Adi W Gunawan Dan Muslihat Forensik Hipnosis


adi w gunawan1Ketika saya menyuruh anda tidur, anda pun berusaha untuk tidur. Dalam kondisi demikian, meskipun nampak tidur namun anda terjaga. Saya lalu memberitahu anda bahwa jemari anda menjadi kaku begitu saya menghitung sampai tiga. Kemudian saya menyuruh anda mengepal namun tidak bisa karena jemari anda kaku. Anda melakukan yang saya suruh, berlagak tidak bisa mengepal karena jemarinya kaku. Saya pun membual kepada penonton bahwa anda dalam kondisi hipnosis alias trance. Lagak tidur anda dan dongeng saya memicu dan memacu penonton berangan-angan anda tidak bisa mengepal karena saya membuat jemari anda kaku dengan kekuatan hipnotis. Itulah hipnotis. Itu sebabnya dikatakan, “Hipnotis adalah sulap tanpa trik.”

Memberanikan diri bertanya, di dalam blog berjudul, “Forensik Hipnosis: Untuk Terapi atau Penyidikan?” Adi W Gunawan bersaksi:

Saya ingat beberapa tahun lalu saat saya membantu klien, sebut saja Yon, yang adalah korban selamat dari pengemboman hotel Ritz Carlton. Yon datang ke saya, dari Jakarta, setelah selama sekitar tiga bulan menjalani sesi terapi intensif namun tidak berhasil. Yon, yang adalah saksi mahkota, sempat diwawancarai oleh beberapa televisi nasional dan diminta menceritakan apa yang terjadi saat pengeboman itu.

Yon selalu mulai dengan cerita saat ia mendorong meja kecil, tempat meletakkan makanan, ke dalam restoran. Dan setelah itu tiba-tiba di dalam restoran ada suara ledakan sangat keras. Sampai di sini ia pasti langsung diam, pandangan matanya nanar, tubuhnya dingin dan kaku, tidak bisa digerakkan, ia tidak bisa bersuara. Butuh waktu rata-rata antara setengah jam sampai satu jam untuk Yon bisa kembali ke kondisi normal dan ia tidak bersedia melanjutkan ceritanya.

Apa yang terjadi? Saat menjawab pertanyaan wartawan, Yon kembali mengalami peristiwa ini, di dalam pikirannya, dan ia kembali “mengalami” (revivifikasi) kejadian ini. Dengan demikian setiap kali ia menceritakan kejadian ini, ia mengalami trauma ulang. Semakin lama kondisinya menjadi semakin parah karena trauma yang berulang. Menurut profesional yang menanganinya, Yon mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Selain mengalami stres ia juga tidak bisa melihat meja makan ukuran kecil, kerumunan orang banyak, pintu darurat, dan mendengar suara keras seperti mercon, guntur, atau suara sepeda motor yang digeber. Setiap kali melihat atau mendengar salah satu dari hal ini ia pasti langsung “hang” selama hampir setengah jam.

Apa yang saya lakukan untuk membantu Yon? Saya akan jelaskan di akhir artikel ini. Kembali ke pertanyaan di atas yang belum dijawab, “Apa yang saya lakukan untuk membantu Yon?”

Mengingat Yon telah berkali-kali mengalami trauma ulang karena diminta menceritakan apa yang terjadi, saya memutuskan untuk tidak mengakses memorinya. Yang saya lakukan adalah menggunakan teknik khusus, tanpa perlu mengakses memori, namun langsung mencabut emosi keluar dari segmen memori itu.

Hasilnya? Hanya dalam waktu sekitar satu jam saya berhasil membantu Yon mengatasi masalahnya. Usai terapi Yon pulang ke Jakarta dan langsung masuk kerja seperti biasa dan sama sekali tidak ada masalah.

Bengcu Menggugat:

Adi W Gunawan adalah pemilik sekolah hipnotis Institute Of Mind Technology yang manawarkan pelatihan hipnotis dengan harga puluhan juta rupiah dan hipnoterapi dengan biaya jutaan rupiah. Bagaimana cara dia memikat pelanggannya? Dengan tipu muslihat cerita bohong yang diceritakan sebagai kisah nyata. Tujuannya agar pembaca menyangka dirinya sakti mandraguna dan percaya hipnotis adalah KESAKTIAN ilmiah yang sudah teruji keampuhannya.

Tersebut di atas adalah salah satu kebohongan Adi W Gunawan untuk mendukung tipu muslihatnya tentang Forensik Hipnosis. Dari mana kita tahu Adi W Gunawan melakukan pembohongan publik? Dengan menguji kesaksiannya secara ilmiah.

Tentang Yon, korban bom Jakarta 2009, Adi W Gunawan menulis, selain mengalami stres ia juga “hang” selama hampir setengah jam bila:

  1. Melihat meja makan ukuran kecil
  2. Melihat kerumunan orang banyak
  3. Melihat pintu darurat
  4. Mendengar suara keras mercon, guntur atau suara motor digeber

https://www.youtube.com/watch?v=IvlzMEoHJ4k

Ketika bom meledak di loby hotel Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta tahun 2009, tidak ada suara motor yang meraung-raung digeber sama sekali. Juga tidak ada kerumunan orang banyak. Pengebom bunuh diri berjalan tenang ke hotel Ritz Carlton lalu, “BOOOM!” Anda bisa melihat rekaman CCTV-nya di atas. Suara ledakan bom nggak ada mirip-miripnya dengan suara raungan motor digeberlah yao.

Di Ritz Carlton ada dua restoran. Yang satu namanya Lobo, letaknya di lantai Loby. Di Lobo tidak ada pintu darurat. Lobo bukan restoran padang yang semua makanan disajikan lalu anda mencomot yang dimaui. Juga bukan restoran Tionghoa yang makanannya disajikan dalam mangkuk dan piring besar lalu anda keroyok rame-rame dengan teman.

Di Lobo setiap tamu dilayani secara pribadi oleh satu pelayan. Di Lobo, Satu menu makanan atau minuman dibawa oleh satu pelayan untuk disajikan kepada satu tamu. Di Lobo, saya belum pernah melihat pelayan membawa makanan di tangan yang satu dan minuman di tangan lainnya. Di Lobo tidak ada yang mendorong meja kecil, tempat meletakkan makanan ke dalam restoran.

Restoran kedua di Ritz Carlton namanya Asia, konsepnya all you can eat dan open kichen. Tamu memesan makanan ke juru masak di dapur-dapur yang bertebaran. Setelah menerima pesanannya tamu lalu membawanya sendiri ke mejanya untuk dimakan.  Di restoran Asia, tidak ada yang mendorong meja kecil, tempat meletakkan makanan ke dalam restoran. Juga tidak ada pintu darurat.

Saya lupa namanya namun di Ritz Carlton ada lounge tempat mendengarkan musik bahkan menari di lantai dansa, juga ada ruang karaoke. Di kedua  tempat itu anda bisa memesan minuman dan makanan, namun keduanya tidak pernah disebut restoran.

Menurut Adi W Gunawan, Yon adalah saksi mahkota yang sudah diwawancarai oleh beberapa televisi nasional. Yon selalu mulai dengan cerita saat ia mendorong meja kecil, tempat meletakkan makanan, ke dalam restoran lalu ada ledakan keras. Sampai di sini ia langsung diam, pandangan matanya nanar, tubuhnya dingin dan kaku, tidak bisa digerakkan, ia tidak bisa bersuara. Butuh waktu antara setengah sampai satu jam untuk kembali ke kondisi normal.

Kerabatku sekalian, apabila Adi W Gunawan tidak membual mustahil anda tidak menemukan rekaman wawancara Yon di Youtube, bukan? Apabila nyata, kisah Yon “hang” pasti sudah diberitakan oleh berbagai mas media, bukan? Nyatanya, tidak!

Biarkan pembual terus membual sampai menyangkal bualannya sendiri. Ketika membual Adi W Gunawan sama sekali tidak pernah menyangka bualannya akan DIUJI, itu sebabnya dia pun membual seenak jidatnya.

Kerabatku sekalian, anda percaya Adi W Gunawan punya kesaktian mengakses memori dan mencabut emosi? Bahkan kesaktian mencabut emosi tanpa mengakses memori? Ha ha ha ha ha ….. percaya dari hongkong?

Adi W Gunawan meraih gelar Doktor Pendidikan dari Universitas Negeri Malang dengan predikat cum laude tahun 2012. Aneh bin ajaib, ya? Pendidikannya tinggi sekali namun, kenapa cara dia mencari uang RENDAH sekali ya? Memangnya nggak MALU?

45 thoughts on “Adi W Gunawan Dan Muslihat Forensik Hipnosis

  1. Adi W Gunawan :
    Yon selalu mulai dengan cerita saat ia mendorong meja kecil, tempat meletakkan makanan, ke dalam restoran. Dan setelah itu tiba-tiba di dalam restoran ada suara ledakan sangat keras.

    haihai :
    Tentang Yon, korban bom Jakarta 2009, Adi W Gunawan menulis, selain mengalami stres ia juga “hang” selama hampir setengah jam bila:
    Melihat meja makan ukuran kecil
    Melihat kerumunan orang banyak
    Melihat pintu darurat
    Mendengar suara keras mercon, guntur atau suara motor digeber

    haihai :
    Ketika bom meledak di loby hotel Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta tahun 2009, tidak ada suara motor yang meraung-raung digeber sama sekali. Juga tidak ada kerumunan orang banyak. Pengebom bunuh diri berjalan tenang ke hotel Ritz Carlton lalu, “BOOOM!” Anda bisa melihat rekaman CCTV-nya di atas. Suara ledakan bom nggak ada mirip-miripnya dengan suara raungan motor digeberlah yao.

    haihai :
    Di Ritz Carlton ada dua restoran. Yang satu namanya Lobo, letaknya di lantai Loby. Di Lobo tidak ada pintu darurat.

    >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

    Berdasarkan berita yang ada ledakan terjadi di Airlangga Restaurant yang menghancurkan restoran tsb.
    Restoran tsb. kemudian berganti nama menjadi Asia Restaurant.
    Apakah makanan/interior restoran tsb. persis sama sehingga mengambil situasi saat ini dibandingkan dengan dahulu ??

    Kemungkinan Yon seorang pelayan restoran Airlangga karena ia mendorong meja kecil, tempat meletakkan makanan, ke dalam restoran. Dan setelah itu tiba-tiba di dalam restoran ada suara ledakan sangat keras.
    Jadi ia dari posisi luar restoran masuk kedalam restoran.

    WAJAR saja ia ‘hang’ bila :
    1. melihat meja makan ukuran kecil (karena teringat ukuran meja makan pada restoran tsb)
    2. melihat kerumunan orang banyak (karena pada saat setelah bom banyak orang berlarian keluar restoran)
    3. melihat pintu darurat (saat itu orang-orang akan berlarian mencari/menuju pintu darurat)
    4. mendengar SUARA KERAS yg MENGAGETKAN (termasuk suara motor yang digeber)

    haihai ingin menunjukkan bahwa Adi W Gunawan PENIPU berdasarkan bukti-bukti diatas ?
    Apa tidak ada bukti lain yang LEBIH BERMUTU ????

  2. Airlangga restoran tidak mengalami perubahan nama dan design ketika dibuka kembali. Ketika namanya diganti menjadi Asia restoran konsepnya tetap all you can eat dan open kichen. Designnya pun tidak berubah. Juga tetap tidak ada pintu daruratnya sama sekali.

    Ha ha ha ha …. nggak ada kemungkinan lain lagi kisanak. Adi W Gunawan memang mengarang dongeng untuk diceritakan sebagai kisah nyata. Itu namanya pembohongan publik. Itu namanya tipu muslihat. Ha ha ha ha ha ……

    Pendidikannya tinggi sekali tapi kok cara dia cari duit RENDAH sekali ya? Apa nggak MALU ya? ha ha ha ha …

  3. ADI W GUNAWAN :

    Yon, yang adalah saksi mahkota, sempat diwawancarai oleh beberapa televisi nasional dan diminta menceritakan apa yang terjadi saat pengeboman itu.

    Sampai di sini ia pasti langsung diam, pandangan matanya nanar, tubuhnya dingin dan kaku, tidak bisa digerakkan, ia tidak bisa bersuara. Butuh waktu rata-rata antara setengah jam sampai satu jam untuk Yon bisa kembali ke kondisi normal dan ia tidak bersedia melanjutkan ceritanya.

    Apa yang terjadi? Saat menjawab pertanyaan wartawan, Yon kembali mengalami peristiwa ini, di dalam pikirannya, dan ia kembali “mengalami” (revivifikasi) kejadian ini. Dengan demikian setiap kali ia menceritakan kejadian ini, ia mengalami trauma ulang.

    Menurut profesional yang menanganinya, Yon mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder).
    —————————————————————————————-

    Setiap kali Yon menceritakan ulang, tubuhnya langsung kaku dan butuh waktu sekitar setengah jam sampai satu jam untuk kembali normal. Yon sempat di wawancara beberapa televisi nasional dan diminta menceritakan kembali. Saat menjawab, maka ia kembali mengalami peristiwa tubuh yang kaku.

    Saya heran sama Yon, sudah tau trauma setiap kali menceritakan kejadian pemboman, kenapa mau berkali-kali diwawancara? apak karena bayarannya tinggi?

    Saya juga tidak tahu berapa lama Yon di wawancara sebelum tubuhnya kaku, laku ketika kaku apakah ia masih direkam untuk menunjukkan kondisinya. Saya tidak yakin, dengan kondisi Yon yang sangat trauma, ia bisa diwawancara cukup lama. Paling tidak sampai 5 menit, tubuhnya sudah langsung kaku, lalu kaku selama 30 menit sampai 1 jam, “lalu apa yang disiarkan oleh televisi-televisi nasional tersebut?” tidak mungkin TV nasional menunggu Yon sadar kembali lalu melanjutkan wawancara dan tidak lama kemudian Yon kembeli kaku, begitu seterusnya.

    Yon ditangani oleh “profesional” dan disebutkan mengalami PTSD. Mengapa profesional tersebut membiarkan Yon diwawancara TV nasional sampai berkali-kali? Sebagai “profesional” seharusnya ia tahu trauma Yon sangat parah dan melarang untuk diwawancara karena bisa membangkitkan kembali traumanya. Apakah tv nasional menyuap profesional tersebut?

    Cerita Adi W Gunawan kali ini terlalu mudah ditemukan celah kesalahannya.

  4. Tentu saja tidak akan ada pintu darurat didalam restoran. Pintu darurat harus mudah untuk dijangkau.
    Yang jelas tamu dan karyawan berlarian keluar melalui pintu darurat.
    ………………
    http://nasional.news.viva.co.id/news/read/75842-detik_detik_setelah_ledakan
    Saat itu, sudah ada tamu di coffe shopnya. “Tapi jumlahnya saya tidak tahu.” Pengunjung dan pekerja di hotel itu langsung keluar lewat pintu darurat.
    ……………….
    Setelah itu sejumlah tamu dan pegawai hotel bekumpul di lapangan.

    Jadi MASUK AKAL jika Yon trauma jika melihat Pintu Darurat dan Kerumunan orang banyak.

  5. Kalau dicari hampir tidak ada penayangan wawancara korban yang traumatik di Ritz Carlton. Wawancaranya sendiri memang ada tetapi belum tentu ditayangkan.
    Mewawancarai korban mengalami peristiwa traumatik ada aturannya.
    ………………..
    Saat korban mulai menangis dan tak karuan, patutkah kita terus memberondongnya dengan pertanyaan? Sikap ini berlaku tidak hanya saat mengajukan pertanyaan. Bila membawa kamera, sebaiknya wartawan tidak mengambil gambar korban atau narasumber dalam keadaan berduka, terluka ataupun tertekan.
    http://satrioarismunandar6.blogspot.com/2009/10/panduan-meliput-peristiwa-traumatik-bom.html

  6. Kisanak, jangan TOLOL. Mengkhayal bolah-boleh saja namun jangan TOLOL! Berkunjunglah ke Hotel Ritz Carlton. Kunjungilah restoran Asia dan restoran Lobo. Agak mahal memang namun menurut saya layak untuk dinikmati. Pura-pura jadi orang kaya saja, biar ada cerita ke handai taulan dan anak cucu. Dengan cara demikian anda akan tahu apa yang terjadi ketika bom meledak di hotel Ritz Carlton. Dengan demikian tahu kemana orang-orang LARI menyelamatkan diri saat itu. Dengan demikian anda tahu apa seperti apakah yang PINTU DARURAT di Ritz Carlton? ha ha ha ha ha …..

    Kisanak, saya sudah berkali-kali mengunjungi Ritz Carlton Mega Kuningan dan makan di Lobo maupun di Asia, namun sebelum menulis blog ini saya tetap mengunjungi kedua restoran itu dan ngobrol dengan pelayan di Lobo dan jurumasak di Asia untuk memastikan semuanya.

    Ha ha ha ha ….. tindakan anda berandai-andai itu TOLOL sekali. Ha ha ha ha ha ….. LAGAK anda itu benar-benar tidak masuk akal dan TOLOL! Ha ha ha ha ha ……. Anda mau tahu seberapa TOLOLNYA anda? Ha ha ha ha … Apa beda PINTU DARURAT dan pintu BIASA ya? Ha ha ha ha ha …..

  7. Masih tidak tahu beda PINTU DARURAT dengan PINTU BIASA ???
    Menyelidiki ke restoran hanya untuk mencari PINTU DARURAT didalam restoran ????
    TERLALU !!!!!

    Sejak kapan ya haihai mengadakan penyelidikan kelapangan ??
    Bukankan selama ini haihai menguliti seseorang hanya berdasarkan bukti-bukti yang didapat lewat dunia maya ??
    Kalau memang bertanggung jawab : Kumpulkan fakta-fakta lengkap (jangan cuma sebagian).

  8. Ha ha ha ha ha ….. anda memang tidak bertanggung jawab. Bisanya cuman berandai-andai doang. Ha ha ha ha ha … Kumpulkan FAKTA? ha ha ha ha … FAKTANYA adalah Adi W Gunawan yang pendidikannya TINGGI sekali CARI duit dengan cara RENDAH sekali. ha ha ha ha …. kok nggak malu ya? ha ha ha ….Sabar saja kisanak. Masih banyak kok BUALAN Adi W gunawan dan hipnoterapis lainnya yang sudah saya bongkar. Tinggal masuk dapur sensor lalu unggah. ha ha ha ha …

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.