ pada 4 ayat itu (orang-orang gembala domba, orang-orang Ai, orang-orang Asdod, dan anak buah Salomo) memang laki-laki semua. Anehnya di mana? Makanya harus paham dulu jenis gender dalam setiap kata benda yang disebut. Bahasa Ibrani punya aturan gender, bahkan untuk jamak sekalipun.

  10. Ah sorry baikbaiksaja, maksud saya “Jadi, istilah hantam kromo hanya berlaku pada pembaca yang kesulitan memahami konteks.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.