
Gambar: dinomarket.com
Adi W Gunawan: Teknik “Induksi” yang Dapat Mengakibatkan Kematian. Dalam dunia hipnosis/hipnoterapi ada sangat banyak teknik induksi. Secara umum terdapat 10 teknik dasar yang dapat diramu sedemikian rupa sehingga muncul sangat banyak varian. Namun, tahukah Anda, ada satu teknik “induksi” maut yang dapat mengakibatkan kematian. Apa teknik ini dan bagaimana cara kerjanya? Simak selengkapnya di http://www.AdiWGunawan.com.
Drg Locky Setio: Setuju pak Adi W Gunawan, di Kediri saya pernah memperingatkan seorang hypnotist yang membanggakan tehnik tersebut dan menerangkan apa yang bisa terjadi. Salam sukses selalu!
Windalfin Culmen: Baru 2 bulan lalu ketemu klien yang pernah di induksi dengan cara ini juga. Untungnya sudah di reedukasi. ilmu nyekek di jadiin induksi. hahaha
Teknik Induksi yang Dapat Mengakibatkan Kematian
7 Oktober 2013 14:18
Sekitar tiga tahun lalu saya pernah mendapat cerita dari seorang rekan sejawat hipnoterapis yang kebetulan menghadiri seminar hipnosis di kotanya. Dengan serius rekan ini menyimak materi yang disajikan oleh trainer. Dan memang ada banyak hal menarik yang bisa dipelajari.
Namun, ada satu hal yang menjadi keprihatinan rekan ini, yang ia sampaikan pada saya. Saat masuk ke sesi demo hipnosis, trainer ini berkata, “Saya punya teknik induksi yang sangat efektif untuk membawa orang masuk deep trance. Saya tidak perlu menggunakan suara, tidak perlu bicara seperti yang selama ini diajarkan di berbagai pelatihan. Saya jamin bila Anda mempelajari dan mempraktikkan teknik saya ini maka Anda pasti mampu membawa siapa saja masuk kondisi deep trance, walau ia menolak. Sekarang, siapa yang mau menjadi contoh di depan dan merasakan ampuhnya teknik induksi ini?”
Seorang peserta maju ke depan, naik ke panggung, kemudian duduk di kursi yang telah disediakan. Selanjutnya, si trainer melakukan induksinya pada peserta ini. Dan dalam waktu sekejap pandangan mata peserta ini menjadi nanar, mukanya pucat, dan lemas. Setelah itu, dengan yakin dan bangga si trainer berkata, “Anda lihat… mudah kan? Sekarang dia sudah masuk deep trance.”
Saat peserta ini dibangunkan dari kondisi “trance”, ia mengeluh kepalanya pusing dan keluar keringat dingin serta napasnya tersengal-sengal.
Kemarin, salah satu peserta pelatihan SECH, bercerita bahwa beberapa waktu lalu ia bertemu dengan seorang hipnoterapis. Hipnoterapis ini melakukan “induksi” padanya. Dan ia mengalami kondisi yang sama dengan subjek yang saya jelaskan di atas. Peserta SECH ini mengalami pandangan matanya tiba-tiba menjadi gelap seperti mau pingsan. Dan ia hampir tidak sadarkan diri. Saat ia dibangunkan, ia merasakan tubuhnya sangat tidak nyaman, agak gemetar.
Saya tidak mengenal trainer yang saya ceritakan di awal artikel ini. Demikian pula saya tidak mengenal siapa hipnoterapis yang “menginduksi” peserta SECH ini. Namun, dari penjelasan yang saya dapat, ternyata teknik “induksi” ini menggunakan cara yang sama. Dan ini yang ingin saya jelaskan di artikel ini.
Teknik “induksi” apa yang dilakukan oleh si trainer dan hipnoterapis sehingga sedemikian dahsyatnya memengaruhi subjeknya? Apakah benar subjek masuk kondisi deep trance?
Trainer dan hipnoterapis itu sebenarnya tidak melakukan induksi seperti yang dikenal dalam dunia hipnoterapi. Yang mereka sebut sebagai teknik “induksi” itu adalah satu tindakan yang sangat berbahaya. Mereka mengatakan melakukan induksi. Namun yang sebenarnya mereka lakukan adalah menekan arteri karotid, baik yang di leher sebelah kiri dan kanan. Arteri karotid adalah pembuluh darah utama yang memasok darah beroksigen ke kepala dan leher. Masing-masing memiliki dua cabang utama, arteri karotid eksternal dan internal. Arteri karotid ini dapat Anda rasakan dengan menyentuh lembut leher sebelah samping dan akan terasa adanya denyutan.
Tindakan ini sungguh sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan stroke iskemik, kerusakan otak, dan bahkan kematian. Subjek sebenarnya tidak masuk kondisi deep trance namun kehilangan kesadaran/pingsan akibat suplai darah ke otak terhambat. Bila tekanan di kedua arteri karotid ini dilakukan cukup kuat dan lama, subjek akan pingsan dan bahkan bisa meninggal.
Dari berbagai literatur yang pernah saya baca dan pelajari, khususnya yang membahas teknik induksi dalam hipnosis dan hipnoterapi, tidak pernah sekalipun saya menemukan teknik induksi dengan menekan arteri karotid kiri dan kanan. Jadi, ini bukan teknik induksi. Ini adalah teknik “induksi” yang tidak punya dasar ilmiah dan dipraktikkan oleh orang yang sama sekali tidak mengerti hipnosis atau hipnoterapi, dan tidak bertanggung jawab.
Bila suatu saat nanti Anda atau rekan Anda bertemu dengan orang yang mengaku sebagai hipnotis atau hipnoterapis yang berusaha menginduksi Anda dengan menekan leher sebelah kiri dan kanan maka jangan pernah ijinkan ia melakukannya. Anda bisa masuk “trance” dan tidak pernah lagi bisa keluar. Dengan bahasa yang lebih to the point, anda meninggal.
Bengcu Menggugat:
Dr. Adi W. Gunawan, ST, M.Pd, CHWA, CCH menyebut dirinya intelektual, akademisi, doktor pendidikan, clinical hypnotherapist, researcher, trainer, pakar mind technology, penulis 22 buku (17 terbitan Gramedia Pustaka Utama), dan dikenal sebagai Indonesia Leading Expert in Mind Technology dengan reputasi internasional yang sedang menyiapkan data riset mutakhir hipnoterapi klinis sebagai bahan disertasi meraih gelar doktor keduanya dan sejak tahun 2002 telah berbicara kepada lebih dari 100.000 peserta seminar dan workshop juga di bulan April 2012, sebagai pribadi, dan Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology mendapatkan 3 (tiga) penghargaan dan pengakuan internasional dari American Council of Hypnotist Examiners (ACHE), Amerika. Anda bisa mengunjungi websitenya dengan klik di SINI dan fb-nya di SINI.
Selain membuka klinik gigi, drg Loki Setio Cht, CI (081234110050) adalah pendiri “Indonesian Trainers of Hypnosis” yang memberi pelatihan Hypnosis dasar, hypnotherapy, NLP dan Hypnosis for Dentistry. Dia juga pengarang buku “Belajar Kilat Menjadi HypnoDentist” dan “Dental Hypnosis “. Anda bisa mengunjungi websitenya dengan klik di SINI dan di SINI dan FB-nya di SINI.
Windalfin SE menyebut dirinya hypnotist panggilan dan websitenya bisa dilihat dengan klik di SINI dan fb-nya di SINI.
Kerabatku sekalian, di dalam film serial Kungfu, berkali-kali Kwai Chang Caine yang diperankan oleh David Carradine menunjukkan kesaktiannya membuat lawannya pingsan dengan menekan sebuah titik di leher yang letaknya tiga jari di kanan maupun di kiri puncak tulang kerongkongan. Di situlah letak arteri Karotis alias pembuluh nadi Karotis. Ketika naik persis di bawah tulang rahang, pembuluh nadi Karotis pecah menjadi dua yaitu: Arteri karotis eksternal yang mengirim darah ke wajah, dan arteri karotis internal yang mengirim darah ke otak.
Yang dimaksudkan oleh Adi W Gunawan dan Loki Setio serta Windalfin dengan “induksi” maut adalah menekan arteri karotis seperti yang dilakukan oleh Kwai Chang Caine untuk menghambat aliran darah ke otak. Benarkah tindakan demikian menyebabkan subyek pingsan karena kekurangan pasokan darah ke otak? Benarkah tindakan demikian sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan stroke iskemik dan kerusakan otak bahkan kematian?
Kerabatku sekalian, selain kedua arteri karotis di kanan kiri leher, otak juga mendapat kiriman darah dari dua arteri vertebralis di kiri kanan tulang belakang. Tekanan jari tidak akan menghambat aliran darah arteri karotis. Meskipun cekikan kuat menghambat aliran darah arteri karotis namun kebutuhan otak akan darah akan dicukupi oleh arteri vertebralis. Orang-orang yang dicekik tidak pingsan atau mati karena otak kekurangan darah namun karena tidak bisa bernafas sebab kerongkongannya dicekik.
Nah, kerabatku sekalian, nampak gamblang sekali. Adi W Gunawan dan Loki Setio serta Windalfin sama-sama MENIPU. Kesaksian mereka tentang induksi maut bukan kisah nyata namun omong kosong belaka.
Biarkan pembual terus membual sampai menyangkal bualannya sendiri! Kebenaran demikian sudah berkali-kali terbukti saat kita menguji kesaksian para pengkotbah Kristen. Kebenaran demikian kembali terbukti ketika kita menguji kesaksian ketiga hipnoterapist yaitu: Adi W Gunawan dan Loki Setio serta Windalfin.
Berikut petikan dari artikel di : http://judoinfo.com/chokes.htm
All of these methods should be practiced and are useful for various situations. However the first choking method (strangulation) is stressed in Judo and is the most commonly taught in Judo classes around the world. Compression of the carotid arteries is desirable because it requires the least force, is the quickest acting of the choking techniques, is the most universally effective against all opponents, and it is most in keeping with the efficiency principle of Judo, “maximum effect with minimum effort.” Medical tests have established that the amount of pressure needed to occlude the arteries is six times less than the pressure needed to collapse the airway. Directly stopping the blood supply to the brain also results in loss of consciousness about six times faster than indirectly reducing oxygen in the brain through restricting breathing or the flow of air to the lungs.
Adi W Gunawan: Seorang peserta maju ke depan, naik ke panggung, kemudian duduk di kursi yang telah disediakan. Selanjutnya, si trainer melakukan induksinya pada peserta ini. Dan dalam waktu sekejap pandangan mata peserta ini menjadi nanar, mukanya pucat, dan lemas. Setelah itu, dengan yakin dan bangga si trainer berkata, “Anda lihat… mudah kan? Sekarang dia sudah masuk deep trance.” Saat peserta ini dibangunkan dari kondisi “trance”, ia mengeluh kepalanya pusing dan keluar keringat dingin serta napasnya tersengal-sengal.
Kisanak, Menruut Adi W Gunawan, BERAPA lama waktu yang dibutuhkan oleh TRAINER untuk membuat PASIENNYA trance? SEKEJAP MATA. Apakah TRAINER itu melakukan INDUKSI dengan MENCEKIK pasiennya dengan JURUS shime waza alias mencekik dari belakang dengan LENGAN? Di samping itu, orang yang pingsna dicekik ketika sadar tidak akan tersengal-sengal.
Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat lho. Cara berpikir anda sudah TERBUKTI mengenaskan. Mungkin sudah saatnya anda BERPIKIR dengan anggota tubuh yang lain, misalnya DENGKUL agar bisa lebih CERDAS sedikit? Ha ha ha ha ha ha …..
judoinfo.com: Compression of the chest and lungs preventing the opponent from inhaling = Menekan DADA dan PARU-PARU untuk mencegah lawan MENARIK nafas.
Kisanak, kalau belajar anatomi dan sistem metabolisme belajarlah kepada DOKTER bukan ke guru Yudo. Kalau mau belajar Yudo belajarlah kepada PAKARNYA, bukan ASAL comot di Internet. Ketika BELAJAR sebaiknya anda BERPIKIR. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat lho. Andai kata memaing BERPIKIR maka Cara berpikir anda sudah TERBUKTI mengenaskan. Mungkin sudah saatnya anda BERPIKIR dengan anggota tubuh yang lain, misalnya DENGKUL agar bisa lebih CERDAS sedikit? Ha ha ha ha ha ha …..
Nafas dada dilakukan dengan MEMBUSUNGKAN dada ketika menarik NAFAS dan MENGEMPISKAN dada ketika menghembuskan nafas. Orang BODOH pun membuat TEORI apabila seseorang DITEKAN dadanya sehingga TIDAK bisa MEMBUSUNG maka yang BERSANGKUTAN pun tidak BISA menarik NAFAS. Orang DUNGU yang membaca hal demikian pun MEYAKININYA sebagai kebenaran. FAKTANYA adalah Manusia juga bisa bernafas dengan nafas perut yaitu, membusungkan perut waktu menarik nafas dan mengempiskan perut waktu membuang nafas. Lebih-lebih lagi, antara tulang iga dan paru-paru ada rongganya, itu sebabnya meskipun dada tidak bisa membusung namun yang bersangkutan masih bisa bernafas dengan nafas pendek-pendek. untuk membuktikan yang hai hai TULIS benar dan yang diajarkan judoinfo.com ngaco belo tidak sulit. TEKAN saja dada anda dengan TANGAN anda. BERNAFASLAH tanpa membusungkan dada.
judoinfo.com:Compression of the carotid arteries on one or both sides of the neck restricting the flow of blood and oxygen to the brain = Menekan arteri karotis di kedua sisi leher untuk mencegah aliran darah dan oksigen ke otak.
judoinfo.com: Compression of the windpipe (trachea) stopping or reducing the flow of air to the lungs = Menekan pipa kerongkongan untuk mencegah masuknya udara ke paru-paru
CEKIKAN shime waza dilakukan dari belakang lawan menggunakan lengan BAWAH. untuk merasakan DAMPAK cekikan anda bisa gunakan PUNGGUNG telapak tangan menekan LEHER anda sendiri. Untuk merasakan BENTUK cekikan anda bisa mencoba mencekik bantal atau guling. Yang paling baik adalah mencari seseorang untuk dicekik. Tidak mungkin mencekik kedua arteri karotis bersamaan. Cekikan pada salah satu arteri karotis dengan lENGAN sama sekali tidak memberi TEKANAN yang berarti. Itu sebabnya siapa pun yang MENGAJARKAN untuk mencekik arteri karotis dengan jurus shime waza, bukan saja tidak ilmu Yud juga tidak bisa ilmu bela diri sama sekali sebab CEKEKAN Shime waza diajarkan di semua ilmu bela diri kecuali tinju.
Cekikan Shime waza yang benar adalah melintangkan pergelangan tangan KANAN di batang tenggorokan lawan sambil menggunakan TELAPAK tangan kiri untuk MENEKAN sisi kepala lawan agar tidak bisa bergerak. Untuk memaksimalkan tekanan maka anda bisa menopangkan tangan kanan di pergelangan tangan kiri dan lalu menggerakkan tangan kanan sebagai pengungkit. Tujuan cekikan Shime waza adalah mencekik kerongkongan lawan sekeras mungkin agar tidak bisa bernafas dan kesakitan.
Nah, kisanak, CARi alasan yang lebih bermutu ya? Ha ha ha ha ha ha …. Pukulan yang tidak mematikan membuat yang dipukul semakin kuat. Itu sebabnya sekali hai hai MEMUKUL, pasti MATI. bila tidak MATI, hai hai tidak akan MEMUKUL. ha ha ha ha ha …..
Link yang saya berikan untuk membuktikan bahwa dalam Judo juga dikenal/dipelajari tekanan pada ateri karotis memberikan efek yang lebih cepat (dengan tenaga yang lebih sedikit) dibandingkan mencekik leher agar tidak dapat bernafas. Situsnya ditulis oleh pakarnya Judo (bukan situs abal-abal)
Pendapat haihai yang berdasarkan dr. Cipto Chrisdiyanto perlu dibuktikan dilapangan (tidak hanya teori).
Kita tunggu saja kesaksian/pengalaman dari yang lain.
Kisanak, saya sudah jelaskan bahwa tulisan di link yang anda tunjukkan ngaco belo. ha ha ha ha ….. pergilah ke dokter dan lakukan konfirmasi apakah yang hai hai tulis dan dikonfirmasikan oleh dr cipto chrisdiyanto benar? Cari dong ALASAN yang lebih bermutu. Ha ha ha ha …..Masak pakar hipnotis yang SUDAH membaca semua tulisan Adi W Gunawan cuman SEGITU bisanya? Ha ha ha ha ha …..
@haihai, saya berikan data lagi agar wawasan anda semakin terbuka.
Ternyata 90% supplai darah ke otak melewati arteri karotid, sisanya melewati arteri vertebral
Menekan 1 arteri karotid tidak menimbulkan masalah, menekan keduanya : terjadilah seperti yang diceritakan Adi W Gunawan.
Dari : http://writersforensicsblog.wordpress.com/2011/07/09/q-and-a-how-long-does-it-take-for-someone-to-die-from-carotid-artery-compression/
Q and A: How Long Does It Take For Someone To Die From Carotid Artery Compression?
09 Jul
Q: How long does it take for someone to die if their carotid artery is compressed?
A: The two carotid arteries lie in the front of the neck on either side of the trachea (windpipe) and carry blood from the heart to the brain. They supply 90% or so of the brain’s blood, with the rest coming from the two small vertebral arteries that travel along the spine and over the back-most portion of the brain. The carotids are interconnected in the brain so that in a normal individual compressing a single carotid artery will have little effect. Compressing both can cause a loss of consciousness in 15 to 20 seconds and death in 2 to 4 minutes.
One general rule in medicine is that if the heart stops, the victim will lose consciousness in about 4 seconds if standing, 8 if sitting, and 12 if lying down. This simply reflects the effects of gravity on blood flow. These numbers would also mostly hold true if both carotids were suddenly pressed shut—not easy to do—see below. But, to the brain, the complete interruption of blood flow through carotids would look the same as it would if the heart had stopped. Either way, the brain would receive no blood supply, and the brain needs a continuous supply of blood to function and survive.
Another medical truism is that dizziness, loss of consciousness, and sudden death are simply gradations along the same scale. That is, what makes you dizzy can make you lose consciousness, and what makes you lose consciousness can cause death. One of the things that can do this is compression of the carotid arteries. Brief compression, can cause dizziness, longer compression can cause loss of consciousness, and even a longer period of compression can cause death.
A major variable in play here is how severely the arteries are compressed. If only partially collapsed, the victim might have no problems. Severe and almost complete compression can cause loss of consciousness and death in short order. And anywhere in between. Significant and potentially deadly compression can result from strangulation–either manual or ligature–hanging, or an aggressively applied choke hold.
So, depending upon the nature, force, and duration of the compression, your victim could have no symptoms, become dizzy, lose consciousness, or die. Or could progressively move from one of these to the next. The time required for death could be a couple of minutes or many minutes if the compression is less severe or intermittent. As the victim struggled, he could intermittently release the strangle or choke hold and this would prolong the ordeal.
All these variable means that you can have it almost anyway you want. The killer could overpower the victim, render him unconscious in 20 seconds, and kill him in 2 minutes. Or the struggle could go on for many, many minutes. It’s up to you.
The carotids are interconnected in the brain so that in a normal individual compressing a single carotid artery will have little effect. Compressing both can cause a loss of consciousness in 15 to 20 seconds and death in 2 to 4 minutes.
A major variable in play here is how severely the arteries are compressed. If only partially collapsed, the victim might have no problems. Severe and almost complete compression can cause loss of consciousness and death in short order. And anywhere in between. Significant and potentially deadly compression can result from strangulation–either manual or ligature–hanging, or an aggressively applied choke hold.
an aggressively applied choke hold.
Adi W Gunawan: Seorang peserta maju ke depan, naik ke panggung, kemudian duduk di kursi yang telah disediakan. Selanjutnya, si trainer melakukan induksinya pada peserta ini. Dan dalam waktu sekejap pandangan mata peserta ini menjadi nanar, mukanya pucat, dan lemas. Setelah itu, dengan yakin dan bangga si trainer berkata, “Anda lihat… mudah kan? Sekarang dia sudah masuk deep trance.” Saat peserta ini dibangunkan dari kondisi “trance”, ia mengeluh kepalanya pusing dan keluar keringat dingin serta napasnya tersengal-sengal.
Kisanak, Menurut Adi W Gunawan, BERAPA lama waktu yang dibutuhkan oleh TRAINER untuk membuat PASIENNYA trance? SEKEJAP MATA. Apakah TRAINER itu melakukan INDUKSI dengan MENCEKIK pasiennya dengan JURUS shime waza alias mencekik dari belakang dengan LENGAN? Cekikan yang lebih dasyat dari jurus Shime Waza harus dilakukan dengan KAKI. Namun itu pun hanya bisa MENCEKIK satu arteri karotis saja. Satu-satunya jalan untuk MENCEKIK kedua arteri karotis dengan sempurna adalah hukuman GANTUNG.
Ha ha ha ha …. Sudahlah kisanak. Seperti yang saya katakan sebelumnya, hai hai tidak akan MEMUKUL bila tidak YAKIN pukulannya MEMATIKAN. Ha ha ha ha ha … Anda tahu? Tentu saja tidak sebab belum saya beritahu. 3 tahun sebelum saya menerbitkan buku, saya menghabiskan WAKTU untuk menguji 2 hal yaitu: KERASUKAN dewa-dewi dan HIPNOTIS. tulisan-tulisan Adi W Gunawanlah SASARAN utama untuk saya kuliti helai demi helai seperti menguliti bawang bombai. ha ha ha ha …. semakin berontak maka cekikannya akan semakin keras. ha ha ha ha …..
Bengcu TOLOL tidak berani menjawab tantangan aku. Tantangan aku simple. Satu, silakan Bengcu buat video menekan arteri karotid anakmu, sebelah kiri dan kanan secara bersamaan, kuat-kuat, selama lima menit. Kalau berani, saya tunggu videonya diunggah ke Youtube. Bengcu GOBLOK pasti sudah menyadari keGOBLOKannya dan tidak berani melakukan. Kenapa? Kalau dia lakukan, anaknya PASTI MATI.
Tantangan kedua, kalau tidak berani mencet sendiri, sini biar aku yang pencet. Kapan Bengcu TOLOL ini berani terima tantanganku? Hayo dijawab. Tinggal tentukan tanggal dan jamnya. Aku akan ke rumah Bengcu dan melakukannya.
Trus… untuk teman-teman… aku lihat.. provokasi Bengcu ini bertujuan untuk jualan bukunya. Aku dapat bukunya dari temanku dan aku bilang, “Kamu kok goblok amat mau saja ditipu oleh orang TOLOL kayak Bengcu. Bukunya nggak ada isinya.”
Daripada teman-teman BELI buku Bengu yang tidak mutu, kalau mau tahu isinya, aku akan kirim ke alamat email teman-teman GRATIS. Saya sudah scan semua isi bukunya Bengcu IDIOT ini dan bisa aku kirim via email. Sudah aku kompres jadi file Pdf ukuran kecil.
Kalau yang mau ebooknya bisa kirim email ke mtanaya61@gmail.com.
Aku tunggu jawaban si IDIOT terhadap TANTANGANKU….
Kisanak, sekali lagi mohon maaf tanpa mengurangi rasa hormat, hai hai menolak permintaan TOLOL anda. silahkan kekeh jumekah TOLOL sampai kuda gigit jari dech.
Buku Bengcu Menggugat Teologi Alam Roh di Mata Seorang Tionghoa Kristen, HAK CIPTANYA dilindungi Undang-Undang. Anda merasa diri HEBAT karena MERAMPOKNYA untuk dibagikan CUMA-CUMA kepada orang BANYAK? Ha ha ha ha ha …. Ibu anda pasti BANGGA sekali mengetahui anaknya adalah PERAMPOK hak CIPTA budiman. Ha ha ha ha ha …….
Artinya ANDA TOLOL dan GOBLOK sehingga tidak berani mengakuinya.
Aku segera sebarkan ebook buku anda yang tidak bermutu itu supaya jangan banyak orang yang TERTIPU dengan BUALAN anda yang tidak berdasar. Nantikan dalam waktu dekat ebook buku Anda akan tersebar luas. Apa Bengcu juga mau ebooknya? Kalau mau aku kirim sekalian ya….
Kisanak, salam untuk Ibu anda ya?! Dia pasti BANGGA sekali punya anak PERAMPOK hak cipta! ha ha ha ha ….