
Gambar: sendra.blogspot
Kalau merasa kesal setengah mati setelah membaca tulisan bengcu menggugat namun nggak becus berapologetika, maka sebaiknya anda garuk aspal saja sampai “sakitnya tuh di sini” hilang atau berkurang sedikit.
Kalau sembarangan komentar anda pasti diejek dan dihina habis-habisan. Kalau menghujatnya dia pun menghujat balik dan membuat “sakitnya tuh di sini,” anda semakin menjadi-jadi.
Menghasut orang lain untuk membencinya apalagi menghasut orang lain agar jangan percaya tulisannya adalah pekerjaan sia-sia karena semua pembaca tulisan-tulisan hai hai punya akal budi dan berpikir jernih.
Menyatakan orang Kristen tidak boleh menghakimi karena penghakiman adalah hak Allah juga tidak berguna karena para pembaca sudah paham bahwa itu hanya penipuan publik belaka. Ajaran Yesus di Yohanes 7:24 sangat gamblang, “Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.”!” Ajaran Paulus di 1 Tesalonika 5:21 sangat tegas, “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”
Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari pada kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku. 1 Samuel 24:11
Mengklaim pengkotbah yang dikuliti ajaran sesatnya dan mujizat palsunya oleh hai hai adalah orang yang diurapi Tuhan sehingga tidak boleh disentuh dan memberi contoh Daud yang tidak berani menyentuh Saul orang yang diurapi TUHAN pastilah sia-sia. Daud memang tidak membunuh Saul namun dia mempermalukan Saul dengan memotong sayap jubahnya. Tidak perlu menjadi genius untuk mengerti bahwa ucapan dan tindakan Daud atas Saul itu adalah pencitraan. Pada saat itu ada puluhan ribu bala tentara yang setia kepada Saul namun hanya ada ratusn orang yang menjadi pengikut Daud. Kalau Daud membunuh Saul pada saat itu dia pasti menerima pembalasan dari bangsa Israel dan bala tentara Saul.
Untuk menghasut para pembaca agar membenci dan tidak membaca blog-blog bengcu menggugat, banyak orang Kristen yang menyangka dirinya GENIUS lalu menulis sebuah komentar berisi hasutan lalu mengopy-paste ke sebanyak mungkin blog bengcu menggugat. Dia pikir orang-orang yang akan membaca blog bengcu menggugat PASTI membaca komentarnya lalu mengurungkan niatnya untuk membaca.
Pikiran demikian TOLOL sekali sebab semua orang yang datang membaca blog bengcu menggugat PASTI membaca blognya dulu baru kemudian membaca komentar-komentarnya. Itu sebabnya kalaupun dia kemudian menemukan dan membaca blog anda, hasutan anda sudah terlambat sebab dia sudah selesai membaca blog di mana anda komentar.
Kalau anda copy paste komentar anda berulang-ulang maka akhirnya antivirus akan menganggap komentar-komentar anda adalah serangan SPAM sehingga dihapusnya semua dan anda pun diblock sehingga nggak bisa komentar lagi.
Banyak yang merasa dirinya GENIUS dengan copy paste sebuah tulisan ke sebanyak mungkin blog bengcu menggugat. Tindakan demikian juga TOLOL sekali karena akhirnya dia akan dianggap SPAMER sehingga komentarnya dihapus dan dia diblock sehingga nggak bisa komentar lagi.
Kalau tidak diahapus oleh antivirus WordPress maka tulisan demikian pasti saya hapus. Kenapa demikian? Karena saya tidak berdebat dengan BERHALA. Anda tahu kenapa bengcu jarang menggugat pengkotbah luar negeri? Karena ketika menguliti kesesatan seorang pengkotbah helai demi helai seperti menguliti bawang bombai, saya memberi mereka dan pengikutnya untuk berapologetika mempertanggungjawabkan ajarannya dan mujizat palsu yang diklaimnya sebagai mujizat palsu. Karena bengcu menggugat hanya menulis dalam bahasa indonesia maka para pengkotbah luar negeri itu ibarat BERHALA yang tidak bisa berapologetika.
Itu sebabnya bila anda menemukan sebuah tulisan di internet yang anda anggap bisa melawan tulisan bengcu menggugat, undang saja penulisnya untuk datang memberi petunjuk kepada hai hai. Percuma mengundang hai hai mengujungi link tersebut untuk berdebat karena bengcu tidak akan pernah pergi ke rumah orang lain untuk membela diri di sana.
Menyerang blog bengcu menggugat dengan virus juga percuma sebab anda akan menghadpi antivirus dan pasukan penjaga dari WordPress. Hai hai bengcu tenang-tenang saja ketika menerima pemberitahuan dari para penjaga WordPress tentang orang-orang yagn berusaha menyerang weblognya dengan virus.
Hai hai sendiri tidak akan menghapus komentar kecuali komentar promosi atau jualan.
Orang-orang Kristen itu memang PICIK hatinya dan SEMPIT jiwanya serta DEGIL pikirannya. mereka pikir dengan MENGEJEK dan menghina hai hai bengcu maka apa yang bengcu GUGAT menjadi benar? ha ha ha ha …. Lucu juga sich melihat mereka MENGINTAI siang dan MALAM menunggu bengcu melakukan KESALAHAN. Siang dan malam mengorek-ngoerek tulisan hai hai untuk MENCARI kesalahannya. Namun sayangnya …. ha ha ha ha ha ha ha … Makin baca mereka main merasa SAKITNYA tuh di sini. ha ha ha ha …
koh hai benar sekali, benar-benar tong kosong nyaring bunyinya wkwkwkw
tadi menghina-hina orang kresten eeh sekarang minta pembelaan orang kresten. pret lah
bukan minta pembelaan orang kristen bro, tapi lagi ngejilat orang kristen tuh hehe
gua suka gaya lo bro
kenapa jadi emosi bang ? kau yang memulai kau pula kau yang beringas. @kicau kan hanya menanggapi omongan besarmu saja itu
terima kasih pujiannya nak.
emosi? emosi nenek lu? ha ha ha … hebat sekali ya anda bisa bikin hai hai bengcu emosi? ha ha ha ha ….
Orang besar tidak perlu omong besar, karena dia cukup menggunakan fakta saja saat bicara. Berbeda dengan kamu beng, kamu adalah orang kecil yang suka omong besar. Takala diungkap fakta mengenaskan mengenai omongan besarmu, bukannya kamu mawas diri tapi kamu malah kembali sesumbar. Segala ucapan kotor,kamu lontarkan demi menutupi kekerdilan jiwamu.
Sungguh mengenaskan kamu beng.
hai hai memang ornag BESAR. Itu sebabnya banyak orang yang MERASA dirinya BESAR karena SUDAH menyalahkannya dan mengecilkannya. ha ha ha ha ha …. Anda merasa BESAR sekarang? Ha ha ha ha ha … Anda MERASA besar karena SUDAH mencela hai hai bengcu? ha ha ha …. Selamat BESAR ya nak? ha ha ha …
Kamu tahu perbedaan mencela dengan bicara fakta beng ? Saya tidak pernah mencela kamu. Saya bicara fakta tentang omongan besarmu. Kalau bicara fakta diartikan mencela, saya bisa bilang apa sama kamu beng ? Palingan saya hanya bisa bilang kamu GOBLOK beng. Itupun bukan mencela, namun fakta kamu GOBLOK karena tidak bisa membedakan antara mencela dengan bicara fakta.