Konspirasi Tolol Memaksa Maria Tetap Perawan


Image result for perawan

Maria yang mendesah karena birahi, Maria yang telanjang dan menggelinjang basah dalam pergumulan dengan suaminya dan Maria yang mengerang nikmat orgasme, mustahil Maria yang suci bagi masyarakat generasi itu.

Tidak ada ayat alkitab yang menyatakan Maria tetap perawan setelah melahirkan apalagi mengharuskannya tetap perawan setelah melahirkan Yesus. Kenapa anda kekeh jumekeh memaksa Maria perawan selamanya?

Maria Tidak Perawan Lagi

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus. Matius 1:24-25

Kerabatku sekalian, Matius 1:24-25 ditulis lama setelah Yesus lahir bahkan lama setelah Yesus mati bangkit lalu naik ke sorga. Apakah ayat tersebut ditulis untuk memberitahu pembacanya bahwa Yusuf tidak pernah bersetubuh dengan Maria selamanya atau Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria HANYA sampai Maria melahirkan Yesus?

Karena yang tertulis adalah “Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya” itu berarti setelah Maria melahirkan anaknya, Yusuf pun bersetubuh dengannya.

Kenapa penulis Matius 1:24-25 merasa PERLU untuk MENCATAT jangka WAKTU Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria dengan TEGAS dan GAMBLANG? Tentu saja untuk MENENTANG dongeng Maria tidak pernah bersetubuh dengan Yusuf selamanya.

Mengutip kalimat Matius 1:24-25 untuk menyatakan Yusuf tidak pernah bersetubuh dengan Maria selamanya benar-benar jaka sembung bawa golok, nggak nyambung blok! Nggak pedas bukan combro, nggak cerdas bro!

Maria Beranak Pinak Yesus Anak Sulungnya

dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Lukas 2:7

Lukas 2:7 tidak ditulis saat Yesus dilahirkan namun ditulis jauh setelah Yesus dilahirkan mati bangkit dan naik ke sorga. Pada saat Lukas 2:7 ditulis, Yesus anak TUNGGAL atau anak SULUNG yang punya adik-adik sudah diketahui PASTI. Apakah ayat tersebut ditulis untuk memberitahu pembaca bahwa Yesus anak TUNGGAL atau anak SULUNG yang punya adik-adik?

Kalau ayat tersebut memang ditulis untuk memberitahu pembaca bahwa Yesus adalah anak tunggal maka kalimat benar yang digunakan penulisnya pastilah, “dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang TUNGGAL,”

Karena yang tertulis adalah, “dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung,” sudah pasti yang ingin disampaikan oleh Lukas adalah setelah melahirkan Yesus Maria bersetubuh dengan Yusuf kemudian mengandung dan melahirkan anak-anak bagi Yusuf.  Itu sebabnya Yesus disebut anak sulung. Mustahil anak TUNGGAL disebut anak SULUNG.

Kenapa Lukas merasa perlu MENEGASKAN seorang anak laki-laki yang dilahirkan oleh Maria adalah anak SULUNG? Tentu saja untuk MENENTANG dongeng Maria hanya melahirkan Yesus semata. Tentu saja untuk memberitakan kepada dunia bahwa Yesus adalah anak SULUNG sebab Maria punya anak-anak lainnya.

Kontol Memar Teper

Memasuki abad ke dua, ajaran Kristen mulai dipertanyakan banyak orang. “Siapakah Yesus?” adalah yang paling banyak dipertanyakan baik oleh orang Kristen maupun penentangnya. Akhirnya mempertanyakan kesucian Yesus pun merembet pada mempertanyakan kesucian Maria ibu-Nya. Para cerdik pandai saat itu berkeyakinan bahwa Yesus mustahil suci bila Maria ibunya tidak suci.

Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging –karena keduanya bertentangan–sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Galatia 5:17

Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Roma 8:7

Masyarakat pada saat itu hidup dengan keyakinan manusia terdiri dari roh dan tubuh. Roh itu suci namun tubuh itu jahat. Keinginan daging itu jahat. Nafsu birahi adalah keinginan daging. Sex itu jahat dan tidak suci. Menjaga keperawanan dan keperjakaan adalah pencapaian tertinggi akan kesucian dan kemurnian.

Maria yang mendesah karena birahi, Maria yang telanjang dan menggelinjang basah dalam pergumulan dengan suaminya dan Maria yang mengerang nikmat orgasme, mustahil Maria yang suci bagi masyarakat generasi itu. Itulah alasan yang mendorong orang Kristen menciptakan berhala Perawan Maria yang tetap perawan setelah melahirkan Yesus. Itulah yang mendorong rohaniwan Kristen hidup selibat. Bukan agar bisa melayani sepenuhnya karena tidak ada gangguan urusan keluarga seperti yang diajarkan oleh Paulus namun untuk menunjukkan komitmennya atas kesucian mengalahkan keinginan daging.

Kerabatku, “Kontol Memar Teper” adalah singkatan dari “Konspirasi Tolol Memaksa Maria Tetap Perawan”. Orang tolol adalah orang yang secara sengaja bertindak bodoh karena yakin tindakan itu bijaksana. Disebut konspirasi tolol karena membentuk konspirasi memaksa Maria tetap perawan adalah tindakan bodoh. BODOH karena tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mendukungnya. BODOH karena Alkitab mengajarkan dengan tegas dan gamblang bahwa Maria setelah melahirkan Yesus lalu bersetubuh dengan Yusuf suaminya dan beranak-pinak.

Kontol Memar Teper muncul pertama kali dipimpin oleh Ignatius dari Antiokhia (3-107). Selanjutnya, dari generasi ke generasi dipimpin oleh Origen Adamantius (184-253), Hilarius dari Poitiers(300-358),  Gregorius Nissa (335-39), Athanasius dari Aleksandria (296-373), Hieronimus Jerome (347-420), Agustinus dari Hippo (354-430), Ambrosius (339-397), Petrus Kristologus (406-450), Paus Leo Agung (440-461), Yohanes Damaskus (676-749), Martin Luther (1483-1546), John Calvin (1509-1564), Ulrich Zwingli (1484-1531) dan  John Wesley (1703-1791). Empat orang pemimpin Kontol Memar Teper yang disebutkan terakhir adalah  para pemimpin reformasi yang memisahkan diri dari gereja Katolik menjadi gereja Kristen.

Kontol Memar Teper mencapai puncaknya ketika Paus ke 260, Paus Pius XII pada tanggal 1 November 1950 menggunakan kuasa Infability Paus ex cathedra (Paus mustahil salah di atas kursi) berdasarkan Konsili Vatikan Pertama untuk menerbitkan Munificentissimus Deus (Tuhan yang sangat murah hati) Maria naik ke Surga yang isi utamanya adalah:

Dengan otoritas dari Tuhan kita Yesus Kristus, dari Rasul Petrus dan Paulus yang terberkati, dan oleh otoritas kami sendiri, kami mengumumkan, menyatakan dan mendefinisikannya sebagai sebuah dogma yang diwahyukan Allah: bahwa Bunda Tuhan yang tak bernoda, Perawan Maria yang tetap perawan, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat tubuh dan jiwanya ke dalam kemuliaan surgawi. MD 44

Maria Ibu Yesus Punya Enam Anak

Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Markus 6:2

Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara (adelphos) Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan (adelphe) ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Markus 6:3

Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Matius 13:54

Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya (adelphos): Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Matius 13:55

Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan (adelphe) semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” Matius 13:56

Kerabatku sekalian, baik Markus 6:2-3 maupun Matius 12:54-56 mencatat kisah yang sama yaitu: Yesus di kampung halaman-Nya Nazaret. Ayat-ayat kedua penulis itu menyatakan dengan tegas dan gamblang sehingga mustahil menyangkalnya.  Ibu Yesus namanya Maria. Selain Yesus Maria ibu Yesus juga memperanakkan Yakobus, Yusuf alias Yoses, Simon dan Yudas. Orang-orang kampung Yesus sendiri yang BERSAKSI sehingga kesaksian mereka mustahil SALAH. Atas kesaksian dua orang atau lebih maka masalah Maria beranak pinak tidak diragukan lagi.

Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara (adelphos) Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Markus 3:31

Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu (adelphos) ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” Markus 3:32

Ibu dan saudara-saudara (adelphos) Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Lukas 8:19

Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu (adelphos) ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.” Lukas 8:20

Bukan hanya penulis Matius dan Markus saja namun penulis Lukas pun mencatat tentang keberadaan sudara-saudara Yesus dengan tegas dan gamblang sehingga mustahil menentangnya. Orang-orang banyak yang memberi kesaksian sehingga perkaranya mustahil diragukan lagi.

Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara (adelphos) Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan (adelphe) ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Markus 6:3

Mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus. Matius 27:56

Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome. Markus 15:40

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Yohanes 19:25

Kontol Memar Teper mengutip Matius 27:56 dan Markus 15:40 serta Yohanes 19:25 untuk membangun dongeng Yakobus, Yoses alias Yusuf, Yudas dan Simon bukan anak Maria ibu Yesus namun anak Maria istri Klopas.

Kerabatku sekalian, siapakah Maria ibu Yakobus dan Yusuf yang berdiri di dekat salib menurut Matius 27:56? Dia adalah Maria Ibu Yesus yang tercatat di dalam Markus 6:3  sebagai ibu Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon.

Siapakah Maria Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses serta Salome yang tercatat di dalam Markus 15:40? Tentu saja dialah Maria ibu Yesus yang tercatat di dalam Markus 6:3  sebagai ibu Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon.

Apakah Yohanes 19:25 mencatat bahwa Yakobus, Yoses alias Yusuf, Yudas dan Simon serta Salome adalah anak Maria istri Klopas? Tidak!

Apakah Yohanes Yohanes 19:25 mencatat bahwa Maria ibu Yakobus, Yoses alias Yusuf, Yudas dan Simon serta Salome yang berdiri di dekat salib mustahil ibu Yesus? Tidak!

Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu (adelphos) ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.” Markus 3:32

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Yohanes 19:26

Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Yohanes 19:27

Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara (adelphos) Yesus. Kisah Para Rasul 1:14

Ingrid Listiati: Dalam Yoh 19:26-27, pada saat Yesus disalibkan, Yesus memberikan Maria ibu-Nya kepada Yohanes (anak Zebedeus) rasul yang dikasihi-Nya, yang bukan saudara-Nya. Seandainya Yesus mempunyai adik-adik, seperti yang dianggap oleh gereja Protestan, perbuatan Yesus ini sungguh tidak masuk di akal. Yesus yang mengecam orang Farisi yang menelantarkan orang tuanya tidak mungkin menyebabkan saudara-Nya sendiri menelantarkan ibu-Nya. Kenyataan bahwa Yesus mempercayakan Maria kepada Yohanes adalah karena Ia tidak mempunyai saudara kandung, karena Bapa Yusuf-pun telah meninggal dunia, dan Yesus tidak mau meninggalkan ibu-Nya sebatang kara.

Kalau Maria tidak punya anak lain, dia pasti sudah terlunta-lunta sejak ditinggal Yesus berkelana dan disangkal oleh Yesus ketika mencarinya seperti yang tercatat di dalam Markus 3:32. Namun alih-alih mencatat Maria terlunta-lunta Alkitab justru mencatat bahwa Maria ditemani oleh anak-anaknya yang lain.

Kalau Maria memang sebatang kara itu sebabnya dititipkan oleh Yesus kepada murid kesayangan-Nya, maka setelah Yesus mati dan bangkit lalu naik ke sorga seharusnya Maria gentayangan bersama murid kesayangan Yesus itu, bukan? Namun hal demikian sama sekali tidak terjadi. Kisah Para Rasul 1:14 mencatat tentang Maria Ibu Yesus kelayapan bersama anak-anaknya yang lain yaitu saudara Yesus. Bila demikian, apa yang sebenarnya terjadi di dekat salib? Yang terjadilah adalah Yesus memperkenalkan dan menitipkan murid kesayangannya kepada Ibunya.

Robert Payesko Mengharuskan Maria Tetap Perawan

Kenapa hal Maria tetap perawan penting? Karena menurut sejarah, penyangkalan terhadap Maria yang tetap perawan akan menuju kepada penyangkalan terhadap kelahiran Yesus melalui Perawan Maria (the virgin birth of Christ), yang kemudian menjadi penyangkalan akan keilahian Yesus.”

Kerabatku sekalian, pernyataan “Robert Payesko, The Truth about Mary, A Summary of the Trilogy, (Queenship Publishing Company, CA, 1998), p.110” di atas adalah PENGAKUAN blak-blakkan bahwa dongeng Maria tetap perawan bukan FAKTA sejarah namun rekayasa untuk menghadapi penyangkalan akan keilahian Yesus.

Agustinus dan Ambrosius Memaksa Maria Tetap Perawan

Agustinus dan Ambrosius: Dengan kuasa Roh Kudus yang sama, Yesus lahir tanpa merusak keperawanan Bunda Maria, seperti halnya setelah kebangkitan-Nya, Dia dapat datang ke dalam ruang tempat para murid-Nya berdoa tanpa merusak semua pintu yang terkunci. (Yoh 20:26). Roh Kudus yang  membangkitkan Yesus dari mati adalah Roh Kudus yang sama yang membentuk Yesus dalam rahim Bunda Maria. Maka kelahiran Yesus dan kebangkitan-Nya merupakan peristiwa yang ajaib: kelahirannya tidak merusak keperawanan Maria, seperti kebangkitan-Nya tidak merusak pintu yang terkunci. Adalah tidak mungkin bahwa Ia yang datang untuk menyembuhkan korupsi/kerusakan, malah merusak keutuhan.”

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Yohanes 20:26

Alkitab tidak mencatat kisah Yesus gentayangan di luar ruangan lalu menembus pintu atau dinding tanpa merusaknya untuk masuk ke ruangan terkunci dimana murid-murid-Nya berkumpul. Namun alkitab mencatat kisah batu penutup gua disingkirkan agar Yesus bisa keluar dari kuburan-Nya.

kejadian Yesus ujug-ujug ada di tengah murid-murid-Nya dalam ruangan terkunci dan batu kuburan Yesus terguling tidak ada kaitannya dengan keperawanan Maria. Menggunakan kisah-kisah tersebut sebagai bukti Maria tetap perawan adalah tindakan bodoh alias tolol. Jaka sembung bawa golok, nggak nyambung, blok!

Kesimpulan

Dongeng Maria Tetap Perawan bukan ajaran alkitab bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab. Kenapa anda kekeh jumekeh memaksa Maria harus tetap perawan padahal kejadiannya tidak demikian? Anda mustahil memaksa Maria tetap perawan karena kejadiannya sudah berlalu dan alkitab mencatat setelah melahirkan Yesus Maria bersetubuh dengan Yusuf lalu beranak pinak empat anak lelaki Yakobus, Yoses alias Yusuf, Yudas dan Simon serta satu anak perempuan yaitu Salome.

99 thoughts on “Konspirasi Tolol Memaksa Maria Tetap Perawan

  1. Kalau benar ada SUMBER LAIN yang menunjukkan bahwa Maria PERAWAN selamanya, tunjukkan saja bro. Kalau anda tidak TUNJUKKAN bagaimana kami bisa tahu nak? Ha ha ha

  2. hahaha… itu kan LAI bukan yg dipakai KATOLIK

    yang dipakai KATOLIK itu LBI…

    MAKANYA CARI TAU DULU.. JANGAN sok Tahu !!

  3. Asal anda ketahui… dasar iman Katolik bukan HANYA berdasarkan Kitab Suci saja (Sola Scriptura) melainkan juga dari Tradisi Suci sebab Kitab Suci lahir dari Tradisi Suci.

    Selain itu, dalam Kitab Suci.. JANGAN HANYA berpatokan pada satu ayat saja.. coba bandingkan dengan ayat-ayat ini :

    1. Lukas 1: 43 : Elisabeth menyebut Bunda Maria sebagai “ibu Tuhanku.”

    2. Matius 1:23: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan mereka akan menamakan Dia Immanuel, yang berarti, “Allah menyertai kita.” Bunda Maria adalah :anak dara itu, maka kesimpulannya, Bunda Maria adalah ibu dari Allah yang beserta kita.

    3. Luk 1:35: Kata malaikat itu, “….sebab anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” Karena anak yang dilahirkan Maria adalah Anak Allah, maka Maria disebut Bunda Allah.

    4. Gal 4:4 “tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.”

    Maka memang, walaupun Maria adalah “sarana” namun sarana ini sungguh istimewa, bukan sebagai sarana tempat yang “asal untuk lewat” saja. Sebab jika tidak demikian, Allah tidak akan berkata demikian kepada Bunda Maria, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau!” (Luk 1:28) Jika kita membaca seluruh Alkitab, kita akan mengetahui bahwa tidak ada satupun orang/ nabi yang disapa Allah dengan salam hormat seperti ini.

    Maka, Maria dipilih Allah, bukan karena ia suci dari dirinya sendiri. Tetapi, karena Allah memang mau memilih Dia sebagai Ibu yang melahirkan Allah Putera, maka ia disucikan oleh-Nya.

    Allah memang dapat memilih siapa saja untuk menjadi Ibu Yesus, tetapi pada kenyataannya Tuhan tidak memilih anda (jika anda perempuan) atau saya, atau orang lain, tetapi, Ia memilih Bunda Maria. Ini suatu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Tuhan memilih Maria karena sejak dari awal mula Tuhan yang Maha Tahu sudah mengetahui bahwa Bunda Maria, dengan kehendak bebasnya akan bekerjasama dengan rahmat yang secara khusus akan diberikan Tuhan kepadanya.

    Pernyataan KETOLOLAN anda ini sama seperti cerita ini :

    Suatu hari, di suatu desa terpencil, ada seorang (sebut saja bernama Sukri) menemukan kloset duduk yang dibuang di dekat jalan kampung. Ia tidak pernah melihat benda itu seumur hidupnya, sehingga tidak tahu kalau itu adalah kloset (jamban). Dia bahkan mengagumi benda itu, karena dipikirnya ‘antik’. Sukri membawa pulang kloset itu ke rumah dan dibersihkannya sampai ‘kincrong‘. Kebetulan esok harinya Sukri berulang tahun dan dia berencana mengundang teman-teman satu kampung. Dia berpikir, alangkah uniknya jika nasi tumpeng ulang tahunnya diletakkan di dalam ‘benda’ itu (yaitu kloset), supaya ‘penemuan baru’-nya ini dapat dipamerkan kepada teman-temannya.

    Sekarang, bayangkanlah, jika anda termasuk di antara orang-orang yang datang ke pesta Sukri. Anda pasti tahu kalau ‘barang’ itu adalah kloset. Apakah reaksi anda begitu melihat nasi tumpeng yang ditempatkan di dalam kloset itu? Ada rasa aneh dan tidak ‘nyambung‘, bukan? Demikianlah, Yesus yang kemuliaan dan kekudusan-Nya jauh melebihi semua, tidak mungkin lahir ke dunia melalui seorang perempuan yang berdosa. Karena noda dosa itu jauh lebih buruk daripada kloset, dan Yesus itu kemuliaannya jauh mengatasi dan tidak dapat dibandingkan dengan nasi tumpeng; maka kesimpulannya, ada jurang yang tak terjembatani antara keduanya. Nasi tumpeng tak pernah klop diletakkan di dalam kloset; dan tentu, Yesus yang Maha Kudus, tak mungkin dapat dikandung oleh rahim seseorang yang tercemar dosa. Maka oleh kuasaNya, Allah menguduskan rahim itu, membuat ia terbebas dari noda dosa. Karena Tuhan tidak dapat mengingkari diri-Nya sendiri yang tanpa dosa, sama seperti Dia tidak dapat menjadi tidak setia (lih 2 Tim 2:13). Allah menghendaki bahwa Kristus yang akan menjadi Pengantara bagi manusia dan diri-Nya harus terpisah dari orang-orang berdosa (lih. Ibr 7:26) maka artinya, ini mensyaratkan bahwa Ia harus dilahirkan oleh seorang perempuan yang terbebas dari noda dosa. Perempuan ini adalah Santa Perawan Maria.

  4. APAKAH anda juga telah melakukan hal yang SAMA ??
    Membaca Kitab Suci full semua dari Kejadian sampe Wahyu pun, meskipun semua isi Kitab Suci anda rebus dan minum tidak akan mampu membuka otak anda yang tercemar utk memahami Kitab Suci dengan baik. Mana mungkin ada ORANG..MAKHLUK seperti anda yang sungguh2 membaca Kitab Suci tapi KELAKUANNYA tidak KARUAN.. ASAL-ASALAN MELONTOK MENGINJAK, MENGHINA, & MEREMEHKAN Agama/Keyakinan orang lain.

    BERKACA DULU.. sedangkan IBLIS saja hafal Kitab Suci tapi kelakuannya = PERSIS seperti ANDA yang BERUSAHA MENYESATKAN Banyak Orang Beriman !!

  5. MEMANGNYA HANYA dengan membaca BAHKAN MENGHAFAL SEMUA AYAT Kitab Suci saja.. sudah menjadi DASAR dan PATOKAN.. anda BISA MENCELA ORANG LAIN YANG TIDAK SEPAHAM dengan anda !!

    MEMANGNYA SEMUA HAL, KEJADIAN, & PERISTIWA yang terjadi pada masa itu.. SEMUANYA tercatat dalam Kitab Suci, sehingga menjadikan OTAK anda YANG SEMPIT.. HANYA MENGANDALKAN Kitab Suci SATU-SATUNYA sebagai Sumber ! PADAHAL dalam Gereja Katolik masih banyak SUMBER LAIN yang TIDAK ANDA KETAHUI..
    yang dijadikan sebagai LANDASAN IMAN Katolik Sejati yang SATU, KUDUS, KATOLIK, & APOSTOLIK !!!

  6. SIAPA ANDA….???!! sehingga BERHAK MENGAMPUNI dosa orang lain..??
    ANDA PIKIR.. anda JURU-SELAMAT, sehingga MEMILIKI KUASA Mengampuni Dosa Manusia ??

  7. TUNJUKKAN dalam Gereja Katolik, bukan DIPAMERKAN kepada orang yang TIDAK LAYAK seperti anda yang menginjak dogma orang lain..!!

    TERLALU BERHARGA.. DOGMA & AJARAN Agama kami untuk diperlihatkan pada anda di blog/postingan SESAT ini !!

    Jika ingin tahu, ANDA SENDIRILAH yang HARUS mencari tahu pada Tokoh Agama kami, CARI SENDIRILAH PADA SUMBER YANG VALID/RESMI/SAH kepada para Romo kami !!

  8. Pertanyaan Anda : Apa tidak pernah baca Roma 3:23….??

    Apakah ANDA juga TIDAK MEMBACA :

    Sebelum Rom 3:23, di ayat 9 dan 10 Rasul Paulus mengatakan, “mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.” Sebenarnya di sini Rasul Paulus mengutip Mazmur 14, khususnya ayat 3, “Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.” Mazmur 14 ini ditulis Raja Daud yang menyampaikan ratapannya tentang besarnya pemberontakan bangsa Israel. Sebab musuh Raja Daud pada saat Mazmur itu ditulis, tidak lagi hanya bangsa-bangsa non Yahudi, tetapi bangsa Yahudi itu sendiri, bahkan orang terdekat dan anggota keluarganya sendiri, Saul dan Absolom. Maka Raja Daud menggunakan kata “semua” adalah dalam konteks menyatakan semua golongan, baik Yahudi maupun non Yahudi- dan bukannya bermaksud untuk menyatakan semua orang. Kita ketahui demikian, karena segera sesudah menyebutkan “semua orang melakukan kejahatan”, Raja Daud menyebutkan “umat-Ku” (ay. 4) dan “angkatan yang benar” (ay.5). Kalau semua orang (dalam arti setiap orang tanpa kecuali) adalah jahat seperti yang disebutkan pada ayat 3 tersebut, siapa yang disebut Raja Daud sebagai “angkatan yang benar” tersebut? Sama konteksnya dengan perkataan Raja Daud, Rasul Paulus juga mengatakan “semua” dalam ayat Rom 3:23 dalam arti semua golongan telah berdosa terhadap Tuhan, tidak hanya orang-orang non- Yahudi, namun orang Yahudi juga. Jadi yang ingin disampaikan di sini adalah, tidak adanya beda antara orang yang bersunat dan tidak bersunat, kedua kelompok itu mempunyai dosa- dosa yang dilakukan oleh pribadi- pribadi di dalamnya, dan keduanya memerlukan kasih karunia Allah untuk dibenarkan di dalam iman akan Yesus Kristus.

    Jadi perikop ini tidak bermaksud untuk menyatakan bahwa “semua orang telah berbuat dosa” dalam arti mutlak. Sebab Yesus adalah perkecualiannya, dan anak- anak yang di bawah umur (under the age of reason) juga demikian. Gereja Katolik mengajarkan bahwa Bunda Maria juga termasuk kekecualian dalam hal ini.

  9. SALAH SATUNYA :

    Dogma Perawan Bunda Maria dikandung Tidak Bernoda.

    Bukan pengajaran ‘kagetan’ melainkan sudah diajarkan oleh para Bapa Gereja sejak lama :

    Gereja Katolik tidak pernah mengubah, menghapus, atau menambah pengajaran “deposit of faith” yang ada padanya sejak dari Gereja awal, namun hanya menjaga dan mempertahankannya. Perlu kita ingat bahwa Tradisi Suci dan Kitab Suci bagi orang Katolik itu sama pentingnya, karena berasal dari sumber yang sama: Allah sendiri. Dogma Perawan Maria dikandung tanpa noda ini telah dirintis oleh Paus Sixtus IV (abad ke-15) yang diteruskan sampai ke jaman Paus Pius IX (abad ke -19), tetapi sesungguhnya pengajaran tersebut sudah merupakan hal yang diyakini oleh Gereja sejak abad awal, seperti dinyatakan oleh Santo Ephraem (abad ke-4) ((Santo Ephraem dalam “Nisibene Hymns”, 27, (dikutip dan diterjemahkan dari buku The Teachings of the Church Fathers, ed. John R Willis, S.J., Ignatius Press, San Francisco, 2002 reprint, edisi asli Herder and Herder, New York, 1966 h. 361) menulis, “Sungguh Engkau, Tuhan, dan BundaMu adalah hanya satu-satunya yang cantik sempurna di dalam segala hal; sebab, Tuhan, tidak ada noda di dalam-Mu dan juga tidak ada noda apapun di dalam BundaMu…”)) dan Santo Agustinus (abad ke-5) ((Santo Agustinus, dalam “On Nature and Grace“, Chap. 36:42, (dikutip dan diterjemahkan dari buku The Teachings of the Church Fathers, Ibid., h. 265) menulis, “Kita harus menerima Perawan Maria yang kudus, tentangnya saya tidak akan pernah mempertanyakan jika kita membahas tentang dosa, karena hormatku kepada Tuhan, sebab dari Dia kita tahu akan betapa berlimpahnya rahmat untuk mengalahkan dosa sampai sekecil- kecilnya, telah diberikan kepadanya (Bunda Maria) yang telah dipercayakan untuk mengandung dan melahirkan Dia (Yesus) yang sudah pasti tidak berdosa…”)) dengan dasar pemikiran dari Santo Ireneus (abad ke-2). ((Santo Irenaeus, dalam “Against Heresies, V, The New Creation in Christ” (dikutip dan diterjemahkan dari buku Early Christian Fathers, ed. Cyril C. Richardson, Touchstone, Simon & Schuster, NY, 1996) hl. 389-390, menyebutkan Maria sebagai Hawa yang baru, “Seluruh umat manusia berada dalam kuasa maut melalui perbuatan seorang perawan (Hawa), maka seluruh umat manusia juga diselamatkan melalui seorang perawan (Maria, Hawa yang baru) dan karenanya, ketidaktaatan seorang perawan diimbangi oleh ketaatan perawan yang lain.” Dari sini, para Bapa Gereja menyimpulkan bahwa ketaatan total Maria dimungkinkan oleh ketotalan kemurniannya tanpa dosa asal.))

    Jadi Dogma tersebut bukan pengajaran ‘kagetan’ atau innovasi dari Paus Pius IX di abad ke-19 !

  10. Pengajaran dari para Pendiri Gereja Protestan :
    Mungkin banyak dari saudara-saudari yang kita yang beragama Kristen non-Katolik tidak mengetahui bahwa para pendiri gereja Protestan awal juga mengajarkan mengenai Hal Maria yang Tetap Perawan :

    1. Martin Luther (1483-1546): “Sudah menjadi iman kita bahwa Maria adalah Ibu Tuhan dan tetap perawan…. Kristus, kita percaya, lahir dari rahim yang tetap sempurna (‘a womb left perfectly intact’).” ((Diterjemahkan dari Martin Luther, Works of Luther, Vol. 11, p. 319-320; Vol. 6, p. 510.))

    2. John Calvin (1509-1564): “Ada orang-orang yang ingin mengartikan dari perikop Mat 1:25 bahwa Perawan Maria mempunyai anak-anak selain dari Kristus, Putera Allah, dan bahwa Yusuf berhubungan dengannya kemudian, tetapi, betapa bodohnya pemikiran seperti ini! Sebab penulis Injil tidak bermaksud merekam apa yang terjadi sesudahnya; ia hanya mau menyampaikan dengan jelas hal ketaatan Yusuf dan untuk menyatakan bahwa Yusuf telah diyakinkan bahwa Tuhanlah yang mengirimkan malaikatNya kepada Maria. Yusuf tidak pernah berhubungan dengan Maria …(He had therefore never dwelt with her nor had he shared her company)… Dan selanjutnya Tuhan kita Yesus Kristus dikatakan sebagai yang sulung. Hal ini bukan berarti bahwa ada anak yang kedua dan ketiga, tetapi karena penulis Injil ingin menyampaikan hak-hak yang lebih tinggi (precedence). Alkitab menyebutkan hal ‘sulung’ (firstborn), baik ada atau tidaknya anak yang kedua.” ((Diterjemahkan dari John Calvin, Sermon on Matthew, 1:22-25, published in 1562.))

    John Calvin bahkan mengecam Helvidius, yang mengatakan bahwa Maria mempunyai banyak anak. ((Lihat Bernard Leeming, “Protestants and Our Lady“, Marian Library Studies, January 1967, p.9.))

    3. Ulrich Zwingli (1484-1531): “Saya yakin dan percaya bahwa Maria, sesuai dengan perkataan Injil, sebagai Perawan murni melahirkan Putera Allah dan pada saat melahirkan dan sesudahnya selalu tetap murni dan tetap perawan (‘forever remained a pure, intact Virgin’).” ((Diterjemahkan dari Zwingli Opera, Vol. 1, p. 424.))

    4. John Wesley (1703-1791)menulis: “Saya percaya bahwa Dia (Tuhan Yesus) telah menjadi manusia, menyatukan kemanusiaan dengan keilahian dalam satu Pribadi; dikandung oleh satu kuasa Roh-Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria yang terberkati, yang setelah melahirkan-Nya tetap murni dan tetap perawan tak bernoda.” ((Diterjemahkan dari John Wesley, Letter to a Roman Catholic, July 18, 1749.))

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.