20 Maret 2015 mengunggah “Penipuan Philip Mantofa Tentang Jamahan Roh Kudus” yang dishare temanku di facebook-nya. Maxixe Mantofa kakak kandung Philip Mantofa NGAMUK membabibuta MENEROR hai hai.
Maxixe Mantofa: Orang yg menghakimi orang lain akan dipakai takarannya utk menghakimi orang tsb… Tanpa disadari sesuai Alkitab, sewaktu seseorang menghina pekerjaan besar Roh Kudus melalui hamba-Nya secara tidak langsung sudah menghujat Roh Kudus dan melakukan dosa kekal yg sdh tidak akan diampuni… Lukas 12:10, Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barang siapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni… Kasihan orang itu… Hidupnya hanya mencari2 kesalahan orang dan menghujat Roh Kudus… Suruh makan minum mabuk aja… Sdh jelas dosa nya tidak akan diampuni… Semoga yg lain belajar dari kesalahan orang ini dan jangan ditiru karena urusannya sama Tuhan
Arief Chrisdiyanto: Maxixe Mantofa, Anda sudah BACA blognya dan nonton video kesaksian Philip Mantofa? Itulah cara bagi anda untuk MENGHAKIMI dengan ADIL alias MENGUJI dengan Alkitab sebagai STANDAR kebenaran.
Maxixe Mantofa: Anggap aja semua hamba Tuhan bagi anda sesat, walaupun lihat hasil “buah” yg luar biasa… Anda nuduh semua ini berbuah apa? Nggak perlu lihat video segala, saya kakak kandungnya, kesaksian hidupnya ada di mata saya… Coba ceritakan buah anda apa hai anda yang paling benar….
Arief Chrisdiyanto: Maxixe Mantofa, sebagai orang Kristen seharusnya anda TAHU bahwa Alkitab adalah STANDAR kebenaran dan SUMBER PUSTAKA ajaran Kristen. Itu sebabnya MENGAJARKAN ajaran yang tidak diajarkan Alkitab sebagai ajaran Alkitab adalah PENIPUAN. Mengajarkan ajaran yang BERTENTANGAN dengan ajaran Alkitab sebagai ajaran Alkitab adalah PENYESATAN. Itu sebabnya AJARAN yang DISUKAI banyak orang pun TETAP harus DIUJI dengan Alkitab. Makanya meskipun DISUKAI banyak orang namun bila BERTENTANGAN dengan ajaran Alkitab, tetap harus DIBONGKAR kesesatannya.
Anda sudah baca blognya dengan teliti dan hati-hati? Anda sudah MENGUJINYA dengan Alkitab sebagai STANDAR kebenaran? Kalau SALAH, tunjukkan SALAHNYA dan ajarkan yang BENAR. Anda SAKSI hidupnya ya? Coba anda nonton Video berikutnya, BENARKAH Philip Mantofa melakukan MUJIZAT kesembuhan? Atau itu cuman MUJIZAT PALSU seperti yang TEREKAM dalam VIDEO di blog ini?
Bengcu Menggugat Karena Philip Mantofa MENIPU Dengan Mujizat Palsu
Maxixe Mantofa: Semoga masih diberikan waktu untuk bertobat bagi anda brother… God Love you still…. Tidak ada pointnya menjelaskan ke anda apapun… Biar Tuhan yg menyatakan siapa benar dan siapa salah, siapa yg meninggikan akan direndahkan dan siapa yg rendah hati akan ditinggikan… Pembelaan Tuhan untuk hambaNya yg benar itu luar biasa… Kalau anda benar biar Tuhan bela, kalau anda merendahkan pekerjaan Roh Kudus yg nyata-nyata sudah nyata, biar anda berurusan dengan-Nya…. Salam.
Arief Chrisdiyanto: kita tidak boleh menganggap pendeta sesat juga tidak boleh menghakimi menurut apa yang nampak karena Yesus mengajarkan untuk menghakimi dengan adil. Menghakimi dengan adil harus menjadikan Alkitab sebagai STANDAR kebenaran dan sumber pustaka. Setelah diuji dan terbukti SESAT barulah disebut SESAT. Bila tidak terbukti sesat maka harus diumumkan kepada dunia bahwa dia tidak menyebelah.
Nah, anda belum baca dan belum nonton sudah memvonis hai hai menghujat Roh kudus dan tidak akan diampuni kesalahannya? Tindakan demikian sama sekali tidak rendah hati lho? Itu sombong! Mengagul-agulkan Philip Mantofa berbuah lebat lalu menantang hai hai untuk menunjukkan buahnya juga bukan tindakan rendah hati namun sombong sekali. Anda yakin Philip Mantofa jauh lebih hebat dari hai hai bengcu bukan?
Kalau anda rendah hati, maka yang anda lakukan adalah MENGUJI yang hai hai TULIS dengan Alkitab sebagai standar kebenaran bukannya mengagul-agulkan Philip Mantofa Pasti benar dan hai hai PASTI SALAH. Ingat ketika nabi Natan datang lalu menegor dosa Daud. Saat itu Daud tidak mengagul-agulkan buahnya dan bertanya nabi Natan berbuah apa?
Tahukah anda bahwa yang takut diuji pasti tidak terpuji? Yang sudah terujilah baru boleh dipuji.
Kesimpulan:
Biasanya anggota Front Pembela Philip Mantofa hanya membela Philip Mantofa dengan MEMBUAL:
1. Philip Mantofa adalah orang yang diurapi Allah yang tidak boleh disentuh alias tidak boleh DIUJI ajarannya.
2. Philip Mantofa tidak boleh dihakimi karena hanya Allah yang BERHAK menghakimi.
3. Bersaksi dirinya bertobat gara-gara kotbah Philip Mantofa.
4. Membongkar kebusukan sesama orang Kristen akan MENGHAMBAT orang lain masuk Kristen.
5. bengcu pengangguran itu sebabnya cuman bisa MENGERITIK doang.
6. bengcu dompleng kepopuleran Philip Mantofa
Namun kali ini Maxixe Mantofa kakak kandung Philip Mantofa benar-benar BUSUK karena melakukan PENIPUAN PUBLIK bahwa MEMBONGKAR penipuan Philip Mantofa sama dengan MENGHUJAT Roh Kudus. Ha ha ha ha … Semoga dia bertindak SEBUSUK itu karena rasa sayangnya pada Philip Mantofa, bukan karena kuatir akan PERIUK nasi KELUARGA Mantofa. Ha ha ha ha ha …
Tersebut di atas adalah statistik acara Festival Kuasa Allah 21 di Jakarta sedangkan gambar di bawah menunjukkan jumlah HITS tulisan bengcu menggugat pada tanggal 23 Maret 2015. Berapa RATUS JUTA biaya penyelenggaraan Festival Kuasa Allah 21 Jakarta? Biaya internet hai hai bengcu satu bulan hanya sekitar Rp. 300.000,-.
Menjawab pertanyaan Maxixe Mantofa tentang BUAH-BUAH. Sebetulnya SIAPA yang berbuah lebih LEBAT? Philip Mantofa yang CUMAN kotbah di gereja dan bikin KKR atau hai hai yang blog-blognya bisa diakses dari seluruh dunia 24 jam setiap harinya yang rata-rata menuai 2.000 hits per hari? Ha ha ha ha ha …



Desi sianipar, kata-kata yang digunakan oleh Maxixe Mantofa memang SANTUN namun isinya adalah PENIPUAN publik. Kata-kata hai hai adalah MENGUJI dan menarik kesimpulan. Seharusnya orang-orang Kristen yang membaca blog ini MENGUJI apakah yang ditulis hai hai itu BENAR? apakah yang ditulis oleh Maxixie Mantofa itu benar-benar Penipuan publik? Namun sayangnya orang-orang Kristen itu sudah BUTA dan PICIK. BUTA makanya hanya MELIHAT yang ingin dia lihat. PICIK makanya hanya MENCARI-CARI kesalahan orang lain yang TIDAK salah sama sekali.
Urusan Maxixe Mantofa dengan Allah dan Yesus adalah urusan dia dengan Allah dan Yesus. Dia harus mempertangungjawabkan tindakan dia kepada Yesus dan Allah.
Urusan dia dangan hai hai bengcu adalah urusan dia dengan hai hai dan bengucu. Itu sebabnya saya MENUNTUT pertanggungan jawabnya kepada saya.
Apa yang hai hai bengcu lakukan sama dengan yang dilakukan oleh Yesus yaitu MENYEMBUNYIKAN kebenaran seperti menyembunyikan telur paskah. Apa yang dialami oleh hai hai juga sama dengan yang dialami oleh Yesus dari orang-orang Farisi dan ahli taurat.
Orang-orang yang membaca blog ini harusnya MENCARI kebenaran alias mencari TELUR paskah. Namun yang mereka lakukan justru MENGERITIK cara hai hai menyembunyikan telur paskah. Itu sebabnya orang-orang demikian pulang dengan KESAL. ha ha ha ha …
======
@bengcu ; ha ha ha ha … PASTI dengan modal KONTOL ya nak? ha ha ha …
====
saya kira tulisan diatas benar2 tulus dari kisanak utk memuliakan nama Tuhan Yesus
a. ya
b. tidak
masa harus mempermalukan diri sendiri terus?
tua bangka mulutnya seperti comberan?
orang waras tentu risih dengan
++======
@bengcu ; ha ha ha ha … PASTI dengan modal KONTOL ya nak? ha ha ha …
====
ternyata fans dari kisanak sama tidak warasnya dengan kisanak, baguslah itu tantangan bagi saya, untuk mengembalikan kewarasan kisanak dan fansclub kisanak
kata kata kotor memang tidak enak untuk didengar.. namun berkata kotor belum tentu gila lo… banyak yang bicaranya halus namun gila hehe..
kata kata kotor yang diucap tidak serta merta menyalahkan bahasan yang sebelumnya.. sebaliknya berbicara halus serta mengatasnamakan Tuhan juga tidak serta merta membenarkan isinya..
mempercayai hanya karena membawa nama Tuhan dan perangai halus malah menurut saya yang tidak waras hehehe…
yang penting intinya buktikan dulu sesuatu itu benar atau sesat.. menilai karena menggunakan kata kotor lantas memastikan salah.. sama saja dengan menilai dari kulitnya saja
yang bikin risih justru melihat seseorang yang menyalahkan membabibuta serta membenarkan pendapatnya sendiri namun ketika disuruh membuktikan kebenaran gak bisa… berikan 1 contoh saja kuasa penyembuhan siapa orang yang disembuhkan, sakitnya apa, sembuh karena minum obat atau dipukul roh kudus.. setelah ada buktinya maka saya akan mengikuti jalan yang anda pikir benar itu…
menurut saya yang ada 2 standar yang dipertanyakan disini..
1. Apakah anda setuju berbicara kotor?
2. Apakah anda setuju untuk menguji/ membuktikan penipuan yang terjadi?
jika yang ditanyakan nomor 1 maka tergantung pendapat masing-masing apakah kata kotor itu perlu? kalau saya sendiri berpendapat tidak perlu…
jika yang ditanyakan nomor 2 maka saya jawab perlu diajukan pengujian bagi kasus-kasus semacam ini karena untuk menemukan kebenaran…
Nah.. apakah lantas jika berbicara kotor tidak pantas untuk menguji?? jika dasar dan standarnya ada yaitu alkitab.. maka kata-kata kotor tidak menghalanginya untuk menguji kebenaran donk..
saya tidak setuju dengan kseimpulan genaral yang and buat yakni:
jika berbicara kotor maka SALAH… karena berbicara kotor salah maka fansnya juga SALAH
padahal kita melakukan sesuatu untuk menguji kebenaran bukan untuk berbicara kotor……
Me on kalau kata kontol menurut anda kotor sekalian aja potong kontol anda masa anda membiarkan kontol menempel pada tubuh anda itu klo anda lelaki. Kalau anda prempuan potong aja kontol pacar ato suamimu jgn biarkan kontol itu menempel pada tubuh mereka
ha ha ha ha …. benar juga ya? Kata kontol saja kotor apalagi kontolnya ya? ha ha ha ha …
Jangan hanya terbatas dengan Kitab Suci mas. Alkitab memang perkataan Tuhan, tapi kan manusia yang menulis?
Saya yakin mas ini sesat. Bertobatlah. Semoga Tuhan membuat mas sadar.
Tidak perlu gunakan kata, “Woy,” karena hanya preman pasar dan tukang parkir yang menggunakan kata tersebut.
Apalagi mengatai Ps. Phillip, apalagi mengatai bagian posterior seorang hamba Tuhan.
Serem saya baca komen mas. Tukang Becak saja lebih baik tutur katanya dari mas.
Yohanes 20:29 berkata,
20:29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Jangan melihat dulu baru percaya.