
FOTO: bayuwinata
Orang Tionghoa Kristen harus menghancurkan meja sembahyang leluhurnya karena itu adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis? Mungkinkah menjadi Kristen yang saleh namun mempertahankan meja sembahyangnya? Meja sembahyang orang Tionghoa yang juga disebut meja sembahyang leluhur adalah altar untuk sembahyang Tian Di (Tuhan Allah) dan menyembahyangi almarmum ayah ibu dan kakek neneknya.
hai hai: Kenapa Altar sembahyangmu menjadi MASALAH?
OKB: Pendeta bilang itu penyembahan berhala dan penyembahan Iblis. Tindakan demikain membuka CELAH bagi Iblis untuk menyerang.
Hai hai: Apa yang terjadi bila Iblis menyerang? Bagaimana cara Iblis menyerang?
OKB: Iblis menyerang dengan mendatangkan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit. Contohnya Ayub.
hai hai: Untuk apa kamu membangun meja sembahyang di rumahmu? Untuk apa engkau sembahyang?
OKB: Untuk sembahyang Tuhan Allah dan menyembahyangi orang tua.
hai hai: Yang kamu lakukan itu baik sekali. Kenapa setelah menjadi Kristen, kamu pakai meja sembahyangmu yang tadinya untuk menyembah Tuhan Allah dan orang tua untuk menyembah BERHALA dan memuja IBLIS?
OKB: Bukan begitu. Saya baru tahu setelah diberitahu pendeta bahwa SEMBAHYANG Tuhan Allah dan orang tua yang saya lakukan selama ini adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis.
hai hai: Oooo, jadi selama ini kamu SALAH sembahyang? Maunya sembahyang Tuhan Allah dan orang tua namun jadinya sembahyang berhala dan pemujaan Iblis? Bila demikian, berhentilah sembahyang berhala dan memuja Iblis. Selanjutnya, hanya gunakan meja sembahyangmu untuk menyembahTuhan Allah dan Orang tua.
OKB: Jaka sembung makan combro. Nggak nyambung, bro. Begini. Orang mati tidak bisa berinteraksi dengan orang hidup. Makanya, menyembah orang mati sama dengan menyembah berhala.
Hai hai: Kenapa kamu sembahyang orang tua?
OKB: Karena takut dibilang anak tidak berbakti.
Hai hai: Memangnya kenapa dengan anak tidak berbakti?
OKB: Anak tidak berbakti akan dihukum Tuhan Allah dengan kemiskinan, malapeta dan sakit penyakit.
Hai hai: Kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi karena takut Iblis menyerangmu dengan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit, bukan?
OKB: Benar!
Hai hai: Alasannya SAMA, bukan? Sebelum menjadi Kristen, kamu sembahyang orang tua karena takut NAAS. Setelah menjadi Kristen, kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi juga karena takut NAAS. Apakah KETAKUTAN-mu akan NAAS benar?
OKB: Kamu orang Kristen. Masak tidak tahu bahwa Tuhan akan membalaskan dosa orang tua kepada anak cucu bahkan sampai generasi keempat?
Hai hai: Izinkan saya bertanya. Apakah sembahyang orang tua yang kamu lakukan sebelum menjadi Kristen menyebabkan Tuhan Allah menghukummu?
OKB: tidak!
Hai hai: Itu berarti semua kekayaanmu, kesehatanmu dan keselamamtanmu sebelum jadi Kristen adalah hasil kamu sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, bukan?
OKB: Bukan! Bukan begitu! Semua kekayaannku, kesehatanku dan keselamatanku, adalah anugerah Allah bukan HASIL dari sembahyang Tuhan Allah dan orang tua.
Hai hai: Itu berarti sembahyang Tuhan Allah dan orang tua sebelum kamu menjadi Kristen tidak membuat kamu dihukum. Makanya melakukan hal yang sama setelah kamu menjadi kristen pun tidak akan membuat kamu dihukum.
OKB: Tapi pendeta saya bilang, “@#$^%*&^?”
Hai hai: Sebelum menjadi Kristen, apa yang kamu rasakan karena sudah melakukan sembahyang orang tua?
OKB: Merasa telah berbakti kepada orang tua.
Hai hai: Nampak gamblang sekali bukan? Sebelum menjadi Kristen, sembahyang orang tua tidak mendatangkan BERKAT apalagi mengundang KUTUK. Sebelum menjadi Kristen, Allah tidak mengutuk bahkan memberkati meskipun kamu sembahyang orang tua. Benarkah demikian?
OKB: Benar.
Hai hai: Sembahyang orang tua hanya membuat hatimu SENANG karena merasa TELAH berbakti kepada orang tua dan TENANG karena tidak takut dikutuk Tuhan Allah. Benarkah demikian?
OKB: Benar.
Hai hai: Coba pikir baik-baik. Kalau kamu jadi penjahat, apakah sembahyang orang dan Tuhan Allah akan membuat kamu merasa SENANG karena merasa TELAH berbakti kepada orang tua dan TENANG karena tidak takut dikutuk Tuhan Allah.?
OKB: Tidak mungkin begitu.
Hai hai: kalau begitu maka yang membuat kamu merasa SENANG dan tidak TAKUT bukan sembahyangnya namun hidupmu yang saleh. Bila demikian maka SEMBAHYANG tidak lebih dari CARA kamu MELAPOR ke pada almarhum orang Tua dan Tuhan Allah bahwa kamu sudah hidup SALEH, bukan?
OKB:Hmmmmm ….. Benar juga ya?!
Hai hai: Kamu tidak mau sembahyang orang tua lagi karena takut diserang Iblis dengan kemiskinan dan malapetaka serta sakit penyakit.
OKB: Benar.
Hai hai: Sebelum menjadi Kristen, apakah Iblis menyerangmu dengan kemiskinan, malapetaka dan sakit penyakit karena kamu sembahyang orang tua?
OKB: Tidak.
Hai hai: Bila demikian, kenapa setelah menjadi Kristen Iblis menyerangmu?
OKB: Karena saya sudah menjadi milik Kristus.
Hai hai: Anggaplah anda benar. Sembahyang orang tua adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis. Itu berarti setelah menjadi Kristen, melanjutkan sembahyang orang tua sama dengan TERUS menyembah berhala dan memuja Iblis dan BERHENTI sembahyang orang tua sama dengan berhenti menyembah berhala dan memuja Iblis, bukan? Apabila Iblis memang berkuasa menyerang, siapa yang HARUS dia serang? Orang Kristen yang terus menyembahnya atau yang tidak mau menyembahnya lagi?
OKB: ?#@>/$%&?<?!?
Hai hai: Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
OKB: Orang mati tidak bisa berhubungan dengan orang hidup itu sebabnya sembahyang arwah adalah penyembahan berhala.
Hai hai: Sembahyang orang tua bukan untuk berhubungan dengan arwah. Memang banyak dukun yang berlagak berinteraksi dengan arwah orang mati, namun itu penipuan belaka. Bila menghadapi dukun demikian, suruh dia bertanya kepada almarhum tentang merek sepatu dan pakaian yang dikenakan almarhum guna membuktikan dia memang berinteraksi dengan arwah orang tuamu.
OKB: Bila bukan untuk berhubungan dengan arwah lalu untuk apa?
Hai hai: Raja Tiongkok kuno menegakkan kesusilaan sembahyang orang tua karena tiga alasan utama yaitu: Pertama, untuk menyatakan hormat dan sayang kepada almarhum. Perasaan sayang dan hormat kepada orang tua tidak hilang ketika dia meninggal. Keinginan untuk mengungkapkan rasa sayang dan hormat serta melampiaskan rindu kepada almarhum tidak sirna. Kedua, untuk mendidik masyarakat agar tidak takut mati. Apa jadinya bila masyarakat membuang mayat ke sungai atau membiarkannya membusuk dan atau dimakan binatang? Apa jadinya bila orang-orang mati dilupakan begitu saja? Masyarakat akan takut mati karena melihat perlakuan orang hidup kepada orang mati. Kesusilaan sembahyang orang tua mendidik masyarakat agar tidak takut mati, sebab meskipun dirinya mati, namun kedudukannya dalam keluarganya sama sekali tidak berubah. Rasa hormat dan sayang dari anak cucunya tidak sirna. Ketiga, untuk mengajarkan kesusilaan (Li 禮).
OKB: Saya tidak pernah mendapat pengajaran demikian.
Hai hai: Kamu tidak pernah mendapatkan ajaran demikian karena kesusilaan tidak diajarkan lagi dengan lengkap dan benar dan karena orang Tionghoa menutup telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng-dongeng.
OKB: Sebagai orang Kristen kita harus menaati firman Tuhan.
Hai hai: Apa yang terjadi kepadamu setelah memeluk agama Kristen?
OKB: Saya punya jaminan keselamatan karena sudah ditebus oleh Yesus dan keberanian menjalani hidup sebab Dia memimpin setiap langkahku, juga mengerti kebenaran Alkitab.
Hai hai: Sebelum menjadi Kristen kamu tidak PAHAM makna sembahyang Tuhan Allah dan orang tua. Setelah menjadi Kristen kamu tetap tidak TAHU makna sembahyang Tuhan Allah dan orang tua. LAGU lama judul BARU. Sebelumnya kamu sembahyang Tuhan Allah dengan kiblat meja sembahyang dan liturgi orang Tionghoa, setelah menjadi Kristen kamu menyembah dengan kiblat mimbar gereja dan liturgi Kristen. Lagu LAMA kaset BARU.
OKB: Bagaimana dengan sesajen?
Hai hai: Sesajen? Orang Kristen dan Tionghoa sama-sama mengunjungi kuburan. Orang Kristen menaburkan bunga dan memercikkan minyak wangi ke atas pusara. Orang Tionghoa membakar Mingqi (barang sembahyang) dan menyajikan makanan. Orang Kristen makan bekal yang dibawanya sedangkan orang Tionghoa makan makanan yang disajikannya. Siapa yang sembahyang orang mati dan memberi sesajen? Keduanya.
OKB: Bagaimana dengan sembahyang Tuhan Allah?
Hai hai: Orang Tionghoa mempersembahkan mingqi (barang sembahyang) kepada Tuhan Allah. Meskipun bagi Tuhan Allah namun API yang melahapnya. Orang Kristen mempersembahkan pujian dan uang kepada Tuhan Allah. Meskipun untuk Tuhan Allah namun manusialah yang menerimanya. Jadi, siapa yang memberi sesajen?
OKB: Sembahyang orang tua sia-sia karena orang hidup tidak bisa berhubungan dengan arwah orang mati.
Mereka yang percaya tidak ada arwah (gui 鬼) bertanya, “Kenapa yang tidak mendatangkan kebaikan maupun kemalangan disebut perilaku berbakti?” Guru Mozi menjawab, “Sejak purbakala sampai hari ini, arwah tidak hanya satu. Ada Tian gui 天鬼 (arwah Tian), ada Shanshui guishen 山水鬼神 (arwah roh gunung dan sungai), ada arwah orang mati (gui 鬼). Saat ini ada anak yang meninggal mendahului ayahnya, adik meninggal mendahului kakaknya. Hal demikian memang terjadi. Ada pepatah yang mengatakan, ’di kolong langit ini, yang lahir duluan akan mati duluan,’ hal demikian juga benar. Bisa jadi, yang meninggal duluan bukan ayah namun ibu, bukan kakak namun ipar. Menurut tradisi, anggur dan kue manis disajikan untuk orang mati. Apabila guishen鬼神 (arwah roh) memang ada, itu berarti mengajak ayah, ibu, kakak dan ipar makan minum bersama. Hal demikian, bagaimana mungkin tidak membawa keuntungan? Apabila guishen musnah, meskipun mengeluarkan biaya untuk membeli anggur dan kue manis, namun keduanya berguna. Yang dibeli tidak tercemar, tidak dibuang dan tidak ditolak. Para kerabat dan teman-teman sekampung makan dan minum semuanya. Jadi, meskipun guishen musnah, bisa berkumpul, bersenang-senang dengan kerabat dan mempererat hubungan dengan teman sekampung.” Hari ini, mereka yang percaya tidak ada arwah berkata, “Guishen sudah pasti tidak ada. Itu bukan berkumpul dan beramah-tamah. Semua anggur dan kue manis untuk sembahyang harus dibeli dengan uang. Aku tidak menyayangkan uang untuk membeli anggur dan kue manis persembahan, namun apa keuntungan melakukan tradisi ini? Ke atas, bertentangan dengan kitab raja suci (shengwang聖聖), ke dalam bertentangan dengan tradisi anak berbakti di masyarakat yang diajarkan para sarjana (shangshi 上士) di kolong langit sebagai jalan suci (dao 道)?” Inilah yang Guru Mozi katakan, “hari ini, menurutku, sajian sembahyang (jishi 祭祀) tidak tercemar, tidak dibuang juga tidak ditolak. Ke atas mendoakan kebaikan arwah. Di bawah berkumpul, bersenang-senang dengan para kerabat dan mempererat hubungan dengan teman-teman sekampung. Apabila roh (shen 神) memang ada, berarti aku melayani ayah, ibu, adik dan kakak dengan makanan. Melakukan hal demikian, bagaimana mungkin tidak membawa kebaikan di kolong langit ini?” Mozi Ming gui xia 19
Hai hai: Mozi lahir tahun 470 SM, sembilan tahun sebelum Kongzi meninggal. Mozi meninggal tahun 391 SM, sembilan belas tahun sebelum Mengzi lahir. Tentang Laozi, Kongzi, Mozi dan Mengzi, hai hai berkata, “Laozi mencatat intisarinya, Kongzi mengumpulkan ajarannya, Mozi mengujinya dan Mengzi menyebarkannya namun keempatnya sama-sama mengajarkan jalan (dao 道) dan kebajikan (de德).” Ayat di atas adalah salah satu ayat yang mencatat kisah Mozi menguji tradisi sembahyang orang mati.
OKB: Allah sejati menuntut penyembahan yang benar.
Hai hai: Kenapa bangsa Israel menyembah YHWH (TUHAN)? Karena YHWH senang disembah. Kenapa orang Yahudi memberi sesajen kepada YHWH? Karena YHWH suka sesajen. Untuk apa bangsa Israel melakukan sembahyang? Untuk menyenangkan YHWH. Kenapa bangsa Israel sembahyang? Karena takut hukuman dari YHWH. Benarkah?
OKB: Benar.
Para raja yang telah mendahului kuatir li 禮 (kesusilaan) tidak dipahami sampai ke bawah. Makanya melakukan sembahyang korban (ji 祭) kepada Di 帝 di altar jiao 郊 sehingga kedudukan Tian 天 ditetapkan. Melakukan sembahyang (shi 祀) di altar she 社 di seluruh negeri untuk menerima berkat dari Di 地. Kuil leluhur (zu miao 祖廟) sehingga didapat akar peri kemanusiaan (ren 仁). Di shan chuan 山 川 (altar gunung dan sungai) untuk menyambut guishen 鬼神 (arwah roh). Di wu shi 五祀 (lima pengabdian) untuk menetapkan akar pelayanan (shi 事) manusia. Ada zong zhu 宗祝 (pendoa) di kuil leluhur, ada san gong 三公 (tiga menteri agung) di istana, ada san lao 三老 (tiga tetua) di sekolah. Di hadapan raja ada wu 巫 (shaman), di belakangnya ada pencatat sejarah (shi 史). Bu wu 卜巫 (peramal batok kura-kura dan rumput shi), gu 瞽 (pemusik buta) dan you 侑 (pencicip makanan) ada di sebelah kiri dan kanannya. Raja ada di tengah-tengah sebagai hati (xin 心) yang tidak melakukan apa pun (wu wei 無為) untuk mengawal semuanya agar berjalan dengan benar. Liji VII:IV:2 – Liyun
Hai hai: Tujuan sembahyang Tiongkok kuno bukan menyenangkan yang disembah. Tujuan sesajen Tiongkok kuno bukan untuk menyukakan yang diberi. Tujuan sembahyang dan sesajen Tiongkok kuno bukan untuk mengelak hukuman sambil mengharapkan berkat namun mengajarkan KESUSILAAN (Li 禮) kepada umat manusia.
OKB: Aneh bin ajaib.
Hai hai: Wushi 五祀 terdiri dari huruf wu 五 yang artinya lima dan shi 祀 yang artinya pengabdian alias pemujaan alias sembahyang. Penerjemah MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) menerjemahkan wushi menjadi “altar dalam keluarga” atau altar keluarga. Maksudnya, wushi adalah lima altar untuk menyembah lima generasi leluhur. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, MATAKIN salah kaprah karena para leluhur disembah di kuil leluhur bukan di wushi. Apa itu wushi? Wushi adalah lima departemen pemerintahan Tiongkok kuno. Melayani masyarakat adalah mengabdi kepada masyarakat. Mengabdi (shi 祀) masyarakat di wushi sama dengan sembahyang (shi 祀) di altar she 社 di seluruh negeri.
OKB: Wow … Aku benar-benar berkata, “wow!”
Hai hai: Ketika orang tua meninggal, perasaan sayang dan hormat kepadanya tidak musnah. Kedua orang tua saya masih sehat walafiat, namun dua adik perempuan saya telah meninggal. Perasaaan sayang dan hormat saya kepada keduanya tidak hilang meskipun tahun-tahun telah berlalu. Sering sekali, perasan kangen kepada keduanya tak tertahankan. Saya pun keluar rumah dan menatap langit biru untuk melampiaskan rindu dengan menyapa keduanya. Perasaan rindu berkurang karena saya MENYAPA keduanya, bukan karena keduanya MEMBALAS sapaan saya. Itulah MAKNA sembahyang orang tua. Kamu merasa TELAH berbakti karena TELAH melakukan sembahyang bukan karena orang tua MENANGGAPI sembahyang anda.
OKB: Bila orang tuamu meninggal, apakah kamu akan menyembahyanginya?
Hai hai: Di rumah mamaku, kami menggantung foto almarhum kedua adikku juga foto almarhum ayah dan ibu papaku di ruang keluarga. Saya tidak kenal kakekku. Dia meninggal saat Papaku berumur 2 tahun. Karena tidak mengenalnya maka tidak merindukanya. Nenekku dikubur 17 November 1991, hari itu aku wisuda S1. Akulah cucu kesayangan nenek yang tidur seranjang dengannya waktu kecil. Meskipun tahun-tahun telah berlalu namun saya selalu merindukannya. Cilin adikku meninggal sekitar 10 tahun yang lalu dan Merry adikku meninggal sekitar 3 tahun yang lalu (Lupa tahun kematian keduanya dan tak pernah ingin mengingatnya). Setiap kali berkumpul di ruang keluarga, saya mendongak menatap foto-foto di dinding. Setiap kali melakukan hal demikian, hati ini berdesir, merasakan sedih yang haru. Itulah cara saya menyembahyangi kakek, nenek dan kedua adikku.
OKB: Sinkretisme
Hai hai: Meskipun orang Kristen percaya orang mati tidak berinteraksi dengan orang hidup, namun mereka mendandani orang mati sebelum menguburkannya dan membangun kuburan yang indah serta menulisi nisannya dengan kata-kata bermakna. Waktu-waktu tertentu, mereka mengunjungi kuburan untuk menebarkan bunga serta memercikan minyak wangi. Banyak pula yang mengadakan kebaktian. Perasaan NYAMAN muncul karena TELAH melakukan sesuatu, bukan karena mendapat TANGGAPAN dari almarhum yang pusaranya dikunjungi.
OKB: Beda. Beda sekali.
Hai hai: Yang penting maknanya, bukan caranya. Di Tibet, jenazah orang mati dipotong-potong untuk diumpankan ke burung bangkai. Mereka melakukannya bukan karena kejam namun demi cinta kasih. Bertahun-tahun melakukan sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, meskipun tidak tahu maknanya namun paham perasaan ketika melakukannya.
NB
Silahkan klik di SINI untuk membaca tulisan hai hai yang lain tentang Agama Tionghoa.
Hari ini kamu pun tahu makna sembahyang orang Tionghoa. MUSTAHIL kamu tidak tahu sembahyang Tuhan Allah dan orang Tionghoa bukan penyembahan berhala dan pemujaan Iblis. Bila kamu merasa tidak nyaman lagi melakukan sembahyang Tuhan Allah dan orang tua, silahkan berhenti melakukannya. Namun, tolong jangan membenarkan diri dengan menyebar FITNAH: sembahyang Tuhan Allah dan orang tua adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis.
Soal kepercayaan tionghoa sy gak mau menanggapi. Yg pasti dalam ajaran katolik, mendoakan org2 yg sudah meninggal diperbolehkan. Minta didoakan oleh orang2 yg dianggap suci pun diperbolehkan.
Yang tidak boleh itu menyembah manusia, atau menyembah leluhur.
Buat saya, menjalani atau tidak.. Itu kembali ke per-individualnya.
Budaya TiongHoa memang tidak boleh dilupakan, karna itu Budaya.. Siapa yg mau Budaya hilang..
Kalau tentang agama, smua agama sama aja.. Beribadah kpada 1 Tuhan.
Itu hubungan pribadi kepada Tuhan.
Yang mau saya katakan, Budaya lebih lebih baik jgn dicampurkan kedalam Agama..
Krna itu berbeda.
Budaya ttp budaya dan harus diingat agar tidak punah.
Agama, tetap kita jalankan dan kita pegang teguh sbgai prinsip hidup.
Hhe
saya katolik dan saya tionghoa!
saya tidak tahu banyak mengenai agama tapi semoga saya bisa memberikan masukan yang baik.
agama tidak ada yang salah, kecuali yang memang sesat melenceng dari ajaran agama yg dalam arti agama mengajarkan kebaikan.Di negara kita Indonesia ada 5 agama besar,tambahkanlah 1 dan itu konghu.
Pernahkah sobat2 sekalian mendapatkan dari kitab suci agama sobat2 sekalian diajarkan untuk saling membunuh?menghina?menganggap diri paling benar? dan perbuatan2 tidak baik lainnya?
saya yakin tidak ada agama yang mengajarkan demikian.
saya cukup kesal dengan sekelompok orang yang menganggap agamanya paling benar dan yang lain salah dan tidak akan masuk surga.
coba perhatikan!
kepada siapa kita berdoa?memohon dan meminta?
Tuhan bukan? kita semua punya cara masing2 untuk berkomunikasi dengan Tuhan kita.
maka dari itu,janganlah kita saling menganggap kita yang paling benar!
baiklah kalau anda mengatakan yang lain itu menyembah berhala. lalu saya ingin bertanya, katolik,hindu,budha berdoa menghadap ke patung, islam menghadap ke kiblatnya, kristen menghadap ke salib(kayu). berarti kita semua menyembah berhala dong?
bukan itu kawan! itu cara kita beribadah,berkomunikasi dengan Tuhan kita masing2!
ingatlah, umat itu milik Tuhan, janganlah kita memecahbelahkan kepunyaan Tuhan!
namanya juga kepercayaan, ketika anda percaya maka itulah kepercayaan anda!
saya pernah mendengar suara2 sumbang dari sekelompok orang yang menjelekan agama2 lain
contoh kepada katolik:
berdoa kepada Bunda Maria itu berdosa! Maria perantara kami terhadap Tuhan kami sebab dia ibu dari Tuhan Yesus
berdoa rosario adalah penyembahan terhadap setan! sebutkan pada kitab suci anda jika ada yang mengatakan hal tersebut!
contoh terhadap islam:
islam itu teroris,pembunuh,penjahat. wahai sobat,ketahuilah agama islam menurut saya agama yang sangat menjunjung tinggi Tuhannya, adakah kalian berdoa 5 waktu terhadap Tuhanmu? Adakah kalian membersihkan badan sebelum berkomunikasi terhadap Tuhanmu? coba introspeksi.
Contoh terhadap budha,konghu dan hindu
budha dan hindu itu berdoa terhadap dewa2, mereka memberi sajen,mereka menyembah berhala. ingatlah kawan,itu kepercayaan mereka, bagaimana jika anda di dijudge sedemikian rupa? cara berdoa anda salah,demikianlah yang benar! apakah anda percaya?anda yakin itulah yang terbenar? tidak kawan!semua benar, mereka berdoa kepada Tuhan!
kalau boleh saya tekankan terhadap OKB yang “fanatik”
saya ingin berpesan kepada kalian kawan2ku OKB, janganlah “menelan” mentah2 apa yang kalian dapatkan. kita manusia di beri pikiran sedemikian cerdasnya untuk membedakan yang baik dan buruk. ingat statement saya diatas. agama tidak ada yang mengajarkan berbuat dosa, agama selalu mengajarkan kita kepada kebaikan.
maka dari sekarang saya MOHON kepada kawan2 sekalian,janganlah kita menjelek2an agama lain dan menganggap agama kita paling benar. hargai perbedaan,tanpa perbedaan dunia akan terasa sangat amat HAMPA! dan tolong jangan MEMBISNISKAN TUHAN demi kepentingan pribadi ato kelompok2 tertentu! Tuhan tidak buta, tidak tuli dan tidak bisu! Tuhan maha tau atas segala galanya.
HARGAILAH PERBEDAAN,PERBEDAAN ITU INDAH!
JANGANLAH ENGKAU MENGANGGAP TERBENAR DAN TERBAIK, SEMUA BENAR DAN BAIK!
TIDAK ADA YANG AKAN TAU SEBAIK APA ANDA DIMATA TUHAN KECUALI TUHAN ITU SENDIRI YANG MAHA MENGETAHUI!
apa bedanya budaya dan agama ya?
crz: saya tidak tahu banyak mengenai agama tapi semoga saya bisa memberikan masukan yang baik.
Nggak banyak MENGENAL agama namun mau kasih MASUKAN? Itu namanya si TOLOL berlagak pinter. Belajar dulu gih. Kalau sudah TAHU banyak baru kasih masukan.
Hai hai: Kenapa bangsa Israel menyembah YHWH (TUHAN)? Karena YHWH senang disembah. ..cuma ga setuju ama pernyataan yg ini ajah..menurut ane,klo sampe keluar kata2 ini berarti bung hai2 ini ga tau hal mendasar ttg kekristenan..Tuhan tidak perlu disembah dan bukan senang disembah..seakan2 dia perlu manusia untuk menyembahNya,padahal kita sebagai kutu2 ciptaan dia,kita memang seharusnya menyembah Dia,bukan karena Tuhan senang kita sembah dan seakan2 perlu kita sembah..Dia yg menciptakan seisi dunia dan manusia.ini sih cuma menurut ane ajah..smoga bs ditrima..pisss
kata2nya bung hai ini kok kasar sekali yah..mungkin maksudnya crz ini dia memang ga byk tau agama tapi dia memberi opini ini bukan dari sudut pandang agama manapun,tapi dari sudut pandang pemikiran dan pemahaman manusia indonesia yg menganut byk agama..klo dia memang sudah pintar akan agama,sy rasa dia ga akan sampai menulis “HARGAILAH PERBEDAAN,PERBEDAAN ITU INDAH!
JANGANLAH ENGKAU MENGANGGAP TERBENAR DAN TERBAIK, SEMUA BENAR DAN BAIK!
TIDAK ADA YANG AKAN TAU SEBAIK APA ANDA DIMATA TUHAN KECUALI TUHAN ITU SENDIRI YANG MAHA MENGETAHUI!”…semoga bisa menjadi masukan yg berarti bagi bung hai2…salam pizzz
Saya Kristen TiongHoa.
Masalah ini harus diperjelas lebih lanjut, bahwa sudah jelas orang tersebut adalah OKB yang mungkin belum mengerti sepenuhnya ajaran Kristiani.
Diluar hakikat hubungan TiongHoa dan Kristen, sebagai makhluk ciptaan Tuhan, yang harus dibahas di sini adalah menyembah Tuhan Yesus Kristus sebagai juru selamat.
Selama orang TiongHoa sembahyang asalkan tidak menyembah leluhur dan orang tua saya rasa ga ada masalah.
GILA bah!!, gara2 postingan ini dan juga kalau memang benar, si pendeta itu dan juga komentar tak bersahabat (contoh : bilang yang masuk Kristen mental lemah, gak percaya scroll komentar di atas komentar saya yang caps sporadis) , bisa2 beneran terjadi hal yang merugikan, ultimately in this case, that is, (P****G ***M*)<—- isi sendiri.
Setiap umat manusia di dunia ini punya keyakinan tersendiri. Jalan yang anda yakinkan adalah jalan yang anda pilih. Jalani sungguh – sungguh saja lah.
Pegang aja kepercayaan sendiri, tidak usah memaksakan ajaran yang anda yakinkan kepada orang lain.
Kurasa tidak ada di agama manapun yg mengajarkan untuk MENGHINA ajaran agama lain deh, baik buku agama Buddha, Kristen, Islam, Hindu. Kalau membanding – bandingkan ya lucu sekali lah ceritanya ini, seperti membanding-bandingkan bentuk Gereja dengan bentuk Candi maupun Vihara, Mesjid, Pura.
Jika dalam agama Buddha diajarkan A, ya klo di Kristen g diajarkan A, disuruh B, ya taati aja, jangan dicampur2kan dan malah menghina dan menyebabkan PERMASALAHAN yang lebih lanjut.
Lama2 kalau kuliat hal ini lagi, bisa2 terjadi tragedi yang lalu.
Kesukaan dari orang Indonesia ini : MEMPERUMIT MASALAH DAN MENYEBABKAN MASALAH BARU.
Saran terhadap si TUKANG POSTING : PLEASE, BE THE PART OF THE SOLUTION, NOT THE PART OF THE PROBLEM.
Seakan-akan kamu sekarang ini menyalah-nyalahkan orang Beragama Kristen.
ini orang cuma bisa bacod doang, koar2 soal agama, kelakuan kayak setan
kayak gitu lah sampe mau bikin buku dll.. NGACA WOI NGACA !!!!! BIKIN MALU CINA AJA LO BANGSAT