Pelayan Ekaristi Tolol Di Gereja Stella Maris


Gambar: litac-consultant.com

Ekaristi (Yunani: Eukaristen) artinya bergembira. Ekaristi adalah perjamuan  kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Pelayan ekaristi adalah HAMBA yang melayani bukan TUHAN yang menghakimi.

Sejak baptis sidhi tahun 1986 di GKI (Gereja Kristen Indonesia), sudah ribuan kali saya mengikuti Misa baik di Kampus Unika Atma Jaya Jakarta maupun di berbagai gereja Katolik dan di tempat-tempat lainnya di seantero pelosok Indonesia. Sudah ribuan kali pula saya menikmati sakramen ekaristi alias Perjamuan Kudus dalam misa.

Ketika kuliah di Atma Jaya, saya belajar teologi Katolik kepada almarhum romo Broto dan Mgr Leo Sukoto, uskup agung Jakarta saat itu. Keduanya yang mengajari saya bahwa baptisan dan sidhi GKI diakui oleh gereja Katolik. Itu sebabnya semua orang yang sudah dibaptis sidhi di GKI boleh ikut perayaan ekaristi dalam misa. Istri saya seorang Katolik. Kami menikmati kebaktian sama seperti kami menikmati misa. Kami menikmati perayaan ekaristi sama seperti kami merayakan perjamuan kudus.

Saya menerima hosti (roti perjamuan) dengan cara biasa. Meletakkan telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan dan membiarkan pelayan ekaristi meletakkan hosti ditelapak tangan kiri saya. Bergerak ke kanan satu atau dua langkah, menatap langit, menyapa Allah kemudian menunduk dan menikmati hosti. Tidak jarang hostinya saya bawa ke bangku saya. Setelah berlutut dan berdoa, saya baru memakannya. Perayaan ekaristi adalah perayaan untuk mengenang Kristus. Adalah perayaan perjamuan antara Kristus dan mempelai-Nya.

Tanggal 29 November 2014, Jam 11.00 WIB, saya dan Iis (ini istri saya) serta anak kami menghadiri misa pernikahan seorang sahabat di gereja Katolik Stella Maris Pluit Jakarta.  Pastor yang melayani Misa minta tolong dua orang suster untuk membantunya melakukan pelayanan ekaristi alias membagi-bagikan hosti.

Saya maju untuk menikmati sakramen ekaristi. Suster itu menatap ragu ketika memberi hosti kepada saya. Mungkin penampilan saya tidak berkenan baginya. Mungkin baginya rambut panjang sepantat dan baju tradisional Tionghoa sama sekali tidak mencerminkan iman Katolik? Ha ha ha ha … Dengan ragu-ragu dia meletakkan hosti di telapak tangan kiri saya yang ada di atas telapak tangan kanan saya, “Tubuh Kristus,” ucapnya. “Amin,” saya menanggapinya. Saya lalu bergeser ke kanan satu langkah.

Karena misdinar yang berdiri di samping suster bergeser menghalangi saya dari mimbar dan memandang aneh maka saya kembali bergeser satu langkah ke kanan agar bisa menghadap mimbar tanpa penghalang. Saya juga takut menghalangi orang yang mengambil hosti di setelah saya. Ketika tunduk hendak mengambil hosti dengan tangan kanan untuk memakannya, misdinar itu justru memegang tangan kiri saya dan berkata, “Hostinya harus dimakan di sini pak!” Dia lalu mengambil hosti di tangan saya.

Saya mengambil kembali hosti itu dari tangannya dan menatap misdinar itu. Aneh! Apa urusan dia dengan hosti dan cara saya memakannya? Tindakannya merusak kenikmatan saya merayakan ekaristi benar-benar kurang ajar. Karena merasa tidak nyaman makan hosti dengan gangguan misdinar itu maka saya pun bermaksud membawa hosti itu ke bangku untuk melanjutkan makan hosti di sana saja.

Alih-alih membiarkan saya pergi, misdinar itu justru mencegat saya dan memaksa saya untuk makan hosti di situ juga. “Harus dimakan di sini pak. Tidak boleh dibawa pergi.”

Melotot kepada misdinar itu saya menunjuk wajahnya dengan telunjuk kiri dan berkata, “Tolong. Jangan kurang ajar.”  Sambil menunjukkan hosti di tangan kanan saya kepadanya saya berkata, “Saya tahu apa yang saya lakukan dengan hosti ini.” Misdinar gila. Dia berusaha mengambil hosti yang saya acungkan. Saya mengelak dan berbalik untuk meninggalkannya.

Begitu saya berbalik, suster yang tadi membagikan hosti mencegat saya. Dia bertanya, “Mau dibawa kemana pak?” Menatapnya saya berkata, “Saya perlu waktu untuk berdoa dulu sebelum makan hosti ini.” Aneh bin ajaib. Dia bekata, “Nggak boleh pak. Harus dimakan di sini. Nggak boleh dibawa pergi” Misdinar itu menguatkannya dengan berkata, “benar pak harus dimakan di sini. Tidak boleh dibawa pergi.”

“Tidak boleh dibawa pergi pak. Bapak orang Katolik?” tanya suster itu. “Bapak orang Katolik bukan?” lanjutnya galak. “Apa itu orang Katolik?” saya bertanya. “Orang Katolik adalah pengikut Kristus. Saya pengikut Kristus!”

Suster itu berusaha mengambil hosti yang saya pegang dengan jari telunjuk dan jempol setinggi dahi sambil berkata, “Tidak boleh dibawa, pak. Kembalikan. Kembalikan.”

Perilaku misdinar dan suster itu benar-benar menyebalkan. Ingin sekali mengungkapkan kemarahan saya dengan meremas  hosti yang sudah tercemar karena dipegang oleh misdinar TOLOL dan suster GOBLOK itu sampai hancur kemudian membuangnya ke lantai lalu menginjak-injaknya diakhiri dengan mengebaskan debu dari sepatu saya di hadapan mereka.

Namun tindakan demikian pasti akan menimbulkan keributan. Itu sebabnya tidak saya lakukan. Membuat keributan di misa pernikahan sahabat saya gara-gara misdinar dan suster yang merasa dirinya HEBAT karena membela KATOLIK. Ha ha ha ha ha …..  Tak U U ya.

Itu sebabnya, alih-alih ngamuk saya justru tersenyum dan berkata kepada suster itu, “Saya kembalikan hosti ini” Suster itu mengambil hosti yang sudah tercemar itu dari tangan saya kemudian memasukkannya ke dalam piala. Wajahnya cerah sorot matanya penuh kemenangan. Dia pasti merasa HEBAT karena berhasil membela IMAN Katolik. Ha ha ha ha ha …

METADON adalah obat pengganti obat bius yang diberikan kepada pecandu untuk mengatasi kecanduannya (sakau). Metadon memberi efek sama seperti mengonsumsi obat bius namun tidak menyebabkan kecanduan. Agar tidak dijual maka pecandu narkoba harus menunjukkan Kartu Identitas sebagai bukti dirinya berhak menerima jatah metadon. Dia juga harus menelan metadon jatahnya di hadapan petugas yang akan memeriksa mulutnya untuk memastikan metadon jatahnya sudah ditelannya.

Kerabatku sekalian, umat Katolik yang terhormat, hosti bukan METADON dan sakramen ekaristi bukan pembagian jatah metadon. Itu sebabnya mereka yang maju mengambil hosti nggak perlu menunjukkan kartu baptis sidhi dan mereka yang menerima hosti tidak perlu DIPAKSA menelan hosti di depan pelayan ekaristi.

Handai taulanku sekalian, umat Katolik yang mulia, izinkan saya memberitahu anda bahwa PELAYAN ekaristi bukan TUAN namiun HAMBA yang tugasnya MELAYANI mempelai Kristus yang sedang MENIKMATI perjamuan KUDUS. Itu sebabnya pelayan ekaristi tidak berkuasa untuk menyeleksi siapa yang boleh dan siapa yang tidak boleh makan hosti, juga tidak berhak memaksa mempelai Kristus harus  makan hosti di mana dan harus makan hosti bagaimana?

Umat Katolik yang mulia, bukankah sebelum perayaan ekaristi ada pengumuman bahwa hosti hanya diperuntukan bagi mereka yang sudah dibaptis secara Katolik? Pengumuman itu adalah jaminan bagi pelayan ekaristi bahwa mereka yang maju mengambil hosti memang berhak secara tradisi gereja Katolik. Itu sebabnya mereka harus dilayani dengan tulus tanpa prasangka dan tanpa pilih bulu.

Umat Katolik yang terhormat, izinkan saya memberitahu anda bahwa perayaan ekaristi adalah perjamuan kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Mereka yang maju mengambil hosti adalah mempelai Kristus. Itu sebabnya sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani mereka dengan tulus tanpa prasangka.

Apabila pelayan ekaristi mencurigai seseorang tidak berhak makan hosti dan atau makan hosti dengan cara yang tidak sesuai dengan tradisi Katolik, dia tidak boleh MERUSAK PERAYAAN ekaristi dengan MENEGOR apalagi MEMPERMALUKAN orang tersebut saat perayaan ekaristi berlangsung.

Sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani semua tamu tanpa pamrih dan tanpa pilih bulu. Biarkan mempelai Kristus yang anda curigai menikmati pelayanan anda. Biarkan dia menikmati perayaan ekaristi dengan caranya. Setelah misa berakhir anda punya waktu untuk mendekatinya guna mencari KEBENARAN tentang dirinya dan perilakunya dan MENEGOR-nya bila anda mengaggap tindakan demikian baik untuk dilakukan.

Kerabatku sekalian, anda bisa membayangkan apa yang terjadi bila hai hai tidak mengalah ketika dipaksa makan hosti di tempat dan dipaksa mengembalikan hosti karena dicurigai bukan Katolik?  Ha ha ha ha …

Saya menulis blog ini bukan untuk melampiaskan kemarahan apalagi balas dendam namun untuk bersaksi tentang apa yang saya alami hari ini dengan harapan mereka yang membacanya tidak bertindak TOLOL dan tidak berlaku GOBLOK di dalam misa, khususnya dalam perayaan ekaristi.

NB.
Misdinar alias putera altar adalah anak-anak muda yang membantu pastor menyelenggarakan misa.

Orang-orang Katolik yang MENUDUH hai hai MELECEHKAN sakramen ekaristi berpikir di gereja Katoliklah Sakramen ekaristi paling DIHORMATI. Padahal di GKI sakramen ekaristi JAUH lebih dihormati dari pada di gereja Katolik.

Di GKI Perjamuan Kudus alias Sakramen Ekaristi baru diadakan setelah DUA kali DIUMUMKAN kepada Jemaat alias diumumkan dalam DUA kali KEBAKTIAN Minggu. Tujuannya adalah MENGHIMBAU anggota JEMAAT agar mempersiapkan DIRI untuk menghadapi SAKRAMEN perjamuan kudus. Itu berarti anggota jemaat GKI diberi waktu 20 hari untuk memeriksa dan mempersiapkan diri secara JASMANI dan ROHANI sebelum merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.

Undangan ikut misa nikah saya terima sekitar tanggal 7 November 2014 yang lalu. Sejak hari itu saya mempersiapkan DIRI untuk merayakan sakramen ekaristi di misa pernikahan sahabat saya.

Hai hai bukan orang Katolik yang mengambil hosti setiap kali ikut misa. Dia juga bukan orang Kristen CELAMITAN yang ikut-ikutan minta hosti di misa. Namun hai hai adalah orang GKI yang mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani jauh-jauh hari untuk merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.

Orang-orang Katolik mengutamakan makan hosti di depan pelayan ekaristi?  Bagi orang GKI, SIKAP hati adalah yang paling UTAMA dalam sakramen perjamuan Kudus.

hai hai dicegat dan dipepet ketika dia bergeser ke kanan satu langkah untuk makan hosti. Tangannya ditangkap dan hostinya dicomot ketika dia bergeser ke kanan selangkah lagi untuk makan hosti. Iitulah alasan kenapa hai hai MERASA perayaan ekaristinya DICEMARKAN oleh misdinar dan MERASA perlu untuk BERDOA dulu sebelum MAKAN hosti. Ketika tidak diizinkan oleh suster, hai hai mengembalikan hostinya.

Tindakan hai hai demikian DIANGGAP melecehkan aturan gereja Katolik? MELECEHKAN aturan yang mana ya? Hendak berdoa dulu sebelum makan hosti untuk menjaga KEKUDUSAN sakramen ekaristi tidak melanggar aturan gereja Katolik.

Apa susahnya membiarkan hai hai berdoa dulu di bangku barisan depan baru makan hostinya? Membiarkan hai hai BERLUTUT berdoa dulu di depan altar sebelum makan hostinya, mustahil melanggar peraturan. Tujuan misdinar dan suster itu ingin MENCEGAH hai hai mencemarkan hosti, bukan?

Orang-orang Katolik yang menuduh hai hai dari GKI tidak boleh ikut Sakramen Ekaristi adalah mereka yang asal JEBLAK.  Kalau saja sedikit rendah hati dan BELAJAR, sebetulnya tidak sulit untuk mengerti.

Kitab Hukum Kanonik Katolik

Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
Bila memang harus ditetapkan siapa yang SALAH dan siapa yang TIDAK SALAH, maka inilah kesimpulan hai hai. Silahkan klik di SINI untuk membacanya.

1,125 thoughts on “Pelayan Ekaristi Tolol Di Gereja Stella Maris

  1. @Ernest Raenald, saya sudah puas dengan KETERKENALAN diri saya. Selama 6 bulan ini, jumlah rata-rata total HITS blog bengcumenggugat adalah 2.000 hits dan terus meningkat. Kalau mau jawaban atas pertanyaan anda, silahkan BACA blog saya ini dengan teliti dan hati-hati. Kalau sudah bca 10 kali belum ngerti juga, silahkan bertanya, nanti saya ajari anda.

  2. Mas yg punya blog..sebaiknya anda belajar dulu tentang Iman Katolik sebelum menghakimi misdinar dan suster yang “goblok” 🙂
    Air beriak tanda tak dalam mas, GBU

  3. @bahtra, anda itu KATOLIK. Orang KATOLIK kalau mau ngerti aturan gereja Katolik bukan asal NGEJEbLAK namun belajar Katekismus dan KITAB HUKUM KANONIK KATOLIK. nich saya kasih oleh-oleh satu ayat dari KITAB HUKUM KANONIK KATOLIK yang menyatakan orang Kristen boleh ikut sakramen ekaristi.

    Kitab Hukum Kanonik Katolik

    Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.

  4. Ooo org GKI bahasa yg digunakan sehari hari seperti ini ya; TOLOL GOBLOK JEBLAK (hanya copy paste, tidak kurang or lebih). Tolong hati2 dalam menilai dan berkata apalagi sampai menjelekkan orang atau agama lain, He watch you. ALWAYS

  5. Kisanak, memangnya gereja Katolik menyelengarakan sakramen ekaristi setiap hari? di GKI kebaktian cuma dilakukan hari Minggu itu sebabnya kalau anda MENUNTUT Perjamuan Kudus setiap hari, anda dipersilahkan untuk MENYELENGGARAKANNYA sendiri.

    di GKI ada yang percaya hosti adalah tubuh dan anggur adalah darah Kristus. Namun banyak juga yang percaya hosti dan anggur hanya SIMBOL tubuh dan darah Kristus. di GKI orang yang melayani Perjamuan Kudus disebut PELAYAN Perjamuan Kudus. Orang yang menikmati perjamuan Kudus disebut MEMPELAI Kristus. Itu sebabnya kalau anda mau menerima hosti dan anggur dengan berlutut, anda akan dilayani dengan senang hati.

    di GKI PELAYAN Perjamuan Kudus benar-benar betindak sebagai PELAYAN sama seperti pelayan di pesta NIKAH. Makanya PELAYAN Perjamuan Kudus tidak akan betindak KURANG AJAR dengan BERTANYA atau MEMERIKSA apakah anda PANTAS atau tidak pantas ikut Perjamuan Kudus apalagi MENUDUH anda bukan GKI dan tidak BOLEH ikut Perjamuan Kudus.

    Bagaimana bila ada orang yang nyata-nyata belum pantas menerima Perjamuan Kudus ikut Perjamuan Kudus? Dia akan dilayani sama seperti melayani Mempelai Kristus yang lain. Melayani Perjamuan kudus tidak ada DISKRIMINASI.

    Orang yang belum layak menerima Perjamuan Kudus namun menerima Perjamuan Kudus atau orang yang BERTINDAK tidak pantas di dalam Perjamuan Kudus dianggap DOMBA yang SESAT yang HARUS diselamatkan, bukan MUSUH yang MENGHINA GKI dan MENGHINA simbol atau tubuh dan darah Kristus. Domba yang tersesat HARUS di-GEMBALAKAN, bukan DIGEBUKIN apalagi dibunuh.

    Pendeta dan Tua-tua akan mengatur waktu untuk pergi mengunjungi orang tersebut dan mengajarinya tentang Perjamuan Kudus.

    Jadi, kisanak, apabila anda ikut Kebaktian dan Perjamuan Kudus di GKI, anda tidak akan DILARANG meskipun anda memakai kalung SALIB yang ada patung Yesusnya dan membuat tanda salib ketika berdoa. Apabila anda menggambil roti kemudian membuangnya dan menginjak-injaknya serta mengambil anggur dan menyiramkannya ke lantai, anda tidak akan DIGEBUKIN dengan tuduhan MENGHINA GKI dan MENCEMARKAN Perjamuan Kudus namun anda akan DIGEMBALAKAN alias DIAJARI tentang Perjamuan Kudus.

    PELAYAN Perjamuan Kudus HARUS melayani BUKAN menghakimi. DOMBA yang SESAT harus DISELAMATKAN bukan DIGEBUKIn apalagi DIBUNUH.

    Di GKI Perjamuan Kudus diumumkan 2 kali berturut-turut. Itu berarti anggota jemaat GKI dihimbau untuk MEMPESIAPKAN diri selama 20 hari sebelum menikmati Perjamuan Kudus pada hari ke 21 alias minggu ke 3. GKI menjaga PErjamuan Kudus dengan MENGAJAR bukan MENGHAKIMI.

    sejak kelas 3 SD tahun 1973 sampai sekarang, Saya sudah membaca Perjanjian Lama dari Kejadian sampai Maleakhi RATUSAN kali. Petrus belum tentu PERNAH membacanya, karena pada saat itu Perjanjian Lama tidak boleh dibaca sembarang orang. Tersedia semuanya. Itu sebabnya, bukan hal aneh bila saya memahami kitab Perjanjian Lama lebih baik dari murid-murid Yesus bahkan Paulus.

    Paulus belum tentu pernah membaca keempat Injil secara lengkap dan surat-surat rasul dan kitab Wahyu. Yohanes belum tentu pernah membaca semua Injil dan surat-surat Paulus dan rasul lainnya. Sementara itu di kelas 2 SD tahun 1972 saya langsung membaca kitab Perjanjian baru sampai tamat dalam waktu satu minggu. Sampai hari ini, saya sudah baca Perjanjian Baru ratusan kali. Itu sebabnya bukan hal aneh bila saya TAHU dan memahami jauh lebih banyak dari Paulus dan Yohanes serta rasul-rasul lainnya.

    Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. 1 Raja-Raja 19:8

    Kecepatan jalan kaki manusia normal adalah 5 km/jam. Itu berarti Elia berjalan 40 X 24 Jam X 5 km = 4.800 km. Pernakah anda menghitungnya hal demikian? Pernahkan anda membuka peta untuk melihat 4.800 km dari tempat Elia mulai jalan itu di mana ya? Belum pernah ada teolog yang melakukannya. Setahu saya, hai hai orang pertama yang menghitungnya dan melihat peta.

    Anda pasti tahu kisah orang Majus dipimpin oleh BINTANG yang lalu berhenti di atas rumah Yesus. Pernahkah anda keluar rumah lalu MENATAP bintang-bintang di langit biru kemudian berjalan dua gang lalu menatap bintang lagi? Pernahkan anda BERTANYA, bagaiman cara BINTANG di langit biru BERJALAN memimpin orang Majus kemudian berhenti di atas rumah Yesus? Memang tidak ada yang MUSTAHIL bagi Allah namun MUSTAHIL bagi manusia dipimpin oleh BINTANG di langit biru yang berjalan di DEPAN lalu berhenti di rumah Yesus.

    Itulah dua contoh rahasia Kristus yang saya maksudkan.

  6. Kisanak, agama saya TIDAK pernah MENGAJARKAN tidak boleh memaki orang. YEsus sendiri memaki orang yahudi, “hai TOLOL” dan “hai ULAR BELUDAK” Guru kencing berdiri murid kencing berlari. ha ha ha ha …

  7. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Wahyu 3:19

    leo, anda pasti belum pernah BELAJAR wahyu 3:19 bukan? nah, silahkan pelajari, ya. biar ngerti apa itu KASIH.

  8. saya sebagai MISDINAR dalam hal ini saya sangat mendukung tindakan saudara kita yang MISDINAR, bukan karena sama dalam pelayanan tapi kita tau mana benar. anda bilang MISDINAR adalah anak-anak yang membantu melayani dalam Misa, bagaimana anak-anak bisa kurang ajar, kekurang ajar yang anda maksud adalah dari sudut pandang anda, lagipula come on dude.. anak kecil… kami hanya menjalankan tugas. MISDINAR dimanapun diajarkan hal serupa, dan saya sebagai senior pernah menemukan “mahluk” seperti anda, sudah salah dalam aturan ngotot pula sampai tarik urat, kalau kami ya kami ambil dan kami makan Hosti itu. dan asal anda tau aja aturan kami ga segampang yang kalian kira, kami di Khatolik kalau mau Misa harus puasa 1 jam sebelumnya, dan saat menerima Tubuh Kristus kami berdoa, ga main asal maju saja. kami memiliki aturan Liturgis yang banyak dan ngejelimet, jadi kalau anda memang terpanggil dan mengikuti Kristus dengan cara dan Liturgi yang benar, maka kenapa anda tidak dibaptis secara Khatolik, susah dengan syaratnya, banyak aturan, dan mau BEBAS.? kaya di sebelah.. NO WONDER…!!!!!

    Please kami MISDINAR telah menjalankan tugas dengan baik dan tidak sembarangan, dan semua MISDINAR dimanapun sama itulah Apostolik kita… so please banget kalo ga seneng jangan mencela.
    Terima kasih telah memberikan kita pelajaran bahwa diluar sana masih ada “mahluk” seperti anda, dan MISDINAR kami akan semakin berhati-hati

  9. @Ken Tonny, inilah kejadiannya. hai hai dicegat dan dipepet ketika dia bergeser ke kanan satu langkah untuk makan hosti. Tangannya ditangkap dan hostinya dicomot ketika dia bergeser ke kanan selangkah lagi untuk makan hosti. Iitulah alasan kenapa hai hai MERASA perayaan ekaristinya DICEMARKAN oleh misdinar dan MERASA perlu untuk BERDOA dulu sebelum MAKAN hosti. Ketika tidak diizinkan oleh suster, hai hai mengembalikan hostinya.

    Tindakan hai hai demikian DIANGGAP melecehkan aturan gereja Katolik? MELECEHKAN aturan yang mana ya? Hendak berdoa dulu sebelum makan hosti untuk menjaga KEKUDUSAN sakramen ekaristi tidak melanggar aturan gereja Katolik.

    Apa susahnya membiarkan hai hai berdoa dulu di bangku barisan depan baru makan hostinya? Membiarkan hai hai BERLUTUT berdoa dulu di depan altar sebelum makan hostinya, mustahil melanggar peraturan. Tujuan misdinar dan suster itu ingin MENCEGAH hai hai mencemarkan hosti, bukan?

    TINDAKAN misdinar itu SAMA sekali tidak DISEBABKAN karena hai hai KRISTEN. Itu sebabnya tindakan FRONT PEMBELA KATOLIK membenarkan misdinar tersebut dengan MENYALAHKAN hai hai sebagai orang Kristen tidak berhak makan hosti adalah adalah JAKA SEMBUNG ke cilingcing. Nggak NYAMBuNG CING.

    Front PEMBELA Kristen NGAMUK karena hai hai menyebut misdinar itu TOLOL dan suser itu GOBLOK namun kenapa mereka merasa PUAS dengan menyebut hai hai TOLOL dan GOBLOK serta lain sebagainya? Ha ha ha ha …

    Katanya orang Katolik percaya bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan orang berdosa dan mereka meneladi Kristus. Bila tindakan hai hai yang Kristen makan hosti dianggap DOSA dan SALAH, bukankah hai hai adalah orang yg HARUS DISELAMATKAN bukan DITEBAS kepalanya? Ha ha ha ha …..

    TUBUH Yesus untuk MENYELAMATKAN namun ATAS nama MEMBELA tubuh Yesus mau MENEBAS kepada hai hai? ho ho ho hoa …. KATOLIK sekali. ha ha ha ha …

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.