https://www.youtube.com/watch?v=CB9Z9Ofn7NI
Kita harus MERDEKA bukan MEREK. Menyangka berjuang untuk MERDEKA padahal sedang membuat MEREK? Menumpahkan darah sesama manusia demi sebuah merek apalagi merek BARU? Mengenaskan!
Sejak SMA kelas satu tahun 1981, ada tiga bangsa yang saya pikirkan nasibnya dengan mendalam yaitu: Papua, Timor Timur dan Palestina. Setelah bertahun-tahun memikirkannya akhirnya saya menyimpulkan, jalan terbaik adalah menerima kenyataan bahwa MEREK-nya sudah ditetapkan artinya tetap menjadi bagian dari negara (merek) yang menurut mereka adalah penjajahnya.
Sejak itulah, saat itu saya seorang mahasiswa, saya berkata kepada teman-teman dari Papua dan Timor Timur: “Menjadi bagian dari NKRI jauh lebih baik dari pada hanya menjadi bagian Irian Jaya dan Timor Timur MERDEKA. NKRI dan Irian Jaya serta Timor Timur Merdeka hanya MEREK. Yang utama adalah MERDEKA dan sejahtera. MEREK dari Kemerdekaan dan sejahtera itu tidak penting. Berjuang agar Pemerintah NKRI bersih dan tidak diskriminasi jauh lebih MUDAH dari pada berjuang untuk MERDEKA. Indonesia yang BERSIH tanpa diskriminasi adalah yang terbaik bagi kita semua. Masalah kita bukan NKRI juga bukan tidak MERDEKA namun KEJAHATAN oknum-oknum yang BERKUASA. Bagi orang Irian Jaya dan Timor Timur, menjadi presiden NKRI jauh lebih HEBAT dari menjadi presiden Irian Jaya dan Timor Timur. Jadi, mari kita berjuang agar NKRI merdeka dari orang-orang JAHAT yang saat ini BERKUASA.”
Hal yang sama juga saya katakan kepada beberapa orang sahabat pena Palestina-ku. “Menjadi Perdana Menteri Israel jauh lebih BERGUNA dari pada menjadi perdana menteri Palestina saja.”
Ketika Timor Timur Merdeka menjadi Timor Leste, beberapa orang teman bertanya, “Bagaimana?” Sampai hari ini saya masih berkata dan meyakini hal yang sama, “Perjuangan kita tetap SAMA meskipun MEREK-nya berbeda. Mari kita tetap berjuang agar NKRI dan Timor Leste MERDEKA dari orang-orang JAHAT yang BERKUASA.”
Sebagai orang Tionghoa saya percaya ajaran nenek moyang bahwa, “Di empat penjuru lautan semuanya saudara.” Mari kita berjuang untuk sesama manusia bukan berjuang untuk MEREK yang disebut negara.
Sejak kelas satu SMA tahun 1981 pula saya berpikir secara mendalam tentang umat beragama. Kalau saya masuk sorga karena agama saya dan orang lain masuk neraka karena tidak memeluk agama saya, apa yang akan saya hadapi saat itu?
Membayangkan orang lain masuk neraka karena lebih suka memeluk agamanya dari pada memeluk agama saya benar-benar menyakitkan. Itu sebabnya saya pun lalu membabibuta membujuk orang lain untuk memeluk agama saya agar mereka masuk sorga juga seperti saya. Namun tidak semua orang suka memeluk agama saya. Kenyataan demikian benar-benar membuat frustasi.
Di samping itu juga muncul pertanyaan, “Bagaimana bila yang masuk sorga adalah umat agama lain dan saya tidak masuk sorga karena tidak memeluk agama mereka?” Saya tidak takut masuk neraka karena yakin cepat atau lambat akan menemuka cara untuk hidup nyaman di neraka namun kuatir orang-orang yang saya kasihi tidak merasa bahagia di sorga karena memikirkan saya di neraka.
Sejak itu saya tidak berani lagi membujuk orang lain memeluk agama saya karena kuatir gara-gara ikut-ikutan memeluk agama saya mereka justru masuk neraka.
Sejak itulah saya getol sekali membuat kesepakatan dengan handai taulan pemeluk agama lain, “Aku berjanji tidak akan merasa bahagia bila masuk sorga karena agamaku dan kamu masuk neraka karena agamamu. Namun, tolong jangan berduka bila kamu masuk sorga karena agamamu dan aku masuk neraka karena tidak memeluk agamamu. Konon di neraka tidak ada kematian, itu sebabnya cepat atau lambat aku pasti akan menemukan cara untuk hidup nyaman di neraka.”
Anak kami lahir 7 September 2001. Ada kalanya dia menyebalkan namun sering kali dia menyenangkanku, namun satu hal aku yakin: Karena menyayanginya maka aku mustahil tega menghukum dia selama-lamanya di neraka karena membuatku kesal. Aku akan terus-menerus mengajarinya agar tidak membuatku kesal. Kalau kami hidup selama-lamanya maka aku akan mengajarinya sampai selama-lamanya untuk tidak membuatku sebal. Kalau membuatku berkenan adalah caranya menjalani hidup yang benar, aku akan mengajarinya sampai selama-lamanya. Kalau membuatku berkenan BUKAN cara menjalani hidup yang benar, maka aku akan membina diri sampai selama-lamanya agar tidak SEBAL meskipun dia tidak berkenan padaku.
Allah adalah Bapa karena dari-Nya manusia berasal. Mustahil Dia menghukum manusia selama-lamanya karena membuat-Nya sebal dan kesal karena hukuman bukan balas dendam namun cara untuk membina seseorang agar menjalani hidup dengan cara yang benar sekaligus cara untuk mencegah dia berbuat jahat lagi kepada sesamanya manusia.
Kesadaran demikian, membuatku hanya mengajari orang lain untuk menjalani hidup dengan cara yang benar agar BERBAHAGIA dan tidak MENYESAL, bukan membujuknya memeluk agamaku supaya masuk sorga. Aku menyebut diriku Kristen artinya pengikut alias murid Kristus bukan pemeluk agama Kristen. Sama seperti aku menyebut diriku Tionghoa artinya orang yang tidak menyebelah (adil) bukan karena aku warga negara Tiongkok.
Yang penting MERDEKA bukan MEREK! 17 Agustus 2015.
kembali kasih.
Hmmm….
Maaf pak bengcu… saya ngga ngerti. Apakah maksud Anda percaya dan mengikut YESUS belum tentu masuk surga seperti yg ditulis dalam Alkitab? Mohon jawaban pak. Trimakasih banyak.
Semua orang MATI pasti masuk Sorga. Tidak ada orang MATI yang MASUK neraka karena Nereka tidak PERNAH diciptakan.Bacalah Wahyu 22. Semua orang mati pasti masuk sorga.
Reblogged this on Marga Po, Poo, Foo, Fu (傅).
alkitab bukan novel kisanak
berapakalipun anda baca namun manusia roh anda tidak berfungsi sama saja tidak bermanfaat
ha..ha..ha anda juga menandakan anda sebagai pribadi yg pecicilan dan tidak cerdas sama sekali
jurus usang anda —sudah baca 100 kali—- tidak mempan dengan saya
saya sudah baca alkitab 1000 kali kisanak
jadi kalau anda tidak bisa memberikan respon yg relevan dan kontekstual
mending anda ganti profesi menjadi penulis gosip dan fiksi saja kisanak
lebih cocok
jelas @hai2 ini sesat
karna penafsirannya dengan modal 100 kali baca alkitab tidak relevan sama sekali
logika manusia yg belum diperbaharui oleh Roh Kudus tidak akan bisa digunakan menafsirkan alkitab, karna itu bertobat dulu baru baca alkitab, mau satu juta kali anda baca alkitab tapi ga bertobat, hasilnya seperti @hai2….tua2 keladi yg suka menipu dan membual
kisakak…belajar juga merespon
terima kasih atas hardikan utk bertobatnya dan koreksinya
anda sama sekali tidak layak dipuji dan didukung soalnya
anda membawa orang pada pemahaman yg mengantrkan pada kebinasaan dan neraka
kisanak, @bukanadidas masih punya hati nurani yg murni, ybs takut tersesat, hanya orang sesatlah yg mendorong orang lain agar tersesat dan ditemukan
cara kerja Yesus tidak demikian kisanak, jika anda dengan sengaja menyesatkan diri, apa beda anda dengan Yudas Iskariot?….
jangan karna anda ingin dinilai hebat kisanak, anda tega menyesatkan orang lain
bertobat cepat kisanak
kisanak jangan baca alkitab sepotong2……baca wahyu 21
(8) Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.
kisanak juga berhalusinasi bahwa iblis dan seluruh pengikutnya LENYAP? atau ikut masuk surga?
kisanak dalam ilham dari penunggu gua?
bertobatlah kisanak