Pelayan Ekaristi Tolol Di Gereja Stella Maris


Gambar: litac-consultant.com

Ekaristi (Yunani: Eukaristen) artinya bergembira. Ekaristi adalah perjamuan  kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Pelayan ekaristi adalah HAMBA yang melayani bukan TUHAN yang menghakimi.

Sejak baptis sidhi tahun 1986 di GKI (Gereja Kristen Indonesia), sudah ribuan kali saya mengikuti Misa baik di Kampus Unika Atma Jaya Jakarta maupun di berbagai gereja Katolik dan di tempat-tempat lainnya di seantero pelosok Indonesia. Sudah ribuan kali pula saya menikmati sakramen ekaristi alias Perjamuan Kudus dalam misa.

Ketika kuliah di Atma Jaya, saya belajar teologi Katolik kepada almarhum romo Broto dan Mgr Leo Sukoto, uskup agung Jakarta saat itu. Keduanya yang mengajari saya bahwa baptisan dan sidhi GKI diakui oleh gereja Katolik. Itu sebabnya semua orang yang sudah dibaptis sidhi di GKI boleh ikut perayaan ekaristi dalam misa. Istri saya seorang Katolik. Kami menikmati kebaktian sama seperti kami menikmati misa. Kami menikmati perayaan ekaristi sama seperti kami merayakan perjamuan kudus.

Saya menerima hosti (roti perjamuan) dengan cara biasa. Meletakkan telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan dan membiarkan pelayan ekaristi meletakkan hosti ditelapak tangan kiri saya. Bergerak ke kanan satu atau dua langkah, menatap langit, menyapa Allah kemudian menunduk dan menikmati hosti. Tidak jarang hostinya saya bawa ke bangku saya. Setelah berlutut dan berdoa, saya baru memakannya. Perayaan ekaristi adalah perayaan untuk mengenang Kristus. Adalah perayaan perjamuan antara Kristus dan mempelai-Nya.

Tanggal 29 November 2014, Jam 11.00 WIB, saya dan Iis (ini istri saya) serta anak kami menghadiri misa pernikahan seorang sahabat di gereja Katolik Stella Maris Pluit Jakarta.  Pastor yang melayani Misa minta tolong dua orang suster untuk membantunya melakukan pelayanan ekaristi alias membagi-bagikan hosti.

Saya maju untuk menikmati sakramen ekaristi. Suster itu menatap ragu ketika memberi hosti kepada saya. Mungkin penampilan saya tidak berkenan baginya. Mungkin baginya rambut panjang sepantat dan baju tradisional Tionghoa sama sekali tidak mencerminkan iman Katolik? Ha ha ha ha … Dengan ragu-ragu dia meletakkan hosti di telapak tangan kiri saya yang ada di atas telapak tangan kanan saya, “Tubuh Kristus,” ucapnya. “Amin,” saya menanggapinya. Saya lalu bergeser ke kanan satu langkah.

Karena misdinar yang berdiri di samping suster bergeser menghalangi saya dari mimbar dan memandang aneh maka saya kembali bergeser satu langkah ke kanan agar bisa menghadap mimbar tanpa penghalang. Saya juga takut menghalangi orang yang mengambil hosti di setelah saya. Ketika tunduk hendak mengambil hosti dengan tangan kanan untuk memakannya, misdinar itu justru memegang tangan kiri saya dan berkata, “Hostinya harus dimakan di sini pak!” Dia lalu mengambil hosti di tangan saya.

Saya mengambil kembali hosti itu dari tangannya dan menatap misdinar itu. Aneh! Apa urusan dia dengan hosti dan cara saya memakannya? Tindakannya merusak kenikmatan saya merayakan ekaristi benar-benar kurang ajar. Karena merasa tidak nyaman makan hosti dengan gangguan misdinar itu maka saya pun bermaksud membawa hosti itu ke bangku untuk melanjutkan makan hosti di sana saja.

Alih-alih membiarkan saya pergi, misdinar itu justru mencegat saya dan memaksa saya untuk makan hosti di situ juga. “Harus dimakan di sini pak. Tidak boleh dibawa pergi.”

Melotot kepada misdinar itu saya menunjuk wajahnya dengan telunjuk kiri dan berkata, “Tolong. Jangan kurang ajar.”  Sambil menunjukkan hosti di tangan kanan saya kepadanya saya berkata, “Saya tahu apa yang saya lakukan dengan hosti ini.” Misdinar gila. Dia berusaha mengambil hosti yang saya acungkan. Saya mengelak dan berbalik untuk meninggalkannya.

Begitu saya berbalik, suster yang tadi membagikan hosti mencegat saya. Dia bertanya, “Mau dibawa kemana pak?” Menatapnya saya berkata, “Saya perlu waktu untuk berdoa dulu sebelum makan hosti ini.” Aneh bin ajaib. Dia bekata, “Nggak boleh pak. Harus dimakan di sini. Nggak boleh dibawa pergi” Misdinar itu menguatkannya dengan berkata, “benar pak harus dimakan di sini. Tidak boleh dibawa pergi.”

“Tidak boleh dibawa pergi pak. Bapak orang Katolik?” tanya suster itu. “Bapak orang Katolik bukan?” lanjutnya galak. “Apa itu orang Katolik?” saya bertanya. “Orang Katolik adalah pengikut Kristus. Saya pengikut Kristus!”

Suster itu berusaha mengambil hosti yang saya pegang dengan jari telunjuk dan jempol setinggi dahi sambil berkata, “Tidak boleh dibawa, pak. Kembalikan. Kembalikan.”

Perilaku misdinar dan suster itu benar-benar menyebalkan. Ingin sekali mengungkapkan kemarahan saya dengan meremas  hosti yang sudah tercemar karena dipegang oleh misdinar TOLOL dan suster GOBLOK itu sampai hancur kemudian membuangnya ke lantai lalu menginjak-injaknya diakhiri dengan mengebaskan debu dari sepatu saya di hadapan mereka.

Namun tindakan demikian pasti akan menimbulkan keributan. Itu sebabnya tidak saya lakukan. Membuat keributan di misa pernikahan sahabat saya gara-gara misdinar dan suster yang merasa dirinya HEBAT karena membela KATOLIK. Ha ha ha ha ha …..  Tak U U ya.

Itu sebabnya, alih-alih ngamuk saya justru tersenyum dan berkata kepada suster itu, “Saya kembalikan hosti ini” Suster itu mengambil hosti yang sudah tercemar itu dari tangan saya kemudian memasukkannya ke dalam piala. Wajahnya cerah sorot matanya penuh kemenangan. Dia pasti merasa HEBAT karena berhasil membela IMAN Katolik. Ha ha ha ha ha …

METADON adalah obat pengganti obat bius yang diberikan kepada pecandu untuk mengatasi kecanduannya (sakau). Metadon memberi efek sama seperti mengonsumsi obat bius namun tidak menyebabkan kecanduan. Agar tidak dijual maka pecandu narkoba harus menunjukkan Kartu Identitas sebagai bukti dirinya berhak menerima jatah metadon. Dia juga harus menelan metadon jatahnya di hadapan petugas yang akan memeriksa mulutnya untuk memastikan metadon jatahnya sudah ditelannya.

Kerabatku sekalian, umat Katolik yang terhormat, hosti bukan METADON dan sakramen ekaristi bukan pembagian jatah metadon. Itu sebabnya mereka yang maju mengambil hosti nggak perlu menunjukkan kartu baptis sidhi dan mereka yang menerima hosti tidak perlu DIPAKSA menelan hosti di depan pelayan ekaristi.

Handai taulanku sekalian, umat Katolik yang mulia, izinkan saya memberitahu anda bahwa PELAYAN ekaristi bukan TUAN namiun HAMBA yang tugasnya MELAYANI mempelai Kristus yang sedang MENIKMATI perjamuan KUDUS. Itu sebabnya pelayan ekaristi tidak berkuasa untuk menyeleksi siapa yang boleh dan siapa yang tidak boleh makan hosti, juga tidak berhak memaksa mempelai Kristus harus  makan hosti di mana dan harus makan hosti bagaimana?

Umat Katolik yang mulia, bukankah sebelum perayaan ekaristi ada pengumuman bahwa hosti hanya diperuntukan bagi mereka yang sudah dibaptis secara Katolik? Pengumuman itu adalah jaminan bagi pelayan ekaristi bahwa mereka yang maju mengambil hosti memang berhak secara tradisi gereja Katolik. Itu sebabnya mereka harus dilayani dengan tulus tanpa prasangka dan tanpa pilih bulu.

Umat Katolik yang terhormat, izinkan saya memberitahu anda bahwa perayaan ekaristi adalah perjamuan kudus antara Kristus dan mempelai-Nya. Mereka yang maju mengambil hosti adalah mempelai Kristus. Itu sebabnya sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani mereka dengan tulus tanpa prasangka.

Apabila pelayan ekaristi mencurigai seseorang tidak berhak makan hosti dan atau makan hosti dengan cara yang tidak sesuai dengan tradisi Katolik, dia tidak boleh MERUSAK PERAYAAN ekaristi dengan MENEGOR apalagi MEMPERMALUKAN orang tersebut saat perayaan ekaristi berlangsung.

Sebagai pelayan ekaristi anda harus melayani semua tamu tanpa pamrih dan tanpa pilih bulu. Biarkan mempelai Kristus yang anda curigai menikmati pelayanan anda. Biarkan dia menikmati perayaan ekaristi dengan caranya. Setelah misa berakhir anda punya waktu untuk mendekatinya guna mencari KEBENARAN tentang dirinya dan perilakunya dan MENEGOR-nya bila anda mengaggap tindakan demikian baik untuk dilakukan.

Kerabatku sekalian, anda bisa membayangkan apa yang terjadi bila hai hai tidak mengalah ketika dipaksa makan hosti di tempat dan dipaksa mengembalikan hosti karena dicurigai bukan Katolik?  Ha ha ha ha …

Saya menulis blog ini bukan untuk melampiaskan kemarahan apalagi balas dendam namun untuk bersaksi tentang apa yang saya alami hari ini dengan harapan mereka yang membacanya tidak bertindak TOLOL dan tidak berlaku GOBLOK di dalam misa, khususnya dalam perayaan ekaristi.

NB.
Misdinar alias putera altar adalah anak-anak muda yang membantu pastor menyelenggarakan misa.

Orang-orang Katolik yang MENUDUH hai hai MELECEHKAN sakramen ekaristi berpikir di gereja Katoliklah Sakramen ekaristi paling DIHORMATI. Padahal di GKI sakramen ekaristi JAUH lebih dihormati dari pada di gereja Katolik.

Di GKI Perjamuan Kudus alias Sakramen Ekaristi baru diadakan setelah DUA kali DIUMUMKAN kepada Jemaat alias diumumkan dalam DUA kali KEBAKTIAN Minggu. Tujuannya adalah MENGHIMBAU anggota JEMAAT agar mempersiapkan DIRI untuk menghadapi SAKRAMEN perjamuan kudus. Itu berarti anggota jemaat GKI diberi waktu 20 hari untuk memeriksa dan mempersiapkan diri secara JASMANI dan ROHANI sebelum merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.

Undangan ikut misa nikah saya terima sekitar tanggal 7 November 2014 yang lalu. Sejak hari itu saya mempersiapkan DIRI untuk merayakan sakramen ekaristi di misa pernikahan sahabat saya.

Hai hai bukan orang Katolik yang mengambil hosti setiap kali ikut misa. Dia juga bukan orang Kristen CELAMITAN yang ikut-ikutan minta hosti di misa. Namun hai hai adalah orang GKI yang mempersiapkan diri secara jasmani dan rohani jauh-jauh hari untuk merayakan sakramen ekaristi alias perjamuan kudus.

Orang-orang Katolik mengutamakan makan hosti di depan pelayan ekaristi?  Bagi orang GKI, SIKAP hati adalah yang paling UTAMA dalam sakramen perjamuan Kudus.

hai hai dicegat dan dipepet ketika dia bergeser ke kanan satu langkah untuk makan hosti. Tangannya ditangkap dan hostinya dicomot ketika dia bergeser ke kanan selangkah lagi untuk makan hosti. Iitulah alasan kenapa hai hai MERASA perayaan ekaristinya DICEMARKAN oleh misdinar dan MERASA perlu untuk BERDOA dulu sebelum MAKAN hosti. Ketika tidak diizinkan oleh suster, hai hai mengembalikan hostinya.

Tindakan hai hai demikian DIANGGAP melecehkan aturan gereja Katolik? MELECEHKAN aturan yang mana ya? Hendak berdoa dulu sebelum makan hosti untuk menjaga KEKUDUSAN sakramen ekaristi tidak melanggar aturan gereja Katolik.

Apa susahnya membiarkan hai hai berdoa dulu di bangku barisan depan baru makan hostinya? Membiarkan hai hai BERLUTUT berdoa dulu di depan altar sebelum makan hostinya, mustahil melanggar peraturan. Tujuan misdinar dan suster itu ingin MENCEGAH hai hai mencemarkan hosti, bukan?

Orang-orang Katolik yang menuduh hai hai dari GKI tidak boleh ikut Sakramen Ekaristi adalah mereka yang asal JEBLAK.  Kalau saja sedikit rendah hati dan BELAJAR, sebetulnya tidak sulit untuk mengerti.

Kitab Hukum Kanonik Katolik

Kan. 844 § 3: Pelayan-pelayan katolik menerimakan secara licit sakramen- sakramen tobat, Ekaristi dan pengurapan orang sakit kepada anggota- anggota Gereja Timur yang tidak memiliki kesatuan penuh dengan Gereja katolik, jika mereka memintanya dengan sukarela dan berdisposisi baik; hal itu berlaku juga untuk anggota Gereja-gereja lain, yang menurut penilaian Takhta Apostolik, sejauh menyangkut hal sakramen-sakramen, berada dalam kedudukan yang sama dengan Gereja-gereja Timur tersebut di atas.
Bila memang harus ditetapkan siapa yang SALAH dan siapa yang TIDAK SALAH, maka inilah kesimpulan hai hai. Silahkan klik di SINI untuk membacanya.

1,090 thoughts on “Pelayan Ekaristi Tolol Di Gereja Stella Maris

  1. Nih maaf aja yaa saya seorang katolik memang agama katolik mengakui pembabtisan dari gereja lain namun anda juga harus memperhatikan dalam tatanan kami “yang berkenan menerima komuni kudus adalah mereka yang telah dibaptis dan menerimakan komuni pertama” jika anda kristen dibaptis iya namun tidak menerima komuni pertama maka anda tidak diperkenankan menerima komuni dalam gereja katolik walaupun sama-sama perjamuan kudus sy tidak bermaksud menceramahi anda namun hanya ingin memperjelas

      • Anda juga harus berani mengakui bahwa anda telah salah karena sudah menerima komuni dlm gereja katolik selama ini tanpa melalui proses yg benar. Org katolik sendiri untuk menrima komuni pertama harus mengikuti pembekalan terlebih dahulu, tidak ujug2 lgs boleh menerima komuni. Anda sendirilah yg asal jeblak, untuk gereja2 ritus timur memang masih terafiliasi dengan katolik roma, protestan kan sudah tidak terafiliasi.

        • Kisanak, anda kan orang katolik, itu sebabnya kembalilah kepada pastur anda untuk belajar jadi orang JUJUR. Orang JUJUR berani benar, orang KATOLIK bodoh seperti anda hanya mau menang sendiri dengan menghalalkan segala cara. itu namanya front pembela kristen. ha ha ha ha ….

          Anda tahu faktanya dalam perang salib, orang katolik KEOK dan mereka jahat sekali. namun anda pasti kekeh jumekeh mengklaim katolik yang menang dan Islam yang jahat sekali. ha ha ha …

  2. Lain kali bawa roti sendiri yang banyak semua kantong saku diisi roti kalo rotinya diambil ngak apa-apa berikan aja lalu bilang ini saya bawa roti cadangan masih banyak, saya bawa sendiri rotinya tadi beli dari toko roti.
    Saya memang selalu bawa roti keju kismis kalo ada perjamuan kudus, kebetulan lokasi gereja saya dekat dengan penjual roti dan kue. saya yakin perjamuan kudus yang pernah dilakukan Yesus rotinya besar dan enak dan minumnya anggur asli bukan air coca-cola. Sama dengan roti yang saya bawa sendiri enak, bergizi dan mengenyangkan

    • ha ha ha ha … mengkriminalisasi bengcu bukan orang katolik adalah perilaku katolik bodoh karena faktanya waktu muda bengcu adalah putra altar dan katolik. ha ha ha …

  3. Pak, saya juga berkuliah di Atma Jaya, saya kebetulan juga kuliah jurusan Pendidikan Keagamaan Katolik (dulunya Teologi). menurut saya, kedua belah pihak tidaklah salah. saya mengerti presepsi suster yang ingin melihat hosti dimakan di depan altar, karena tidak jarang hosti yang diterima, malah disalah gunakan. contohnya saja dibawa pulang lalu diberikan kepada orang tua yang sedang sakit. Pihak bapak juga tidak salah, karena itu merupakan kebiasaan anda. Demikian, terima kasih.

    • sustri kampret itu langsung MENUDUH suhu hai hai bukan orang KATOLIK. Tujuannya sudah pasti yaitu MEMANCINF orang-orang Katolik untuk MENYERANG suhu hai hai agar dia bisa melindungi hosti.

      perilaku suster tersebut itu tidak boleh DIAMPUNI, dia haris DIAJARI agar membina dirinya dan tidak sembarangan NGEJEBLAK dan memancing kerusuhan agama.

  4. Pa.. mungkin karna anda bukan Katholik jadi ga ngerti kalau ada aturan gereja Katolik, bahwa Hosti harus dimakan didepan pembawa hosti,, hal ini bertujuan agar Sakramen Maha Kudus tidak disalahgunakan..
    Hal ini tdk bisa diperdebatkan Pa.. karna sudah aturan yang disepakati gereja Katolik.
    Just share..

    • Katolik atau bukan katolik seharusnya sama-sama pakai AKAL budi ketika membaca suatu blog. jadi kapan anda akan mulai membaca blog tersebut dengan teliti dan hati hari serta berpikir dengan akal budi? Mau mikir pakai dengkul aja bro?

  5. Yang salah adalah Anda. Anda tidak seharusnya menerima komuni. Betul memang baptis GKI diakui oleh Katolik. Namun bukan berarti anda serta merta boleh ikut menerima komuni. Anda harus mengakui dan diterimakan dulu ke dalam gereja Katolik dalam prosesi resmi setelah mengikuti pelajaran baptis dan komuni pertama Katolik selama kurang lebih 6 bulan. Karena baptisan GKI diakui maka pada prosesi tersebut Anda tidak akan dibaptis lagi dengan air namun diterima dengan cara Anda mengakui iman Katolik dan diterima ke dalam gereja Katolik dan kemudian menerima komuni pertama. Baru setelah menerima komuni pertama inilah Anda berhak menerima komuni Katolik. Setelah Anda mengikuti pelajaran barulah Anda akan mengerti kenapa umat Katolik langsung menyantap hosti di depan Imam/ Prodiakon/Suster yang memberikan.

    Yang dilakukan Suster dan Misdinar itu benar. Jangankan hosti yang kudus, jika ada seseorang yang tidak berhak mau mengambil barang Anda pastilah Anda akan menyetopnya saat itu juga.

    • Apakah anda menunjukkan PIAGAM baptis dan Sakramen Krisma setiap kali mau mengambil Hosti? Tentu saja tidak. Apakah anda perlu melihat PIAGAM baptis dan Sakramen Krisma suhu hai hai baru percaya? Tak U U ya? Ha ha ha ….

      Suhu hai hai sudah tua, umurnya 56 tahun. Dia mulai menerima Komuni sejak kelas 1 SMA. Kalau anda SUDAH tua seperti suhu hai hai atau anda bertanya kepada orang-orang Katolik TUA maka anda akan tahu bahwa DULU bahkan saat ini masih banyak orang Katolik yang menerima HOSTI dengan cara menerimanya kemudian membawanya ke bangkunya lalu berlutut berdoa baru memakan hostinya.

      Cara makan hosti demikianlah yang selama ini dilakukan suhu hai hai selama ini sampai dia dilecehkan oleh suster PICIK dan misdinar SOK JAGOAN itu.

      Bagi front pembela Katolik suhu hai hai bengcu PASTI disalahkan DEMI memuliakan ORANG_ORANG KATOLIK bukan? ha ha ha …

      Apakah orang Katolik tidak boleh memeluk agama lain dan beribadah menurut agamanya tersebut? Tentu saja boleh. Hanya FRONT Pembela Katolik GOBLOK yang menyatakan siapa saja hanya boleh MEMELUK SATU agama yaitu KAtolik. ha ha ha ..

      Selain katolik suhu hai hai juga mengangut agama Kristen prostestan, Kharismatik, Buddha, Khonghucu, Dao dan Islam tanpa masalah kok. ha ha ha …Mungkin dengan membaca tulisan di bawah ini anda akan terbuka hatinya?

      https://bengcumenggugat.com/2015/02/27/allah-berlagak-kasih-ciptaan-orang-kresten/#more-5802

    • Lu Katolik, jangan sok jagoan. Biarkan orang lain merayakan Ekaristi dengan khusik. Janan sok-sok Front Pembela Hosti seenak jidatnya. ha ha ha

  6. Suhu hai hai yth. GKI dan Gereja Katolik punya tata cara sendiri sebaiknya jangan membawa tata cara lain jika memang mau terima komuni. Aturan Gereja Katolik sudah baku, ada doa persiapan komuni dan setelah komuni jadi menurut saya tidak perlu disalah artikan. Sikap Suster dan Misdinar adalah menjalankan tata cara yang seharusnya, secara umum dan aturan Gereja Katolik memang Hosti harus dimakan sesaat setelah diterima dari romo/suster/pro diakon, tidak dibawa ke kursi atau dimakan setelah tiba di tempat duduk. sebaiknya sama sama menjaga hikmatnya ibadah masing masing….apalagi ini di gereja. salam semangat bro hai hai selayaknya saling menjaga tradisi masing2 saja…..

    yang pasti syarat utama penerima komuni di Gereja katolik adalah sudah dibaptis secara katolik dan sudah menerima komuni pertama….

    • Mgkin, kalau dia merasa benar merasa paling kenal Tuhan, perlu kita laporkan kasus penistaan saja karena agama lain (dalam hukum RI protestan dan katholik agama yg berdiri sendiri2) tetapi bicara aturan didalam katholik dan merasa benar dan malah menyalahkan tata cara gereja yg ia kunjungi dan mebodoh2 kan suster dan misdinarnya. Dan perbuatan tidak menyenangkan. Kita negara hukum dan saya merasa terganggu.

        • Ktp mu protestan kan secara hukum RI agama mu itu beda dengan Katholik, orang dr agama berbeda. walaupun secara iman bersaudara. Kita bicara hukum RI tempat u tidur dan hidup, agamamu beda dan kamu masuk gereja orang dan menjelek2an petugas gereja agama lain. Jgn menista agama lain. Secara doktrin mengenai hosti juga berbeda

            • Gak tp begitu lu omongin agama komentar dan lain2 apalagi negatif kepada agama yg bukan sesuai KTP lu lu udah ikut campur agama lain paham gak. Bukan masalah misa, masalah ini negara ada hukumnya kok. Klo mau kritik dan saran ke agama mu aja, jgn melangkahi batasnya. Kristen katholik mirip menurut lu, menurut undang2 itu agama yg berbeda.

              • Hukum mana yang bilang HANYA boleh memeluk satu AGAMA? ha ha ha … dasar front pembela katolik lu. otak lu sudah dibodohi oleh pemuka agama lu. ha ha ha

                • Trus di KTP lu ada berapa agama coi? Bisa pakai koma2 di KTP ngomong mikir dulu coiii. Mau kaein aja harus sama agamanya pindah dulu, kalau boleh agamanya pakai koma2 gak perlu pindah agama orang2 tp nambah agama.
                  Ktp Bengcu
                  Agama = senin Protestan, selasa Islam, dst?
                  Terlalu pinter anda. Tp klo kepepet asal omong. Terserah lu mah bilang agama lu banyak, tp secara hukum di indo agama mu sesuai KTP lu.

                    • Wahhh makin bahaya anda selain menista agama lain, dikuar KTP anda, skrg mulai gak sadar hukum negara dimana ada tinggal, mau kawin aja skrg harus sama agama nya om di KTPnya. Ini negara ada Undang2 dan hukum om. Gak usah bawa moyang deh debat pakai data aja. Klo kepepet jgn nyerang pakai debat gak mutu.

                    • Sebaiknya anda hubungi pastur anda dech. Belajar kepadanya biar anda sedikit lebih pinter. Dengan demikian maka anda punya pengetahuan untuk ditunjukkan bukannya bikin malu debat kusir.

                    • Gua baru nikah beda agama coi jd masih inget, bukan kaya lu dah nikah jaman dulu kali, u boleh nilah beda agama gpp bisa diberkati, tp secara catatan sipil lu gak akan lolos. Jd jelas protestan dan katholik agama yg berbeda. Kalau u sebagai KTP protestan banyak komen mengenai agama katholik itu sudah perbuatan gak menyenang kan karena bukan agama lu. Ya u tunggu aja deh surat panggilan ya. Kita buat laporan dulu. Biar u tau kita negara hukum.

    • Gunakan akal budinya untuk berpikir kisanak. Jangan pakai DENGKUL anda untuk membela diri. Bacalah dan berdoalah agar anda paham yang anda baca. ha ha ha ….

  7. situ ngaku pernah komuni? yang ngajarin waktu komuni habis terima hosti trus dibawa di tempat duduk siapa? pernah denger kisah perjamuan kudus? waktu Yesus membagi2 Roti apakah Rotinya itu dibawa ketempat lain terus dimakan sendiri2? dr cara bicara anda sama sekali bukan dr seorang yg mengakui Kristus sbg Tuhan, coba Anda baca lagi Matius 15: 11 Yang masuk ke mulut tidak membuat orang itu najis; hanya yang keluar dari mulutnya, itulah yang menjadikan dia najis.” Bukan apa yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan apa yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”

    • Komuni? Ha ha ha … bukan hanya sering komuni bro, saya juga dulu sering jadi putra altar. Waktu jadi putra altra saya nggak blagu sok jagoan menghakimi siapa yang BOLEH dan tidak boleh komuni. ha ha ha ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.