Untuk Apa Mengunjungi Bengcu Menggugat?


Image may contain: one or more people and people standingUntuk apa mengunjungi bengcu menggugat? Mereka yang datang untuk melihat orang suci berhadapan dengan penjahat. Yang datang untuk bertemu orang saleh disambut penghujat. Yang datang untuk belajar disesatkan. Yang datang mencari cinta dibenci. Yang datang mencari pujian dimaki. Yang datang mengajar dihajar. Yang mencari perhatian dipermalukan. Yang minta tolong disuruh hang on.

Mengasihi orang yang sepaham bukan kasih namun konspirasi. Mengasihi karena alasan bukan kasih namun terima kasih. Mengasihi untuk menjalankan perintah agama bukan kasih namun reputasi. Ketika memberi uang kepada pengemis anda tidak peduli siapa dia dan bagaimana akhlaknya serta apa agamanya. Itulah kasih.

27 thoughts on “Untuk Apa Mengunjungi Bengcu Menggugat?

  1. saya lihat Bengcu pakai blog ini juga untuk menguji, kalau-kalau ada pemikirannya yang salah…mengenai kitab wahyu: nubuat tidak berhenti di rasul Yohanes. “And I will appoint my two witnesses, and they will PROPHECY for 1,260 days, clothed in sackcloth Rev 11:3”, jadi pewahyuan masih akan ada setelah Yohanes…

  2. Belajar juga dari “mengalami”…Paulus pertama kali percaya Yesus bukan dari membaca…tapi “melihat sinar terang” dan “mendengar” Yesus berfirman….sebelumnya hasil dia membaca dan belajar dari ahli taurat = menganiaya murid Yesus…

  3. mau contoh? ini ada sebagian kejadian di masa yang akan datang …sebentar lagi akan tergenapi: ada sebuah bank swasta besar di Indonesia yang akan hilang…gereja-gereja juga menyimpan uangnya disana…atm dan cabang bank ini banyak…bank ini dimiliki oleh perusahaan yang tidak peduli akan kesehatan orang…

  4. Anda benar. UJILAH segala sesuatu dan peganglah yang BENAR. Itu sebabnya saya nggak bosan-bosannya mengingatkan bahwa bengcu juga bisa SALAH. bengcu juga bisa SESAT. itu sebabnya UJILAH segala yang ditulisnya. JANGAN telan mentah-mentah.

    Bacalah dari Wahyu 1:1 sampai Wahyu 22:21. Baca berulang-ulang. Saya sudah Baca kitab Wahyu ratusan kali dan belum paham semuanya. Kitab Wahyu adalah SATU KESATUAN bukan UNDANG-UNDANG yang setiap PASAL dan AYAT bicara SATU HAL. Bacalah dengan teliti dan hati-hati. Temukanlah ayat yang menyatakan TIDAK ada wahyu baru lagi.

  5. om bengcu, saya senang membaca tulisan anda, kalo buat saya pribadi sangat menambah wawasan, dan jujur saja saya sudah muak dengan gereja jaman sekarang, semua tentang uang, ke gereja keliatan gk pny uang gak dianggap, ditanya aja ngga sama mereka, biar mampus yg suka khotbah perpuluhan, buah sulung, berkat bila memberi ke gereja sebanyak2nya…bullshit, ngambilin duit jemaat doang, dan ironisnya banyak gereja pecah gara2 uang, sarapppppppp….yg baca tulisan ini gk terima ntar bole protes gw kasih bukti kalo gereja besar UUD ujung2nya duit salah satunya gw yg ngalamin, kupas terus seperti bawang bombay om bengcu, gereja gede kan luar biasa om gedung mewah, bangku kaya di bioskop, pake jas mewah, cincin emas segede telor puyuh, mobil mewah, duit dari mana kalo bukan dari jemaat? Tuhan kirim cek atau transfer dari sorga kali ya, balik ke masalah menambah wawasan, seminggu ini saya belon kelar ngerti kejadian pasal 1 tp sedang membaca perlahan dan hati2, boleh gk om saya nanya kalo ada yg saya gk ngerti? siapa tau om bisa kasih pencerahan, makasih om

  6. wow ….. perusahaan yang tidak peduli akan kesehatan orang pemilik bank itu APA namanya ya? jangan jangan itu juga BARU nubuatan? belum kejadian? ha ha ha ha ,,,,,

  7. Mengunjungi blog Bengcu Menggugat untuk mendapatkan “terjemahan yang lebih baik”. 🙂
    Banyak pengertian2 baru yang saya dapatkan dari “terjemahan yang lebih baik” ini. (y)

  8. supaya kisanak @bengcu tetap bisa eksis dan hidup dengan rasa narsisnya…..mungkin dengan demikian dia merasa “hidup”?…

  9. DSM-IV-TR[edit]
    Symptoms of this disorder, as defined by the DSM-IV-TR, include:[1]

    Has a grandiose sense of self-importance (e.g., exaggerates achievements and talents, expects to be recognized as superior without commensurate achievements).

    Is preoccupied with fantasies of unlimited success, power, brilliance, beauty, or ideal love.

    Believes that he or she is “special” and unique and can only be understood by, or should associate with, other special or high-status people (or institutions).

    Requires excessive admiration.

    Has a sense of entitlement, i.e., unreasonable expectations of especially favorable treatment or automatic compliance with his or her expectations.

    Is inter-personally exploitative, i.e., takes advantage of others to achieve his or her own ends.

    Lacks empathy: is unwilling to recognize or identify with the feelings and needs of others.

    Is often envious of others or believes that others are envious of him or her.

    Shows arrogant, haughty behaviors or attitudes.

    https://en.wikipedia.org/wiki/Narcissistic_personality_disorder

    coba diperiksa dulu kisanak, separah apa ganguan mental yg anda idap

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.